kecilkan semua  

Teks -- Ayub 6:1-30 (TB)

Tampilkan Strong
Konteks
Ayub kecewa terhadap sahabat-sahabatnya
6:1 Lalu Ayub menjawab: 6:2 "Ah, hendaklah kiranya kekesalan hatiku ditimbang, dan kemalanganku ditaruh bersama-sama di atas neraca! 6:3 Maka beratnya akan melebihi pasir di laut; oleh sebab itu tergesa-gesalah perkataanku. 6:4 Karena anak panah dari Yang Mahakuasa tertancap pada tubuhku, dan racunnya diisap oleh jiwaku; kedahsyatan Allah seperti pasukan melawan aku. 6:5 Meringkikkah keledai liar di tempat rumput muda, atau melenguhkah lembu dekat makanannya? 6:6 Dapatkah makanan tawar dimakan tanpa garam atau apakah putih telur ada rasanya? 6:7 Aku tidak sudi menjamahnya, semuanya itu makanan yang memualkan bagiku. 6:8 Ah, kiranya terkabul permintaanku dan Allah memberi apa yang kuharapkan! 6:9 Kiranya Allah berkenan meremukkan aku, kiranya Ia melepaskan tangan-Nya dan menghabisi nyawaku! 6:10 Itulah yang masih merupakan hiburan bagiku, bahkan aku akan melompat-lompat kegirangan di waktu kepedihan yang tak kenal belas kasihan, sebab aku tidak pernah menyangkal firman Yang Mahakudus. 6:11 Apakah kekuatanku, sehingga aku sanggup bertahan, dan apakah masa depanku, sehingga aku harus bersabar? 6:12 Apakah kekuatanku seperti kekuatan batu? Apakah tubuhku dari tembaga? 6:13 Bukankah tidak ada lagi pertolongan bagiku, dan keselamatan jauh dari padaku? 6:14 Siapa menahan kasih sayang terhadap sesamanya, melalaikan takut akan Yang Mahakuasa. 6:15 Saudara-saudaraku tidak dapat dipercaya seperti sungai, seperti dasar dari pada sungai yang mengalir lenyap, 6:16 yang keruh karena air beku, yang di dalamnya salju menjadi cair, 6:17 yang surut pada musim kemarau, dan menjadi kering di tempatnya apabila kena panas; 6:18 berkeluk-keluk jalan arusnya, mengalir ke padang tandus, lalu lenyap. 6:19 Kafilah dari Tema mengamat-amatinya dan rombongan dari Syeba mengharapkannya, 6:20 tetapi mereka kecewa karena keyakinan mereka, mereka tertipu setibanya di sana. 6:21 Demikianlah kamu sekarang bagiku, ketika melihat yang dahsyat, takutlah kamu. 6:22 Pernahkah aku berkata: Berilah aku sesuatu, atau: Berilah aku uang suap dari hartamu, 6:23 atau: Luputkan aku dari tangan musuh, atau: Tebuslah aku dari tangan orang lalim? 6:24 Ajarilah aku, maka aku akan diam; dan tunjukkan kepadaku dalam hal apa aku tersesat. 6:25 Alangkah kokohnya kata-kata yang jujur! Tetapi apakah maksud celaan dari pihakmu itu? 6:26 Apakah kamu bermaksud mencela perkataan? Apakah perkataan orang yang putus asa dianggap angin? 6:27 Bahkan atas anak yatim kamu membuang undi, dan sahabatmu kamu perlakukan sebagai barang dagangan. 6:28 Tetapi sekarang, berpalinglah kepadaku; aku tidak akan berdusta di hadapanmu. 6:29 Berbaliklah, janganlah terjadi kecurangan, berbaliklah, aku pasti benar. 6:30 Apakah ada kecurangan pada lidahku? Apakah langit-langitku tidak dapat membeda-bedakan bencana?"
Paralel   Ref. Silang (TSK)   Ref. Silang (FULL)   ITL  

Nama Orang, Nama Tempat, Topik/Tema Kamus

Nama Orang dan Nama Tempat:
 · Ayub a man whose story is told in the book of Job,a man from the land of Uz in Edom
 · Seba son of Raamah son of Cush son of Ham son of Noah,son of Joktan of Shem,son of Jokshan son of Abraham and Keturah,a town that belonged to the tribe of Simeon,son of Bichri (Benjamin) who led a revolt against David,a country in southern Arabia whose queen visited Solomon (OS),son of Abihail; a founding father of one of the clans of Gad
 · Syeba name of a well
 · Tema son of Ishmael son of Abraham and Hagar,a land (and its people)


Topik/Tema Kamus: Ayub | Angin | Niaga, Perniagaan | Orang Ismael | Lembu | Tipu Daya | Wajib, Kewajiban Terhadap Orang Yang Dalam Kesusahan | Laut | Rumput | Garam | Belas Kasihan Dan Simpati | Anak Panah | Binatang | Doa Di Dalam Kesusahan | Keristal | Keledai Liar | selebihnya
Daftar Isi

Catatan Kata/Frasa
Full Life , BIS , Jerusalem , Ende , Endetn , Ref. Silang FULL

Catatan Kata/Frasa
Wycliffe

Catatan Rentang Ayat
SH , Topik Teologia

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per frasa)

Full Life: Ayb 6:4 - ANAK PANAH DARI YANG MAHAKUASA TERTANCAP PADA TUBUHKU. Nas : Ayub 6:4 Ayub sadar bahwa pada hakikatnya penderitaannya itu datang dari Allah, atau setidak-tidaknya dengan izin dan pengetahuan Allah. Kese...

Nas : Ayub 6:4

Ayub sadar bahwa pada hakikatnya penderitaannya itu datang dari Allah, atau setidak-tidaknya dengan izin dan pengetahuan Allah. Kesedihannya yang paling hebat ialah: Allah tampaknya menentang dirinya dan ia tidak mengetahui penyebabnya. Ketika saudara mengalami kesukaran sementara dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menyenangkan Allah, jangan menyerah kepada pemikiran bahwa Allah tidak mempedulikan saudara lagi. Mungkin saudara tidak mengetahui mengapa Allah membiarkan hal semacam itu terjadi, tetapi saudara dapat mengetahui (sebagaimana halnya Ayub) bahwa akhirnya Allah sendiri akan memberi kekuatan, ketabahan, dan keteguhan, serta menuntun saudara hingga mencapai kemenangan (bd. Rom 8:35-39; Yak 5:11; 1Pet 5:10).

Full Life: Ayb 6:10 - AKU TIDAK PERNAH MENYANGKAL FIRMAN YANG MAHAKUDUS. Nas : Ayub 6:10 Di dalam semua penderitaannya, yang menghibur Ayub ialah bahwa dia tidak berpaling dari Tuhan atau menyangkal firman-Nya. Karena ti...

Nas : Ayub 6:10

Di dalam semua penderitaannya, yang menghibur Ayub ialah bahwa dia tidak berpaling dari Tuhan atau menyangkal firman-Nya. Karena tidak merasa telah berbuat dosa tertentu, Ayub menegaskan ketidaksalahannya sepanjang kitab ini (lih. Ayub 16:17; 27:6), yakin bahwa dirinya senantiasa berusaha untuk menghormati dan menaati Allah. Karena itu ia dapat bersukacita, bahkan dalam kepedihannya.

BIS: Ayb 6:7 - muak Kemungkinan besar artinya muak.

Kemungkinan besar artinya muak.

BIS: Ayb 6:14 - derita Kemungkinan besar artinya derita.

Kemungkinan besar artinya derita.

BIS: Ayb 6:21 - -- Kemungkinan besar seperti, Ibrani: karena.

Kemungkinan besar seperti, Ibrani: karena.

Jerusalem: Ayb 6:6 - putih telur Begitulah kata Ibrani yang artinya tidak diketahui itu diartikan oleh Targum. Ada yang menyangka bahwa salah satu tumbuhan dimaksudkan.

Begitulah kata Ibrani yang artinya tidak diketahui itu diartikan oleh Targum. Ada yang menyangka bahwa salah satu tumbuhan dimaksudkan.

Jerusalem: Ayb 6:7 - memualkan bagiku Ayu 6:7 ini dalam naskah Ibrani sangat sukar dimengerti. Terjemahan dikira-kirakan saja (berdasarkan a.l. terjemahan Latin Vulgata). Tetapi maksud aya...

Ayu 6:7 ini dalam naskah Ibrani sangat sukar dimengerti. Terjemahan dikira-kirakan saja (berdasarkan a.l. terjemahan Latin Vulgata). Tetapi maksud ayat ini ialah: Ayub merasa muak terhadap hidup yang malang, seperti dalam penderitaannya tidak ada nafsu makan lagi. Sahabat-sahabat Ayub tidak sanggup mengerti perasaan Ayub.

Jerusalem: Ayb 6:10 - firman Yang Mahakudus Ialah firman Allah yang mengatur dan menyelenggarakan segala-galanya. Ayub tidak memberontak terhadap penyelenggaraan ilahi. Mengenai "kekudusan Allah...

Ialah firman Allah yang mengatur dan menyelenggarakan segala-galanya. Ayub tidak memberontak terhadap penyelenggaraan ilahi. Mengenai "kekudusan Allah" bdk Ima 17:1; Yes 6:3+.

Jerusalem: Ayb 6:13 - keselamatan Ini menurut terjemahan Yunani dan Siria. Dalam naskah Ibrani tertulis sebuah kata yang tidak jelas artinya.

Ini menurut terjemahan Yunani dan Siria. Dalam naskah Ibrani tertulis sebuah kata yang tidak jelas artinya.

Jerusalem: Ayb 6:14 - Siapa menahan Ini menurut beberapa naskah Ibrani. Dalam naskah-naskah lain tertulis: Siapa melebur

Ini menurut beberapa naskah Ibrani. Dalam naskah-naskah lain tertulis: Siapa melebur

Jerusalem: Ayb 6:14 - Yang Mahakuasa Bdk Ayu 5:17+. Kasih sayang (Ibraninya: hesed, bdk Maz 5:8+) terhadap sesama manusia menjadi tanda bukti agama sejati (takut akan Yang Mahakuasa, bdk ...

Bdk Ayu 5:17+. Kasih sayang (Ibraninya: hesed, bdk Maz 5:8+) terhadap sesama manusia menjadi tanda bukti agama sejati (takut akan Yang Mahakuasa, bdk Maz 15:4+; Ams 1:7+).

Jerusalem: Ayb 6:19 - Tema Bdk Yes 21:14+

Bdk Yes 21:14+

Jerusalem: Ayb 6:19 - Syeba Bdk 1Ra 10:1.

Bdk 1Ra 10:1.

Jerusalem: Ayb 6:21 - Demikianlah Dalam naskah Ibrani tertulis: Sebab/Memang

Dalam naskah Ibrani tertulis: Sebab/Memang

Jerusalem: Ayb 6:21 - bagiku Dalam naskah Ibrani tertulis: tidak/bukan. barangkali naskah Ibrani tanpa perbaikan dapat diterjemahkan begini: Memang sekarang kamu menjadi enggan...

Dalam naskah Ibrani tertulis: tidak/bukan. barangkali naskah Ibrani tanpa perbaikan dapat diterjemahkan begini: Memang sekarang kamu menjadi enggan...

Jerusalem: Ayb 6:24 - tersesat Artinya: kesalahan dengan tidak sadar dengan tidak disengaja, Ima 4; Bil 15:22-29; Maz 19:13+

Artinya: kesalahan dengan tidak sadar dengan tidak disengaja, Ima 4; Bil 15:22-29; Maz 19:13+

Ende: Ayb 6:5-7 - -- Sebagaimana hewan tidak berteriak, bila diberi makan, demikianlah Ijob tidak berhenti mengeluh, oleh sebab adjaran Elifaz tidak memberinja makan, tida...

Sebagaimana hewan tidak berteriak, bila diberi makan, demikianlah Ijob tidak berhenti mengeluh, oleh sebab adjaran Elifaz tidak memberinja makan, tidak memuaskannja. Karena itu Ijob menolak djuga adjaran ini, sebagaimana makanan jang tidak enak rasanja ditolak orang.

Ende: Ayb 6:6 - putih telur Terdjemahan ini tiada pasti.

Terdjemahan ini tiada pasti.

Ende: Ayb 6:10 - jakni: aku...dst. Terdjemahan ini tiada pasti. Kadang2 diterdjemahkan sebagai berikut: aku tidak memungkiri sabda Sang Kudus. Dalam terdjemahan kami ajat ini rupa2nja b...

Terdjemahan ini tiada pasti. Kadang2 diterdjemahkan sebagai berikut: aku tidak memungkiri sabda Sang Kudus. Dalam terdjemahan kami ajat ini rupa2nja berarti: Ijob tidak menjembunjikan wahi (sabda) Allah, jaitu untuk diri sendiri, melainkan ia tersedia menerimanja. Akan tetapi sampai kini, menurut Ijob, wahju Allah belum ada, jang dapat menerangkan deritanja. Wahi jang diserukan Elifaz tidak menerangkan apa2 dan tidak memuaskan Ijob. Dan bahwasanja ia tidak menolak wahi jang benar, itu mendjadi pelipur bagi dia, oleh sebab demikian ia tidak bersalah terhadap wahju Allah.

Ende: Ayb 6:14 - -- Ijob menjerang sahabat2nja. Mereka menganggap dirinja sebagai orang jang bertakwa, tetapi dengan kekerasannja terhadap Ijob mereka menjatakan sadja ta...

Ijob menjerang sahabat2nja. Mereka menganggap dirinja sebagai orang jang bertakwa, tetapi dengan kekerasannja terhadap Ijob mereka menjatakan sadja takwanja pura2 belaka.

Ende: Ayb 6:15-20 - -- Anak2 sungai digurun pada musim dingin berair, tetapi dalam musim panas sama sekali kekeringan. Kafilah2 jang mentjari air dengan mengikuti anak2 sung...

Anak2 sungai digurun pada musim dingin berair, tetapi dalam musim panas sama sekali kekeringan. Kafilah2 jang mentjari air dengan mengikuti anak2 sungai itu achirnja diketjewakan, malahan binasa. Serupalah dengan itu sahabat2 Ijob dalam kelakuannja terhadap dia.

Ende: Ayb 6:16 - -- Terdjemahan ini tiada pasti.

Terdjemahan ini tiada pasti.

Ende: Ayb 6:21 - -- Terdjemahan lain: Sebab kamu sekarang telah ragu2...

Terdjemahan lain: Sebab kamu sekarang telah ragu2...

Ende: Ayb 6:24 - salahku jaitu karena kurang ber-hati2 dan dengan tidak sadar.

jaitu karena kurang ber-hati2 dan dengan tidak sadar.

Ende: Ayb 6:25 - kata2 jang lurus itu, ialah keluh-kesah Ijob (fs. 3)(Ayu 3:1-26), jang telah merangsang sahabat2nja.

itu, ialah keluh-kesah Ijob (fs. 3)(Ayu 3:1-26), jang telah merangsang sahabat2nja.

Ende: Ayb 6:29 - -- Ajat ini dalam naskah Hibrani sukar untuk dimengerti.

Ajat ini dalam naskah Hibrani sukar untuk dimengerti.

Endetn: Ayb 6:4 - (tertantjap) ditambahkan menurut maknanja.

ditambahkan menurut maknanja.

Endetn: Ayb 6:13 - selamat Menurut terdjemahan Junani dan Syriah. Kata Hibrani tiada terang maknanja.

Menurut terdjemahan Junani dan Syriah. Kata Hibrani tiada terang maknanja.

Endetn: Ayb 6:14 - Barang siapa menolak diperbaiki menurut beberapa naskah Hibrani. Tertulis: "untuk jang lemah".

diperbaiki menurut beberapa naskah Hibrani. Tertulis: "untuk jang lemah".

Endetn: Ayb 6:16 - air keruhnja diperbaiki. Tertulis: "jang keruh2".

diperbaiki. Tertulis: "jang keruh2".

Endetn: Ayb 6:20 - mereka Menurut terdjemahan Syriah. Tertulis: "karena harapan".

Menurut terdjemahan Syriah. Tertulis: "karena harapan".

Endetn: Ayb 6:21 - Demikianlah ... bagiku diperbaiki. Tertulis: "sebab ... tidak".

diperbaiki. Tertulis: "sebab ... tidak".

Ref. Silang FULL: Ayb 6:2 - atas neraca · atas neraca: Ayub 31:6; Ams 11:1; Dan 5:27

· atas neraca: Ayub 31:6; Ams 11:1; Dan 5:27

Ref. Silang FULL: Ayb 6:3 - melebihi pasir // itu tergesa-gesalah · melebihi pasir: 1Raj 4:29; Ams 27:3 · itu tergesa-gesalah: Ayub 6:11,26; Ayub 7:11; 16:6; 21:4; 23:2

· melebihi pasir: 1Raj 4:29; Ams 27:3

· itu tergesa-gesalah: Ayub 6:11,26; Ayub 7:11; 16:6; 21:4; 23:2

Ref. Silang FULL: Ayb 6:4 - anak panah // Yang Mahakuasa // pada tubuhku // dan racunnya // diisap // kedahsyatan // melawan aku · anak panah: Ul 32:23; Ul 32:23; Mazm 38:3 · Yang Mahakuasa: Kej 17:1; Kej 17:1 · pada tubuhku: Ayub 7:20; 16:12,13; 19:12; Rat ...

· anak panah: Ul 32:23; [Lihat FULL. Ul 32:23]; Mazm 38:3

· Yang Mahakuasa: Kej 17:1; [Lihat FULL. Kej 17:1]

· pada tubuhku: Ayub 7:20; 16:12,13; 19:12; Rat 3:12

· dan racunnya: Ul 32:32; [Lihat FULL. Ul 32:32]; Ayub 30:21; 34:6; Yer 15:18; 30:12

· diisap: Ayub 21:20

· kedahsyatan: Ayub 9:34; 13:21; 18:11; 23:6; 27:20; 30:15; 33:16

· melawan aku: Ayub 3:23; [Lihat FULL. Ayub 3:23]; Mazm 88:16-19

Ref. Silang FULL: Ayb 6:5 - Meringkikkah // keledai // dekat makanannya · Meringkikkah: Ayub 30:7 · keledai: Kej 16:12; Kej 16:12 · dekat makanannya: Ayub 24:6; Yes 30:24

· Meringkikkah: Ayub 30:7

· keledai: Kej 16:12; [Lihat FULL. Kej 16:12]

· dekat makanannya: Ayub 24:6; Yes 30:24

Ref. Silang FULL: Ayb 6:6 - putih telur · putih telur: Ayub 33:20; Mazm 107:18

· putih telur: Ayub 33:20; Mazm 107:18

Ref. Silang FULL: Ayb 6:7 - yang memualkan · yang memualkan: Ayub 3:24; Ayub 3:24

· yang memualkan: Ayub 3:24; [Lihat FULL. Ayub 3:24]

Ref. Silang FULL: Ayb 6:8 - yang kuharapkan · yang kuharapkan: Ayub 14:13

· yang kuharapkan: Ayub 14:13

Ref. Silang FULL: Ayb 6:9 - berkenan meremukkan // dan menghabisi · berkenan meremukkan: Ayub 19:2 · dan menghabisi: Bil 11:15; Bil 11:15; Mazm 31:23; Mazm 31:23

· berkenan meremukkan: Ayub 19:2

· dan menghabisi: Bil 11:15; [Lihat FULL. Bil 11:15]; Mazm 31:23; [Lihat FULL. Mazm 31:23]

Ref. Silang FULL: Ayb 6:10 - merupakan hiburan // waktu kepedihan // menyangkal firman // Yang Mahakudus · merupakan hiburan: Ayub 2:11; Ayub 2:11; Ayub 15:11; Mazm 94:19 · waktu kepedihan: Mazm 38:18; Yer 4:19; 45:3 · menyangkal fir...

· merupakan hiburan: Ayub 2:11; [Lihat FULL. Ayub 2:11]; Ayub 15:11; Mazm 94:19

· waktu kepedihan: Mazm 38:18; Yer 4:19; 45:3

· menyangkal firman: Ayub 22:22; 23:12; Mazm 119:102; Mr 8:38

· Yang Mahakudus: Im 11:44; [Lihat FULL. Im 11:44]; 2Raj 19:22; [Lihat FULL. 2Raj 19:22]; Yes 31:1; [Lihat FULL. Yes 31:1]

Ref. Silang FULL: Ayb 6:11 - harus bersabar · harus bersabar: Ayub 6:3; Ayub 6:3

· harus bersabar: Ayub 6:3; [Lihat FULL. Ayub 6:3]

Ref. Silang FULL: Ayb 6:12 - dari tembaga · dari tembaga: Ayub 26:2; Ayub 26:2

· dari tembaga: Ayub 26:2; [Lihat FULL. Ayub 26:2]

Ref. Silang FULL: Ayb 6:13 - pertolongan bagiku · pertolongan bagiku: Ayub 26:2

· pertolongan bagiku: Ayub 26:2

Ref. Silang FULL: Ayb 6:14 - Siapa // kasih sayang // terhadap sesamanya // Yang Mahakuasa · Siapa: Ayub 4:5; Ayub 4:5 · kasih sayang: 1Sam 20:42; Ayub 15:4 · terhadap sesamanya: Ayub 12:4; 17:2,6; 19:19,21; 21:3; 30:1,1...

· Siapa: Ayub 4:5; [Lihat FULL. Ayub 4:5]

· kasih sayang: 1Sam 20:42; Ayub 15:4

· terhadap sesamanya: Ayub 12:4; 17:2,6; 19:19,21; 21:3; 30:1,10; Mazm 38:12; 69:21; 1Yoh 3:17

· Yang Mahakuasa: Kej 17:1; [Lihat FULL. Kej 17:1]

Ref. Silang FULL: Ayb 6:15 - seperti sungai · seperti sungai: Ayub 13:4; 16:2; 21:34; Mazm 22:2; 38:12; Yer 15:18

Ref. Silang FULL: Ayb 6:16 - dalamnya salju · dalamnya salju: Mazm 147:18

· dalamnya salju: Mazm 147:18

Ref. Silang FULL: Ayb 6:17 - kena panas · kena panas: Ayub 24:19

· kena panas: Ayub 24:19

Ref. Silang FULL: Ayb 6:19 - dari Tema // dari Syeba · dari Tema: Kej 25:15; Kej 25:15 · dari Syeba: Kej 10:7,28; Kej 10:7; Kej 10:28

· dari Tema: Kej 25:15; [Lihat FULL. Kej 25:15]

· dari Syeba: Kej 10:7,28; [Lihat FULL. Kej 10:7]; [Lihat FULL. Kej 10:28]

Ref. Silang FULL: Ayb 6:20 - mereka tertipu · mereka tertipu: Yer 14:3; Yoel 1:11

· mereka tertipu: Yer 14:3; Yoel 1:11

Ref. Silang FULL: Ayb 6:21 - dahsyat, takutlah · dahsyat, takutlah: Mazm 38:12

· dahsyat, takutlah: Mazm 38:12

Ref. Silang FULL: Ayb 6:22 - uang suap // dari hartamu · uang suap: Bil 35:31; Bil 35:31; Ayub 33:24; Mazm 49:8 · dari hartamu: Yer 15:10

· uang suap: Bil 35:31; [Lihat FULL. Bil 35:31]; Ayub 33:24; Mazm 49:8

· dari hartamu: Yer 15:10

Ref. Silang FULL: Ayb 6:23 - orang lalim · orang lalim: 2Raj 19:19; 2Raj 19:19

· orang lalim: 2Raj 19:19; [Lihat FULL. 2Raj 19:19]

Ref. Silang FULL: Ayb 6:24 - akan diam // aku tersesat · akan diam: Ayub 2:10; Ayub 2:10; Ayub 33:33; Mazm 39:2; 141:3; Ams 10:19; 11:12; 17:27; Pengkh 5:1 · aku tersesat: Ayub 19:4

· akan diam: Ayub 2:10; [Lihat FULL. Ayub 2:10]; Ayub 33:33; Mazm 39:2; 141:3; Ams 10:19; 11:12; 17:27; Pengkh 5:1

· aku tersesat: Ayub 19:4

Ref. Silang FULL: Ayb 6:25 - kokohnya kata-kata · kokohnya kata-kata: Pengkh 12:11; Yes 22:23

· kokohnya kata-kata: Pengkh 12:11; Yes 22:23

Ref. Silang FULL: Ayb 6:26 - dianggap angin · dianggap angin: Ayub 6:3; Ayub 6:3; Kej 41:6; Kej 41:6; Ayub 8:2; 15:3; 16:3; Yer 5:13

· dianggap angin: Ayub 6:3; [Lihat FULL. Ayub 6:3]; Kej 41:6; [Lihat FULL. Kej 41:6]; Ayub 8:2; 15:3; 16:3; Yer 5:13

Ref. Silang FULL: Ayb 6:27 - anak yatim // membuang undi · anak yatim: Kel 22:22,24; Kel 22:22; Kel 22:24; Ayub 31:17,21; Yes 10:2 · membuang undi: Yeh 24:6; Yoel 3:3; Ob 1:11; Nah 3:10

· anak yatim: Kel 22:22,24; [Lihat FULL. Kel 22:22]; [Lihat FULL. Kel 22:24]; Ayub 31:17,21; Yes 10:2

· membuang undi: Yeh 24:6; Yoel 3:3; Ob 1:11; Nah 3:10

Ref. Silang FULL: Ayb 6:28 - di hadapanmu · di hadapanmu: Ayub 9:15; 24:25; 27:4; 32:10; 33:1,3; 34:6; 36:3,4

Ref. Silang FULL: Ayb 6:29 - terjadi kecurangan // pasti benar // pasti benar · terjadi kecurangan: Ayub 19:6; 27:2; 40:3; Yes 40:27 · pasti benar: Ayub 2:3; Ayub 2:3 · pasti benar: Ayub 9:21; 10:7; 11:2; 12...

Ref. Silang FULL: Ayb 6:30 - pada lidahku // dapat membeda-bedakan · pada lidahku: Ayub 27:4 · dapat membeda-bedakan: Ayub 12:11

· pada lidahku: Ayub 27:4

· dapat membeda-bedakan: Ayub 12:11

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per Ayat)

Wycliffe: Ayb 4:1--37:24 - -- A. Keputusan-keputusan Manusia (4:1-37:24) Karena dialog antara Ayub dengan sahabat-sahabatnya terkait dengan keluhan Ayub dan bukan secara langsung ...

A. Keputusan-keputusan Manusia (4:1-37:24)

Karena dialog antara Ayub dengan sahabat-sahabatnya terkait dengan keluhan Ayub dan bukan secara langsung dengan penderitaan yang dialaminya, maka misi dari para sahabat lebih merupakan usaha penghakiman daripada penghiburan pastoral, dan ini makin nyata dalam siklus pembicaraan selanjutnya (tentang struktur siklus dialog ini lihat Garis Besar di atas). Para sahabat tersebut mengambil kedudukan sebagai dewan penatua yang siap menghakimi seorang pelanggar yang keras hati. Pertimbangan kesalahan Ayub mencakup pembahasan tentang aspek-aspek yang lebih luas dari masalah teodise, tetapi selalu dengan memperhatikan penghukuman dan kasus khusus Ayub. Oleh karena itu, bagi Ayub perdebatan itu bukan merupakan penyelidikan akademis yang obyektif tentang penderitaan pada umumnya, melainkan suatu fase baru yang lebih menyakitkan dari penderitaannya. Para sahabat itu diperdaya oleh ketaatan mereka pada teori tradisional sehingga ikut membantu serta bersekongkol dengan Iblis dalam memusuhi Allah dan menggelapkan jalan hikmat bagi hamba Allah, Ayub. Tetapi perdebatan ini berguna untuk membungkam hikmat dunia dan dengan demikian mempersiapkan penyajian pendekatan sesuai perjanjian terhadap hikmat yang muncul dalam percakapan antara Elihu dan Tuhan sendiri. Sekali lagi, di dalam permohonan banding Ayub kepada mahkamah tertinggi mengingat keputusan-keputusan manusia tidak sesuai dengan keadaan, yang terungkap dalam kerinduan Ayub yang mendalam untuk membela dirinya di hadapan Tuhan, perdebatan tersebut sampai membuat Allah harus menampakkan diri.

Wycliffe: Ayb 6:1--7:21 - -- b) Jawaban Ayub kepada Elifas (6:1-7:21). Kehadiran para ahli filsafat itu telah membuat Ayub menduga-duga nasibnya dan keadaan tersebut membuatnya m...

b) Jawaban Ayub kepada Elifas (6:1-7:21).

Kehadiran para ahli filsafat itu telah membuat Ayub menduga-duga nasibnya dan keadaan tersebut membuatnya mempertanyakan hikmat Allah (ps. 3). Hal-hal yang diutarakan Elifas mengenai hubungan antara dosa dengan penderitaan memunculkan tema yang akan membuat Ayub kemudian mempertanyakan keadilan Allah; sikap ini disebabkan karena Ayub tahu bahwa penderitaan luar biasa yang dialami olehnya tidak disebabkan oleh dosa yang luar biasa. Namun, di dalam jawabannya yang pertama ini, Ayub tidak membahas mengenai keadilan Allah secara teologis, namun mengutarakan lagi penderitaan batinnya, akibat rasa terpisah dari Allah yang membuatnya menderita. Itu merupakan aliran keluhan pertama Ayub, dan usaha Elifas ternyata hanya meningkatkan penderitaan batin Ayub. Karena itu, apa yang kini diutarakan Ayub merupakan kelanjutan dari keluhan tersebut dengan beberapa penekanan baru. Berawal dengan sikap defensif, Ayub membenarkan curahan emosinya yang semula (6:1-13). Kemudian, dengan beralih ke sikap ofensif, Ayub mengecam sahabat-sahabatnya atas sikap mereka yang tidak menunjukkan belas kasihan (6:14-30). Akhirnya, berpaling dari sahabat-sahabatnya kepada Allah, Ayub mengulangi lagi ratapannya (7:1-21).

Wycliffe: Ayb 6:1-13 - Hendaklah kiranya kekesalan hatiku ditimbang // tergesa-gesa // Anak panah dari Yang Mahakuasa ... kedahsyatan // Aku akan melompat-lompat kegirangan di waktu kepedihan yang tak kenal belas kasihan // tidak pernah menyangkal firman Yang Mahakudus // Apakah masa depanku sehingga aku harus bersabar? 6:1-13. Sebagaimana ditunjukkan oleh berbagai bentuk jamak, apa yang diutarakan di dalam pasal ini diarahkan kepada semua sahabatnya. Karena mereka se...

6:1-13. Sebagaimana ditunjukkan oleh berbagai bentuk jamak, apa yang diutarakan di dalam pasal ini diarahkan kepada semua sahabatnya. Karena mereka semua menyetujui pandangan Elifas dan dengan Cara memandang serta sikap jelas mereka mengaminkan uraian Elifas; hal itu akan tampak di dalam uraian-uraian mereka nantinya. Hendaklah kiranya kekesalan hatiku ditimbang (ay. 2a). Ayub mengabaikan sindiran Elifas mengenai penyebab penderitaannya dan membela kejengkelan hatinya yang diungkapkan dalam keluhannya. Bagi Elifas keluhan Ayub terdengar tidak menyenangkan (5:2). Namun, kata Ayub, jika kata-kata yang diucapkan secara tergesa-gesa (6:3b) itu ditimbang, maka ucapannya itu pasti akan jauh lebih ringan dibandingkan penderitaannya yang lebih berat dari pasir di laut. Anak panah dari Yang Mahakuasa ... kedahsyatan (ay. 4). Sikap menjauh, kemarahan yang nyaris pahit telah diutarakan Ayub dengan keengganannya untuk menyebutkan Allah bahkan sebagai penyebab penderitaannya sekalipun. Penafsiran Elifas yang sangat teistik terhadap penderitaan Ayub setidak-tidaknya mendorong perubahan yang bermanfaat di dalam hal ini. Ayub sekarang dengan terus terang mengungkapkan perasaannya bahwa Allah sedang menganggap dirinya sebagai musuh dengan menyusun sekumpulan besar teror terhadapnya. Di dalam membela keluhannya lebih lanjut, Ayub mengemukakan bahwa hewan sekalipun tidak mengeluh tanpa alasan (ay. 5). Adalah wajar jika manusia menolak makanan yang hambar dan memuakkan (ay. 6, 7). Kemudian, dengan mengacu kepada penggambaran Elifas tentang kematian makhluk-makhluk fana yang rapuh (4:19-21), Ayub menyatakan bahwa dirinya justru ingin mati (ay. 8, 9). Aku akan melompat-lompat kegirangan di waktu kepedihan yang tak kenal belas kasihan (ay. 10). Jika dirinya harus mati dengan kematian yang menurut Elifas hanya diperuntukkan bagi orang tidak beriman sekalipun, ia akan menyambutnya dengan gembira. Kematian itu pun, dalam hal dirinya, tidak akan merupakan kematian seorang yang tidak beriman, sebab, bertolak belakang dengan sindiran Elifas, Ayub tidak pernah menyangkal firman Yang Mahakudus (ay. 10c). Apakah masa depanku sehingga aku harus bersabar? (ay. 11b). Sumber daya yang dapat dipakai Ayub untuk bertahan sudah habis. Sekalipun Elifas meramalkan masa depan yang indah, masa depan di dunia ini suram adanya.

Wycliffe: Ayb 6:14-30 - "Saudara-saudaraku tidak dapat dipercaya seperti sungai" // Ketika melihat yang dahsyat, takutlah kamu // Dan sahabatmu kamu perlakukan seperti barang dagangan // Berbaliklah, aku pasti benar 14-30. Elifas telah mengecam keluhan Ayub. Kini giliran Ayub menyerang "penghiburan" Elifas. "Saudara-saudaraku tidak dapat dipercaya seperti sungai" ...

14-30. Elifas telah mengecam keluhan Ayub. Kini giliran Ayub menyerang "penghiburan" Elifas. "Saudara-saudaraku tidak dapat dipercaya seperti sungai" (ay. 15a). Ayub tidak meminta apa-apa, seperti uang tebusan yang besar (ay. 22, 23) - hanya belas kasihan yang wajar diharapkan seseorang dari sahabat-sahabatnya. Namun dia sangat kecewa terhadap para "penghiburnya" bagaikan sebuah kafilah kehausan yang tiba di sebuah wadi hanya untuk menemukan bahwa wadi itu ternyata kering (ay. 15-21). Ketika melihat yang dahsyat, takutlah kamu (ay. 21b) ... Dan sahabatmu kamu perlakukan seperti barang dagangan (ay. 27b). Tindakan mereka yang tidak mengenal belas kasihan, kata Ayub, disebabkan oleh kekhawatiran bahwa malapetaka semacam yang dialami dirinya juga akan menimpa mereka. Mereka khawatir bahwa menunjukkan belas kasihan kepada Ayub akan dipahami sebagai sikap mengecam pemeliharaan Allah sehingga Allah menimpakan juga malapetaka sejenis atas mereka. Untuk memastikan agar Allah tidak berbuat itu, mereka kemudian menyindir Ayub bahwa dirinya telah berdosa sebanding dengan malapetaka yang menimpanya. Sebagai bukti mereka menyebutkan nada-nada memberontak di dalam keluhannya. Akan tetapi, kata-kata putus asa Ayub yang diucapkan karena terpancing hasutan tidak membuktikan sikap dan perilakunya yang wajar (ay. 26). Berbaliklah, aku pasti benar (ay. 29). Maksudnya, "Berhentilah menerima teologi tanpa bukti itu yang menganggap saya bersalah, sebab saya tidak bersalah" (ay. 30).

buka semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Rentang Ayat

SH: Ayb 6:1-30 - Berani mati yang seperti apa? (Rabu, 1 Desember 2004) Berani mati yang seperti apa? Menerima tuduhan semena-mena atau penilaian keliru tentu menimbulkan beban penderitaan Ayub semakin berat. Kin...

SH: Ayb 6:1--7:21 - Jangan lari dari Tuhan. (Minggu, 21 Juli 2002) Jangan lari dari Tuhan. Dewasa ini ada sebagian orang Kristen yang berpandangan bahwa Tuhan akan menganugerahkan kemakmuran dan kesehatan kepada seti...

Topik Teologia: Ayb 6:10 - -- Allah yang Berpribadi Yang Mahakudus Ayu 6:10 Ams 9:10 Yes 40:25 Yes 43:15 Hos 11:9 Hab 1:12 Allah itu Kudus Kel 15:1...

Topik Teologia: Ayb 6:14 - -- Dosa Dosa-dosa Terhadap Allah Dosa-dosa Ketidakpercayaan Tidak Takut kepada Allah Kej 20:11 Kel 9:30 Ula 25:18 Ayu 6:...

Topik Teologia: Ayb 6:27 - -- Dosa Dosa-dosa Terhadap Sesama Dosa-dosa Merugikan Orang Lain Penindasan Ayu 6:27 Ayu 20:19-22 Ayu 22:5-9 Ayu 24:21 Ayu 34:26,28 A...

Topik Teologia: Ayb 6:30 - -- Umat Manusia Pada Umumnya Unsur-unsur Pembentuk Keindividualitas Manusia Bagian dari Tubuh Manusia sebagai Aspek Moral Kemanusiaan ...

buka semua
Pendahuluan / Garis Besar

Full Life: Ayub (Pendahuluan Kitab) Penulis : Tidak Dikenal Tema : Mengapa Orang Benar Menderita ? Tanggal Penulisan: Tidak Pasti Latar Belakang Kitab Ayub tergol...

Full Life: Ayub (Garis Besar) Garis Besar I. Prolog Prosa: Krisisnya (Ayub 1:1-2:13) A. Ayub, Orang Benar yang Takut Akan Allah (A...

Jerusalem: Ayub (Pendahuluan Kitab) KITAB AYUB PENGANTAR Karya sastera paling unggul yang dihasilkan gerakan kebijaksanaan di Israel ialah kitab Ayub. Kitab ini dimulai dengan sebuah cer...

Ende: Ayub (Pendahuluan Kitab) IJOB PENDAHULUAN Karya utama dari sesusasteraan kebijaksanaan Israil dan jang termasuk bilangan tjiptaan terbesar jang pernah dihasilkan pudjangga2 in...

Wycliffe: Ayub (Pendahuluan Kitab) PENDAHULUAN AYUB Judul. Nama dari kitab ini maupun tokoh utamanya, iyyob muncul di dalam naskah-naskah non-alkitabiah sejak tahun 2000 sM. Judul Ayub...

Wycliffe: Ayub (Garis Besar) GARIS BESAR AYUB I. Malapetaka Hikmat Ayub Dicobai (1:1-2:10) A. Hikmat Ayub Diutarakan (1:1-5) B. Hikmat Ayub Disangkal da...

BIS: Ayub (Pendahuluan Kitab) BUKU AYUB PENGANTAR Buku Ayub adalah kisah tentang seorang yang baik budi, ia mengalami musibah hebat; ia kehilangan semua anaknya dan segala harta

BUKU AYUB

PENGANTAR

Buku Ayub adalah kisah tentang seorang yang baik budi, ia mengalami musibah hebat; ia kehilangan semua anaknya dan segala harta bendanya, lalu dihinggapi penyakit kulit yang menjijikkan. Dalam tiga rangkaian percakapan yang bersajak, si penulis menggambarkan bagaimana teman-teman Ayub, dan Ayub sendiri menanggapi malapetaka itu. Pokok yang penting dalam percakapan-percakapan itu ialah yang menyinggung caranya Allah memperlakukan manusia. Pada bagian terakhir, Allah sendiri menyatakan diri-Nya kepada Ayub.

Teman-teman Ayub menjelaskan penderitaan Ayub itu menurut ajaran agama yang tradisional. Pada sangka mereka, Allah selalu mengganjar orang yang baik dan menghukum orang yang jahat. Jadi, penderitaan Ayub hanya dapat berarti bahwa ia telah berbuat dosa. Tetapi bagi Ayub pendapat itu terlalu dangkal; tidak sepantasnya ia mendapat hukuman yang sekejam itu, sebab ia seorang yang sangat baik dan jujur. Ia tidak dapat mengerti mengapa Allah membiarkan orang seperti dirinya mengalami begitu banyak bencana, dan dengan berani ia menantang Allah. Ayub tidak kehilangan kepercayaannya kepada Allah, tetapi ia sungguh-sungguh ingin supaya dibenarkan oleh Allah dan supaya mendapat kembali kehormatannya sebagai orang yang baik.

Allah tidak memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan Ayub, tetapi Allah menanggapi kepercayaan Ayub dengan memberinya banyak contoh mengenai kuasa dan hikmat-Nya. Contoh-contoh itu dilukiskan dengan puisi. Kemudian dengan segala rendah hati, Ayub mengakui kebijaksanaan dan keagungan Allah, lalu menyesali kata-katanya yang keras dan penuh kemarahan itu.

Bagian terakhir dari kisah ini, yang ditulis dengan bahasa biasa, menuturkan bagaimana Ayub dikembalikan kepada keadaannya semula, dengan kekayaan yang jauh melebihi kekayaannya sebelum itu. Allah memarahi teman-teman Ayub karena mereka tidak dapat memahami arti kesengsaraan Ayub. Hanya Ayublah yang sungguh-sungguh menyadari bahwa Allah lebih besar daripada yang telah diajarkan oleh agama yang tradisional itu.

Isi

  1.  Pendahuluan
    Ayub 1:1-2:13
  2.  Ayub dan teman-temannya
    Ayub 3:1-31:40
    1. a. Keluhan Ayub
      Ayub 3:1-26
    2. b. Percakapan pertama
      Ayub 4:1-14:22
    3. c. Percakapan kedua
      Ayub 15:1-21:34
    4. d. Percakapan ketiga
      Ayub 22:1-27:23
    5. e. Pujian terhadap hikmat
      Ayub 28:1-28
    6. f. Pernyataan Ayub yang terakhir
      Ayub 29:1-31:40
  3.  Wejangan Elihu
    Ayub 32:1-37:24
  4.  TUHAN menjawab Ayub
    Ayub 38:1-42:6
  5.  Penutup
    Ayub 42:7-17

Ajaran: Ayub (Pendahuluan Kitab) Tujuan Supaya dengan mengetahui isi Kitab Ayub, anggota jemaat mengerti bahwa suatu penderitaan dapat membawa kemenangan dan pengenalan yang lebih d

Tujuan

Supaya dengan mengetahui isi Kitab Ayub, anggota jemaat mengerti bahwa suatu penderitaan dapat membawa kemenangan dan pengenalan yang lebih dalam akan Allah.

Pendahuluan

Penulis : Penulis Kitab Ayub tidak diketahui dengan jelas.

Isi Kitab: Kitab Ayub terdiri dari 42 pasal. Isi Kitab Ayub merupakan kisah nyata dari seorang bernama Ayub yaitu mengisahkan kehidupan Ayub yang berbahagia karena kesalehannya, tetapi kemudian hidup dalam penderitaan karena pencobaan iblis. Akhirnya dia kembali memperoleh kebahagiaan, karena ketekunannya dalam beribadah walaupun menderita.

I. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Ayub

  1. Pasal 1 (Ayub 1:1-5).

    Keadaan Ayub sebelum pencobaan iblis Ayub adalah seorang yang hidup dalam kesalehan dan kelimpahan.

    Pendalaman Bacalah pasal Ayub 1:1-5, sebutkanlah keadaan Ayub waktu itu.

  2. Pasal 1-3 (Ayub 1:6-3:26).

    Keadaan Ayub dalam pencobaan iblis Dalam bagian ini dijelaskan bahwa iblis mengambil semua harta milik dan kesehatan Ayub. Hal ini membuat Ayub sangat menderita.

    Pendalaman

    1. Siapakah yang tidak mengingini kebahagiaan Ayub? (Ayub 1:6-12). Tetapi sebenarnya apakah maksud Iblis kepada Tuhan? (Ayub 1:9,11).
    2. Perhatikan pasal Ayub 1:13-22. Apakah yang terjadi dalam kehidupan Ayub? Dan bagaimanakah tanggapan Ayub terhadap hal itu? (Ayub 1:20-22).
    3. Perhatikan pasal Ayub 2:1-10. Penderitaan apa lagikah yang Ayub alami? Tetap bagaimanakah sikapnya terhadap Allah? (Ayub 2:9-10).
  3. Pasal 4-37 (Ayub 4:1-37:24).

    Percakapan Ayub dengan sahabat-sahabatnya

    Pada bagian ini dijelaskan tentang 3 orang sahabat Ayub yang bernama Elifas, Bildad, dan Zofar. Mereka datang dan mengatakan bahwa penderitaan Ayub adalah akibat dari dosa yang dibuat secara sembunyi-sembunyi. Mereka menyuruh Ayub supaya mengakui saja dosanya, tetapi Ayub tetap bertahan, bahwa ia hidup benar di hadapan Allah. Setelah tiga teman Ayub itu selesai berbicara, seorang muda bernama Elihu memperingatkan mereka semua termasuk Ayub bahwa Tuhan adalah Maha besar dan mempunyai maksud yang baik dalam penderitaan orang beriman. (dalam pasal Ayub 9:33).

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal Ayub 4:1-9. Siapakah yang berbicara dalam bagian ini? Dan apakah tuduhannya terhadap Ayub?
    2. Bacalah pasal Ayub 8:1-7. Siapakah yang berbicara dalam bagian ini? Dan apakah tuduhannya terhadap Ayub?
    3. Bacalah pasal Ayub 11:1-6. Siapakah yang berbicara dalam bagian ini? Dan apakah tuduhannya terhadap Ayub?
    4. Bacalah pasal Ayub 31:1-6. Bagaimanakah Ayub memandang dirinya sendiri?
    5. Bagaimanakah pendapat Elihu mengenai hal ini? (Ayub 32:1-5).
  4. Pasal 38-42 (Ayub 38:1-42:17).

    Jawaban Tuhan kepada Ayub Dalam bagian ini Ayub di tegur oleh Allah. Kemudian Ayub merendahkan diri dihadapan Allah serta mencabut pembelaan dirinya. Setelah ini Ayub tidak lagi hidup menderita, karena diberkati Allah.

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal Ayub 38:1,34-38. Apakah yang terjadi dalam bagian ini?
    2. Bacalah pasal Ayub 42:1-6. Apakah yang terjadi dengan Ayub?
    3. Bagaimanakah keadaan Ayub pada akhirnya? (pasal Ayub 42:7-17).

II. Kesimpulan/penerapan

  1. Kitab Ayub mengajarkan kepada orang beriman bahwa Iblis tidak berkuasa untuk mencabut nyawa seseorang.

  2. Kitab Ayub mengajarkan bahwa Allah mengijinkan anak-anaknya mengalami penderitaan untuk menunjukkan kemahakuasaan-Nya.

  3. Kitab Ayub mengajarkan bahwa penderitaan dapat menjadi suatu alat untuk membawa seseorang pada pertumbuhan rohani yang dewasa.

  4. Kitab Ayub mengajarkan Ayub sebagai teladan orang yang menyembah Allah secara benar, yaitu penyembahan yang didasari ketulusan hati.

Pertanyaan-pertanyaan yang Dapat Digunakan untuk Tanya Jawab

  1. Apakah isi Kitab Ayub?
  2. Siapakah nama-nama sahabat Ayub?
  3. Penderitaan apa sajakah yang dihadapi oleh Ayub? Dan siapakah yang menginginkan hal ini?
  4. Apakah pelajaran rohani yang saudara dapatkan setela mempelajari Kitab Ayub?

Intisari: Ayub (Pendahuluan Kitab) Mengapa orang tak berdosa harus menderita ORANG-ORANG ISRAEL YANG BIJAKSANASelain oleh para nabi dan imam, umat Allah juga dilayani oleh sekelompok o

Mengapa orang tak berdosa harus menderita

ORANG-ORANG ISRAEL YANG BIJAKSANA
Selain oleh para nabi dan imam, umat Allah juga dilayani oleh sekelompok orang yang dinamakan "Orang-orang berhikmat". Mereka ini adalah para pembimbing dan penasihat yang menghabiskan waktu mereka untuk memutuskan cara-cara yang paling bijaksana dan paling benar untuk menjalani kehidupan dan menjalankan pemerintahan. Hasil penelitian mereka selalu diterapkan dalam kehidupan nyata. Kita mengetahui hal ini dari kitab-kitab mereka yang biasanya disebut "Kitab Hikmat" (Ayub, Amsal, Pengkhotbah, ditambah beberapa Mazmur). Kadangkala mereka memberikan nasihat mereka dalam bentuk pepatah yang singkat dan jelas atau "amsal". Selain itu mereka juga berbicara mengenai masalah-masalah besar dalam kehidupan, terutama masalah penderitaan.

SIAPAKAH AYUB?
Apa yang kita ketahui mengenai Ayub tidak lebih daripada apa yang digambarkan pada permulaan kitab itu. Rupanya ia orang yang terkenal (Yeh 14:14,20), namun oleh karena tidak ada acuan terhadap sejarah orang Israel, Ayub mungkin hidup jauh sebelum umat Allah bermukim di Kanaan. Beberapa orang berpendapat bahwa kisah mengenai penderitaannya dipakai oleh beberapa penulis yang tak dikenal sebagai latar belakang untuk membicarakan masalah penderitaan. Kita pun tidak tahu kapan kitab itu ditulis. Minat terhadap hikmat Allah sudah ada sejak zaman Salomo, dan kitab ini mungkin ditulis pada zaman pemerintahannya.

POKOK PERMASALAHAN
Kitab ini menyangkut suatu pertanyaan abadi yaitu "Mengapa orang yang tak berdosa harus menderita?" Ayub adalah seorang yang baik yang tiba-tiba kehilangan segalanya. Seperti banyak dari penderitaan kita, rasanya hal ini tidak adil. Jawaban baku teman-temannya -- bahwa Allah menghakimi orang yang jahat, dan oleh karenanya pasti Ayub telah melakukan kejahatan -- sama sekali tidak cocok. Mereka mengatakannya dengan berbagai cara. Elifas sopan dan sedikit berbau mistik. Bildad, seorang tradisionalis, mengutarakannya berdasarkan pendapat yang sudah lama dikenal, sementara Zofar adalah pembantah Allah yang kurang ajar dan kasar. Ketiga mereka pada akhirnya kehilangan kesabaran terhadap Ayub. Sesungguhnya, pada percakapan ketiga, Bildad hanya berbicara sedikit sekali, sementara Zofar menolak untuk berbicara lagi. Ayub berdebat dengan kedua orang itu dan dengan Allah; dan dengan demikian ia mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang hanya dapat dijawab dalam Perjanjian Baru. Oleh karena Elihu masih muda, ia tidak dihargai oleh yang lain. Argumentasinya penuh dengan keyakinan orang muda, tetapi juga agak kacau dan tidak matang. Percakapan dengan Elihu mungkin baru belakangan ditambahkan pada kitab itu.

Pesan

1. Dilucuti sampai bergantung sepenuhnya pada iman
o Ayub adalah contoh seorang yang bergantung kepada Allah waktu segalanya berjalan dengan baik dan yang terus percaya kepada-Nya pada waktu mengalami kesusahan. Ayu 1:1,20-22; 2:10
o Ia mungkin menganggap kerugiannya sebagai hukuman Allah, namun demikian ia telah melakukan segalanya dengan tulus untuk melayani Allah. Allah seakan-akan telah meninggalkan dia. Ayu 12:4; 13:19; 16:15-17; 23:10-12; 27:2-6
o Tuduhan-tuduhan yang dilancarkan oleh kawan-kawannya dan tentangan dari istrinya membuat dia sungguh-sungguh seorang diri. Ayu 2:9; 19:13-20

2. Penghibur yang tidak berguna
o Kawan-kawan Ayub sama sekali tidak memberikan pertolongan. Lebih baik jika mereka tidak mengatakan apa-apa. Ayu 13:4,5; 16:2-3; 19:1-3
o Pendapat mereka yang utama, yaitu bahwa Allah memberkati orang saleh dan menghukum orang jahat, secara umum memang benar. Tetapi, tidaklah benar untuk menerapkan pendapat itu tanpa melihat kualitas kehidupan secara menyeluruh. Pendapat itu tidak memberikan jawaban mengapa orang yang tak berdosa kadangkala menderita, sedangkan orang yang tidak saleh terhindar dari malapetaka. Ayu 4:7; 5:19-26; 8:5-7,20:22; 11:13-20
o Mereka mengambil kesimpulan bahwa penderitaan yang diderita oleh Ayub tentunya merupakan penghakiman Allah atas dosa-dosanya. Sanggahan Ayub bahwa ia sungguh-sungguh tidak berdosa hanya membuat mereka bertambah marah. Ayu 22:1-30

3. Penderitaan sebagai didikan
Pendapat Elihu bahwa penderitaan dapat merupakan cara Allah mengajar kita, perlu diperbincangkan lebih lanjut. Tetapi oleh karena baik Ayub maupun Allah tidak memberi tanggapan pada Elihu, maka ini berarti bahwa hal itu tidak berlaku di sini. Ayu 5:17,18; 33:14-30; 36:5-16

4. Kecerobohan Ayub
o Ayub terdorong untuk mengatakan banyak hal secara gegabah, karena kekerasan kawan-kawannya yang kurang simpatik. Ia sungguh-sungguh tersesat ketika menantang Allah dan memperdebatkan masalahnya dengan Dia. Ia seakan-akan menyatakan bahwa ia lebih tahu daripada Allah. Ayu 7:11-21; 9:14-35; 13:3,15-28; 23:2-7; 31:35-37
o Seperti kawan-kawannya, Ayub hanya dapat berpikir dalam hubungannya dengan kehidupan ini saja. Namun demikian, permohonannya akan keadilan sebenarnya mulai menggapai masalah di balik kematian dan mengharapkan keadilan dalam kehidupan selanjutnya. Ayu 10:20-22; 14:7-22; 17:13-16; 19:23-27.

5. Jawaban Allah
Allah tidak secara terang-terangan menjelaskan kepada Ayub mengapa ia menderita seperti yang dialaminya. Sebaliknya Dia menunjukkan secara sekilas kebesaran-Nya dan kebijakan-Nya yang tanpa batas, yang terlihat terutama dalam keajaiban ciptaan-Nya. Jika Ayub tidak dapat mengerti rahasia yang paling sederhana, bagaimana mungkin ia mengerti akan rencana Allah dalam kehidupannya? Ayu 38:1-42:6

Penerapan

1. Penderitaan dialami oleh semua orang
Setiap orang yang hidup dalam dunia yang sudah jatuh ke dalam dosa ini tidak akan luput dari penderitaan. Kita tidak dapat berharap untuk menjalani kehidupan tanpa mengalami kesakitan atau kesusahan hanya karena kita umat Allah.

2. Jangan mengaburkan kebenaran
Biasanya Allah memberkati dan melimpahi mereka yang mengasihi Dia. Allah juga menghakimi orang yang jahat. Tetapi, tidak selalu terjadi demikian dalam kehidupan ini. Sama sekali tidak benar dan kejam, mengatakan bahwa jika seseorang menderita, maka hal itu pasti disebabkan oleh dosa-dosanya.

3. Apa yang terjadi di balik segala peristiwa
Kita tidak tahu apa yang sedang terjadi dalam dunia rohani yang mempengaruhi keadaan kita di dunia ini. Apa yang kita derita mungkin merupakan gambaran peperangan rohani yang sedang terjadi "di surga".

4. Krisis dan pertumbuhan
Pada saat kita tidak tahu lagi apa yang dapat kita lakukan selain bergantung kepada Allah yang tahu apa yang dilakukan-Nya, maka iman kita menjadi sungguh-sungguh iman yang hidup. Allah kadang-kadang mengambil semua perkara yang kita andalkan, sehingga kita betul-betul bertumpu pada-Nya.

5. Terlalu besar bagi kita
Walaupun kita kadang-kadang dapat melihat rencana Allah dalam penderitaan kita, jalan-jalan-Nya selalu lebih tinggi daripada pengertian kita, sehingga rencana-Nya yang sempurna selalu berada di luar jangkauan pengertian kita. Banyak penjelasan kita hanya melulu kata-kata. Pada saat-saat seperti itu akan lebih baik bila kita diam saja dan menggantungkan diri sepenuhnya kepada Allah.

Tema-tema Kunci

1. Sifat-sifat Allah dan pekerjaan-Nya
Allah berdaulat. Bahkan iblis pun tidak dapat berbuat apa-apa tanpa izin-Nya. Baik Ayub maupun kawan-kawannya sadar akan hal ini dan akan kenyataan bahwa Allah menciptakan dunia ini serta memeliharanya. Kitab ini penuh berisi kebesaran dan kearifan Allah. Lihat Ayu 5:8-16; 9:2-13; 11:7-9; 12:10,13-25; 25:2-6; 26:5-14; 34:10-15; 35:10,11; 36:22-33; 37:1-24; 38:1-39:30; 40:8-41:34.

2. Kelemahan manusia
Kisah Ayub mengilustrasikan kelemahan kita, ketidaktahuan, dosa, dan singkatnya hidup kita. Permohonan Ayub akan keadilan sungguh-sungguh menuntut suatu kehidupan yang melampaui kehidupan saat ini, tempat Allah dapat menghukum yang jahat dan meluruskan yang salah dari dunia ini. Lihat Ayu 4:17-21; 5:7; 7:1-10; 9:2,25,26; 14:1,2,4,7-12; 15:14-16; 25:4-6.

3. Kebijaksanaan
Kebijaksanaan Allah, yaitu pikiran Allah, kepandaian dan rencana-Nya, digambarkan kepada kita sebagai hal yang benar-benar di luar jangkauan kita (Ayu 28:1-28). Jika kita diberi sedikit pengertian tentang rahasia-rahasia ini, hal ini bukan oleh karena kepandaian kita. Hanya pada saat kita berserah kepada-Nya kita dapat mengerti sedikit tentang jalan-jalan-Nya. Pikirkanlah pengertian yang terkandung dalam Yesaya 55:8 dan 1Ko 1:18-31.

4. Saling menghibur
Kawan-kawan Ayub memberi kita suatu contoh yang baik tentang apa yang tidak boleh kita lakukan! Banyak yang mereka katakan itu benar, tetapi tidak ada hubungannya dengan masalah Ayub dan menyakitkan. Perhatikan juga bagaimana Paulus mengajar kita mengenai saling menghormati. Pelajaran apa yang secara tak langsung ingin dikatakan tentang bagaimana kita harus memakai pengalaman hidup kita (2Ko 1:3-8)?

5. Ayub dan Perjanjian Baru
Walaupun Ayub hanya disebut sekali saja dalam Perjanjian Baru (Yak 5:11), pertanyaan-pertanyaan yang diajukannya dapat lebih jelas dimengerti jika dilihat dari sudut pandang seorang Kristen. Sebagai contoh lihat Ayub 9:33, 1Ti 2:5; Ayu 14:14, Yoh 11:25; Ayu 16:19;; Ibr 9:24; Ayu 19:25; Ibr 7:25; Ayu 23:3; Yoh 14:6.

Garis Besar Intisari: Ayub (Pendahuluan Kitab) [1] MENGAPA SEMUA ITU TERJADI Ayu 1:1-3:26 Ayu 1:1-2:10Iblis mencobai Ayub Ayu 2:11-13Kawan-kawannya datang Ayu 3:1-26Ayub bertanya "Mengapa?"

[1] MENGAPA SEMUA ITU TERJADI Ayu 1:1-3:26

Ayu 1:1-2:10Iblis mencobai Ayub
Ayu 2:11-13Kawan-kawannya datang
Ayu 3:1-26Ayub bertanya "Mengapa?"

[2] PERDEBATAN PERTAMA Ayu 4:1-14:22

Ayu 4:1-5:27Elifas menyatakan pendapatnya
Ayu 6:1-7:21Ayub menyesali nasibnya
Ayu 8:1-22Bildad membela tradisi
Ayu 9:1-10:22Ayub mengalami kegetiran
Ayu 11:1-20Zofar membela Allah
Ayu 12:1-14:22Ayub memprotes ketidakberdosaannya

[3] PERDEBATAN KEDUA Ayu 15:1-21:34

Ayu 15:1-35Elifas mengatakan ia lebih tahu
Ayu 16:1-17:16Ayub merasa putus asa
Ayu 18:1-21Bildad mengulangi pendapatnya
Ayu 19:1-29Ayub memohon pertolongan
Ayu 20:1-29Zofar setuju dengan pendapat kawan-kawannya
Ayu 21:1-34Ayub menentang mereka

[4] PERDEBATAN KETIGA Ayu 22:1-31:40

Ayu 22:1-30Elifas melontarkan tuduhan kepada Ayub
Ayu 23:1-24:25Ayub merindukan keadilan
Ayu 25:1-6Bildad kesal
Ayu 26:1-27:23Ayub setuju dan tidak setuju
Ayu 28:1-28Pujian kearifan
Ayu 29:1-31:40Ayub mengambil kesimpulan

[5] ELIHU BERBICARA Ayu 32:1-37:24

Ayu 32:1-22Elihu frustrasi
Ayu 33:1-33Penderitaan merupakan didikan
Ayu 34:1-35:16Allah tidak dapat berbuat salah
Ayu 36:1-37:24Allah tahu apa yang dilakukan-Nya

[6] ALLAH MEMBERI JAWABAN KEPADA AYUB Ayu 38:1-42:6

[7] BAGAIMANA SEMUA ITU BERAKHIR Ayu 42:7-17

Advanced Commentary (Kamus, Lagu-Lagu Himne, Gambar, Ilustrasi Khotbah, Pertanyaan-Pertanyaan, dll)


TIP #21: Untuk mempelajari Sejarah/Latar Belakang kitab/pasal Alkitab, gunakan Boks Temuan pada Tampilan Alkitab. [SEMUA]
dibuat dalam 0.50 detik
dipersembahkan oleh YLSA