Topik : Pembenaran

13 November 2002

Tak Terampuni?

Nats : Apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun (Markus 3:29)
Bacaan : Markus 3:22-30

Seorang yang beranjak tua merasa telah berbuat dosa yang tak terampuni. Karena dihantui perasaan bersalah, ia mempunyai anggapan keliru bahwa Allah tak akan mengampuninya.

Kemudian sebuah pertanyaan terlintas dalam benaknya: Kalau saya masuk neraka, apa yang akan saya kerjakan di sana? Ia berpikir, saya akan mengajak penghuni lainnya untuk berdoa. Ia segera sadar kalau ketakutannya itu tidak masuk akal. Ia sadar bahwa selama bertahun- tahun ia telah percaya bahwa Kristus adalah Juruselamatnya, dan ia sangat ingin mengenal dan menyenangkan Allah. Inilah bukti bahwa Roh Allah benar-benar hidup di dalam hatinya.

Banyak orang kristiani yang sensitif takut kalau-kalau telah melakukan atau mengatakan sesuatu yang tak terampuni. Mungkin berupa hujatan yang terlintas dalam pikiran mereka. Meskipun mereka mengakuinya di hadapan Allah, tetapi mereka tetap bertanya-tanya apakah mereka telah berbuat dosa yang tidak akan diampuni Allah.

Dosa apakah yang tak terampuni? Dalam Markus 3:22-30, kita menjumpai para ahli Taurat yang menuduh Yesus membuat mukjizat dengan kuasa penghulu setan. Saat ini kita tidak mungkin melakukan dosa seperti para ahli Taurat yang menuduh Yesus karena Yesus sudah tidak hadir secara fisik di dunia.

Satu-satunya dosa yang tak terampuni adalah dengan selalu dan sengaja menolak kesaksian Roh Kudus bahwa Yesus adalah Juruselamat. Tidak ada dosa yang tak terampuni selain penolakan total terhadap Kristus. Dengan kasih karunia-Nya, Dia mengampuni semua orang yang datang kepada-Nya —Dennis De Haan

25 Desember 2002

Hidup yang Indah

Nats : Setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya (Galatia 4:4)
Bacaan : Galatia 3:26-4:7

Setiap bulan Desember, jutaan orang di seluruh dunia menyaksikan film It’s A Wonderful Life (Hidup Ini Indah) yang dimainkan oleh Frank Capra pada tahun 1946. Walaupun saat pertama kali diputar film ini tidak populer, tetapi sekarang malah menjadi film klasik Natal.

Dalam sebuah esai yang dimuat di majalah Time, Roger Rosenblatt mengulas daya tarik film yang tak bosan-bosannya ditonton itu. Ia berkesimpulan bahwa tema persahabatan sejatilah yang menjadi daya tarik film itu. Kesimpulan itu menjelaskan alasan mengapa orang- orang merasa terharu saat menyaksikan bahwa keluarga dan teman-teman George Bailey ada bersamanya saat ia benar-benar membutuhkan pertolongan. Rosenblatt berkata, "Tepat di saat George mengira bahwa ia sendirian di dunia ini, dunia tampil untuk menyatakan kasih kepadanya."

Kalimat itu tampaknya mengandung hakikat dari perayaan kelahiran Yesus. Tepat di saat kita merasa sendirian di dunia ini, Kristus datang untuk menyatakan kasih Allah kepada kita. Allah tidak hanya mengirim Putra-Nya ke dunia tepat pada waktunya (Galatia 4:4,5), tetapi Dia juga menunjukkan "kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa" (Roma 5:8). Itulah pesan Natal yang membuka pintu menuju kehidupan yang indah, yaitu sukacita karena mengenal Kristus dan hidup dalam kasih- Nya.

Sudahkah Anda menerima karunia hidup kekal yang Dia tawarkan kepada Anda? Jika belum, terimalah hari ini juga –David McCasland

19 Januari 2003

Pakaian Baru

Nats : Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor (Yesaya 64:6)
Bacaan : Yesaya 64

Dua orang pria sedang bercakap-cakap, tak lama setelah mereka menjadi orang kristiani yang sungguh-sungguh. Yang satu adalah orang miskin yang sebelumnya memang tidak mengenal Allah. Sedangkan yang satunya lagi berasal dari lingkungan yang sangat religius. Setelah masing- masing menceritakan tentang pertobatannya, pria yang berlatar belakang religius bertanya kepada rekannya, "Bagaimana kau dapat langsung memberikan tanggapan terhadap Injil saat pertama kali mendengarnya, sementara aku memerlukan waktu bertahun-tahun untuk melakukannya?"

Pria miskin itu lalu berkata, "Oh, itu mudah saja. Seandainya seseorang datang dan menawarkan kepada kita masing-masing sebuah baju baru, maka aku akan langsung menerima tawaran itu. Semua pakaianku sudah lama dan usang. Namun lemarimu pasti penuh dengan pakaian bagus. Begitu juga dengan keselamatan. Mungkin kau sudah puas dengan segala kebaikan yang kauterima, jadi kau memerlukan waktu lama untuk mengerti bahwa kau sungguh-sungguh memerlukan 'pakaian kebenaran' yang ditawarkan kepadamu melalui Kristus. Aku sangat sadar akan keadaanku yang penuh dosa, karena itulah aku ingin sekali menerima pengampunan dan pengudusan."

Semua orang benar-benar perlu diselamatkan. Nabi Yesaya berkata bahwa "segala kesalehan kami seperti kain kotor" (64:6). Mereka yang sadar akan kemiskinan rohani mereka dan menerima keselamatan yang tak ternilai harganya melalui iman dalam Kristus, akan diberi "baju baru" kebenaran. Baju apa yang Anda kenakan sekarang? --Richard De Haan

31 Januari 2003

Belas Kasih Sang Hakim

Nats : Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah (1Petrus 3:18)
Bacaan : Roma 5:1-11

Semasa menjabat sebagai walikota New York City, Fiorello La Guardia kadang kala bertindak sebagai hakim dalam pengadilan malam. Dalam suatu kasus, seorang pria dinyatakan bersalah karena mencuri sekerat roti. Ia mohon ampun karena telah mencuri untuk memberi makan keluarganya yang kelaparan. "Hukum adalah hukum," tegas La Guardia. "Karena itu saya harus mendenda Anda 10 dolar." Ketika pria itu dengan sedih mengaku tak punya uang, sang hakim mengeluarkan 10 dolar dari dompetnya dan membayarkan denda itu. Lalu ia juga meminta agar setiap orang dalam ruang pengadilan itu menyumbang 50 sen untuk membantu pria itu.

Inti dari Injil adalah salib Yesus Kristus. Pesannya sangat jelas sehingga anak kecil pun dapat memahaminya: Yesus mengambil alih tempat saya dan mati menggantikan saya. Namun kebenarannya demikian agung sehingga orang paling bijak pun tak dapat menangkap maknanya secara utuh. Alkitab berkata, "Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah" (1 Petrus 3:18). Alkitab juga berkata: "Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka" (Roma 5:6).

Saat membaca tentang belas kasih hakim di atas, kita dapat melihat gambaran belas kasih Allah yang tak terukur. Tuntutan hukum terpenuhi. Dan hakim itu sendiri yang membayar denda. Orang yang melanggar hukum dibebaskan, bahkan dianugerahi karunia yang sesungguhnya tak layak ia terima. Sungguh suatu gambaran yang indah tentang Juruselamat kita! --Vernon Grounds

22 Februari 2003

Siapa Layak Masuk Surga?

Nats : Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat (Roma 3:28)
Bacaan : Roma 3:21-28

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan untuk U.S News&World Report menanyakan opini dari 1.000 orang dewasa mengenai siapa yang sekiranya layak masuk surga. Pada urutan teratas, tidak mengejutkan lagi, adalah sosok religius terkenal. Ada pula beberapa selebriti. Namun yang mengejutkan saya, 87 persen responden dari survei tersebut menyatakan bahwa mereka sendiri tampaknya juga layak masuk surga.

Mau tak mau saya menjadi bertanya-tanya, menurut mereka apakah syarat masuk surga sehingga mereka menganggap diri mereka layak untuk masuk surga? Banyak orang memiliki gagasan yang keliru mengenai syarat yang Allah minta.

Seperti apakah yang dimaksud orang saleh itu? Yang dengan murah hati memberikan derma kepada orang miskin? Yang mematuhi kepercayaan ortodoks? Yang ke gereja dan terlibat dalam berbagai aktivitas rohani? Hal-hal itu mungkin layak dipuji, tetapi mereka melupakan satu hal yang terus diminta Allah sebagai syarat untuk masuk surga, yakni komitmen pribadi kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan (Yohanes 1:12; 1 Timotius 2:5). Meskipun iman kepada Yesus akan jelas tercermin dalam perbuatan seseorang (Yakobus 2:14-20), tetapi kemurahan hati ataupun aktivitas rohani tidak dapat menggantikan kepercayaan kita akan pengurbanan Yesus yang telah wafat untuk menebus dosa kita.

Apakah Anda juga merasa yakin dapat masuk surga? Anda dapat masuk surga, hanya jika Anda percaya kepada Yesus Kristus --Vernon Grounds

25 Februari 2003

Ya atau Tidak?

Nats : Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus (Yohanes 17:3)
Bacaan : Yohanes 5:24-40

Seandainya Allah memberikan kuis tentang kekristenan kepada mereka yang mengaku sebagai orang percaya, banyak yang akan memperoleh nilai baik. Mereka dapat menjawab "ya, benar" untuk pertanyaan seperti: Apakah Kristus mati bagi dosa-dosa Anda? Apakah Dia bangkit dari kematian? Apakah Dia akan datang kembali ke dunia?

Pendeta sekaligus penulis Bruce Larson mengatakan bahwa dari kecil ia dididik untuk menerima doktrin alkitabiah yang demikian. Namun akhirnya ia merasa Allah mengajukan beberapa pertanyaan baru: 1. Akankah kau mempercayai-Ku dengan segenap hidupmu, ya atau tidak? 2. Akankah kau menyerahkan diri pada gereja-Ku, ya atau tidak? 3. Akankah engkau melayani-Ku melalui hubunganmu dengan sesama, ya atau tidak? Hanya jika Larson menjawab 'ya' atas pertanyaan-pertanyaan ini maka Allah benar-benar nyata dalam hidupnya.

Kepada imam-imam kepala di zaman-Nya, Yesus berkata, "Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu" (Yohanes 5:39,40). Dengan kata lain Yesus berkata, "Kau dapat mengetahui semua fakta Kitab Suci, tetapi kau tidak mempercayai-Ku."

Anda mungkin mengetahui berbagai kebenaran dalam firman yang tertulis, tetapi sudahkah Anda mengatakan 'ya' kepada Kristus, Firman yang Hidup? Jika belum, lakukan sekarang juga. Yesus akan mengubah pengetahuan Anda dengan pengetahuan baru yang mampu mengubah hidup --Joanie Yoder

15 Maret 2003

Air Kehidupan

Nats : Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan (Yesaya 12:3)
Bacaan : Yohanes 4:5-26

Seorang pemandu wisata di Israel sedang bersiap memimpin tur ke padang gurun. Permintaannya kepada kelompok itu sangat sederhana dan jelas, “Jika Anda tidak memenuhi kedua syarat ini, saya tidak mengizinkan Anda bergabung dalam tur. Anda harus membawa topi lebar dan sebotol penuh air. Semua itu akan melindungi Anda dari sengatan matahari dan kehausan yang disebabkan oleh angin dan kekeringan.”

Air sangat diperlukan untuk bertahan hidup. Suatu hari, seorang wanita mendatangi sumur di daerah Samaria (Yohanes 4:7). Ia datang di siang hari, ketika hanya sedikit orang yang pergi ke sana. Namun, ia terkejut ketika seorang laki-laki muda Yahudi meminta air kepadanya. Dengan melontarkan permintaan itu, Yesus meruntuhkan penghalang besar wanita tersebut. Wanita itu sudah berkali-kali menikah, lagi pula ia bukan orang Yahudi.

Yesus menawarkan air yang jauh lebih baik daripada air sumur itu. Dia memiliki “air hidup”, yang hanya dapat diberikan oleh Dia (ayat 10,13,14). Saya yakin perempuan itu mengambil air tersebut dan dibersihkan secara rohani oleh Yesus, karena ia menceritakan kepada setiap orang apa yang telah dialaminya, “Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?” (ayat 29).

Apakah Anda sedang berada di “sumur”? Apakah jiwa Anda haus akan Allah? Apakah Anda membutuhkan pembersihan dan kesegaran yang Dia tawarkan? Dia sedang menunggu di sana untuk memuaskan Anda dengan “air hidup” keselamatan dan kehidupan kekal --Dave Egner

15 April 2003

Semua Bisa Selamat!

Nats : Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat, dan ucapan syukur untuk semua orang (1Timotius 2:1)
Bacaan : 1Timotius 2:1-8

Pada hari ini, dan sebenarnya juga pada hari-hari lain, selalu ada kebutuhan mendesak untuk mendoakan “semua pembesar” (1 Timotius 2:2). Namun, apakah yang dimaksud dengan semua itu termasuk pemimpin yang sangat kejam? Adakah orang-orang yang berkuasa dan berpengaruh yang tak dapat ditolong dengan doa kita?

Jawaban dari pertanyaan di atas dapat ditemukan dengan mencuplik kata pertama-tama dalam ayat 1 yang memfokuskan perhatian kita pada konteksnya. Dalam 1 Timotius 1:12-17, Paulus mengakui bahwa dulunya ia seorang penghujat, penganiaya, dan orang yang ganas (ayat 13). Ia lalu menegaskan bahwa Yesus Kristus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa. Kemudian ia menambahkan ungkapan yang penting: “akulah yang paling berdosa” (ayat 15).

Paulus menjelaskan bahwa ia menerima belas kasih Allah. Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya kepada Paulus, sebagai contoh bagi orang berdosa berikutnya yang akan percaya kepada Tuhan (ayat 16). Pada intinya, Paulus berkata, “Jika aku, orang yang paling berdosa saja dapat diselamatkan, maka siapa pun juga dapat diselamatkan.” Oleh sebab itu Paulus menasihati kita untuk mendoakan semua pembesar, karena Allah Juruselamat kita ingin agar semua orang diselamatkan dan memperoleh kebenaran-Nya (2:4).

Jadi marilah kita tidak hanya berdoa bagi para pemimpin yang disegani, yang memerintah dengan bijaksana, tetapi juga bagi para pemimpin yang tidak saleh, sehingga mereka pun dapat diselamatkan. Ya, Allah dapat menyelamatkan siapa saja --Joanie Yoder

16 April 2003

Anda Berarti Bagi Allah

Nats : Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan (Lukas 15:6)
Bacaan : Lukas 15:3-7

Seorang pengarang Amerika bernama Julia Ward Howe dikenang terutama karena puisinya berjudul Battle Hymn of The Republic (Himne Pertempuran Bagi Republik). Menurut putrinya, Howe pernah mengundang kawannya, senator AS bernama Charles Sumner untuk menemui seorang aktor muda yang sedang naik daun. Namun, kawannya itu menolak undangannya. Ia berkata, “Buat apa saya menemuinya. Tak ada gunanya saya memperhatikan orang lain.” Julia kemudian menulis dalam buku hariannya, “Syukurlah, Allah Yang Mahakuasa tidak seperti kawan saya itu. Dia masih sudi memperhatikan manusia.”

Tidakkah Anda gembira karena Tuhan masih sudi memperhatikan manusia? Bahkan sesungguhnya, Bapa surgawi kita memperhatikan masing-masing pribadi.

Menurut Yesus, Bapa itu seperti gembala yang setia. Dia meninggalkan kawanan dombanya yang berjumlah 99 ekor di tempat yang aman dan terlindung, dan dengan penuh pengurbanan pergi mencari seekor domba- Nya yang tersesat (Lukas 15:4-6). Karena itu, untuk membantu kita memahami kasih Allah yang dalam kepada setiap manusia, Yesus menyatakan bahwa setiap helai rambut di kepala kita pun terhitung oleh-Nya (Matius 10:30). Sungguh luar biasa, Gembala kita yang agung bahkan memberi hidup-Nya bagi kita, domba-domba-Nya (Yohanes 10:11).

Apakah Anda bagaikan seekor domba yang hilang, yang membutuhkan Yesus Sang Gembala untuk menyelamatkan Anda? Berserulah kepada-Nya hari ini juga, dan izinkan Dia menyelamatkan Anda. Ingatlah, Anda sangat berarti bagi Allah --Vernon Grounds

17 April 2003

Tertipu Spam

Nats : Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu (Galatia 1:6)
Bacaan : Galatia 1:1-10

Pernahkah Anda tertipu oleh spam? Spam adalah istilah di dunia komputer bagi “surat-surat sampah” di internet. Itu sudah menjadi masalah biasa bagi orang-orang yang menggunakan komputer pribadi. Terkadang surat-surat seperti itu tidak berbahaya, tetapi kadang ada juga yang berbahaya.

Misalnya, Anda membuka e-mail dan mendapat surat dari seseorang yang ingin menolong Anda. Pesan surat itu mengatakan bahwa kartu kredit Anda sudah tidak berlaku lagi. Untuk mengaktifkannya lagi, Anda harus memasukkan kembali nomor kartu itu. Lalu Anda mengetiknya dan menekan tombol “send”. Anda berpikir telah melakukan hal yang benar. Namun, tak lama kemudian Anda mendapat tagihan atas setumpuk barang yang tidak pernah Anda beli. Nah, Anda telah tertipu oleh spam!

Yang kelihatannya berguna, ternyata sebenarnya tidak berguna. Anda mempercayai pesan itu, melakukan apa yang diminta, tetapi akhirnya dirugikan.

Kita bisa tertipu secara rohani jika ada guru-guru Alkitab yang mengacaukan Injil dan menyampaikan kabar yang keliru, yang menurut mereka benar (keselamatan karena perbuatan, misalnya). Kerap kali mereka mengabarkan “suatu injil lain” (Galatia 1:6).

Bagaimana Anda menghindari tipuan seperti itu? Caranya dengan belajar mengenai Injil yang benar dari Alkitab. Keselamatan kekal hanya terjadi karena anugerah, yaitu dengan beriman kepada Yesus Kristus dan kematian-Nya di kayu salib bagi dosa-dosa kita (Galatia 2:16; Efesus 2:8,9). Jangan lengah. Kabar yang lain adalah tipuan! --Dave Branon

18 April 2003

Tiga Salib

Nats : Lalu ia berkata, “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja” (Lukas 23:42)
Bacaan : Lukas 23:32-49

Ada tiga salib yang tertancap di bukit Kalvari. Di salah satu salib tergantung seorang pria yang sekarat di dalam dosa karena ia tidak menerima Yesus. Di salib yang lain tergantung seseorang yang sekarat tetapi mau bertobat dari dosanya dengan mempercayai Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan (Lukas 23:40-43). Dan pada salib yang di tengah, tergantunglah Seseorang yang sedang sekarat bagi dosa. Dia dapat mati bagi orang lain karena Dia adalah Anak Allah dan Dia tidak berdosa. Salib yang di tengah menjadi jembatan di antara kedua pria yang tergantung di sisi Yesus, yaitu antara neraka kekal dan surga kekal.

Seluruh dunia ini terwakili oleh kedua penjahat tersebut dan respons mereka terhadap Tuhan Yesus. Saya melihat ketiga orang yang disalib itu menggambarkan pendosa, orang yang disucikan, dan Sang Juruselamat.

Seorang pria diminta untuk menerima Kristus, tetapi ia menolak dan berkata, “Oh, jangan ganggu saya sekarang. Nanti saja kalau saat terakhir sudah tiba. Ingatlah akan penjahat sekarat yang disalib di samping Yesus.” Namun, pria itu sangat terkejut ketika orang kristiani yang setia itu bertanya, “Penjahat yang mana? Ingat, ada dua penjahat yang disalib!” Jawab orang itu, “Benar. Saya lupa. Maksud saya adalah penjahat yang diselamatkan!” Pada malam itu juga, pria itu memutuskan untuk menerima Yesus supaya ia diselamatkan.

Dengan iman, pandanglah Dia yang di surga, yang pernah tergantung pada salib yang di tengah. Anda pun akan mendengar kata-kata pengampunan dan pengharapan dari-Nya --Henry Bosch

19 April 2003

Saat-saat Terakhir

Nats : Kata Yesus kepadanya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus” (Lukas 23:43)
Bacaan : Yohanes 19:16-18

Kita melihat dua respons yang bertentangan terhadap Yesus, dari dua penjahat yang disalib di sisi-Nya: yang satu menghujat, yang lain percaya (Lukas 23:39-42). Kita bersukacita karena seorang penjahat itu bertobat dan Kristus berkata kepadanya, “Hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus” (ayat 43). Sampai saat ini pun Yesus menyelamatkan mereka yang benar-benar bertobat, bahkan “di saat-saat terakhir”.

Salah seorang yang diselamatkan di saat-saat terakhir adalah Lester Ezzell, seorang terpidana mati di Florida. Ketika mantan guru Sekolah Minggunya, Curtis Oakes, menempuh jarak 1.200 kilometer lebih untuk mengunjunginya, Lester berkata, “Anda masih belum menyerah, ya?” Meski Lester masih belum mau mendengarkan Injil, Curtis memberinya Alkitab Perjanjian Baru. Ia mendorong Lester untuk membacanya.

Lalu, Lester mulai menulis surat kepada Curtis. Surat pertamanya menceritakan pertobatannya. Surat terakhirnya ditulis pada awal tahun 1957. Bunyinya demikian, “Saat Anda menerima surat ini, barangkali saya sudah mati. Saya akan membayar segala kesalahan yang saya lakukan. Namun, ketahuilah, berkat Perjanjian Baru yang Anda berikan dan kasih karunia Allah, saya telah memimpin 47 orang untuk mengenal Yesus Kristus yang sanggup menyelamatkan. Saya hanya ingin berterima kasih karena Anda tak pernah menyerah untuk membawa saya kepada-Nya.”

Saat kita bersaksi kepada orang lain tentang Yesus Kristus, sebagian orang mungkin belum bertobat sampai saat-saat terakhir hidupnya. Jadi, jangan pernah menyerah --Joanie Yoder

31 Mei 2003

Terlalu Mudah

Nats : Kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran (Roma 4:5)
Bacaan : Roma 4:1-8

Saya membaca tentang adonan kue instan yang gagal dipasarkan. Padahal petunjuknya menyebutkan bahwa yang harus dilakukan hanyalah menambahkan air dan memanggangnya. Perusahaan itu tak habis mengerti mengapa produk itu tidak laku. Dari hasil penelitian, mereka mendapati bahwa konsumen merasa tidak yakin karena adonan itu hanya menggunakan air. Orang-orang menganggapnya terlalu mudah. Jadi, pihak perusahaan mengubah petunjuk membuat kue tersebut, yaitu dengan menambahkan sebutir telur ke dalam adonan sebagai tambahan air. Ide ini berhasil. Penjualan produk itu pun melonjak drastis.

Kisah itu mengingatkan saya tentang reaksi sebagian orang terhadap rancangan keselamatan. Bagi mereka, hal itu kedengarannya terlalu mudah dan sederhana untuk dipercaya, meski Alkitab mengatakan, "Karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; ... [itu] pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu" (Efesus 2:8,9). Mereka merasa ada hal lain yang harus dilakukan, sesuatu yang harus ditambahkan pada "resep" keselamatan Allah. Mereka pikir mereka harus melakukan perbuatan baik untuk mendapatkan kemurahan Allah dan hidup kekal. Namun, dengan jelas Alkitab menyatakan bahwa kita diselamatkan "bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya" (Titus 3:5).

Tak seperti pabrik adonan kue itu, Allah tidak mengganti "formula"- Nya untuk membuat keselamatan lebih laku di pasaran. Injil yang kita nyatakan harus bebas dari perbuatan, meski mungkin kedengarannya terlalu mudah --Richard De Haan

7 Juni 2003

Dialah Jalan

Nats : Di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan (Kisah Para Rasul 4:12)
Bacaan : Yohanes 14:1-6

Seorang pilot pesawat terbang militer terpaksa terjun dengan parasut ke sebuah hutan di Asia Tenggara. Bagaimana ia dapat menemukan jalan keluar? Seorang penduduk setempat melihat keja-dian itu dan datang untuk menolong sang pilot dengan menebas semak-semak. Sang pilot yang ketakutan berteriak-teriak, "Mana jalannya? Di mana jalan keluarnya?" Sang penolong balik berteriak, "Tak ada jalan! Sayalah jalannya! Ikuti saya!" Sang pilot mempercayai pria tersebut, yang menuntunnya menembus hutan hingga selamat.

Sebagian orang mengalami kesulitan untuk menerima kata-kata serupa yang diucapkan Tuhan Yesus. Dia berkata, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14:6). Para kritikus menyebut ajaran ini tidak toleran dan bersifat memecah belah. Namun, karena Anak Allah sendiri mengatakannya, dan firman Allah mencatatnya, perkataan ini benar, tak peduli berapa banyak orang yang menentangnya. Iman di dalam Yesus adalah satu-satunya jalan menuju persekutuan kekal dengan Allah.

Jalan kepada Allah tidak akan ditemukan dengan mengikuti doktrin tertentu, mengembangkan karakter-karakter moral, atau menghadiri kebaktian di gereja, tetapi dengan mempercayai Yesus Kristus yang mengampuni dosa dan mendamaikan kita dengan Allah. Saat kita membuka hati bagi Juruselamat yang telah disalibkan dan dibangkitkan, berarti kita telah berada pada satu-satunya jalan yang akan membawa kita pulang kepada Allah --Vernon Grounds

5 Juli 2003

Berpura-pura

Nats : Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan (Matius 23:28)
Bacaan : Matius 23:1,2, 23-33

Seorang pria dari Massachusetts telah menyembunyikan sebuah rahasia tentang dirinya selama 11 tahun. Tak seorang pun menyangka ia bermasalah. Bahkan di rumah pun perilakunya tampak wajar. Setiap malam setelah makan malam, ia selalu duduk sambil memegang koran, sehingga istrinya pun tidak mengetahui masalah suaminya.

Namun, akhirnya ia tidak sanggup lagi menahan tekanan karena terus- menerus menyembunyikan rahasianya. Setelah bertahun-tahun menjaga rahasia, pria itu pun mengakui bahwa sebenarnya ia buta huruf. Selama ini ia berpura-pura bisa membaca..

Banyak orang juga berpura-pura dalam kehidupan rohani mereka. Mereka tampak seperti seorang kristiani. Mereka berbicara layaknya seorang kristiani, menjadi jemaat di suatu gereja, dan menyembunyikan dosa- dosa mereka dengan hati-hati. Mereka amat saleh dan berusaha memberi kesan yang baik. Banyak orang beranggapan bahwa mereka adalah orang- orang kristiani. Namun jauh di lubuk hati mereka, para aktor rohani ini tahu bahwa mereka tak pernah mengakui kondisi mereka yang penuh dosa kepada Allah dan menaruh pengharapan dalam Tuhan Yesus Kristus sebagai satu-satunya harapan akan keselamatan. Secara lahiriah mereka "tampak benar", namun secara rohaniah mereka "penuh kemunafikan dan kedurjanaan" (Matius 23:28).

Pernahkah Anda berpura-pura seperti itu? Anda mungkin dapat membohongi orang lain, tetapi tidak dapat membohongi Allah. Dia melihat isi hati Anda. Jangan berpura-pura. Terimalah Anak Allah sebagai Juruselamat Anda. Hadapilah kenyataan --Richard De Haan

12 Juli 2003

Batas Waktu Hidup

Nats : Bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu (Amos 4:12)
Bacaan : Lukas 12:16-21

Kita semua berhadapan dengan batas waktu. Tagihan yang harus dibayar, surat izin yang harus diperpanjang, laporan pajak yang harus dikirimkan, dan sederet daftar lainnya.

Namun, masih ada satu batas waktu terpenting, yang akan dihadapi semua orang. Alkitab berkata, "Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi" (Ibrani 9:27).

Semua orang akan mati, kecuali orang-orang percaya yang masih hidup saat kedatangan Yesus kembali (1 Tesalonika 4:16,17). Dan semua orang dari permulaan sejarah akan berdiri di hadapan Allah untuk menerima penghakiman. Betapa bodohnya kita bila melalaikan persiapan yang dibutuhkan untuk pertanggungjawaban yang tak terelakkan ini!

Dalam Lukas 12, Yesus menceritakan perumpamaan seorang kaya yang berencana mendirikan lumbung-lumbung yang lebih besar untuk menyimpan seluruh harta duniawinya sehingga ia dapat hidup dengan santai dan bersenang-senang. Namun, tanpa diduga Allah berseru, "Bodoh! Malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu" (Lukas 12:20). Batas waktu terakhirnya telah tiba.

Apakah Anda siap bertemu Allah? Jika Anda belum menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadi Anda, terimalah Dia sekarang, jangan tunda lagi. Percayalah bahwa Dia telah mencurahkan darah-Nya di kayu salib untuk mengampuni dosa-dosa Anda, dan telah mengalahkan maut dengan bangkit dari kubur. Mintalah Dia untuk menyelamatkan Anda. Dengan demikian, Anda dapat menghadapi batas waktu hidup dengan penuh percaya diri --Richard De Haan

19 Juli 2003

Badai Segera Datang!

Nats : Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat (2Petrus 3:10)
Bacaan : 2Petrus 3:1-15

Beberapa tahun yang lalu di Florida, saya memandangi langit yang gelap menakutkan saat angin ribut menderu mendatangkan hujan lebat melintasi air teluk yang bergolak dengan marah. Badai akan segera datang! Sepanjang hari stasiun radio dan televisi sibuk memberikan instruksi penting tentang cara berjaga-jaga terhadap angin yang merusak dan terpaan gelombang pasang dari badai yang segera datang.

Ketika penduduk dengan panik bersiap-siap untuk menghadapi badai, saya bertanya dalam hati, "Mengapa orang-orang menanggapi dengan serius peringatan yang disampaikan biro cuaca, tetapi dengan keras kepala menolak untuk mendengarkan peringatan Allah?" Dalam firman- Nya, Allah menyatakan bahwa bencana yang jauh lebih besar akan datang melanda seluruh dunia. Alkitab berkata, "Hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap" (2 Petrus 3:10).

Benar, hari yang menakutkan itu pasti akan datang. Namun, ada satu jalan yang pasti untuk dapat lolos dari penghakiman Allah. Jalan itu ditemukan di dalam Kristus. Orang-orang yang telah beriman dalam Dia akan menikmati kedamaian-Nya di sini, di dunia ini, dan lebih dari itu, mereka dijamin akan hidup kekal bersama-Nya di surga.

Apakah Anda sudah siap? Jika belum, terimalah Tuhan Yesus sebagai Juruselamat Anda hari ini juga (Roma 10:9-13) --Richard De Haan

28 Juli 2003

Standar yang Salah

Nats : Celakalah aku! aku binasa! ... Mataku telah melihat Sang Raja, yakni Tuhan semesta alam (Yesaya 6:5)
Bacaan : Yesaya 6:1-5

Seorang anak kecil mengumumkan, "Aku seperti Goliat. Tinggi badanku 2,7 meter." "Apa yang membuatmu berkata begitu?" tanya ibunya. Anak itu menjawab, "Aku membuat sebuah penggaris dan mengukur tinggi badanku dengan penggaris itu, dan tinggiku 2,7 meter!"

Banyak orang gagal melihat kebutuhan mereka akan keselamatan karena mereka mengukur diri mereka sendiri dengan standar yang salah. Dengan melihat dan membandingkan tingkah laku mereka dengan orang lain yang telah melakukan hal yang lebih buruk daripada yang telah mereka lakukan, mereka sampai pada kesimpulan bahwa bagaimanapun juga mereka tidak terlalu buruk. Namun, rasa bangga semacam itu dihancurkan ketika orang-orang membandingkan diri mereka dengan standar kebenaran yang sempurna.

Bagaimana kita memenuhi standar yang sesuai dengan pandangan Allah? Ketika Nabi Yesaya melihat Tuhan dalam seluruh kemuliaan-Nya, ia menyatakan, "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, ... namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni Tuhan semesta alam" (Yesaya 6:5). Menurut Roma 3:23, kita semua telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Itulah sebabnya setiap orang perlu diampuni.

Jika Anda mengukur moralitas Anda dengan cara membandingkan diri dengan orang lain, Anda menggunakan standar pengukuran yang salah. Namun, jika Anda mengakui betapa besar kekurangan Anda dalam pandangan Allah, mendekatlah dalam iman kepada Yesus hari ini juga dan terimalah karunia pengampunan dari-Nya --Richard De Haan

2 Agustus 2003

Kesedihan Tuhan

Nats : Dan mereka menjauhkan para allah asing dari tengah-tengah mereka, lalu mereka beribadah kepada Tuhan. Maka Tuhan tidak dapat lagi menahan hati-Nya melihat kesukaran mereka (Hakim-hakim 10:16)
Bacaan : Hakim-hakim 10:6-16

Kitab Hakim-hakim dalam Perjanjian Lama memuat kisah menyedihkan tentang umat Allah yang terbelenggu dalam "lingkaran setan" pemberontakan, hukuman, pertobatan, dan pengampunan. Siklus ini terulang kembali setiap kali Allah selesai campur tangan. Apabila penderitaan datang menghampiri, barulah mereka berseru-seru kepada Allah: "Kata orang Israel kepada Tuhan, 'Kami telah berbuat dosa. Lakukanlah kepada kami segala yang baik di mata-Mu. Hanya tolonglah kiranya kami sekarang ini!'" (Hakim-hakim 10:15).

Dalam kitab Hakim-hakim disebutkan bahwa mereka enam kali berseru kepada Allah, dan Dia selalu datang menolong. Namun sesungguhnya Tuhan sendiri juga bersusah hati melihat umat-Nya menderita. Alkitab mencatat pernyataan yang luar biasa mengenai Allah yang Mahakuasa, "Maka Tuhan tidak dapat lagi menahan hati-Nya melihat kesukaran mereka" (ayat 16).

Penderitaan yang kita alami sebagai akibat pemberontakan rohani akan selalu membuat Tuhan bersedih hati. Seperti yang ditulis Nabi Yesaya, "Ia menjadi Juruselamat mereka dalam segala kesesakan mereka" (Yesaya 63:9).

Kesedihan Allah memuncak ketika Putra-Nya, Yesus Kristus, disalibkan dan mati untuk dosa-dosa kita. Kita tidak akan pernah bisa memahami betapa dalamnya kepedihan Allah ketika hubungan Bapa dan Putra terputus (Matius 27:46-50).

Marilah kita senantiasa mengingat bahwa Allah telah bersedih karena kita, bahkan saat kita memuji Dia atas mukjizat keselamatan yang diberikan kepada kita--David McCasland

9 Agustus 2003

Kepedihan di Kalvari

Nats : Tuhan telah menimpakan kepada-Nya kejahatan kita sekalian (Yesaya 53:6)
Bacaan : Matius 26:36-46

Sesudah membasuh kaki para murid-Nya dan merayakan Paskah bersama, Yesus mengajak mereka ke taman dan "mulailah Ia merasa sedih dan gentar" (Matius 26:37). Setelah membawa Petrus, Yakobus, dan Yohanes lebih jauh masuk ke taman, Dia berkata, "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku" (ayat 38).

Kemudian Yesus maju sedikit dan "sujud". Kata-Nya, "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki" (ayat 39). Dan Dia melakukan hal ini tiga kali (ayat 44).

Bagaimana kita dapat menjelaskan dalamnya kepedihan yang dialami Yesus? Hanya dengan memahami arti "cawan" yang Yesus minta agar diambil oleh Bapa. Dengan menerima cawan itu, Dia akan memikul "kejahatan kita sekalian" (Yesaya 53:6). "Cawan" itu dipenuhi oleh dosa-dosa dari semua makhluk di dunia.

Kepedihan hati di Getsemani memuncak di salib, dalam seruan-Nya yang menyayat hati: "Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Matius 27:46). Penderitaan fisik Yesus belum seberapa dibandingkan kepedihan terdalam yang sebenarnya terjadi di Kalvari. Di sana Yesus harus mengalami kenyataan yang sangat mengerikan karena ditinggalkan oleh Bapa-Nya. Allah membuat Yesus "menjadi dosa karena kita" (2 Korintus 5:21), sehingga Bapa harus meninggalkan- Nya.

Pujilah Tuhan karena cinta-Nya yang besar bagi kita!--Herb Vander Lugt

18 Agustus 2003

Tertangkap Basah

Nats : Para nabi . . . mengikuti apa yang tidak berguna (Yeremia 2:8)
Bacaan : Yeremia 2:4-19

Sebuah pesawat kecil bermuatan kokain senilai 20 juta dolar dicegat oleh agen federal Amerika saat terbang melintasi Pantai Florida. Tiba-tiba berkarung-karung kokain mulai berjatuhan dari langit. Salah satunya jatuh di pelataran parkir gereja. Satunya lagi menimpa atap rumah. Beberapa lainnya jatuh di rawa-rawa Everglade.

Saat pesawat tersebut mendarat di sebuah lapangan udara kecil di dekat Pangkalan Angkatan Udara Homestead, ternyata ditemukan empat bungkus kokain yang masih berada di dalam pesawat. Dua pria ditahan dan menghadapi tuntutan penjara seumur hidup. Sungguh ironis! Sesuatu yang mereka pikir begitu menguntungkan tiba-tiba menjadi sebuah hukuman.

Orang-orang Israel dan para pemimpinnya pun mengejar apa yang mereka pikir akan menguntungkan--mereka mengikuti dewa kesia-siaan (Yeremia 2:5). Namun, Tuhan berkata bahwa mereka mengejar "apa yang tidak berguna" (ayat 8), dan dosa mereka sedang menghukum mereka (ayat 19). Saat ditegur oleh Allah, mereka tidak hanya dinyatakan bersalah oleh-Nya tetapi juga oleh tindakan mereka sendiri. Mereka tidak dapat menghindar dari mata Tuhan ataupun luput dari keadilan-Nya.

Kita semua bersalah di hadapan Tuhan dan membutuhkan pengampunan-Nya (Roma 3:23). Namun, karena kasih-Nya yang begitu besar Dia mengutus Anak-Nya untuk wafat menggantikan kita, sehingga kita dapat menemukan--sebelum terlambat--anugerah yang tidak dapat ditawarkan oleh pengadilan manusia --Mart De Haan II

27 Agustus 2003

Lebih dari Kontrak

Nats : Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris (Roma 8:16,17)
Bacaan : Roma 8:14-17

Kita semua sudah terbiasa dengan kontrak. Kita kerap kali harus menandatanganinya; saat mencapai kesepakatan bisnis, mengambil pinjaman bank, membeli mobil, menyewa apartemen, atau membeli peralatan besar. Kontrak, baik formal maupun tidak, memerinci apa yang terjadi jika salah satu pihak gagal memenuhi perjanjian.

Bagaimanapun, percaya kepada Kristus untuk memperoleh keselamatan lebih dari sekadar menandatangani sebuah kontrak. Pada saat kita percaya, berarti kita masuk dalam hubungan yang mengikat dengan Allah, di mana Dia menjadikan kita anak-anak-Nya melalui kelahiran baru dan pengangkatan anak (1 Petrus 1:23; Efesus 1:5). Oleh karena adanya hubungan keluarga yang erat ini, kita menjadi pewaris tetap dari warisan kekal yang disediakan Allah bagi kita di surga (1 Petrus 1:4).

Kontrak dapat dibatalkan jika salah satu pihak gagal memenuhi janji yang telah disepakati. Namun untung bagi kita, akhir hidup kita dalam kekekalan didasarkan pada sesuatu yang lebih dari sekadar perjanjian yang sah dengan Allah. Kita berada pada posisi yang benar-benar aman karena hubungan kekeluargaan dengan-Nya. Jika seorang anak tidak hadir saat makan malam, bukan berarti kewajiban orangtua tidak berlaku lagi. Namun mereka akan mencari sang anak. Kelalaian seorang anggota keluarga tidak akan pernah memutus hubungan kekerabatan mereka.

Betapa kita sungguh bersyukur karena hidup yang kekal didasarkan pada hubungan kita dengan Allah melalui Kristus --Haddon Robinson

6 September 2003

Nama Yesus

Nats : Engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka (Matius 1:21)
Bacaan : Filipi 2:5-11

Seandainya Anda diharuskan untuk memilih beberapa pribadi yang paling berpengaruh di sepanjang sejarah, pria dan wanita yang telah mempengaruhi hidup jutaan jiwa, nama siapa sajakah yang akan masuk di dalam daftar Anda? Saya pikir satu nama yang pasti akan muncul dalam semua daftar kita adalah nama Yesus.

Reynolds Price menulis tentang "Yesus Orang Nazaret" dalam majalah Time (Desember, 1999). Ia menyatakan bahwa "sebuah argumen yang serius dapat dibuat, bahwa tak ada seorang pun yang dalam kehidupannya terbukti berkuasa dan tahan uji seperti Yesus". Maka, ketika Laki-laki yang dilahirkan di sebuah desa terpencil dua ribu tahun yang lalu itu menyatakan, "Akulah terang dunia" (Yohanes 8:12) dan "Perkataan-Ku tidak akan berlalu" (Lukas 21:33), Dia telah memprediksi bahwa sejarah akan membuktikan kebenaran perkataan-Nya.

Tak disangkal lagi, Yesus telah menjadi Pribadi yang paling berpengaruh di seluruh dunia. Namun, sudahkah Dia mempengaruhi kehidupan Anda secara pribadi? Apakah Anda menempatkan Dia sejajar dengan sosok berpengaruh lainnya, atau sudahkah Dia mengubah hidup Anda? Tidak seperti orang-orang penting lainnya yang akhirnya mati, dengan menakjubkan Yesus tetap hidup.

Apakah Yesus adalah Juruselamat dan pendamping tetap Anda? Jika Anda menjawab "bukan", Dia dapat menjadi Juruselamat dan pendamping tetap Anda. Panggillah nama-Nya dengan iman dan undanglah Dia untuk masuk ke dalam hidup Anda. Setelah itu, nama Yesus akan menjadi nama yang paling berharga bagi Anda --Vernon Grounds

12 September 2003

Bukan Supaya Jadi Baik

Nats : Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus (Roma 3:24)
Bacaan : Roma 3:21-28

Anda mempunyai dua tetangga terdekat, yaitu Ernestine Bawel dan George Ramah. Ernestine adalah seorang wanita berlidah tajam. Ia segera mengadu kepada Anda saat bola sepak anak-anak Anda nyasar ke halaman rumahnya. Sebaliknya, George, lelaki terbaik yang pernah Anda temui, selalu menunjukkan sikap bersahabat. Ia suka bermain bola dengan anak-anak Anda. Ia memberi Anda sayuran dari kebunnya, dan siap membantu kapan saja Anda membutuhkannya.

Tidakkah menyenangkan jika Bu Bawel suatu saat bersedia menjadi pengikut Kristus? Seandainya Allah bekerja dalam hidupnya, mungkin ia menjadi sebaik Pak Ramah. Sudah jelas bahwa ia butuh Tuhan, maka Anda berdoa untuknya. Tak pernah terpikir bahwa Anda juga perlu berdoa bagi Pak Ramah.

Namun, sadarkah kita ada yang salah dalam hal ini? Yesus mati di kayu salib bukan hanya untuk mengubah orang yang tidak baik menjadi baik. Setiap orang, yang baik maupun tidak baik, butuh keselamatan. Dia datang untuk membayar hukuman atas dosa-dosa kita melalui kematian-Nya yang penuh pengurbanan (Roma 5:6-8). Dia menawarkan pangampunan bagi semua orang yang percaya kepada-Nya (3:28). Saat seseorang lahir baru, ia seharusnya menjadi orang yang lebih baik. Akan tetapi, bukan itu tujuan utama Tuhan menyelamatkan mereka.

Baik Bu Bawel maupun Pak Ramah membutuhkan Tuhan. Tanpa Dia, mereka terhilang dan membutuhkan penyelamatan-Nya (sama seperti Anda dan saya). Itulah alasan kedatangan Yesus, yaitu untuk menawarkan kepada kita kehidupan baru dari atas --Dave Egner

9 Oktober 2003

Penghuni Terowongan

Nats : Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih (Kolose 1:13)
Bacaan : Kolose 1:1-14

Selama 16 tahun John Kovacs menjadi "penghuni terowongan". Bersama beberapa orang lainnya, John tinggal di sebuah terowongan rel kereta api bawah tanah yang tak dipakai di New York. Ketika Amtrak membeli terowongan itu dan mempersiapkannya untuk dibuka kembali, John terpaksa mencari tempat tinggal di atas terowongan.

Menurut The New York Times, Pak Kovacs menjadi orang pertama yang terpilih untuk sebuah program baru yang dirancang untuk "mengubah tunawisma menjadi penghuni rumah yang menetap". Setelah menghabiskan sepertiga hidupnya di terowongan rel kereta api, ia meninggalkan kehidupan bawah tanahnya dan menjadi petani organik di New York bagian utara. Ia pernah berkata, "Udara di luar sini terasa lebih baik. Saya tidak akan merindukan kehidupan lama saya. Saya tak akan kembali ke sana lagi."

Bila kita dapat memandang diri sebagaimana Tuhan memandang kita, kita akan menyadari bahwa setiap anak Allah memiliki pengalaman yang serupa. Kita telah dipilih untuk meninggalkan keberadaan kita yang gelap dan sangat kotor untuk diangkat dan mendapat kehidupan dan pekerjaan yang baru. Seandainya kita dapat melihat kehidupan kita yang terdahulu sejelas John Kovacs melihat kehidupan lamanya, kita pun akan sadar bahwa tak ada yang bermanfaat dalam kegelapan, dan tak ada alasan untuk kembali ke sana.

Ya Tuhan, tolonglah kami untuk mengingat betapa miskinnya kami ketika Engkau menemukan kami. Ampuni kami yang kadang kala ingin kembali ke terowongan bawah tanah yang gelap itu --Mart De Haan

26 Oktober 2003

Rekening yang Besar

Nats : Kalau ia sudah merugikan engkau ataupun berutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku (Filemon 18)
Bacaan : Filemon 1

Ketika masih kecil, saya melihat Ayah menulis cek dan ingin menirunya. Saya tidak menyadari bahwa harus ada uang di rekening bank untuk dapat melakukannya.

Rasul Paulus tidak pernah menulis cek, namun ia memiliki rekening yang cukup jika sewaktu-waktu perlu membayar tagihan yang tak terduga. Ia menyebutkan hal ini di dalam suratnya kepada Filemon, seorang kristiani kaya, yang budaknya, Onesimus, telah melarikan diri dan mungkin telah mencuri sejumlah uang dari tuannya.

Dalam pemeliharaan Allah, Onesimus bertemu Paulus di Roma dan menjadi pengikut Kristus. Mereka berdua setuju, Onesimus harus kembali kepada tuannya. Paulus menulis surat kepada Filemon (surat atas namanya), dan memintanya untuk menerima Onesimus sebagai saudara. Paulus pun menjamin bahwa ia sendiri yang akan membayar segala utang Onesimus.

Itulah gambaran atas apa yang terjadi dalam penyelamatan. Sebagai orang yang kerap berbuat dosa, kita memiliki utang yang sangat besar. Namun, Yesus menanggung semuanya itu bagi kita. Karena hidup- Nya yang tanpa dosa, Dia memiliki sumber kebajikan yang tak terbatas. Dan dengan mati menggantikan kita, Dia membayar hukuman dosa kita. Kini kita dapat mengambil uang tebusan ini dengan iman. Sebagaimana dikatakan oleh Martin Luther, "Kita semua adalah Onesimus-Onesimus-Nya." Jika kita percaya kepada Kristus sebagai Juruselamat, dosa-dosa kita dipindahkan ke dalam rekening-Nya dan kita bebas dari segala utang untuk selama-lamanya. Terpujilah Allah! --Dennis De Haan

14 November 2003

Perjalanan Ikan Salmon

Nats : Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu (Matius 11:28)
Bacaan : Matius 11:25-30

Ikan salmon membuat saya terpesona. Tiap Agustus saya berkendaraan beberapa kilometer ke utara dari rumah saya di Idaho. Saya mengamati perjalanan melelahkan mereka di akhir perjalanan menuju gundukan pasir di sepanjang Danau Creek. Saya selalu memikirkan perjalanan panjang mereka.

Beberapa bulan sebelumnya, kawanan itu meninggalkan Samudra Pasifik dan memulai perjalanan melewati Kolombia menuju Sungai Snake, kemudian berenang di sepanjang cabang Sungai Salmon menuju East Fork, lalu mengarungi arus Sungai Secesh menuju Danau Creek. Mereka menempuh jarak lebih dari 1.126 km.

Didorong naluri, mereka berenang menentang arus, melintasi air terjun, dan mengitari dam-dam pembangkit listrik. Meski menghadapi ancaman elang, beruang, dan banyak predator lainnya, mereka berjuang mencapai tempat yang biasa digunakan para leluhur mereka untuk menaruh telur-telur.

Perjalanan itu mengingatkan saya akan perjalanan manusia. Kita pun punya naluri untuk pulang. "Sebenarnya dalam pikiran manusia ada naluri alamiah untuk mencari Tuhan," kata John Calvin. Kita dilahirkan dan hidup untuk tujuan yang jelas, yaitu mengenal dan mengasihi Allah. Dia adalah sumber kehidupan kita, dan hati kita selalu gelisah sebelum datang kepada-Nya.

Apakah hari ini Anda gelisah karena terdorong ketidakpuasan dan kerinduan akan "sesuatu yang lebih", yang sukar dipahami? Yesus Kristus adalah sumber dan pemenuhan semua yang Anda cari. Datanglah kepada-Nya hari ini juga dan temukan ketenangan bagi jiwa Anda (Matius 11:28) --David Roper

24 Desember 2003

Cahaya Dalam Gelap

Nats : Akulah terang dunia; barang siapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup (Yohanes 8:12)
Bacaan : Lukas 2:25-33

Seorang seniman sedang melukis pemandangan musim dingin. Salju menyelimuti tanah dan pohon-pohon pinus. Malam mulai menjelang, dan alam mulai terbungkus senja. Sebuah pondok kayu terlihat samar-samar dalam bayang-bayang. Seluruh pemandangan itu bernuansa suram.

Kemudian pelukis itu menggunakan sedikit cat kuning untuk memberi sinar terang dari sebuah lampu pada salah satu jendela di pondok itu. Cahaya satu-satunya itu, sinar keemasan yang memantul di salju, benar-benar mengubah kesan yang ditampakkan oleh lukisan tadi. Berlawanan dengan dingin dan gelapnya hutan di sekeliling pondok, cahaya di jendela itu justru menciptakan perasaan hangat dari kasih dan rasa aman.

Apa yang terlukis di kanvas itu adalah potret menyolok tentang salah satu peristiwa dramatis sepanjang sejarah. Ketika Yesus dilahirkan di sebuah kandang di Betlehem, secercah cahaya ditempatkan dalam dunia yang gelap karena dosa. Rasul Yohanes memberikan kesaksian, "Dalam Dia ada hidup, dan hidup itu adalah terang manusia" (Yohanes 1:4).

Dalam minggu ini, selama kita memperingati kelahiran Tuhan Yesus, marilah kita merenungkan betapa lebih cerahnya dunia sekarang ini oleh karena kedatangan-Nya. Yesus menyatakan, "Akulah terang dunia; barang siapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup" (Yohanes 8:12).

Bagaimana Yesus mencerahkan kehidupan Anda? --Richard De Haan

25 Desember 2003

Pilihan Natal

Nats : Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka (Matius 2:10)
Bacaan : Matius 2:1-12

Kilauan dekorasi yang cerah, suara sukacita kidung Natal, anak-anak yang bergembira, dan ucapan riang "Selamat Natal", kadang-kadang memberi kesan bahwa setiap orang merasakan kegembiraan karena Yesus telah datang ke planet kita. Namun, saat ini, hal itu tidak sepenuhnya benar, dan sebelumnya pun tidak pernah demikian.

Berita kelahiran Yesus menimbulkan beragam reaksi. Orang-orang majus bersukacita menyambut dan menyembah Sang Juruselamat (Matius 2:10,11). Namun Raja Herodes begitu terkejut ketika mendengar hal itu, sehingga ia berusaha untuk menemukan dan membunuh bayi Yesus (ayat 3,4,16). Ternyata, kebanyakan orang tidak menyadari makna yang sebenarnya dari peristiwa penting ini.

Sampai hari ini, banyak orang menghormati Yesus dan bersukacita karena keselamatan mereka. Namun, banyak juga orang lain yang membenci-Nya. Mereka mengeluhkan nyanyian kidung Natal di pusat-pusat perbelanjaan dan pajangan bernuansa Natal di tempat-tempat umum. Yang lainnya lagi bersikap masa bodoh. Mereka turut merayakan perayaan Natal. Mungkin mereka juga turut menyanyikan lagu-lagu Natal. Namun mereka tidak pernah mengenal Yesus secara pribadi atau tidak tahu mengapa Dia datang ke dunia. Mereka tidak menyadari kebutuhan pribadi mereka untuk percaya kepada-Nya dan menerima-Nya sebagai Juruselamat.

Apakah Anda termasuk kelompok yang tidak peduli? Mengabaikan diri-Nya dan perintah-perintah-Nya berarti menolak Dia. Natal menuntut sebuah keputusan terhadap Kristus. Pilihan ada di tangan Anda --Herb Vander Lugt

30 Januari 2004

Ahli Perubahan

Nats : Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus anak- Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat (Galatia 4:4)
Bacaan : Galatia 3:22-4:7

Para anggota Asosiasi Manajemen Perubahan jarang diminta bergabung dengan perusahaan-perusahaan sukses. Sebaliknya, para profesional terampil tersebut diminta nasihatnya oleh banyak perusahaan yang tidak sehat untuk membantu usaha mereka agar tetap bertahan.

Kebutuhan akan perubahan dramatis seperti itu terdapat juga dalam masyarakat. Orang-orang yang dapat membalikkan pusaran kemerosotan dalam kehidupan seseorang, dalam suatu hubungan, atau sebuah kelompok, akan senantiasa dibutuhkan.

Namun, bagaimana dengan mengubah dunia? Banyak orang mengatakan bahwa hanya Allah yang dapat melakukannya. Dan untuk itulah Dia telah mengutus anak-Nya. Alkitab menggambarkan pusaran kemerosotan manusia itu dengan mengatakan bahwa seluruh dunia telah terkurung dan "takluk" oleh dosa (Galatia 3:22; 4:3)

Yesus telah datang ke dunia yang kehilangan pengharapan "untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak" (ayat 4:5). Perubahan pribadi kita dimulai ketika kita menerima tawaran Allah akan hidup kekal dalam Kristus dan menerima Roh-Nya di dalam hati (ayat 6). Kita tidak hanya diberi seperangkat aturan baru dan menyingkirkan peraturan kita sendiri yang telah kita anut, namun lebih dari itu, kita juga diangkat menjadi keluarga Allah.

Yesus Kristus adalah ahli perubahan yang terbaik. Dia ahli mengatasi kasus-kasus yang mustahil. Apakah Anda ingin mengundang-Nya masuk ke dalam hidup Anda hari ini? David McCasland

5 Februari 2004

Apakah Dia Peduli?

Nats : Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku (Galatia 2:20)
Bacaan : Matius 6:25-34

Jika Anda merasa diri Anda tidak berarti di antara miliaran manusia di bumi ini, pertimbangkanlah hal berikut ini: Masing-masing Anda merupakan ciptaan Allah yang unik (Mazmur 139:13,14). Bahkan saudara kembar identik pun tidak ada yang persis sama. Tidak ada dan tidak akan pernah ada orang yang benar-benar serupa dengan Anda.

Yang lebih penting lagi, Allah menghargai Anda (Matius 6:26-30) dan telah berusaha keras untuk menunjukkan kasih-Nya. Alkitab mengatakan bahwa Putra-Nya, Yesus, sangat mengasihi Anda sehingga Dia rela memberikan hidup-Nya bagi Anda (Galatia 2:20).

Anda akan dianggap aneh bila bertanya kepada seorang ibu yang penuh kasih dan memiliki banyak anak, apakah ia rela menyerahkan salah satu anaknya. Sebagai contoh, Susannah Wesley memiliki 19 orang anak, dan dua di antaranya adalah John dan Charles yang memelopori kebangunan rohani pada abad ke-18 di negara Inggris. Jika Anda membaca surat-surat yang ditulisnya untuk setiap anaknya, Anda akan merasa kagum terhadap perhatian yang diberikannya kepada masing-masing anaknya yang memiliki pribadi dan permasalahan sendiri-sendiri. Susannah memperlakukan anak-anaknya seolah-olah setiap anak adalah satu-satunya anak dan keturunan yang ia miliki.

Demikianlah gambaran kepedulian Allah terhadap Anda. Jika Anda pernah meragukan apakah Dia menyadari keberadaan Anda serta peduli terhadap apa yang menimpa Anda, ingatlah pada yang telah dilakukan Yesus bagi Anda di kayu salib.

Sebesar itulah kasih-Nya bagi Anda --Vernon Grounds

7 Februari 2004

Bersama Allah Selamanya

Nats : Jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di surga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal (2Korintus 5:1)
Bacaan : 2 Korintus 5:1-10

Saat itu Melissa sedang menikmati liburan musim panas kenaikan kelas dari kelas satu ke kelas dua SMU. Ia dan temannya, Mandy, sedang berada di Spanyol dalam suatu perjalanan darmawisata bersama teman-teman kelas bahasa Spanyol mereka. Suatu malam mereka terlibat dalam suatu diskusi serius di dalam kamar hotel. Mereka baru saja menyaksikan sebuah berita di saluran BBC tentang kematian beberapa orang remaja akibat kecelakaan, dan mereka mulai membicarakan topik tentang kematian.

Melissa berkata kepada Mandy bah-wa ia tidak mengerti mengapa orang kristiani takut pada kematian. Bagaimanapun juga, katanya, ketika seorang kristiani meninggal maka ia akan "bersama Allah selamanya". Apakah ada yang lebih baik dari hal itu? Melissa tak habis pikir.

Bagaimana mungkin kami dapat mengetahui percakapan ini? Mandy menceritakannya kepada kami tidak lama setelah meninggalnya putri kami tercinta, Melissa, pada umur 17 tahun, dalam sebuah kecelakaan mobil pada tahun 2002. Cerita ini membuat kami terhibur karena melaluinya kami senantiasa diingatkan bahwa Melissa tahu bahwa dirinya telah diselamatkan, dan ia yakin akan melewatkan kekekalan bersama Juruselamatnya. Kami hanya tidak me-nyangka bahwa ia akan "bersama Allah selamanya" dalam waktu secepat itu, dan dalam usia yang masih sangat muda.

Apakah Anda memiliki keyakinan yang sama seperti Melissa, bahwa saat meninggal Anda akan berada dalam hadirat Allah selamanya? (2Korintus 5:6-8). Pastikan keselamatan Anda hari ini juga. Maka Anda tidak lagi takut pada kematian --Dave Branon

15 Februari 2004

Memulai Lagi

Nats : Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang (2Korintus 5:17)
Bacaan : Efesus 2:1-10

Seorang anak kecil memandang ibunya dan bertanya, "Bu, apakah Ibu tahu alasan mengapa Allah menciptakan kita?"

Sang ibu yang tahu bahwa putranya memiliki penjelasan tersendiri, justru balas bertanya, "Baiklah, Justin, apakah kamu tahu alasannya?"

"Oh, mudah saja. Karena manusia yang ada di dalam Alkitab berkelakuan sangat buruk sehingga Allah ingin memulai lagi dari awal."

Jika direnungkan baik-baik, Anda akan tahu mengapa anak kecil ini dapat mengambil kesimpulan seperti itu. Ketika mendengarkan cerita-cerita Alkitab di Sekolah Minggu, yang ia dengarkan adalah kisah tentang Adam dan Hawa yang membuat hidup kita berantakan, atau tentang Yunus yang tidak menaati Allah dan ditelan oleh ikan besar. Ia pun mendengar tentang Yudas yang mengkhianati Yesus demi memperoleh 30 keping uang perak.

Alkitab adalah gambaran kenyataan yang menyedihkan tentang manusia. Tidak ada edisi perbaikan dari sejarah umat Allah. Melalui berbagai tokoh yang diketengahkan secara apa adanya, Alkitab membuktikan bahwa kita semua membutuhkan pengampunan untuk dosa-dosa kita. "Orang-orang jahat" di Alkitab mengingatkan kita bahwa "semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah" (Roma 3:23).

Namun, ada kabar gembira. Allah telah menyediakan jalan untuk "memulai lagi". Ia mengutus Yesus yang rela mati supaya kita dapat menjadi ciptaan baru (2Korintus 5:17). Percayalah kepada Yesus dan Anda akan diselamatkan dari dosa-dosa Anda. Setelah itu Anda akan dapat "memulai lagi dari awal" --Dave Branon

24 Februari 2004

Persamaan Misterius

Nats : Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa (Roma 5:8)
Bacaan : Kolose 1:9-18

Profesor John Nash dari Universitas Princeton adalah seorang yang jenius dalam bidang matematika. Ia menghabiskan sepanjang hidupnya menekuni dunia angka yang abstrak, persamaan-persamaan -- dan khayalan. Padahal Nash menderita schizophrenia, yaitu penyakit mental yang dapat menyebabkan kelakuan aneh dan mengganggu hubungan dengan sesama. Dengan pertolongan medis dan kasih sayang istrinya, ia belajar untuk hidup dengan penyakitnya dan akhirnya memenangkan Hadiah Nobel.

Dalam film tentang kehidupannya, Nash berkata, "Saya selalu percaya pada angka, persamaan, dan logika yang mem-bawa pada jawaban .... Pencarian telah membawa saya melewati dunia fisik, metafisik, khayalan, dan kembali lagi. Dan saya telah membuat penemuan terpenting dalam hidup saya. Semua alasan yang logis hanya dapat terjawab dalam persamaan misterius tentang kasih."

Dalam Kolose 1, kita membaca "persamaan misterius tentang kasih" pada tingkat yang terdalam, yaitu kasih Allah bagi kita dalam Kristus. Yesus adalah gambaran Allah yang tak kelihatan, dan karena kasih, Dia telah menciptakan dan memelihara kita (ayat 16,17). Dia juga telah menyediakan kelepasan dari kuasa kegelapan (ayat 13) dan pengampunan bagi dosa-dosa kita (ayat 14). Tidaklah mengherankan jika Paulus berkata bahwa kasih seperti itu "melampaui segala pengetahuan" (Efesus 3:19). Kasih itu membawa kita melampaui akal menuju pengertian yang sesungguhnya tentang Allah (1Yohanes 4:16).

Kita harus hidup di dalamnya dan menunjukkan kasih itu, setiap saat --Dennis De Haan

31 Maret 2004

Berapa Lama?

Nats : Ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya (Lukas 19:41)
Bacaan : Lukas 19:41-44

Butuh waktu bertahun-tahun untuk mendapatkan jawaban ‘ya’ dari seorang gadis. Seorang pria Wales jatuh cinta pada salah seorang tetangganya dan ingin menikahinya. Namun mereka terlibat pertengkaran, dan si gadis menolak untuk memaafkannya. Dengan rasa malu dan segan menghadapi wanita yang tersinggung itu, sang peminang yang gigih ini menyelipkan sepucuk surat cinta di bawah pintu rumah si gadis seminggu sekali.

Akhirnya, setelah 42 tahun berlalu ia memberanikan diri mengetuk pintu rumah wanita itu dan meminta wanita tersebut menjadi istrinya. Ia sangat gembira karena sang wanita menerima pinangannya. Mereka pun menikah pada usia 74 tahun!

Allah juga seorang kekasih yang gigih. Dari abad ke abad Dia mengutus para nabi untuk mencari umat Israel yang keras kepala. Lalu Allah mengutus Putra-Nya. Dalam Lukas 19 dikatakan bahwa ketika melihat kota Yerusalem, menangislah Yesus karena menyaksikan kedegilan hati mereka (ayat 41-44).

Namun Yesus tetap gigih mengasihi. Dia membuka jalan bagi perdamaian melalui pengurbanan-Nya di Kalvari yang memberikan penebusan. Hari ini Dia masih mengajak para pendosa untuk datang kepada-Nya, menerima-Nya secara pribadi sebagai Juruselamat, dan menikmati persekutuan yang intim dengan-Nya (Matius 11:28).

Jika Anda telah datang kepada-Nya, bersoraklah karena Anda telah menjadi milik-Nya. Tetapi jika belum, sadarilah bahwa waktunya bisa habis. Jangan terus-menerus menjauhkan diri dari Kekasih jiwa Anda tersebut. Percayalah kepada-Nya hari ini juga —Vernon Grounds

13 April 2004

Mencari Allah

Nats : Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu (1 Tawarikh 28:9)
Bacaan : 1 Tawarikh 28:1-10

Para turis jarang mendapatkan foto yang bagus. Mereka jarang berusaha untuk pergi ke tempat yang tepat di waktu yang tepat untuk mendapatkan sudut pandang cahaya yang tepat, dalam kondisi cuaca yang tepat. Untuk mendapatkan gambar pemandangan yang bagus, seorang fotografer profesional dengan saksama mengamati pemandangan dari berbagai sudut yang berbeda, selama musim-musim yang berlainan, dan pada jam-jam yang berbeda pula.

Ini membuat saya bertanya-tanya, jangan-jangan alasan mengapa sebagian orang tidak memiliki gambaran yang jelas mengenai keindahan dan kemuliaan Allah adalah karena mereka terlalu cepat menilai. Mereka sampai kepada kesimpulan yang salah mengenai Allah berdasarkan pengalaman buruk di gereja, atau pertemuan mereka dengan seorang yang mengaku kristiani tetapi tidak hidup seperti orang kristiani. Mereka salah menilai seperti apakah Tuhan itu, dan berbalik meninggalkan Dia karena merasa tertipu.

Pencarian akan Allah tidak bisa dilakukan secara sambil lalu. Raja Daud memberi tahu Salomo anaknya, “Jika engkau mencari Dia, maka Ia akan berkenan ditemui olehmu” (1 Tawarikh 28:9). Pemazmur berkata, “Berbahagialah orang-orang yang ... mencari Dia dengan segenap hati!” (Mazmur 119:2). Dan penulis kitab Ibrani menulis bahwa Allah memberi upah kepada “orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” (11:6).

Untuk melihat dan mengenal Allah dalam kepenuhan dan kemuliaan-Nya, kita tidak bisa melakukan pendekatan seperti turis. Kita harus terus mencari-Nya dengan segenap hati —Julie Ackerman Link

23 April 2004

Badai Segera Datang!

Nats : Manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi (Ibrani 9:27)
Bacaan : Amsal 1:20-33

Kami sedang berada dalam sebuah perahu kecil di seberang danau dan ikan-ikan sedang memangsa umpan pada kail kami, ketika kami mendengar bunyi gemuruh badai di kejauhan. Saat menengadah, kami melihat awan gelap bergumpal-gumpal di sebelah barat.

Saya mengabaikan usul bijak dari teman memancing saya agar kami segera kembali ke penginapan, karena saya masih ingin melanjutkan memancing. Kemudian hal itu terjadi! Tiba-tiba kami sudah terkungkung badai. Kami berusaha menyalakan mesin perahu, tapi gagal! Teman saya berusaha mendayung, tetapi hujan mengguyur kami dan ombak mengombang-ambingkan perahu kecil kami. Kami selamat, dan saya memetik sebuah pelajaran berharga. Jangan menunda jika badai mendekat.

Sebuah badai lain sedang mendekat, yaitu hari penghakiman. Mungkin hari itu tampak masih jauh, dan Anda merasa tak perlu buru-buru menyiapkan diri. Anda mungkin menikmati kesehatan yang baik dan berada di puncak kehidupan. Tetapi dengarlah, badai itu mungkin akan menghampiri Anda secara tak terduga.

Amsal 1 mengatakan bahwa bencana akan menghantam orang yang mengabaikan segala peringatan (ayat 27). Penulis kitab Ibrani memperingatkan, “Manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi” (9:27).

Mengindahkan peringatan Allah adalah perbuatan bijaksana. Sudahkah Anda mencari perlindungan dalam Kristus? Jika belum, ini adalah waktu untuk berhenti “memancing” dan mencari keselamatan sebelum terlambat. Berbaliklah dari segala dosa Anda kepada Kristus. Lakukanlah hari ini juga —M.R. De Haan, M.D.

2 Mei 2004

Dekat Tetapi Jauh

Nats : Barang siapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan (Roma 10:13)
Bacaan : Bilangan 14:26-35

Pada awal sejarah Kanada, para perintis sedang berlindung di Benteng Babine. Saat perbekalan mulai menipis, Victor Clark dan seorang pemandu muda meninggalkan benteng dan berjalan ke kota Hazelton untuk membeli makanan.

Dalam perjalanan kembali ke benteng, salju mulai turun. Kedua pejalan kaki itu pun merasa kedinginan karena tiupan angin begitu menusuk tulang dan mereka tidak dapat lagi mengikuti jalan setapak di dalam kegelapan. Mereka terpaksa berhenti, kemudian menyalakan api unggun dan melewati malam yang menyedihkan itu. Saat fajar berangsur-angsur merekah, mereka dapat melihat benteng tersebut dengan kehangatan dan kenyamanannya. Benteng itu hanya beberapa ratus meter dari tempat mereka berhenti. Sangat dekat, namun terasa begitu jauh!

Orang-orang Israel telah berada di perbatasan Tanah Perjanjian (Bilangan 13). Kaleb dan Yosua, dua pengintai yang berani, telah kembali dengan membawa makanan yang berlimpah dari Kanaan dan mendorong orang-orang Israel untuk merebut tanah tersebut (ayat 26,30). Namun, orang-orang Israel merasa ragu dan menghukum diri mereka dengan berkelana selama 40 tahun dan mati di padang pasir (14:28-30). Mereka pun sudah sangat dekat, namun terasa begitu jauh!

Apakah Anda sudah berkali-kali mendengar tentang kasih Yesus bagi Anda, tetapi Anda belum juga menyerahkan diri kepada-Nya? Apakah Anda sudah begitu dekat, namun terasa begitu jauh? Saat ini juga, putuskanlah untuk menyeberang ke “tanah perjanjian”, yaitu keselamatan di dalam Yesus —Vernon Grounds

22 Mei 2004

Sang Penebus

Nats : Berhimpunlah juga kepada [Daud] setiap orang yang dalam kesukaran ... maka ia menjadi pemimpin mereka (1 Samuel 22:2)
Bacaan : 1 Samuel 21:10-22:2

Saat sepintas melihat tumpukan surat, mata saya terpaku pada beberapa kata di sebuah kartu kiriman organisasi sosial yang berbunyi: Kami Membutuhkan Barang-barang Bekas Anda! Maksudnya jelas dan sederhana: Apa pun yang sudah tidak Anda pakai, kami bersedia mengambilnya. Barang-barang rumah tangga yang Anda sebut sampah, apkiran, tak berguna, dan rongsokan, akan kami manfaatkan untuk menolong orang yang membutuhkan.

Ketika memikirkan barang-barang buangan itu, saya teringat pada apa yang saya baca dalam kitab 1 Samuel. Sekelompok orang yang berada dalam kesukaran berhimpun di sekeliling seorang raja tanpa mahkota, yang sedang lari menyelamatkan diri. Empat ratus orang yang bersama Daud di Gua Adulam berada dalam kesukaran, dikejar-kejar tukang piutang, dan sakit hati. Setiap orang menghadapi kesukaran dan keputusasaan. “Maka ia [Daud] menjadi pemimpin mereka” (1 Samuel 22:2).

Dalam banyak hal, orang kristiani adalah sekumpulan orang putus asa yang telah menyambut undangan Yesus: “Marilah kepada-Ku” (Matius 11:28). Dengan iman, kita mengakui Kristus sebagai Kapten, Juruselamat, Pemimpin, dan Tuhan kita. Kita datang kepada-Nya dengan apa adanya agar dapat menjadi seperti yang dikehendaki-Nya.

Jika secara rohani maupun moral Anda merasa seperti barang buangan, datanglah kepada Yesus. Orang-orang yang kesepian dan para pecundang akan disambut di pintu-Nya. Kristus yang telah disalib dan dibangkitkan adalah Sang Penebus bagi semua orang yang berpaling kepada-Nya —David McCasland

12 Juni 2004

Hanya untuk Pendosa

Nats : Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu ... pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri (Efesus 2:8,9)
Bacaan : Efesus 2:1-10

Banyak orang nonkristiani tahu lagu pujian “Sangat Besar Anugerah-Nya” (Amazing Grace), tetapi banyak yang tak tahu arti anugerah. Suatu hari ketika penginjil D.L. Moody mempelajari arti anugerah Allah, ia berlari ke jalan dan berteriak kepada orang pertama yang ia jumpai, “Apakah Anda tahu grace [anugerah]?” Dengan bingung orang itu menyahut, “Grace siapa?” Tanpa ragu Moody lalu menjelaskan anugerah, yakni Allah berbelas kasih kepada orang berdosa dan dengan cuma-cuma menawarkan pengampunan dan hidup baru kepada mereka melalui iman dalam Kristus.

Saya mendengar tentang seorang pria yang hidupnya bermasalah dan meninggal tanpa memahami pesan anugerah Allah. Seorang pendeta berbicara kepadanya dan mendorongnya untuk ke gereja, tetapi jawabnya, “Saya sangat tidak layak.” Ia tak tahu bahwa anugerah Allah diberikan untuk orang yang tak layak menerimanya.

Dalam surat Paulus kepada jemaat Efesus, Paulus secara gamblang menggambarkan hidup pra-kristiani mereka bagaikan orang yang sudah “mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa” (2:1). Kemudian ia menggunakan dua kata yang penuh pengharapan: tetapi Allah (ayat 4). Dua kata itu menunjukkan belas kasih dan anugerah Allah yang menyediakan pengampunan dan hidup baru melalui Kristus. Keselamatan didapat melalui iman, bukan usaha kita, jadi tak seorang pun dapat memegahkan diri (ayat 8,9).

Mari kita bantu orang lain memahami bahwa keselamatan Allah hanya untuk orang berdosa, termasuk kita. Itulah yang membuat anugerah Allah sangat besar! —Joanie Yoder

26 Juni 2004

Pencari Tanda

Nats : Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda Nabi Yunus (Lukas 11:29)
Bacaan : Lukas 11:29-32

Suatu kali seorang skeptis berkata kepada saya, “Saya akan percaya kepada Yesus jika Dia turun ke dunia ini dan menampakkan diri di atas rumah saya.” Hal itu tidak perlu!

Para pemuka agama yang menolak Yesus dan yang meminta tanda dari-Nya sebenarnya punya banyak bukti untuk percaya. Mereka tentu telah mendengar, jika tidak sempat melihat, berbagai mukjizat Yesus berupa kesembuhan, pengusiran setan, dan orang mati yang dibangkitkan. Apa lagi yang mereka butuhkan?

Karena itu Yesus menyebut mereka sebagai “angkatan yang jahat” (Lukas 11:29). Satu-satunya tanda yang diberikan bagi mereka adalah tanda Nabi Yunus, yang telah dilemparkan ke dalam laut yang bergelora (Yunus 1:2,3). Ketika orang-orang Niniwe mendengar pesan pertobatan dari Yunus, yang selama tiga hari di dalam perut ikan, mereka percaya bahwa Allah-lah yang mengirim Yunus, lalu mereka pun bertobat.

Demikian juga para pemuka agama yang telah mengetahui perkataan dan perbuatan Yesus, akhirnya menyaksikan Dia disalib dan dimakamkan dalam kubur yang ditutup rapat. Dan minggu-minggu berikutnya mereka mendengar kesaksian orang-orang yang telah melihat-Nya hidup dan telah menyentuh-Nya, tetapi mereka tetap tidak mau percaya.

Kini, di dalam Injil kita dapat membaca tentang perkataan dan perbuatan Yesus yang ditulis oleh orang-orang yang mengenal-Nya. Jika kita mau menerima kebenaran, kita mendapatkan semua bukti yang dapat membuat kita percaya. Kita tidak perlu menjadi seorang pencari tanda —Herb Vander Lugt

4 November 2004

"retronim"

Nats : Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali (Yohanes 3:7)
Bacaan : Yohanes 3:1-17

Apakah kesamaan antara kopi hitam, gitar akustik, dan televisi hitam putih? Wartawan Frank Mankiewicz menyebut semua itu sebagai retronim, yakni kata-kata atau frase yang diciptakan karena sebuah kata yang lazim digunakan perlu dibedakan dengan istilah yang mengacu pada perkembangan atau penemuan baru.

Dulu, kopi selalu berwarna hitam, semua gitar adalah gitar akustik, dan semua televisi adalah hitam putih. Namun, sekarang tidak begitu lagi. Karena itu, retronim perlu dikembangkan, sehingga lahirlah kopi three-in-one, gitar listrik, dan televisi berwarna.

Dapat dikatakan bahwa Yesus juga mengubah frasa “kelahiran jasmani” menjadi sebuah retronim ketika Dia menjawab pertanyaan seorang laki- laki yang bernama Nikodemus. Dia berkata, “Jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah” (Yohanes 3:3).

Nikodemus adalah seorang pemimpin agama yang tidak dapat menangkap makna istilah “dilahirkan kembali”. “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua?” tanya Nikodemus kepada Yesus. “Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?” (ayat 4). Yesus menjelaskan lebih jauh tentang perbedaan antara dilahirkan dari daging dan dilahirkan dari Roh. Kemudian Yesus menyimpulkan, “Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali” (ayat 7).

Kehidupan kristiani kita dimulai saat kita mengundang Yesus untuk hidup di dalam hidup kita. Itu adalah sebuah mukjizat! Kita terlahir kembali —David McCasland

7 November 2004

Perang Telah Usai!

Nats : [Yesus] datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang “jauh” dan damai sejahtera kepada mereka yang “dekat” (Efesus 2:17)
Bacaan : Ibrani 4

Konflik yang menyakitkan antara Utara dan Selatan akhirnya berakhir. Para tentara perang sipil Amerika Serikat memperoleh kebebasan untuk kembali kepada keluarga mereka. Namun sebagian dari mereka tetap bersembunyi dalam hutan, bertahan hidup dengan memakan buah berry. Sebagian dari mereka tidak tahu atau tidak percaya bahwa perang telah berakhir. Mereka terus mengalami situasi yang mengenaskan, padahal seharusnya mereka sudah bisa pulang ke rumah.

Demikian pula yang terjadi pada kehidupan rohani. Kristus telah memperdamaikan manusia dengan Allah, dengan mati menggantikan kita. Dia membayar hukuman dosa di kayu salib. Siapa saja yang menerima pengurbanan-Nya akan diampuni oleh Allah yang kudus.

Sayangnya, banyak orang menolak untuk percaya pada Injil dan tetap hidup sebagai “buronan” rohani. Bahkan kadang kala orang-orang yang telah percaya kepada Kristus tetap tinggal pada level rohani yang sama. Akibat kelalaian atau ketidakrelaan, mereka tidak memperoleh janji-janji dari firman Allah. Mereka tidak mengalami sukacita dan jaminan yang menyertai anugerah keselamatan. Mereka tidak mendapatkan kenyamanan dan kedamaian dari hubungan mereka dengan Allah. Padahal semua itu Dia sediakan bagi anak-anak-Nya. Mereka adalah sasaran kasih, perhatian, dan pemeliharaan Allah, tetapi mereka hidup seperti yatim piatu.

Pernahkah Anda hidup terpisah dari kenyamanan, kasih, dan perhatian Bapa surgawi Anda? Pulanglah ke rumah. Perang telah berakhir! —Richard De Haan

16 November 2004

Apa Adanya

Nats : Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang (2 Korintus 5:17)
Bacaan : 2 Korintus 5:14-21

Sebuah mobil usang teronggok di tempat parkir mobil bekas. Mobil itu telah berkarat dan dilupakan. Setelah bertahuntahun disalahgunakan dan dikendarai dengan kasar, mobil yang dulu mengilap itu kini telah usang.

Seorang pria berjalan ke tempat parkir itu dan tertarik pada mobil tua tersebut. Ia membayarnya tunai, lalu sang penjual memberikan kunci mobil itu kepadanya sambil berkata, “Saya jual mobil ini kepada Anda dengan kondisi ‘apa adanya’.” Pemilik baru itu hanya tersenyum. Ia mengenal mobil-mobil tua yang pernah dibelinya dan ingin mengubah mobil tua yang baru dibelinya itu menjadi indah seperti sediakala.

Di sudut lain kota itu, seorang wanitayang bermasalah duduk termenung dalam kesedihan memikirkan kegagalannya. Setelah bertahun- tahun dilecehkan dan menjalani hidup yang keras, ia tak lagi bersemangat. Ia sering diperlakukan tidak adil oleh banyak orang sehingga merasa tidak berarti. Dan setelah melakukan banyak kesalahan dan hidup dalam pilihan-pilihan yang keliru, ia yakin akan dibuang ke keranjang sampah kehidupan untuk selamanya.

Namun, kemudian ada orang yang bercerita tentang Yesus kepadanya. Orang itu mengatakan bahwa Yesus secara khusus melayani orang-orang buangan, dan bahwa Yesus menanti untuk mengubah hidup orang yang percaya kepada-Nya—termasuk dia. Orang tersebut bercerita bahwa Yesus mau menerimanya “apa adanya”. Wanita itu pun percaya. Ia meyakini hal itu. Lalu Yesus mulai mengubah hidup seseorang yang terhilang dan memberikan hidup berkelimpahan seperti yang dijanjikan-Nya —Dave Branon

23 November 2004

Sebagaimana Adanya

Nats : Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barang siapa yang datang kepada-Ku, ia tidak akan kubuang (Yohanes 6:37)
Bacaan : Yohanes 6:35-40

Charlotte Elliot mendapat sebuah pelajaran penting tentang Yesus saat ia tak dapat tidur suatu malam, tahun 1834. Ia cacat, sehingga ketika keluarganya mengadakan bazar di Brighton, Inggris, dalam rangka menggalang dana untuk membangun sebuah sekolah, Charlotte hanya dapat menyaksikannya dari kejauhan.

Malam itu, karena sangat tertekan oleh ketidakberdayaannya, ia tidak bisa tidur. Namun, kesedihannya berubah menjadi sukacita ketika ia sadar bahwa Allah menerima dirinya apa adanya.

Pengalamannya tersebut mengilhamkan kata-kata indah berikut: “Sebagaimana adanya / Jiwaku sungguh bercela / Darah-Mulah pembasuhnya / Kudatang Tuhan, pada-Mu” (Just As I Am, terjemahan Yamuger 1983). Ketika ia menerbitkan syairnya tersebut dalam sebuah buku berjudul The Invalid’s Hymn Book, ia juga mengutip Yohanes 6:37.

Yesus selalu menerima setiap orang apa adanya. Dalam Yohanes pasal 6, banyak orang berbondong-bondong datang dari jauh untuk mendengar khotbah Yesus. Ketika mereka semua lapar, dengan mukjizat-Nya Yesus memberi mereka makanan dari pemberian tulus seorang anak laki-laki berupa lima roti dan dua ekor ikan. Lalu Tuhan juga menawarkan diri- Nya sebagai “Roti Kehidupan”, dan berjanji bahwa Dia tidak akan mengabaikan siapa pun yang datang kepada-Nya.

Demikian juga pada saat ini. Tidak seorang pun yang datang kepada Yesus akan diabaikan. Datanglah kepada-Nya dengan segala dosa yang ada pada diri Anda. Dia akan menerima Anda sebagaimana adanya —Dave Egner

24 November 2004

Bersyukur dan Mengingat

Nats : Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah (Ibrani 13:16)
Bacaan : Ibrani 13:1-16

Salah satu kolom surat kabar yang paling populer saat ini adalah “Dear Abby”. Kolom yang berisi nasihat ini dimulai oleh Abigail Van Buren pada tahun 1956, dan saat ini ditulis oleh anaknya Jeanne Phillips. Dalam edisi baru-baru ini, ia memasukkan Doa Ucapan Syukur yang ditulis oleh ibunya bertahun-tahun lalu:

Ya Bapa di surga

Kami berterima kasih untuk makanan kami

sambil mengingat orang yang lapar.

Kami berterima kasih untuk kesehatan kami

sambil mengingat orang yang sakit.

Kami berterima kasih untuk teman-teman kami

sambil mengingat orang yang kesepian.

Kami berterima kasih untuk kebebasan kami

sambil mengingat mereka yang diperbudak.

Semoga ingatan-ingatan ini

menggugah kami untuk melayani.

Semoga anugerah-Mu bagi kami

bermanfaat juga bagi orang lain. Amin.

Kata-kata dalam doa ini menggemakan ajaran Kitab Suci. Syukur kita kepada Allah seharusnya disertai ingatan akan orang-orang yang susah. “Sebab itu,” kata penulis kitab Ibrani, “marilah kita, oleh [Yesus], senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya” (Ibrani 13:15).

Namun, ada yang lebih penting daripada sekadar bersyukur. Kita harus bertindak setelah bersyukur. “Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah” (ayat 16). Syukuri semua berkat Allah, dan ingat juga mereka yang kekurangan —David McCasland

11 Desember 2004

Selingan Menyenangkan

Nats : Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu (Roma 12:2)
Bacaan : Roma 11:33-12:2

Teman saya mencari gereja untuk beribadah. Lalu ia mengatakan bahwa ia telah menemukan gereja yang ia inginkan, “Saya menyukai gereja ini karena tak harus mengubah gaya hidup saya yang suka berpesta pora. Gereja ini tak membuat saya merasa bersalah atau menuntut apa pun dari diri saya. Saya puas dengan diri saya ketika berada di sana.”

Ceritanya itu membuat saya bertanya-tanya berapa banyak orang yang berada di situasi semacam itu. “Kekristenan” mereka disebut penulis W. Waldo Beach sebagai “selingan akhir pekan yang menyenangkan”.

Namun, apakah Yesus memanggil kita untuk hidup seperti itu? Beach berkata, “Tak ada AC dan bangku gereja yang empuk di gereja pinggiran kota yang dapat menutupi kebenaran bahwa ... menjadi murid Kristus itu menuntut harga; bahwa bagi pengikut yang setia, selalu ada salib yang harus dipikul. Tak seorang pun dapat memahami kekristenan secara mendalam bila hendak masuk ke dalamnya hanya untuk menikmatinya sebagai selingan akhir pekan yang menyenangkan.”

Menjadi orang kristiani berarti mengenal Yesus secara pribadi. Kita telah menerima-Nya dengan iman sebagai Juruselamat dari dosa, dan kita memberi diri untuk-Nya. Kita menyangkal kehendak kita dan memilih kehendak-Nya. Dia mengubah cara berpikir, nilai-nilai, dan prioritas kita untuk mencerminkan apa yang berkenan kepada Allah (Roma 12:1,2).

Apakah agama Anda hanya suatu selingan akhir pekan yang menyenangkan? Tak ada yang dapat menggantikan hubungan kita yang sangat penting dengan Yesus! —Anne Cetas

14 Desember 2004

Percaya Itu Yakin Penuh

Nats : Aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya (Roma 1:16)
Bacaan : Roma 5:1-11

Terkadang saya bertemu orang-orang yang sadar bahwa mereka memiliki kebutuhan rohani, namun enggan berkomitmen secara pribadi kepada Kristus. Meski telah menyaksikan betapa iman di dalam Kristus telah bekerja pada diri orang lain, mereka dibingungkan oleh nasihat yang mereka terima dari beberapa jemaat yang baik.

Seorang pria mengatakan bahwa ia mendapat nasihat untuk bergabung dengan sebuah gereja tertentu supaya diselamatkan. Ia diberi tahu seorang yang lain lagi bahwa ia harus dibaptis di sebuah gereja tertentu. Ada lagi yang mengatakan secara samar mengenai perlunya usaha untuk menaati Khotbah di Bukit. Salah seorang temannya menyatakan ia perlu mengalami suatu periode penderitaan yang mendalam karena dosa sebelum mengharapkan Allah menyelamatkannya.

Sebenarnya, saya tidak menyalahkan bila pria bingung itu berkata kepada saya, “Saya tidak mau membaca pamflet atau traktat apa pun. Tunjukkan kepada saya melalui Alkitab bagaimana saya dapat diselamatkan.” Kami pun mulai membaca bacaan Alkitab di surat Roma dan mendiskusikannya. Ketika kami membaca pasal lima, ia berkata, “Sekarang saya mengerti. Yang saya butuhkan hanyalah menaruh keyakinan saya sepenuhnya kepada Yesus Kristus.” Ia menerima Kristus dan memperoleh damai sejahtera.

Kita memiliki iman yang menyelamatkan bila memercayai apa kata Alkitab tentang kita dan tentang Yesus Kristus. Lalu kita merespons kebenaran itu dengan menaruh keyakinan penuh kepada-Nya.

Jika Anda belum melakukannya, letakkanlah keyakinan Anda sepenuhnya kepada Yesus sekarang —Herb Vander Lugt

17 Desember 2004

Berjalan di Dunia

Nats : Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya (Yohanes 1:14)
Bacaan : Yohanes 1:11-18

Setelah menjalankan misi Apollo XV, Kolonel James Irwin menceritakan beberapa pengalamannya yang sangat luar biasa. Ia menceritakan tentang tubuhnya yang tanpa bobot melayang-layang dengan bebas di ruang pesawat luar angkasa, bumi yang dari bulan terlihat seperti bulan sabit yang sedang terbit. Dan ia juga menceritakan pendaratannya di bulan yang penuh kemenangan di hadapan warga dunia yang sedang menontonnya terpesona.

Selain itu Irwin juga menceritakan dampak dari pengalaman tersebut bagi kehidupan rohaninya. Dari permukaan bulan ia dapat merasakan kemuliaan Allah dan juga keadaan manusia yang terikat dengan keduniawian. Ketika ia kembali ke bumi, ia menyadari bahwa ia tidak dapat puas hanya dengan menjadi selebriti. Ia harus menjadi pelayan, mewartakan cara hidup yang lebih baik kepada sesama. Irwin menyimpulkan bahwa jika kita menganggap pergi ke bulan merupakan hal yang luar biasa, betapa jauh lebih luar biasanya Allah yang datang ke dunia dalam diri Yesus Kristus!

Ilmu dan teknologi telah membuat suatu kemajuan pesat karena manusia berjalan di bulan. Tetapi karena Allah berjalan di dunia, kita menjadi tahu asal-usul maupun tujuan kita. Kita dapat mengenal Pencipta kita secara pribadi (Yohanes 1:1,14,18), dan kita dapat hidup dalam terang-Nya (ayat 9). Melalui kehidupan Yesus yang tanpa dosa dan kematian-Nya, kita dapat mengenal sukacita karena dosa-dosa kita telah diampuni dan mengalami kepenuhan hidup yang berkelimpahan. Semuanya itu karena Allah berjalan di dunia —Mart De Haan

23 Desember 2004

Merayakan Bayi

Nats : Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud (Lukas 2:11)
Bacaan : Lukas 2:8-14

Mengapa kita merayakan ulang ta-hun Yesus dengan cara yang sangat berbeda dengan ulang tahun orang-orang lain? Ketika tiba saatnya untuk menghormati tokoh bersejarah dengan hari yang dikhususkan baginya, kita tidak menganggap mereka sebagai bayi. Kita tidak memajang gambar Abraham Lincoln kecil yang lucu di rumahnya di Kentucky. Ya, kita mengenang Lincoln karena sumbangannya ketika ia sudah menjadi orang dewasa.

Akan tetapi, kita layak merayakan Yesus sebagai bayi. Coba pikirkan tentang hal ini. Ketika Dia dilahirkan, para gembala datang untuk menyembah-Nya (Lukas 2:15,16). Kemudian, para bijak dari Timur memberi-Nya persembahan (Matius 2:8-12). Mereka tidak tahu apa yang akan dilakukan Yesus setelah dewasa. Tetapi tindakan mereka sudah tepat, karena kelahiran Yesus merupakan kejadian yang paling luar biasa dalam sejarah manusia.

Betapa mengagumkan! Allah dalam rupa manusia. Pencipta alam semesta mengunjungi planet ini. Janganlah ada keraguan un-tuk merayakan bayi ini pada Natal kali ini. Kagumilah kelahiran-Nya. Terpesonalah pada bayi mungil yang telah menciptakan umat-Nya. Kemudian mundurlah dalam rasa takjub, karena kisah ini menjadi semakin mengagumkan. Bayi ini kemudian tumbuh dewasa, menjalani kehidupan yang sempurna, dan rela mati untuk menebus dosa-dosa Anda dan saya.

Rayakanlah bayi ini dan percayalah kepada Sang Juruselamat. Begitulah cara untuk membuat perayaan Natal menjadi lengkap —Dave Branon

5 Februari 2005

Kegelapan di Tengah Malam

Nats : Mereka inilah ... bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya (Yudas 12,13)
Bacaan : Wahyu 20

Ketika saya masih kecil, keluarga kami berkunjung ke sebuah tambang tembaga tua. Setelah turun ke dalam tambang itu, pemandu kami tiba- tiba memadamkan senternya dan kami pun diliputi kegelapan yang terasa mencekam. Seakan-akan kami dapat menyentuh kegelapan tersebut.

Selama bertahun-tahun berlalu, kenangan tersebut mengingatkan saya berulang kali tentang perkataan Yesus yang berkaitan dengan orang yang terhilang, yang “dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap” (Matius 8:12). Kegelapan di dalam gua selama beberapa saat sudah begitu mencekam, dan coba bayangkan bagaimana rasanya apabila kegelapan itu berlangsung selamanya!

Pada zaman sekarang, kita sudah jarang mendengar pembicaraan tentang neraka. Namun, itu bukan berarti tidak ada tempat semacam itu.

Pernahkah Anda memikirkan di mana Anda akan menghabiskan waktu dalam kekekalan? Berdasarkan Kitab Suci, Anda dapat melewatkan kekekalan pada salah satu dari kedua tempat ini, yakni surga atau neraka.

Jika Anda belum tahu persis tentang surga, mengapa Anda tidak berdoa seperti ini sekarang juga, “Tuhan Yesus, saya percaya Engkau mati di kayu salib untuk dosa-dosa saya dan bangkit dari kematian. Sekarang saya menerima-Mu sebagai Juruselamat saya. Saya tidak ingin menjadi yang terhilang. Saya ingin masuk surga. Selamatkanlah saya!”

Yesus berjanji, “Barang siapa datang kepadaku, ia tidak akan Kubuang” (Yohanes 6:37) —Richard De Haan

23 Februari 2005

Etika Kabar Baik

Nats : Tidak patut yang kita lakukan ini. Hari ini ialah hari kabar baik, tetapi kita ini tinggal diam saja (2 Raja-raja 7:9)
Bacaan : 2 Raja-raja 7:3-9

Apabila seorang ilmuwan berhasil menemukan obat kanker, kita pasti mengharapkan obat tersebut disebarkan ke seluruh dunia. Etika dasar menuntut agar kabar baik tidak disimpan sebagai rahasia.

Ketika raja Siria mengepung kota Samaria, persediaan makanan dihentikan. Dan empat laki-laki penderita kusta memutuskan bahwa mereka lebih baik mati di tangan bangsa Siria daripada harus mati menahan lapar. Mereka pun akhirnya menyerahkan diri kepada musuh. Akan tetapi, ketika mereka tiba di perkemahan musuh, ternyata tidak ada orang di sana. Rupanya pasukan musuh sudah melarikan diri di malam hari.

Makanan tersebar di mana-mana. Keempat orang itu makan dan minum serta mengumpulkan barangbarang bagi diri mereka sendiri. Mereka sebenarnya tergoda untuk merahasiakan kabar baik ini. Tetapi kemudian mereka ingat terhadap penduduk Samaria yang kelaparan. Mereka berkata satu kepada yang lain, “Tidak patut yang kita lakukan ini” (2 Raja-raja 7:9). Maka mereka pun menjadi penginjil, yaitu pembawa kabar baik. Pada akhirnya, inti penginjilan adalah: satu orang yang kelaparan memberitahukan kepada orang kelaparan yang lain di mana dapat menemukan makanan.

Anda dan saya sudah menemukan bahwa keselamatan itu ada di dalam Yesus Kristus. Menyimpan kebenaran ini bagi diri sendiri merupakan pelanggaran terhadap integritas dasar. Jika kita sudah menemukan obat bagi hati nurani yang bersalah, jika kita telah menemukan makanan kehidupan, kita wajib membagikannya kepada orang lain —Haddon Robinson

28 Februari 2005

Permainan Anak-anak

Nats : Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga (Matius 18:3)
Bacaan : Matius 18:1-11

Sesudah badai yang mengejutkan menyelimuti Timur Tengah dengan salju, sebuah foto pada surat kabar memperlihatkan empat orang laki- laki bersenjata sedang tersenyum. Digambarkan mereka sedang membuat manusia salju di sisi luar dinding markas militer yang sudah rusak. Cuaca musim dingin juga menyebabkan dibatalkannya aksi protes dan ditundanya perdebatan mengenai persoalan-persoalan parlementer yang sangat penting. Para laki-laki yang mengenakan jubah panjang dan para wanita yang mengenakan gaun hitam tradisional dengan penutup kepala tampak sedang bermain-main di salju. Ada sesuatu di dalam salju yang membuat sifat kanak-kanak dalam diri kita menyeruak keluar.

Dan ada bagian Injil yang menganjurkan kita untuk menanggalkan sikap permusuhan, perasaan mementingkan diri sendiri, serta untuk memiliki sikap rendah hati dan iman seperti seorang anak kecil. Pada saat Yesus ditanya, “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?” (Matius 18:1), Dia kemudian memanggil seorang anak kecil dan berkata, “Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga” (ayat 3).

Ada yang mengatakan bahwa usia menghilangkan imajinasi, harapan, dan berbagai kemungkinan yang dapat kita lakukan. Dengan bertambahnya usia, kita menjadi semakin mudah berkata, “Itu tidak mungkin terjadi.” Tetapi dalam alam pikiran seorang anak, Allah bisa melakukan apa pun. Iman seperti anak kecil yang dipenuhi oleh kekaguman dan kepercayaan akan Allah membuka kunci pintu ke dalam Kerajaan Surga —David McCasland

5 Mei 2005

Hanya Satu Pintu

Nats : Akulah pintu; barang siapa masuk melalui Aku, ia akan selamat (Yohanes 10:9)
Bacaan : Yohanes 10:7-10

Seorang ahli Perjanjian Lama bernama Sir George Adam Smith mengatakan bahwa ketika ia mengunjungi Tanah Suci, ia melihat seorang gembala dan dombanya berdiri di depan benteng. Tidak ada pintu terlihat di sana. Di situ yang tampak hanyalah sebuah lubang sebesar tubuh manusia.

Smith kemudian bertanya kepada gembala tersebut mengapa di sana tidak ada pintu. Gembala itu menjelaskan, "Sayalah jalan masuknya. Saya berdiri di lubang itu, dan domba lewat di bawah saya memasuki benteng. Apabila mereka semua sudah berada di dalam dengan aman, maka saya akan berbaring melintang pada lubang itu. Tidak akan ada pencuri yang dapat masuk dan juga tidak ada domba yang bisa keluar kecuali melewati tubuh saya. Sayalah jalan masuknya."

Kita seperti domba yang memerlukan Gembala (1 Petrus 2:25). Untuk jalan masuk ke surga, tempat kebahagiaan kekal, Yesus memberikan pernyataan yang mengagumkan ini: "Akulah pintu ke domba-domba itu .... barang siapa masuk melalui Aku, ia akan selamat" (Yohanes 10:7-9). Orang-orang yang mendengar-Nya pada saat itu tidak membayangkan pintu dari kayu yang tergantung pada engsel. Mereka memahami bahwa Dia benar-benar mengatakan, "Akulah jalan masuk ke rumah Allah." Dia dapat mengklaim diri-Nya sebagai jalan menuju kebahagiaan kekal, jalan khusus menuju kemuliaan Allah, karena Dialah Putra Allah.

Yesus merupakan satu-satunya jalan menuju surga (Yohanes 14:6). Kita dapat masuk ke sana hanya jika meletakkan iman kepada-Nya —VCG

13 Juli 2005

Pertanyaan Bagus

Nats : Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat? Jawab mereka, Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat (Kisah 16:30,31)
Bacaan : Kisah 16:16-34

Menemukan pertanyaan yang tepat sama pentingnya dengan menemukan jawaban yang tepat, kata Henri Nouwen, seorang penulis buku-buku devosional. Namun, kerap kali begitu mudahnya kita mendahului Roh Allah ketika berbicara mengenai Kristus kepada orang yang belum percaya. Kita sudah memberikan jawaban, padahal kita belum mendengarkan pertanyaan-pertanyaan mereka.

Kecenderungan ini diperjelas beberapa tahun silam pada saat seseorang menulis Kristus adalah jawaban! dengan tulisan cakar ayam di dinding sebuah bangunan. Seseorang yang sinis lewat dan menambahkan kata-kata: Apa pertanyaannya?

Paulus dan Silas, yang dijebloskan ke penjara karena Injil, membangkitkan pertanyaan rohani yang mendalam di hati kepala penjara. Pertanyaan itu muncul bukan karena mereka menyampaikan khotbah pada orang itu, melainkan karena mereka menyanyikan pujian bagi Allah. Ketika gempa bumi mengakibatkan pintu-pintu penjara terbuka dan memutuskan rantai-rantai mereka, kepala penjara itu hampir saja bunuh diri. Ia takut dihukum mati jika para tawanan melarikan diri. Namun Paulus dan Silas menghentikan tindakan kepala penjara itu dengan memilih untuk tetap tinggal di penjara demi kepentingan kepala penjara tersebut. Karena itulah, ia berteriak, Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat supaya aku selamat?

Pada hari ini, sama seperti dahulu, Roh Kudus akan menciptakan pertanyaan yang tepat di dalam hati manusia dan membuat mereka siap untuk memberikan jawaban yang tepat, yaitu Yesus Kristus JEY

14 Juli 2005

Dari Terbenam Hingga Terbit

Nats : Sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya untuk satu kali saja ... demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengurbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang (Ibrani 9:27,28)
Bacaan : Ibrani 9:24-28

Kariel sedang dalam perjalanan pulang dari acara anak-anak di gereja dengan teman-teman yang juga tetangganya. Sambil mengagumi matahari terbenam, ia berkata pada Gini, sang pengemudi, Matahari yang terbenam itu indah sekali, seperti surga! Lalu Gini bertanya, Kamu tahu cara masuk surga? Kariel, yang baru berumur 5 tahun, menjawab dengan yakin, Anda harus memiliki Yesus sebagai Juruselamatdan aku memiliki-Nya! Kemudian ia mulai bertanya kepada teman-temannya di dalam mobil itu, apakah mereka juga mengenal Yesus.

Pada sore yang sama, Chantel, kakak perempuan Kariel yang berusia 13 tahun sedang berada di gereja lain, ketika seseorang bertanya apakah ia mengenal Yesus sebagai Juruselamat. Ia berkata bahwa ia mengenal-Nya sebagai Juruselamat.

Pada dini hari berikutnya, api yang berkobar melalap habis rumah Kariel dan Chantel, dan keduanya meninggal secara mengenaskan. Saat matahari terbit, mereka sudah berada di surga bersama Yesus.

Tak ada yang tahu akan hari esok. Pertanyaan yang sangat penting adalah: Sudahkah kita mengakui kebutuhan kita akan pengampunan Allah atas dosa kita dan memercayai Yesus sebagai Juruselamat? (Roma 3:23; Yohanes 1:12). Dosa telah memisahkan kita dari Allah dan kita seharusnya dihakimi, namun Yesus memberikan hidup-Nya untuk menggantikan kita (Ibrani 9:27,28).

Pastikan Anda telah memiliki keyakinan seperti Chantel dan Kariel. Kemudian, ketika Anda meninggal nanti, Anda akan bersama dengan Yesus AMC

16 Juli 2005

Istirahat dengan Tenang

Nats : Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan, yang membiarkan aku diam dengan aman (Mazmur 4:9)
Bacaan : Mazmur 4:2-9

Seorang pria telah menciptakan tempat tidur teraman yang diakuinya dapat melindungi dari topan, tornado, pencuri, penculik, dan teroris. Pada situsnya, pencipta tempat tidur itu menyebutnya istirahat teraman yang pernah Anda alami.

Ketika sensor gerakan menangkap adanya ancaman, Quantum Sleeper secara otomatis terlipat dan melindungi orang yang berbaring di atasnya. Di dalam terpal antipeluru, sebuah alarm mengingatkan orang yang terlindungi itu, sehingga ia dapat menyemprotkan gas air mata ke arah si pengacauatau menonton film dari DVD player sementara menunggu badai reda. Namun, saya kira tempat tidur berlapis baja pun tak dapat menjamin tidur malam yang nyenyak, tak tersentuh oleh kecemasan dan ketakutan.

Mazmur 4:5,6 mempunyai resep yang terdiri dari tiga bagian untuk menemukan kedamaian dalam dunia yang penuh kesukaran ini: Ketika Anda marah, jangan menunjukkannya dengan melawan Allah. Ketika Anda berbaring di malam hari, lakukanlah sambil merenung. Hiduplah dengan pengorbanan, letakkan kepercayaan Anda pada Tuhan. Sebuah himne kuno menegaskan perintah alkitabiah ini:

Bersandarlah, bersandarlah, aman dan terlindungi

dari segala bahaya;

Bersandarlah, bersandarlah, bersandar pada lengan abadi.

Daud mengakhiri mazmurnya, Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkau, ya Tuhan, yang membiarkan aku diam dengan aman (ayat 9). Tak ragu lagi, inilah istirahat teraman yang dapat kita alami DCM

27 Juli 2005

Terjebak!

Nats : Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati (Matius 11:29)
Bacaan : Matius 11:25-30

Seorang pria New York penjual buku dan majalah di jalanan dikeluarkan dari bawah tumpukan kertas di apartemennya setelah dua hari terjebak di sana. Koleksi surat kabar tua milik pria itu, yang ditumpuk di sepanjang dinding dan dari lantai hingga langit-langit, ambruk serta menguburnya hidup-hidup. Para petugas gawat darurat mengisi tumpukan kertas itu ke dalam 50 kantung plastik saat mereka menggali reruntuhan itu untuk menggapainya.

Kita tak memerlukan tumpukan surat kabar tua setinggi Gunung Everest untuk mengetahui bagaimana rasanya terjebak di bawah desakan pekerjaan kita dan tuntutan kerohanian. Namun, pandangan sekilas pada Juruselamat kita akan mengungkapkan ketenangan yang dalam pada diri-Nya. Dalam buku Tyranny of the Urgent, Charles E. Hummel menulis: Penantian dalam doa yang dilakukan Yesus untuk menantikan petunjuk dari Allah ... memberi-Nya pengertian akan arah, mempersiapkan langkah yang mantap, dan membuat Dia sanggup melakukan setiap tugas yang diberikan Allah.

Yesus mengundang orang yang letih lesu untuk datang kepada-Nya. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan (Matius 11:29).

Ketenangan yang datang bersama dengan keselamatan tidak dapat dicapai dengan usaha, namun harus diterima dengan iman. Di dalam Kristus kita juga dapat terlepas dari tirani urgensi yang membelenggu dan menyelesaikan semua tugas yang diberikan-Nya untuk dikerjakan DCM

7 Agustus 2005

Tidak Berubah

Nats : Kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus (Roma 5:1)
Bacaan : Roma 4:1-12

Kehidupan yang ada di sekitar kita berubah dengan sangat cepat. Bahkan di gereja, perubahan terjadi begitu cepat sehingga kita sulit mengikutinya.

Sebagai contoh, dengan alasan agar dapat berkomunikasi secara lebih efektif, orang-orang kristiani telah mengubah cara gereja dilangsungkan. Sekarang banyak orang percaya yang sudah terbiasa dengan gereja tanpa bangku panjang. Mereka terbiasa dengan ruang kebaktian tanpa buku kidung pujian, dan ringkasan khotbah serta lagu yang diproyeksikan ke layar lebar.

Orang-orang kristiani pun telah menyadari kebutuhan untuk mengubah metode penjangkauan kepada orang-orang nonkristiani dengan Injil Yesus. Gereja menggunakan liga olahraga untuk membawakan Injil kepada orang-orang di lingkungan mereka. Mereka membuka lumbung makanan untuk menjangkau orang-orang yang kurang berada. Mereka mengadakan pertemuan kelompok khusus bagi orang-orang yang bergumul dengan dukacita atau kecanduan.

Akan tetapi, tidak semuanya berubah. Dr. M.R. De Haan menulis di dalam edisi pertama Our Daily Bread di tahun 1956: Jika ada satu hal yang ditekankan oleh Paulus, maka hal itu adalah bahwa usaha kita tidak dapat digunakan untuk memperoleh atau mempertahankan keselamatan kita. Kita dibenarkan oleh iman, dan iman semata (Roma 4:5; 5:1).

Jenis dan metode penyembahan mungkin saja telah berubah. Akan tetapi, keselamatan hanya dapat diperoleh melalui iman kepada Yesus semata. Hal itu tidak akan pernah berubahselamanya JDB

29 September 2005

Menang Dalam Semua Kondisi

Nats : Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Filipi 1:21)
Bacaan : Filipi 1:15-26

Lois baru saja menjalani operasi kanker dan sedang merenung sendirian. Sebelumnya ia telah berhadapan dengan kematian, tetapi semuanya adalah kematian dari orang-orang yang dikasihinyabukan dirinya sendiri.

Tiba-tiba ia sadar bahwa kehilangan orang yang ia kasihi lebih menakutkan baginya daripada kemungkinan ia kehilangan nyawanya sendiri. Ia jadi penasaran. Ia ingat bahwa ia pernah bertanya kepada dirinya sendiri sebelum menjalani operasi, Apakah aku siap mati? Jawaban langsungnya dari dahulu sampai sekarang adalah, Ya, aku siap. Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamatku.

Berbekal kesiapan atas kematiannya yang terjamin, ia kini hanya perlu berkonsentrasi untuk hidup. Kematian itu akan ia jalani dengan takut atau iman? Lalu seolah-olah Allah berkata, Aku telah menyelamatkanmu dari maut kekal. Aku pun ingin menyelamatkanmu dari hidup yang dipenuhi ketakutan. Kutipan Yesaya 43:1 muncul dalam pikiran, Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.

Sekarang Lois bersaksi, Ya, aku adalah milik-Nya! Kenyataan ini lebih penting daripada pernyataan dokter bahwa saya mengidap kanker. Kemudian ia menambahkan, Aku menang dalam semua kondisi, baik jika aku akan hidup atau mati!

Pandangan Lois merupakan gema ucapan Paulus dalam bacaan hari ini, Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Mari kita berdoa agar kata-kata itu bergaung di hati kita. Kepercayaan diri seperti itu akan membuat kita menang dalam semua kondisi JEY

1 Oktober 2005

Perubahan Hidup Itu Mungkin

Nats : Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali (Yohanes 3:7)
Bacaan : Yohanes 3:1-16

Lord Kenneth Clark, yang di kalangan internasional dikenal lewat serial televisinya Civilization [Peradaban], menjalani hidup dan akhirnya mati tanpa memiliki iman kepada Yesus Kristus. Di dalam buku autobiografinya, ia pernah menuliskan pengalaman religiusnya pada saat mengunjungi sebuah gereja yang bagus:

“Seluruh keberadaan saya,” demikian tulis Clark, “disinari semacam cahaya sukacita surgawi yang jauh lebih dahsyat dari apa pun yang pernah saya alami sebelumnya.” Sayang sekali, “banjir rahmat”, seperti yang digambarkannya itu, justru menjadi masalah baginya. Jika ia membiarkan dirinya dipengaruhi oleh sukacita surgawi itu, ia tahu ia harus berubah. Keluarganya mungkin akan menganggapnya gila. Dan barangkali sukacitanya yang besar itu ternyata hanya sekadar ilusi. Akhirnya ia menyimpulkan demikian, “Saya begitu lekat dengan dunia sehingga tidak bisa berubah.”

Ini benar-benar suatu tragedi! Seandainya saja ia menanggapi rahmat itu-yang memungkinkannya mencicipi sukacita kehidupan abadi! Seandainya saja ia mengizinkan rahmat itu mengalihkan perhatiannya dari dunia ini kepada Yesus! Maka ia pasti sudah menjadi bagian dunia kekal yang tidak kasat mata tersebut-kekekalan yang bukan hanya ilusi, tetapi kenyataan yang mulia.

Allah sanggup memampukan siapa pun dari kita untuk mengalami perubahan, betapa pun lekatnya kita dengan dunia ini. Mukjizat kelahiran baru (Yohanes 3:5-7) akan terjadi apabila kita mengatakan “ya” terhadap dorongan rahmat Allah di dalam jiwa kita -VCG

15 Oktober 2005

“tak Ada yang Pasti”

Nats : Kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok (Yakobus 4:14)
Bacaan : Yakobus 4:13-17

Pada November 1975, kapal barang yang besar Edmund Fitzgerald tenggelam di air dingin Danau Superior selama badai yang keras. Hanya seminggu sebelum tragedi itu terjadi, kepala pelayan kapal Robert Rafferty menulis surat kepada istrinya, “Aku mungkin pulang tanggal 8 November. Tetapi, tidak ada yang pasti.” Ironi yang mengandung nubuatan dari kata-katanya dicatat di sebuah artikel surat kabar yang menampilkan daftar 29 anggota kru yang tewas dalam bencana tersebut.

Tidak ada satu hari pun yang berlalu tanpa peringatan yang menyatakan bahwa kehidupan kita di bumi ini bisa berakhir setiap saat. Yang perlu kita lakukan adalah membaca kolom berita kematian. Kita akan mendengar sebuah pesan yang keras dan jelas: Hari ini kita ada di sini, tetapi besok mungkin kita tiada! “Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap” (Yakobus 4:14).

Kalau begitu, apakah satu-satunya kepastian kita adalah kenyataan pasti bahwa setiap saat kita bisa terlempar ke ketiadaan? Tidak! Kristus-lah pautan jiwa. Dia membayar hukuman atas dosa-dosa kita di kayu salib. Jika kita mengakui kesalahan kita di hadapan Allah, kita akan menerima pengampunan dan kehidupan abadi melalui iman kepada-Nya. Dia telah berjanji untuk tetap bersama kita, bahkan di saat kematian.

Apakah hidup Anda di dunia ini tampak sia-sia karena “tidak ada yang pasti”? Jika demikian, berserahlah kepada Kristus! Dia menyediakan kepastian penuh sukacita akan keabadian yang bisa menjadi milik Anda sekarang juga -DJD

22 Oktober 2005

Itu Pilihan Anda

Nats : Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah (Yosua 24:15)
Bacaan : Yosua 24:1-15

Ketika Yosua hampir mendekati akhir masa hidupnya, ia mengumpulkan semua suku bangsa Israel di Sikhem. Dan di sana, dari bibir orang yang hampir mendekati ajal, muncullah suatu seruan yang telah menggerakkan hati banyak orang selama berabad-abad lamanya. Pada kesempatan itu Yosua berkata demikian, “Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah” (Yosua 24:15).

Tantangan yang diucapkan oleh Yosua ini, apabila dilihat dari sudut pandang Perjanjian Baru, akan menyatakan tiga pelajaran yang penting berkaitan dengan keselamatan kita. Pelajaran yang pertama adalah, kita harus membuat pilihan antara Allah dan setan. Apabila kita menolak Kristus, maka otomatis kita akan berada di pihak setan. Yesus pernah berkata, “Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku” (Matius 12: 30).

Kedua, pilihan ini merupakan keputusan pribadi. Yosua mengatakan, “Pilihlah … kepada siapa kamu akan beribadah.” Melalui iman kepada Yesus Kristus, kita bisa dilahirkan kembali dan menjadi anak Allah. Tetapi kita sendiri harus mengambil keputusan secara pribadi untuk percaya.

Ketiga, terdapat desakan di dalam seruan ini. “Pilihlah pada hari ini”, bukan bulan depan, bukan seminggu dari hari ini, bukan besok, tetapi hari ini.

Apakah Anda sudah mengambil keputusan yang sangat penting ini? Apakah Anda memercayai Tuhan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat? Jika belum, lakukanlah sekarang! Ingat, pilihan berada di tangan Anda -RWD

2 November 2005

Tabib Agung

Nats : “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat” (Lukas19:8)
Bacaan : Lukas 19:1-10

Dokter dapat mengobati banyak penyakit, baik sakit fisik maupun mental. Tetapi hanya Yesus yang dapat menyebabkan terjadinya kesembuhan yang membuat orang jahat menjadi baik.

Suatu kali seorang psikiater ternama mengakui keterbatasan dirinya dalam percakapannya dengan seorang pendeta Inggris, William Barclay. “Yang dapat dilakukan psikiater,” katanya, “adalah menyingkap pribadi seseorang sampai Anda mendapatkan pribadi yang sesungguhnya; dan jika pribadi manusia itu buruk, tidak ada yang dapat dilakukan terhadapnya. Itulah saatnya bagi Anda untuk turun tangan.” Di kemudian hari Barclay berkomentar, “Saya pikir yang dimaksudnya adalah itu saat bagi Yesus untuk turun tangan.”

Zakheus adalah orang jahat yang memerlukan kesembuhan batin. Sebagai kepala pemungut pajak, ia dapat mengambil apa yang telah dikumpulkan bawahannya. Karena itulah ia menjadi kaya. Rupanya ia telah mendengar tentang Yesus dan sangat ingin menemui-Nya. Karena bertubuh pendek, ia lalu memanjat pohon supaya dapat melihat dari atas kerumunan itu.

Saya yakin Zakheus dipenuhi oleh rasa bersalah ketika Yesus mendongak dan mengatakan bahwa Dia akan mampir ke rumahnya. Selanjutnya, ia berkata kepada Yesus bahwa ia akan memberikan separuh dari kekayaannya kepada orang miskin dan mengembalikan empat kali lipat kepada orang yang telah diperasnya. Yesus kemudian berkata, “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini” (Lukas 19:9). Seketika itu juga Zakheus sembuh secara rohani. Hanya Tabib Agung yang dapat membuat orang jahat menjadi baik -HVL

30 November 2005

Kasih Karunia yang Lebih Besar

Nats : Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus (Roma 3:23,24)
Bacaan : Roma 3:21-30

Pada suatu pagi, ketika cucu kami Julia masih kecil, ia dan neneknya membaca Alkitab bersama. Mereka sampai pada ayat yang sudah sering dibaca, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23).

Tiba-tiba Julia melompat dari sofa dan berlari untuk mengambil Alkitab versi King James yang sudah tua dan banyak coretan, milik ayah saya yang saya simpan di rak kantor saya. Saya pernah menunjukkan Alkitab itu kepadanya pada suatu pagi. “Alkitab ini sangat tua,” saya memberitahunya dengan serius.

Ia memegang Alkitab kuno itu dan berlari kembali menghampiri neneknya, dengan sangat senang ia membuka Roma 3:23, dan membacakannya, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.”

“Ya,” katanya dengan penuh kemenangan, “Alkitab ini juga menyatakan hal yang sama!”

Dosa telah bersama kita sejak dahulu kala dan akan terus bersama kita selama kita hidup di bumi. Tetapi ada yang lebih tua dari dosa-sesuatu yang hidup lebih lama darinya. Menurut penulis pujian Julia Johnston, hal itu adalah “kasih karunia ajaib dari kasih Tuhan kita, anugerah yang melampaui dosa dan kesalahan kita!” Akhir pujian itu berbunyi, “Kasih karunia, kasih karunia, kasih karunia Allah, kasih karunia yang akan mengampuni dan membersihkan hati; kasih karunia, kasih karunia, kasih karunia Allah, kasih karunia yang lebih besar daripada semua dosa kita!”

Apakah pada saat ini Anda telah menerima kasih karunia-Nya?-DHR

13 Desember 2005

Dua Betlehem

Nats : Kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau (Lukas 1:35)
Bacaan : Lukas 1:26-35

Kelahiran Yesus Kristus di dunia ini tidaklah sama seperti kelahiran bayi-bayi yang lain. Kehamilan Maria berasal dari “dunia yang lain”. Malaikat telah berkata kepadanya, “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau” (Lukas 1:35). Bayi yang dikandung oleh Maria berasal dari luar dunia kita. Dan memang sudah seharusnya demikian, karena bayi laki-laki yang dilahirkan Maria adalah Imanuel, yang artinya “Allah menyertai kita” (Yesaya 7:14; Matius 1:23).

Bayi yang lahir di kota Betlehem tersebut berasal dari surga. Allah telah datang ke dunia dalam wujud dan keberadaan anak laki-laki Maria. Dia datang ke dunia dari atas, sehingga inkarnasi-Nya membuat penebusan kita menjadi suatu hal yang memungkinkan untuk dilakukan.

Sekarang renungkanlah hal tersebut. Kelahiran baru kita-regenerasi kita-datang dari luar dunia ini. Yesus pernah mengatakan bahwa kita dilahirkan kembali “dari Roh” (Yohanes 3:3,7,8). Keselamatan kita tidak berasal dari sumber duniawi, namun berasal dari Allah sendiri melalui Yesus dengan pertolongan Roh-Nya. Maka dengan kata lain, hati kita menjadi “kandang Betlehem”, tempat Yesus datang ke dalam dunia. Kita hendaknya membuka pintu kepada-Nya dengan iman, dan Dia akan dilahirkan dalam diri kita oleh Roh Kudus.

Kita memperkenalkan Dia kepada orang lain dengan kuasa-Nya yang ada di dalam diri kita. Dia memengaruhi setiap aspek kehidupan kita. Kita adalah “Betlehem”, tempat Dia masuk ke dalam dunia masa kini -DCE

18 Januari 2006

Dapatkan Intinya!

Nats : Tidak ada seorang pun yang dibenarkan karena melakukan hukum Taurat (Galatia 2:16)
Bacaan : Galatia 2:11-21

Satu hal yang dapat Anda katakan mengenai Paulus adalah ia tidak sungkan mengucapkan kata-kata. Tidak peduli siapa orang yang dihadapi hakim, penguasa, atau rekan sesama rasul, Petrus-Paulus mengatakan apa yang seharusnya dikatakan. Dalam Galatia 2:16, tiga kali ia menegaskan kebenaran yang sama: Tak ada seorang pun yang dibenarkan karena melakukan hukum Taurat.

Hukum Taurat adalah topik pembahasan yang sangat penting pada masa gereja mula-mula karena sebagian besar pengikut Yesus adalah orang Yahudi. Walaupun mereka percaya kepada Yesus, sebagian di antara mereka sama sekali tidak bersedia meninggalkan tindakan yang didasarkan pada hukum Taurat. Saya membayangkan mereka berkata, "Seseorang tidak dapat diselamatkan kecuali ia disunat dan menolak makan makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala. Dan tak seorang Yahudi pun boleh makan bersama-sama dengan orang bukan Yahudi." Namun Paulus berkata dengan tegas bahwa mereka salah. Diperdamaikan dengan Allah adalah hasil dari iman, bukan persyaratan yang ditambahkan gereja atau seseorang.

Sebagai pencipta kebingungan, Setan menemukan segala cara untuk menodai Injil dengan memberi kesan bahwa iman saja tidak cukup. Ia mempermainkan hasrat agar kita memegang kendali dan melakukan sesuatu untuk menyelamatkan kita menambahkan apa saja, mulai dari perpuluhan, selalu ke gereja, gaya berpakaian, hingga pilihan hiburan yang diperbolehkan. Masing-masing ini penting bagi orang percaya, namun tak satu pun penting bagi keselamatan.

Intinya: Keselamatan adalah karena iman --DCE

22 Februari 2006

Tak Bisa Direbut

Nats : Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya (Yohanes 10:28)
Bacaan : Yohanes 10:25-39

Pada pertengahan tahun 1950-an, General Motors (GM) tidak hanya memajang mobil dalam pameran mereka. Pada suatu pameran yang diadakan di kota Miami, GM menampilkan pajangan yang terdiri dari satu juta lembar uang pecahan senilai satu dolar dan Hope Diamond, yaitu berlian biru yang paling besar di dunia.

Pada suatu sore, badai melanda kota tersebut, petir menyambar, dan listrik padam. Para pengemudi truk kemudian bergegas menghampiri pajangan khusus itu sambil membawa lampu senter dan membentuk lingkaran di sekeliling penjaga keamanan bersenjata yang sudah ada di sana. Berlian dan uang tunai itu kini aman dalam penjagaan dua lapis petugas keamanan.

Di dalam kitab Yohanes bab 10, Yesus menjelaskan keamanan umat-Nya: "Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku" (ayat 28). Apabila kita mengenal Yesus sebagai Juru Selamat, kita akan aman dalam tangan-Nya; kita tidak dapat kehilangan keselamatan kita. Akan tetapi, ada lapis keamanan yang lain. Yesus mengatakan, "Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar daripada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa" (ayat 29).

Hope Diamond dan uang tunai yang banyak itu cukup aman dengan dua lapis penjagaan. Namun, betapa kita jauh lebih aman selamanya dalam tangan Yesus dan Bapa-Nya, Allah yang Mahakuasa! --AMC

17 Maret 2006

Ada Saat Dibutuhkan

Nats : Darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari segala dosa (1Yohanes 1:7)
Bacaan : Ibrani 9:11-22

Ketika saya melakukan donor darah beberapa waktu yang lalu, seorang perawat memberikan kepada saya secarik kartu saat darah sedang mengalir dari pembuluh vena saya. Kartu tersebut menunjukkan persentase jumlah orang dengan golongan darah yang berbeda-beda sebagai berikut.

O-Positif 37,4 %
A-Positif 35,7 %
A-Negatif 6,3 %
B-Negatif 1,5 %

Golongan darah yang paling langka, yaitu golongan darah AB-Negatif, hanya ditemukan pada satu dari 167 orang, atau 0,6 % dari jumlah penduduk. Dan pada kartu tersebut tertulis pernyataan yang mencolok mata: "Golongan darah yang paling langka adalah golongan yang tidak ada pada saat sedang dibutuhkan".

Akan tetapi, ada sebuah golongan darah yang senantiasa tersedia bagi orang yang membutuhkannya. Perikop 1Yohanes 1:7 mengatakan, "Darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari segala dosa."

Kematian Kristus -- pencurahan darah-Nya -- telah menggenapkan tuntutan Allah yang kudus sebagai pembayaran atas dosa-dosa kita (Ibrani 9:12,22). Jadi sekarang, setiap kali seseorang memohon dalam iman kepada Allah, bertobat dari dosa dan memohon pengampunan, maka ia akan diselamatkan.

Saya sungguh-sungguh bersyukur karena Yesus rela mati di kayu salib, mencurahkan darah-Nya bagi saya, sehingga pengampunan tersedia saat saya memerlukannya. Apakah Anda juga mengucapkan syukur atas hal itu? --DCE

7 April 2006

"mereka Menolak-ku!"

Nats : Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, aku akan memberi kelegaan kepadamu (Matius 11:28)
Bacaan : Matius 11:20-30

Seorang wanita terjebak di lantai atas dari sebuah bangunan yang terbakar. Api dan asap memenuhi semua jalan keluar. Ketika petugas pemadam kebakaran datang, salah seorang dari mereka menaiki tangga menuju jendela tempat wanita itu berteriak minta tolong. Dengan tangan terjulur, petugas itu menawarkan pertolongan kepadanya. Namun, ketika wanita itu memandang ke bawah dan melihat betapa tingginya tempat itu dari atas tanah, ia menjadi panik dan kembali ke dalam ruangan.

Petugas tersebut meminta wanita itu untuk memercayainya demi keselamatannya sendiri, tetapi permintaan itu tidak dipedulikan. Di tengah ketakutan yang bodoh itu ia justru menjauhi uluran tangan petugas tersebut. Akhirnya, setelah usaha petugas itu tak berhasil sampai ia dipaksa turun, dengan berurai air mata ia berkata, "Saya sudah berusaha melakukan apa saja untuk menyelamatkannya, tetapi ia menolak saya!"

Perkataan itu membuat saya berpikir tentang bahaya rohani yang menghadang begitu banyak manusia. Yesus sangat rindu untuk mengampuni dosa-dosa mereka, tetapi mereka ngotot menolak keselamatan yang ditawarkan-Nya. Dengan menolak memercayai-Nya, mereka sama seperti wanita yang mati sia-sia di tengah nyala api tadi, meski sesungguhnya ia dapat meloloskan diri.

Sahabat, percayalah kepada Tuhan Yesus sekarang juga! Dia mengundang Anda untuk datang kepada-Nya (Matius 11:28). Jangan menjadi orang yang kepadanya Tuhan terpaksa berkata, "Aku sudah berusaha melakukan apa saja untuk menyelamatkannya, tetapi ia menolak-Ku!" --RWD

14 April 2006

Rumah Simbol

Nats : Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan (Ibrani 9:22)
Bacaan : Ibrani 9:11-28

Suatu kali tetangga kami sangat terkejut ketika tiba-tiba ada dua laki-laki muda tak diundang memasuki rumahnya. Ia menjerit-jerit, hingga membuat kedua lelaki itu melarikan diri. Namun demikian, tidak ada seorang pun yang akan menuduh atau menilai tetangga kami itu tidak ramah. Apabila Anda memasuki rumah orang lain, maka sebenarnya Anda telah berada di wilayah peraturan orang tersebut.

Kita kadang-kadang lupa bahwa prinsip yang sama juga berlaku saat kita masuk ke hadirat Allah. Hal ini diperjelas dalam "rumah simbol" Perjanjian Lama yang dikenal sebagai Kemah Suci (Keluaran 25-27). Bangunan dan pengaturan semua perkakas di dalamnya mengajarkan kepada kita bahwa kita dapat datang ke hadirat Allah apabila memenuhi persyaratan-Nya.

Sebagai contoh, renungkanlah mezbah korban bakaran yang terbuat dari tembaga (27:1-8). Tembaga di Kitab Suci melambangkan penghakiman Allah atas dosa. Penyembelihan domba dan kambing di atas mezbah melambangkan akibat dosa. Kematian hewan-hewan tidak bercela yang tanpa belas kasihan itu menunjukkan pengganti yang akan segera datang, yakni "Anak Domba Allah" yang tidak berdosa. Ketika Yesus mati di atas kayu salib di Kalvari, pengurbanan-Nya lebih dari cukup untuk menebus dosa semua manusia (Yohanes 1:29). Satu-satunya cara untuk mendekati Allah adalah dengan memenuhi persyaratan-Nya. Kita harus menerima pengampunan yang ditawarkan-Nya melalui Kristus.

Sudahkah Anda menerima Yesus, Anak Domba Allah, sebagai Juru Selamat Anda dari dosa? --MRD

17 April 2006

Dua Taman

Nats : Tuhan Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; di situlah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu (Kejadian 2:8)
Bacaan : Yohanes 18:1-11

Ada dua taman terkenal yang disebutkan dalam Alkitab. Kedua taman itu adalah Taman Eden dan Taman Getsemani. Allah menempatkan manusia pertama, Adam, di Taman Eden. Sedangkan Yesus masuk ke dalam Taman Getsemani untuk mengembalikan apa yang telah hilang dari manusia pertama.

Adam pertama telah jatuh ke dalam dosa di taman itu; Adam terakhir memikul dosa yang dilakukan Adam pertama. Taman Eden memiliki pohon kehidupan yang dapat dinikmati selamanya andai saja manusia tidak merusak persekutuan yang terjalin dengan Allah. Taman Getsemani merupakan sebuah langkah menuju pohon kematian (Kisah 5:30; 1Petrus 2:24). Karena pelanggarannya, Adam kehilangan haknya atas pohon kehidupan itu dan pelanggarannya tersebut membawa kematian bagi seluruh umat manusia. Dia yang tergantung di kayu salib di Kalvari mengalahkan maut dan dengan kebangkitan-Nya yang agung Dia mengembalikan pohon kehidupan kepada semua orang percaya.

Taman tempat Adam jatuh ke dalam dosa telah musnah dari bumi ini. Akan tetapi, akan tiba hari yang indah tatkala Dia yang telah menderita seorang diri di Getsemani akan mengembalikan semuanya itu. Kutukan akan diangkat dari muka bumi, beragam binatang akan menjadi jinak kembali (Yesaya 11:6-8), padang belantara akan sirna (Yesaya 35:6), bumi akan memberi hasil yang berkelimpahan (Amos 9:13), dan Yesus akan berada di bumi ini untuk memberkati umat-Nya secara pribadi (Wahyu 21:3).

Apa yang terenggut dari Adam akan dikembalikan oleh Yesus --MRD

16 Mei 2006

Berjalan dengan Gagah

Nats : Aku telah mematahkan kayu kuk yang di atasmu dan membuat kamu berjalan tegak (Imamat 26:13)
Bacaan : Imamat 26:3,12-16

Selama saya mengikuti latihan dasar di angkatan darat, berminggu-minggu lamanya sersan pelatih kami bekerja sangat keras untuk mengubah kami; dari sekelompok orang-orang sipil yang lemah, menjadi satu regu tentara yang berjalan tegak dan gagah. Jelas itu bukan tugas yang mudah. Namun ketika akhirnya ia berkata, "Kalian hebat!" kami sungguh merasa bangga akan diri kami dan perubahan yang terjadi dalam diri kami.

Pengalaman ini terlintas kembali di benak saya ketika membaca ayat Imamat 26:13, "Akulah Tuhan, Allahmu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya kamu jangan lagi menjadi budak mereka. Aku telah mematahkan kayu kuk yang di atasmu dan membuat kamu berjalan tegak." Setelah selama 400 tahun menjadi budak dan harus bekerja keras, rakyat Israel merasa sangat tertekan dan putus asa. Namun di bawah pimpinan Musa, Allah membawa mereka keluar dari perbudakan Mesir dan memimpin mereka ke jalan yang mengarah pada kehidupan baru yang sungguh bebas merdeka melalui ketaatan kepada-Nya.

Hal ini dengan jelas mengingatkan kita pada apa yang telah Allah lakukan bagi kita melalui Yesus Kristus. Paulus menulis: "Berdirilah teguh ... dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan" (Galatia 5:1).

Kita tidak perlu ditundukkan bersama dosa-dosa kita. Saat kita memeluk kebebasan karena pembenaran melalui iman kepada Yesus Kristus, kita dapat menegakkan kepala dan terus berjalan dengan gagah --DCM

14 Juni 2006

Siapakah Anda?

Nats : Inilah tandanya bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya (1Yohanes 2:3)
Bacaan : 1Yohanes 2:1-11

Pencurian identitas merupakan persoalan besar di era kartu kredit dan internet sekarang ini. Orang tidak sulit memperoleh informasi penting mengenai Anda dan berpura-pura menjadi diri Anda. Namun, jika ini sampai terjadi, hal itu sebenarnya tidak akan mengubah esensi Anda. Sang pencuri tidak akan mencuri identitas Anda yang sebenarnya -- hanya beberapa informasi dangkal mengenai Anda.

Identitas yang Anda miliki jauh lebih dalam daripada nomor identitas Anda. Pada kenyataannya, Anda adalah pribadi seperti yang dikatakan Allah kepada Anda. Tidak ada hal yang benar-benar berarti kecuali status Anda sebagai anak Allah. Hanya itu yang menentukan hidup Anda di dalam kekekalan, dan hanya itu yang menentukan apakah Anda dapat hidup di dalam kepenuhan atau tidak.

Dalam 1Yohanes 2, ada tiga penentu identitas -- kebenaran yang menyatakan apakah kita adalah anak-anak Allah:

o Kita tahu bahwa kita telah mengenal Tuhan jika kita menuruti perintah-perintah-Nya (ayat 3).

o Barang siapa mengatakan ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Yesus telah hidup (ayat 6).

o Barang siapa mengatakan bahwa ia ada "di dalam terang" tidak akan membenci orang lain (ayat 9).

Jadi siapakah Anda? Apakah Anda mengenal Yesus? Jika demikian, Anda akan menaati perintah-perintah-Nya, menjalani hidup sama seperti Dia telah hidup, dan mengasihi orang lain. Tidak ada seorang pun yang dapat mencuri identitas tersebut dari diri Anda --JDB

20 Oktober 2007

Berlari Sia-sia

Nats : Tidak ada keselamatan di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan (Kisah 4:12)
Bacaan : Roma 4:1-17

Saat teman saya, Roger Weber, memulai perlombaan Maraton Chicago 2006 yang diikutinya, ia melihat sesuatu di tanah. Rupanya, itu adalah chip seorang pelari, yaitu alat yang dipasang oleh setiap pelari di sepatunya untuk mencatat kemajuan mereka saat melewati berbagai stasiun pencatat waktu di sepanjang perlombaan. Sepertinya, seorang pelari yang malang akan berlari sepanjang 4,5 kilometer berikutnya tanpa ada bukti kemajuan yang tercatat.

Itu sama artinya, pelari tersebut tidak mengikuti perlombaan. Tak akan ada catatan mengenai keikutsertaannya. Meskipun ia menyelesaikan perlombaan dengan memecahkan rekor waktu, hal itu tidak akan ada artinya. Para pengatur perlombaan telah menetapkan peraturan, dan betapapun cepatnya seseorang berlari, jika mereka berkata bahwa pelari itu tidak memenuhi persyaratan, maka ia tidak memenuhi persyaratan.

Seperti itulah kurang lebih halnya dengan kita semua. Kita dapat berlari dalam perlombaan yang sepertinya baik dengan melakukan hal-hal baik bagi orang lain dan menaati berbagai peraturan. Akan tetapi, saat kita tiba di garis akhir, yaitu surga, maka kita akan didiskualifikasi dan tidak diperbolehkan masuk karena kita belum memastikan bahwa nama kita tercatat di Buku Kehidupan Anak Domba dengan menaruh iman kita kepada Yesus sebagai Juru Selamat.

Yesus berkata, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14:6). Apakah Anda sudah percaya kepada Yesus? Jika belum, maka Anda sedang berlari dengan sia-sia --JDB

31 Mei 2008

Sambutan Besar

Nats : Siapa yang menang .... Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya (Wahyu 3:5)
Bacaan : Wahyu 3:1-6

Ketika tsunami menerpa Aceh, seorang siswa SD bernama Martunis sedang asyik bermain sepakbola bersama teman-temannya dengan kostum kebesaran tim sepakbola Portugal. Ia terseret ke laut lepas, namun selama beberapa hari ia bertahan hidup terapung-apung melawan ombak, sengatan matahari, serta dinginnya angin dan air laut. Ia bertahan dengan memungut sisa mi instan dan air kemasan dari hamparan sampah di tengah laut. Beruntung sebuah kapal menyelamatkannya. Dan segera berbagai stasiun televisi dan surat kabar Portugal, Eropa, dan Indonesia, berkali-kali memunculkan wajah dan kisahnya yang menggemparkan dunia sepakbola Eropa.

Martunis diundang ke pertandingan sepakbola antarklub di Spanyol untuk menyemangati kesebelasan Portugal yang dikaguminya. Di sana Martunis dipanggil ke tengah lapangan dan disambut bak pahlawan oleh para pemain sepakbola Portugal kaliber dunia. Semua yang hadir pun berdiri dan bertepuk tangan. Martunis diberi kaos kebesaran kesebelasan Portugal yang baru, dipeluk pelatih dan para pemain, dielu-elukan para penonton, serta dihujani banyak hadiah!

Serupa dengan itu, demikian pula suasana yang kelak akan dialami setiap orang yang menang, yang setia mengikut Kristus sampai akhir hidupnya (ayat 5). Saat sangkakala terakhir berbunyi, Kristus yang bagai pengantin laki-laki diiringi para malaikat yang tak henti memuji nama-Nya, akan datang dalam kemuliaan-Nya untuk menyambut kita. Dan kita akan mengenakan "kostum favorit" surga, yakni jubah putih kesucian dan kesempurnaan surgawi. Anda rindu mengalaminya? Setialah sampai akhir -SST

9 Juni 2008

Layang-layang

Nats : Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah .... (Mazmur 46:3)
Bacaan : Mazmur 46

Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa layang-layang bisa terbang? Karena ada angin dan ia berani melawan angin itu! Ya, angin membawa layang-layang naik hingga tinggi ke awan. Dan hanya dengan berani melawan angin, maka layang-layang itu bisa terus terbang dengan terarah. Layang-layang yang mengikuti arah angin adalah layang-layang yang putus, dan akan jatuh.

Kadang kita begitu takut saat angin pencobaan datang menerpa (ayat 3,4,7). Kalau boleh meminta, kita tidak berharap mengalami masalah, kesulitan, dan tekanan hidup. Sebaliknya, kita ingin jalan kita lurus dan mulus seperti jalan tol. Namun, bukankah kekristenan seperti itu hanya akan membuat kita tidak dewasa dalam Tuhan?

Bila hidup dihadapkan pada situasi atau keadaan yang sangat menakutkan, tak ada jalan lain kecuali harus memilih. Apakah kita akan seperti layang-layang yang berani melawan angin, atau mengikuti arus angin saja? Memang yang kedua lebih mudah. Ya, lebih mudah bagi kita untuk menyerah dalam situasi sulit. Namun, hari ini Tuhan ingin kita bertindak seperti pahlawan yang tak kenal menyerah saat dihadapkan pada pencobaan.

Janganlah takut jika hari ini angin yang sepoi-sepoi tiba-tiba menjadi badai. Tetaplah kuat di dalam Tuhan dan yakinlah bahwa bersama Tuhan kita akan cakap menanggung segala perkara (ayat 8,12). Bahkan kita akan mengalami perkara-perkara yang luar biasa bersama Tuhan. Jangan buru-buru menyalahkan angin besar yang menerpa layang-layang kita, sebab kita justru akan segera melihat awan, langit indah, dan pemandangan menakjubkan —PK

30 Juni 2008

Terbiasa Dalam Gelap

Nats : Jika kita katakan bahwa kita mempunyai persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan tidak melakukan kebenaran (1Yohanes 1:6)
Bacaan : Efesus 5:1-14

Mata kita memang luar biasa. Perhatikan apa yang terjadi jika listrik di sekitar kita mendadak mati. Ruangan yang terang dan semua terlihat jelas oleh mata, tiba-tiba menjadi gelap dan tak terlihat. Sesaat, kita tidak bisa melihat apa pun. Namun, mata kita berangsur-angsur menyesuaikan diri. Lima menit kemudian, kita bisa melihat bayangan benda secara samar dengan bantuan cahaya minim dari luar. Tiga puluh menit kemudian, mata kita akan beradaptasi penuh. Ia menjadi sejuta kali lebih sensitif dibanding jika berada di tempat terang. Akibatnya, kita menjadi terbiasa melihat di dalam gelap.

Paulus menegaskan pada jemaat di Efesus untuk bersikap ekstra hati-hati terhadap kebiasaan berbuat dosa. Percabulan dan keserakahan, misalnya, bukan hanya dilarang. Disebut saja jangan (ayat 3)! Bahkan jika perlu, Paulus meminta mereka berhenti berkawan dengan orang yang suka hidup dalam kegelapan (ayat 7). Mengapa begitu ekstrem? Karena dosa harus dihindari sejak dini. Jika ditolerir, lambat laun orang akan terbiasa berjalan dalam kegelapan. Dosa yang lama dibiarkan membuat pelakunya tak lagi merasa bersalah, malah menjadi betah. Umat menjadi lebih sensitif pada dosa ketimbang kepada Tuhan. Untuk itu, Paulus mengajak mereka hidup "sebagai anak terang". Artinya, terus membuka hati dan mengarahkannya pada Tuhan, sehingga kegelapan sirna.

Orang sering berprinsip "coba sedikit saja tidak mengapa". Ini tidak benar, karena kebiasaan berdosa selalu bermula dari yang sedikit. Lagipula terang dan gelap tak dapat bercampur. Di mana terang hadir, kegelapan kabur. Jika benar kita anak-anak terang, jangan beri tempat sedikit pun pada kegelapan —JTI



TIP #31: Tutup popup dengan arahkan mouse keluar dari popup. Tutup sticky dengan menekan ikon . [SEMUA]
dibuat dalam 0.27 detik
dipersembahkan oleh YLSA