kecilkan semua  

Teks -- Filipi 2:7 (TB)

Tampilkan Strong
Konteks
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Paralel   Ref. Silang (TSK)   Ref. Silang (FULL)   ITL  
Daftar Isi

Catatan Kata/Frasa
Full Life , Jerusalem , Ende , Ref. Silang FULL

Catatan Kata/Frasa
Wycliffe

Catatan Rentang Ayat
Matthew Henry , SH , Utley , Topik Teologia

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per frasa)

Full Life: Flp 2:7 - TELAH MENGOSONGKAN DIRI-NYA SENDIRI. Nas : Fili 2:7 Hal inilah yang benar-benar dikatakan dalam naskah Yunani, yaitu mengesampingkan kemuliaan (Yoh 17:4), kedudukan (Yoh 5:30; Ibr 5:8)...

Nas : Fili 2:7

Hal inilah yang benar-benar dikatakan dalam naskah Yunani, yaitu mengesampingkan kemuliaan (Yoh 17:4), kedudukan (Yoh 5:30; Ibr 5:8), kekayaan (2Kor 8:9), segala hak sorgawi (Luk 22:27; Mat 20:28), dan penggunaan sifat-sifat ilahi-Nya (Yoh 5:19; 8:28; Yoh 14:10). "Pengosongan diri-Nya" ini tidak sekadar berarti secara sukarela menahan diri untuk menggunakan kemampuan dan hak istimewa ilahi-Nya, tetapi juga menerima penderitaan, kesalahpahaman, perlakuan buruk, kebencian, dan kematian yang terkutuk di salib.

Full Life: Flp 2:7 - MENGAMBIL RUPA SEORANG HAMBA, DAN MENJADI SAMA DENGAN MANUSIA. Nas : Fili 2:7 Untuk ayat-ayat dalam Alkitab yang berbicara tentang Kristus yang mengambil rupa seorang hamba, lih. Mr 13:32; Luk 2:40-52; Rom 8:3;...

Nas : Fili 2:7

Untuk ayat-ayat dalam Alkitab yang berbicara tentang Kristus yang mengambil rupa seorang hamba, lih. Mr 13:32; Luk 2:40-52; Rom 8:3; 2Kor 8:9; Ibr 2:7,14. Walaupun Ia tetap benar-benar ilahi, Kristus mengambil sifat manusia dengan segala pencobaan, kehinaan, dan kelemahannya, namun Ia tanpa dosa (ayat Fili 2:7-8; Ibr 4:15).

Jerusalem: Flp 2:6-11 - -- Bagian ini berupa sebuah madah yang menurut sementara ahli sudah tersedia dan Paulus tinggal memungutnya. Masing-masing bait madah ini menonjolkan seb...

Bagian ini berupa sebuah madah yang menurut sementara ahli sudah tersedia dan Paulus tinggal memungutnya. Masing-masing bait madah ini menonjolkan sebuah tahap tersendiri dalam misteri Kristus: kepraadaan ilahinya, perendahanNya dalam inkarnasi; perendahanNya lebih jauh lagi dalam kematian; pemuliaan sorgawiNya; pemujaanNya oleh dunia semesta; gelar Kristus historis, yang adalah Allah dan manusia dalam persatuan pribadi yang oleh Paulus tidak pernah dipisah-pisahkan, meskipun membedakan beberapa tahap dalam beradanya Kristus. Bdk Kol 1:13 dst.

Jerusalem: Flp 2:7 - mengosongkan diriNya Ini tidak mengenai inkarnasi sendiri, melainkan caranya inkarnasi terwujud. Apa yang dengan rela ditinggalkan Kristus dengan menjadi manusia bukanlah ...

Ini tidak mengenai inkarnasi sendiri, melainkan caranya inkarnasi terwujud. Apa yang dengan rela ditinggalkan Kristus dengan menjadi manusia bukanlah hakikat ilahiNya, melainkan kemuliaan yang merupakan hakNya dan dimilikiNya dalam kepra-adaanNya, bdk Yoh 17:5; pada diriNya kemuliaan ilahi itu juga memancar dari kemanusiaanNya (bdk Yesus yang dimuliakan di atas gunung, Mat 17:1-8 dsj). Kristus menanggalkan kemuliaan itu untuk hanya menerimanya dari Bapa, (bdk Yoh 8:50,54) sebagai ganjaran korbanNya, Fili 2:9-11

Jerusalem: Flp 2:7 - rupa seorang hamba Ini diperlawankan dengan gelar "Tuhan", Fili 2:11; bdk Kol 3:22 dst; Gal 4;1; Kristus yang menjadi manusia telah memilih jalan penaklukan dan ketaatan...

Ini diperlawankan dengan gelar "Tuhan", Fili 2:11; bdk Kol 3:22 dst; Gal 4;1; Kristus yang menjadi manusia telah memilih jalan penaklukan dan ketaatan, Fili 2:8. Boleh jadi Paulus berpikir kepada "Hamba Tuhan" yang disebutkan dalam Yes 52:13-53:12; bdk Yes 42:1

Jerusalem: Flp 2:7 - sama dengan manusia Jadi Kristus tidak hanya menjadi manusia sejati, tetapi seorang manusia "sama dengan yang lain", yang mengambil bagian dalam seluruh kelemahan manusia...

Jadi Kristus tidak hanya menjadi manusia sejati, tetapi seorang manusia "sama dengan yang lain", yang mengambil bagian dalam seluruh kelemahan manusia, kecuali dalam dosa.

Ende: Flp 2:7 - Menghampakan diri jaitu dari kemuliaan IlahiNja, sehingga kemuliaan seolah-olah tidak ada.

jaitu dari kemuliaan IlahiNja, sehingga kemuliaan seolah-olah tidak ada.

Ref. Silang FULL: Flp 2:7 - telah mengosongkan // seorang hamba // dengan manusia · telah mengosongkan: 2Kor 8:9 · seorang hamba: Mat 20:28; Mat 20:28 · dengan manusia: Yoh 1:14; Yoh 1:14; Rom 8:3; Ibr 2:17

· telah mengosongkan: 2Kor 8:9

· seorang hamba: Mat 20:28; [Lihat FULL. Mat 20:28]

· dengan manusia: Yoh 1:14; [Lihat FULL. Yoh 1:14]; Rom 8:3; Ibr 2:17

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per Ayat)

Wycliffe: Flp 2:5-11 - -- VIII. Teladan Utama Tentang Penyangkalan Diri (2:5-11) Untuk menunjang permintaannya agar orang tidak mementingkan diri sendiri dan hidup dengan kere...

VIII. Teladan Utama Tentang Penyangkalan Diri (2:5-11)

Untuk menunjang permintaannya agar orang tidak mementingkan diri sendiri dan hidup dengan kerelaan untuk berkorban, Paulus mengutip sebuah kidung gereja mula-mula yang dengan jitu melukiskan tindakan merendahkan diri Kristus ketika Ia berinkarnasi dan mati. (Untuk melihat pembahasan yang terbaru dan bagus mengenai bagian yang banyak dibicarakan ini, lihat Vincent Taylor, The Person of Christ, hlm. 62-79). Penafsiran selanjutnya melihat perbedaan mendasar antara kedua Adam, dan memahami "pengosongan diri" Kristus dari segi Hamba yang Menderita (bdg. A. M. Hunter, Paul and His Predecessors, hlm. 45-51 untuk melihat penyajian yang bagus mengenai pembahasan ini). Jika diingat bahwa bahasa 2:5-11 merupakan bahasa syair, bukan teologi formal, maka banyak persoalan yang ditimbulkan oleh spekulasi kenosis (harfiah, pengosongan) secara tepat akan tampak sebagai tidak sesuai dengan ajaran hakiki dari nas ini.

Wycliffe: Flp 2:7 - Melainkan telah mengosongkan diri-Nya // mengambil rupa seorang hamba // rupa // dan menjadi sama dengan manusia 7. Melainkan telah mengosongkan diri-Nya. Ekenosen bukan dimaksudkan sebagai kiasan (yaitu, bahwa Dia membuang semua sifat ilahi-Nya), tetapi sebuah "...

7. Melainkan telah mengosongkan diri-Nya. Ekenosen bukan dimaksudkan sebagai kiasan (yaitu, bahwa Dia membuang semua sifat ilahi-Nya), tetapi sebuah "ungkapan yang jelas tentang penyangkalan diri-Nya yang mutlak" (M. R. Vincent, A Critical and Exegetical Commentary on the Epistles to the Philippians and to Philemon, hlm. 59). Perhatikan penyebutan Yesaya 53:12, "ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut." Kristus mengosongkan diri-Nya dengan mengambil rupa seorang hamba (pemakaian kata morphic, rupa di sini menunjukkan kesungguhan dari kedudukan-Nya sebagai hamba) dan menjadi sama dengan manusia. Berbeda dengan Adam pertama, yang melakukan tindakan sia-sia untuk mencapai kesetaraan dengan Allah (Kej. 3:5), Yesus, Adam terakhir (I Kor. 15:47), merendahkan diri-Nya dan di dalam ketaatan menerima peran sebagai hamba yang Menderita.

buka semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Rentang Ayat

Matthew Henry: Flp 2:1-11 - Anjuran mengenai Kasih Persaudaraan; Kemuliaan dan Teladan Kristus Lebih jauh Rasul Paulus melanjutkan dengan nasihat-nasihat untuk melakukan beberapa kewajiban, yaitu supaya jemaat Filipi sehati sepikir dan rend...

SH: Flp 2:1-11 - Murid Kristus mengutamakan orang lain. (Selasa, 27 Oktober 1998) Murid Kristus mengutamakan orang lain. Orang Kristen hendaknya mengutamakan orang lain, sehati, sepikir dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan (ayat...

SH: Flp 2:5-11 - Teladan Kristus. (Kamis, 27 Mei 2004) Teladan Kristus. Setelah berbicara tentang kesatuan tubuh Kristus, Paulus menutup bagian ini dengan mengacu kepada teladan Kristus. Teladan ...

Utley: Flp 2:1-11 - --NASKAH NASB (UPDATED): Fili 2:1-111 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasih...

Topik Teologia: Flp 2:7 - -- Yesus Kristus Kemanusiaan Kristus Kehidupan Kristen: Tanggung Jawab kepada Allah Menaati Allah Taat kepada Allah Teladan-t...

buka semua
Pendahuluan / Garis Besar

Full Life: Filipi (Pendahuluan Kitab) Penulis : Paulus Tema : Sukacita Dalam Hal Hidup bagi Kristus Tanggal Penulisan: Sekitar 62/63 TM Latar Belakang Kota Filipi d...

Full Life: Filipi (Garis Besar) Garis Besar Pendahuluan (Fili 1:1-11) A. Salam Kristen (Fili 1:1-2) B. Ucapan Syukur dan Doa untuk Jemaat F...

Matthew Henry: Filipi (Pendahuluan Kitab) Filipi adalah sebuah kota utama di kawasan barat Makedonia, prōtē tēs meridos tēs Makedonias polis (Kis. 16:12). Nama kota ini diambil dari n...

Jerusalem: Filipi (Pendahuluan Kitab) SURAT-SURAT PAULUS PENGANTAR Kronologi kehidupan Paulus Dengan menggunakan Kisah Para Rasul dan surat-surat Paulus, maka tokoh ini lebih kita kenal da...

Ende: Filipi (Pendahuluan Kitab) SURAT RASUL PAULUS KEPADA UMAT PILIPI KATA PENGANTAR Pilipi, sebuah kota dagang di Masedonia, oleh Kaisar Agustus dalam tahun 4-2 seb. Kr. didjadikan ...

Wycliffe: Filipi (Pendahuluan Kitab) PENDAHULUAN FILIPI Pendirian Gereja di Filipi. Sebagai tanggapan terhadap panggilan ke Makedonia, Paulus dan rekan-rekannya telah menyeberang Laut Ae...

Wycliffe: Filipi (Garis Besar) GARIS BESAR FILIPI I. Salam (1:1, 2) II. Ucapan Syukur dan Doa (1:3-11) III. Injil yang Tidak Dapat Dikalahkan (1:12-14) IV. Pemberi...

BIS: Filipi (Pendahuluan Kitab) SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT DI FILIPI PENGANTAR Jemaat di Filipi adalah jemaat pertama yang didirikan Paulus di Eropa. Filipi terletak di Makedonia,

SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT DI FILIPI

PENGANTAR

Jemaat di Filipi adalah jemaat pertama yang didirikan Paulus di Eropa. Filipi terletak di Makedonia, sebuah provinsi kerajaan Roma. Surat \\Paulus Kepada Jemaat di Filipi\\ ini ditulis ketika Paulus berada di penjara. Hatinya pada saat itu cemas karena ada pekerja-pekerja Kristen yang menentangnya. Juga karena di dalam jemaat di Filipi itu ada orang-orang yang mengajarkan ajaran-ajaran yang menyesatkan. Meskipun demikian surat Paulus ini bernada gembira dan penuh harapan. Apa sebabnya demikian? Tidak lain hanyalah karena Paulus percaya sekali kepada Kristus.

Paulus menulis surat ini karena pertama-tama ia mau mengucap terima kasih kepada jemaat di Filipi atas pemberian yang telah diterimanya dari mereka ketika ia berada dalam kesukaran. Dan dalam kesempatan ini pula ia ingin memberi dorongan kepada mereka supaya mereka berani dan tabah dalam menghadapi kesukaran. Ia minta dengan sangat supaya mereka rendah hati seperti Yesus, dan tidak dikuasai oleh perasaan angkuh dan mementingkan diri sendiri. Ia mengingatkan mereka bahwa hanya karena rahmat Allah sajalah, Allah membuat mereka bersatu dengan Kristus berdasarkan percaya mereka kepada-Nya, bukan karena mereka taat menjalankan upacara-upacara agama yang ditentukan dalam hukum agama Yahudi. Selanjutnya Paulus menulis juga tentang kegembiraan dan sejahtera yang diberikan Allah kepada orang-orang yang hidup bersatu dengan Kristus.

Ciri khas surat ini ialah tekanannya pada kegembiraan, keteguhan hati, kesatuan, dan ketabahan orang Kristen dalam mempertahankan percayanya kepada Kristus dan dalam menjalani hidup sebagai orang Kristen. Surat ini menunjukkan juga betapa cintanya Paulus kepada jemaat di Filipi itu.

Isi

  1.  Pendahuluan
    Filipi 1:1-11
  2.  Keadaan Paulus sendiri
    Filipi 1:12-26
  3.  Kehidupan orang Kristen
    Filipi 1:27-2:18
  4.  Rencana untuk Timotius dan Epafroditus
    Filipi 2:19-30
  5.  Peringatan terhadap musuh-musuh dari luar dan dari dalam
    Filipi 3:1-4:9
  6.  Paulus dan kawan-kawannya di Filipi
    Filipi 4:10-20
  7.  Penutup
    Filipi 4:21-23

Ajaran: Filipi (Pendahuluan Kitab) Tujuan Supaya orang Kristen mengerti pentingnya pemeliharaan terhadap persekutuan dan kesatuan dengan Kristus sebagai Tuhan dan Rajanya, sehingga In

Tujuan

Supaya orang Kristen mengerti pentingnya pemeliharaan terhadap persekutuan dan kesatuan dengan Kristus sebagai Tuhan dan Rajanya, sehingga Injil dapat disebarluaskan.

Pendahuluan

Penulis : Rasul Paulus.

Tahun : Sekitar tahun 61 sesudah Masehi.

Penerima : Jemaat Kristen di kota Filipi. (Dan juga semua orang percaya di seluruh dunia).

Isi Kitab: Kitab Filipi terbagi atas 4 pasal. Di dalamnya kita dapat melihat dengan jelas ajaran Rasul Paulus tentang kesukacitaan hidup di dalam Tuhan Yesus.

I. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Filipi

  1. Pasal 1 (Fili 1:1-30).

    Pengajaran bahwa Kristus adalah hidup orang percaya

    Dalam bagian ini, Rasul Paulus menyatakan bahwa seluruh hidupnya adalah untuk memberitakan Injil, baik melalui perkataan maupun melalui perbuatan/sikap hidup.

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal Fili 1:21-22. _Tanyakan_: Apakah arti hidup bagi Rasul Paulus? Dan bagaimanakah dengan saudara?
    2. Bacalah pasal Fili 1:27. _Tanyakan_: Apakah perintah Rasul Paulus untuk hidup berbuah?
  2. Pasal 2 (Fili 2:1-30).

    Pengajaran tentang kehidupan Kristus merupakan teladan bagi kehidupan orang Kristen

    Dalam bagian ini, Rasul Paulus mengajarkan bahwa kerendahan hati, kelemahlembutan, kasih, kesabaran dsb. dari sikap hidup Tuhan Yesus, merupakan teladan bagi hidup segenap orang Kristen.

    Pendalaman

    Bacalah pasal Fili 2:1-4,11. _Tanyakan_: Apakah yang ada di dalam Tuhan Yesus? Mengapakah Tuhan Yesus dipermuliakan?

  3. Pasal 3 (Fili 3:1-21).

    Pengajaran tentang pengenalan akan Kristus sebagai kebahagiaan bagi kehidupan orang Kristen

    Pendalaman

    Bacalah pasal Fili 3:1-11. _Tanyakan_: Apakah yang dikehendaki oleh Rasul Paulus dalam ayat 10 (Fili 3:10)? Apakah yang diperoleh dari mengenal Kristus ayat 11 (Fili 3:11)?

  4. Pasal 4 (Fili 4:1-23).

    Pengajaran tentang Kristus sebagai pendamaian bagi kehidupan orang Kristen

    Pendalaman

    Bacalah ayat (Fili 4:1-4,8-9). _Tanyakan_: Apakah yang diperintahkan oleh Rasul Paulus dalam ayat 2 (Fili 4:2)? Apakah yang harus dilakukan oleh orang Kristen menurut ayat 8-9 (Fili 4:8-9)?

II. Kesimpulan

Dalam Kitab Filipi, Rasul Paulus mengajarkan bahwa kehidupan yang bersukacita senantiasa ada di dalam Tuhan Yesus, walaupun di dalam kesulitan dan kesusahan.

Pertanyaan-pertanyaan yang Dapat Digunakan untuk Tanya Jawab

  1. Siapakah penulis Kitab Filipi?
  2. Apakah pokok pengajaran Kitab Filipi?
  3. Kehidupan siapakah yang harus menjadi teladan bagi orang Kristen?

Intisari: Filipi (Pendahuluan Kitab) Sepucuk surat ucapan terima kasih KOTA FILIPI.Filipi adalah koloni Romawi yang sebagian besar penduduknya adalah pendatang dari Italia yang tetap set

Sepucuk surat ucapan terima kasih

KOTA FILIPI.
Filipi adalah koloni Romawi yang sebagian besar penduduknya adalah pendatang dari Italia yang tetap setia kepada Roma. Filipi adalah sebuah kota besar, pusat kegiatan dagang yang ramai, tetapi tidak terkenal karena standar moral penduduknya.

SURAT FILIPI.
Jelas bahwa Paulus menulis dari dalam penjara (Fili 1:12) boleh jadi di Roma, dan bila demikian surat ini ditulis antara tahun 61 dan 63 M. Beberapa orang beranggapan bahwa surat ini ditulis dari Efesus, berarti 10 tahun lebih awal dari anggapan pertama. Pada dasarnya surat ini merupakan surat'ucapan terima kasih' yang dikirim melalui Epafroditus untuk gereja di Filipi atas pemberian yang telah mereka kirimkan. Surat ini datang dari Paulus dan kawannya, Timotius.

GEREJA DI FILIPI.
Paulus dipakai Tuhan sebagai pendiri gereja di Filipi. Di sana ia bertemu dengan kelompok wanita yang sedang berbakti di tepi sebuah sungai dan salah satu dari mereka, bernama Lidia, menyambut Injil (Kis 16:14). Tak lama kemudian Paulus dan Silas digiring ke muka pengadilan dengan tuduhan yang dibuat-buat, dipukuli dan dijebloskan ke dalam penjara. Pada tengah malam, sementara mereka berdoa dan memuji Allah, terjadilah gempa bumi dahsyat yang menggoncangkan penjara sampai ke fondasinya. Pengawal penjara yang menyadari bahwa para tawanan dapat melepaskan diri, hampir saja bunuh diri. Paulus menghalangi niatnya dan orang itu menangis memohon pertolongan sambil berkata "Tuan-tuan apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?" (Kis 16:30). Setelah mengetahui jalan keselamatan, bukan hanya pengawal penjara itu saja, tetapi seluruh keluarganya pun bertobat dan dibaptis.

CIRI-CIRI UTAMA.
Rupanya rasul Paulus mempunyai kasih yang istimewa terhadap gereja di Filipi. Orang Kristen di sana menjadi sumber sukacita besar dan dorongan baginya (Fili 1:3-5). Nada sukacita dan gembira mengalir dalam seluruh isi surat. Dalam pasal ketiga Paulus membuat suatu perbandingan dengan menuliskan pada satu sisi hal-hal yang paling dihargainya sebelum ia menjadi Kristen dan pada sisi lain apa yang kini menjadi kesukaannya sebagai seorang Kristen. Jelaslah bahwa ia telah mendapat keuntungan yang lebih besar daripada kerugiannya karena penyerahannya kepada Kristus.

Pesan

1. Hal-hal yang harus disyukuri:
o persekutuan dalam Injil. Fili 1:5, 7
o kemampuan mengatasi situasi sulit. Fili 1:12
o khotbah penginjilan walaupun motivasinya beragam. Fili 1:15-18

2. Hal-hal yang perlu didoakan:
o untuk kasih yang melimpah. Fili 1:9
o untuk pilihan yang benar. Fili 1:10
o untuk kehidupan yang memuliakan Allah. Fili 1:11

3. Sikap yang harus dimiliki:
o tidak mementingkan diri sendiri. Fili 2:4
o keinginan untuk melayani. Fili 2:7
o keinginan untuk berkorban. Fili 2:8

4. Nilai-nilai yang harus diperbarui:
o latar belakang agama. Fili 3:5
o ketulusan yang nyata. Fili 3:6
o kehidupan moral. Fili 3:6

5. Kemuliaan harus disambut: Fili 3:20, 21

6. Pelajaran untuk dipelajari:
o hidup dalam keserasian. Fili 4:2
o selalu bersukacita. Fili 4:4
o mengatasi kekuatiran. Fili 4:6
o berpikir positif. Fili 4:8
o selalu merasa cukup. Fili 4:11
o percaya kepada Allah. Fili 4:19

Penerapan

Jemaat Filipi mengajar kita...

1. Seperti apa seharusnya orang Kristen.
o penuh kasih
o sanggup menilai benar-salah
o jujur
o siap bekerja sama
o penuh sukacita
o rendah hati
o puas
o berpusatkan Kristus

2. Seperti apa seharusnya pemimpin-pemimpin Kristen.
o penuh perhatian
o rela berkorban
o tidak mengeluh
o praktis
o penuh terima kasih

3. Tentang orang yang dapat kita teladani.
o Timotius - seorang anak rohani yang berharga
o Epafroditus - seorang pembawa pesan yang simpatik
o Euodia dan Sintikhe - wanita-wanita yang sedang berselisih

Tema-tema Kunci

1. Sukacita.
Kata itu menjadi lebih berkesan ketika kita tahu bahwa orang yang mengatakan "bersukacita selalu", menulisnya dari dalam penjara! Mudah untuk kelihatan bersukacita ketika keadaan di luar menggembirakan. Namun, Kristen harus tahu rahasia sukacita hati yang dalam dan menetap, yang tidak terpengaruh oleh keadaan luar. Sukacita itu dijanjikan sendiri oleh Yesus kepada para pengikut-Nya (Yoh 15:11). Telusuri tema tentang sukacita dalam seluruh surat dan berikan pendapat tentang alasan utama dari sukacita Rasul Paulus terhadap gereja di Filipi.

2. Keserupaan dengan Kristus.
Filipi 2:5-11 boleh jadi merupakan bagian dari lagu pujian dalam gereja mula-mula. Ini juga merupakan salah satu perikop tentang Kristologi yang terkenal dalam Perjanjian Baru. Perikop ini menelusuri langkah-langkah yang diambil oleh Putra Allah dalam memberikan keselamatan kepada kita. Namun juga, merupakan teladan yang harus kita ikuti. Kita harus mempunyai sikap mental seperti Kristus, dengan kata lain, tahu mengorbankan diri. Paulus sering menulis tentang mencontoh Kristus dan bahkan mencotoh dia sendiri (Efe 5:1; 1Kor 4:16; 11:1; Fili 3:17). Haruskah kita mampu membuat orang meneladani kita?

3. Nilai-nilai
Pertobatan bagi Paulus berarti perubahan pandangan secara total -- hal-hal yang dahulunya sangat dihargai sekarang tidak berarti sama sekali. Bagi Paulus hal yang dibanggakannya ialah pendidikan agama yang diterimanya sejak kecil. Bagi orang lain kebanggaan itu bisa status sosial, latar belakang pendidikan dan keadaan keuangan mereka. Kristus mengarahkan pandangan kita kepada hal yang lebih tinggi dan mengingatkan kita akan kewargaan kita di surga. Tuhan kita sendiri banyak membicarakan hal ini.

Pelajarilah ajaran Tuhan kita tentang harta duniawi (Luk 12:15; Mat 6:19-21, 33). Apakah ini yang menjadi penyebab mengapa orang kaya susah menjadi Kristen? (Mar 10:23, 24).

4. Kepuasan.
Paulus memberikan kesan bahwa ia telah belajar untuk mencukupkan diri dan mungkin hal itu bukan pelajaran yang mudah baginya. Ia pernah berkata, "...ibadah disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar" (1Tim 6:6).

Lihat 2Korintus 11:24-28 dan renungkan pernyataan Paulus sehubungan dengan pengalamannya itu. Pikirkan bagaimana Paulus belajar tentang kepuasan.

Garis Besar Intisari: Filipi (Pendahuluan Kitab) [1] SUKACITA DALAM PENDERITAAN Fili 1:1-30 Di sini kita membaca Rasul Paulus Fili 1:1, 2mengirim salam Fili 1:3-7menyampaikan terima kasih Fil

[1] SUKACITA DALAM PENDERITAAN Fili 1:1-30

Di sini kita membaca Rasul Paulus
Fili 1:1, 2mengirim salam
Fili 1:3-7menyampaikan terima kasih
Fili 1:8-11berdoa
Fili 1:12-14berkemenangkan
Fili 1:15-26mempercayai
Fili 1:27-30menantang

[2] SUKACITA DALAM PELAYANAN Fili 2:1-30

Paulus memberikan kepada kita beberapa nasihat praktis tentang pelayanan Kristen

Fili 2:1-4hidup bersama dalam keharmonisan
Fili 2:5-11meneladani Kristus
Fili 2:12, 13mempertahankan keselamatan
Fili 2:14-18berhenti mengeluh
Fili 2:19-30menghormati pelayan-pelayan Tuhan
Timotius (Fili 2:19-24)
Epafroditus (Fili 2:25-30)

[3] SUKACITA DI DALAM KRISTUS Fili 3:1-21

Fili 3:1-11Yang dulu dibanggakan dianggap sampah
Fili 3:12-16Perlombaan yang belum selesai
Fili 3:17-21Kewargaan yang harus dijunjung tinggi

[4] SUKACITA DALAM KEPUASAN Fili 4:1-20

Fili 4:1-4Sumber sukacita
Fili 4:5-9Rahasia sukacita
- tidak perlu kuatir akan apa pun - selalu berdoa untuk segala sesuatu - berterima kasih untuk semuanya
Fili 4:10-20Pemberian sukacita
- hadiah yang diterima dengan penuh syukur
Fili 4:21-23Salam perpisahan
Advanced Commentary (Kamus, Lagu-Lagu Himne, Gambar, Ilustrasi Khotbah, Pertanyaan-Pertanyaan, dll)


TIP #20: Untuk penyelidikan lebih dalam, silakan baca artikel-artikel terkait melalui Tab Artikel. [SEMUA]
dibuat dalam 0.14 detik
dipersembahkan oleh YLSA