kecilkan semua  

Teks -- Imamat 13:3 (TB)

Tampilkan Strong
Konteks
13:3 Imam haruslah memeriksa penyakit pada kulit itu, dan kalau bulu di tempat penyakit itu sudah berubah menjadi putih, dan penyakit itu kelihatan lebih dalam dari kulit, maka itu penyakit kusta; kalau imam melihat hal itu, haruslah ia menyatakan orang itu najis.
Paralel   Ref. Silang (TSK)   Ref. Silang (FULL)   ITL  
Daftar Isi

Catatan Kata/Frasa
Full Life , Jerusalem , Ende , Ref. Silang FULL

Catatan Kata/Frasa
Wycliffe

Catatan Rentang Ayat
SH

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per frasa)

Full Life: Im 13:3 - MENYATAKAN ORANG ITU NAJIS. Nas : Im 13:3 Di sini kenajisan harus disamakan dengan segala sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak dan kekudusan Allah. Kenajisan dapat diseba...

Nas : Im 13:3

Di sini kenajisan harus disamakan dengan segala sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak dan kekudusan Allah. Kenajisan dapat disebabkan oleh proses menjadi orang-tua

(lihat cat. --> Im 12:2 sebelumnya),

[atau ref. Im 12:2]

penyakit (pasal Im 13:1-14:57; dan Bil 5:2; 12:10-14) atau kematian (Bil 5:2; 31:19; 35:33). Semuanya ini menyimpang dari kesempurnaan yang dimaksudkan Allah pada saat penciptaan. Dengan kata lain, hukum-hukum yang bertalian dengan kenajisan senantiasa mengingatkan umat Israel akan dampak-dampak yang menghancurkan dari dosa.

Jerusalem: Im 11:1--16:34 - -- Bab-bab ini memuat "Hukum Ketahiran" dan bagian berikutnya, bab 17-26, menyatakan "Hukum Kekudusan". Kedua bagian Imamat itu saling melengkapi. Dua-du...

Bab-bab ini memuat "Hukum Ketahiran" dan bagian berikutnya, bab 17-26, menyatakan "Hukum Kekudusan". Kedua bagian Imamat itu saling melengkapi. Dua-duanya meninjau tuntutan-tuntutan Allah yang sama, tetapi dari segi yang berbeda. Yaitu dari segi negatipnya dan dari segi positipnya. Penetapan-penetapan yang tercantum dalam bab 11-16 bersumberkan larangan-larangan agama yang sangat tua usianya. Tahir dan halal ialah segala sesuatunya yang boleh mendekati Tuhan: najis dan haram ialah apa yang membuat orang tidak mampu ikut serta dalam ibadat atau yang tidak boleh dipakai dalam ibadat. Binatang halal ialah binatang yang boleh dikorbankan kepada Tuhan, Kej 7:2, sedangkan binatang yang disebut najis ialah binatang-binatang yang dianggap kudus oleh orang kafir atau yang menimbulkan rasa jijik ataupun yang dianggap jahat dan karenanya tidak diperkenankan Allah, bab 11. Bagian Imamat ini juga memuat penetapan-penetapan yang menyangkut kelahiran, bab 12, hidup seksuil, bab 15, dan kematian, Bil 21:1-11; bdk Bil 19:11-19. Penetapan-penetapan itu sebenarnya menyangkut bidang-bidang hidup manusia yang penuh rahasia dan yang secara khusus di bawah kekuasaan Allah. Penguasa kehidupan. Sebuah gejala pembusukan seperti sakit kusta, Ima 13:1+, juga menjadikan orang najis. Tetapi dengan menekankan kesucian hati, Yer 1:16; Yer 33:8; bdk Maz 51:12. para nabi melampaui ketahiran yang ditetapkan hukum ibadat Imamat ini. Dengan menuntut kesucian hati itu para nabi menyiapkan pewartaan Yesus, Mat 15:10-20, yang membebaskan pengikut-pengikutNya dari peraturan-peraturan yang di masa Yesus hanya secara lahiriah dilaksanakan, Mat 23:24-26. Namun demikian, peraturan-peraturan kuno mengenai tahir serta halal, najis dan haram itu tetap mengajar kita mengenai cita-cita kemurnian akhlak yang dimajukan dengan peraturan-peraturan yang bernada positip.

Jerusalem: Im 13:1--14:57 - -- Kata "kusta" dalam pengertian orang Ibrani di zaman dahulu mencakup berbagai penyakit kulit atau penyakit pada bagian luar tubuh, Ima 13:1-44. Ke dala...

Kata "kusta" dalam pengertian orang Ibrani di zaman dahulu mencakup berbagai penyakit kulit atau penyakit pada bagian luar tubuh, Ima 13:1-44. Ke dalam istilah "kusta" termasuk pula jamuran pada pakaian atau dinding, Ima 13:47-59; 14:33-53. Hanya para imam berhak menentukan apakah "penyakit kusta" ada atau tidak sudah sembuh tidaknya: mereka juga menetapkan tindakan yang harus diambil untuk mencegah "penyakit" itu dari menular. Peraturan-peraturan pegangan imam dalam hal itu, di sini dibukukan. Ini semua peraturan praktis yang berlatarbelakang adat istiadat primitip. Tetapi dalam agama Israel semua mendapat makna keagamaan, oleh karena peraturan-peraturan itu menetapkan apa yang "najis" (menghalangi hubungan dengan Tuhan). Upacara pemasukan kembali ke dalam masyarakat diganti dengan upacara yang diserupakan dengan korban penghapusan dosa, Ima 14:1-31, 49-53. Dalam rangka itu "dosa" berarti: dirusaknya daya hidup yang bersumberkan Allahnya Israel.

Ende: Im 11:1--15:33 - -- Dalam pasal-pasal ini terkumpul pelbagai hukum dan aturan mengenai nadjis dan tahir, haram dan halal. Ada hukum-hukum jang berdasarkan tradisi-tradisi...

Dalam pasal-pasal ini terkumpul pelbagai hukum dan aturan mengenai nadjis dan tahir, haram dan halal. Ada hukum-hukum jang berdasarkan tradisi-tradisi kuno, lainnja memuat tradisi jang lebih muda. Hukum-hukum itu sering melandjutkan matjam-matjam tabu, sebagaimana djuga diketemukan pada bangsa-bangsa lain dan dalam agamanja. Tabu sedemikian itu aselinja bermaksud melindungi orang-orang terhadap daja-daja adjaib dan berbahaja jang dianggap tersembunji didalam barang-barang tertentu, ataupun berkenaan dengan daja hidup jang misterius dan karenanja ilahi, sehingga perlu dibarengi dengan kelakuan jang chas. Dalam agama bangsa Israil hukum-hukum sedemikian itu diberi makna lain, sehingga disangkutkan dengan ibadah dan membuat orang mampu atau menghalang-halangi dia ikut serta dalam ibadah jang mendekatkan manusia kepada Allah. Binatang-binatang jang dilarang itu umumnja adalah binatang jang dipakai dalam ibadah kaum kafir, entah sebagai kurban entah untuk dipudja. Binatang-binatang jang halal dipergunakan dalam ibadah Jahwe. Dengan demikian umat Allah dipisahkan dari bangsa-bangsa kafir dan kemurnian agama dilindungi. Hukum-hukum jang bertalian dengan hidup dan kelahiran serta kematian mengingatkan, bahwa Allah semata-mata Tuhan kehidupan. Kusta merupakan tanda kematian, sehingga menghalang orang mendekati pokok kehidupan, Jahwe. Semua hukum ini memang tidak menjangkut tatasusila kebaikan atau kedjahatan, namun terang mengingatkan kepada manusia ketidak mampuannja dan hak Allah jang mutlak. Demikian undang-undang ini sungguh mempunjai makna keigamaan djuga. Perdjandjian Baru membatalkan semua hukum itu, oleh sebab tidak membutuhkan alat itu lagi, meskipun apa jang diusahakan dalam hukum-hukum itu masih tetap ada.

Ref. Silang FULL: Im 13:3 - itu najis · itu najis: Im 13:8,11,20,30; Im 21:1; Bil 9:6

· itu najis: Im 13:8,11,20,30; Im 21:1; Bil 9:6

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per Ayat)

Wycliffe: Im 11:1--15:33 - -- C. Hukum-hukum Kesucian (11:1-15:33). Cara untuk mempertahankan dan memulihkan keadaan suci menurut aturan agama diberikan di dalam bagian ini. Berba...

C. Hukum-hukum Kesucian (11:1-15:33).

Cara untuk mempertahankan dan memulihkan keadaan suci menurut aturan agama diberikan di dalam bagian ini. Berbagai peraturan itu menyangkut soal makan daging hewan, bersentuhan dengan orang mati atau hewan mati, melahirkan anak, dan keadaan najis seseorang, pakaian, perabotan dan rumah. Sekalipun salah satu hasil penting dari semua peraturan ini mungkin adalah terpeliharanya kesehatan, hal tersebut tidak sama dengan menyatakan bahwa motivasinya adalah pemeliharaan kesehatan. Jadi hukum-hukum ini tidak dapat diuraikan berdasarkan nalar. Di dalam semua bangsa dan agama kuno terdapat suatu perbedaan yang biasanya khas antara kesucian dan kenajisan dari makhluk, benda atau situasi tertentu. Ada yang di suatu tempat dianggap layak, di lain tempat dianggap tidak layak. Tidak ada alasan yang dikemukakan untuk pengadaan peraturan tersebut dan tampaknya tidak diperlukan alasan. Tidak banyak pembatasan yang dikemukakan di sini masih berlaku sampai sekarang, namun tetap semua peraturan tersebut layak dibaca dengan penuh perhatian serta dapat dikenali sebagai peraturan yang membantu terpeliharanya kesehatan jasmaniah Israel dan pada saat bersamaan memisahkan Israel sebagai bangsa yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain di sekitar mereka.

Wycliffe: Im 13:1--14:57 - -- 3) Kusta (13:1-14:57). Keadaan yang disebut terkena kusta (sãra'at) di dalam pasal ini dan pasal berikutnya tidaklah sepenuhnya sama dengan pe...

3) Kusta (13:1-14:57).

Keadaan yang disebut terkena kusta (sãra'at) di dalam pasal ini dan pasal berikutnya tidaklah sepenuhnya sama dengan penyakit yang dikenal. dengan nama ini sekarang. Di sisi lain, kusta yang benar-benar merupakan penyakit pasti ikut termasuk. Dengan keterbatasan kemampuan untuk mendiagnosis penyakit pada zaman Musa, maka peraturan-peraturan yang ditetapkan cukup berhasil guna untuk mengatasi masalah yang timbul akibat penyakit kusta yang sesungguhnya maupun keadaan sejenis lainnya. Pemisahan serta pengamatan teliti terhadap orang yang dicurigai terkena penyakit tersebut dewasa ini sama baiknya dengan saat itu.

Imamat 13 membahas soal pengenalan penyakit kusta serta keadaan sejenisnya di dalam diri seseorang dan pakaiannya. Pasal 14 membahas prosedur yang harus dilaksanakan pada saat sãra'at dinyatakan menimpa seseorang dan tembok-tembok rumahnya.

buka semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Rentang Ayat

SH: Im 13:1-28 - Kenajisan melambangkan dosa (Kamis, 11 Mei 2006) Kenajisan melambangkan dosa Imamat 13-14 menjelaskan peraturan bagi umat Israel untuk hidup kudus selama mereka mengembara di padang gurun. Hidup um...

SH: Im 13:1--14:57 - Kekudusan yang memisahkan dan pengorbanan yang merekatkan. (Minggu, 15 September 2002) Kekudusan yang memisahkan dan pengorbanan yang merekatkan. Imamat 13-14 merupakan penjabaran peran para imam sebagai penyelidik kenajisan dan sekaligu...

buka semua
Pendahuluan / Garis Besar

Full Life: Imamat (Pendahuluan Kitab) Penulis : Musa Tema : Kekudusan Tanggal Penulisan: 1445 -- 1405 SM Latar Belakang Imamat berhubungan erat dengan kitab Keluara...

Full Life: Imamat (Garis Besar) Garis Besar I. Cara Menghampiri Allah: Pendamaian (Im 1:1-16:34) A. Melalui Korban-Korban (Im 1:1-7:...

Jerusalem: Imamat (Pendahuluan Kitab) PENGANTAR JUDUL-JUDUL, PEMBAGIAN DAN ISI Kelima buku pertama Kitab Suci merupakan suatu kesatuan yang oleh orang-orang Yahudi diberi nama "Hukum&...

Ende: Imamat (Pendahuluan Kitab) LEVITIKA PENDAHULUAN Dengan menjebut kitab ini "Kitab Levitika" maka hanja tradisi kuno sadjanlah jang diteruskan, meski tradisi itu kurang tepat seka...

Wycliffe: Imamat (Pendahuluan Kitab) PENDAHULUAN IMAMAT Judul. Imamat merupakan judul terjemahan dari bahasa Inggris Leviticus. Judul bahasa Inggris tersebut berasal dari judul dalam Vul...

Wycliffe: Imamat (Garis Besar) GARIS BESAR IMAMAT I. Bagaimana Orang Menghampiri Allah (1:1-16:34) A. Hukum-hukum tentang Kurban (1:1-7:38) 1...

BIS: Imamat (Pendahuluan Kitab) IMAMAT PENGANTAR Buku Imamat berisi peraturan-peraturan untuk ibadat dan upacara-upacara agama bangsa Israel di zaman dahulu. Juga untuk para imam y

IMAMAT

PENGANTAR

Buku Imamat berisi peraturan-peraturan untuk ibadat dan upacara-upacara agama bangsa Israel di zaman dahulu. Juga untuk para imam yang bertanggung jawab atas pelaksanaannya.

Yang menjadi pokok dalam buku ini ialah kesucian Allah, dan bagaimana manusia harus hidup dan beribadat supaya tetap mempunyai hubungan baik dengan TUHAN, Allah Israel.

Petikan yang paling terkenal dari buku ini ialah yang oleh Yesus disebut perintah utama yang kedua, "Cintailah sesamamu seperti kamu mencintai dirimu sendiri" (Im 19:18).

Isi

  1.  Peraturan tentang kurban-kurban dan persembahan-persembahan
    Im 1:1-7:38
  2.  Harun dan anak-anaknya ditahbiskan menjadi imam
    Im 8:1-10:20
  3.  Peraturan tentang kebersihan
    Im 11:1-15:33
  4.  Hari Raya Pengampunan Dosa
    Im 16:1-34
  5.  Peraturan tentang ibadat dan hidup suci
    Im 17:1-27:34

Ajaran: Imamat (Pendahuluan Kitab) Tujuan Agar dengan mengetahui isi kitab Imamat anggota jemaat mengetahui dan mengerti bahwa Allah yang Mahakuasa telah memberikan jalan yang terbaik

Tujuan

Agar dengan mengetahui isi kitab Imamat anggota jemaat mengetahui dan mengerti bahwa Allah yang Mahakuasa telah memberikan jalan yang terbaik untuk memuliakan diri-Nya melalui ibadah.

Pendahuluan

Penulis : Musa.

Isi Kitab: Setelah mengetahui bahwa Allah Yang Mahakuasa dan Setia merupakan pencipta, pemelihara dunia dan isinya melalui Kitab Kejadian dan mengetahui bahwa Allah selalu setia dan memperhatikan kehidupan umat-Nya melalui Kitab Keluaran, maka di dalam Kitab Imamat Ia memberikan cara-cara persekutuan antara Diri-Nya dengan umat-Nya. Kitab ini terbagi atas 27 pasal dan merupakan kitab yang ke tiga dari kitab-kitab dalam Perjanjian Lama. Isi kitab Imamat dapat dibagi menjadi dua bagian yakni:

  1. Mengenai peraturan-peraturan tentang persembahan kepad Allah. Dan,
  2. Peraturan di dalam kehidupan ibadah dalam persekutua dengan-Nya.

I. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Imamat

  1. Pasal 1-17 (Im 1:1-17:16).

    Peraturan tentang persembahan-persembahan Pasal 1-7 (Im 1:1-7:38). Bagian ini menjelaskan tentang persembahan-persembahan, yang terdiri dari persembahan sebagai pujian dan pengabdian.

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal Im 1:3,10,14. Persembahan ini dilakukan secara sukarela. Apakah nam persembahan sukarela ini?
    2. Bacalah pasal Im 2:1,4,11,14. Apakah nama persembahan sebagai ucapan terima kasih ini?
    3. Bacalah pasal Im 2:1,6,12. Apakah nama persembahan yang diberikan pada saa memberikan syukur dan persembahan untuk perbaika persekutuan ini?
    4. Bacalah pasal Im 4:1-3,27-28. Apakah nama persembahan yang bertujuan memperbaik hubungan manusia dengan Allah ini?
    5. Bacalah pasal Im 5:15; 6:1-4. Apakah nama persembahan yang bertujuan memperbaik hubungan seseorang dengan Allah, dan sesama manusia ini?

Pasal 8-10 (Im 8:1-10:20). Bagian ini menjelaskan tentang orang-orang khusus yang ditunjuk sebagai imam-imam yang melayani persembahan-persembahan tersebut.

Pendalaman

  1. Bacalah pasal Im 7:35-36; 8:1,12-13. Keturunan siapakah yang boleh menjadi Imam Israel?
  2. Bacalah pasal Im 10:8-11. Apakah larangan bagi para Imam?

Pasal 11-17 (Im 11:1-17:16). Bagian ini menjelaskan tentang cara-cara menguduskan tubuh.

Pendalaman

  1. Bacalah pasal Im 11:44-45. Apakah tantangan yang Allah berikan kepada umat-Nya?
  2. Bagaimanakah saudara memandang tantangan itu, dari seg kehidupan rohani saudara?
  1. Pasal 18-27 (Im 18:1-27:34).

    Peraturan tentang kehidupan dan ibadah

    Pasal 18-22 (Im 18:1-22:33). Bagian ini menjelaskan kudusnya perkawinan, kudusnya hidup, kudusnya umat Tuhan dan kudusnya para imam dan ibadah.

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal Im 18:1-6. Perkawinan itu kudus, karena itu tidak boleh dicemarka oleh dosa ketidaksetiaan. Apakah kehendak Tuhan dalam pernikahan di antar manusia?
    2. Bacalah pasal Im 19:1-5, 12-16, 32-33. Apakah yang Tuhan inginkan dari umat-Nya?
    3. Bacalah pasal Im 20:1-7,26. Apakah yang Allah kehendaki dari umat-Nya?
    4. Bacalah pasal Im 21:1,6,8. Apakah yang Allah kehendaki dari para imam? Mengapa demikian?
    5. Bacalah pasal Im 22:1-2, 31-33. Mengapa ibadah kepada Allah itu merupakan suatu yang kudus?

Pasal 23-24 (Im 23:1-24:23). Pada pasal-pasal ini dijelaskan tentang ibadah-ibadah yang harus dilakukan tiap hari. Dan juga tentang perlengkapan ibadahnya.

Pendalaman

  1. Bacalah pasal Im 23:1-8. Ada berapa hari rayakah di dalamnya?
  2. Bacalah pasal Im 24:1,5. Apakah perlengkapan ibadah pada waktu itu?

Pasal 25-27 (Im 25:1-27:34). Pada pasal-pasal ini dijelaskan tentang apa yang dimaksud dengan Tahun Sabat dan Tahun Yobel. Dan juga tentang berkat dari Allah dan Nazar kepada Allah.

Pendalaman

  1. Bacalah pasal Im 25:1-4,10-13. Apakah yang dimaksud dengan Tahun Sabat dan Tahu Yobel?
  2. Bacalah pasal Im 26:1-4. Apa yang harus dilakukan seseorang supaya diberkat Tuhan?
  3. Bacalah pasal Im 26:14-16. Apakah sebabnya seseorang mendapat hukuman dari Allah?
  4. Bacalah pasal Im 27:28. Mengapa Nazar seseorang harus ditepati? Pernahkah saudara bernazar kepada Allah tentang sesuatu?

II. Kesimpulan/penerapan

  1. Allah melalui Kitab Imamat memberi jalan kepada umat-Nya untuk mengetahui kehendak-Nya.

  2. Allah melalui Kitab Imamat mengajarkan kepada umat-Nya untuk memberikan persembahan, sebagai tanda ketaatan dan pengucapan syukur atas pemeliharaan- Nya.

  3. Allah yang Mahakudus melalui Kitab Imamat mengajarkan kepada umat-Nya untuk hidup di dalam kekudusan sebab Ia sebagai sesembahan adalah kudus.

  4. Allah yang memilih umat-Nya melalui Kitab Imamat mengajarkan kepada umat-Nya untuk beribadah atau berhubungan dengan-Nya sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya.

Pertanyaan-pertanyaan yang Dapat Digunakan untuk Tanya Jawab

  1. Siapakah penulis Kitab Imamat?
  2. Apakah isi Kitab Imamat?
  3. Pelajaran rohani apakah yang saudara dapatkan dar mempelajari Kitab Imamat?

Intisari: Imamat (Pendahuluan Kitab) Peraturan mengenai kehidupan dan penyembahan MENGAPA IMAMAT?Sebagian besar isinya menyangkut imam-imam bangsa Lewi, tetapi pengulangan kata-kata, "Be

Peraturan mengenai kehidupan dan penyembahan

MENGAPA IMAMAT?
Sebagian besar isinya menyangkut imam-imam bangsa Lewi, tetapi pengulangan kata-kata, "Berbicaralah kepada orang Israel..." menunjukkan bahwa kitab itu juga diperuntukkan bagi semua orang. Kitab itu harus dianggap sebagai bagian dari Pentateukh, lima kitab pertama dari Alkitab. Keluaran menceritakan bagaimana Allah membebaskan bangsa Israel dari Mesir dan membuat perjanjian dengan mereka. Imamat menerangkan bagaimana kehidupan dan penyembahan bangsa perjanjian itu diatur.

SIAPA PENULISNYA?
Tak ada nama penulis disebut dalam Imamat. Sebagian besar bahan tulisan diberikan oleh Allah kepada Musa di Sinai, tetapi kita tidak dapat mengatakan kapan atau oleh siapa semua bahan tulisan itu pada akhirnya disatukan dan disusun.

MENGENAI APA?
Imamat terutama terdiri dari hukum-hukum dan peraturan-peraturan, tetapi terdapat kerangka cerita dan ilustrasi yang menunjukkan bahwa semua peraturan ini cocok dengan sejarah yang sebenarnya. Secara umum kitab itu terbagi atas dua bagian, pasal-pasal mengenai Hari Penebusan Dosa terdapat di bagian tengah. Bagian pertama adalah mengenai pemulihan hubungan dengan Allah -- peraturan mengenai korban dan penyucian. Bagian akhir adalah tentang hidup sebagai umat Allah.

HUKUM
Sebagian besar hukum dalam Imamat adalah mengenai upacara keagamaan, tetapi terdapat juga hukum mengenai kebersihan dan sikap moral yang serupa dengan Sepuluh Perintah. Tidak terdapat perbedaan yang nyata antara hukum-hukum yang berbeda-beda itu; semuanya mencerminkan maksud Allah terhadap bangsa Israel dan semuanya harus dipatuhi. Dalam Perjanjian Baru pengorbanan Kristus membawa penyucian yang menyeluruh, oleh karena itu hukum-hukum mengenai korban dan upacara penyucian tidak lagi berlaku. Kendati demikian, semua hukum itu sangat berguna untuk menjelaskan apa arti kematian Kristus bagi kita.

KORBAN
Ada enam korban yang digambarkan dalam Imamat, yang digolongkan ke dalam tiga jenis.
1. KORBAN PERSEMBAHAN. Bertujuan untuk memuliakan Allah dan mempersembahkan diri kepada-Nya.
o korban bakaran: binatang utuh dibakar
o korban sajian: termasuk di dalamnya persembahan bukan binatang
2. KORBAN KESELAMATAN. Tujuannya ialah untuk menjaga hubungan dengan Allah.
o korban perdamaian: sebagian korban dibakar, sisanya dimakan dalam o suatu acara makan bersama
3. KORBAN PENYUCIAN. Tujuannya untuk menghapus dosa dan memperbarui hubungan dengan Allah.
o korban penghapus dosa: untuk dosa-dosa terhadap Allah
o korban penebus salah: di mana ada ganti rugi yang harus dibayar
o korban pentahbisan: bagi para imam

PESAN

1. Allah hadir di tengah-tengah umat-Nya
Ima 1:1-6:7; 18:1-22:16
o Dalam penyembahan: semua persembahan dan upacara berlangsung "di hadapan Allah"
o Dalam kehidupan sehari-hari: Allah selalu hadir dan segala sesuatu harus dilakukan dalam terang kehadiran-Nya

2. Allah itu kudus, karenanya umat-Nya pun harus kudus
Ima 11:44, 45; 19:2; 20:7,8,24-26
Karakter umat harus mencerminkan karakter Allah. Sepanjang menyangkut umat Allah, yang dimaksud dengan kekudusan ialah menjauhkan segala kenajisan, mempersembahkan korban dan mematuhi semua peraturan.

3. Dosa harus diakui
Ima 1:1-7:38; 11:1-15:33
Oleh karena Allah itu kudus, Dia tidak dapat berhubungan dengan segala yang berdosa dan najis. Dengan demikian, apabila manusia ingin mengadakan hubungan dengan Allah ia terlebih dahulu harus bersih dari segala macam kenajisan.

4. Penebusan dosa memerlukan korban
Ima 1:4; 14:29-31; 16:1-34
Dosa adalah hal yang serius; menghapusnya bukanlah hal yang mudah. Jika manusia ingin disucikan dari dosa dan menjadi layak di hadapan Allah, maka ada korban yang harus dipersembahkan. Korban ini "menciptakan penebusan" yang membebaskan si pendosa dari kematian yang layak diterimanya. Namun Imamat menjelaskan bahwa bukan korban yang memberikan pengampunan dan penyucian, melainkan karunia Allah.

5. Allah menaruh perhatian pada seluruh aspek kehidupan
Ima 18:1-22:16
Imamat tidak melulu berbicara mengenai penyembahan. Ada peraturan mengenai makanan dan minuman, sakit penyakit, pakaian, rumah, hasil panen, hubungan kekeluargaan dan kondisi kerja. Setiap aspek kehidupan harus dijalani sedemikian rupa, sehingga mencerminkan sifat-sifat Allah.

Penerapan

1. Rencana Allah bagi suatu bangsa yang kudus
Peraturan-peraturan yang Allah berikan kepada bangsa Israel menunjukkan kepada kita sifat-sifat dan kehendak Allah dan memberikan patokan-patokan yang masih berlaku sampai saat ini.
o Allah harus ditaati (Ima 17:2)
o Hanya Allah yang boleh disembah dan dilayani (Ima 17:3-9; 20:1-5)
o Kehidupan kekeluargaan harus dijaga (Ima 18:6-19:2; 20:10-21)
o Orang miskin harus dibantu (Ima 19:9, 10)
o Keadilan sangat penting dalam semua transaksi dagang (Ima 19:11-23, 33-37)
o Hindari ilmu gaib dan sihir (Ima 19:26-31; 20:6, 27)
o Pemberian Allah harus disyukuri dan dirayakan (Ima 23:1-44)
o Tidak seorang pun boleh menumpuk kekayaan dengan merugikan orang lain (Ima 25:8-55)

2. Arti korban dan penebusan
Imamat menjelaskan mengenai sarana-sarana yang diberikan Allah untuk memerangi dosa dan menolong kita untuk mengerti ajaran Perjanjian Baru tentang korban dan ganti korban. Pasal Ima 16, mengenai Hari Raya Penghapusan dosa, menjelaskan pokok-pokok berikut:
o Allah itu kudus dan tidak kompromi terhadap dosa.
o Dosa memisahkan manusia dari Allah.
o Jika ingin bersekutu dengan Allah, dosa harus disingkirkan.
o Untuk itu darah harus tertumpah. Upah dosa adalah maut.
o Korban harian saja tidaklah cukup.
o Bahkan Hari Penghapusan dosa perlu diulang setiap tahun.
o Para imam, Kemah Suci dan manusia -- semuanya perlu disucikan.
o Korban dapat menghapuskan akibat dosa.
o Persekutuan dengan Allah diperbarui, walaupun hanya sementara
o Hari Penghapusan dosa merupakan karunia Allah, suatu anugerah dan bukan hak mutlak.

Tema-tema Kunci

1. Kekudusan
Kenyataan bahwa Allah itu kudus merupakan hal yang sudah selayaknya demikian dalam Imamat dan menjadi dasar dari semua peraturan (Ima 11:44, 45; 19:2-4; 20:7, 8, 24-26). Bacalah ayat-ayat tersebut. Apa yang dapat kita pelajari dari ayat-ayat tersebut mengenai arti kekudusan?

2. Keadilan
Kekudusan dan keadilan Allah berjalan bersama-sama. Allah berlaku adil terhadap umat-Nya dan mereka pun harus berlaku adil terhadap sesama. Peraturan yang diberikan dalam pasal Ima 19 menunjukkan bagaimana keadilan harus diberlakukan di Israel. Buatlah suatu daftar mengenai bagaimana kita dapat menerapkan prinsip-prinsip ini dalam dunia modern dewasa ini.

3. Perjanjian
Oleh karena bangsa Israel adalah umat yang dengannya Allah telah membuat perjanjian istimewa, maka mereka harus hidup sesuai dengan pola yang telah diatur-Nya. Tidak ada pilihan lain bagi bangsa Israel selain mematuhi semua peraturan itu, dan Imamat merupakan kitab pertama dari Alkitab yang dipelajari oleh anak-anak Israel. Bacalah pasal Ima 26 dan perhatikanlah kedelapan hal yang berhubungan dengan perjanjian itu. Bagaimana pasal ini menunjukkan bahwa persekutuan dengan Allah membawa kewajiban tersendiri?

4. Ucapan Syukur
Israel perlu menyadari, bahwa segala sesuatu yang mereka peroleh diberikan kepada mereka oleh Allah, termasuk semua hukum dan korban yang memungkinkan mereka memperbarui hubungan dengan-Nya yang telah rusak akibat dosa. Pasal Ima 23 menggambarkan upacara-upacara yang dapat dilakukan oleh bangsa Israel untuk menunjukkan rasa syukur mereka kepada Allah. Kesempatan lain apa saja untuk menunjukkan rasa syukur kepada Allah yang digambarkan dalam Imamat?

Garis Besar Intisari: Imamat (Pendahuluan Kitab) [1] PERSEMBAHAN Ima 1:1-6:23 Ima 1:1-17Korban bakaran Ima 2:1-16Korban sajian Ima 3:1-17Korban perdamaian Ima 4:1-5:13Korban penghapus dosa Ima

[1] PERSEMBAHAN Ima 1:1-6:23

Ima 1:1-17Korban bakaran
Ima 2:1-16Korban sajian
Ima 3:1-17Korban perdamaian
Ima 4:1-5:13Korban penghapus dosa
Ima 5:14-6:7Korban penebus salah
Ima 6:8-18Petunjuk-petunjuk bagi para imam
Ima 6:19-23Korban pentahbisan

[2] APA YANG PERLU DIKETAHUI OLEH PARA IMAM Ima 6:24-7:38

Ima 6:24-30Korban penghapus dosa -- bagian para imam
Ima 7:1-8Korban penebus salah -- bagian para imam
Ima 7:9-10Korban sajian -- bagian para imam
Ima 7:11-21Korban perdamaian -- peraturan cara memakan
Ima 7:22-27Larangan memakan lemak dan darah
Ima 7:28-38Korban perdamaian -- bagian para imam

[3] PENGANGKATAN PARA IMAM Ima 8:1-10-20

Ima 8:1-36Upacara pentahbisan
Ima 9:1-24Persembahan korban
Ima 10:1-7Dosa anak-anak Harun
Ima 10:8-11Larangan minum bagi para imam yang sedang bertugas
Ima 10:12-20Korban penghapus dosa

[4] KEBERSIHAN DAN KENAJISAN Ima 11:1-15:33

Ima 11:1-47Binatang yang halal dan haram
Ima 12:1-8Pentahiran sesudah melahirkan anak
Ima 13:1-46Penyakit kulit -- diagnosa dan apa yang harus dilakukan
Ima 13:47-59Kelapukan pada pakaian
Ima 14:1-32Upacara pembersihan sesudah sembuh dari penyakit kulit
Ima 14:33-57Kelapukan pada rumah
Ima 15:1-33Kenajisan lelehan manusia

[5] HARI RAYA PENGHAPUSAN DOSA Ima 16:1-34

Ima 16:1-11Penyucian imam besar
Ima 16:12-19Penyucian Kemah Suci
Ima 16:20-28Penyucian bangsa Israel
Ima 16:29-34Upacara diulangi tiap-tiap tahun

[6] HIDUP ADIL DAN SUCI Ima 17:1-22:33

Ima 17:1-9Semua persembahan diperuntukkan bagi Allah
Ima 17:10-16Darah adalah kudus
Ima 18:1-30Hubungan yang dilarang
Ima 19:1-37Peraturan kehidupan -- kasihilah sesamamu
Ima 20:1-27Peraturan kehidupan -- jadilah suci
Ima 21:1-22:16Kesucian para imam
Ima 22:17-33Persembahan yang diterima

[7] PERATURAN KEHIDUPAN BANGSA Ima 23:1-25:55

Ima 23:1-44Hari Sabat dan hari-hari raya keagamaan
Ima 24:1-9Kebaktian umum di Kemah Tuhan
Ima 24:10-23Dosa dan hukuman -- contoh
Ima 25:1-7,18-24Tahun ketujuh -- dilarang bercocok tanam
Ima 25:8-17,25-55Tahun kelima puluh -- tahun Yobel

[8] RINGKASAN DAN KESIMPULAN Ima 26:1-27:34

Ima 26:1-13Ketaatan akan membawa berkat
Ima 26:14-39Ketidaktaatan akan membawa hukuman
Ima 26:40-46Pertobatan akan membawa pengampunan
Ima 27:1-34Peraturan mengenai nazar dan persembahan
Advanced Commentary (Kamus, Lagu-Lagu Himne, Gambar, Ilustrasi Khotbah, Pertanyaan-Pertanyaan, dll)


TIP #27: Arahkan mouse pada tautan ayat untuk menampilkan teks ayat dalam popup. [SEMUA]
dibuat dalam 0.07 detik
dipersembahkan oleh YLSA