Topik : Kebencian

29 Januari 2004

Mari Kita Bicarakan!

Nats : Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu (Amsal 3:3)
Bacaan : Matius 18:15-20

Kepolisian San Diego menerima keluhan dari seorang wanita yang mengatakan bahwa ia menerima beberapa panggilan telepon yang mengganggu. Pada tengah malam seseorang meneleponnya, dengan menirukan suara anjing menggonggong, dan kemudian menutup telepon. Akhirnya polisi menemukan bahwa telepon itu berasal dari tetangga wanita tersebut. Tetangga itu mengatakan bahwa setiap kali ia terbangun karena gonggongan anjing wanita tersebut, ia ingin memastikan bahwa wanita itu juga terbangun.

Tindakan yang dilakukan sang tetangga itu sama sekali tidak menunjukkan hikmat Allah. Alkitab mengajarkan agar kita menghadapi masalah secara langsung (Matius 18:15-20). Sebuah pembicaraan yang jujur pada saat yang tepat dan demi semua pihak yang terlibat, merupakan suatu penyelesaian masalah.

Namun, tindakan yang penuh kasih dan terbuka seperti itu tidak selalu dilakukan orang kristiani. Kita cenderung untuk "bermain-main" daripada memercayai Allah dan melewati situasi tegang dengan hati nurani yang bersih serta hasrat untuk berdamai. Tanda-tanda diabaikan. Kasih sayang disembunyikan. Percakapan menjadi singkat. Suasana menjadi dingin, dan kebekuan situasi ini hanya dapat dicairkan oleh perpaduan yang bijak antara belas kasih dan kebenaran (Amsal 3:3).

Keluhan kita terhadap sesama tidak dapat dihilangkan begitu saja dengan mengubur kemarahan. Jika sebuah masalah tidak cukup kecil untuk dilupakan dengan tulus hati, maka marilah kita membicarakannya --Mart De Haan



TIP #27: Arahkan mouse pada tautan ayat untuk menampilkan teks ayat dalam popup. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA