kecilkan semua  

Teks -- Ayub 12:1-25 (TB)

Tampilkan Strong
Konteks
Ayub mengakui kekuasaan dan hikmat Allah
12:1 Tetapi Ayub menjawab: 12:2 "Memang, kamulah orang-orang itu, dan bersama-sama kamu hikmat akan mati. 12:3 Akupun mempunyai pengertian, sama seperti kamu, aku tidak kalah dengan kamu; siapa tidak tahu hal-hal serupa itu? 12:4 Aku menjadi tertawaan sesamaku, aku, yang mendapat jawaban dari Allah, bila aku berseru kepada-Nya; orang yang benar dan saleh menjadi tertawaan. 12:5 Penghinaan bagi orang yang celaka, -- demikianlah pendapat orang yang hidup aman -- suatu pukulan bagi orang yang tergelincir kakinya. 12:6 Tetapi amanlah kemah para perusak, dan tenteramlah mereka yang membangkitkan murka Allah, mereka yang hendak membawa Allah dalam tangannya. 12:7 Tetapi bertanyalah kepada binatang, maka engkau akan diberinya pengajaran, kepada burung di udara, maka engkau akan diberinya keterangan. 12:8 Atau bertuturlah kepada bumi, maka engkau akan diberinya pengajaran, bahkan ikan di laut akan bercerita kepadamu. 12:9 Siapa di antara semuanya itu yang tidak tahu, bahwa tangan Allah yang melakukan itu; 12:10 bahwa di dalam tangan-Nya terletak nyawa segala yang hidup dan nafas setiap manusia? 12:11 Bukankah telinga menguji kata-kata, seperti langit-langit mencecap makanan? 12:12 Konon hikmat ada pada orang yang tua, dan pengertian pada orang yang lanjut umurnya. 12:13 Tetapi pada Allahlah hikmat dan kekuatan, Dialah yang mempunyai pertimbangan dan pengertian. 12:14 Bila Ia membongkar, tidak ada yang dapat membangun kembali; bila Ia menangkap seseorang, tidak ada yang dapat melepaskannya. 12:15 Bila Ia membendung air, keringlah semuanya; bila Ia melepaskannya mengalir, maka tanah dilandanya. 12:16 Pada Dialah kuasa dan kemenangan, Dialah yang menguasai baik orang yang tersesat maupun orang yang menyesatkan. 12:17 Dia yang menggiring menteri dengan telanjang, dan para hakim dibodohkan-Nya. 12:18 Dia membuka belenggu yang dikenakan oleh raja-raja dan mengikat pinggang mereka dengan tali pengikat. 12:19 Dia yang menggiring dan menggeledah para imam, dan menggulingkan yang kokoh. 12:20 Dia yang membungkamkan orang-orang yang dipercaya, menjadikan para tua-tua hilang akal. 12:21 Dia yang mendatangkan penghinaan kepada para pemuka, dan melepaskan ikat pinggang orang kuat. 12:22 Dia yang menyingkapkan rahasia kegelapan, dan mendatangkan kelam pekat pada terang. 12:23 Dia yang membuat bangsa-bangsa bertumbuh, lalu membinasakannya, dan memperbanyak bangsa-bangsa, lalu menghalau mereka. 12:24 Dia menyebabkan para pemimpin dunia kehilangan akal, dan membuat mereka tersesat di padang belantara yang tidak ada jalannya. 12:25 Mereka meraba-raba dalam kegelapan yang tidak ada terangnya; dan Ia membuat mereka berjalan terhuyung-huyung seperti orang mabuk."
Paralel   Ref. Silang (TSK)   Ref. Silang (FULL)   ITL  

Nama Orang, Nama Tempat, Topik/Tema Kamus

Nama Orang dan Nama Tempat:
 · Ayub a man whose story is told in the book of Job,a man from the land of Uz in Edom


Topik/Tema Kamus: Ayub | Kebijaksanaan | Ikan | Kaki | Kemah Tempat Tinggal Manusia | Telinga | Tulus, Ketulusan | Rambut | Hinaan Dan Olokan | Adil, Keadilan | Binatang | Burung | Hidup | Hukum, Hukuman | selebihnya
Daftar Isi

Catatan Kata/Frasa
Full Life , Jerusalem , Ende , Endetn , Ref. Silang FULL

Catatan Kata/Frasa
Wycliffe

Catatan Rentang Ayat
SH , Topik Teologia

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per frasa)

Full Life: Ayb 12:5 - PENGHINAAN BAGI ORANG CELAKA. Nas : Ayub 12:5 Ayub menyalahkan cara orang kaya sering berpikir. Mereka memandang rendah kaum miskin dan kekurangan serta membenarkan sikap kurang...

Nas : Ayub 12:5

Ayub menyalahkan cara orang kaya sering berpikir. Mereka memandang rendah kaum miskin dan kekurangan serta membenarkan sikap kurang simpatik mereka dengan beranggapan bahwa orang malang itu sendiri telah mendatangkan kesengsaraan atas dirinya. Pada saat bersamaan, mereka yang kaya itu "hidup aman" dengan gaya hidup mereka karena percaya bahwa Allah telah mengganjar mereka karena iman dan kebenaran mereka. Kedua anggapan ini salah, karena ada sangat banyak perkecualian di antara warga negara kerajaan Allah.

Full Life: Ayb 12:13 - PADA ALLAHLAH HIKMAT DAN KEKUATAN. Nas : Ayub 12:13 Kita harus percaya bahwa Allah itu bijaksana dan berkuasa sehingga cara-cara-Nya menghadapi kita itulah yang terbaik dan yang pali...

Nas : Ayub 12:13

Kita harus percaya bahwa Allah itu bijaksana dan berkuasa sehingga cara-cara-Nya menghadapi kita itulah yang terbaik dan yang paling tepat untuk mencapai yang paling baik bagi kita (bd. Ayub 9:4; 36:5; Yes 40:26,28; Dan 2:20; Rom 16:25,27;

lihat cat. --> Rom 8:28).

[atau ref. Rom 8:28]

  1. 1) Orang percaya tidak boleh berpikir bahwa Allah menjanjikan hidup tanpa kesukaran (bd. Mazm 34:20). Allah mungkin mengirim baik kesenangan maupun kesusahan supaya melepaskan kasih kita akan hal-hal dari dunia ini dan mengikat kasih itu kepada diri-Nya.
  2. 2) Allah mengarahkan semua peristiwa di dalam kehidupan orang percaya yang mengabdi dengan tujuan pengudusan pribadi dan menggenapi pelayanannya di dalam kerajaan Allah (bd. Yakub dalam pasal Kej 28:1-35:29; Yusuf dalam Kej 37:28,

    lihat cat. --> Kej 37:28;

    [atau ref. Kej 37:28]

    lihat art. PEMELIHARAAN ALLAH).

  3. 3) Di dalam hidup ini orang percaya tidak pernah dapat memahami sepenuhnya tujuan akhir dari segala sesuatu yang menimpa diri mereka, demikian pula tidak senantiasa jelas bagaimana Allah bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan (Pengkh 3:11; 7:13; 11:5; Rom 8:28). Selama saat-saat itu, ketika kita tidak bisa mengerti sepenuhnya cara Allah menangani kita, kita harus menyerahkan diri kepada Bapa sorgawi, sama seperti yang dilakukan Kristus ketika Ia disalibkan (bd. Mat 27:46; Luk 23:46).

Jerusalem: Ayb 12:1 - kamulah orang-orang itu! Ungkapan Ibrani (harafiah: kamulah rakyat/umat) ini kurang jelas artinya.

Ungkapan Ibrani (harafiah: kamulah rakyat/umat) ini kurang jelas artinya.

Jerusalem: Ayb 12:10 - di dalam tanganNya terletak... Semua makhluk bersaksi bahwa Allah asal usul segala sesuatunya, Ayu 12:7-10. Maka Iapun sebab segala kelaliman dan ketidakadilan, Ayu 12:4-6.

Semua makhluk bersaksi bahwa Allah asal usul segala sesuatunya, Ayu 12:7-10. Maka Iapun sebab segala kelaliman dan ketidakadilan, Ayu 12:4-6.

Jerusalem: Ayb 12:13 - pada Allahlah hikmat Hikmat insani dengan wejangannya yang murah-murahan untuk menenteramkan hati manusia, Ayu 12:12, menjadi tidak apa-apa dibandingkan dengan hikmat Alla...

Hikmat insani dengan wejangannya yang murah-murahan untuk menenteramkan hati manusia, Ayu 12:12, menjadi tidak apa-apa dibandingkan dengan hikmat Allah yang menyatakan diri melalui karyaNya yang ajaib, Ayu 12:14-16, dan yang memalukan semua orang yang berwibawa, Ayu 12:16-25.

Jerusalem: Ayb 12:24 - pemimpin dunia Dalam naskah Ibrani tertulis: pemimpin (kepala) bangsa dunia (negeri). Tetapi dalam terjemahan Yunani terbaca: pemimpin suatu negeri.

Dalam naskah Ibrani tertulis: pemimpin (kepala) bangsa dunia (negeri). Tetapi dalam terjemahan Yunani terbaca: pemimpin suatu negeri.

Ende: Ayb 12:5 - -- Demikianlah sifat kelakuan sahabat2 itu terhadap Ijob.

Demikianlah sifat kelakuan sahabat2 itu terhadap Ijob.

Ende: Ayb 12:6 - -- Ijob mengemukakan pengalaman lawan adjaran sahabat2nja.

Ijob mengemukakan pengalaman lawan adjaran sahabat2nja.

Ende: Ayb 12:6 - Sebab itu...dst Terdjemahan ini tiada pasti.

Terdjemahan ini tiada pasti.

Ende: Ayb 12:9 - -- Allah sendiri bertanggungdjawab tentang kelaliman dan kedjahatan, karena penjelenggaraanNja jang umum.

Allah sendiri bertanggungdjawab tentang kelaliman dan kedjahatan, karena penjelenggaraanNja jang umum.

Ende: Ayb 12:11 - -- Sematjam peribahasa,jang berarti: jang sukar harus diselidiki orang dengan teliti dan saksama.

Sematjam peribahasa,jang berarti: jang sukar harus diselidiki orang dengan teliti dan saksama.

Ende: Ayb 12:12 - -- Demikian anggapan sahabat2 itu, jang ditolak Ijob, sebab Allah melebihi kebidjaksanaan insani (Ayu 12:13).

Demikian anggapan sahabat2 itu, jang ditolak Ijob, sebab Allah melebihi kebidjaksanaan insani (Ayu 12:13).

Ende: Ayb 12:18 - ikat radja ialah tanda martabatnja. Mereka diturunkan oleh Allah.

ialah tanda martabatnja. Mereka diturunkan oleh Allah.

Endetn: Ayb 12:8 - atau ... dst. diperbaiki. Tertulis: "bitjara kepada tanah".

diperbaiki. Tertulis: "bitjara kepada tanah".

Endetn: Ayb 12:9 - Allah diperbaiki menurut beberapa naskah Hibrani. Tertulis: "Jahwe".

diperbaiki menurut beberapa naskah Hibrani. Tertulis: "Jahwe".

Endetn: Ayb 12:17 - membuat bodohlah ... dst. Satu kata ditinggalkan dan jang lain diperbaiki menurut terdjemahan Junani. Tertulis: "menjuruh penasihat2 berdjalan dengan tidak berkasut" (lih. aj. ...

Satu kata ditinggalkan dan jang lain diperbaiki menurut terdjemahan Junani. Tertulis: "menjuruh penasihat2 berdjalan dengan tidak berkasut" (lih. aj. Ayu 13:19).

Ref. Silang FULL: Ayb 12:2 - bersama-sama kamu · bersama-sama kamu: Ayub 15:8; 17:10

· bersama-sama kamu: Ayub 15:8; 17:10

Ref. Silang FULL: Ayb 12:3 - tahu hal-hal · tahu hal-hal: Ayub 13:2; 15:9

· tahu hal-hal: Ayub 13:2; 15:9

Ref. Silang FULL: Ayb 12:4 - menjadi tertawaan // sesamaku // mendapat jawaban // dan saleh · menjadi tertawaan: Kej 38:23; Kej 38:23 · sesamaku: Ayub 6:14; Ayub 6:14; Ayub 11:3; Ayub 11:3; Ayub 16:10; Ayub 16:10; Ayub 19:1...

· menjadi tertawaan: Kej 38:23; [Lihat FULL. Kej 38:23]

· sesamaku: Ayub 6:14; [Lihat FULL. Ayub 6:14]; Ayub 11:3; [Lihat FULL. Ayub 11:3]; Ayub 16:10; [Lihat FULL. Ayub 16:10]; Ayub 19:14; [Lihat FULL. Ayub 19:14]

· mendapat jawaban: Mazm 91:15

· dan saleh: Kej 6:9; [Lihat FULL. Kej 6:9]; Ayub 6:29; [Lihat FULL. Ayub 6:29]; Ayub 15:16; [Lihat FULL. Ayub 15:16]

Ref. Silang FULL: Ayb 12:5 - Penghinaan // yang tergelincir · Penghinaan: Mazm 123:4 · yang tergelincir: Mazm 17:5; 37:31; 38:17; 66:9; 73:2; 94:18

· Penghinaan: Mazm 123:4

· yang tergelincir: Mazm 17:5; 37:31; 38:17; 66:9; 73:2; 94:18

Ref. Silang FULL: Ayb 12:6 - Tetapi amanlah // dan tenteramlah · Tetapi amanlah: Ayub 5:24; Ayub 5:24 · dan tenteramlah: Ayub 9:24; Ayub 9:24

· Tetapi amanlah: Ayub 5:24; [Lihat FULL. Ayub 5:24]

· dan tenteramlah: Ayub 9:24; [Lihat FULL. Ayub 9:24]

Ref. Silang FULL: Ayb 12:7 - diberinya pengajaran // di udara // diberinya keterangan · diberinya pengajaran: Ayub 35:11 · di udara: Mat 6:26 · diberinya keterangan: Ayub 18:3; Rom 1:20

· diberinya pengajaran: Ayub 35:11

· di udara: Mat 6:26

· diberinya keterangan: Ayub 18:3; Rom 1:20

Ref. Silang FULL: Ayb 12:9 - tidak tahu // melakukan itu · tidak tahu: Yes 1:3 · melakukan itu: Ayub 9:24; Ayub 9:24

· tidak tahu: Yes 1:3

· melakukan itu: Ayub 9:24; [Lihat FULL. Ayub 9:24]

Ref. Silang FULL: Ayb 12:10 - terletak nyawa // setiap manusia · terletak nyawa: Dan 5:23 · setiap manusia: Kej 2:7; Kej 2:7; Bil 16:22; Bil 16:22; Ayub 11:20; Ayub 11:20; Kis 17:28

· terletak nyawa: Dan 5:23

· setiap manusia: Kej 2:7; [Lihat FULL. Kej 2:7]; Bil 16:22; [Lihat FULL. Bil 16:22]; Ayub 11:20; [Lihat FULL. Ayub 11:20]; Kis 17:28

Ref. Silang FULL: Ayb 12:11 - mencecap makanan · mencecap makanan: Ayub 34:3

· mencecap makanan: Ayub 34:3

Ref. Silang FULL: Ayb 12:12 - yang tua // dan pengertian · yang tua: 1Raj 4:2; 1Raj 4:2; Ayub 15:10 · dan pengertian: Ayub 12:20; Ayub 17:4; 32:7,9; 34:4,10

· yang tua: 1Raj 4:2; [Lihat FULL. 1Raj 4:2]; Ayub 15:10

· dan pengertian: Ayub 12:20; Ayub 17:4; 32:7,9; 34:4,10

Ref. Silang FULL: Ayb 12:13 - Allahlah hikmat // dan kekuatan // Dialah · Allahlah hikmat: Ams 21:30; Yes 45:9 · dan kekuatan: Ayub 9:4; Ayub 9:4; Yer 32:19; Yer 32:19; 1Kor 1:24 · Dialah: Bil 23:19; B...

· Allahlah hikmat: Ams 21:30; Yes 45:9

· dan kekuatan: Ayub 9:4; [Lihat FULL. Ayub 9:4]; Yer 32:19; [Lihat FULL. Yer 32:19]; 1Kor 1:24

· Dialah: Bil 23:19; [Lihat FULL. Bil 23:19]; 1Raj 3:12; Ayub 32:8; 38:36; Ams 2:6; Yes 40:13-14; Dan 1:17

Ref. Silang FULL: Ayb 12:14 - Ia membongkar // membangun kembali // dapat melepaskannya · Ia membongkar: Ayub 16:9; 19:10 · membangun kembali: Ul 13:16; Mazm 127:1; Yes 24:20; 25:2; Yeh 26:14 · dapat melepaskannya: Ay...

· Ia membongkar: Ayub 16:9; 19:10

· membangun kembali: Ul 13:16; Mazm 127:1; Yes 24:20; 25:2; Yeh 26:14

· dapat melepaskannya: Ayub 9:3; [Lihat FULL. Ayub 9:3]; Yes 22:22; Wahy 3:7

Ref. Silang FULL: Ayb 12:15 - membendung air // keringlah // maka tanah · membendung air: Ayub 28:25; Yes 40:12 · keringlah: Ul 28:22; Ul 28:22; 1Raj 17:1; 1Raj 17:1 · maka tanah: Kej 7:24; Kej 7:24

· membendung air: Ayub 28:25; Yes 40:12

· keringlah: Ul 28:22; [Lihat FULL. Ul 28:22]; 1Raj 17:1; [Lihat FULL. 1Raj 17:1]

· maka tanah: Kej 7:24; [Lihat FULL. Kej 7:24]

Ref. Silang FULL: Ayb 12:16 - dan kemenangan // Dialah · dan kemenangan: Ayub 9:4; Ayub 9:4 · Dialah: 2Taw 18:22; Ayub 13:7,9; 27:4; Rom 2:11

· dan kemenangan: Ayub 9:4; [Lihat FULL. Ayub 9:4]

· Dialah: 2Taw 18:22; Ayub 13:7,9; 27:4; Rom 2:11

Ref. Silang FULL: Ayb 12:17 - dengan telanjang // para hakim · dengan telanjang: Ayub 12:19; Ayub 19:9; Yes 20:4 · para hakim: Ayub 3:14; Ayub 3:14; 1Kor 1:20

· dengan telanjang: Ayub 12:19; Ayub 19:9; Yes 20:4

· para hakim: Ayub 3:14; [Lihat FULL. Ayub 3:14]; 1Kor 1:20

Ref. Silang FULL: Ayb 12:18 - membuka belenggu // mengikat pinggang · membuka belenggu: Mazm 107:14; 116:16; Nah 1:13 · mengikat pinggang: Ayub 12:21; Ayub 34:18; Mazm 107:40; Yes 5:27; 40:23

· membuka belenggu: Mazm 107:14; 116:16; Nah 1:13

· mengikat pinggang: Ayub 12:21; Ayub 34:18; Mazm 107:40; Yes 5:27; 40:23

Ref. Silang FULL: Ayb 12:19 - dan menggeledah // yang kokoh · dan menggeledah: Ayub 12:17; Ayub 12:17 · yang kokoh: Ul 24:15; Ul 24:15; Ayub 9:24; Ayub 9:24; Ayub 14:20; 22:8; 24:12,22; 34:20,28;...

Ref. Silang FULL: Ayb 12:20 - para tua-tua · para tua-tua: Ayub 12:12,24; Ayub 12:12; Ayub 12:24; Dan 4:33-34

· para tua-tua: Ayub 12:12,24; [Lihat FULL. Ayub 12:12]; [Lihat FULL. Ayub 12:24]; Dan 4:33-34

Ref. Silang FULL: Ayb 12:21 - para pemuka // orang kuat · para pemuka: Ayub 12:18; Ayub 12:18; Yes 34:12; Yes 34:12 · orang kuat: Ayub 3:15; Ayub 3:15

· para pemuka: Ayub 12:18; [Lihat FULL. Ayub 12:18]; Yes 34:12; [Lihat FULL. Yes 34:12]

· orang kuat: Ayub 3:15; [Lihat FULL. Ayub 3:15]

Ref. Silang FULL: Ayb 12:22 - rahasia kegelapan // kelam pekat // pada terang · rahasia kegelapan: 1Kor 4:5 · kelam pekat: Ayub 3:5 · pada terang: Mazm 139:12; Dan 2:22

· rahasia kegelapan: 1Kor 4:5

· kelam pekat: Ayub 3:5

· pada terang: Mazm 139:12; Dan 2:22

Ref. Silang FULL: Ayb 12:23 - lalu membinasakannya // memperbanyak bangsa-bangsa // menghalau mereka · lalu membinasakannya: Mazm 2:1; 46:7; Yes 13:4; Yer 25:9 · memperbanyak bangsa-bangsa: Kel 34:24; Kel 34:24; Mazm 107:38; Yes 9:3; 26:...

· lalu membinasakannya: Mazm 2:1; 46:7; Yes 13:4; Yer 25:9

· memperbanyak bangsa-bangsa: Kel 34:24; [Lihat FULL. Kel 34:24]; Mazm 107:38; Yes 9:3; 26:15; 54:3

· menghalau mereka: Ayub 5:12; [Lihat FULL. Ayub 5:12]; Kis 17:26

Ref. Silang FULL: Ayb 12:24 - kehilangan akal // padang belantara · kehilangan akal: Ayub 12:20; Ayub 12:20 · padang belantara: Mazm 107:40

· kehilangan akal: Ayub 12:20; [Lihat FULL. Ayub 12:20]

· padang belantara: Mazm 107:40

Ref. Silang FULL: Ayb 12:25 - ada terangnya // orang mabuk · ada terangnya: Ul 28:29; Ul 28:29; Ayub 18:6; 21:17; 29:3 · orang mabuk: Mazm 107:27; Yes 24:20

· ada terangnya: Ul 28:29; [Lihat FULL. Ul 28:29]; Ayub 18:6; 21:17; 29:3

· orang mabuk: Mazm 107:27; Yes 24:20

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per Ayat)

Wycliffe: Ayb 4:1--37:24 - -- A. Keputusan-keputusan Manusia (4:1-37:24) Karena dialog antara Ayub dengan sahabat-sahabatnya terkait dengan keluhan Ayub dan bukan secara langsung ...

A. Keputusan-keputusan Manusia (4:1-37:24)

Karena dialog antara Ayub dengan sahabat-sahabatnya terkait dengan keluhan Ayub dan bukan secara langsung dengan penderitaan yang dialaminya, maka misi dari para sahabat lebih merupakan usaha penghakiman daripada penghiburan pastoral, dan ini makin nyata dalam siklus pembicaraan selanjutnya (tentang struktur siklus dialog ini lihat Garis Besar di atas). Para sahabat tersebut mengambil kedudukan sebagai dewan penatua yang siap menghakimi seorang pelanggar yang keras hati. Pertimbangan kesalahan Ayub mencakup pembahasan tentang aspek-aspek yang lebih luas dari masalah teodise, tetapi selalu dengan memperhatikan penghukuman dan kasus khusus Ayub. Oleh karena itu, bagi Ayub perdebatan itu bukan merupakan penyelidikan akademis yang obyektif tentang penderitaan pada umumnya, melainkan suatu fase baru yang lebih menyakitkan dari penderitaannya. Para sahabat itu diperdaya oleh ketaatan mereka pada teori tradisional sehingga ikut membantu serta bersekongkol dengan Iblis dalam memusuhi Allah dan menggelapkan jalan hikmat bagi hamba Allah, Ayub. Tetapi perdebatan ini berguna untuk membungkam hikmat dunia dan dengan demikian mempersiapkan penyajian pendekatan sesuai perjanjian terhadap hikmat yang muncul dalam percakapan antara Elihu dan Tuhan sendiri. Sekali lagi, di dalam permohonan banding Ayub kepada mahkamah tertinggi mengingat keputusan-keputusan manusia tidak sesuai dengan keadaan, yang terungkap dalam kerinduan Ayub yang mendalam untuk membela dirinya di hadapan Tuhan, perdebatan tersebut sampai membuat Allah harus menampakkan diri.

Wycliffe: Ayb 12:1--14:22 - -- f) Jawaban Ayub kepada Zofar (12:1-14:22). Karena sangat jengkel dengan sahabat-sahabatnya, Ayub kemudian melancarkan kecaman yang amat pedas kepada ...

f) Jawaban Ayub kepada Zofar (12:1-14:22).

Karena sangat jengkel dengan sahabat-sahabatnya, Ayub kemudian melancarkan kecaman yang amat pedas kepada mereka yang dengan sombong meragukan keadaan dirinya (12:1-13:12). Ayub menyatakan dirinya benar kepada sahabat-sahabatnya itu (13:13-19), dan sesudah itu dia kembali mengajukan permohonan langsung kepada Allah (13:20-14:22). Ketika mengajukan permohonan ini, di dalam jiwa Ayub muncul secercah harapan baru - yaitu harapan hidup di balik syeol (dunia orang mati)! Sekalipun keadaan gundah menggelapkan kata-kata penutup yang diutarakan Ayub, jelas di dalam tanggapannya kepada Zofar, imannya mulai naik menuju kemenangan meninggalkan jurang keputusasaan.

Wycliffe: Ayb 12:1--13:12 - Bersama-sama kamu hikmat akan mati // deritaannya. Aku tidak kalah dengan kamu // Penghinaan bagi orang yang celaka - demikianlah pendapat orang yang hidup aman // Mereka hendak membawa Allah dalam tangannya // Tetapi bertanyalah kepada binatang // Aku hendak berbicara dengan Yang Mahakuasa // Dianggap kebijaksanaan daripadamu // Apakah kamu mau memihak Allah, berbantah untuk membela Dia? (13:8) // sebaliknya kamulah orang yang menutupi dusta // Dalil-dalilmu adalah amsal debu dan perisaimu perisai tanah liat // Apakah baik kalau Ia memeriksa kamu? // Kamu akan dihukum-Nya dengan keras 12:1-13:12. Bersama-sama kamu hikmat akan mati (12:2b). Sarkasme Ayub menunjukkan sikap tidak tahannya terhadap para sahabat yang secara bergantian te...

12:1-13:12. Bersama-sama kamu hikmat akan mati (12:2b). Sarkasme Ayub menunjukkan sikap tidak tahannya terhadap para sahabat yang secara bergantian telah mengalunkan nada hambar yang sama. Uraian-uraian mereka akan terus mengusik Ayub namun ia tidak akan menganggap serius lagi perkataan mereka sebagai kemungkinan solusi terhadap penderitaannya. Aku tidak kalah dengan kamu (12:13b; bdg. 13:2). Bentuk uraian yang mereka sampaikan tidak menunjukkan bahwa mereka patut menganggap diri lebih baik daripada Ayub. Penghinaan bagi orang yang celaka - demikianlah pendapat orang yang hidup aman (ay. 5a). Di dalam keadaan yang sangat jengkel Ayub mengeluhkan keadaan itu. Karena mengalami berbagai kesukaran, orang dengan hikmat ilahi diperlakukan bagaikan seorang penjahat berdasarkan sebuah teori yang bertentangan dengan fakta lain (yang juga menjengkelkan), yaitu bahwa para perampok hidup makmur sementara dirinya demikian direndahkan hingga menjadi tertawaan (12:4-6). Mereka hendak membawa Allah dalam tangannya (ay. 6c). Seperti Lamekh (bdg. Kej. 4:23, 24; Dan. 11:38) mereka mendewakan senjata yang ada di tangan mereka.

Tetapi bertanyalah kepada binatang (12:7a). Doktrin ketiga sahabat itu tentang hikmat agung Allah merupakan pengetahuan yang umum; semua makhluk ciptaan mengetahui hal itu. Dalam 12:11-25 Ayub menunjukkan bahwa ia mengenal konsep tentang kekuasaan ilahi yang para sahabatnya bermaksud ajarkan kepadanya. Uraiannya tentang hal itu justru melebihi apa yang mereka uraikan sebelumnya (bdg. Mzm. 107). Seluruh kemuliaan dan martabat kerajaan manusia di dunia ada di dalam kekuasaan Allah yang berdaulat mutlak (ay. 23; bdg. I Kor. 1:25). Kekuatan-kekuatan utama dari alam siap melayani-Nya menjungkirbalikkan bumi (12:14; bdg. Kej. 7). Para tokoh sipil dan keagamaan yang tertinggi sekalipun tidak berdaya di hadapan-Nya (12:17-21, 24). Ayat 19 menyebutkan para imam dan etanim (bdg. kata Ugarit ytnm yang' artinya serikat pegawai kuil / imam). Ayub merasa senang sekali menguraikan nas ini, "Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?" (I Kor. 1:20), dan 'orang tidak perlu jauh-jauh mencari orang-orang berhikmat yang dimaksudkan Ayub ini.

Aku hendak berbicara dengan Yang Mahakuasa (13:3a; bdg. 5:8). Kejengkelan yang makin meningkat terhadap para penghibur itu membuat Ayub kembali berbicara dengan Allah, tetapi terlebih dahulu ia menyampaikan sebuah teguran yang pedas dan tajam terhadap nasihat hukum buatan sendiri untuk membela Allah (13:1-42). Dianggap kebijaksanaan daripadamu (13:5b). Andaikata mereka tidak pernah mengakhiri masa diam mereka sepanjang tujuh hari, kebodohan mereka tidak akan terlihat (bdg. Ams. 17:28). Apakah kamu mau memihak Allah, berbantah untuk membela Dia? (13:8). Mereka telah merendahkan martabat mereka dengan kebodohan mereka. Bahkan lebih parah lagi, mereka telah melibatkan Allah dengan mengorbankan kebenaran: sebaliknya kamulah orang yang menutupi dusta (13:4; bdg. ay. 7). Lihat tuduhan yang sama di 6:21, 27. Dalil-dalilmu adalah amsal debu dan perisaimu perisai tanah liat (13:12). Pernyataan-pernyataan berbobot yang mereka lontarkan kepada Ayub dengan tujuan untuk membenarkan Allah itu rapuh jika menghadapi palu kebenaran, sama dengan sebuah palu tanah liat rapuh jika dipakai terhadap sebuah lempengan besi. Cara mereka membela Allah justru menghina Allah. Mereka menyamakan suatu cara pemeliharaan tertentu, yang secara keliru dianggap selalu ada, dengan keadilan ilahi. Sebetulnya, mereka menetapkan sebuah prinsip yang abstrak sebagai sesuatu yang mutlak dan karenanya membuat Allah tunduk kepada prinsip tersebut. Apakah baik kalau Ia memeriksa kamu? (ay. 9a). Zofar berusaha meyakinkan Ayub tentang dugaannya bahwa Ayub memang bersalah dengan menyeret Ayub ke hadapan meja pengadilan kemahatahuan Allah. Ayub mengingatkan Zofar dan para rekannya yang bagaikan jaksa penuntut umum bahwa di dalam proses melancarkan tuduhan kepada dirinya, mereka sendiri juga berhadapan dengan sang Hakim; dan di bawah penelitian Hakim yang demikian cermat, motif-motif yang tidak baik serta tuduhan-tuduhan palsu mereka pasti akan ketahuan. Kamu akan dihukum-Nya dengan keras (13:10a) merupakan kesimpulan Ayub yang tepat (bdg. 42:7 dst.). Sekalipun kepercayaan Ayub pada keadilan Allah menjadi kabur pada saat-saat yang menyedihkan baginya itu, karena ia tahu bahwa perubahan pikiran secara tiba-tiba dan mutlak Yang Maha Kuasa maka ia tidak sama sekali kehilangan kepercayaan itu.

buka semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Rentang Ayat

SH: Ayb 12:1-25 - Tunduk pada hikmat Allah! (Selasa, 7 Desember 2004) Tunduk pada hikmat Allah! Orang sombong merasa diri lebih pandai dan berhikmat daripada orang lain. Mereka merasa tahu segala sesuatu, orang...

SH: Ayb 12:1-25 - Membandingkan diri. (Kamis, 25 Juli 2002) Membandingkan diri. Ketika kita menderita salah satu godaan terbesar pada saat itu ialah membandingkan penderitaan yang diri kita alami dengan kebahag...

Topik Teologia: Ayb 12:7 - -- Allah yang Berpribadi Pribadi Allah Keberadaan Allah Keberadaan Allah Didukung oleh Alam Semesta Ayu 12:7-9 Maz 8:2 M...

Topik Teologia: Ayb 12:8 - -- Allah yang Berpribadi Pribadi Allah Keberadaan Allah Keberadaan Allah Didukung oleh Alam Semesta Ayu 12:7-9 Maz 8:2 M...

Topik Teologia: Ayb 12:9 - -- Allah yang Berpribadi Pribadi Allah Keberadaan Allah Keberadaan Allah Didukung oleh Alam Semesta Ayu 12:7-9 Maz 8:2 M...

Topik Teologia: Ayb 12:10 - -- Pekerjaan-Pekerjaan Allah Urutan Penciptaan Allah Pemeliharaan Allah Umat Manusia Pada Umumnya Unsur-unsur Pembentuk Keindividualita...

Topik Teologia: Ayb 12:11 - -- Umat Manusia Pada Umumnya Unsur-unsur Pembentuk Keindividualitas Manusia Bagian dari Tubuh Manusia sebagai Aspek Moral Kemanusiaan ...

Topik Teologia: Ayb 12:13 - -- Allah yang Berpribadi Allah Aktif di antara Bangsa-bangsa Lain dan di Seluruh Dunia Ula 32:8 2Ra 19:15 Ayu 12:13-14,17-25 Maz 2...

Topik Teologia: Ayb 12:14 - -- Allah yang Berpribadi Natur Allah sebagai Pribadi Allah itu Aktif Allah Aktif di antara Bangsa-bangsa Lain dan di Seluruh Dunia Ul...

Topik Teologia: Ayb 12:23 - -- Allah yang Berpribadi Natur Allah sebagai Pribadi Allah itu Aktif Allah Aktif di antara Bangsa-bangsa Lain dan di Seluruh Dunia ...

Topik Teologia: Ayb 12:24 - -- Allah yang Berpribadi Natur Allah sebagai Pribadi Allah itu Aktif Allah Aktif di antara Bangsa-bangsa Lain dan di Seluruh Dunia ...

buka semua
Pendahuluan / Garis Besar

Full Life: Ayub (Pendahuluan Kitab) Penulis : Tidak Dikenal Tema : Mengapa Orang Benar Menderita ? Tanggal Penulisan: Tidak Pasti Latar Belakang Kitab Ayub tergol...

Full Life: Ayub (Garis Besar) Garis Besar I. Prolog Prosa: Krisisnya (Ayub 1:1-2:13) A. Ayub, Orang Benar yang Takut Akan Allah (A...

Jerusalem: Ayub (Pendahuluan Kitab) KITAB AYUB PENGANTAR Karya sastera paling unggul yang dihasilkan gerakan kebijaksanaan di Israel ialah kitab Ayub. Kitab ini dimulai dengan sebuah cer...

Ende: Ayub (Pendahuluan Kitab) IJOB PENDAHULUAN Karya utama dari sesusasteraan kebijaksanaan Israil dan jang termasuk bilangan tjiptaan terbesar jang pernah dihasilkan pudjangga2 in...

Wycliffe: Ayub (Pendahuluan Kitab) PENDAHULUAN AYUB Judul. Nama dari kitab ini maupun tokoh utamanya, iyyob muncul di dalam naskah-naskah non-alkitabiah sejak tahun 2000 sM. Judul Ayub...

Wycliffe: Ayub (Garis Besar) GARIS BESAR AYUB I. Malapetaka Hikmat Ayub Dicobai (1:1-2:10) A. Hikmat Ayub Diutarakan (1:1-5) B. Hikmat Ayub Disangkal da...

BIS: Ayub (Pendahuluan Kitab) BUKU AYUB PENGANTAR Buku Ayub adalah kisah tentang seorang yang baik budi, ia mengalami musibah hebat; ia kehilangan semua anaknya dan segala harta

BUKU AYUB

PENGANTAR

Buku Ayub adalah kisah tentang seorang yang baik budi, ia mengalami musibah hebat; ia kehilangan semua anaknya dan segala harta bendanya, lalu dihinggapi penyakit kulit yang menjijikkan. Dalam tiga rangkaian percakapan yang bersajak, si penulis menggambarkan bagaimana teman-teman Ayub, dan Ayub sendiri menanggapi malapetaka itu. Pokok yang penting dalam percakapan-percakapan itu ialah yang menyinggung caranya Allah memperlakukan manusia. Pada bagian terakhir, Allah sendiri menyatakan diri-Nya kepada Ayub.

Teman-teman Ayub menjelaskan penderitaan Ayub itu menurut ajaran agama yang tradisional. Pada sangka mereka, Allah selalu mengganjar orang yang baik dan menghukum orang yang jahat. Jadi, penderitaan Ayub hanya dapat berarti bahwa ia telah berbuat dosa. Tetapi bagi Ayub pendapat itu terlalu dangkal; tidak sepantasnya ia mendapat hukuman yang sekejam itu, sebab ia seorang yang sangat baik dan jujur. Ia tidak dapat mengerti mengapa Allah membiarkan orang seperti dirinya mengalami begitu banyak bencana, dan dengan berani ia menantang Allah. Ayub tidak kehilangan kepercayaannya kepada Allah, tetapi ia sungguh-sungguh ingin supaya dibenarkan oleh Allah dan supaya mendapat kembali kehormatannya sebagai orang yang baik.

Allah tidak memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan Ayub, tetapi Allah menanggapi kepercayaan Ayub dengan memberinya banyak contoh mengenai kuasa dan hikmat-Nya. Contoh-contoh itu dilukiskan dengan puisi. Kemudian dengan segala rendah hati, Ayub mengakui kebijaksanaan dan keagungan Allah, lalu menyesali kata-katanya yang keras dan penuh kemarahan itu.

Bagian terakhir dari kisah ini, yang ditulis dengan bahasa biasa, menuturkan bagaimana Ayub dikembalikan kepada keadaannya semula, dengan kekayaan yang jauh melebihi kekayaannya sebelum itu. Allah memarahi teman-teman Ayub karena mereka tidak dapat memahami arti kesengsaraan Ayub. Hanya Ayublah yang sungguh-sungguh menyadari bahwa Allah lebih besar daripada yang telah diajarkan oleh agama yang tradisional itu.

Isi

  1.  Pendahuluan
    Ayub 1:1-2:13
  2.  Ayub dan teman-temannya
    Ayub 3:1-31:40
    1. a. Keluhan Ayub
      Ayub 3:1-26
    2. b. Percakapan pertama
      Ayub 4:1-14:22
    3. c. Percakapan kedua
      Ayub 15:1-21:34
    4. d. Percakapan ketiga
      Ayub 22:1-27:23
    5. e. Pujian terhadap hikmat
      Ayub 28:1-28
    6. f. Pernyataan Ayub yang terakhir
      Ayub 29:1-31:40
  3.  Wejangan Elihu
    Ayub 32:1-37:24
  4.  TUHAN menjawab Ayub
    Ayub 38:1-42:6
  5.  Penutup
    Ayub 42:7-17

Ajaran: Ayub (Pendahuluan Kitab) Tujuan Supaya dengan mengetahui isi Kitab Ayub, anggota jemaat mengerti bahwa suatu penderitaan dapat membawa kemenangan dan pengenalan yang lebih d

Tujuan

Supaya dengan mengetahui isi Kitab Ayub, anggota jemaat mengerti bahwa suatu penderitaan dapat membawa kemenangan dan pengenalan yang lebih dalam akan Allah.

Pendahuluan

Penulis : Penulis Kitab Ayub tidak diketahui dengan jelas.

Isi Kitab: Kitab Ayub terdiri dari 42 pasal. Isi Kitab Ayub merupakan kisah nyata dari seorang bernama Ayub yaitu mengisahkan kehidupan Ayub yang berbahagia karena kesalehannya, tetapi kemudian hidup dalam penderitaan karena pencobaan iblis. Akhirnya dia kembali memperoleh kebahagiaan, karena ketekunannya dalam beribadah walaupun menderita.

I. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Ayub

  1. Pasal 1 (Ayub 1:1-5).

    Keadaan Ayub sebelum pencobaan iblis Ayub adalah seorang yang hidup dalam kesalehan dan kelimpahan.

    Pendalaman Bacalah pasal Ayub 1:1-5, sebutkanlah keadaan Ayub waktu itu.

  2. Pasal 1-3 (Ayub 1:6-3:26).

    Keadaan Ayub dalam pencobaan iblis Dalam bagian ini dijelaskan bahwa iblis mengambil semua harta milik dan kesehatan Ayub. Hal ini membuat Ayub sangat menderita.

    Pendalaman

    1. Siapakah yang tidak mengingini kebahagiaan Ayub? (Ayub 1:6-12). Tetapi sebenarnya apakah maksud Iblis kepada Tuhan? (Ayub 1:9,11).
    2. Perhatikan pasal Ayub 1:13-22. Apakah yang terjadi dalam kehidupan Ayub? Dan bagaimanakah tanggapan Ayub terhadap hal itu? (Ayub 1:20-22).
    3. Perhatikan pasal Ayub 2:1-10. Penderitaan apa lagikah yang Ayub alami? Tetap bagaimanakah sikapnya terhadap Allah? (Ayub 2:9-10).
  3. Pasal 4-37 (Ayub 4:1-37:24).

    Percakapan Ayub dengan sahabat-sahabatnya

    Pada bagian ini dijelaskan tentang 3 orang sahabat Ayub yang bernama Elifas, Bildad, dan Zofar. Mereka datang dan mengatakan bahwa penderitaan Ayub adalah akibat dari dosa yang dibuat secara sembunyi-sembunyi. Mereka menyuruh Ayub supaya mengakui saja dosanya, tetapi Ayub tetap bertahan, bahwa ia hidup benar di hadapan Allah. Setelah tiga teman Ayub itu selesai berbicara, seorang muda bernama Elihu memperingatkan mereka semua termasuk Ayub bahwa Tuhan adalah Maha besar dan mempunyai maksud yang baik dalam penderitaan orang beriman. (dalam pasal Ayub 9:33).

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal Ayub 4:1-9. Siapakah yang berbicara dalam bagian ini? Dan apakah tuduhannya terhadap Ayub?
    2. Bacalah pasal Ayub 8:1-7. Siapakah yang berbicara dalam bagian ini? Dan apakah tuduhannya terhadap Ayub?
    3. Bacalah pasal Ayub 11:1-6. Siapakah yang berbicara dalam bagian ini? Dan apakah tuduhannya terhadap Ayub?
    4. Bacalah pasal Ayub 31:1-6. Bagaimanakah Ayub memandang dirinya sendiri?
    5. Bagaimanakah pendapat Elihu mengenai hal ini? (Ayub 32:1-5).
  4. Pasal 38-42 (Ayub 38:1-42:17).

    Jawaban Tuhan kepada Ayub Dalam bagian ini Ayub di tegur oleh Allah. Kemudian Ayub merendahkan diri dihadapan Allah serta mencabut pembelaan dirinya. Setelah ini Ayub tidak lagi hidup menderita, karena diberkati Allah.

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal Ayub 38:1,34-38. Apakah yang terjadi dalam bagian ini?
    2. Bacalah pasal Ayub 42:1-6. Apakah yang terjadi dengan Ayub?
    3. Bagaimanakah keadaan Ayub pada akhirnya? (pasal Ayub 42:7-17).

II. Kesimpulan/penerapan

  1. Kitab Ayub mengajarkan kepada orang beriman bahwa Iblis tidak berkuasa untuk mencabut nyawa seseorang.

  2. Kitab Ayub mengajarkan bahwa Allah mengijinkan anak-anaknya mengalami penderitaan untuk menunjukkan kemahakuasaan-Nya.

  3. Kitab Ayub mengajarkan bahwa penderitaan dapat menjadi suatu alat untuk membawa seseorang pada pertumbuhan rohani yang dewasa.

  4. Kitab Ayub mengajarkan Ayub sebagai teladan orang yang menyembah Allah secara benar, yaitu penyembahan yang didasari ketulusan hati.

Pertanyaan-pertanyaan yang Dapat Digunakan untuk Tanya Jawab

  1. Apakah isi Kitab Ayub?
  2. Siapakah nama-nama sahabat Ayub?
  3. Penderitaan apa sajakah yang dihadapi oleh Ayub? Dan siapakah yang menginginkan hal ini?
  4. Apakah pelajaran rohani yang saudara dapatkan setela mempelajari Kitab Ayub?

Intisari: Ayub (Pendahuluan Kitab) Mengapa orang tak berdosa harus menderita ORANG-ORANG ISRAEL YANG BIJAKSANASelain oleh para nabi dan imam, umat Allah juga dilayani oleh sekelompok o

Mengapa orang tak berdosa harus menderita

ORANG-ORANG ISRAEL YANG BIJAKSANA
Selain oleh para nabi dan imam, umat Allah juga dilayani oleh sekelompok orang yang dinamakan "Orang-orang berhikmat". Mereka ini adalah para pembimbing dan penasihat yang menghabiskan waktu mereka untuk memutuskan cara-cara yang paling bijaksana dan paling benar untuk menjalani kehidupan dan menjalankan pemerintahan. Hasil penelitian mereka selalu diterapkan dalam kehidupan nyata. Kita mengetahui hal ini dari kitab-kitab mereka yang biasanya disebut "Kitab Hikmat" (Ayub, Amsal, Pengkhotbah, ditambah beberapa Mazmur). Kadangkala mereka memberikan nasihat mereka dalam bentuk pepatah yang singkat dan jelas atau "amsal". Selain itu mereka juga berbicara mengenai masalah-masalah besar dalam kehidupan, terutama masalah penderitaan.

SIAPAKAH AYUB?
Apa yang kita ketahui mengenai Ayub tidak lebih daripada apa yang digambarkan pada permulaan kitab itu. Rupanya ia orang yang terkenal (Yeh 14:14,20), namun oleh karena tidak ada acuan terhadap sejarah orang Israel, Ayub mungkin hidup jauh sebelum umat Allah bermukim di Kanaan. Beberapa orang berpendapat bahwa kisah mengenai penderitaannya dipakai oleh beberapa penulis yang tak dikenal sebagai latar belakang untuk membicarakan masalah penderitaan. Kita pun tidak tahu kapan kitab itu ditulis. Minat terhadap hikmat Allah sudah ada sejak zaman Salomo, dan kitab ini mungkin ditulis pada zaman pemerintahannya.

POKOK PERMASALAHAN
Kitab ini menyangkut suatu pertanyaan abadi yaitu "Mengapa orang yang tak berdosa harus menderita?" Ayub adalah seorang yang baik yang tiba-tiba kehilangan segalanya. Seperti banyak dari penderitaan kita, rasanya hal ini tidak adil. Jawaban baku teman-temannya -- bahwa Allah menghakimi orang yang jahat, dan oleh karenanya pasti Ayub telah melakukan kejahatan -- sama sekali tidak cocok. Mereka mengatakannya dengan berbagai cara. Elifas sopan dan sedikit berbau mistik. Bildad, seorang tradisionalis, mengutarakannya berdasarkan pendapat yang sudah lama dikenal, sementara Zofar adalah pembantah Allah yang kurang ajar dan kasar. Ketiga mereka pada akhirnya kehilangan kesabaran terhadap Ayub. Sesungguhnya, pada percakapan ketiga, Bildad hanya berbicara sedikit sekali, sementara Zofar menolak untuk berbicara lagi. Ayub berdebat dengan kedua orang itu dan dengan Allah; dan dengan demikian ia mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang hanya dapat dijawab dalam Perjanjian Baru. Oleh karena Elihu masih muda, ia tidak dihargai oleh yang lain. Argumentasinya penuh dengan keyakinan orang muda, tetapi juga agak kacau dan tidak matang. Percakapan dengan Elihu mungkin baru belakangan ditambahkan pada kitab itu.

Pesan

1. Dilucuti sampai bergantung sepenuhnya pada iman
o Ayub adalah contoh seorang yang bergantung kepada Allah waktu segalanya berjalan dengan baik dan yang terus percaya kepada-Nya pada waktu mengalami kesusahan. Ayu 1:1,20-22; 2:10
o Ia mungkin menganggap kerugiannya sebagai hukuman Allah, namun demikian ia telah melakukan segalanya dengan tulus untuk melayani Allah. Allah seakan-akan telah meninggalkan dia. Ayu 12:4; 13:19; 16:15-17; 23:10-12; 27:2-6
o Tuduhan-tuduhan yang dilancarkan oleh kawan-kawannya dan tentangan dari istrinya membuat dia sungguh-sungguh seorang diri. Ayu 2:9; 19:13-20

2. Penghibur yang tidak berguna
o Kawan-kawan Ayub sama sekali tidak memberikan pertolongan. Lebih baik jika mereka tidak mengatakan apa-apa. Ayu 13:4,5; 16:2-3; 19:1-3
o Pendapat mereka yang utama, yaitu bahwa Allah memberkati orang saleh dan menghukum orang jahat, secara umum memang benar. Tetapi, tidaklah benar untuk menerapkan pendapat itu tanpa melihat kualitas kehidupan secara menyeluruh. Pendapat itu tidak memberikan jawaban mengapa orang yang tak berdosa kadangkala menderita, sedangkan orang yang tidak saleh terhindar dari malapetaka. Ayu 4:7; 5:19-26; 8:5-7,20:22; 11:13-20
o Mereka mengambil kesimpulan bahwa penderitaan yang diderita oleh Ayub tentunya merupakan penghakiman Allah atas dosa-dosanya. Sanggahan Ayub bahwa ia sungguh-sungguh tidak berdosa hanya membuat mereka bertambah marah. Ayu 22:1-30

3. Penderitaan sebagai didikan
Pendapat Elihu bahwa penderitaan dapat merupakan cara Allah mengajar kita, perlu diperbincangkan lebih lanjut. Tetapi oleh karena baik Ayub maupun Allah tidak memberi tanggapan pada Elihu, maka ini berarti bahwa hal itu tidak berlaku di sini. Ayu 5:17,18; 33:14-30; 36:5-16

4. Kecerobohan Ayub
o Ayub terdorong untuk mengatakan banyak hal secara gegabah, karena kekerasan kawan-kawannya yang kurang simpatik. Ia sungguh-sungguh tersesat ketika menantang Allah dan memperdebatkan masalahnya dengan Dia. Ia seakan-akan menyatakan bahwa ia lebih tahu daripada Allah. Ayu 7:11-21; 9:14-35; 13:3,15-28; 23:2-7; 31:35-37
o Seperti kawan-kawannya, Ayub hanya dapat berpikir dalam hubungannya dengan kehidupan ini saja. Namun demikian, permohonannya akan keadilan sebenarnya mulai menggapai masalah di balik kematian dan mengharapkan keadilan dalam kehidupan selanjutnya. Ayu 10:20-22; 14:7-22; 17:13-16; 19:23-27.

5. Jawaban Allah
Allah tidak secara terang-terangan menjelaskan kepada Ayub mengapa ia menderita seperti yang dialaminya. Sebaliknya Dia menunjukkan secara sekilas kebesaran-Nya dan kebijakan-Nya yang tanpa batas, yang terlihat terutama dalam keajaiban ciptaan-Nya. Jika Ayub tidak dapat mengerti rahasia yang paling sederhana, bagaimana mungkin ia mengerti akan rencana Allah dalam kehidupannya? Ayu 38:1-42:6

Penerapan

1. Penderitaan dialami oleh semua orang
Setiap orang yang hidup dalam dunia yang sudah jatuh ke dalam dosa ini tidak akan luput dari penderitaan. Kita tidak dapat berharap untuk menjalani kehidupan tanpa mengalami kesakitan atau kesusahan hanya karena kita umat Allah.

2. Jangan mengaburkan kebenaran
Biasanya Allah memberkati dan melimpahi mereka yang mengasihi Dia. Allah juga menghakimi orang yang jahat. Tetapi, tidak selalu terjadi demikian dalam kehidupan ini. Sama sekali tidak benar dan kejam, mengatakan bahwa jika seseorang menderita, maka hal itu pasti disebabkan oleh dosa-dosanya.

3. Apa yang terjadi di balik segala peristiwa
Kita tidak tahu apa yang sedang terjadi dalam dunia rohani yang mempengaruhi keadaan kita di dunia ini. Apa yang kita derita mungkin merupakan gambaran peperangan rohani yang sedang terjadi "di surga".

4. Krisis dan pertumbuhan
Pada saat kita tidak tahu lagi apa yang dapat kita lakukan selain bergantung kepada Allah yang tahu apa yang dilakukan-Nya, maka iman kita menjadi sungguh-sungguh iman yang hidup. Allah kadang-kadang mengambil semua perkara yang kita andalkan, sehingga kita betul-betul bertumpu pada-Nya.

5. Terlalu besar bagi kita
Walaupun kita kadang-kadang dapat melihat rencana Allah dalam penderitaan kita, jalan-jalan-Nya selalu lebih tinggi daripada pengertian kita, sehingga rencana-Nya yang sempurna selalu berada di luar jangkauan pengertian kita. Banyak penjelasan kita hanya melulu kata-kata. Pada saat-saat seperti itu akan lebih baik bila kita diam saja dan menggantungkan diri sepenuhnya kepada Allah.

Tema-tema Kunci

1. Sifat-sifat Allah dan pekerjaan-Nya
Allah berdaulat. Bahkan iblis pun tidak dapat berbuat apa-apa tanpa izin-Nya. Baik Ayub maupun kawan-kawannya sadar akan hal ini dan akan kenyataan bahwa Allah menciptakan dunia ini serta memeliharanya. Kitab ini penuh berisi kebesaran dan kearifan Allah. Lihat Ayu 5:8-16; 9:2-13; 11:7-9; 12:10,13-25; 25:2-6; 26:5-14; 34:10-15; 35:10,11; 36:22-33; 37:1-24; 38:1-39:30; 40:8-41:34.

2. Kelemahan manusia
Kisah Ayub mengilustrasikan kelemahan kita, ketidaktahuan, dosa, dan singkatnya hidup kita. Permohonan Ayub akan keadilan sungguh-sungguh menuntut suatu kehidupan yang melampaui kehidupan saat ini, tempat Allah dapat menghukum yang jahat dan meluruskan yang salah dari dunia ini. Lihat Ayu 4:17-21; 5:7; 7:1-10; 9:2,25,26; 14:1,2,4,7-12; 15:14-16; 25:4-6.

3. Kebijaksanaan
Kebijaksanaan Allah, yaitu pikiran Allah, kepandaian dan rencana-Nya, digambarkan kepada kita sebagai hal yang benar-benar di luar jangkauan kita (Ayu 28:1-28). Jika kita diberi sedikit pengertian tentang rahasia-rahasia ini, hal ini bukan oleh karena kepandaian kita. Hanya pada saat kita berserah kepada-Nya kita dapat mengerti sedikit tentang jalan-jalan-Nya. Pikirkanlah pengertian yang terkandung dalam Yesaya 55:8 dan 1Ko 1:18-31.

4. Saling menghibur
Kawan-kawan Ayub memberi kita suatu contoh yang baik tentang apa yang tidak boleh kita lakukan! Banyak yang mereka katakan itu benar, tetapi tidak ada hubungannya dengan masalah Ayub dan menyakitkan. Perhatikan juga bagaimana Paulus mengajar kita mengenai saling menghormati. Pelajaran apa yang secara tak langsung ingin dikatakan tentang bagaimana kita harus memakai pengalaman hidup kita (2Ko 1:3-8)?

5. Ayub dan Perjanjian Baru
Walaupun Ayub hanya disebut sekali saja dalam Perjanjian Baru (Yak 5:11), pertanyaan-pertanyaan yang diajukannya dapat lebih jelas dimengerti jika dilihat dari sudut pandang seorang Kristen. Sebagai contoh lihat Ayub 9:33, 1Ti 2:5; Ayu 14:14, Yoh 11:25; Ayu 16:19;; Ibr 9:24; Ayu 19:25; Ibr 7:25; Ayu 23:3; Yoh 14:6.

Garis Besar Intisari: Ayub (Pendahuluan Kitab) [1] MENGAPA SEMUA ITU TERJADI Ayu 1:1-3:26 Ayu 1:1-2:10Iblis mencobai Ayub Ayu 2:11-13Kawan-kawannya datang Ayu 3:1-26Ayub bertanya "Mengapa?"

[1] MENGAPA SEMUA ITU TERJADI Ayu 1:1-3:26

Ayu 1:1-2:10Iblis mencobai Ayub
Ayu 2:11-13Kawan-kawannya datang
Ayu 3:1-26Ayub bertanya "Mengapa?"

[2] PERDEBATAN PERTAMA Ayu 4:1-14:22

Ayu 4:1-5:27Elifas menyatakan pendapatnya
Ayu 6:1-7:21Ayub menyesali nasibnya
Ayu 8:1-22Bildad membela tradisi
Ayu 9:1-10:22Ayub mengalami kegetiran
Ayu 11:1-20Zofar membela Allah
Ayu 12:1-14:22Ayub memprotes ketidakberdosaannya

[3] PERDEBATAN KEDUA Ayu 15:1-21:34

Ayu 15:1-35Elifas mengatakan ia lebih tahu
Ayu 16:1-17:16Ayub merasa putus asa
Ayu 18:1-21Bildad mengulangi pendapatnya
Ayu 19:1-29Ayub memohon pertolongan
Ayu 20:1-29Zofar setuju dengan pendapat kawan-kawannya
Ayu 21:1-34Ayub menentang mereka

[4] PERDEBATAN KETIGA Ayu 22:1-31:40

Ayu 22:1-30Elifas melontarkan tuduhan kepada Ayub
Ayu 23:1-24:25Ayub merindukan keadilan
Ayu 25:1-6Bildad kesal
Ayu 26:1-27:23Ayub setuju dan tidak setuju
Ayu 28:1-28Pujian kearifan
Ayu 29:1-31:40Ayub mengambil kesimpulan

[5] ELIHU BERBICARA Ayu 32:1-37:24

Ayu 32:1-22Elihu frustrasi
Ayu 33:1-33Penderitaan merupakan didikan
Ayu 34:1-35:16Allah tidak dapat berbuat salah
Ayu 36:1-37:24Allah tahu apa yang dilakukan-Nya

[6] ALLAH MEMBERI JAWABAN KEPADA AYUB Ayu 38:1-42:6

[7] BAGAIMANA SEMUA ITU BERAKHIR Ayu 42:7-17

Advanced Commentary (Kamus, Lagu-Lagu Himne, Gambar, Ilustrasi Khotbah, Pertanyaan-Pertanyaan, dll)


TIP #05: Coba klik dua kali sembarang kata untuk melakukan pencarian instan. [SEMUA]
dibuat dalam 0.43 detik
dipersembahkan oleh YLSA