HEBREW: 3124 hnwy Yonah
YOPPI: 2491
BARCLAY: 2491 2495 920
HAAG: Injil Lukas Lukas, Injil Markus Markus, Injil Matius Matius, Injil Yohanes Pembaptis Yohanes, Injil Yohanes, Surat-Surat Yohanes Yunus
KECIL: Injil Lukas Markus Matius Yohanes
PEDOMAN: Injil
TOKOH: Lukas Markus Matius Yohanes Yunus
BROWNING: INJIL LUKAS MATIUS YOHANES PEMBAPTIS YOHANES, INJIL
ENSIKLOPEDIA: INJIL LUKAS, INJIL MARKUS, INJIL MATIUS MATIUS, INJIL YOHANES PEMBAPTIS YUNUS
BIOTOKOH PB: LUKAS MARKUS MATIUS YOHANES YOHANES PEMBAPTIS
MYSABDA: Lukas Markus Matius Yohanes Yohanes Yohanes Yohanes Pembaptis Yunus
AI-PEDIA: Lukas Markus Matius Yohanes Yohanes Pembaptis Yunus
BIOTOKOH PL: YUNUS
Injil
#/TB Kol 4:10. Kis 12:12.
nama lain untuk Matatias. Mat 9:9.
nama aslinya Yohanan. Mat 3:1; Yoh 1:42; Mat 21:25.
(1) merpati. 2Raj 14:25. (2) Mat 12:39.
Yunani
Strongs #2491: Ioannhv Ioannes
John = "Jehovah is a gracious giver"1) John the Baptist was the son of Zacharias and Elisabeth, the
forerunner of Christ. By order of Herod Antipas he was cast into
prison and afterwards beheaded.
2) John the apostle, the writer of the Fourth Gospel, son of Zebedee
and Salome, brother of James the elder. He is that disciple who
(without mention by name) is spoken of in the Fourth Gospel as
especially dear to Jesus and according to the traditional opinion
is the author of the book of Revelation.
3) John surnamed Mark, the companion of Barnabas and Paul Ac 12:12.
4) John a certain man, a member of the Sanhedrin Ac 4:6.
2491 Ioannes ee-o-an'-nace
of Hebrew origin (3110); Joannes (i.e. Jochanan), the name of four Israelites: KJV -- John.see HEBREW for 03110
Strongs #2495: Ioanav Ionas
Jonah or Jonas = "dove"1) the fifth minor prophet, the son of Amittai, and a native of
Gath-hepher and lived during the reign of Jeroboam II, king of Israel
2) Jonas, the father of Peter
2495 Ionas ee-o-nas'
of Hebrew origin (3124); Jonas (i.e. Jonah), the name of two Israelites: KJV -- Jonas.see HEBREW for 03124
Strongs #920: bariwnav Barionas
Barjona = "son of Jonah"1) the surname of the apostle Peter
920 Barionas bar-ee-oo-nas'
of Chaldee origin (1247 and 3124); son of Jonas (or Jonah); Bar-jonas, an Israelite: KJV -- Bar-jona.see HEBREW for 01247
see HEBREW for 03124
Ibrani
Strongs #03124: hnwy Yonah
Jonah = "dove"1) son of Amittai and a native of Gath-hepher; 5th of the minor
prophets who prophesied during the reign of Jeroboam II and whom
God sent also to prophecy to Nineveh
3124 Yonah yo-naw'
the same as 3123; Jonah, an Israelite: KJV -- Jonah.see HEBREW for 03123
[Yoppi]
Strongs #02491:
Yohanes[Barclay]
Strongs #2491:
ou [maskulin] Yohanes: (1) pembabtis; (2) anak dari Zebedeus; (3) penulis kitab Wahyu; (4) Yohanes Markus; (5) ayah dari Petrus dan Andreas; (6) anggota Mahkamah Agama (Kis 54.6)Strongs #2495:
a [maskulin] Yonas: (1) nabi Perjanjan Lama (2) ayah dari Petrus dan AndreasStrongs #920:
dan bariwnav [maskulin] bin Yunus (Mat 16.7)Injil [haag]
Injil.
- (I). PENDAHULUAN KATA.
- (1) Jumlah. Sudah sejak awal-mula Gereja Kristus hanya mengakui secara kanonik empat buah ~I. Keempat ~I itu membentuk satu kesatuan yang mendalam dan rokhani sekali, serta membentuk "Injil yang satu dan berbentuk 4 buah naskah". ~I. apokrif lebih banyak dipengaruhi bentuk sastra helenis dan sering mengungkapkan kecenderungan ajaran salah. Semua ditolak oleh Gereja dalam daftar kanon.
- (2) Corak tulisan.
- (a) ~I itu bukan biografi. Sebaliknya juga tidak pertama-tama disusun menurut pandangan ilmu sejarah. Ia juga tidak melukiskan sketsa sifat pribadi Yesus. ~I itu jauh dari menyeluruh. Lukisan topografi maupun lukisan geografis termasuk jarang diberikan di dalam ~I. Kebanyakan hanya skematis.
- (b) ~I itu bukan semata-mata hasil seorang penulis individuil. Bahan dan ungkapan-ungkapan diambil dari tradisi lisan. Sebagian besar tradisi sudah berbentuk tetap sebelum ~I ditulis. Meskipun demikian setiap ~I mempunyai coraknya yang khas (gaya, rencana, tujuan pokok).
- (c) ~I itu tumbuh dalam kebutuhan pewartaan kristen. ~I merupakan endapan ajaran dan pertolongan bagi pewartaan lisan. ~I dirasakan perlu untuk mencapai kalangan pembaca lebih luas dan untuk memberi sesuatu yang tetap bagi keturunan-keturunan yang akan datang mengenai hal-hal yang diwariskan oleh para saksi mata dan oleh para pewarta sejak awal-mula (bdk.: Luk 1:1-4). Barangkali kesulitan pada jemaat purba -- tak terlupakan ibadat mereka -- ikut-serta mempengaruhi penetapan ungkapan naskah ~I (Misalnya: mengenai berita tentang pendirian Ekaristi: --> Perjamuan malam).
- (II) RENCANA DAN STRUKTUR. Mengenai rencana dan struktur ~I sinoptik pada garis besarnya boleh dinyatakan identik sama. Mereka mulai dengan penampilan Yohanes Pembaptis (: sejarah kanak-kanak Yesus tidak termasuk di dalam bahan katekese awal gereja); pembaptisan dan digodanya Yesus; penampilan Yesus di Galilea; sebuah perjalanan ke Yerusalem dan kejadian-kejadian pada hari-hari terakhir di situ; kisah tentang penderitaan dan wafat Kristus; berita tentang makam yang kosong dan penampakan Yesus kepada para muridNya. Hubungan antara ~I sinoptik satu sama lain, yang menyangkut kecocokan dan perbedaannya, merupakan bahan "Persoalan sinoptik".
- (III) TUMBUHNYA ~I. ~I Yohanes timbul pada sekitar tahun 100 ses. Mas., artinya, 60-70 tahun setelah terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan. ~I Yohanes menunjukkan suatu kebebasan besar sekali terhadap katakese kristen purba. Pencipta ~I ini membentuk Injilnya sebagai sebuah kesatuan yang erat. Orang perlu menerima pandangan, bahwa susunan tertulis ~I sinoptik didahului adanya pewartaan. Adapun pewartaan itu dilakukan secara lisan melulu. Tetapi para "saksi mata sejak waktu semula" (Luk 1:2) sudah menyusun sebuah kerangka katekhese tertentu perihal tutur-kata dan perbuatan Yesus: Logia (: pepatah dan ungkapan) Yesus dan berbagai bahan Injil yang disusun menjadi satu buah bentuk tertentu. Bentuk susunan itu tadi sudah disiapkan secara mudah dan sederhana demi lancarnya penyebaran pewartaan lisan. Bentuk yang sederhana itu juga dicapai lewat gaya bahasa, pengulangan, inclusio, penggambaran, bentuk pepatah dan usaha untuk mengatur bahannya sekitar suatu gagasan inti. Katekhese para Rasul tentu disebar-luaskan lewat bahasa Aram. Tetapi di dalam waktu yang tidak terlalu lama penyebaran pewartaan juga dilakukan dalam bahasa Yunani. Sejarah tradisi pewartaan sangat gelap adanya, meskipun demikian kelihatannya sudah bisa dipastikan, bahwa pewartaan yang sebenarnya tentang Yesus, pewartaan tentang sabdaNya, tentang mukjijatNya, tentang wafat dan kebangkitanNya sudah mempunyai cara mengajar yang tetap. Sudah ada susunannya menurut garis besar maupun menurut perinciannya. Dari pewartaan lisan yang teratur timbul kemungkinan untuk berbicara tentang adanya sebuah "Injil-purba". Kita dapat memperkirakan, bahwa "~I-purba" mengandung bahan umum bagi Mat dan Mark. Barangkali di situ sudah termasuk Logia dari Matius yang pertama. Penulisan tetap mulai berlaku, waktu pewartaan ~I meningkat ke luar lingkup orang Yahudi Palestina, waktu keturunan para saksi-mata mulai menipis.
- (IV) PENILAIAN SEJARAH. Kebenaran sejarah dari ~I dalam artian yang umum boleh dikatakan benar-benar bisa dipercaya. Soal kebenaran sejarah secara tehnis (: kritik sumber, kaitan dengan sejarah profan) bukan menjadi tujuan ~I. Antara peristiwa-peristiwa yang diceritakan dan penulisannya secara tetap ada selang waktu tertentu (: satu keturunan). Dari segi lain perlu diberikan penilaian yang tepat mengenai cara meneruskan bahan-bahan ~I yang terjadi dengan cara yang lain daripada biasa (: lewat suatu tehnik ingatan yang berkembang tinggi dikalangan pihak-pihak yang meneruskannya). ~I di luar jenis tulisan helenisme. ~I itu mengungkapkan kembali Logia Yesus yang cocok sekali untuk tradisi lisan. Penyimpangan-penyimpangan dalam soal perinciannya lebih memudahkan ditemukannya nilai sejarah para sinoptisi daripada mengecilkan nilai sejarahnya.
Lukas [haag]
Lukas. (Barangkali singkatan dari kata Latin Lucius).
Dari kelahiran asal kafir (Kol 4:11-12), jabatannya adalah tabib (Kol 4:14). Sebuah tradisi yang lebih muda mengatakan bahwa ia berasal dari Antiokhia di Siria. 2Tim 4:11 menyebutkan ~L sebagai teman perjalanan Paulus. Apabila berita dengan ungkapan "kami" di dalam Kis. berasal dari dia (--> Kisah Rasul-rasul), maka ia niscaya menggabungkan diri (sekitar tahun 51) pada Paulus di Troas (Kis 16:10-17) dan menemui Paulus dalam perjalanan misionarisnya yang ke-2 dan ke-3 (Kis 20:5-15; \2Kor 1-18), kemudian ia mengikutinya dalam tahanan ke Roma (Kis 27:1-18; Kol 4:14; Filem 1:24). Sudah sejak pertengahan kedua dalam abad kedua (: kanon Muratori) ia dipandang sebagai penulis Injil Lukas dan Kisah Rasul-rasul.
Lukas, Injil [haag]
Lukas -- (Injil Lukas).
- (I). PEMBAGIAN DAN SUSUNAN. Penulis Injil kanonik yang ketiga mengawali injil itu dengan prakata tentang tujuan dwikarya yang mencakup Luk dan Kis (Luk 1:1-4). Kemudian disambung dengan kisah Kanak-kanak Yesus Luk 1:5; 2:52. Lukisan tentang jalan hidup Yesus sebagai --> Mesias di depan masyarakat Luk 3:21-24:53 disambung pada berita tentang karya Yohanes Pembaptis sampai penahanannya (Luk 3:1-20). Adapun bagian utama injil Luk. itu melukiskan "awal-mula" (bdk.: Luk 3:23; Kis 1:22) Luk 3:21 sampai Luk 4:13: Pembaptisan Yesus oleh Yohanes; Luk 4:14-9:50 tentang karya Yesus di Galilea; Luk 9:51-19:27 (dalam bentuk berita perjalanan) tentang perjalanan Yesus dari Galilea ke ke Yerusalem dan tinggal di Kenisah. Luk 22:1-23:56 lukisan tentang kisah sengsara. Kemudian Luk 24:1-53 memberitakan penampakan Yesus yang bangkit dari kematian selama 40 hari sampai pada kenaikanNya ke surga, di mana Yesus "memisahkan Diri" dari para murid-Nya (Luk 24:51).
- (II). CORAK THEOLOGI. Situasi yang sebenarnya mau diperbaiki oleh Lukas, karena timbulnya sebuah jurang pemisah waktu yang lambat-laun menjadi lebih besar di antara masa kini dan peristiwa-peristiwa yang diceritakan, yang kini sudah selesai dan tidak lagi dimengerti sebagai tanda hari kiamat yang segera akan datang (bdk.: Luk 21:1-38 dengan Mark 13:1-37). Waktu yang semakin kuat dialami kepanjangan antara penampilan Yesus dengan parusi yang akan datang memerlukan suatu perhatian yang lebih besar pada masa kini dengan keadaan sehari-harinya. Masalah itu menuntut adanya tiga jenis tugas di dalam pewartaan:
- (1) Kesungguhan warisan itu harus diselamatkan. Oleh karena itu penulis bermaksud menyelidiki jalannya peristiwa-peristiwa dari awal-mula dengan menambah sejarah tradisi-tradisi, agar dengan demikian bisa menunjukkan penerusannya dan "memperlihatkan kebenaran" (Luk 1:4) tradisi. Maksud tersebut mendasari juga perhatian Lukas terhadap kelompok yang sudah tetap untuk menjadi saksi sebagai rasul yang syah (bdk.: Kis 1:21-22).
- (2) Berlakunya nilai tetap karya Yesus untuk waktu sekarang harus diungkap secara jelas. Oleh sebab itu disusunnya dengan sengaja masalah hidup Yesus ke dalam keseluruhan sejarah keselamatan serta dilukiskannya dengan jelas di dalam kejadian yang ditentukan oleh waktu dan tempat. Seluruh hidup dan karya Yesus ditangkap sebagai pemenuhan Sabda Allah yang kuasa membuat sejarah (Luk 2:15,19,50-51; Kis 5:20), bagaimana hal itu di dalam peraturan keselamatan keselamatan PL telah dimaklumkan lewat hukum dan para nabi (Luk 1:70; 24:27,44). Meskipun demikian Yesus bukan hanya melulu pemenuh janji-janji. DenganNya Allah sekali lagi memulai secara baru dari dasar akarnya (: kelahiran pada orang perawan: Luk 1:26-38). Awal yang baru ini bercorak sebagai kemenangan tetap, meskipun baru dimulai secara sementara, atas kekuasaan setan oleh Kerajaan Allah, yang di satu pihak terjadi oleh hubungan Yesus terhadap "para miskin", terhadap para penderita sakit, terhadap mereka yang kerasukan rokh jahat, terhadap orang-orang yang dicemoohkan dan para orang dosa. Dari pihak lain permulaan baru itu nampak di dalam sikap putera yang menjiwai seluruh hidupNya, yang di dalam penyerahan-Nya ke tangan Bapa pada Salib (Luk 23:46) mencapai titik puncaknya dan didalam dibangkitkanNya dari mati memperoleh pemberian hadiah, di mana kasih Allah bekerja dan dimaklumkan. Waktu hidup Yesus di dunia di tengah keseluruhan sejarah keselamatan sebagai "pusat zaman": maka Yesus telah dipersiapkan oleh waktu keselamatan PL. Zaman Gereja di waktu berikutnya telah didasari olehNya. Karena pada hari Pentekosta dimulailah "hari-hari terakhir" (Kis 2:17) oleh perutusan Rokh Kudus. Dalam hari-hari terakhir itu jalan keselamatan Yesus yang oleh kenaikanNya ke surga mencapai pemenuhan-Nya, diwartakan sebagai jalan keselamatan tetap dan definitif bagi semua bangsa di seluruh dunia (bdk.: Luk 24:47) yang dimulai dari Yesus. Dengan demikian seluruh sejarah hidup Yesus (bdk: Kis 5:20) menjadi petunjuk jalan bagi pewartaan dan terutama pada nubuat-nubuat (Luk 9:22,44-45; 18:31 dst) maupun dalam kisah sengsara yang diungkapkan kebenarannya secara tetap dan harus dicontoh dengan melintasi keadaan sejarahnya. Hidup Yesus sebagai contoh utama menuju keselamatan diberi corak, yang bukan dengan melukiskan pengembaraan Yesus lewat kesetiaan sejarah. Demikianlah tujuan "berita perjalanan": Perihal petunjuk tempat dan waktu tidak terang sama sekali. Semakin berat tekanan yang dilakukan di situ untuk mengungkapkan Yesus yang selalu ada dalam perjalanan dan mengarahkan tujuannya ke Yerusalem, tempat pertemuannya dengan Allah. (Luk 9:51; 13:22,32-33 dbtl.).
- (3) akhirnya perlu diperhatikan bahaya-bahaya yang mengancam iman hidup sehari-hari karena kedatangan hari kiamat ditunda. Pemberian corak pada hidup Yesus sebagai sesuatu yang berlangsung di dalam waktu dan sebagai suatu perjalanan yang selalu perlu diingat tujuannya dalam pandangan mata, menentukan pula parenase dengan menunggu penuh kesabaran (Luk 8:15; Luk 14:28-29; 21:19), agar Putera Manusia menemukan iman di dunia pada saat kedatanganNya (Luk 18:8). Percobaan seperti juga kesibukan sehari-hari mengancam iman sekaligus (bdk.: Luk 8:4-15). Oleh sebab itu pada setiap pengikut Yesus berlaku tuntutan, menanggung salibNya "setiap hari" (Luk 9:23) dan setiap waktu tanpa berhenti berjaga dan berdoa (Luk 18:1-8; 21:34 dst.) dan menjaga dirinya, terutama atas bahaya kekayaan (Luk 12:13-34; 14:33; 18:18-30).
- (III) WAKTU PENULISAN. Sejak abad kedua tradisi kristen mengatakan bahwa Lukas seorang tabib teman perjalanan rasul Paulus telah menulis Injil ketiga. Lukas itu jugalah yang disebutkan dalam Kol 4:4; 2Tim 4:11 dan Filem 1:24 Mengenai persoalan itu perlu juga diadakan perhitungan, bahwa laporan itu mungkin hanya mengandung cara-cara ungkapan umum pada zaman itu, bahwa wibawa Injil mempunyai dasar yang benar. Corak yang diberikan kepada sifat Paulus, pada kedudukan dan theologinya Lukas berbeda sekali dengan kesaksian surat-surat Paulus sendiri. Makanya tentunya tidak dapat diterima, bahwa penulis Injil ketiga maupun Kis, itu adalah seorang teman perjalanan Paulus. Bagi kelompok pembaca yang disapa olehnya, yaitu Theofilus, adalah wakilnya, yang disebutkan dalam Luk 1:3. Pengetahuan pewartaan kristen, demikian pula pengertian tentang PL dalam terjemahan Yunani diandaikan sudah diketahui oleh para pembaca. Pengetahuan Lukas perihal PL menunjukkan adanya tendensi, yang juga terdapat di kalangan yudaisme helenis di daerah diaspora --> terutama di Aleksandria. Namun demikian boleh dikatakan, bahwa Lukas menulisnya bagi orang-orang Kristen helenis asal kafir dan penulisannya dibuat dalam jarak waktu tertentu dari peristiwa-peristiwa yang diberitakan. Nampaknya tulisan itu dibuat dalam waktu, selagi surat-surat Paulus belum begitu menjadi milik umum, sehingga gambaran Paulus oleh Lukas tidak lagi memperoleh pengakuan umum, Kira-kira hal itu terjadi pada pertengahan pertigaan terakhir dari abad pertama. --> Kisah rasul-rasul.
Markus [haag]
Markus. (Nama kecil latin [: pria?]).
~M yang disebutkan di dalam PB (Kis 15:39; Kol 4:10; Filem 1:24; 2Tim 4:11), disebut pula dengan nama Yohanes (Mark 13:5,13) dan membicarakan satu orang dengan nama dobel. ~M adalah seorang putera seorang Maria. Jemaat kristen di Yerusalem berkumpul di dalam rumah ~M (Mark 12:12). Barangkali ia dibesarkan di Yerusalem dan pada saat itu ia mengalami (zaman) Yesus, meskipun ia tidak mengikuti semua peristiwa Yesus. Barangkali ia tidak pernah menjadi murid Yesus. Barnabas kemenakannya (Kol 4:10) dan Paulus telah membawanya ke Antiokhia (Kis 12:25) dan membawanya pula pada perjalanan misionaris yang pertama. Tetapi ia segera pulang sendirian ke Yerusalem. Karena dia, maka di kemudian harinya Paulus memisah diri dari kedua orang itu. Barnabas dan ~M lalu pergi ke Siprus, tetapi ~M segera bergabung dengan Paulus di Roma. Tradisi menekankan hubungannya yang akrab dengan Petrus (1Pet 5:13). ~M dipandang sebagai penulis injil Markus.
Markus, Injil [haag]
Markus (Injil Markus).
- (I). PEMBAGIAN DAN PENYUSUNAN. Pembagiannya ditentukan oleh titik-titik utama theologis. yang ditekankan karena kepentingannya di dalam hidup Yesus, atau menekankan pandangan penulis injil. Pandangan pertama berlaku pada Mark 11:1-16:20: Yesus di Yerusalem. Pandangan kedua berlaku bagi "perjalanan Yesus" ke Yerusalem 1-10, di mana peristiwa-peristiwa tertentu mengenai para murid (Mark 1:16-20; Mark 3:13-19; 6:7-13; 8:27-33) memperoleh kepentingan khusus. Dengan peristiwa itu dimulailah tiap kali sebuah bagian baru. Bagian-bagian itu dan perikope mengenai para murid yang mendahului saling menjelaskan. Dengan demikian ~IM menunjukkan pembagian berikut ini: Mark 1:1-15 = pandangan umum. Di dalam perjalanan Yesus tercapailah detik masuknya dunia Allah ke dalam dunia orang-orang. Naskah Mark 1:16 sampai Mark 3:12: Situasi orang-orang yang baru itu didasari kekuasaan Sabda Yesus Yang memanggil dan menebus mereka. Naskah Mark 3:13-6:6: Rahasia kekuasaan Allah dan salah pengertian orang-orang. Naskah Mark 6:6 sampai Mark 8:26: Tujuan karya Yesus adalah manusia yang sempurna dan tetap. Naskah Mark 8:27 sampai Mark 10:52: Bentuk mengikuti Yesus dalam iman adalah jalan salib. Naskah Mark 11:1 sampai Mark 12:44: Di dalam mengutus putraNya itu Allah (Mark 12:1-6) datang mencari (bdk.: Mark 11:12-13), namun yang dicari bukan harta manusia (Mark 12:13-17) atau penghormatan manusia (Mark 12:38 dst.), melainkan cintakasih manusia (Mark 12:28-34,41-44). Bab 13: Sejarah manusia yang berhadapan dengan hari panen terakhir, menuntut orang beriman berjaga secara besar-besaran. Bab Mark 14:1-15:47: Yesus membuktikan kebenaran injilNya dengan menerima putusan kematian yang dibuat oleh para lawanNya. Jawabannya ditemukan pada pengakuan kepala pasukan. Naskah Mark 16:1-8: Pandangan penutup. Dengan kebangkitan Yesus, semua orang beriman dipanggil untuk mengikuti jejak Yesus dengan semangat.
- (II). CORAK THEOLOGIS. Bagi kita ~IM merupakan usaha pertama yang bukan hanya mewariskan kumpulan sabda Yesus bagaikan dari seorang guru yang terpelajar. Kitab itu juga tidak bermaksud mengumpulkan karya-karya mujizat satu demi satu sebagai perbuatan seorang "manusia ilahi", yang mengalahkan semua para pengkhotbah pengembara dan para pembuat mujizat. ~IM tidak hanya mewartakan arti keselamatan dari Dia yang dibangkitkan dan dimuliakan. Secara jelas kelihatan, bahwa ~IM mau menghubungkan kenyataan yang penuh kekuasaan dari arus yang bangkit dengan hidup Yesus di dunia. Dengan itu, maka hidup para beriman memperoleh pengertian yang menentukan. Hidup dan nasib Yesus di dunia menjadi tuntutan Dia yang telah dimuliakan kepada jemaat yang mengikutiNya. Pada pewartaan yang penuh nilai itu mereka alami kehadiran yang penuh dengan kemesraan dari yang bangkit. Dengan mengkaji sejarah, Markus menggunakan dasar itu tadi. Ia bukan hanya memberitakan karya Yesus yang telah lalu, melainkan menafsirkan pada masa kini jalan Yesus dalam sinar terang orang-orang beriman. Di situ didapati dua persoalan yang perlu diperhatikan: Yang sebuah adalah situasi orang-orang beriman. Mereka ditentukan oleh situasi di mana mereka berada karena karya Yesus yang mengandung wibawa khusus karena kehendak Allah (Mark 1:22,27; 2:12), sehingga memperoleh keselamatan terakhir, artinya: Mereka telah mencapai persatuan tanpa dosa dengan Allah (Mark 2:1-12,14-17) dan dengan demikian memiliki kemampuan untuk hidup dari kekuatan Allah (Mark 4:26-32). Manusia tidak bisa bertemu dengan kekuasaan Allah tanpa dikuasai ketakutan (Mark 4:41; 5:14-17,33,42), maka hidup Allah di dalam diri manusia sebetulnya tidak begitu nampak pada mulanya. Barang siapa meragukan kesetiaan karya keselamatan illahi (Mark 6:53-56), yang dikarenakan pandangan seolah-olah ia ditinggalkan Allah, maka ia telah membuktikan sendiri, bahwa hatinya belum tiba pada kesadarannya (Mark 6:45-52). Sebab ia belum menangkap, bahwa Allah mengandaikan suatu hal (Mark 7:1-23): supaya kita menyapa Yesus dengan kepercayaan besar (Mark 7:24-30) dengan menyadari, bahwa kita sendiri tidak layak. Dari segi yang lain Markus juga membuat agar jemaat tidak menaruh keraguan lagi, bahwa orang beriman kini berada di bawah tuntutan-tuntutan yang baru dan radikal (Mark 9:32,35,43-50; 10:9,21,43-44), yang hanya ditangkap dari jalan salib Yesus sebagai Mesias. Yesus sebagai Mesias menjelaskan pandangan Allah dengan perjalananNya kepada salib (Mark 8:31 dst.; Mark 9:30 dst.; Mark 10:32 dst.). Oleh karena itu hendaknya orang beriman tahu, bahwa baginya tidak ada jalan lain menuju Yesus Kristus dalam kemuliaan Allah (Mark 8:34 sampai Mark 9:1; 10:39). Bahwasanya Allah mendekati kita di dalam PutraNya (Mark 9:2-13), bukan berarti perpendekan jalan lewat dunia (Mark 9:5-6), dalam mana kekuasaan kejahatan mesti harus dipatahkan oleh kekuatan orang beriman (Mark 9:14-29). Perlucutan kejahatan ini terjadi secara konkrit di dalam pengabdian para beriman secara tulus-ikhlas (Mark 9:33-42; 10:1-12,14-45), yang juga sering mengandung perpisahan menyedihkan dari semua kejahatan di dalam hidup masing-masing demi kepentingan orang lain (Mark 9:42-50). Konsekwensi itu tidak dapat diketahui oleh siapa saja yang tidak menangkap, bahwa orang tidak dapat berbuat lain kecuali bersatu sebagai anak di dalam persekutuan dengan Yesus. Karena hanya dengan cara menyeluruh itulah orang dapat menjadi milik Allah (Mark 10:13-31; bdk.: Mark 35-40). Allah sebagai yang hidup (Mark 12:18-27) tidak mengharapkan hal-hal lain kecuali cintakasih manusia dan penyerahannya secara mutlak (Mark 12:13-17,32-33,38-44). Hanya soal-soal itulah yang membimbing menuju kerajaanNya (Mark 12:28-34).
- (III). ASAL DAN TERJADINYA TULISAN. Sesuai dengan tradisi yang dapat dikembalikan sampai pada Klemens dari Aleksandria, maka kebanyakan para-eksegit (ahli KS) memandang Roma sebagai tempat penulisannya. Meskipun demikian dapat dipikirkan juga adanya sebuah jemaat kristen asal kafir di daerah Timur-tengah. Barangkali ditulis sebelum tahun 70, sebab tidak menyinggung kehancuran kenisah Yerusalem. Markus 13 menunjukkan pikiran yang menyeluruh perihal dekatnya perang Yahudi. Menurut kesaksian uskup Papias dari Hierapolis (sekitar tahun 130) ~IM itu ditulis oleh --> Markus, "penterjemah Petrus", setelah Petrus meninggal. Meskipun ada keraguan tertentu yang melawan catatan itu (nampaknya Markus tidak mengetahui geografi Palestina secara jelas; ada kecenderungan-kecenderungan anti Yahudi) masih banyak penyelidik ahli yang berpendapat, bahwa ~IM benar-benar ditulis oleh Yohanes Markus. Bila tidak demikian, maka hampir tidak dapat diterangkan, bagaimana injil itu diterima, bila dianggap ditulis oleh seorang yang bukan murid dan bukan rasul.
Matius [haag]
Matius.
(Bentuk Yunani daripada bahasa Ibr.: Mattai, yaitu sebuah bentuk singkatan dari Mattanya: kurnia Tuhan), atau: Dengan menarik kesimpulan dari cerita-cerita panggilannya, maka ~M barangkali mempunyai nama ganda ~M-Lewi.)
Ia adalah putera Alfeus. Jabatannya adalah Pemungut cukai di Kapernaum (Mark 2:14-17 dsj.), yaitu di daerah Herodes Antipas. Apakah ia berada di dalam dinas Herodes Antipas (bdk.: Luk 8:3; Yoh 4:46) atau hanya menyewa pungutan cukai kota, kini masih merupakan sebuah hal yang tidak jelas. Bagaimanapun juga ia bukan seorang pejabat Romawi. Di luar itu ~M hanya disebut dalam daftar-daftar para Rasul (Mark 3:18 dsj.). Atas namanya beredar:
- (1) --> Injil Matius
- (2) Yang disebut pseudo-injil-Matius (: di situ ada ungkapan yang pertama kali timbul perihal sapi dan keledai pada palungan).
- (3) Akta Mateus dari waktu belakangan.
Matius, Injil [haag]
Matius (Injil Matius).
- (I). ISI DAN SUSUNAN. Pada hakekatnya ~IM mengikuti berita kronoloki sejarah pada Markus, namun ~IM masih memperluasnya. Matius memperkaya berita itu dengan bahan khotbah yang diaturnya secara sistematis. Di situ dapat dilihat pembagian sebagai berikut:
- (1) Pra-sejarah dari Pendahulu Mesias dan pembaptisan Yesus (Mat 3:1-4:11), yang diperluas dengan --> silsilah Yesus serta kisah kanak-kanak Yesus (Bab 1-2).
- (2) Karya di Galilea (Mat 4:12,13:58; sesuai dengan contoh pada Mark 1:14-6:6), disertai sebuah rangkuman ajaran Mesias maupun perbuatan-perbuatan Yesus. Pada bagian itu ditambahkan pengiriman para murid dengan petunjuk-petunjuk yang sesuai.
- (3) Jalan Yesus menuju kesengsaraan (Bab 14-20; mengikuti cerita Markus) dengan pernyataan pengakuan Mesias oleh Petrus, tiga buah nubuat tentang sengsaraNya, Yesus dimuliakan dan sebuah khotbah tentang mengikuti jejak Yesus.
- (4) Yesus di Yerusalem (Bab 21-28; dengan dilengkapi berbagai bahan kotbah yang lebih banyak dari pada Markus), dengan kotbah-kotbah penting melawan orang-orang Farisi dan para ahli Kitab, demikian pula tentang akhir dunia dan pengadilannya, dengan kisah kesengsaraan, dengan berita tentang makam yang kosong dan penampakan Yesus yang sudah bangkit.
- (II). CORAK KHAS SASTRA DAN THEOLOGIS.
- (1) Sumber-sumber tertulis ~IM adalah Markus dan sumber sabda dan wejangan Q. Lebih kurang separoh dari bahan ~IM tidak mempunyai kesejajaran dengan Markus. Sekitar seperempatnya adalah bahan khas dari Matius sendiri (: barangkali berasal dari tradisi lisan Gereja Purba), bahan lainnya mempunyai kecocokan dengan Lukas, yang juga menggunakan sumber Q di dalam injilnya (: Injil Lukas sendiri tidak dikenal oleh Matius). Semua alasan kelihatan mengarah pada kenyataan, bahwa ~IM ditulis dalam bahasa Yunani.
- (2) Matius memasak bahan yang diperolehnya dengan penghapusan-penghapusan, perpindahan dan komposisi-komposisi. Hal-hal yang mempunyai isi yang senada dirangkum tanpa memperhatikan jalan sejarahnya. Salah satu hal yang memiliki kekhususan adalah keenam komposisi kotbah: Sabda Bukit, petunjuk bagi para murid, kotbah perumpamaan, kotbah tentang persekutuan gerejani, kotbah melawan orang-orang Farisi dan para Ahli Kitab serta kotbah perihal akhir zaman. Dengan cara yang sama Matius memasak berita-berita mujizat (Misalnya: bab 8-9: 3 buah mujizat + 2 kotbah + 3 buah mujizat + 2 buah kotbah + 3 buah mujizat). Matius tidak memberikan perhatian nilai perihal ketepatan kronologi dan geografi (bdk.: Mat 15:21,29 dsj.). Perbuatan-perbuatan Yesus dipersingkat dan dijadikan bukti pemenuhan PL, namun sabda Yesus disusun dengan kesetiaan yang besar terhadap tradisi.
- (3) Sifat khas theologis ~IM terutama dinyatakan di dalam penjelasan perluasannya: Ia membuat aktuilisasi dari bahan tradisi (misalnya: Mat 18:4,14,35). Rupanya persoalan yang paling hangat di dalam gereja Matius adalah iman terhadap Mesias. Oleh sebab itu Matius menekankan gelar-gelar Mesias dan pemenuh segala nubuat PL pada pribadi Yesus. Hukum yang lama tidak dihapus, melainkan hidup dan melanjutkan kelangsungannya di dalam peraturan yang baru (Mat 5:21-22). Dengan demikian antithese-sntithese Sabda Bukit mau mengaktualisasi dan memperdalam kehendak Allah, yang memuncak pada perintah cinta kasih (Mat 7:12; 9:13; 12:7; 22:40; 23:23).
- (4) Oleh karena ~IM adalah Injil sebuah gereja, yang tidak mengingkari asal Yahudinya, maka ia menghapus penjelasan-penjelasan yang oleh Markus diperuntukkan bagi pembaca kristen asal kafir (Mark 7:3-4). ~IM juga melengkapi Markus dengan cara berpikir orang kristen asal Yahudi (Mark 24:20 dsj.). Sekaligus gereja ~IM adalah gereja dunia (: bdk.: naskah-naskah tentang pendirian Gereja; titel kehormatan ecclesia; titel universil "Tuhan" bagi Yesus dan lain-lain).
- (III). TERBENTUKNYA ~IM. Sudah jelas, bahwa ~IM ditulis bagi keturunan kristen yang kudus. Perbedaan antara orang kristen asal Yahudi maupun asal kafir sudah tidak memegang peran lagi di situ. Gereja mempunyai kesadaran diri yang luar-biasa, mengenal jabatan-jabatan dan peraturan-peraturan, tetapi juga mengenal kekurangan kasih dan mengenal pengkhianatan, nafsu dan titel, kelesuan dan nafsu keduniawian. - Kesaksian yang tertua mengenai Matius selaku penulis injil berasal dari Papias (sekitar tahun 130). Menurut Papias, para Bapa Gereja mempersamakan penulis ~IM dengan --> M. Lewi. Meskipun demikian, baik ketergantungan ~IM dari tulisan yang bukan dari para Rasul (mis.: Markus), maupun corak khas dalam sastra dan theologinya, "Sitz ~IM Leben" (Lingkungan penulis dan para pembaca pertama) dan bentuk bahasa Yunani menunjukkan bahwa ~IM ditulis oleh seorang kristen yang tidak dikenal dan bekerja sebagai seorang "ahli kitab kristen" (Mark 13:52). ~IM yang menggunakan Markus itu jelas tidak mungkin ditulis sebelum tahun 70, namun tidak pula sesudah tahun 100, sebab ~IM dipakai oleh Ignatius. Pemisahan Gereja dari sinagoga dan petunjuk kehancuran Yerusalem membangkitkan timbulnya pikiran, bahwa penyusunan terakhir ~IM berkisar antara tahun 80 dan 90 sesudah Masehi.
Yohanes Pembaptis [haag]
Yohanes Pembaptis.
Putera imam Zakharia dengan Elisabet (Luk 1:5). Kelahiran dan perutusannya dipermaklumkan oleh malaekat kepada mereka (Luk 1:15). Pada waktu disunatkan ia dipuji oleh bapaknya sebagai pendahulu Mesiah (Luk 1:67-79). Ia tampil sebagai pengkotbah pengembara di padang gurun sekitar tahun 28-30. Di situ ia wartakan baptis tobat untuk pengampunan dosa sebagai persiapan akan datangnya kerajaan Allah (Mark 1:1-6 dsj). Boleh jadi ada hubungan-hubungan dengan jemaat Kumran. Hal itu tidak dapat dibuktikan secara pasti. ~YP di Yordan atau di Betania (Yoh 1:28). Yesus juga meminta dibaptis olehnya (Mark 1:9-11 dsj). Yesus memanggil Yohanes. Ia melihat bahwa Beliau seorang utusan Allah. Yohanes sendiri menunjuk dirinya sebagai pendahulu Mesiah (Yoh 1:29-34). Penampilan ~YP membuat rakyat bergerak. Hal itu diikuti Herodes --> Antipas dengan perhatian yang semakin hari menjadi semakin tajam (Ant 18,5,2), terutama karena Yohanes mengecam secara terbuka bahwa raja berzinah. Herodes memenjarakan Yohanes dan menyuruh membunuhnya (Mark 6:17-29 dsj; --> Makherus). Kemudian ia dikubur oleh para muridnya, yang mempunyai cara berdoa tersendiri (Luk 11:1) dan suatu praktek puasa tersendiri (Mark 2:18 dsj). Dua belas orang muridnya tampil di kemudian harinya di Efesus. Mereka ber-12 hanya menerima "permandian Yohanes", dan belum menerima Roh Kudus (Kis 19:2-7).
Yohanes, Injil [haag]
Yohanes (Injil Yohanes).
- (I). PEMBAGIAN DAN SUSUNAN. Mengenai bahan-bahan dari Yoh. dapat dibagi dalam 3 bagian besar:
- (1) Yoh 1:19-12:50: Perihal hidup umum yang dilakukan Yesus sebagai perwahyuan mutlak. Olehnya Allah memanggil dunia pada suatu putusan pemilihan yang tidak dapat dirubah lagi.
- (2) Yoh 13:1-17:26: Yesus mewahyukan Diri kepada "miliknya".
- (3) Yoh 18:1-20:29: Yesus kembali pada Bapa, pemulihanNya oleh sengsara dan kebangkitanNya. Sebuah prolog mendahului karya itu. Di dalamnya sudah disinggung gagasan-gagasan utamanya (Yoh 1:1-18). Penutup Injil (Yoh 20:30-31) mengungkapkan harapan kitab itu. Dari segi sastra, bab 21, adalah sebuah tambahan. Boleh jadi bagian itu dikumpulkan para muridnya dari bahan-bahan, yang akhirnya berasal dari penulis injil itu sendiri. Masalah susunan sebenarnya karya sastra itu (mengenai arti tulisan, tentang persoalan apakah pikiran dasar penulis, terungkap pada susunan tertentu), masih belum terpecahkan sampai saat ini.
- (II). CORAK THEOLOGI YANG KHAS. Yohanes itu tidak berbeda dengan para sinoptik di dalam keinginannya mewartakan soal Kristus-sejarah yang hidup bersejarah (Yoh 20:30-31). Dengan cara yang lebih tegas dari para penulis lainnya, Yohanes membuat renungan tentang pribadi maupun karya Yesus Kristus, yang ditinjau dari sinar-cahaya pengalaman Paskah (Yoh 2:18 dan seterusnya; Yoh 7:37-38; 12:6). Di dalam Kristus itu Yohanes bukan hanya mengakui pemenuhan akan harapan-harapan keselamatan Isr. (Yoh 3:14; 6:32,49-50; 8:56), melainkan pula pemenuhan kerinduan umat manusia (: Air hidup: Yoh 4:14; Roti: Yoh 6:35; Cahaya: Yoh 9:5; Gembala: Yoh 10:1; Jalan, kebenaran dan hidup: Yoh 14:6). Atas dasar itulah mukzizat-mukzizat yang dilakukan oleh Kristus selalu menjadi tanda sebuah kebenaran yang lebih mendalam (Yoh 2:11; 6:35; 11:25). Setiap pertemuan dengan Kristus adalah sebuah pengalaman yang membuat orang mengadakan putusan akhir tentang hidup atau mati: Orang yang tidak percaya menutup diri dalam kegelapan (Yoh 3:19 dan seterusnya), sedangkan orang yang percaya ikut ambil-bagian pada hidup abadi (Yoh 6:63) sejak sekarang (Yoh 5:24) karena pemberian Roh oleh Kristus (Yoh 3:5-6; 14:26). Pengetahuan yang dikerjakan Rokh pada orang yang percaya membuatnya bersatu dengan Kristus. Tuhannya (Yoh 15:15), yang sekaligus merupakan suatu persatuan dengan Allah Bapa dan dengan semua orang beriman
- (17) dan yang harus disimpan dengan pemenuhan kasih yang rendah hati (Yoh 13:1-14; 15:9-17). Di situ Yohanes sudah memberikan salah satu pengertian yang menentukan (Yoh 5:25-26) tentang pertemuan orang dengan pemberi wahyu di dunia, sehingga orang-orang Yahudi yang tetap bersikeras dalam menolak Kristus harus dipandang sebagai "anak-anak setan" (Yoh 8:42 dan seterusnya) atau sebagai penjelmaan dunia yang menjadi musuh Allah (Yoh 17:25). Sudah barang tentu perlu diperhatikan, bahwa identifikasi demikian tidak akan ditanggungkan kepada agama Yahudi di dalam sejarah.
- (III). YOHANES DAN PARA SINOPTIK. Hubungan Yohanes dengan Injil-injil sinoptik tidak bisa ditentukan begitu saja. Dari satu pihak ada kesamaan yang tidak dapat diingkari lagi. Bukan hanya kesamaan mengenai susunan umum injil itu sendiri, melainkan juga pada berita-berita satu persatunya: Tentang karya Yohanes Pembabtis sebagai pendahulu Yesus (Yoh 1:19-36), tentang pengkudusan kenisah (Yoh 2:13-22), tentang memberi makan 5.000 orang dan tentang perjalanan Yesus di atas danau (Yoh 6:1-21), tentang diurapinya Yesus di Betania (Yoh 12:1-8) dan tentang diaraknya Yesus masuk Yerusalem (Yoh 12:12-19), terutama tentang kisah sengsaraNya (Yoh 18-19), yang pada Yohanes cocok dengan para sinoptici dalam hal-hal yang pokok. Di lain pihak harus dikatakan, bahwa dapat dipastikan akan adanya perbedaan-perbedaan yang mendalam sekali: di dalam bahan penceritaan (: Yesus mengadakan perjalanan 4 kali ke Yerusalem: Yoh 2:13; 5:1; 7:10; 12:12. Bahwa Yesus adalah Mesias sudah dikenal sejak awal-mula: 29.41. Hal itu berlawanan dengan Mark 8:27 dst; Mark 11:1-11. Yesus tidak menyembuhkan orang-orang yang kerasukan setan), terutama dalam bidang bahan pewartaan (tidak ditemukan perumpamaan-perumpamaan dari sinoptici, bahkan sebaliknya ditemukan perumpamaan lain tentang Gembala dan tentang batang anggur: Mark 10:1-6; 15:1-8. Tidak ditemukan kalimat-kalimat tajam yang mudah diterima, melainkan pembicaraan yang meluas tentang pengertian-pengertian yang tidak mempunyai kesejajaran dengan ketiga injil lainnya, seperti: kelahiran kembali, roti kehidupan, kemuliaan dan lain-lain. Tak ada pula pemakluman tentang kerajaan Allah yang mulai datang seperti pada Mark 1:14-15; tetapi pewartaan tentang penghakiman yang sekarang sudah mulai dilakukan: Mark 3:19; 5:24; 12:31). Akhirnya, bila ditinjau dari hubungan isinya tidak mungkin diputuskan, apakah Yohanes mengenal Injil Sinoptik seperti yang ada pada kita; dan apakah Yohanes menggunakannya; atau di dalam membuat injilnya itu Yohanes langsung mengambil bahan dari sumber yang serumpun dan dari sebuah tradisi lisan yang sama (dengan para Sinoptici).
- (IV). LINGKUNGAN DAN PENGARUH. Bentuk pewartaan kristen yang khas Yohanes juga sekali ikut ditentukan oleh lingkungan religius dan kebudayaan. Injil Yohanes timbul di situ. Meskipun (dalam waktu lama dikatakan adanya) suatu ketergantungan sastra pada Injil Yohanes dengan sumber-sumber gnostik, yang kini hampir tidak dapat dipertahankan, tetapi penemuan-penemuan di --> Kumran dan Nag Hamadi memberi kepastian, bahwa Gnosis itu kuat sekali pada waktu sekitar penulisan Injil Yohanes, sehingga pandangan dan terminologinya secara hakiki ikut dipengaruhi arus itu. Namun demikian Injil Yohanes sama sekali bukan buah hasil lingkungan tersebut. Injil Yohanes adalah suatu perdebatan dengan pandangan dan pertanyaan-pertanyaan lingkungan itu dari dasar suatu Kristologi yang sudah diperdalam.
- (V). PENULIS. Menjelang akhir abad 2 tersebarlah pandangan di Gereja-gereja Asia Kecil (Efesus), Mesir dan Roma yang mengatakan, bahwa Rasul Yohanes adalah penulis Injil ke-4. Pendukung paling gigih atas pandangan itu adalah Ireneus. Cepatnya Injil Yohanes tersebar-luas, sebagian dapat dijelaskan karena injil itu dihubungkan dengan rasul Yohanes. Kesaksian naskah yang tertua (Yoh 18:33,37-38) berasal dari lebih kurang tahun 130. Sebuah Injil yang begitu besar perbedaannya dengan yang sudah beredar harus benar-benar mempunyai kewibawaan apostolik tinggi, sehingga tulisan itu sudah memperoleh tempat di gereja-gereja, meskipun timbulnya belum ada satu generasi. Saat ini ditemukan penyelidik-penyelidik ilmiah katolik yang cenderung memajukan penyelesaian masalah penulis itu secara lebih terperinci. Mereka ikuti pandangan, bahwa pada suatu segi rasul Yohanes berdiri di belakang injil itu sebagai wibawa rasuli. Dari segi lain mereka melihat perkembangan sejarah tradisi dan sejarah keagamaan dalam pewartaan kristen, yang sudah berpandangan pikiran sempurna di dalam Yohanes. Menurut pandangan itu ada seorang penulis atau beberapa penulis, yang tidak boleh direndahkan martabatnya dengan sebutan "pengarang diklat". Mereka itulah pendukung rasul Yohanes di dalam menulis injil yang ke-4. Murid yang memberikan corak tertentu pada keseluruhan karya itu, menurut pengertian kita dapat disebut menjadi penulis injil Yohanes. Boleh jadi ia itu seorang Yahudi dari daerah diaspora, yang mempunyai hubungan akrab sekali dengan rasul Yohanes dan mempunyai suatu pendidikan rokhaniah yang baik, sesuai dengan kebudayaan waktu itu. Namanya tidak dikenal. Seberapa jauh "penulis" terakhir ini tidak melulu menjadi penyimpan warisan tradisi dan menjadi pemaklum pewartaan Yohanes, melainkan seorang ahli theologi dan pewarta bagi para pembacanya, sampai kini tidak bisa ditentukan. Bagaimanapun juga ia itu melampaui seorang kompilator atau pengumpul bahan tradisi Yohanes. Karena isi dan bentuk, bahasa dan pikirannya tidak dapat dipisahkan, maka penulis yang tidak dikenal itu jelas memiliki suatu kebebasan yang besar: Tradisi dan interpretasi kejadian keselamatan Yohanes itu diwarnainya secara pribadi.
Yohanes, Surat-Surat Yohanes [haag]
Yohanes (Surat-Surat Yohanes).
Ketiga pucuk surat Yoh., yang jelas mempunyai persamaan satu dengan yang lainnya serta dengan injil Yoh. Juga memiliki kesamaan waktu tempat dan lingkungan. Meskipun demikian surat 1Yoh lebih dekat pada injil Yoh, sedangkan dari pihak lain surat 2 dan 3 berhubungan erat satu sama lain.
- (I). SURAT PERTAMA.
- (1) Isi dan tujuan. 1Yoh itu bukan surat (tidak ada kepala surat dan penutupnya). Bukan pula sebuah surat edaran (tanpa nama jemaat-jemaat yang dialamatkan), tetapi sebuah tulisan yang berdiri sendiri dan mengandung isi pewartaan imam (1Yoh 1:1-3) yang dipersatukan dengan pembelaan iman (1Yoh 4:4-6; 5:4-12) dan ditujukan pada suatu kelompok kristen tertentu ataupun pada beberapa jemaat kristen tertentu yang hidup di tengah dunia kafir yang dipengaruhi aliran gnostik. Di situ tidak dapat dilihat adanya sebuah susunan yang jelas. Meskipun demikian terungkaplah berbagai kesatuan lebih besar yang semuanya menjalin pada suatu persekutuan dengan Allah atas dasar kesatuan dengan Yesus Kristus dan pada persekutuan persaudaraan para kristen. Surat itu bermaksud memperingatkan ajaran-ajaran salah dan sekaligus menguatkan iman kepercayaan pembacanya.. Latar-belakang waktu yang tersirat di situ menunjukkan adanya suatu kemajuan besar tentang pembentukkan jemaat orang kristen. Penulis bicara sebagai saksi atas kejadian keselamatan (1Yoh 1:1-3) pada suatu keturunan, yang iman kepercayaannya hanya dapat bertumpu pada pendengaran (1Yoh 3:11). Oleh karena penulis menaruhkan nilai khusus pada perlunya Yesus menjelma jadi manusia, yang "datang dalam daging" (1Yoh 4:2), maka orang mengira, bahwa orang bidaah, yang disebutnya sebagai anti-Kristus (1Yoh 2:18) dan nabi palsu (1Yoh 4:1), adalah anggota sebuah aliran gnostik (: Doketisme). Aliran ini menjurus pada kerohanian yang murni dan pada suatu persatuan yang langsung dengan Allah tanpa manusia Yesus, tanpa persekutuan kasih dan tanpa hukum-hukum yang membebani kewajiban-kewajiban.
- (2) Penulis asli. Tanpa memperhatikan tambahan trinitaris yang disisipkan di waktu kemudian 1Yoh 5:7-8, yaitu yang disebut Comma Yohanneum, orang dapat menerima bahwa surat itu adalah sebuah karya dari satu orang penulis, meskipun ada perbedaan corak-corak tertentu (kalimat-kalimat apodiktis yang singkat di samping fasal prosais yang parenetis). Dengan adanya kemiripan yang dekat dengan Injil Yoh. mengenai harta kata-kata, corak, cara berpikir dan tema (: cahaya 1Yoh 1:5; keadilan 1Yoh 2:29; kasih 1Yoh 4:7; kebenaran 1Yoh 5:6 dan lain-lain), pada umumnya orang menganggap pada waktu sekarang, bahwa kedua tulisan itu mempunyai penulisan yang sama (: surat pertama dengan --> Injil Yoh). 1Yoh boleh diperkirakan timbul antara tahun 90 dan 110.
- (II). SURAT KEDUA DAN KETIGA. 2Yoh ditujukan pada "ibu yang terpilih", artinya suatu jemaat tertentu di Asia Kecil. Surat itu menggerakkan orang untuk melakukan kasih persaudaraan dan kesetiaan iman, sebaliknya memperingatkan perihal ajaran-ajaran salah. -- Surat 3Yoh ditujukan pada seorang tertentu dengan nama Gaius, yang dipujinya lantaran keramahannya dan diteguhkannya sikap Gaius itu terhadap pemimpin jemaat. Penulis kedua tulisan itu -- menurut panjangnya dan coraknya merupakan surat yang benar -- menamakan dirinya presbyter. Ia tampil sebagai pemegang kekuasaan. Barangkali ia adalah seorang murid Yohanes dan menyalurkan tradisi ajarannya. Seperti 1Yoh, maka surat-surat ini diperkirakan timbul sekitar tahun 100, namun baru masuk dalam daftar kanon pada abad 5.
Yunus [haag]
Yunus. (Bhs. Ibr.: Merpati).
- (I). Salah seorang dari para nabi kecil. Putera Amitai. Ia memaklumkan berkembangnya kerajaan kepada Yerobeam II (787-747) (2Raj 14:25). ~Y berasal dari Gat-hefer di Zebulon (Yos 19:13) sebelah timur-laut Nasaret.
- (II). KITAB YUNUS. Kitab ~Y tidak diberi nama menurut penulisnya, melainkan menurut pemegang peran utamanya. Agar dapat menghindari perintah Yahwe untuk mewartakan kotbah silih di Ninewe, ia rubah haluan perjalannya dengan naik kapal yang menuju ke Tarsis. Pada waktu ada angin ribut di laut, maka ia dibuang ke laut oleh para nelayan. Ia ditelan oleh seekor ikan. Tiga hari setelah itu ia dimuntahkan kembali. Yahwe memperbaharukan tuntuanNya, kemudian ~Y pergi ke Ninewe dan menghasilkan bertobatnya rakyat di situ, sehingga Yahwe tidak jadi melebur kota itu. Yahwe memberi pelajaran kepada ~Y, yang merasa kesal atas pertobatan orang Ninewe itu dengan contoh sebuah pohon jarak, bahwa Tuhan berkasihan terhadap semua orang. Kitab itu adalah sebuah protes melawan partikularismus Yahudi yang diwakili oleh ~Y (dengan dalih-dalih soal-soal kecil ~Y menarik diri dari perutusannya ke orang-orang kafir). Kitab itu merupakan sebuah kesaksian perihal kehendak keselamatan yang umum dari pihak Allah. -- Pandangan lama, bahwa nabi ~Y adalah penulis kitab itu, kini telah ditinggalkan orang Yos 3:3 (Ninewe hancur), tentang adanya banyak Aramaismus dan ide dasar buku itu membangkitkan pikiran, bahwa Kitab itu terbentuk setelah waktu pembuangan: antara tahun 400 sampai 200 sebelum Mas. (Bdk.: /RAPC #Sir 49:10). Kecuali Mazm. Syukur dalam bab 2 dari kitab itu, pada umumnya diakui adanya sebuah kesatuan pada kitab itu. Tetapi kitab itu tidak melukiskan sebuah kejadian sejarah, melainkan sebuah perumpamaan. Hal itu hendaknya ditangkap dari adanya tiruan-tiruan (Yun 1:1-17 berpadu dengan Yeh 26:1-28:26; Yun 3:1-10 dengan Yer 36:1-32; Yun 4:11 dengan 1Raj 19:1-21) dan dari kalangan kejadian, bahwa Ninewe mau bertobat karena pewartaan seorang asing. Mat 12:38-42 juga hanya mengutip tipologi sastra cerita tersebut.
Injil [kecil]
Injil; (kata Yunani: euaggelion) TB- Berarti: kabar gembira, berita baik. Kedatangan Yesus Kristus dan mulainya pemerintahan Allah di dunia ini merupakan inti Injil yang harus diberitakan ke mana-mana (bandingkan Mat 24:14). Kemudian tulisan-tulisan rasul-rasul yang membukukan kesaksian tentang diri Yesus Kristus disebut juga: kitab-kitab Injil.
Markus [kecil]
KS.- Lihat Yohanes --> 20949 (e)
Yohanes [kecil]
KS.- [PB]
- Pembaptis, Mat 3:1-15; 11:2-19; 14:2-12; 21:25-32; Mr 1:4-11; 6:14-29; 11:29-33; Luk 1:13-25,57-80; Luk 3:2-20; 7:18-33; 11:1; Yoh 1:6-36; 3:23-30
- anak Zebedeus, Mat 4:21; Mr 1:29; 5:37; 9:2,38; 10:35,41; 13:3; Mr 9:49,54; 22:8; Kis 3:1-11; 4:13-21; 8:14-17; Gal 2:9
- penulis kitab Wahyu, Wahy 1:1,4,9; 22:8
- ayah Simon Petrus, Mat 16:17; Yoh 1:42; 21:15-17
- Markus, Kis 12:12,25; 13:5,13; 15:37,39; Kol 4:10; 2Tim 4:11; File 1:24; 1Pet 5:13
- Saudara Imam Agung Hanas, Kis 4:6
TB- Anak imam Zakharia dan Elisabet (Luk 1:1-80). Ia melakukan baptisan --> 19811 sebagai tanda pertobatan dan pengampunan dosa (Luk 3:3). Ialah perintis jalan untuk Yesus "yang akan membaptis dengan Roh Kudus dan dengan api" (Luk 3:16). Ia kemudian dipenjarakan dan dibunuh oleh Herodes, sebab ia menegor Herodes tentang kelakuannya yang tidak baik (Luk 3:19-20; 9:9; Mat 14:1-12). Rupa-rupanya beberapa muridnya merupakan golongan tersendiri yang tersebar ke mana-mana. Dari mereka ada juga yang dibaptis dan menjadi pengikut Kristus (Kis 18:25; 19:3).
Injil [pedoman]
- 1. Suatu kabar kesukaan besar untuk seluruh bangsa. Luk 2:10,11,31,32
- 2. Dinubuatkan. Yes 41:27; 52:7; 61:1-3; Mr 1:15
- 3. Dikabarkan pada masa Perjanjian Lama. Ibr 4:2
- 4. Menyatakan kasih karunia Allah. Kis 14:3; 20:32
- 5. Pengetahuan tentang kemuliaan Allah dengan - . 2Kor 4:4,6
- 6. Hidup yang tidak dapat binasa dinyatakan oleh Yesus melalui - . 2Tim 1:10
- 7. Adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Rom 1:16; 1Kor 1:18; 1Tes 1:5
- 8. Mulia. 2Kor 4:4
- 9. Kekal. 1Pet 1:25; Wahy 14:6
- 10. Diberitakan oleh Kristus. Mat 4:23; Mr 1:14
- 11. Hamba-hamba Tuhan mempunyai tugas untuk memberitakan - . 1Kor 9:17
- 12. Diberitakan terlebih dahulu kepada Abraham. Kej 22:18; Gal 3:8
- 13. Diberitakan kepada:
- 13.1 Orang Yahudi lebih dahulu. Luk 24:47; Kis 13:46
- 13.2 Bangsa-bangsa bukan Yahudi. Mr 13:10; Gal 2:2,9
- 13.3 Orang-orang miskin. Mat 11:5; Luk 4:18
- 13.4 Semua orang. Mr 16:15; Kol 1:23
- 14. Harus dipercayai. Mr 1:15; Ibr 4:2
- 15. Membawa sejahtera. Luk 2:10,14; Ef 6:15
- 16. Memberi pengharapan. Kol 1:23
- 17. Orang-orang kudus bersekutu dalam - . Fili 1:5
- 18. Berisi penuh berkat. Rom 15:29
- 19. Yang menerima - patut:
- 19.1 Memegang teguh kebenaran - . Gal 1:6,7; 2:14; 2Tim 1:13
- 19.2 Sungguh-sungguh berjuang untuk iman yang timbul dari - . Fili 1:27; Yud 1:3
- 19.3 Jangan merasa malu karena - . Rom 1:16; 2Tim 1:8
- 19.4 Hidup berpadanan dengan - . Fili 1:27
- 19.5 Hidup dalam ketaatan terhadap - . 2Kor 9:13
- 19.6 Mengorbankan keluarga dan harta benda untuk - . Mat 10:37
- 19.7 Mengorbankan kehidupan untuk - . Mr 8:35
- 20. Orang yang percaya akan - akan menderita aniaya. 2Tim 3:12
- 21. Janji-janji kepada orang yang menderita sebgsara karena - . Mr 8:35; 10:30
- 22. Menjaga supaya jangan merintangi pemberitaan - . 1Kor 9:12
- 23. Tertutup untuk orang sesat. 2Kor 4:3
- 24. Menyaksikan hukuman yang terakhir. Rom 2:16
- 25. Apabila ada orang yang memberitakan - lain, ia akan terkutuk. Gal 1:8
- 26. Akibat yang dahsyat sekali apabila tidak mau mentaati - . 2Tes 1:8,9
- 27. Dinamai:
- 27.1 Ajaran yang sesuai dengan ibadah. 1Tim 6:3
- 27.2 Berita pendamaian. 2Kor 5:19
- 27.3 Contoh ajaran yang sehat. 2Tim 1:13
- 27.4 Firman Allah. 1Tes 2:13
- 27.5 Firman iman. Rom 10:8
- 27.6 Firman kasih karunia. Kis 14:3; 20:32
- 27.7 Firman kebenaran. Ef 1:13; Yak 1:18
- 27.8 Firman kehidupan. Fili 2:16
- 27.9 Injil Allah. Rom 1:1; 1Tes 2:8; 1Pet 4:17
- 27.10 Injil damai sejahtera. Ef 6:15
- 27.11 Injil kasih karunia Allah. Kis 20:24
- 27.12 Injil kemuliaan Kristus. 2Kor 4:4
- 27.13 Injil Kerajaan. Mat 24:14
- 27.14 Injil keselamatan. Ef 1:13
- 27.15 Injil Kristus. 2Kor 2:12; 1Tes 3:2
- 27.16 Kabar Keselamatan. Kis 13:26
- 27.17 Pelayanan Roh. 2Kor 3:8
- 27.18 Pemberitaan tentang Yesus Kristus. Rom 16:25
- 27.19 Perkataan Kristus. Kol 3:16
- 27.20 Rahasia Injil. Ef 6:19
- 27.21 Tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah. Ef 3:2
- 28. Penolakan orang banyak terhadap - dinubuatkan. Yes 53:1; Rom 10:15,16
- 29. Penolakan orang Yahudi terhadap - menjadi jalan berkat bagi orang kafir.
Rom 11:28
Markus [tokoh]
Markus
Kemenakan Barnabas (Kol 4:10; 1Tim 4:11).
Tinggal di Yerusalem (Kis 12:12).
Menyertai Barnabas dan Paulus (Kis 12:25; 13:5).
Meninggalkan mereka di Perga (Kis 13:13).
Menyebabkan perselisihan antara Paulus dan Barnabas (Kis 15:35-38).
Bersama Barnabas ke Siprus (Kis 15:39).
Melayani Paulus di Roma (Kol 4:10; Filem 1:24).
Matius [tokoh]
Matius
Rasul; bekas pemungut cukai (Mat 9:9-13; 10:3; Mr 3:18; Luk 6:15; Kis 1:13).
Juga dipanggil Lewi (Mr 2:14-17; Luk 5:27-32).
Yohanes [tokoh]
Yohanes
- Anak Zakharia dan Elizabet ( Luk 1:1-80). Dipanggil dengan nama Yohanes Pembaptis (Mat 3:1-12; Mr 1:2-8). Memberi saksi tentang Yesus (Mat 3:11-12; Mr 1:7-8; Luk 3:15-18; Yoh 1:6-35; 3:27-30; 5:33-36). Keragu-raguan tentang Yesus (Mat 11:2-6; Luk 7:18-23). Ditangkap (Mat 4:12; Mr 1:14). Dibunuh (Mat 14:1-12; Mr 6:14-29; Luk 9:7-9). Pelayanannya dibanding dengan Elia (Mat 11:7-19; Mr 9:11-13; Luk 7:24-35).
- Rasul, saudara Yakobus (Mat 4:21-22; 10:2; Mr 3:17; Luk 5:1-10). Hadir bila Yesus dimuliakan (Mat 17:1-13;