kecilkan semua  

Teks -- Titus 1:5 (TB)

Tampilkan Strong
Konteks
Tugas Titus di Kreta -- Syarat-syarat bagi penatua, penilik jemaat
1:5 Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini, supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur dan supaya engkau menetapkan penatua-penatua di setiap kota, seperti yang telah kupesankan kepadamu,
Paralel   Ref. Silang (TSK)   Ref. Silang (FULL)   ITL  

Nama Orang, Nama Tempat, Topik/Tema Kamus

Nama Orang dan Nama Tempat:
 · bangsa Kreti a tribe of Philistines in southern Canaan (YC),officers who formed part of David's guard
 · Kreta an island country located in the Mediterranean Sea midway between Syria and Malta
 · orang Kreti a tribe of Philistines in southern Canaan (YC),officers who formed part of David's guard


Topik/Tema Kamus: Hamba Tuhan | Tata Tertib Jemaat | Pekerja Gereja | Kreta, Orang | Gembala, Surat-Surat ~G/Pastoral) | Kreta | Uskup | selebihnya
Daftar Isi

Catatan Kata/Frasa
Full Life , Jerusalem , Ende , Ref. Silang FULL

Catatan Kata/Frasa
Wycliffe

Catatan Rentang Ayat
Matthew Henry , SH , Utley

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per frasa)

Full Life: Tit 1:5 - MENETAPKAN PENATUA-PENATUA ... SEPERTI YANG TELAH KUPESANKAN KEPADAMU. Nas : Tit 1:5 Semua pelayanan pastoral Kristen harus didasarkan pada berita Yesus Kristus sebagaimana dikabarkan oleh rasul-rasul; yaitu pelayanan ...

Nas : Tit 1:5

Semua pelayanan pastoral Kristen harus didasarkan pada berita Yesus Kristus sebagaimana dikabarkan oleh rasul-rasul; yaitu pelayanan itu harus didasarkan pada standar rasuli dari ayat Tit 1:5-9 dan 1Tim 3:1-7. Pelayanan semacam ini hanya berlaku selama berpegang teguh kepada Firman yang benar sesuai dengan pengajaran, pelayanan, dan tulisan dari PB (ayat Tit 1:9; Kis 14:23;

lihat cat. --> Ef 2:20).

[atau ref. Ef 2:20]

Jerusalem: Tit 1:5 - -- Paulus biasanya hanya meletakkan dasar penginjilan, lalu menyerahkan kepada orang lain tugas menyelesaikannya, bdk 1Kor 1:17; 3:6, 10; Kol 1:7+; Rom 1...

Paulus biasanya hanya meletakkan dasar penginjilan, lalu menyerahkan kepada orang lain tugas menyelesaikannya, bdk 1Kor 1:17; 3:6, 10; Kol 1:7+; Rom 15:23+

Jerusalem: Tit 1:5 - penatua-penatua Sesuai dengan suatu adat yang berasal dari umat Israel dahulu (Kel 18:13 dst; Bil 11:16; Yos 8:10; 1Sam 16:4; Yes 9:14; Yeh 8:1, 11, dll) dan dari ban...

Sesuai dengan suatu adat yang berasal dari umat Israel dahulu (Kel 18:13 dst; Bil 11:16; Yos 8:10; 1Sam 16:4; Yes 9:14; Yeh 8:1, 11, dll) dan dari bangsa Yahudi (Ezr 5:5; 10:14; Jud 6:16; Luk 7:3; 22:66; Kis 4:5, dll; Yosefus, Filo dll) jemaat-jemaat Kristen purba, baik di Yerusalem (Kis 11:30; 15:2 dst; Kis 21:18), maupun di perantauan (Kis 14:23; 20:17; Tit 1:5; 1Pe 5:1) diketuai oleh dewan penatua (kata Yunani sebenarnya berarti: orang yang tua, atau tua- tua) atau "orang terkemuka". Para "penilik" (episkopos=yang mengawasi) yang belum "uskup" dengan arti kata seperti sekarang lazim dan ternyata mempunyai hubungan khas dengan "diaken-diaken" (Fili 1:1; 1Tim 3:1-13, karangan- karangan lain dari zaman sesudah zaman para rasul) kadang- kadang (Tit 1:5, 7; Kis 20:17, 28) rupanya sama saja dengan "penatua- penatua". Hanya gelar "penilik" yang dipakai juga di dunia yang berkebudayaan Yunani meskipun dapat berasal dari dunia yang berkebudayaan Semit (bdk gelar: mebaqqer di kalangan kaum Eseni; bdk juga Bil 4:16; 31:14; Hak 9:28; 2Raj 11:15, 18; 12:11, dll) lebih-lebih menunjuk suatu jabatan, sedangkan "penatua" bersangkutan dengan sebuah keadaan tetap dan martabat. Boleh jadi "penilik- penilik" itu bergiliran ditunjuk oleh dewan para penatua untuk menunaikan tugas tertentu, bdk 1Tim 5:17. Tetapi bagaimanapun juga para penatua dan penilik jemaat Kristen tidak hanya ditugaskan untuk mengurus urusan administrasi keduniaan saja, tetapi juga untuk mengajar, 1Tim 3:2; 5:17; Tit 1:9; dan memimpin, 1Tim 3:5; Tit 1:7. Mereka diangkat oleh rasul- rasul, Kis 14:23, ataupun oleh wakil rasul, Tit 1:5, melalui penumpangan tangan, 1Tim 5:22; bdk 1Tim 4:14+; 2Tim 1:6. Mereka mempunyai kekuasaan yang berasal dari Allah, Kis 20:28, dan yang bersifat karismatis, 1Kor 12:28. Kedua gelar tersebut lama kelamaan menyingkirkan gelar-gelar lain, seperti "pemimpin", Rom 12:8; 1Tes 5:12, "gembala", Ef 4:11, dan "heugoumenos" (terjemahan: Pemimpin), Ibr 13:7, 17, 24. Kepala-kepala jemaat tersebut sesungguhnya pendahulu- pendahulu "iman" dan "uskup" kita sekarang, sedangkan "diaken" merupakan pembantu mereka. Peralihan dari "penilik-penatua" itu kepada "uskup" sebagai satu-satunya kepala para iman, sebagaimana terdapat dalam surat-surat Ignatius dari Antiokhia, kiranya terjadi dengan diserahkannya kepada seorang "penilik" di masing-masing jemaat setempat kekuasaan yang dahulu dipegang oleh rasul-rasul sendiri atas beberapa jemaat atau oleh wakil-wakil mereka seperti Titus dan Timotius.

Ende: Tit 1:5 - Orang tua-tua Istilah asli "presbyteros", jang kemudian mendjadi gelaran bagi para imam. Lih. 1Ti 3:1 dan tjatatan disitu.

Istilah asli "presbyteros", jang kemudian mendjadi gelaran bagi para imam. Lih. 1Ti 3:1 dan tjatatan disitu.

Ref. Silang FULL: Tit 1:5 - di Kreta // menetapkan penatua-penatua · di Kreta: Kis 27:7 · menetapkan penatua-penatua: Kis 11:30; Kis 11:30

· di Kreta: Kis 27:7

· menetapkan penatua-penatua: Kis 11:30; [Lihat FULL. Kis 11:30]

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per Ayat)

Wycliffe: Tit 1:5-9 - -- 1) Persyaratan bagi Penatua (1:5-9). 5. Untuk urutan peristiwa yang mungkin diacu lihat 3:12. Paulus meninggalkan Titus di Kreta dan mungkin ia terus...

1) Persyaratan bagi Penatua (1:5-9).

5. Untuk urutan peristiwa yang mungkin diacu lihat 3:12. Paulus meninggalkan Titus di Kreta dan mungkin ia terus menuju Nikopolis di Epirus dekat Dalmatia (II Tim. 4:10), di mana Titus kemudian bergabung dengannya dan bersama-sama pergi ke Delmatia. Yang masih perlu diatur berarti ada hal-hal yang masih belum beres. Setiap kota, menunjukkan pemberitaan Injil di wilayah ini dilaksanakan secara meluas dan cepat, sehingga yang tinggal hanya pengorganisasian saja. Menurut konteks penatua atau presbyter di sini adalah penatua pengajar atau gembala. Penugasan Titus di Kreta ini tidak memberikan kepadanya kekuasaan penuh untuk mengangkat pendeta. Sebaliknya, sebagaimana Paulus dan Barnabas menahbiskan penatua (Kis. 14:23) yang sudah dipilih oleh jemaat, demikian pula yang harus dilakukan oleh Titus, sambil tetap mengingat persyaratan yang tepat. Paulus memberikan tiga syarat umum (ay. 6), sejumlah larangan (ay. 7) dan sejumlah persyaratan positif (ay. 8, 9). Seluruh bagian ini sangat paralel dengan I Timotius 3:2-4.

buka semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Rentang Ayat

Matthew Henry: Tit 1:5 - Penahbisan Para Penatua Penahbisan Para Penatua (1:5) Di sini tujuan itu disampaikan, I. Secara lebih umum. Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini...

SH: Tit 1:5-9 - Kualifikasi (Minggu 7 September 2008) Kualifikasi Keberadaan Titus di Pulau Kreta dimaksudkan untuk membangun jemaat di situ. Masih banyak hal di jemaat Kreta yang memerlukan campur ...

SH: Tit 1:5-10 - Bukan syarat, tetapi pola hidup. (Rabu, 26 September 2001) Bukan syarat, tetapi pola hidup. Tugas seorang presiden adalah memimpin dan mengatur negara. Agar seseorang dapat menduduki jabatan tersebut, ada kri...

Utley: Tit 1:5-9 - --NASKAH TERJEMAHAN BARU: Tit 1:5-95 Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini, supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur dan su...

buka semua
Pendahuluan / Garis Besar

Full Life: Titus (Pendahuluan Kitab) Penulis : Paulus Tema : Ajaran yang Benar dan Kebajikan Tanggal Penulisan: Sekitar 65-66 M Latar Belakang Seperti halnya 1 dan...

Full Life: Titus (Garis Besar) Garis Besar Pendahuluan (Tit 1:1-4) I. Pengarahan Mengenai Penugasan Penatua (Tit 1:5-9) A. Tetapkan Penatua di T...

Matthew Henry: Titus (Pendahuluan Kitab) Surat Paulus kepada Titus ini pada sifatnya sangat menyerupai surat-surat yang ditujukan kepada Timotius. Kedua orang ini sama-sama dipertobatka...

Jerusalem: Titus (Pendahuluan Kitab) SURAT-SURAT PAULUS PENGANTAR Kronologi kehidupan Paulus Dengan menggunakan Kisah Para Rasul dan surat-surat Paulus, maka tokoh ini lebih kita kenal da...

Ende: Titus (Pendahuluan Kitab) SURAT RASUL PAULUS KEPADA TITUS KATA PENGANTAR Tentang pribadi Titus Titus tidak banjak kita bertemu namanja dalam Kitab Kudus, dan hanja dalam surat-...

Wycliffe: Titus (Pendahuluan Kitab) PENDAHULUAN TITUS LIHAT PENDAHULUAN I TIMOTIUS

Wycliffe: Titus (Garis Besar) GARIS BESAR TITUS I. Salam (1:1-4) II. Tugas Titus: Menertibkan Keadaan (1:5 - 3:11) A. Penetapan dan Kebutuhan Akan Penatua Pe...

BIS: Titus (Pendahuluan Kitab) SURAT PAULUS KEPADA TITUS PENGANTAR Titus adalah seorang bukan Yahudi yang sudah masuk agama Kristen lalu menjadi teman sekerja dan pembantu Paulus

SURAT PAULUS KEPADA TITUS

PENGANTAR

Titus adalah seorang bukan Yahudi yang sudah masuk agama Kristen lalu menjadi teman sekerja dan pembantu Paulus dalam pekerjaannya. Surat ini ditujukan kepada Titus yang pada waktu itu berada di Kreta karena telah ditinggalkan di sana oleh Paulus untuk mengurus jemaat di sana. Ada tiga hal yang dikemukakan di dalam surat ini.

Pertama, Titus diingatkan mengenai sifat-sifat orang yang boleh menjadi pemimpin jemaat. Hal itu dikemukakan terutama karena kelakuan orang-orang di Kreta banyak yang jahat. Kedua, Titus dinasihati mengenai bagaimana seharusnya ia mengajar setiap golongan orang yang menjadi anggota jemaat itu, yaitu golongan laki-laki dan wanita yang sudah tua (yang seharusnya mengajar pula orang-orang yang lebih muda dari mereka), golongan orang-orang muda, dan golongan hamba-hamba. Akhirnya Titus diajar mengenai bagaimana seharusnya kelakuan orang Kristen. Yang paling penting ialah bahwa orang Kristen harus peramah dan suka damai, jangan membenci orang, jangan suka bertengkar atau menimbulkan perpecahan.

Isi

  1.  Pendahuluan
    Tit 1:1-4
  2.  Pemimpin-pemimpin jemaat
    Tit 1:5-16
  3.  Kewajiban pelbagai golongan orang di dalam jemaat
    Tit 2:1-15
  4.  Nasihat dan peringatan
    Tit 3:1-11
  5.  Penutup
    Tit 3:12-15

Ajaran: Titus (Pendahuluan Kitab) Tujuan Supaya orang-orang Kristen mengerti arti dan isi pengajaran Kitab Titus, sehingga mereka melakukannya di dalam kehidupan sehari-hari. Pendah

Tujuan

Supaya orang-orang Kristen mengerti arti dan isi pengajaran Kitab Titus, sehingga mereka melakukannya di dalam kehidupan sehari-hari.

Pendahuluan

Penulis : Rasul Paulus.

Tahun : Sekitar tahun 65 Masehi.

Penerima : Titus (Tit 1:4). (Dan juga setiap orang Kristen). Di daerah Kreta ini, perkembangan Injil terancam oleh orang-orang yang tidak tertib hidupnya. Dengan omongan-omongan yang sia-sia mereka mau menyesatkan pikiran orang Kristen (Tit 1:10), yaitu dengan ajaran-ajaran tentang penyunatan, yang sebenarnya tidak ada artinya sedikitpun di dalam keselamatan.

Isi Kitab: Kitab Titus terbagi atas 3 pasal. Di dalam Kitab ini kita dapat melihat pengajaran Rasul Paulus dalam memperbaiki kehidupan jemaat, yang terancam termakan oleh kehidupan yang tidak baik, omongan kosong, yang semuanya itu tidak sesuai dengan kehidupan sebagai orang Kristen.

I. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Titus

  1. Pasal 1 (Tit 1:1-16).

    Pengajaran tentang persyaratan pekerja gereja

    Dalam bagian ini, Rasul Paulus menyebut Titus sebagai anak rohaninya dan ia meminta Titus agar tetap setia melayani di pulau Kreta. Kemudian ia mengajarkan tentang syarat-syarat kehidupan seorang pekerja Gereja.

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal Tit 1:5-6,7. _Tanyakan_:\ - Sebutkanlah syarat-syarat seorang pekerja Gereja - Mengapakah persyaratan itu penting bagi seorang pekerja Gereja? (lihat ayat 7-10; Tit 1:7-10).
    2. Bacalah pasal Tit 1:16. _Tanyakan_:\ - Apakah yang membuktikan seorang tidak mengenal Allah?
  2. Pasal 2-3 (Tit 2:1-3:15).

    Pengajaran tentang kewajiban orang-orang Kristen

    Dalam bagian ini dijelaskan bahwa seorang Kristen baik ia seorang tua, muda, kaya atau miskin hendaklah hidup dengan benar.

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal Tit 2:1-10. _Tanyakan_:\ - Bagaimanakah kehidupan laki-laki yang tua? (lihat ayat 2; Tit 2:2). - Bagaimanakah cara hidup seorang wanita tua? (lihat ayat 3-5; Tit 2:3-5). - Bagaimanakah cara hidup seorang muda? (lihat ayat 7-8; Tit 2:7-8). - Bagaimanakah cara hidup seorang pekerja/pegawai? (lihat ayat 9-10; Tit 2:9-10).
    2. Bacalah pasal Tit 2:11. _Tanyakan_:\ - Dengan apakah semua orang diselamatkan?

II. Kesimpulan

Dalam Kitab Titus jelas diketahui tentang kehidupan sebagai pekerja gereja, hamba Tuhan maupun kehidupan dari setiap orang Kristen.

Pertanyaan-pertanyaan yang Dapat Digunakan untuk Tanya Jawab

  1. Siapakah yang menulis Kitab Titus?
  2. Mengapakah setiap orang percaya harus hidup saling menghormati? (Pasa Tit 2:10).

Intisari: Titus (Pendahuluan Kitab) Panggilan untuk kehidupan Kristen yang praktisSIAPAKAH TITUS?Surat ini mungkin ditulis pada waktu dan tempat yang hampir sama dengan surat I Timotius.

Panggilan untuk kehidupan Kristen yang praktis

SIAPAKAH TITUS?
Surat ini mungkin ditulis pada waktu dan tempat yang hampir sama dengan surat I Timotius. Seperti Timotius, Titus adalah salah satu anak rohani Paulus (Tit 1:4). Tidak dapat diragukan bahwa Titus bertobat pada awal pelayanan Paulus. Ia diajak Paulus dan Barnabas ke Yerusalem, kota yang dikunjungi Paulus tujuh belas tahun setelah pertobatannya. (Gal 2:1). Paulus memberi Titus tugas yang sulit, yaitu mencoba menyelesaikan masalah yang timbul dalam gereja di Korintus, dan dalam suratnya yang kedua kepada gereja itu kita mengetahui bagaimana ia diterima dengan baik di sana (2Kor 7:6, 7). Jelaslah bahwa Paulus menaruh kepercayaan penuh pada kemampuan Titus, sebab kemudian ia ditinggalkan di Kreta untuk memegang peranan penting dalam kepemimpinan gereja di sana (Tit 1:5). Orang-orang Kreta pada umumnya terkenal sebagai orang- orang yang suka bergolak dan sukar dikendalikan. Tidak seperti Timotius, Titus bukan orang Yahudi asli dan ia tidak disunat (Gal 2:3). Ia digambarkan sebagai 'tokoh yang sangat mengundang tanda tanya dalam sejarah kekristenan mula-mula'. Ia juga dijuluki sebagai 'sepotong kain merah lusuh bagi orang-orang Yahudi, tetapi merupakan bendera kebebasan bagi orang bukan Yahudi'. Dalam istilah modern kita dapat menggambarkan Titus sebagai seorang pendobrak' - orang yang mampu menghadapi keadaan yang rawan. Ia sudah pasti merupakan sumber yang membesarkan hati Rasul Paulus.

NASIHAT PRAKTIS.
Ketika Paulus mendengar bahwa Apolos segera akan berangkat ke Kreta, ia memanfaatkan kesempatan ini untuk mengirimkan sepucuk surat pada Titus. Surat ini penuh dengan nasihat praktis dan peringatan terhadap ajaran sesat. Orang menangkap kesan bahwa karakter Titus lebih kuat daripada Timotius, karena itu Paulus tidak terlalu kuatir tentang dia dan bagaimana orang lain memperlakukannya. Surat ini berisi dua pernyataan yang sangat lengkap tentang Injil dalam Perjanjian Baru - Tit 2:11-14 dan Tit 3:4-7. Seringkali ada perdebatan yang mengatakan bahwa pada saat-saat akhir hidupnya, Rasul Paulus kurang mempedulikan kedatangan Kristus, tetapi kita melihat dari surat ini bahwa itu tidak benar (Tit 2:13).

Pesan dan Penerapan

1. Pentingnya kepemimpinan rohanI (Tit 1:5-16 )
Titus ditugaskan untuk mengangkat penatua-penatua di Kreta. Untuk itu ia diberikan petunjuk-petunjuk secara terperinci mengenai syarat-syarat yang harus mereka miliki. Selain itu, Titus tidak diberi gambaran mengenai masalah-masalah yang mungkin dihadapinya di antara orang Kreta. Kepemimpinan rohani sejati merupakan hal penting dan utama dalam kehidupan gereja dan kriteria yang. ditentukan oleh Paulus masih berlaku sampai sekarang.

2. Kehidupan Kristen dalam kenyataan (Tit 2:1-10 )
Mungkin saja apa yang disampaikan dalam bentuk kata-kata atau tulisan secara umum, pesannya tidak diterapkan pada setiap orang. Paulus membagi-bagi kelompok umur dengan masalah mereka masing-masing dan memberikan kepada setiap kelompok nasihat praktis hakiki yang harus diterapkan dalam tingkah laku mereka.

3. Berita Injil secara singkat (Tit 2:11-14 )
Dalam satu kalimat yang panjang Paulus menyampaikan berbagai aspek pesan Kristen. Allah telah mengambil inisiatif. Kita perlu memperhatikan bahwa hanya anugerah Allah yang dapat membawa keselamatan dan semua ini diwujudkan dalam seorang pribadi, yaitu Yesus Kristus Tuhan. Lebih dari itu, pesan ini ditujukan kepada semua orang di mana pun mereka berada. Diselamatkan, bukanlah semata-mata pengalaman mistis, keselamatan mempunyai arti praktis yang penting. Secara negatif berarti berbalik dari cara hidup yang lama; secara positif berarti menghayati hidup yang benar. Kristen mempunyai pengharapan yang mulia, yaitu datangnya kembali Tuhan dan Juruselamat mereka dalam tubuh kemuliaan. Pengharapan ini menjadi pendorong untuk hidup dalam kekudusan. Pula, ini berdampak kuat mempengaruhi sifat dan kelakuan Kristen.

4. Terdapat segala macam...! (Tit 3:8-15 )
Gereja Kristen mempunyai masalah baik dalam jemaatnya maupun pada para pekerja kuncinya. Di Kreta terdapat banyak orang yang suka berdebat dan bertengkar, dan ada pula yang pengajarannya sangat sesat. Di pihak lain, terdapat orang-orang yang setia, berani dan tegas seperti Artemas, Tikhikus, Zenas dan Apolos. Mereka bukan hanya orang yang sangat dikenal dalam gereja mula-mula, tetapi mereka adalah orang-orang yang dapat dipercaya. Orang-orang seperti itulah yang sangat diperlukan dalam gereja untuk memegang posisi penting dan bukan semata-mata pribadi-pribadi yang berkuasa, yang mungkin berhasrat menjadi primadona.

Tema-tema Kunci

1. Pentingnya kehidupan keluarga.
Perlu diperhatikan bahwa dalam daftar syarat-syarat bagi para penatua terdapat kalimat-kalimat yang berhubungan dengan kehidupan keluarga. Seorang penatua haruslah 'seorang suami dari satu istri'. Anak-anaknya harus memberikan dukungan penuh pada jabatan gerejawinya. Ia harus seorang yang 'senang memberi tumpangan'. Kesaksian dari keluarga Kristen pada dunia purba sangat penting, dan para pemimpin Kristen harus memperlihatkan cara hidup itu pada mereka. Ini juga tetap penting untuk masa kini. Perhatikan syarat-syarat bagi istri-istri para penatua gereja (1 Tim. 3:11). Seberapa jauh gereja masa kini memberlakukan syarat-syarat ini dengan serius agar para pemimpin gereja yang dipilih adalah mereka yang memiliki keluarga yang bahagia.

2. Tingkah laku yang sepadan.
Fakta bahwa keyakinan dan sikap, pengakuan iman dan tingkah laku, tidak selalu berjalan selaras, adalah topik yang sering dimunculkan Alkitab. Ini merupakan dasar pertentangan Tuhan kita dengan orang Farisi (lihat Mat. Tit 23:1- 39 ). Yakobus membuat pernyataan yang serupa ketika ia menekankan bahwa iman tanpa perbuatan pada hakikatnya adalah mati (Yak. Tit 2:14-26 ). Dalam suratnya, Paulus sering menunjukkan pendapat yang sama. Dalam Titus 1: 16, Paulus berkata tentang mereka 'yang mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia'. Tuhan kita berkata: 'dari buahnyalah kamu akan mengenali mereka' (Mat. 7:20). Pengakuan iman dan kelakuan harus serasi, jika tidak demikian maka kita layak dicap, digolongkan orang munafik. Dengan cara bagaimana mereka yang mengaku mengenal Allah menyangkal Dia dalam hidup mereka? Coba kumpulkan fakta yang menunjukkan bahwa pengakuan iman Kristen dan tingkah laku Kristen seringkali tampak terpisah jauh satu dengan yang lain. Coba pelajari Matius 23, temukan beberapa kegagalan total orang Farisi.

3. Pentingnya doktrin yang benar.
Dengan membaca Perjanjian Baru jelaslah bahwa dalam gereja mula-mula, mereka tahu apa yang dimaksud dengan 'iman'. Mereka dapat menyimpulkan apa yang bagi mereka merupakan unsur-unsur dasar dari pengakuan iman mereka. Paulus menjelaskannya dengan sangat baik dalam Titus Tit 2:11-14. Di sini kita berjumpa dengan suatu pernyataan terjelas mengenai anugerah Allah dalam Perjanjian Baru. Gereja yang sehat dibangun di atas dasar doktrin yang benar. Iman Kristen kita bukan hanya bersangkutan dengan karya-karya Allah pada masa tertentu dalam sejarah, tetapi juga dengan yang sedang Ia lakukan dalam kehidupan umat-Nya dan yang akan Ia lakukan di masa yang akan datang. Harapan orang percaya ialah kedatangan Kristus kembali secara pribadi dan ia hidup di bawah terang pengharapan kedatangan-Nya itu. Maksud dari kasih karunia Allah di dalam Kristus ialah 'untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik' (Tit 2:14). Seberapa jauh Kristen dewasa ini melihat diri mereka di bawah terang firman ini? Apa makna menjadi 'umat kepunyaan Allah' bagi kita? (Lihat 1Pet 2:9; 1Kor 6:19).

Garis Besar Intisari: Titus (Pendahuluan Kitab) [1] TITUS DALAM TUGAS Tit 1:1-16 Tit 1:1-4Pengantar Tit 1:5-9Kepemimpinan rohani dalam gereja Tit 1:10-16Masalah-masalah dalam gereja [2] K

[1] TITUS DALAM TUGAS Tit 1:1-16

Tit 1:1-4Pengantar
Tit 1:5-9Kepemimpinan rohani dalam gereja
Tit 1:10-16Masalah-masalah dalam gereja

[2] KEKRISTENAN PRAKTIS Tit 2:1-15

Tit 2:2Laki-laki yang lebih tua
Tit 2:3Wanita-wanita yang lebih tua
Tit 2:4, 5Wanita wanita muda
Tit 2:6-8Laki-laki muda
Tit 2:9-10Hamba-hamba
Tit 2:11-14Kebenaran-kebenaran Injil
Tit 2:15Panggilan untuk memberitakan kebenaran

[3] KEWAJIBAN SOSIAL Tit 3:1-15

Tit 3:1Ketaatan kepada penguasa
Tit 3:2-7Keramahtamahan terhadap semua orang
Tit 3:8-11Perbuatan baik daripada perdebatan tidak berguna
Tit 3:12-15Permohonan akhir
Advanced Commentary (Kamus, Lagu-Lagu Himne, Gambar, Ilustrasi Khotbah, Pertanyaan-Pertanyaan, dll)


TIP #11: Klik ikon untuk membuka halaman ramah cetak. [SEMUA]
dibuat dalam 0.10 detik
dipersembahkan oleh YLSA