kecilkan semua
Teks -- Wahyu 17:16 (TB)

Paralel
Ref. Silang (TSK)
Ref. Silang (FULL)
ITL
Nama Orang, Nama Tempat, Topik/Tema Kamus



kecilkan semuaTafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per frasa)
Full Life -> Why 17:16
Full Life: Why 17:16 - AKAN MEMBENCI PELACUR ITU.
Nas : Wahy 17:16
Pada suatu waktu tertentu selama masa pemerintahan antikristus,
pelacur itu
(lihat cat. --> Wahy 17:1)
[atau r...
Nas : Wahy 17:16
Pada suatu waktu tertentu selama masa pemerintahan antikristus, pelacur itu
(lihat cat. --> Wahy 17:1)
[atau ref. Wahy 17:1]
akan dibenci oleh antikristus dan para pendukungnya, dan mereka akan sama sekali membinasakan dia dan lembaga-lembaganya. Ini adalah hukuman Allah terhadap sistem agama dunia yang menolak kebenaran Allah di dalam Kristus. Barangkali ini akan terjadi pada pertengahan masa tujuh tahun kesengsaraan itu, ketika binatang itu menyatakan dirinya sebagai allah dan menuntut semua orang untuk menyembahnya (Wahy 13:8,15; bd. Dan 9:27; Dan 11:36-38;
lihat art. KESENGSARAAN BESAR; dan
lihat art. ZAMAN ANTIKRISTUS).
Jerusalem -> Why 17:1-18; Why 17:8-18
Bagian ini memang sukar dimengerti secara terperinci, Wah 16:9.

Jerusalem: Why 17:8-18 - -- Dalam lambang binatang itu dapat dibedakan dua arti yang berlainan, Wah 17:8-9,15-18, dan Wah 17:10,12-14. Perempuan yang menunggangi binatang itu men...
Dalam lambang binatang itu dapat dibedakan dua arti yang berlainan, Wah 17:8-9,15-18, dan Wah 17:10,12-14. Perempuan yang menunggangi binatang itu menyangka diri berkuasa, tetapi menuju ke pembinasaannya.
Ende -> Why 17:16
Ende: Why 17:16 - -- Para pengikut dan kakitangan "binatang" dan para pentjinta wanita (Roma) itu
achirnja berbalik mendjadi pembentji mereka dan turut memusnahkannja. Hal...
Para pengikut dan kakitangan "binatang" dan para pentjinta wanita (Roma) itu achirnja berbalik mendjadi pembentji mereka dan turut memusnahkannja. Hal ini djuga termasuk penjelenggaraan Allah (Wah 17:17).
Ref. Silang FULL -> Why 17:16
Ref. Silang FULL: Why 17:16 - kesepuluh tanduk // membenci pelacur // menjadi sunyi // dan telanjang // memakan dagingnya // dengan api · kesepuluh tanduk: Wahy 12:3; Wahy 12:3
· membenci pelacur: Wahy 17:1
· menjadi sunyi: Wahy 18:17,19
· dan telanjang: Yeh...
· kesepuluh tanduk: Wahy 12:3; [Lihat FULL. Wahy 12:3]
· membenci pelacur: Wahy 17:1
· menjadi sunyi: Wahy 18:17,19
· dan telanjang: Yeh 16:37,39
· memakan dagingnya: Wahy 19:18
· dengan api: Wahy 18:8
Defender (ID) -> Why 17:16
Defender (ID): Why 17:16 - akan membenci pelacur Pelacur besar adalah Rahasia Babilonia, mantan sekutu Babilonia politik. Dia telah menggabungkan semua agama anti-Kristen dan pseudo-Kristen di bawah ...
Pelacur besar adalah Rahasia Babilonia, mantan sekutu Babilonia politik. Dia telah menggabungkan semua agama anti-Kristen dan pseudo-Kristen di bawah kendalinya, dan mungkin juga semua sistem pendidikan, budaya, dan sosiologi, dalam suatu sinkretisme pseudo-agama yang luas yang dirancang untuk mempromosikan penyembahan terhadap binatang dan Satan sebagai dewa dunia ini. Namun, setelah itu tercapai, kekuatan politik tidak akan lagi membutuhkan dirinya dan akan mengklaim semua kekayaannya yang luas untuk diri mereka sendiri, menghancurkan segala sesuatu yang tidak dapat mereka gunakan.

kecilkan semuaTafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per Ayat)
Hagelberg: Why 17:16 - -- 17:16 Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu serta binatang itu akan membenci pelacur itu dan mereka akan membuat dia menjadi sunyi dan telanjan...
17:16 Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu serta binatang itu akan membenci pelacur itu dan mereka akan membuat dia menjadi sunyi dan telanjang, dan mereka akan memakan dagingnya dan membakarnya dengan api.
Dalam Kitab Wahyu kejahatan memunculkan dirinya dalam dua bentuk, yaitu Anti-Kristus beserta raja-raja yang bersekutu dengan dia, dan Kota Babel beserta raja-raja yang "berbuat cabul" dengan Babel. Anti-Kristus memakai kekerasan untuk mengancam dan menakut-nakuti, supaya manusia menyembah dia, sedangkan Babel memakai daya tarik dosa seks dan materialisme untuk memikat kita. Umat Allah harus waspada terhadap kedua pendekatan Iblis tersebut. Pendekatan Anti-Kristus dapat diperangi dengan kesadaran dan iman bahwa Kristus sudah mengalahkan dan menjinakkan maut. Pendekatan Babel dapat diperangi dengan kesadaran bahwa dosa Babel itu keji dan sesaat.
Hubungan antara Babel dan kuasa politik yang dimiliki Anti-Kristus tidak begitu nyata tertulis dalam Kitab Wahyu. Dalam pasal 17:3, Babel "duduk di atas seekor binatang", dia duduk di atas Anti-Kristus, tetapi dalam ayat ini kesepuluh raja yang telah memihak pada Anti-Kristus membenci pelacur itu, bahkan mereka membakarnya dengan api. Dalam ayat ini yang jahat menghancurkan yang jahat. Tidak ada kesatuan yang mantap dalam kejahatan, lebih-lebih menuju akhir zaman, demikian menurut Yehezkiel 38:21 dan Zakharia 14:13.
Dalam Imamat 21:9 anak perempuan yang menjadi pelacur "harus dibakar dengan api".
Dalam Wahyu pasal 17 ditekankan sifat Babel, bukan kehancurannya. Dalam pasal 18 kehancuran dan sifatnya sama-sama ditekankan.

Hagelberg: Why 17:1-18 - -- 4. Babel Dikiaskan sebagai Pelacur (17:1-18)
Sebagian dari hukuman cawan yang ketujuh, yaitu hukuman atas Babel, diuraikan lebih lanjut dalam pasal 17...
4. Babel Dikiaskan sebagai Pelacur (17:1-18)
Sebagian dari hukuman cawan yang ketujuh, yaitu hukuman atas Babel, diuraikan lebih lanjut dalam pasal 17-18.
Identitas Babel menjadi pokok penafsiran yang menonjol dalam pasal 17:1-19:10. Apakah Babel adalah seorang perempuan, sebuah kota, sebuah kerajaan, sebuah sistem atau budaya? Apa hubungan antara Babel dalam pasal 17 dan Babel dalam pasal 18? Untuk menjawab dua pertanyaan tersebut, kita harus mengamati unsur-unsur yang dapat dibanding-kan antara Babel dalam pasal 17 dan Babel dalam pasal 18, seperti yang tertera dalam ayat-ayat berikut ini:
· percabulan dengan raja di bumi 17:2 dan 18:3
· sebutan "kota besar" 17:18 dan 18:16
· kekayaan 17:4 dan 18:12-13
· darah orang-orang kudus 17:6 dan 18:24
· pakaian yang mewah 17:4 dan 18:16
· cawan 17:4 dan 18:6
· dimusnahkan dengan api 17:16 dan 18:8
· dimusnahkan atas kehendak Allah 17:17 dan 18:5, 8
Jadi, banyak sekali persamaan antara "kedua" Babel ini. Hubungan antara Babel pasal 17 dan Babel pasal 18 menjadi lebih jelas kalau kita melihat peralihan antara pasal 17 dan pasal 18, yaitu penjelasan seorang malaikat: "Dan perempuan yang telah kaulihat itu, adalah kota besar yang memerintah atas raja-raja di bumi" (pasal 17:18). Sesudah malaikat itu menunjukkan perempuan itu sebagai Kota Babel, kemudian ia mengisahkan jatuhnya Kota Babel serta dukacita para pedagang.
Rupanya Babel dalam pasal 17 dan Babel dalam pasal 18 adalah satu. Pasal 17 memakai gaya apokaliptik sehingga Babel dilukiskan sebagai pelacur yang menjijikkan, dan dinyatakan begitu buruk rohaninya. Dalam pasal 18, Babel yang sama dipandang dari sudut pedagang-pedagang di bumi, dinyatakan sebagai kota besar dan kaya, yang jatuh secara tiba-tiba.
Jadi Babel itu satu, baik dipandang sebagai pelacur atau sebagai kota, hanya ada satu Babel dalam Kitab Wahyu. Tetapi masih harus dipertim-bangkan, apakah Babel itu merupakan kota, atau kota itu pun hanya merupakan lambang?
Salah satu prinsip penafsiran yang akurat berkata demikian,"Tafsirkan dengan arti biasa, arti harfiah, kecuali arti itu tidak masuk akal." Babel disebut "kota" dalam pasal 17:18; 18:10, 16, 18, 19, dan 21. Berdasarkan fakta-fakta tersebut maka haruslah ada alasan yang kuat untuk menolak tafsiran harfiah.
Dalam pasal 17:16 dan 18:8 Babel dibakar dengan api, dan dalam pasal 18:9-19 raja-raja dan pedagang-pedagang di bumi melihat "asap api yang membakarnya". Pengamatan ini sesuai dengan tafsiran harfiah.
Mungkin Babel adalah sebuah kota jasmani, tetapi bukan sebuah kota yang biasa. Dalam pasal 17:18 seorang malaikat berkata, "Dan perempuan yang telah kaulihat itu, adalah kota besar yang memerintah atas raja-raja di bumi." Kuasa Babel luar biasa, dan pengaruhnya sangatlah luas dan buruk.
Dalam Yesaya 47:7-10, Babel yang sebenarnya digambarkan sebagai wanita yang sombong, maka menggambarkan sebuah kota sebagai seorang wanita tidaklah aneh di dalam Alkitab.
Tetapi ada suatu kesulitan dengan tafsiran harfiah. Kalau Babel hanya merupakan sebuah kota saja, mengapa pedagang-pedagang di bumi merasa bahwa "tidak ada orang lagi yang membeli barang-barang mereka" (pasal 18:11)? Tanggapan ini cukup kuat untuk menyatakan, bahwa Babel melambangkan sebuah kerajaan yang luas, ataupun suatu sistem perdagangan dunia. Tetapi apakah tanggapan ini masuk akal kalau Babel hanya satu kota saja?
Sebenarnya tanggapan tersebut masuk akal kalau Babel adalah sebuah kota yang memiliki pengaruh dan perdagangan yang luas. Barang dagangan mereka adalah barang-barang yang sangat mewah dan mahal. Kalau sebuah "kota kunci" jatuh, maka pasaran di seluruh bumi dapat ikut jatuh juga. Kalau kota yang besar hancur, tentu kota-kota yang lain akan penuh dengan ketakutan, karena mereka akan ikut hancur. Oleh karena itu kota-kota lain tidak akan membeli barang-barang yang mewah, sehingga pedagang-pedagang di bumi rugi besar. Dengan sendirinya pasaran mereka ikut hancur.
Mungkin nama Babel merupakan nama samaran, dan nama yang sebenarnya bagi kota itu tetap dirahasiakan dalam Kitab Wahyu. Ada penafsir yang berkata bahwa sebutan Babel menunjuk pada Kota Roma, karena Kota Roma terletak di atas tujuh gunung (pasal 17:9). Penafsir yang lain berkata bahwa Kota Babel yang dikisahkan dalam Perjanjian Lama harus dibangun kembali, sesuai dengan nubuatan dalam Yesaya 13:19-22 dan Yeremia 50-51, sehingga Kitab Wahyu pasal 17-18 berkisah tentang Babel yang dipulihkan kembali tersebut.
Ada juga satu kemungkinan lain. Walaupun penulis segan mempertimbangkan berita masa kini untuk mengartikan Firman Tuhan, tetapi dalam era globalisasi ini haruslah diakui bahwa mungkin kota-kota yang sudah mengalami globalisasi, yaitu kota-kota yang semakin mewah dan amoral, disebut "Babel" dalam Kitab Wahyu. Kalau begitu, maka istilah "Babel" menunjuk bukan pada satu kota yang identitasnya masih samar-samar, tetapi pada semua kota modern di bumi, seperti Hollywood, Hong Kong, San Fransisco, Shanghai, dan sebagainya!
Identitas Kota Babel sulit dipastikan, namun demikian garis besar berikut ini sangat menolong kita untuk dapat memahaminya secara jelas:
Pasal 16:19b Babel dihukum.
Pasal 17 Jatuhnya Babel dipandang sebagai rahasia apokaliptik yang dinyatakan.
Pasal 18 Jatuhnya Babel dipandang dari bumi.
Pasal 19:1-6 Tanggapan surga mengenai jatuhnya Babel.
