kecilkan semua  

Teks -- Ayub 26:1-14 (TB)

Tampilkan Strong
Konteks
Jawab Ayub: Siapa dapat mengerti kebesaran Allah?
26:1 Tetapi Ayub menjawab: 26:2 "Alangkah baiknya bantuanmu kepada yang tidak kuat, dan pertolonganmu kepada lengan yang tidak berdaya! 26:3 Alangkah baiknya nasihatmu kepada orang yang tidak mempunyai hikmat, dan pengertian yang kauajarkan dengan limpahnya! 26:4 Atas anjuran siapakah engkau mengucapkan perkataan-perkataan itu, dan gagasan siapakah yang kaunyatakan? 26:5 Roh-roh di bawah menggeletar, demikian juga air dan penghuninya. 26:6 Dunia orang mati terbuka di hadapan Allah, tempat kebinasaanpun tidak ada tutupnya. 26:7 Allah membentangkan utara di atas kekosongan, dan menggantungkan bumi pada kehampaan. 26:8 Ia membungkus air di dalam awan-Nya, namun awan itu tidak robek. 26:9 Ia menutupi pemandangan takhta-Nya, melingkupinya dengan awan-Nya. 26:10 Ia telah menarik garis pada permukaan air, sampai ujung perbatasan antara terang dan gelap; 26:11 tiang-tiang langit bergoyang-goyang, tercengang-cengang oleh hardik-Nya. 26:12 Ia telah meneduhkan laut dengan kuasa-Nya dan meremukkan Rahab dengan kebijaksanaan-Nya. 26:13 Oleh nafas-Nya langit menjadi cerah, tangan-Nya menembus ular yang tangkas. 26:14 Sesungguhnya, semuanya itu hanya ujung-ujung jalan-Nya; betapa lembutnya bisikan yang kita dengar dari pada-Nya! Siapa dapat memahami guntur kuasa-Nya?"
Paralel   Ref. Silang (TSK)   Ref. Silang (FULL)   ITL  

Nama Orang, Nama Tempat, Topik/Tema Kamus

Nama Orang dan Nama Tempat:
 · Ayub a man whose story is told in the book of Job,a man from the land of Uz in Edom
 · dunia maut the place of the dead
 · dunia orang mati the place of the dead
 · Rahab a woman inkeeper in Jericho who hid two Hebrew spies; ancester of Boaz and of Jesus,an English name representing two different Hebrew names,as representing the Hebrew name 'Rahab',poetic synonym for Egypt and or the exodus (IBD),the mythical monster of chaos, mainly to do with an unruly sea,as representing the Hebrew name 'Raxab', which has a velar fricative in the middle.,a woman of Jericho; wife of Salmon (Matt. 1:5)


Topik/Tema Kamus: Ayub | Air | Awan | Pemeliharaan Allah Terhadap | Tiang | Tritunggal | Ular | Laut | Gunung, Pegunungan | Binatang Menjalar | Bumi | Kematian | Kuasa Allah | Kuasa Roh Kudus | selebihnya
Daftar Isi

Catatan Kata/Frasa
BIS , Jerusalem , Ende , Endetn , Ref. Silang FULL

Catatan Kata/Frasa
Wycliffe

Catatan Rentang Ayat
SH , Topik Teologia

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per frasa)

BIS: Ayb 26:4 - Bildad Bildad: Nama Bildad tidak disebut dalam teks ini, tetapi biasanya bagian ini dianggap sebagai ucapan.

Bildad: Nama Bildad tidak disebut dalam teks ini, tetapi biasanya bagian ini dianggap sebagai ucapan.

BIS: Ayb 26:12 - Rahab Rahab: Lihat Ayu 9:13.

Rahab: Lihat Ayu 9:13.

BIS: Ayb 26:13 - naga yang nyaris lari naga yang nyaris lari: Lihat Ayu 9:8.

naga yang nyaris lari: Lihat Ayu 9:8.

Jerusalem: Ayb 26:1 - Ayub menjawab Jawaban Ayub kiranya hanya mencakup, Ayu 26:2-4, lalu diteruskan Ayu 27:1 dst. Ayu 24:5-14 sebaik-baiknya dianggap lanjutan pidato Bildad, Ayu 25:2-6;...

Jawaban Ayub kiranya hanya mencakup, Ayu 26:2-4, lalu diteruskan Ayu 27:1 dst. Ayu 24:5-14 sebaik-baiknya dianggap lanjutan pidato Bildad, Ayu 25:2-6; bdk Ayu 25:1+.

Jerusalem: Ayb 26:5 - Roh-roh Kata Ibrani yang diterjemahkan begitu ialah: refaim, bdk Ula 1:28+ (bayangan-bayangan). Yang dimaksud ialah orang-orang mati, bdk Maz 88:11+, atau ora...

Kata Ibrani yang diterjemahkan begitu ialah: refaim, bdk Ula 1:28+ (bayangan-bayangan). Yang dimaksud ialah orang-orang mati, bdk Maz 88:11+, atau orang-orang lemah yang tidak berdaya

Jerusalem: Ayb 26:5 - air dan penghuninya Ialah air laut purba yang menurut kepercayaan rakyat didiami makhluk-makhluk raksasa yang pada awal mula dikalahkan, bdk Ayu 7:12+.

Ialah air laut purba yang menurut kepercayaan rakyat didiami makhluk-makhluk raksasa yang pada awal mula dikalahkan, bdk Ayu 7:12+.

Jerusalem: Ayb 26:6 - Dunia orang mati Bdk Bil 16:33+; Maz 6:6+. Dunia orang mati itu di sini juga disebut "tempat kebinasaan", Ibraninya: abaddon, bdk Wah 9:11. Aselinya abaddon barangkali...

Bdk Bil 16:33+; Maz 6:6+. Dunia orang mati itu di sini juga disebut "tempat kebinasaan", Ibraninya: abaddon, bdk Wah 9:11. Aselinya abaddon barangkali seorang dewa yang berkuasa di dunia orang mati.

Jerusalem: Ayb 26:7 - kekosongan Ialah di bagian utara cakrawala. Cakrawala dianggap bertumpu di atasnya

Ialah di bagian utara cakrawala. Cakrawala dianggap bertumpu di atasnya

Jerusalem: Ayb 26:7 - kehampaan Bumi dipikirkan bertumpu pada tiang-tiang, Ayu 9:6+, tetapi orang tidak tahu di mana tiang-tiang itu berdasar, Ayu 38:6. Hanya ayat ini dalam Alkitab ...

Bumi dipikirkan bertumpu pada tiang-tiang, Ayu 9:6+, tetapi orang tidak tahu di mana tiang-tiang itu berdasar, Ayu 38:6. Hanya ayat ini dalam Alkitab memikirkan angkasa yang tidak terbatas.

Jerusalem: Ayb 26:9 - takhtaNya Ialah langit, bdk Mat 5:34; Yes 66:1. Ada yang memperbaiki kata Ibrani sehingga menjadi: bulan purnama, dan yang dimaksud ialah gerhana.

Ialah langit, bdk Mat 5:34; Yes 66:1. Ada yang memperbaiki kata Ibrani sehingga menjadi: bulan purnama, dan yang dimaksud ialah gerhana.

Jerusalem: Ayb 26:11 - tiang-tiang langit Ialah gunung-gunung tinggi yang dianggap tumpuan dan penyangga kubah langit. Tiang-tiang itu tergoncang oleh guntur, suara atau hardik Allah, bdk Maz ...

Ialah gunung-gunung tinggi yang dianggap tumpuan dan penyangga kubah langit. Tiang-tiang itu tergoncang oleh guntur, suara atau hardik Allah, bdk Maz 29, atau oleh gempa bumi, bdk Maz 18:8.

Jerusalem: Ayb 26:12 - laut Yang dimaksud ialah Laut purba, bdk Ayu 7:12+

Yang dimaksud ialah Laut purba, bdk Ayu 7:12+

Jerusalem: Ayb 26:12 - Rahab Bdk Ayu 9:13+.

Bdk Ayu 9:13+.

Jerusalem: Ayb 26:13 - ular yang tangkas Ialah Lewiatan, bdk Ayu 3:8+.

Ialah Lewiatan, bdk Ayu 3:8+.

Jerusalem: Ayb 26:14 - ujung-ujung jalanNya Artinya: apa yang kita lihat, segi lahiriah karya Allah yang sekali-kali tidak memadai segi batiniah dan rahasia yang ada pada karya Allah, bdk Sir 43...

Artinya: apa yang kita lihat, segi lahiriah karya Allah yang sekali-kali tidak memadai segi batiniah dan rahasia yang ada pada karya Allah, bdk Sir 43:32.

Ende: Ayb 26:2-4 - -- Bahasa Ijob penuh dengan ironi.

Bahasa Ijob penuh dengan ironi.

Ende: Ayb 26:5 - -- Jakni orang2 mati didalam pratala. Ayu 26:5-14 dipindahkan ke sesudah Ayu 25:1.

Jakni orang2 mati didalam pratala.

Ayu 26:5-14 dipindahkan ke sesudah Ayu 25:1.

Ende: Ayb 26:7 - -- Itu menurut Jahudi dahulu tentang susunan alam.

Itu menurut Jahudi dahulu tentang susunan alam.

Ende: Ayb 26:10 - -- Terang dan gelap dipikirkan sebagai barang jang terdapat disebelah Timur (terang) dan disebelah Barat (gelap).

Terang dan gelap dipikirkan sebagai barang jang terdapat disebelah Timur (terang) dan disebelah Barat (gelap).

Ende: Ayb 26:11 - Tiang2 langit adalah gunung2 tinggi dipinggir bumi dan jang merupakan tempat bertumpu untuk kubah langit.

adalah gunung2 tinggi dipinggir bumi dan jang merupakan tempat bertumpu untuk kubah langit.

Ende: Ayb 26:13 - naga jang ladju ialah Rahab (Ayu 26:12), samudra purba.

ialah Rahab (Ayu 26:12), samudra purba.

Endetn: Ayb 26:9 - bulan purnama diperbaiki. Tertulis: "singgasana". "membeberkan", diperbaiki sedikit.

diperbaiki. Tertulis: "singgasana". "membeberkan", diperbaiki sedikit.

Endetn: Ayb 26:10 - menetapkan diperbaiki menurut terdjemahan Syriah. Tertulis: "peraturan".

diperbaiki menurut terdjemahan Syriah. Tertulis: "peraturan".

Endetn: Ayb 26:14 - kuasaNja diperbaiki. Tertulis: "djalan2Nja".

diperbaiki. Tertulis: "djalan2Nja".

Ref. Silang FULL: Ayb 26:2 - tidak kuat // tidak berdaya · tidak kuat: Ayub 6:12 · tidak berdaya: Ayub 4:3; Ayub 4:3

· tidak kuat: Ayub 6:12

· tidak berdaya: Ayub 4:3; [Lihat FULL. Ayub 4:3]

Ref. Silang FULL: Ayb 26:3 - baiknya nasihatmu · baiknya nasihatmu: Ayub 34:35

· baiknya nasihatmu: Ayub 34:35

Ref. Silang FULL: Ayb 26:4 - yang kaunyatakan · yang kaunyatakan: 1Raj 22:24

· yang kaunyatakan: 1Raj 22:24

Ref. Silang FULL: Ayb 26:5 - bawah menggeletar · bawah menggeletar: Mazm 88:11; Yes 14:9; 26:14

· bawah menggeletar: Mazm 88:11; Yes 14:9; 26:14

Ref. Silang FULL: Ayb 26:6 - orang mati // Allah, tempat kebinasaanpun // ada tutupnya · orang mati: Mazm 139:8 · Allah, tempat kebinasaanpun: Ayub 20:26; Ayub 20:26; Wahy 9:11; Wahy 9:11 · ada tutupnya: Ayub 10:22; ...

· orang mati: Mazm 139:8

· Allah, tempat kebinasaanpun: Ayub 20:26; [Lihat FULL. Ayub 20:26]; Wahy 9:11; [Lihat FULL. Wahy 9:11]

· ada tutupnya: Ayub 10:22; 11:8; 38:17; 41:2; Mazm 139:11-12; Ams 15:11; Ibr 4:13; [Lihat FULL. Ibr 4:13]

Ref. Silang FULL: Ayb 26:7 - membentangkan utara // pada kehampaan · membentangkan utara: Ayub 9:8 · pada kehampaan: Ayub 38:6; Mazm 104:5; Ams 3:19-20; 8:27; Yes 40:22

· membentangkan utara: Ayub 9:8

· pada kehampaan: Ayub 38:6; Mazm 104:5; Ams 3:19-20; 8:27; Yes 40:22

Ref. Silang FULL: Ayb 26:8 - membungkus air // dalam awan-Nya · membungkus air: Ams 30:4 · dalam awan-Nya: Kej 1:2; Kej 1:2; Ayub 36:27; 37:11; Mazm 147:8

· membungkus air: Ams 30:4

· dalam awan-Nya: Kej 1:2; [Lihat FULL. Kej 1:2]; Ayub 36:27; 37:11; Mazm 147:8

Ref. Silang FULL: Ayb 26:9 - dengan awan-Nya · dengan awan-Nya: 2Sam 22:10; 2Sam 22:10; Ayub 22:14; Ayub 22:14

· dengan awan-Nya: 2Sam 22:10; [Lihat FULL. 2Sam 22:10]; Ayub 22:14; [Lihat FULL. Ayub 22:14]

Ref. Silang FULL: Ayb 26:10 - permukaan air // dan gelap · permukaan air: Ams 8:27,29; Yes 40:22 · dan gelap: Kej 1:4; Kej 1:4; Ayub 28:3; Ayub 28:3; Ayub 38:8-11

· permukaan air: Ams 8:27,29; Yes 40:22

· dan gelap: Kej 1:4; [Lihat FULL. Kej 1:4]; Ayub 28:3; [Lihat FULL. Ayub 28:3]; Ayub 38:8-11

Ref. Silang FULL: Ayb 26:11 - langit bergoyang-goyang · langit bergoyang-goyang: 2Sam 22:8; 2Sam 22:8

· langit bergoyang-goyang: 2Sam 22:8; [Lihat FULL. 2Sam 22:8]

Ref. Silang FULL: Ayb 26:12 - meneduhkan laut // meremukkan Rahab // dengan kebijaksanaan-Nya · meneduhkan laut: Kel 14:21; Kel 14:21 · meremukkan Rahab: Ayub 9:13; Ayub 9:13 · dengan kebijaksanaan-Nya: Ayub 12:13

· meneduhkan laut: Kel 14:21; [Lihat FULL. Kel 14:21]

· meremukkan Rahab: Ayub 9:13; [Lihat FULL. Ayub 9:13]

· dengan kebijaksanaan-Nya: Ayub 12:13

Ref. Silang FULL: Ayb 26:13 - nafas-Nya langit // menembus ular · nafas-Nya langit: Ayub 9:8 · menembus ular: Yes 27:1

· nafas-Nya langit: Ayub 9:8

· menembus ular: Yes 27:1

Ref. Silang FULL: Ayb 26:14 - lembutnya bisikan // dari pada-Nya // guntur kuasa-Nya · lembutnya bisikan: Ayub 4:12 · dari pada-Nya: Ayub 42:5; Hab 3:2; 1Kor 13:12 · guntur kuasa-Nya: Ayub 9:6; Ayub 9:6

· lembutnya bisikan: Ayub 4:12

· dari pada-Nya: Ayub 42:5; Hab 3:2; 1Kor 13:12

· guntur kuasa-Nya: Ayub 9:6; [Lihat FULL. Ayub 9:6]

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per Ayat)

Wycliffe: Ayb 4:1--37:24 - -- A. Keputusan-keputusan Manusia (4:1-37:24) Karena dialog antara Ayub dengan sahabat-sahabatnya terkait dengan keluhan Ayub dan bukan secara langsung ...

A. Keputusan-keputusan Manusia (4:1-37:24)

Karena dialog antara Ayub dengan sahabat-sahabatnya terkait dengan keluhan Ayub dan bukan secara langsung dengan penderitaan yang dialaminya, maka misi dari para sahabat lebih merupakan usaha penghakiman daripada penghiburan pastoral, dan ini makin nyata dalam siklus pembicaraan selanjutnya (tentang struktur siklus dialog ini lihat Garis Besar di atas). Para sahabat tersebut mengambil kedudukan sebagai dewan penatua yang siap menghakimi seorang pelanggar yang keras hati. Pertimbangan kesalahan Ayub mencakup pembahasan tentang aspek-aspek yang lebih luas dari masalah teodise, tetapi selalu dengan memperhatikan penghukuman dan kasus khusus Ayub. Oleh karena itu, bagi Ayub perdebatan itu bukan merupakan penyelidikan akademis yang obyektif tentang penderitaan pada umumnya, melainkan suatu fase baru yang lebih menyakitkan dari penderitaannya. Para sahabat itu diperdaya oleh ketaatan mereka pada teori tradisional sehingga ikut membantu serta bersekongkol dengan Iblis dalam memusuhi Allah dan menggelapkan jalan hikmat bagi hamba Allah, Ayub. Tetapi perdebatan ini berguna untuk membungkam hikmat dunia dan dengan demikian mempersiapkan penyajian pendekatan sesuai perjanjian terhadap hikmat yang muncul dalam percakapan antara Elihu dan Tuhan sendiri. Sekali lagi, di dalam permohonan banding Ayub kepada mahkamah tertinggi mengingat keputusan-keputusan manusia tidak sesuai dengan keadaan, yang terungkap dalam kerinduan Ayub yang mendalam untuk membela dirinya di hadapan Tuhan, perdebatan tersebut sampai membuat Allah harus menampakkan diri.

Wycliffe: Ayb 26:1-14 - -- d) Jawaban Ketiga Ayub kepada Bildad (26:1-14). Ayub secara lebih mengesankan dan dengan hasil yang lebih baik mengikuti pokok yang dikemukakan Bilda...

d) Jawaban Ketiga Ayub kepada Bildad (26:1-14).

Ayub secara lebih mengesankan dan dengan hasil yang lebih baik mengikuti pokok yang dikemukakan Bildad - yaitu cara-cara Allah bertindak yang penuh hikmat dan menakjubkan (bdg. 9:4-10; 12:13-25).

Wycliffe: Ayb 26:2-4 - Atas anjuran siapakah engkau mengucapkan perkataan-perkataan itu? 2-4. Ayub mengikuti kecenderungan hatinya untuk mengejek ketika dia dengan menghina berbalik meninggalkan pengulangan Bildad yang tidak ada gunanya. A...

2-4. Ayub mengikuti kecenderungan hatinya untuk mengejek ketika dia dengan menghina berbalik meninggalkan pengulangan Bildad yang tidak ada gunanya. Atas anjuran siapakah engkau mengucapkan perkataan-perkataan itu? (ay. 4a). Pemikiran Bildad hanya gema dari pemikiran Elifas, dan cara Bildad memakainya untuk mempersalahkan Ayub kemungkinan besar lebih diilhami oleh Iblis daripada oleh Allah.

Wycliffe: Ayb 26:5-14 - Roh-roh di bawah menggeletar, demikian juga air dan penghuninya // Membentangkan utara di atas kekosongan // Ia menutupi pemandangan takhta-Nya // Tiang-tiang langit // Meremukkan Rahab dengan kebijaksanaan-Nya // tangan-Nya menembus ular yang tangkas // Sesungguhnya, semuanya itu hanya ujung-ujung jalan-Nya; betapa lembutnya bisikan yang kita dengar dari-Nya 5-14. Roh-roh di bawah menggeletar, demikian juga air dan penghuninya (ay. 5). Lebih hebat daripada kekaguman yang ditimbulkan Allah pada diri makhluk...

5-14. Roh-roh di bawah menggeletar, demikian juga air dan penghuninya (ay. 5). Lebih hebat daripada kekaguman yang ditimbulkan Allah pada diri makhluk-makhluk di sekeliling takhta surgawi (25:2) adalah kekacauan yang ditimbulkan oleh hikmat dan kekuasaan-Nya atas bayang-bayang di dunia orang mati (26:5, 6). Entah kosmologi Ayub benar-benar sesuai dengan konsep-konsep kuno atau hanya merupakan ungkapan secara kiasan saja, tidak disajikan sebagai penyataan normatif yang pasti. Di dalam mengulas bukti-bukti dari kebesaran Allah, sang pembicara kini beralih dari dunia orang mati ke dunia ini (ay. 7-13). Sekalipun ayat 7 bisa diartikan sebagai tindakan menciptakan, bagian ini secara keseluruhan melukiskan pengaturan alam secara umum oleh Allah. Membentangkan utara di atas kekosongan (ay. 7a) mengacu kepada langit utara. Ia menutupi pemandangan takhta-Nya (ay. 9a) artinya: Dia menyelimuti langit dengan awan. Pembatasan pada 26:10b tidak menyangkut waktu, tetapi menyangkut ruang. Tiang-tiang langit (ay. 11) adalah gunung-gunung yang puncaknya tersembunyi di dalam awan. Meremukkan Rahab dengan kebijaksanaan-Nya (ay. 12b) ... tangan-Nya menembus ular yang tangkas (ay. 13b). Allah mengendalikan air yang ada di atas dan di bawah untuk memperoleh tatanan iklim yang cocok. Tentang perumpamaan mitologisnya bandingkan dengan Yesaya 27:1; naskah Ugarit, Gordon UH 67, I:1 dan seterusnya. Sesungguhnya, semuanya itu hanya ujung-ujung jalan-Nya; betapa lembutnya bisikan yang kita dengar dari-Nya (ay. 14a, b; bdg. ps. 28). Andaikata sahabat-sahabat Ayub menyadari keterbatasan pengetahuan mereka, pastilah mereka menghindari melakukan salah tafsir seperti itu. Pujian Ayub atas kesempurnaan dari pengetahuan Allah bertolak belakang dengan pendapat mereka bahwa Ayub termasuk orang yang tidak beriman.

buka semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Rentang Ayat

SH: Ayb 26:1-14 - Membuka hati mendengar suara-Nya. (Selasa, 21 Desember 2004) Membuka hati mendengar suara-Nya. Pada pasal ini kita berjumpa dengan permainan kata dalam puisi Ayub yang secara keras dan tajam merespons ...

SH: Ayb 26:1--27:10 - Hati nurani yang bersih. (Selasa, 6 Agustus 2002) Hati nurani yang bersih. Bacaan hari ini terdiri dari tiga bagian, pertama respons keras Ayub terhadap Bildad (ayat 1-4), kedua perenungan menakjubkan...

Topik Teologia: Ayb 26:2 - -- Umat Manusia Pada Umumnya Manusia sebagai Suatu Kesatuan Hidup Keutuhan Manusia Direpresentasikan oleh Lengan Kej 49:24 Ayu 26:2 Maz 44:4 ...

Topik Teologia: Ayb 26:6 - -- Eskatologi Kematian Fakta Kematian Kiasan yang Menggambarkan Kematian dan Keadaan Sesudah itu Kehancuran Ayu 26:6 Maz 88...

Topik Teologia: Ayb 26:7 - -- Pekerjaan-Pekerjaan Allah Urutan Penciptaan Allah

Topik Teologia: Ayb 26:13 - -- Pekerjaan-Pekerjaan Allah Urutan Penciptaan Allah

Topik Teologia: Ayb 26:14 - -- Allah yang Berpribadi Pribadi Allah Allah Dapat Dikenal Allah Tidak Terpahami Ayu 9:10-11 Ayu 11:7-9 Ayu 23:8-9 Ayu 26:14 Ayu 33:1...

buka semua
Pendahuluan / Garis Besar

Full Life: Ayub (Pendahuluan Kitab) Penulis : Tidak Dikenal Tema : Mengapa Orang Benar Menderita ? Tanggal Penulisan: Tidak Pasti Latar Belakang Kitab Ayub tergol...

Full Life: Ayub (Garis Besar) Garis Besar I. Prolog Prosa: Krisisnya (Ayub 1:1-2:13) A. Ayub, Orang Benar yang Takut Akan Allah (A...

Jerusalem: Ayub (Pendahuluan Kitab) KITAB AYUB PENGANTAR Karya sastera paling unggul yang dihasilkan gerakan kebijaksanaan di Israel ialah kitab Ayub. Kitab ini dimulai dengan sebuah cer...

Ende: Ayub (Pendahuluan Kitab) IJOB PENDAHULUAN Karya utama dari sesusasteraan kebijaksanaan Israil dan jang termasuk bilangan tjiptaan terbesar jang pernah dihasilkan pudjangga2 in...

Wycliffe: Ayub (Pendahuluan Kitab) PENDAHULUAN AYUB Judul. Nama dari kitab ini maupun tokoh utamanya, iyyob muncul di dalam naskah-naskah non-alkitabiah sejak tahun 2000 sM. Judul Ayub...

Wycliffe: Ayub (Garis Besar) GARIS BESAR AYUB I. Malapetaka Hikmat Ayub Dicobai (1:1-2:10) A. Hikmat Ayub Diutarakan (1:1-5) B. Hikmat Ayub Disangkal da...

BIS: Ayub (Pendahuluan Kitab) BUKU AYUB PENGANTAR Buku Ayub adalah kisah tentang seorang yang baik budi, ia mengalami musibah hebat; ia kehilangan semua anaknya dan segala harta

BUKU AYUB

PENGANTAR

Buku Ayub adalah kisah tentang seorang yang baik budi, ia mengalami musibah hebat; ia kehilangan semua anaknya dan segala harta bendanya, lalu dihinggapi penyakit kulit yang menjijikkan. Dalam tiga rangkaian percakapan yang bersajak, si penulis menggambarkan bagaimana teman-teman Ayub, dan Ayub sendiri menanggapi malapetaka itu. Pokok yang penting dalam percakapan-percakapan itu ialah yang menyinggung caranya Allah memperlakukan manusia. Pada bagian terakhir, Allah sendiri menyatakan diri-Nya kepada Ayub.

Teman-teman Ayub menjelaskan penderitaan Ayub itu menurut ajaran agama yang tradisional. Pada sangka mereka, Allah selalu mengganjar orang yang baik dan menghukum orang yang jahat. Jadi, penderitaan Ayub hanya dapat berarti bahwa ia telah berbuat dosa. Tetapi bagi Ayub pendapat itu terlalu dangkal; tidak sepantasnya ia mendapat hukuman yang sekejam itu, sebab ia seorang yang sangat baik dan jujur. Ia tidak dapat mengerti mengapa Allah membiarkan orang seperti dirinya mengalami begitu banyak bencana, dan dengan berani ia menantang Allah. Ayub tidak kehilangan kepercayaannya kepada Allah, tetapi ia sungguh-sungguh ingin supaya dibenarkan oleh Allah dan supaya mendapat kembali kehormatannya sebagai orang yang baik.

Allah tidak memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan Ayub, tetapi Allah menanggapi kepercayaan Ayub dengan memberinya banyak contoh mengenai kuasa dan hikmat-Nya. Contoh-contoh itu dilukiskan dengan puisi. Kemudian dengan segala rendah hati, Ayub mengakui kebijaksanaan dan keagungan Allah, lalu menyesali kata-katanya yang keras dan penuh kemarahan itu.

Bagian terakhir dari kisah ini, yang ditulis dengan bahasa biasa, menuturkan bagaimana Ayub dikembalikan kepada keadaannya semula, dengan kekayaan yang jauh melebihi kekayaannya sebelum itu. Allah memarahi teman-teman Ayub karena mereka tidak dapat memahami arti kesengsaraan Ayub. Hanya Ayublah yang sungguh-sungguh menyadari bahwa Allah lebih besar daripada yang telah diajarkan oleh agama yang tradisional itu.

Isi

  1.  Pendahuluan
    Ayub 1:1-2:13
  2.  Ayub dan teman-temannya
    Ayub 3:1-31:40
    1. a. Keluhan Ayub
      Ayub 3:1-26
    2. b. Percakapan pertama
      Ayub 4:1-14:22
    3. c. Percakapan kedua
      Ayub 15:1-21:34
    4. d. Percakapan ketiga
      Ayub 22:1-27:23
    5. e. Pujian terhadap hikmat
      Ayub 28:1-28
    6. f. Pernyataan Ayub yang terakhir
      Ayub 29:1-31:40
  3.  Wejangan Elihu
    Ayub 32:1-37:24
  4.  TUHAN menjawab Ayub
    Ayub 38:1-42:6
  5.  Penutup
    Ayub 42:7-17

Ajaran: Ayub (Pendahuluan Kitab) Tujuan Supaya dengan mengetahui isi Kitab Ayub, anggota jemaat mengerti bahwa suatu penderitaan dapat membawa kemenangan dan pengenalan yang lebih d

Tujuan

Supaya dengan mengetahui isi Kitab Ayub, anggota jemaat mengerti bahwa suatu penderitaan dapat membawa kemenangan dan pengenalan yang lebih dalam akan Allah.

Pendahuluan

Penulis : Penulis Kitab Ayub tidak diketahui dengan jelas.

Isi Kitab: Kitab Ayub terdiri dari 42 pasal. Isi Kitab Ayub merupakan kisah nyata dari seorang bernama Ayub yaitu mengisahkan kehidupan Ayub yang berbahagia karena kesalehannya, tetapi kemudian hidup dalam penderitaan karena pencobaan iblis. Akhirnya dia kembali memperoleh kebahagiaan, karena ketekunannya dalam beribadah walaupun menderita.

I. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Ayub

  1. Pasal 1 (Ayub 1:1-5).

    Keadaan Ayub sebelum pencobaan iblis Ayub adalah seorang yang hidup dalam kesalehan dan kelimpahan.

    Pendalaman Bacalah pasal Ayub 1:1-5, sebutkanlah keadaan Ayub waktu itu.

  2. Pasal 1-3 (Ayub 1:6-3:26).

    Keadaan Ayub dalam pencobaan iblis Dalam bagian ini dijelaskan bahwa iblis mengambil semua harta milik dan kesehatan Ayub. Hal ini membuat Ayub sangat menderita.

    Pendalaman

    1. Siapakah yang tidak mengingini kebahagiaan Ayub? (Ayub 1:6-12). Tetapi sebenarnya apakah maksud Iblis kepada Tuhan? (Ayub 1:9,11).
    2. Perhatikan pasal Ayub 1:13-22. Apakah yang terjadi dalam kehidupan Ayub? Dan bagaimanakah tanggapan Ayub terhadap hal itu? (Ayub 1:20-22).
    3. Perhatikan pasal Ayub 2:1-10. Penderitaan apa lagikah yang Ayub alami? Tetap bagaimanakah sikapnya terhadap Allah? (Ayub 2:9-10).
  3. Pasal 4-37 (Ayub 4:1-37:24).

    Percakapan Ayub dengan sahabat-sahabatnya

    Pada bagian ini dijelaskan tentang 3 orang sahabat Ayub yang bernama Elifas, Bildad, dan Zofar. Mereka datang dan mengatakan bahwa penderitaan Ayub adalah akibat dari dosa yang dibuat secara sembunyi-sembunyi. Mereka menyuruh Ayub supaya mengakui saja dosanya, tetapi Ayub tetap bertahan, bahwa ia hidup benar di hadapan Allah. Setelah tiga teman Ayub itu selesai berbicara, seorang muda bernama Elihu memperingatkan mereka semua termasuk Ayub bahwa Tuhan adalah Maha besar dan mempunyai maksud yang baik dalam penderitaan orang beriman. (dalam pasal Ayub 9:33).

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal Ayub 4:1-9. Siapakah yang berbicara dalam bagian ini? Dan apakah tuduhannya terhadap Ayub?
    2. Bacalah pasal Ayub 8:1-7. Siapakah yang berbicara dalam bagian ini? Dan apakah tuduhannya terhadap Ayub?
    3. Bacalah pasal Ayub 11:1-6. Siapakah yang berbicara dalam bagian ini? Dan apakah tuduhannya terhadap Ayub?
    4. Bacalah pasal Ayub 31:1-6. Bagaimanakah Ayub memandang dirinya sendiri?
    5. Bagaimanakah pendapat Elihu mengenai hal ini? (Ayub 32:1-5).
  4. Pasal 38-42 (Ayub 38:1-42:17).

    Jawaban Tuhan kepada Ayub Dalam bagian ini Ayub di tegur oleh Allah. Kemudian Ayub merendahkan diri dihadapan Allah serta mencabut pembelaan dirinya. Setelah ini Ayub tidak lagi hidup menderita, karena diberkati Allah.

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal Ayub 38:1,34-38. Apakah yang terjadi dalam bagian ini?
    2. Bacalah pasal Ayub 42:1-6. Apakah yang terjadi dengan Ayub?
    3. Bagaimanakah keadaan Ayub pada akhirnya? (pasal Ayub 42:7-17).

II. Kesimpulan/penerapan

  1. Kitab Ayub mengajarkan kepada orang beriman bahwa Iblis tidak berkuasa untuk mencabut nyawa seseorang.

  2. Kitab Ayub mengajarkan bahwa Allah mengijinkan anak-anaknya mengalami penderitaan untuk menunjukkan kemahakuasaan-Nya.

  3. Kitab Ayub mengajarkan bahwa penderitaan dapat menjadi suatu alat untuk membawa seseorang pada pertumbuhan rohani yang dewasa.

  4. Kitab Ayub mengajarkan Ayub sebagai teladan orang yang menyembah Allah secara benar, yaitu penyembahan yang didasari ketulusan hati.

Pertanyaan-pertanyaan yang Dapat Digunakan untuk Tanya Jawab

  1. Apakah isi Kitab Ayub?
  2. Siapakah nama-nama sahabat Ayub?
  3. Penderitaan apa sajakah yang dihadapi oleh Ayub? Dan siapakah yang menginginkan hal ini?
  4. Apakah pelajaran rohani yang saudara dapatkan setela mempelajari Kitab Ayub?

Intisari: Ayub (Pendahuluan Kitab) Mengapa orang tak berdosa harus menderita ORANG-ORANG ISRAEL YANG BIJAKSANASelain oleh para nabi dan imam, umat Allah juga dilayani oleh sekelompok o

Mengapa orang tak berdosa harus menderita

ORANG-ORANG ISRAEL YANG BIJAKSANA
Selain oleh para nabi dan imam, umat Allah juga dilayani oleh sekelompok orang yang dinamakan "Orang-orang berhikmat". Mereka ini adalah para pembimbing dan penasihat yang menghabiskan waktu mereka untuk memutuskan cara-cara yang paling bijaksana dan paling benar untuk menjalani kehidupan dan menjalankan pemerintahan. Hasil penelitian mereka selalu diterapkan dalam kehidupan nyata. Kita mengetahui hal ini dari kitab-kitab mereka yang biasanya disebut "Kitab Hikmat" (Ayub, Amsal, Pengkhotbah, ditambah beberapa Mazmur). Kadangkala mereka memberikan nasihat mereka dalam bentuk pepatah yang singkat dan jelas atau "amsal". Selain itu mereka juga berbicara mengenai masalah-masalah besar dalam kehidupan, terutama masalah penderitaan.

SIAPAKAH AYUB?
Apa yang kita ketahui mengenai Ayub tidak lebih daripada apa yang digambarkan pada permulaan kitab itu. Rupanya ia orang yang terkenal (Yeh 14:14,20), namun oleh karena tidak ada acuan terhadap sejarah orang Israel, Ayub mungkin hidup jauh sebelum umat Allah bermukim di Kanaan. Beberapa orang berpendapat bahwa kisah mengenai penderitaannya dipakai oleh beberapa penulis yang tak dikenal sebagai latar belakang untuk membicarakan masalah penderitaan. Kita pun tidak tahu kapan kitab itu ditulis. Minat terhadap hikmat Allah sudah ada sejak zaman Salomo, dan kitab ini mungkin ditulis pada zaman pemerintahannya.

POKOK PERMASALAHAN
Kitab ini menyangkut suatu pertanyaan abadi yaitu "Mengapa orang yang tak berdosa harus menderita?" Ayub adalah seorang yang baik yang tiba-tiba kehilangan segalanya. Seperti banyak dari penderitaan kita, rasanya hal ini tidak adil. Jawaban baku teman-temannya -- bahwa Allah menghakimi orang yang jahat, dan oleh karenanya pasti Ayub telah melakukan kejahatan -- sama sekali tidak cocok. Mereka mengatakannya dengan berbagai cara. Elifas sopan dan sedikit berbau mistik. Bildad, seorang tradisionalis, mengutarakannya berdasarkan pendapat yang sudah lama dikenal, sementara Zofar adalah pembantah Allah yang kurang ajar dan kasar. Ketiga mereka pada akhirnya kehilangan kesabaran terhadap Ayub. Sesungguhnya, pada percakapan ketiga, Bildad hanya berbicara sedikit sekali, sementara Zofar menolak untuk berbicara lagi. Ayub berdebat dengan kedua orang itu dan dengan Allah; dan dengan demikian ia mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang hanya dapat dijawab dalam Perjanjian Baru. Oleh karena Elihu masih muda, ia tidak dihargai oleh yang lain. Argumentasinya penuh dengan keyakinan orang muda, tetapi juga agak kacau dan tidak matang. Percakapan dengan Elihu mungkin baru belakangan ditambahkan pada kitab itu.

Pesan

1. Dilucuti sampai bergantung sepenuhnya pada iman
o Ayub adalah contoh seorang yang bergantung kepada Allah waktu segalanya berjalan dengan baik dan yang terus percaya kepada-Nya pada waktu mengalami kesusahan. Ayu 1:1,20-22; 2:10
o Ia mungkin menganggap kerugiannya sebagai hukuman Allah, namun demikian ia telah melakukan segalanya dengan tulus untuk melayani Allah. Allah seakan-akan telah meninggalkan dia. Ayu 12:4; 13:19; 16:15-17; 23:10-12; 27:2-6
o Tuduhan-tuduhan yang dilancarkan oleh kawan-kawannya dan tentangan dari istrinya membuat dia sungguh-sungguh seorang diri. Ayu 2:9; 19:13-20

2. Penghibur yang tidak berguna
o Kawan-kawan Ayub sama sekali tidak memberikan pertolongan. Lebih baik jika mereka tidak mengatakan apa-apa. Ayu 13:4,5; 16:2-3; 19:1-3
o Pendapat mereka yang utama, yaitu bahwa Allah memberkati orang saleh dan menghukum orang jahat, secara umum memang benar. Tetapi, tidaklah benar untuk menerapkan pendapat itu tanpa melihat kualitas kehidupan secara menyeluruh. Pendapat itu tidak memberikan jawaban mengapa orang yang tak berdosa kadangkala menderita, sedangkan orang yang tidak saleh terhindar dari malapetaka. Ayu 4:7; 5:19-26; 8:5-7,20:22; 11:13-20
o Mereka mengambil kesimpulan bahwa penderitaan yang diderita oleh Ayub tentunya merupakan penghakiman Allah atas dosa-dosanya. Sanggahan Ayub bahwa ia sungguh-sungguh tidak berdosa hanya membuat mereka bertambah marah. Ayu 22:1-30

3. Penderitaan sebagai didikan
Pendapat Elihu bahwa penderitaan dapat merupakan cara Allah mengajar kita, perlu diperbincangkan lebih lanjut. Tetapi oleh karena baik Ayub maupun Allah tidak memberi tanggapan pada Elihu, maka ini berarti bahwa hal itu tidak berlaku di sini. Ayu 5:17,18; 33:14-30; 36:5-16

4. Kecerobohan Ayub
o Ayub terdorong untuk mengatakan banyak hal secara gegabah, karena kekerasan kawan-kawannya yang kurang simpatik. Ia sungguh-sungguh tersesat ketika menantang Allah dan memperdebatkan masalahnya dengan Dia. Ia seakan-akan menyatakan bahwa ia lebih tahu daripada Allah. Ayu 7:11-21; 9:14-35; 13:3,15-28; 23:2-7; 31:35-37
o Seperti kawan-kawannya, Ayub hanya dapat berpikir dalam hubungannya dengan kehidupan ini saja. Namun demikian, permohonannya akan keadilan sebenarnya mulai menggapai masalah di balik kematian dan mengharapkan keadilan dalam kehidupan selanjutnya. Ayu 10:20-22; 14:7-22; 17:13-16; 19:23-27.

5. Jawaban Allah
Allah tidak secara terang-terangan menjelaskan kepada Ayub mengapa ia menderita seperti yang dialaminya. Sebaliknya Dia menunjukkan secara sekilas kebesaran-Nya dan kebijakan-Nya yang tanpa batas, yang terlihat terutama dalam keajaiban ciptaan-Nya. Jika Ayub tidak dapat mengerti rahasia yang paling sederhana, bagaimana mungkin ia mengerti akan rencana Allah dalam kehidupannya? Ayu 38:1-42:6

Penerapan

1. Penderitaan dialami oleh semua orang
Setiap orang yang hidup dalam dunia yang sudah jatuh ke dalam dosa ini tidak akan luput dari penderitaan. Kita tidak dapat berharap untuk menjalani kehidupan tanpa mengalami kesakitan atau kesusahan hanya karena kita umat Allah.

2. Jangan mengaburkan kebenaran
Biasanya Allah memberkati dan melimpahi mereka yang mengasihi Dia. Allah juga menghakimi orang yang jahat. Tetapi, tidak selalu terjadi demikian dalam kehidupan ini. Sama sekali tidak benar dan kejam, mengatakan bahwa jika seseorang menderita, maka hal itu pasti disebabkan oleh dosa-dosanya.

3. Apa yang terjadi di balik segala peristiwa
Kita tidak tahu apa yang sedang terjadi dalam dunia rohani yang mempengaruhi keadaan kita di dunia ini. Apa yang kita derita mungkin merupakan gambaran peperangan rohani yang sedang terjadi "di surga".

4. Krisis dan pertumbuhan
Pada saat kita tidak tahu lagi apa yang dapat kita lakukan selain bergantung kepada Allah yang tahu apa yang dilakukan-Nya, maka iman kita menjadi sungguh-sungguh iman yang hidup. Allah kadang-kadang mengambil semua perkara yang kita andalkan, sehingga kita betul-betul bertumpu pada-Nya.

5. Terlalu besar bagi kita
Walaupun kita kadang-kadang dapat melihat rencana Allah dalam penderitaan kita, jalan-jalan-Nya selalu lebih tinggi daripada pengertian kita, sehingga rencana-Nya yang sempurna selalu berada di luar jangkauan pengertian kita. Banyak penjelasan kita hanya melulu kata-kata. Pada saat-saat seperti itu akan lebih baik bila kita diam saja dan menggantungkan diri sepenuhnya kepada Allah.

Tema-tema Kunci

1. Sifat-sifat Allah dan pekerjaan-Nya
Allah berdaulat. Bahkan iblis pun tidak dapat berbuat apa-apa tanpa izin-Nya. Baik Ayub maupun kawan-kawannya sadar akan hal ini dan akan kenyataan bahwa Allah menciptakan dunia ini serta memeliharanya. Kitab ini penuh berisi kebesaran dan kearifan Allah. Lihat Ayu 5:8-16; 9:2-13; 11:7-9; 12:10,13-25; 25:2-6; 26:5-14; 34:10-15; 35:10,11; 36:22-33; 37:1-24; 38:1-39:30; 40:8-41:34.

2. Kelemahan manusia
Kisah Ayub mengilustrasikan kelemahan kita, ketidaktahuan, dosa, dan singkatnya hidup kita. Permohonan Ayub akan keadilan sungguh-sungguh menuntut suatu kehidupan yang melampaui kehidupan saat ini, tempat Allah dapat menghukum yang jahat dan meluruskan yang salah dari dunia ini. Lihat Ayu 4:17-21; 5:7; 7:1-10; 9:2,25,26; 14:1,2,4,7-12; 15:14-16; 25:4-6.

3. Kebijaksanaan
Kebijaksanaan Allah, yaitu pikiran Allah, kepandaian dan rencana-Nya, digambarkan kepada kita sebagai hal yang benar-benar di luar jangkauan kita (Ayu 28:1-28). Jika kita diberi sedikit pengertian tentang rahasia-rahasia ini, hal ini bukan oleh karena kepandaian kita. Hanya pada saat kita berserah kepada-Nya kita dapat mengerti sedikit tentang jalan-jalan-Nya. Pikirkanlah pengertian yang terkandung dalam Yesaya 55:8 dan 1Ko 1:18-31.

4. Saling menghibur
Kawan-kawan Ayub memberi kita suatu contoh yang baik tentang apa yang tidak boleh kita lakukan! Banyak yang mereka katakan itu benar, tetapi tidak ada hubungannya dengan masalah Ayub dan menyakitkan. Perhatikan juga bagaimana Paulus mengajar kita mengenai saling menghormati. Pelajaran apa yang secara tak langsung ingin dikatakan tentang bagaimana kita harus memakai pengalaman hidup kita (2Ko 1:3-8)?

5. Ayub dan Perjanjian Baru
Walaupun Ayub hanya disebut sekali saja dalam Perjanjian Baru (Yak 5:11), pertanyaan-pertanyaan yang diajukannya dapat lebih jelas dimengerti jika dilihat dari sudut pandang seorang Kristen. Sebagai contoh lihat Ayub 9:33, 1Ti 2:5; Ayu 14:14, Yoh 11:25; Ayu 16:19;; Ibr 9:24; Ayu 19:25; Ibr 7:25; Ayu 23:3; Yoh 14:6.

Garis Besar Intisari: Ayub (Pendahuluan Kitab) [1] MENGAPA SEMUA ITU TERJADI Ayu 1:1-3:26 Ayu 1:1-2:10Iblis mencobai Ayub Ayu 2:11-13Kawan-kawannya datang Ayu 3:1-26Ayub bertanya "Mengapa?"

[1] MENGAPA SEMUA ITU TERJADI Ayu 1:1-3:26

Ayu 1:1-2:10Iblis mencobai Ayub
Ayu 2:11-13Kawan-kawannya datang
Ayu 3:1-26Ayub bertanya "Mengapa?"

[2] PERDEBATAN PERTAMA Ayu 4:1-14:22

Ayu 4:1-5:27Elifas menyatakan pendapatnya
Ayu 6:1-7:21Ayub menyesali nasibnya
Ayu 8:1-22Bildad membela tradisi
Ayu 9:1-10:22Ayub mengalami kegetiran
Ayu 11:1-20Zofar membela Allah
Ayu 12:1-14:22Ayub memprotes ketidakberdosaannya

[3] PERDEBATAN KEDUA Ayu 15:1-21:34

Ayu 15:1-35Elifas mengatakan ia lebih tahu
Ayu 16:1-17:16Ayub merasa putus asa
Ayu 18:1-21Bildad mengulangi pendapatnya
Ayu 19:1-29Ayub memohon pertolongan
Ayu 20:1-29Zofar setuju dengan pendapat kawan-kawannya
Ayu 21:1-34Ayub menentang mereka

[4] PERDEBATAN KETIGA Ayu 22:1-31:40

Ayu 22:1-30Elifas melontarkan tuduhan kepada Ayub
Ayu 23:1-24:25Ayub merindukan keadilan
Ayu 25:1-6Bildad kesal
Ayu 26:1-27:23Ayub setuju dan tidak setuju
Ayu 28:1-28Pujian kearifan
Ayu 29:1-31:40Ayub mengambil kesimpulan

[5] ELIHU BERBICARA Ayu 32:1-37:24

Ayu 32:1-22Elihu frustrasi
Ayu 33:1-33Penderitaan merupakan didikan
Ayu 34:1-35:16Allah tidak dapat berbuat salah
Ayu 36:1-37:24Allah tahu apa yang dilakukan-Nya

[6] ALLAH MEMBERI JAWABAN KEPADA AYUB Ayu 38:1-42:6

[7] BAGAIMANA SEMUA ITU BERAKHIR Ayu 42:7-17

Advanced Commentary (Kamus, Lagu-Lagu Himne, Gambar, Ilustrasi Khotbah, Pertanyaan-Pertanyaan, dll)


TIP #05: Coba klik dua kali sembarang kata untuk melakukan pencarian instan. [SEMUA]
dibuat dalam 0.21 detik
dipersembahkan oleh YLSA