kecilkan semua
Teks -- Ibrani 12:5 (TB)

Paralel
Ref. Silang (TSK)
Ref. Silang (FULL)
ITL
Nama Orang, Nama Tempat, Topik/Tema Kamus



kecilkan semuaTafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per frasa)
Full Life -> Ibr 12:5
Full Life: Ibr 12:5 - DIDIKAN TUHAN.
Nas : Ibr 12:5
Perhatikan beberapa hal mengenai didikan Tuhan atas orang-orang
percaya dan kesukaran serta penderitaan yang diizinkan-Nya terjadi d...
Nas : Ibr 12:5
Perhatikan beberapa hal mengenai didikan Tuhan atas orang-orang percaya dan kesukaran serta penderitaan yang diizinkan-Nya terjadi dalam kehidupan kita.
- 1) Semuanya itu merupakan tanda bahwa kita adalah anak-anak Allah (ayat Ibr 12:7-8).
- 2) Semuanya itu merupakan jaminan kasih dan perhatian Allah kepada kita (ayat Ibr 12:6).
- 3) Didikan Tuhan memiliki dua maksud:
- (a) agar pada akhirnya kita tidak ikut dihukum bersama-sama dengan dunia (1Kor 11:31-32), dan
- (b) agar kita dapat mengambil bagian dalam kekudusan Allah dan tetap hidup di dalam kesucian karena tanpanya kita tidak mungkin melihat Allah (ayat Ibr 12:10-11,14).
- 4) Ada dua akibat yang mungkin terjadi karena didikan Tuhan.
- (a) Kita dapat tetap bertahan dalam kesukaran dengan pimpinan Allah, tunduk kepada kehendak Allah dan tetap setia kepada-Nya (ayat Ibr 12:5-6). Dengan melakukan hal ini kita akan tetap hidup sebagai anak-anak rohani Allah (ayat Ibr 12:7-9) dan mengambil bagian dalam kesucian-Nya (ayat Ibr 12:10); kita juga akan menuai kebenaran (ayat Ibr 12:11).
- (b) Kita dapat memandang ringan didikan Tuhan ini (ayat Ibr 12:5), memberontak terhadap Allah karena penderitaan dan kesukaran, dan oleh karenanya murtad dari Allah (ayat Ibr 12:25; Ibr 3:12-14).
- 5) Di bawah kehendak Allah, kesulitan mungkin tiba
- (a) sebagai akibat perjuangan rohani melawan Iblis (Ef 6:11-18);
- (b) sebagai ujian untuk memperkuat iman kita (1Pet 1:6-7) dan pekerjaan kita (Mat 7:24-27; 1Kor 3:13-15), atau
- (c) sebagai persiapan untuk menghibur saudara seiman yang lain (2Kor 1:3-5) dan menyatakan kehidupan Kristus (2Kor 4:8-10,12,16).
- 6) Di dalam segala bentuk kesengsaraan, kita harus mencari Allah,
memeriksa kehidupan kita (2Taw 26:5; Mazm 3:5; 9:13; 34:18) dan
meninggalkan segala sesuatu yang bertentangan dengan kekudusan-Nya (ayat
Ibr 12:10,14;
lihat cat. --> Mazm 60:3-14;
lihat cat. --> Mazm 66:18;
[atau ref. Mazm 60:3-14; 66:18]
lihat art. PENDERITAAN ORANG BENAR).
Ende -> Ibr 12:5-6
Kutipan ini diambil dari "Buku Perumpamaan" (Ams 3:11-12).
Ref. Silang FULL -> Ibr 12:5
Defender (ID) -> Ibr 12:5
Defender (ID): Ibr 12:5 - berbicara kepada kalian Ibr 11:5, Ibr 11:6 dikutip (secara interpretatif) dari Ams 3:11, Ams 3:12. Sebuah dorongan yang sangat mirip juga ditemukan dalam Ayub 5:17, Maz 94:12...

kecilkan semuaTafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per Ayat)
Ref. Silang BIS -> Ibr 12:5
Ref. Silang TB -> Ibr 12:5-6
Hagelberg: Ibr 12:5 - -- 12:5 ..."Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan...
Di dalam bagian ini satu istilah menonjol sebagai kata kunci. Kata "didikan," yaitu p...
12:5 ..."Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan...
Di dalam bagian ini satu istilah menonjol sebagai kata kunci. Kata "didikan," yaitu paideia/paideia, menunjuk pada proses di mana seorang anak didewasakan. Termasuk dalam gagasan ini ada disiplin, didikan, latihan, pukulan, dan penderitaan. Istilah ini timbul dalam 12:5 ("didikan"), 12:7 ("ganjaran"), 12:8 ("ganjaran"), dan 12:11 ("ganjaran"). Jadi istilah "ganjaran" di dalam nats ini adalah ganjaran dengan arti "pukulan" atau "didikan," dan bukan "upah."
Beberapa istilah dalam bahasa Yunani perlu dimengerti di sini. Dalam bahasa Yunani ada kata _teknon/teknon, yaitu "anak kandung," ada kata uiov/huios, yang berarti "anak yang disahkan" atau "diangkat secara sah," dan ada kata noyov/nothos yang menunjuk pada anak yang ibunya belum menikah. Ternyata istilah yang dipakai di dalam nats ini adalah kata uiov/huios, yang berarti "anak yang disahkan" atau "diangkat secara sah." Mungkin "anak" ini kecil atau dewasa, tetapi dia sah. (12:8 diakhiri dengan "tetapi anak-anak gampang." Di situ ada kata noyov/nothos yang menunjuk pada anak yang haram, yang lahir di luar nikah, sehingga tidak sah.)
Penjelasan ini berarti bahwa pasal 12:5 dapat diterjemahkan, "Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu sebagai anak-anak yang sah...." Yang ditekankan di sini bukan keadaan mereka seolah-olah mereka anak-anak kecil, dan tidak dewasa, tetapi keadaan mereka sebagai anak yang sah. Penderitaan mereka membuktikan bahwa mereka sungguh anak yang sah.
Menurut ketentuan hukum Romawi, hanya anak yang sah (uiov/huios) mempunyai hak warisan. Kalau anak tidak diangkat secara sah (sehingga anak itu tidak menjadi uiov/huios), biar orang tuanya menikah secara sah, dia tidak mempunyai hak untuk mewarisi apa-apa dari orang tuanya.
Selama kita adalah anak yang sah, dan mempunyai hak untuk mewarisi (mewarisi Kerajaan Allah), kita harus siap menerima kesusahan yang kita alami sebagai didikan Allah Bapa kita, demi kebaikan kita sendiri. Gunanya sikap ini diceritakan di dalam 12:11.
