kecilkan semua  

Teks -- Ayub 42:1-17 (TB)

Tampilkan Strong
Konteks
Ayub mencabut perkataannya dan menyesalkan diri
42:1 Maka jawab Ayub kepada TUHAN: 42:2 "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. 42:3 Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui. 42:4 Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku. 42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. 42:6 Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."
Keadaan Ayub dipulihkan
42:7 Setelah TUHAN mengucapkan firman itu kepada Ayub, maka firman TUHAN kepada Elifas, orang Teman: "Murka-Ku menyala terhadap engkau dan terhadap kedua sahabatmu, karena kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub. 42:8 Oleh sebab itu, ambillah tujuh ekor lembu jantan dan tujuh ekor domba jantan dan pergilah kepada hamba-Ku Ayub, lalu persembahkanlah semuanya itu sebagai korban bakaran untuk dirimu, dan baiklah hamba-Ku Ayub meminta doa untuk kamu, karena hanya permintaannyalah yang akan Kuterima, supaya Aku tidak melakukan aniaya terhadap kamu, sebab kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub." 42:9 Maka pergilah Elifas, orang Teman, Bildad, orang Suah, dan Zofar, orang Naama, lalu mereka melakukan seperti apa yang difirmankan TUHAN kepada mereka. Dan TUHAN menerima permintaan Ayub. 42:10 Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu. 42:11 Kemudian datanglah kepadanya semua saudaranya laki-laki dan perempuan dan semua kenalannya yang lama, dan makan bersama-sama dengan dia di rumahnya. Mereka menyatakan turut berdukacita dan menghibur dia oleh karena segala malapetaka yang telah ditimpakan TUHAN kepadanya, dan mereka masing-masing memberi dia uang satu kesita dan sebuah cincin emas. 42:12 TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina. 42:13 Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan; 42:14 dan anak perempuan yang pertama diberinya nama Yemima, yang kedua Kezia dan yang ketiga Kerenhapukh. 42:15 Di seluruh negeri tidak terdapat perempuan yang secantik anak-anak Ayub, dan mereka diberi ayahnya milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya laki-laki. 42:16 Sesudah itu Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya; ia melihat anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan yang keempat. 42:17 Maka matilah Ayub, tua dan lanjut umur.
Paralel   Ref. Silang (TSK)   Ref. Silang (FULL)   ITL  

Nama Orang, Nama Tempat, Topik/Tema Kamus

Nama Orang dan Nama Tempat:
 · Ayub a man whose story is told in the book of Job,a man from the land of Uz in Edom
 · Bildad the Shuhite man who was a friend of Job
 · Elifas son of Esau,a man of Teman who was a friend of Job
 · Kerenhapukh daughter of Job
 · Kezia daughter of Job
 · orang Naama a resident of the town of Naamah
 · orang Suah a resident of the town of Shuah
 · orang T'eman resident(s) of the region of Teman
 · orang Teman resident(s) of the region of Teman
 · Yemima daughter of Job
 · Zofar a Naamathite man who was a friend of Job


Topik/Tema Kamus: Ayub | Hadiah | Doa | Doa Syafaat | Orang Tua | Keledai Jinak | Rendah, Kerendahan Hati | Tobat, Pertobatan | Uang | Jawab, Jawaban Doa | Yemina | Kesita | Rias Muka | Cincin | Keren Hapukh | Dosa | Zofar | selebihnya
Daftar Isi

Catatan Kata/Frasa
Full Life , BIS , Jerusalem , Ende , Endetn , Ref. Silang FULL

Catatan Kata/Frasa
Wycliffe

Catatan Rentang Ayat
SH , Topik Teologia

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per frasa)

Full Life: Ayb 42:1 - MAKA JAWAB AYUB. Nas : Ayub 42:1 Jawaban akhir Ayub kepada Allah penuh kerendahan hati dan ketundukan kepada penyataan Allah. Ayub mengaku bahwa (1) Allah mela...

Nas : Ayub 42:1

Jawaban akhir Ayub kepada Allah penuh kerendahan hati dan ketundukan kepada penyataan Allah. Ayub mengaku bahwa

  1. (1) Allah melakukan segala sesuatu dengan baik;
  2. (2) bahwa segala sesuatu yang diizinkan Allah untuk terjadi itu dilaksanakan dalam hikmat dan dengan tujuan; dan
  3. (3) bahkan penderitaan orang benar mempunyi makna dan tujuan ilahi.

Full Life: Ayb 42:3 - TANPA PENGERTIAN AKU TELAH BERCERITA. Nas : Ayub 42:3 Ayub mengakui bahwa cara-cara Allah ada di luar jangkauan pemahaman manusia dan akibat salah pengertian dirinya telah mengatakan ba...

Nas : Ayub 42:3

Ayub mengakui bahwa cara-cara Allah ada di luar jangkauan pemahaman manusia dan akibat salah pengertian dirinya telah mengatakan bahwa hal-hal itu tidak adil.

  1. 1) Perhatikan bahwa Ayub di dalam penderitaannya dan doa-doanya tidak berdosa terhadap Allah. Akan tetapi, salah pengertian dan keluhannya terhadap Allah telah membuatnya nyaris sombong dan percaya bahwa kebaikan Allah tidak sempurna. Kini dengan penampakan dan penyataan Tuhannya (bd. ayat Ayub 42:5), perspektif Ayub berubah sama sekali.
  2. 2) Ayub mengakui kesalahannya dan siap untuk tunduk dan melayani Allah apa pun yang terjadi atas dirinya. Dia akan takut dan mengasihi Allah sebagai Allah, dengan atau tanpa kesehatannya, terlepas dari segala jenis keuntungan pribadi (ayat Ayub 42:4).
  3. 3) Dengan menyerahkan diri kepada Allah dalam iman, pengharapan, dan kasih ketika masih menderita tanpa mengerti alasan semua itu, Ayub membuktikan bahwa tuduhan Iblis itu salah (Ayub 1:9-11) dan dengan demikian membuktikan kuasa Allah untuk menebus dan mendamaikan umat manusia dengan diri-Nya

    (lihat cat. --> Ayub 1:8;

    lihat cat. --> Ayub 1:9).

    [atau ref. Ayub 1:8-9]

Full Life: Ayb 42:5 - SEKARANG MATAKU SENDIRI MEMANDANG ENGKAU. Nas : Ayub 42:5 Ayub sebelumnya berdoa untuk melihat Sang Penebus (Ayub 19:27); kini kerinduan itu terpenuhi. Firman dan kehadiran Allah membawa su...

Nas : Ayub 42:5

Ayub sebelumnya berdoa untuk melihat Sang Penebus (Ayub 19:27); kini kerinduan itu terpenuhi. Firman dan kehadiran Allah membawa suatu penyataan yang lebih besar tentang sifat dan jalan Allah bagi Ayub. Melalui pengalaman pribadi ini, Ayub diubah oleh suatu kesadaran akan pengampunan, kepercayaan yang dibaharui akan kebaikan Allah dan pengalaman yang menenteramkan hati akan kasih Allah.

  1. 1) Penampakan Allah kepada Ayub membuktikan kebenaran Ayub, dan ini juga merupakan jaminan bagi semua orang percaya yang setia bahwa Tuhan akan menerima pertanyaan kita yang tulus ketika kita mengalami kesulitan atau penderitaan yang tidak bisa dijelaskan.
  2. 2) Allah itu sabar dengan umat-Nya dan menaruh simpati terhadap kelemahan-kelemahan, salah pengertian, dan bahkan kemarahan kita (Ibr 4:15). Seperti halnya dengan Ayub, apabila kita tahan menderita, Allah akan menyatakan kehadiran-Nya dan menyampaikan perhatian-Nya kepada kita.

Full Life: Ayb 42:6 - DENGAN MENYESAL AKU DUDUK DALAM DEBU DAN ABU. Nas : Ayub 42:6 Sebagai tanggapan kepada penyataan Allah, Ayub merendahkan diri dalam penyesalan. Kata "menyesal" berarti bahwa Ayub memandang diri...

Nas : Ayub 42:6

Sebagai tanggapan kepada penyataan Allah, Ayub merendahkan diri dalam penyesalan. Kata "menyesal" berarti bahwa Ayub memandang dirinya dan bahkan kebenaran moralnya hanya seperti "debu dan abu" di hadapan Allah yang kudus (bd. pasal Yes 6:1-13). Ayub tidak menarik kembali apa yang dikatakannya mengenai hidupnya yang benar dan integritas moralnya, tetapi dia mengakui bahwa tuduhan dan keluhannya terhadap Allah tidaklah pantas diungkapkan seorang manusia fana, dan ia menyesal (bd. Kej 18:27).

Full Life: Ayb 42:7 - SETELAH TUHAN MENGUCAPKAN FIRMAN ITU. Nas : Ayub 42:7 Walaupun kitab Ayub tidak pernah memberikan penyelesaian yang menentukan mengenai persoalan penderitaan yang tidak sepantasnya dial...

Nas : Ayub 42:7

Walaupun kitab Ayub tidak pernah memberikan penyelesaian yang menentukan mengenai persoalan penderitaan yang tidak sepantasnya dialami orang benar, jawaban akhirnya tidak dijumpai dalam pemikiran teologis, tetapi dalam suatu perjumpaan pribadi di antara Allah dengan penderita yang setia.

  1. 1) Hanya kehadiran pribadi dari Allah akan mendatangkan kepercayaan akan kasih karunia dan maksud-Nya bagi kehidupan kita. Allah mengutus Roh Kudus sebagai Penolong dan Penasihat

    (lihat cat. --> Yoh 14:16)

    [atau ref. Yoh 14:16]

    bagi mereka yang percaya kepada Kristus.
  2. 2) Kehadiran Allah ini melalui Roh Kudus mengajarkan kita bahwa kita dapat mempercayai kasih Allah, baik di tengah keadaan yang sulit maupun berkat. Melalui kehadiran Kristus kita memperoleh keyakinan bahwa Allah ada di pihak kita dan bahwa Dia mengusahakan yang terbaik bagi kita

    (lihat cat. --> Rom 8:28).

    [atau ref. Rom 8:28]

Full Life: Ayb 42:7 - KAMU TIDAK BERKATA BENAR TENTANG AKU. Nas : Ayub 42:7 Tuhan menghukum ketiga sahabat Ayub atas teologi kemakmuran dan penderitaan mereka yang salah, teologi yang tampak dalam tuduhan me...

Nas : Ayub 42:7

Tuhan menghukum ketiga sahabat Ayub atas teologi kemakmuran dan penderitaan mereka yang salah, teologi yang tampak dalam tuduhan mereka kepada Ayub. Ketiga kesalahan utama mereka adalah:

  1. 1) Mereka mengajarkan prinsip balas jasa dalam hal kemakmuran dan penderitaan -- bahwa yang benar akan senantiasa diberkati dan yang fasik senantiasa mengalami kemalangan

    (lihat cat. --> Yoh 9:3).

    [atau ref. Yoh 9:3]

  2. 2) Mereka mendorong Ayub untuk mengakui suatu dosa yang tidak dibuatnya supaya ia dapat lolos dari penderitaannya dan menerima berkat Allah lagi. Dengan nasihat itu mereka mencobai Ayub untuk memakai Allah demi keuntungan pribadi. Jikalau mengikuti nasihat mereka, Ayub akan
    1. (a) mencemarkan kepercayaan Allah pada dirinya, dan
    2. (b) memperkuat tuduhan Iblis bahwa Ayub hanya takut akan Allah karena berkat dan keuntungan yang diperolehnya.
  3. 3) Mereka telah berbicara dengan angkuh ketika menyatakan bahwa Allah mendukung beberapa doktrin dan teologi mereka yang salah.

Full Life: Ayb 42:7 - BENAR ... SEPERTI HAMBA-KU AYUB. Nas : Ayub 42:7 Allah menyatakan bahwa apa yang dikatakan Ayub itu benar. Allah tidak bermaksud bahwa segala sesuatu yang dikatakan Ayub itu sunggu...

Nas : Ayub 42:7

Allah menyatakan bahwa apa yang dikatakan Ayub itu benar. Allah tidak bermaksud bahwa segala sesuatu yang dikatakan Ayub itu sungguh tepat, tetapi bahwa tanggapan Ayub kepada ketiga temannya sangat jujur di hadapan Allah dan sikapnya berkenan kepada-Nya. Allah kadang-kadang mengizinkan kesalahan di dalam doa-doa kita dan membiarkan kita meragukan jalan-jalan-Nya jikalau hati kita sungguh-sungguh berserah kepada Dia dalam komitmen sejati.

Full Life: Ayb 42:8 - HAMBA-KU AYUB. Nas : Ayub 42:8 Allah menyebut Ayub "hamba-Ku" (ayat Ayub 42:7-8) dan dua kali menyatakan bahwa doanya diterima (ayat Ayub 42:8-9). Ayub dipulihkan...

Nas : Ayub 42:8

Allah menyebut Ayub "hamba-Ku" (ayat Ayub 42:7-8) dan dua kali menyatakan bahwa doanya diterima (ayat Ayub 42:8-9). Ayub dipulihkan sepenuhnya kepada perkenan Allah dan diberikan kekuasaan rohani dengan Allah. Allah akan mendengar doa syafaat Ayub bagi ketiga sahabatnya karena kedudukan Ayub yang benar di hadapan Allah (ayat Ayub 42:8-9).

Full Life: Ayb 42:10 - MEMBERIKAN KEPADA AYUB DUA KALI LIPAT DARI ... DAHULU. Nas : Ayub 42:10 Pemulihan kekayaan Ayub menyatakan maksud Allah bagi semua orang percaya yang setia. 1) Maksud penebusan Allah berhubungan de...

Nas : Ayub 42:10

Pemulihan kekayaan Ayub menyatakan maksud Allah bagi semua orang percaya yang setia.

  1. 1) Maksud penebusan Allah berhubungan dengan penderitaan Ayub tercapai. Allah membiarkan Ayub menderita karena alasan-alasan yang tidak dimengertinya. Allah tidak pernah membiarkan orang percaya menderita tanpa maksud rohani, sekalipun mereka tidak memahami alasan-alasannya. Kita harus percaya Allah dalam keadaan semacam itu, mengetahui bahwa dalam keadilan-Nya yang sempurna Dia akan berbuat apa yang secara kekal terbaik bagi kita dan kerajaan-Nya.
  2. 2) Pendamaian Ayub dengan Allah dan penerimaan hidup kelimpahan menekankan bahwa kesulitan atau penyakit apa pun yang harus dialami, pada saat-Nya sendiri Allah akan mengulurkan tangan untuk menolong mereka yang bertekun untuk memberikan pemulihan dan kesembuhan total. "Kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan" (Yak 5:11).
  3. 3) Setiap orang yang tetap setia kepada Allah di tengah pencobaan dan penderitaan hidup ini akhirnya akan menikmati keadaan penuh sukacita dan berkat ketika ia menikmati kehadiran Allah untuk kekal (lih. 2Tim 4:7-8; 1Pet 5:10; Wahy 21:1-27; 22:1-5).

BIS: Ayb 42:14 - -- Dalam bahasa Ibrani nama putri-putri Ayub memberi kesan kecantikan, baik dari bunyinya maupun artinya. Yemima berarti "merpati"; Kezia berarti "kasia"...

Dalam bahasa Ibrani nama putri-putri Ayub memberi kesan kecantikan, baik dari bunyinya maupun artinya. Yemima berarti "merpati"; Kezia berarti "kasia", sejenis kayu manis yang dipakai sebagai wangi-wangian. Kerenhapukh berarti "kotak kecil tempat alat-alat kecantikan".

Jerusalem: Ayb 42:3 - FirmanMu Kata ini ditambah oleh penterjemah, supaya kalimat berikut yang nampaknya sebuah kutipan, tidak terasa janggal. Memang kalimat itu hampir secara haraf...

Kata ini ditambah oleh penterjemah, supaya kalimat berikut yang nampaknya sebuah kutipan, tidak terasa janggal. Memang kalimat itu hampir secara harafiah ditemukan dalam Ayu 38:2. tetapi tambahan "FirmanMu", agaknya tidak perlu juga. Dengan mengutip firman Allah Ayub menyatakan: Akulah yang menyelubungkan keputusan

Jerusalem: Ayb 42:3 - keputusan tanpa pengetahuan Agaknya harus disisipkan: perkataan-perkataan, sesuai dengan Ayu 38:2 dan terjemahan Yunani serta Siria: keputusan dengan perkataan-perkataan yang tid...

Agaknya harus disisipkan: perkataan-perkataan, sesuai dengan Ayu 38:2 dan terjemahan Yunani serta Siria: keputusan dengan perkataan-perkataan yang tidak berpengetahuan.

Jerusalem: Ayb 42:4 - FirmanMu kata ini ditambahkan oleh penterjemah

kata ini ditambahkan oleh penterjemah

Jerusalem: Ayb 42:4 - #/TB Ayu 4 ini rupanya sebuah sisipan yang diambil dari Ayu 33:31; 38:3.

ini rupanya sebuah sisipan yang diambil dari Ayu 33:31; 38:3.

Jerusalem: Ayb 42:5 - mataku sendiri memandang Engkau Yang dimaksudkan bukannya bahwa Ayub benar-benar melihat Allah, bdk Kel 33:20+. Yang dimaksud ialah suatu pemahaman baru terhadap Allah. Ayub dahulu h...

Yang dimaksudkan bukannya bahwa Ayub benar-benar melihat Allah, bdk Kel 33:20+. Yang dimaksud ialah suatu pemahaman baru terhadap Allah. Ayub dahulu hanya mempunyai pandangan terhadap Allah sebagaimana yang diterimanya dari tradisi. Tetapi berkat pengalamannya serta keterangan Allah ia sekarang merasakan rahasia Tuhan, lalu menyerah dan tunduk kepada kemahakuasaanNya. Soal-soal Ayub mengenai keadilan Allah memang tidak terjawab dan tidak dipecahkan. Tetapi Ayub sadar sekarang bahwa Allah tidak perlu memberikan pertanggungjawab. Hikmat Tuhan dapat memberikan makna yang tidak tersangka kepada kenyataan, a.l. kepada penderitaan dan kematian.

Jerusalem: Ayb 42:6 - dalam debu dan abu Ini tanda kesedihan dan pertobatan yang lazim, bdk Ayu 2:12+.

Ini tanda kesedihan dan pertobatan yang lazim, bdk Ayu 2:12+.

Jerusalem: Ayb 42:8 - karena Dalam naskah Ibrani tertulis: jika. Tetapi ini perlu diperbaiki (satu kata dihilangkan). Ayu 41:8 ini memperkenalkan Ayub sebagai perantaraan, sama se...

Dalam naskah Ibrani tertulis: jika. Tetapi ini perlu diperbaiki (satu kata dihilangkan). Ayu 41:8 ini memperkenalkan Ayub sebagai perantaraan, sama seperti Abraham, Kej 18:22-32; 20:7, Musa, Kel 32:11+, Samuel, 1Sa 7:5; 12:19, Amos, Ams 7:2-6, Yeremia, Yer 11:14; 37:3; 2Ma 15:14+; bdk Yeh 14:14,20. Pencobaan yang dialami Ayub rupanya membuat doanya menjadi berdaya. Di belakang Ayub sudah tampil ke depan Hamba Tuhan, bdk Yes 53:12, yang penderitaannya langsung diartikan sebagai korban penghapusan dosa.

Jerusalem: Ayb 42:11 - satu kesita Kesita adalah sebuah mata uang kuno yang nilainya tidak diketahui.

Kesita adalah sebuah mata uang kuno yang nilainya tidak diketahui.

Jerusalem: Ayb 42:15 - diberi... milik pusaka Puteri-puteri biasanya tidak mendapat warisan, bdk Bil 27:1-11. Jelaslah kekayaan Ayub luar biasa sehingga puteri-puterinya mendapat warisan juga.

Puteri-puteri biasanya tidak mendapat warisan, bdk Bil 27:1-11. Jelaslah kekayaan Ayub luar biasa sehingga puteri-puterinya mendapat warisan juga.

Ende: Ayb 42:4 - -- Ajat ini bersifat tambahan.

Ajat ini bersifat tambahan.

Ende: Ayb 42:5 - memandang Engkau Bukannja suatu penampakan Allah, melainkan suatu pengertian baru tentang rahasia Tuhan, jang diterima Ijob sekarang. Ia mengakui sekarang, bahwa Allah...

Bukannja suatu penampakan Allah, melainkan suatu pengertian baru tentang rahasia Tuhan, jang diterima Ijob sekarang. Ia mengakui sekarang, bahwa Allah tidak usah bertanggung-djawab kepada manusia tentang penjelenggaraanNja dan kebidjaksanaan Allah dapat memberikan makna kepada sengsara dan kematian, makna jang tidak tersangka oleh manusia. Ijob tidak tahu maknanja itu, tetapi ia pertjaja sadja, bahwa ada.

Ende: Ayb 42:8 - -- Ijob berlaku sebagai pengantara untuk sahabat2nja.

Ijob berlaku sebagai pengantara untuk sahabat2nja.

Ende: Ayb 42:11 - kesita ialah sebuah mata uang, jang tidak diketahui lagi harganja.

ialah sebuah mata uang, jang tidak diketahui lagi harganja.

Ende: Ayb 42:14 - -- Nama puteri2 Ijob bersifat lambang: Jamina = tekukur; Kasi'a = bunga lawang; Keren-hapuk = tanduk (kota) untuk palit.

Nama puteri2 Ijob bersifat lambang: Jamina = tekukur; Kasi'a = bunga lawang; Keren-hapuk = tanduk (kota) untuk palit.

Ende: Ayb 42:15 - memberi mereka bagian pusaka Biasanja puteri2 tidak menerima warisan. Ijob dapat memberi itu, hal mana menjatakan kekajaan jang luar biasa.

Biasanja puteri2 tidak menerima warisan. Ijob dapat memberi itu, hal mana menjatakan kekajaan jang luar biasa.

Endetn: Ayb 42:3 - tutur ditambahkan menurut terdjemahan Junani dan Syriah.

ditambahkan menurut terdjemahan Junani dan Syriah.

Endetn: Ayb 42:8 - Pada ... akan diperbaiki. Tertulis: "Djika (aku) ...".

diperbaiki. Tertulis: "Djika (aku) ...".

Ref. Silang FULL: Ayb 42:2 - segala sesuatu // yang gagal · segala sesuatu: Kej 18:14; Kej 18:14; Mat 19:26; Mat 19:26 · yang gagal: 2Taw 20:6; 2Taw 20:6; Ayub 16:19; Ayub 16:19; Kis 4:28; Ef 1:...

· segala sesuatu: Kej 18:14; [Lihat FULL. Kej 18:14]; Mat 19:26; [Lihat FULL. Mat 19:26]

· yang gagal: 2Taw 20:6; [Lihat FULL. 2Taw 20:6]; Ayub 16:19; [Lihat FULL. Ayub 16:19]; Kis 4:28; Ef 1:11

Ref. Silang FULL: Ayb 42:3 - tanpa pengetahuan // tidak kuketahui · tanpa pengetahuan: Ayub 34:35; Ayub 34:35 · tidak kuketahui: Ayub 5:9; Ayub 5:9

· tanpa pengetahuan: Ayub 34:35; [Lihat FULL. Ayub 34:35]

· tidak kuketahui: Ayub 5:9; [Lihat FULL. Ayub 5:9]

Ref. Silang FULL: Ayb 42:4 - memberitahu Aku · memberitahu Aku: Ayub 38:3; Ayub 38:3

· memberitahu Aku: Ayub 38:3; [Lihat FULL. Ayub 38:3]

Ref. Silang FULL: Ayb 42:5 - tentang Engkau // memandang Engkau · tentang Engkau: Ayub 26:14; Ayub 26:14; Rom 10:17 · memandang Engkau: Hak 13:22; Yes 6:5; Mat 5:8; Mat 5:8; Luk 2:30; Ef 1:17-18

· tentang Engkau: Ayub 26:14; [Lihat FULL. Ayub 26:14]; Rom 10:17

· memandang Engkau: Hak 13:22; Yes 6:5; Mat 5:8; [Lihat FULL. Mat 5:8]; Luk 2:30; Ef 1:17-18

Ref. Silang FULL: Ayb 42:6 - mencabut perkataanku // dengan menyesal // dan abu · mencabut perkataanku: Ayub 39:37; Yeh 6:9; Rom 12:3 · dengan menyesal: Ayub 34:33; Ayub 34:33 · dan abu: Kel 10:3; Kel 10:3; Ez...

· mencabut perkataanku: Ayub 39:37; Yeh 6:9; Rom 12:3

· dengan menyesal: Ayub 34:33; [Lihat FULL. Ayub 34:33]

· dan abu: Kel 10:3; [Lihat FULL. Kel 10:3]; Ezr 9:6; [Lihat FULL. Ezr 9:6]; Ayub 2:8; [Lihat FULL. Ayub 2:8]; Ayub 6:29; [Lihat FULL. Ayub 6:29]

Ref. Silang FULL: Ayb 42:7 - kepada Ayub // kedua sahabatmu // hamba-Ku Ayub · kepada Ayub: Yos 1:7; Yos 1:7 · kedua sahabatmu: Ayub 32:3 · hamba-Ku Ayub: Ayub 42:8; Ayub 9:15; Ayub 9:15

· kepada Ayub: Yos 1:7; [Lihat FULL. Yos 1:7]

· kedua sahabatmu: Ayub 32:3

· hamba-Ku Ayub: Ayub 42:8; Ayub 9:15; [Lihat FULL. Ayub 9:15]

Ref. Silang FULL: Ayb 42:8 - domba jantan // hamba-Ku Ayub // korban bakaran // hanya permintaannyalah // terhadap kamu // hamba-Ku Ayub · domba jantan: Bil 23:1,29; Yeh 45:23 · hamba-Ku Ayub: Ayub 1:8 · korban bakaran: Kej 8:20; Kej 8:20 · hanya permintaanny...

· domba jantan: Bil 23:1,29; Yeh 45:23

· hamba-Ku Ayub: Ayub 1:8

· korban bakaran: Kej 8:20; [Lihat FULL. Kej 8:20]

· hanya permintaannyalah: Yak 5:15-16; 1Yoh 5:16

· terhadap kamu: Kej 20:7; Ayub 22:30

· hamba-Ku Ayub: Ayub 42:7; [Lihat FULL. Ayub 42:7]

Ref. Silang FULL: Ayb 42:9 - orang Naama // menerima permintaan · orang Naama: Ayub 2:11 · menerima permintaan: Kej 19:21; Kej 19:21; Kej 20:17; Kej 20:17; Yeh 14:14

· orang Naama: Ayub 2:11

· menerima permintaan: Kej 19:21; [Lihat FULL. Kej 19:21]; Kej 20:17; [Lihat FULL. Kej 20:17]; Yeh 14:14

Ref. Silang FULL: Ayb 42:10 - memulihkan keadaan // kepunyaannya dahulu · memulihkan keadaan: Ul 30:3; Mazm 14:7 · kepunyaannya dahulu: Ayub 1:3; Ayub 1:3; Mazm 85:2-4; 126:5-6; Fili 2:8-9; Yak 5:11

· memulihkan keadaan: Ul 30:3; Mazm 14:7

· kepunyaannya dahulu: Ayub 1:3; [Lihat FULL. Ayub 1:3]; Mazm 85:2-4; 126:5-6; Fili 2:8-9; Yak 5:11

Ref. Silang FULL: Ayb 42:11 - yang lama // Tuhan kepadanya · yang lama: Ayub 19:13; Ayub 19:13 · Tuhan kepadanya: Kej 37:35; Kej 37:35

· yang lama: Ayub 19:13; [Lihat FULL. Ayub 19:13]

· Tuhan kepadanya: Kej 37:35; [Lihat FULL. Kej 37:35]

Ref. Silang FULL: Ayb 42:17 - lanjut umur · lanjut umur: Kej 15:15; Kej 15:15

· lanjut umur: Kej 15:15; [Lihat FULL. Kej 15:15]

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per Ayat)

Wycliffe: Ayb 42:1-6 - Tidak ada rencana-Mu yang gagal // Tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku // Tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau // Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu 42:1-6. Pengakuan dosa ini menyeimbangkan keluhan Ayub (ps. 3). Di dalamnya terdapat pengakuan akan pemberontakan penuh dosa yang diawali dengan keluh...

42:1-6. Pengakuan dosa ini menyeimbangkan keluhan Ayub (ps. 3). Di dalamnya terdapat pengakuan akan pemberontakan penuh dosa yang diawali dengan keluhan itu. Ini bukan pengakuan dosa sebelum penderitaannya sebagaimana dikemukakan oleh para sahabatnya. Dengan pernyataan setia tanpa syarat kepada Tuhannya mil, sebuah komitmen yang dibuat ketika ia masih menderita, dengan belum memperoleh penjelasan tentang misteri penderitaannya maupun janji untuk masa depan, Ayub membuktikan diri sebagai hamba perjanjian yang sejati, siap untuk melayani Allah tanpa pamrih. Pengakuan Ayub dengan demikian menandai keberhasilan Ayub untuk mengalahkan Iblis, pembenaran final tentang kuasa penebusan Allah.

Tidak ada rencana-Mu yang gagal (ay. 2b). Ungkapan ini bukan penyerahan diri di bawah tekanan mahakuasa, namun sebuah pujian kepada Allah yang hidup serta persetujuan penuh kepercayaan kepada maksud-maksud Allah yang bijaksana. Dalam 42:3a, 4 Ayub mengutip kata-kata Allah (bdg. 38:2, 3b; 40:2) dengan mengarahkannya pada dirinya dan kemudian memberikan tanggapan, "Akulah orangnya" (ay. 3b, 5, 6). Tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku (ay. 3c). Manusia yang terbatas tidak bisa bertindak sebagai penentu akhir sebab di dalam Allah dan jalan-jalan-Nya terdapat rahasia yang tidak bisa diselami manusia. Tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau (ay. 5b). Untuk melihat perbedaan antara mendengar dan melihat dalam hubungan dengan pengetahuan lihat 26:14; 28:21-27. Tidak ada sosok Allah yang muncul di dalam badai itu; namun penyataan berupa Suara itu merupakan sebuah pengalaman yang menghasilkan perubahan, mencerahkan semua penyataan ilahi lainnya, baik yang umum maupun yang khusus sebelumnya. Di dalam terang yang baru ini Ayub menemukan kembali jalan hikmat. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu (ay. 6). Kebencian yang baik terhadap kenajisan dirinya merupakan akibat yang alamiah pada saat seorang percaya berjumpa dengan Allah yang kudus (bdg. Yes. 6:5). Pertanyaan filosofis, Mengapa? belum dijawab, namun Allah dengan merendahkan diri melalui kedatangan-Nya telah meyakinkan Ayub bahwa Dia tetap memperhatikan dirinya dengan penuh kemurahan. Itu sudah cukup bagi Ayub.

Wycliffe: Ayb 42:7-9 - -- A. Hikmat Ayub Dibenarkan (42:7-9) Tuhan melepaskan Ayub dari penderitaannya dengan urutan yang terbalik dari cara datangnya penderitaan itu dan deng...

A. Hikmat Ayub Dibenarkan (42:7-9)

Tuhan melepaskan Ayub dari penderitaannya dengan urutan yang terbalik dari cara datangnya penderitaan itu dan dengan urutan yang berlawanan dari segi kegawatannya. Pengertian Ayub yang salah tentang jauhnya Allah merupakan kejahatan pertama yang diperbaiki. Sesudah itu kejatuhan nama Ayub di antara manusia ditangani, dan kemudian keluarga dan kekayaan Ayub dipulihkan.

Kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hambaKu Ayub (ay. 7c). Jika kata elay diterjemahkan dengan kepada-Ku, akan terdapat hubungan yang jelas dengan pengakuan dosa Ayub. Tetapi sekalipun terjemahannya adalah tentang Aku, tampaknya kita perlu untuk terutama mengingat kepada pengakuan dosa Ayub dan ketiadaan pertobatan dari sahabat-sahabatnya sesudah penampakan Allah itu. Secara teologis, perdebatan antara mereka hanya merupakan perbedaan tingkat. Perkataan mereka semua sebagian bisa dicela. Dapat dipahami bahwa Ayub harus berdoa untuk mereka dengan mempersembahkan kurban yang pada zaman Perjanjian Lama merupakan cara untuk mengungkapkan pertobatan umum (ay. 8). Jumlah kurban harus sepadan dengan kedudukan orang-orang berdosa itu serta keseriusan peristiwanya (bdg. Bil. 23 dst.). Ayub dibenarkan dan para sahabatnya ditolak, namun dengan cara sedemikian rupa sehingga para sahabat itupun diampuni oleh Ayub maupun oleh Allah. Bentuk dari pembenaran Ayub ialah kehormatan untuk mendoakan orang-orang kendati mereka telah memanfaatkan dirinya (bdg. Yeh. 14:14-20). Pengakuan Allah yang membenarkan Ayub sebagai hamba-Ku berarti menjawab iman Ayub kepada Penguasa surgawinya dan mengantisipasi ucapan sang tuan pada akhir zaman, Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaKu yang setia" (Mat. 25:21 dst.). Selanjutnya, ungkapan ini merupakan konfirmasi atas ucapan pertama Allah tentang Ayub kepada Iblis (1:8; 2:3) dan dengan demikian melengkapi kemenangan-Nya atas si jahat.

Wycliffe: Ayb 42:10-17 - -- B. Hikmat Ayub Diberkati (42:10-17) Agama bukan sarana untuk mencapai kemakmuran. Namun ciptaan Allah itu baik adanya, dan mewarisi bumi yang dijanji...

B. Hikmat Ayub Diberkati (42:10-17)

Agama bukan sarana untuk mencapai kemakmuran. Namun ciptaan Allah itu baik adanya, dan mewarisi bumi yang dijanjikan kepada orang yang lemah lembut merupakan bagian integral dari seluruh ucapan bahagia tentang manusia seutuhnya. Sebagaimana diajarkan dalam Kitab Ayub, di dalam dunia ini kesalehan dan kemakmuran bukan pasangan yang pasti. Tetapi di bawah pengaturan sang Khalik yang adil, orang benar akhirnya pasti menerima keindahan sebagai ganti debu kesusahan. Hidup Ayub dibentuk oleh Allah sebagai tanda nubuat tentang "yang pada akhirnya disediakan Tuhan" (bdg. Yak. 5:11) untuk lebih memberikan semangat bagi orang benar pada zaman awal penyataan penebusan itu ketika mana akhir zaman masih sangat jauh (bdg. pengangkatan Henokh, Kej. 5:24).

Dari segi anti, titik balik di dalam keadaan batin Ayub, pelepasan dirinya dari cengkeraman Iblis, ditandai oleh sebuah tindakan di mana ia secara rohani menunjukkan kebenaran Kerajaan Allah (bdg. Mat. 6:33) dan secara seremonial melambangkan pengorbanan Mesias yang menetapkan kebenaran tersebut (42:10). Berkat ganda (ay. 10b; bdg. Yes. 61:7; Za. 9:12) mencakup kekayaan Ayub (42:12) dan keluarganya (ay. 13-15), sebab anak-anak Ayub yang sudah mati masih berada dalam harapan Ayub (bdg. juga ay. 16b). Mungkin perpanjangan hidupnya hingga mencapai usia leluhur (ay. 16, 17; bdg. Kej. 25:7, 8; 35:28, 29) merupakan penggandaan dari usia tujuh puluh tabun sebelumnya (bdg. Mzm. 90:10). Itu jelas menunjukkan pemulihan kesehatan, sebagaimana anak-anak perempuannya mendapat warisan di tengah-tengah anak lelaki menunjukkan (42:15b) pemulihan kebahagiaan keluarga Ayub seperti sebelumnya.

buka semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Rentang Ayat

SH: Ayb 42:1-17 - Habis derita muncul sukacita (Sabtu, 17 Desember 2005) Habis derita muncul sukacita Ayub mengakhiri pergumulan hidupnya dengan merefleksikan hidupnya dalam terang jawaban Allah. Titik balik kehidupan...

SH: Ayb 42:1-17 - Dibenarkan oleh Allah. (Kamis, 28 Agustus 2003) Dibenarkan oleh Allah. Siapakah yang dapat membenarkan diri di hadapan Allah? Ayub yang saleh pun harus mengakui bahwa Allah berdaulat penuh...

SH: Ayb 42:1-6 - Wawasan yang baru. (Rabu, 21 Agustus 2002) Wawasan yang baru. Ayat 3a dan 4 jelas bukan perkataan Ayub. Kelihatannya Ayub mengingat lagi kata-kata Yahweh dalam 38:2 dan 38:3b waktu akan memberi...

SH: Ayb 42:7-17 - Kemenangan Ayub. (Kamis, 22 Agustus 2002) Kemenangan Ayub. Yahweh kini berbicara kepada teman-teman Ayub, pertama kepada Elifas yang kemungkinan adalah juru bicara mereka, lalu kepada mereka b...

Topik Teologia: Ayb 42:2 - -- Allah yang Berpribadi Atribut-Atribut Allah Allah itu Mahakuasa Kej 17:1 Kej 18:14 Kel 9:16 Kel 15:6 Yos 4:24 1Sa 14:6 Ayu 42:2...

Topik Teologia: Ayb 42:3 - -- Dosa Natur Dosa Dosa Bertentangan dengan Allah Kej 39:9 Ima 19:2 Ula 32:4 Ayu 25:4-6 Ayu 34:10 Ayu 42:1-6 Maz 18:31 Maz 33:4-5 ...

Topik Teologia: Ayb 42:5 - -- Dosa Natur Dosa Dosa Bertentangan dengan Allah Kej 39:9 Ima 19:2 Ula 32:4 Ayu 25:4-6 Ayu 34:10 Ayu 42:1-6 Maz 18:31 Maz 33:4-5 ...

Topik Teologia: Ayb 42:6 - -- Dosa Natur Dosa Dosa Bertentangan dengan Allah Kej 39:9 Ima 19:2 Ula 32:4 Ayu 25:4-6 Ayu 34:10 Ayu 42:1-6 Maz 18:31 Maz 33:4-5 ...

Topik Teologia: Ayb 42:8 - -- Kehidupan Kristen: Tanggung Jawab kepada Allah Berkomunikasi dengan Allah Berdoa kepada Allah Unsur-unsur Doa Syafaat ...

Topik Teologia: Ayb 42:15 - -- Kehidupan Kristen: Tanggung Jawab Terhadap Sesama dan Alam Tanggung Jawab Terhadap Sesama Tugas Terhadap Kelompok-kelompok Orang Khusus ...

buka semua
Pendahuluan / Garis Besar

Full Life: Ayub (Pendahuluan Kitab) Penulis : Tidak Dikenal Tema : Mengapa Orang Benar Menderita ? Tanggal Penulisan: Tidak Pasti Latar Belakang Kitab Ayub tergol...

Full Life: Ayub (Garis Besar) Garis Besar I. Prolog Prosa: Krisisnya (Ayub 1:1-2:13) A. Ayub, Orang Benar yang Takut Akan Allah (A...

Jerusalem: Ayub (Pendahuluan Kitab) KITAB AYUB PENGANTAR Karya sastera paling unggul yang dihasilkan gerakan kebijaksanaan di Israel ialah kitab Ayub. Kitab ini dimulai dengan sebuah cer...

Ende: Ayub (Pendahuluan Kitab) IJOB PENDAHULUAN Karya utama dari sesusasteraan kebijaksanaan Israil dan jang termasuk bilangan tjiptaan terbesar jang pernah dihasilkan pudjangga2 in...

Wycliffe: Ayub (Pendahuluan Kitab) PENDAHULUAN AYUB Judul. Nama dari kitab ini maupun tokoh utamanya, iyyob muncul di dalam naskah-naskah non-alkitabiah sejak tahun 2000 sM. Judul Ayub...

Wycliffe: Ayub (Garis Besar) GARIS BESAR AYUB I. Malapetaka Hikmat Ayub Dicobai (1:1-2:10) A. Hikmat Ayub Diutarakan (1:1-5) B. Hikmat Ayub Disangkal da...

BIS: Ayub (Pendahuluan Kitab) BUKU AYUB PENGANTAR Buku Ayub adalah kisah tentang seorang yang baik budi, ia mengalami musibah hebat; ia kehilangan semua anaknya dan segala harta

BUKU AYUB

PENGANTAR

Buku Ayub adalah kisah tentang seorang yang baik budi, ia mengalami musibah hebat; ia kehilangan semua anaknya dan segala harta bendanya, lalu dihinggapi penyakit kulit yang menjijikkan. Dalam tiga rangkaian percakapan yang bersajak, si penulis menggambarkan bagaimana teman-teman Ayub, dan Ayub sendiri menanggapi malapetaka itu. Pokok yang penting dalam percakapan-percakapan itu ialah yang menyinggung caranya Allah memperlakukan manusia. Pada bagian terakhir, Allah sendiri menyatakan diri-Nya kepada Ayub.

Teman-teman Ayub menjelaskan penderitaan Ayub itu menurut ajaran agama yang tradisional. Pada sangka mereka, Allah selalu mengganjar orang yang baik dan menghukum orang yang jahat. Jadi, penderitaan Ayub hanya dapat berarti bahwa ia telah berbuat dosa. Tetapi bagi Ayub pendapat itu terlalu dangkal; tidak sepantasnya ia mendapat hukuman yang sekejam itu, sebab ia seorang yang sangat baik dan jujur. Ia tidak dapat mengerti mengapa Allah membiarkan orang seperti dirinya mengalami begitu banyak bencana, dan dengan berani ia menantang Allah. Ayub tidak kehilangan kepercayaannya kepada Allah, tetapi ia sungguh-sungguh ingin supaya dibenarkan oleh Allah dan supaya mendapat kembali kehormatannya sebagai orang yang baik.

Allah tidak memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan Ayub, tetapi Allah menanggapi kepercayaan Ayub dengan memberinya banyak contoh mengenai kuasa dan hikmat-Nya. Contoh-contoh itu dilukiskan dengan puisi. Kemudian dengan segala rendah hati, Ayub mengakui kebijaksanaan dan keagungan Allah, lalu menyesali kata-katanya yang keras dan penuh kemarahan itu.

Bagian terakhir dari kisah ini, yang ditulis dengan bahasa biasa, menuturkan bagaimana Ayub dikembalikan kepada keadaannya semula, dengan kekayaan yang jauh melebihi kekayaannya sebelum itu. Allah memarahi teman-teman Ayub karena mereka tidak dapat memahami arti kesengsaraan Ayub. Hanya Ayublah yang sungguh-sungguh menyadari bahwa Allah lebih besar daripada yang telah diajarkan oleh agama yang tradisional itu.

Isi

  1.  Pendahuluan
    Ayub 1:1-2:13
  2.  Ayub dan teman-temannya
    Ayub 3:1-31:40
    1. a. Keluhan Ayub
      Ayub 3:1-26
    2. b. Percakapan pertama
      Ayub 4:1-14:22
    3. c. Percakapan kedua
      Ayub 15:1-21:34
    4. d. Percakapan ketiga
      Ayub 22:1-27:23
    5. e. Pujian terhadap hikmat
      Ayub 28:1-28
    6. f. Pernyataan Ayub yang terakhir
      Ayub 29:1-31:40
  3.  Wejangan Elihu
    Ayub 32:1-37:24
  4.  TUHAN menjawab Ayub
    Ayub 38:1-42:6
  5.  Penutup
    Ayub 42:7-17

Ajaran: Ayub (Pendahuluan Kitab) Tujuan Supaya dengan mengetahui isi Kitab Ayub, anggota jemaat mengerti bahwa suatu penderitaan dapat membawa kemenangan dan pengenalan yang lebih d

Tujuan

Supaya dengan mengetahui isi Kitab Ayub, anggota jemaat mengerti bahwa suatu penderitaan dapat membawa kemenangan dan pengenalan yang lebih dalam akan Allah.

Pendahuluan

Penulis : Penulis Kitab Ayub tidak diketahui dengan jelas.

Isi Kitab: Kitab Ayub terdiri dari 42 pasal. Isi Kitab Ayub merupakan kisah nyata dari seorang bernama Ayub yaitu mengisahkan kehidupan Ayub yang berbahagia karena kesalehannya, tetapi kemudian hidup dalam penderitaan karena pencobaan iblis. Akhirnya dia kembali memperoleh kebahagiaan, karena ketekunannya dalam beribadah walaupun menderita.

I. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Ayub

  1. Pasal 1 (Ayub 1:1-5).

    Keadaan Ayub sebelum pencobaan iblis Ayub adalah seorang yang hidup dalam kesalehan dan kelimpahan.

    Pendalaman Bacalah pasal Ayub 1:1-5, sebutkanlah keadaan Ayub waktu itu.

  2. Pasal 1-3 (Ayub 1:6-3:26).

    Keadaan Ayub dalam pencobaan iblis Dalam bagian ini dijelaskan bahwa iblis mengambil semua harta milik dan kesehatan Ayub. Hal ini membuat Ayub sangat menderita.

    Pendalaman

    1. Siapakah yang tidak mengingini kebahagiaan Ayub? (Ayub 1:6-12). Tetapi sebenarnya apakah maksud Iblis kepada Tuhan? (Ayub 1:9,11).
    2. Perhatikan pasal Ayub 1:13-22. Apakah yang terjadi dalam kehidupan Ayub? Dan bagaimanakah tanggapan Ayub terhadap hal itu? (Ayub 1:20-22).
    3. Perhatikan pasal Ayub 2:1-10. Penderitaan apa lagikah yang Ayub alami? Tetap bagaimanakah sikapnya terhadap Allah? (Ayub 2:9-10).
  3. Pasal 4-37 (Ayub 4:1-37:24).

    Percakapan Ayub dengan sahabat-sahabatnya

    Pada bagian ini dijelaskan tentang 3 orang sahabat Ayub yang bernama Elifas, Bildad, dan Zofar. Mereka datang dan mengatakan bahwa penderitaan Ayub adalah akibat dari dosa yang dibuat secara sembunyi-sembunyi. Mereka menyuruh Ayub supaya mengakui saja dosanya, tetapi Ayub tetap bertahan, bahwa ia hidup benar di hadapan Allah. Setelah tiga teman Ayub itu selesai berbicara, seorang muda bernama Elihu memperingatkan mereka semua termasuk Ayub bahwa Tuhan adalah Maha besar dan mempunyai maksud yang baik dalam penderitaan orang beriman. (dalam pasal Ayub 9:33).

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal Ayub 4:1-9. Siapakah yang berbicara dalam bagian ini? Dan apakah tuduhannya terhadap Ayub?
    2. Bacalah pasal Ayub 8:1-7. Siapakah yang berbicara dalam bagian ini? Dan apakah tuduhannya terhadap Ayub?
    3. Bacalah pasal Ayub 11:1-6. Siapakah yang berbicara dalam bagian ini? Dan apakah tuduhannya terhadap Ayub?
    4. Bacalah pasal Ayub 31:1-6. Bagaimanakah Ayub memandang dirinya sendiri?
    5. Bagaimanakah pendapat Elihu mengenai hal ini? (Ayub 32:1-5).
  4. Pasal 38-42 (Ayub 38:1-42:17).

    Jawaban Tuhan kepada Ayub Dalam bagian ini Ayub di tegur oleh Allah. Kemudian Ayub merendahkan diri dihadapan Allah serta mencabut pembelaan dirinya. Setelah ini Ayub tidak lagi hidup menderita, karena diberkati Allah.

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal Ayub 38:1,34-38. Apakah yang terjadi dalam bagian ini?
    2. Bacalah pasal Ayub 42:1-6. Apakah yang terjadi dengan Ayub?
    3. Bagaimanakah keadaan Ayub pada akhirnya? (pasal Ayub 42:7-17).

II. Kesimpulan/penerapan

  1. Kitab Ayub mengajarkan kepada orang beriman bahwa Iblis tidak berkuasa untuk mencabut nyawa seseorang.

  2. Kitab Ayub mengajarkan bahwa Allah mengijinkan anak-anaknya mengalami penderitaan untuk menunjukkan kemahakuasaan-Nya.

  3. Kitab Ayub mengajarkan bahwa penderitaan dapat menjadi suatu alat untuk membawa seseorang pada pertumbuhan rohani yang dewasa.

  4. Kitab Ayub mengajarkan Ayub sebagai teladan orang yang menyembah Allah secara benar, yaitu penyembahan yang didasari ketulusan hati.

Pertanyaan-pertanyaan yang Dapat Digunakan untuk Tanya Jawab

  1. Apakah isi Kitab Ayub?
  2. Siapakah nama-nama sahabat Ayub?
  3. Penderitaan apa sajakah yang dihadapi oleh Ayub? Dan siapakah yang menginginkan hal ini?
  4. Apakah pelajaran rohani yang saudara dapatkan setela mempelajari Kitab Ayub?

Intisari: Ayub (Pendahuluan Kitab) Mengapa orang tak berdosa harus menderita ORANG-ORANG ISRAEL YANG BIJAKSANASelain oleh para nabi dan imam, umat Allah juga dilayani oleh sekelompok o

Mengapa orang tak berdosa harus menderita

ORANG-ORANG ISRAEL YANG BIJAKSANA
Selain oleh para nabi dan imam, umat Allah juga dilayani oleh sekelompok orang yang dinamakan "Orang-orang berhikmat". Mereka ini adalah para pembimbing dan penasihat yang menghabiskan waktu mereka untuk memutuskan cara-cara yang paling bijaksana dan paling benar untuk menjalani kehidupan dan menjalankan pemerintahan. Hasil penelitian mereka selalu diterapkan dalam kehidupan nyata. Kita mengetahui hal ini dari kitab-kitab mereka yang biasanya disebut "Kitab Hikmat" (Ayub, Amsal, Pengkhotbah, ditambah beberapa Mazmur). Kadangkala mereka memberikan nasihat mereka dalam bentuk pepatah yang singkat dan jelas atau "amsal". Selain itu mereka juga berbicara mengenai masalah-masalah besar dalam kehidupan, terutama masalah penderitaan.

SIAPAKAH AYUB?
Apa yang kita ketahui mengenai Ayub tidak lebih daripada apa yang digambarkan pada permulaan kitab itu. Rupanya ia orang yang terkenal (Yeh 14:14,20), namun oleh karena tidak ada acuan terhadap sejarah orang Israel, Ayub mungkin hidup jauh sebelum umat Allah bermukim di Kanaan. Beberapa orang berpendapat bahwa kisah mengenai penderitaannya dipakai oleh beberapa penulis yang tak dikenal sebagai latar belakang untuk membicarakan masalah penderitaan. Kita pun tidak tahu kapan kitab itu ditulis. Minat terhadap hikmat Allah sudah ada sejak zaman Salomo, dan kitab ini mungkin ditulis pada zaman pemerintahannya.

POKOK PERMASALAHAN
Kitab ini menyangkut suatu pertanyaan abadi yaitu "Mengapa orang yang tak berdosa harus menderita?" Ayub adalah seorang yang baik yang tiba-tiba kehilangan segalanya. Seperti banyak dari penderitaan kita, rasanya hal ini tidak adil. Jawaban baku teman-temannya -- bahwa Allah menghakimi orang yang jahat, dan oleh karenanya pasti Ayub telah melakukan kejahatan -- sama sekali tidak cocok. Mereka mengatakannya dengan berbagai cara. Elifas sopan dan sedikit berbau mistik. Bildad, seorang tradisionalis, mengutarakannya berdasarkan pendapat yang sudah lama dikenal, sementara Zofar adalah pembantah Allah yang kurang ajar dan kasar. Ketiga mereka pada akhirnya kehilangan kesabaran terhadap Ayub. Sesungguhnya, pada percakapan ketiga, Bildad hanya berbicara sedikit sekali, sementara Zofar menolak untuk berbicara lagi. Ayub berdebat dengan kedua orang itu dan dengan Allah; dan dengan demikian ia mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang hanya dapat dijawab dalam Perjanjian Baru. Oleh karena Elihu masih muda, ia tidak dihargai oleh yang lain. Argumentasinya penuh dengan keyakinan orang muda, tetapi juga agak kacau dan tidak matang. Percakapan dengan Elihu mungkin baru belakangan ditambahkan pada kitab itu.

Pesan

1. Dilucuti sampai bergantung sepenuhnya pada iman
o Ayub adalah contoh seorang yang bergantung kepada Allah waktu segalanya berjalan dengan baik dan yang terus percaya kepada-Nya pada waktu mengalami kesusahan. Ayu 1:1,20-22; 2:10
o Ia mungkin menganggap kerugiannya sebagai hukuman Allah, namun demikian ia telah melakukan segalanya dengan tulus untuk melayani Allah. Allah seakan-akan telah meninggalkan dia. Ayu 12:4; 13:19; 16:15-17; 23:10-12; 27:2-6
o Tuduhan-tuduhan yang dilancarkan oleh kawan-kawannya dan tentangan dari istrinya membuat dia sungguh-sungguh seorang diri. Ayu 2:9; 19:13-20

2. Penghibur yang tidak berguna
o Kawan-kawan Ayub sama sekali tidak memberikan pertolongan. Lebih baik jika mereka tidak mengatakan apa-apa. Ayu 13:4,5; 16:2-3; 19:1-3
o Pendapat mereka yang utama, yaitu bahwa Allah memberkati orang saleh dan menghukum orang jahat, secara umum memang benar. Tetapi, tidaklah benar untuk menerapkan pendapat itu tanpa melihat kualitas kehidupan secara menyeluruh. Pendapat itu tidak memberikan jawaban mengapa orang yang tak berdosa kadangkala menderita, sedangkan orang yang tidak saleh terhindar dari malapetaka. Ayu 4:7; 5:19-26; 8:5-7,20:22; 11:13-20
o Mereka mengambil kesimpulan bahwa penderitaan yang diderita oleh Ayub tentunya merupakan penghakiman Allah atas dosa-dosanya. Sanggahan Ayub bahwa ia sungguh-sungguh tidak berdosa hanya membuat mereka bertambah marah. Ayu 22:1-30

3. Penderitaan sebagai didikan
Pendapat Elihu bahwa penderitaan dapat merupakan cara Allah mengajar kita, perlu diperbincangkan lebih lanjut. Tetapi oleh karena baik Ayub maupun Allah tidak memberi tanggapan pada Elihu, maka ini berarti bahwa hal itu tidak berlaku di sini. Ayu 5:17,18; 33:14-30; 36:5-16

4. Kecerobohan Ayub
o Ayub terdorong untuk mengatakan banyak hal secara gegabah, karena kekerasan kawan-kawannya yang kurang simpatik. Ia sungguh-sungguh tersesat ketika menantang Allah dan memperdebatkan masalahnya dengan Dia. Ia seakan-akan menyatakan bahwa ia lebih tahu daripada Allah. Ayu 7:11-21; 9:14-35; 13:3,15-28; 23:2-7; 31:35-37
o Seperti kawan-kawannya, Ayub hanya dapat berpikir dalam hubungannya dengan kehidupan ini saja. Namun demikian, permohonannya akan keadilan sebenarnya mulai menggapai masalah di balik kematian dan mengharapkan keadilan dalam kehidupan selanjutnya. Ayu 10:20-22; 14:7-22; 17:13-16; 19:23-27.

5. Jawaban Allah
Allah tidak secara terang-terangan menjelaskan kepada Ayub mengapa ia menderita seperti yang dialaminya. Sebaliknya Dia menunjukkan secara sekilas kebesaran-Nya dan kebijakan-Nya yang tanpa batas, yang terlihat terutama dalam keajaiban ciptaan-Nya. Jika Ayub tidak dapat mengerti rahasia yang paling sederhana, bagaimana mungkin ia mengerti akan rencana Allah dalam kehidupannya? Ayu 38:1-42:6

Penerapan

1. Penderitaan dialami oleh semua orang
Setiap orang yang hidup dalam dunia yang sudah jatuh ke dalam dosa ini tidak akan luput dari penderitaan. Kita tidak dapat berharap untuk menjalani kehidupan tanpa mengalami kesakitan atau kesusahan hanya karena kita umat Allah.

2. Jangan mengaburkan kebenaran
Biasanya Allah memberkati dan melimpahi mereka yang mengasihi Dia. Allah juga menghakimi orang yang jahat. Tetapi, tidak selalu terjadi demikian dalam kehidupan ini. Sama sekali tidak benar dan kejam, mengatakan bahwa jika seseorang menderita, maka hal itu pasti disebabkan oleh dosa-dosanya.

3. Apa yang terjadi di balik segala peristiwa
Kita tidak tahu apa yang sedang terjadi dalam dunia rohani yang mempengaruhi keadaan kita di dunia ini. Apa yang kita derita mungkin merupakan gambaran peperangan rohani yang sedang terjadi "di surga".

4. Krisis dan pertumbuhan
Pada saat kita tidak tahu lagi apa yang dapat kita lakukan selain bergantung kepada Allah yang tahu apa yang dilakukan-Nya, maka iman kita menjadi sungguh-sungguh iman yang hidup. Allah kadang-kadang mengambil semua perkara yang kita andalkan, sehingga kita betul-betul bertumpu pada-Nya.

5. Terlalu besar bagi kita
Walaupun kita kadang-kadang dapat melihat rencana Allah dalam penderitaan kita, jalan-jalan-Nya selalu lebih tinggi daripada pengertian kita, sehingga rencana-Nya yang sempurna selalu berada di luar jangkauan pengertian kita. Banyak penjelasan kita hanya melulu kata-kata. Pada saat-saat seperti itu akan lebih baik bila kita diam saja dan menggantungkan diri sepenuhnya kepada Allah.

Tema-tema Kunci

1. Sifat-sifat Allah dan pekerjaan-Nya
Allah berdaulat. Bahkan iblis pun tidak dapat berbuat apa-apa tanpa izin-Nya. Baik Ayub maupun kawan-kawannya sadar akan hal ini dan akan kenyataan bahwa Allah menciptakan dunia ini serta memeliharanya. Kitab ini penuh berisi kebesaran dan kearifan Allah. Lihat Ayu 5:8-16; 9:2-13; 11:7-9; 12:10,13-25; 25:2-6; 26:5-14; 34:10-15; 35:10,11; 36:22-33; 37:1-24; 38:1-39:30; 40:8-41:34.

2. Kelemahan manusia
Kisah Ayub mengilustrasikan kelemahan kita, ketidaktahuan, dosa, dan singkatnya hidup kita. Permohonan Ayub akan keadilan sungguh-sungguh menuntut suatu kehidupan yang melampaui kehidupan saat ini, tempat Allah dapat menghukum yang jahat dan meluruskan yang salah dari dunia ini. Lihat Ayu 4:17-21; 5:7; 7:1-10; 9:2,25,26; 14:1,2,4,7-12; 15:14-16; 25:4-6.

3. Kebijaksanaan
Kebijaksanaan Allah, yaitu pikiran Allah, kepandaian dan rencana-Nya, digambarkan kepada kita sebagai hal yang benar-benar di luar jangkauan kita (Ayu 28:1-28). Jika kita diberi sedikit pengertian tentang rahasia-rahasia ini, hal ini bukan oleh karena kepandaian kita. Hanya pada saat kita berserah kepada-Nya kita dapat mengerti sedikit tentang jalan-jalan-Nya. Pikirkanlah pengertian yang terkandung dalam Yesaya 55:8 dan 1Ko 1:18-31.

4. Saling menghibur
Kawan-kawan Ayub memberi kita suatu contoh yang baik tentang apa yang tidak boleh kita lakukan! Banyak yang mereka katakan itu benar, tetapi tidak ada hubungannya dengan masalah Ayub dan menyakitkan. Perhatikan juga bagaimana Paulus mengajar kita mengenai saling menghormati. Pelajaran apa yang secara tak langsung ingin dikatakan tentang bagaimana kita harus memakai pengalaman hidup kita (2Ko 1:3-8)?

5. Ayub dan Perjanjian Baru
Walaupun Ayub hanya disebut sekali saja dalam Perjanjian Baru (Yak 5:11), pertanyaan-pertanyaan yang diajukannya dapat lebih jelas dimengerti jika dilihat dari sudut pandang seorang Kristen. Sebagai contoh lihat Ayub 9:33, 1Ti 2:5; Ayu 14:14, Yoh 11:25; Ayu 16:19;; Ibr 9:24; Ayu 19:25; Ibr 7:25; Ayu 23:3; Yoh 14:6.

Garis Besar Intisari: Ayub (Pendahuluan Kitab) [1] MENGAPA SEMUA ITU TERJADI Ayu 1:1-3:26 Ayu 1:1-2:10Iblis mencobai Ayub Ayu 2:11-13Kawan-kawannya datang Ayu 3:1-26Ayub bertanya "Mengapa?"

[1] MENGAPA SEMUA ITU TERJADI Ayu 1:1-3:26

Ayu 1:1-2:10Iblis mencobai Ayub
Ayu 2:11-13Kawan-kawannya datang
Ayu 3:1-26Ayub bertanya "Mengapa?"

[2] PERDEBATAN PERTAMA Ayu 4:1-14:22

Ayu 4:1-5:27Elifas menyatakan pendapatnya
Ayu 6:1-7:21Ayub menyesali nasibnya
Ayu 8:1-22Bildad membela tradisi
Ayu 9:1-10:22Ayub mengalami kegetiran
Ayu 11:1-20Zofar membela Allah
Ayu 12:1-14:22Ayub memprotes ketidakberdosaannya

[3] PERDEBATAN KEDUA Ayu 15:1-21:34

Ayu 15:1-35Elifas mengatakan ia lebih tahu
Ayu 16:1-17:16Ayub merasa putus asa
Ayu 18:1-21Bildad mengulangi pendapatnya
Ayu 19:1-29Ayub memohon pertolongan
Ayu 20:1-29Zofar setuju dengan pendapat kawan-kawannya
Ayu 21:1-34Ayub menentang mereka

[4] PERDEBATAN KETIGA Ayu 22:1-31:40

Ayu 22:1-30Elifas melontarkan tuduhan kepada Ayub
Ayu 23:1-24:25Ayub merindukan keadilan
Ayu 25:1-6Bildad kesal
Ayu 26:1-27:23Ayub setuju dan tidak setuju
Ayu 28:1-28Pujian kearifan
Ayu 29:1-31:40Ayub mengambil kesimpulan

[5] ELIHU BERBICARA Ayu 32:1-37:24

Ayu 32:1-22Elihu frustrasi
Ayu 33:1-33Penderitaan merupakan didikan
Ayu 34:1-35:16Allah tidak dapat berbuat salah
Ayu 36:1-37:24Allah tahu apa yang dilakukan-Nya

[6] ALLAH MEMBERI JAWABAN KEPADA AYUB Ayu 38:1-42:6

[7] BAGAIMANA SEMUA ITU BERAKHIR Ayu 42:7-17

Advanced Commentary (Kamus, Lagu-Lagu Himne, Gambar, Ilustrasi Khotbah, Pertanyaan-Pertanyaan, dll)


TIP #28: Arahkan mouse pada tautan catatan yang terdapat pada teks alkitab untuk melihat catatan ayat tersebut dalam popup. [SEMUA]
dibuat dalam 0.28 detik
dipersembahkan oleh YLSA