kecilkan semua  

Teks -- Titus 1:16 (TB)

Tampilkan Strong
Konteks
1:16 Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.
Paralel   Ref. Silang (TSK)   Ref. Silang (FULL)   ITL  

Nama Orang, Nama Tempat, Topik/Tema Kamus

Topik/Tema Kamus: Taat, Ketidaktaatan Kepada Allah | Sifat Orang Fasik | Kenal, Tidak Mengenal Allah | Buat, Perbuatan Baik | selebihnya
Daftar Isi

Catatan Kata/Frasa
Full Life , Ref. Silang FULL

Catatan Kata/Frasa
Wycliffe

Catatan Rentang Ayat
Matthew Henry , SH , Utley , Topik Teologia

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per frasa)

Full Life: Tit 1:16 - MEREKA MENGAKU ... MEREKA MENYANGKAL. Nas : Tit 1:16 Salah satu kebencian dalam pandangan Allah adalah mengaku percaya kepada Kristus dan pengharapan akan hidup yang kekal (ayat Tit 1:2...

Nas : Tit 1:16

Salah satu kebencian dalam pandangan Allah adalah mengaku percaya kepada Kristus dan pengharapan akan hidup yang kekal (ayat Tit 1:2), padahal pada saat yang bersamaan hidup tidak taat kepada-Nya dan Firman-Nya (bd. Luk 6:46; Yoh 14:12; 15:10-14; 1Yoh 2:4).

Ref. Silang FULL: Tit 1:16 - menyangkal Dia // yang baik · menyangkal Dia: Yer 5:2; 12:2; 1Yoh 2:4 · yang baik: Hos 8:2,3

· menyangkal Dia: Yer 5:2; 12:2; 1Yoh 2:4

· yang baik: Hos 8:2,3

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per Ayat)

Wycliffe: Tit 1:10-16 - -- 2) Para Penatua Diperlukan untuk Memerangi Kesalahan (1:10-16). Sebagaimana dikemukakan dalam ayat 9 doktrin harus diterapkan secara ganda: menasihat...

2) Para Penatua Diperlukan untuk Memerangi Kesalahan (1:10-16).

Sebagaimana dikemukakan dalam ayat 9 doktrin harus diterapkan secara ganda: menasihati dan menginsafkan - mengajar orang percaya dan menginsafkan para penentang. 10. Tidak tertib. Dipakai di sini, di 1:6 dan di I Timotius 1:9. Yang dimaksudkan ialah dengan sengaja tidak percaya dan menolak kebenaran. Omongan yang sia-sia dan menyesatkan pikiran (bandingkan dengan kata kerja yang berkaitan di Gal. 6:3). Di dalam Perjanjian Baru hanya dipakai di sini. Hukum sunat. Golongan Yahudi yang tidak percaya tampaknya makin menentang kebenaran. Beberapa waktu kemudian Yohanes berbicara tentang orang-orang Yahudi yang adalah dari "jemaah Iblis" (Why. 2:9; 3:9). 11. Harus ditutup mulutnya. Tujuan utama dari berjuang bagi iman (apologetika) ialah menasihati dan menginsafkan. Bukti harus disajikan sedemikian rupa sehingga para penentang itu setidak-tidaknya dibuat tidak berkutik untuk berdalih. Di Kreta situasi dibuat makin parah oleh golongan Yudaisme dan guru palsu lainnya yang merusak rumah tangga secara keseluruhan karena keinginan mereka untuk memperoleh pengikut dan keuntungan keuangan.

Wycliffe: Tit 1:16 - Mengaku // Tidak sanggup berbuat ... baik 16. Mengaku (bdg. II Tim. 3:5). Kelakuan seseorang merupakan bukti menentukan dari keadaan hatinya (Mat. 7:20; I Yoh. 4:20). Tidak sanggup berbuat ......

16. Mengaku (bdg. II Tim. 3:5). Kelakuan seseorang merupakan bukti menentukan dari keadaan hatinya (Mat. 7:20; I Yoh. 4:20). Tidak sanggup berbuat ... baik. Tidak layak untuk melakukan perbuatan baik apa pun.

buka semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Rentang Ayat

Matthew Henry: Tit 1:6-16 - Persyaratan Seorang Penilik Jemaat; Perlunya Teguran yang Tegas Persyaratan Seorang Penilik Jemaat; Perlunya Teguran yang Tegas (1:6-16) Di sini Rasul Paulus memberikan arahan kepada Titus mengenai penahbisan. I...

SH: Tit 1:10-16 - Hati-hati! Ada pengajar sesat! (Senin 8 September 2008) Hati-hati! Ada pengajar sesat! Musuh dalam selimut", begitulah sebutan yang tepat bagi para pengajar sesat yang Paulus sebutkan. Mengapa demikian...

SH: Tit 1:11-16 - Tetapkan satu pilihan. (Kamis, 27 September 2001) Tetapkan satu pilihan. Alexander Agung yang sangat terkenal keberaniannya itu konon mempunyai seorang prajurit yang bernama sama tetapi berbeda sikap...

Utley: Tit 1:10-16 - --NASKAH TERJEMAHAN BARU: Tit 1:10-1610 Karena sudah banyak orang hidup tidak tertib, terutama di antara mereka yang berpegang pada hukum sunat. Dengan ...

buka semua
Pendahuluan / Garis Besar

Full Life: Titus (Pendahuluan Kitab) Penulis : Paulus Tema : Ajaran yang Benar dan Kebajikan Tanggal Penulisan: Sekitar 65-66 M Latar Belakang Seperti halnya 1 dan...

Full Life: Titus (Garis Besar) Garis Besar Pendahuluan (Tit 1:1-4) I. Pengarahan Mengenai Penugasan Penatua (Tit 1:5-9) A. Tetapkan Penatua di T...

Matthew Henry: Titus (Pendahuluan Kitab) Surat Paulus kepada Titus ini pada sifatnya sangat menyerupai surat-surat yang ditujukan kepada Timotius. Kedua orang ini sama-sama dipertobatka...

Jerusalem: Titus (Pendahuluan Kitab) SURAT-SURAT PAULUS PENGANTAR Kronologi kehidupan Paulus Dengan menggunakan Kisah Para Rasul dan surat-surat Paulus, maka tokoh ini lebih kita kenal da...

Ende: Titus (Pendahuluan Kitab) SURAT RASUL PAULUS KEPADA TITUS KATA PENGANTAR Tentang pribadi Titus Titus tidak banjak kita bertemu namanja dalam Kitab Kudus, dan hanja dalam surat-...

Wycliffe: Titus (Pendahuluan Kitab) PENDAHULUAN TITUS LIHAT PENDAHULUAN I TIMOTIUS

Wycliffe: Titus (Garis Besar) GARIS BESAR TITUS I. Salam (1:1-4) II. Tugas Titus: Menertibkan Keadaan (1:5 - 3:11) A. Penetapan dan Kebutuhan Akan Penatua Pe...

BIS: Titus (Pendahuluan Kitab) SURAT PAULUS KEPADA TITUS PENGANTAR Titus adalah seorang bukan Yahudi yang sudah masuk agama Kristen lalu menjadi teman sekerja dan pembantu Paulus

SURAT PAULUS KEPADA TITUS

PENGANTAR

Titus adalah seorang bukan Yahudi yang sudah masuk agama Kristen lalu menjadi teman sekerja dan pembantu Paulus dalam pekerjaannya. Surat ini ditujukan kepada Titus yang pada waktu itu berada di Kreta karena telah ditinggalkan di sana oleh Paulus untuk mengurus jemaat di sana. Ada tiga hal yang dikemukakan di dalam surat ini.

Pertama, Titus diingatkan mengenai sifat-sifat orang yang boleh menjadi pemimpin jemaat. Hal itu dikemukakan terutama karena kelakuan orang-orang di Kreta banyak yang jahat. Kedua, Titus dinasihati mengenai bagaimana seharusnya ia mengajar setiap golongan orang yang menjadi anggota jemaat itu, yaitu golongan laki-laki dan wanita yang sudah tua (yang seharusnya mengajar pula orang-orang yang lebih muda dari mereka), golongan orang-orang muda, dan golongan hamba-hamba. Akhirnya Titus diajar mengenai bagaimana seharusnya kelakuan orang Kristen. Yang paling penting ialah bahwa orang Kristen harus peramah dan suka damai, jangan membenci orang, jangan suka bertengkar atau menimbulkan perpecahan.

Isi

  1.  Pendahuluan
    Tit 1:1-4
  2.  Pemimpin-pemimpin jemaat
    Tit 1:5-16
  3.  Kewajiban pelbagai golongan orang di dalam jemaat
    Tit 2:1-15
  4.  Nasihat dan peringatan
    Tit 3:1-11
  5.  Penutup
    Tit 3:12-15

Ajaran: Titus (Pendahuluan Kitab) Tujuan Supaya orang-orang Kristen mengerti arti dan isi pengajaran Kitab Titus, sehingga mereka melakukannya di dalam kehidupan sehari-hari. Pendah

Tujuan

Supaya orang-orang Kristen mengerti arti dan isi pengajaran Kitab Titus, sehingga mereka melakukannya di dalam kehidupan sehari-hari.

Pendahuluan

Penulis : Rasul Paulus.

Tahun : Sekitar tahun 65 Masehi.

Penerima : Titus (Tit 1:4). (Dan juga setiap orang Kristen). Di daerah Kreta ini, perkembangan Injil terancam oleh orang-orang yang tidak tertib hidupnya. Dengan omongan-omongan yang sia-sia mereka mau menyesatkan pikiran orang Kristen (Tit 1:10), yaitu dengan ajaran-ajaran tentang penyunatan, yang sebenarnya tidak ada artinya sedikitpun di dalam keselamatan.

Isi Kitab: Kitab Titus terbagi atas 3 pasal. Di dalam Kitab ini kita dapat melihat pengajaran Rasul Paulus dalam memperbaiki kehidupan jemaat, yang terancam termakan oleh kehidupan yang tidak baik, omongan kosong, yang semuanya itu tidak sesuai dengan kehidupan sebagai orang Kristen.

I. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Titus

  1. Pasal 1 (Tit 1:1-16).

    Pengajaran tentang persyaratan pekerja gereja

    Dalam bagian ini, Rasul Paulus menyebut Titus sebagai anak rohaninya dan ia meminta Titus agar tetap setia melayani di pulau Kreta. Kemudian ia mengajarkan tentang syarat-syarat kehidupan seorang pekerja Gereja.

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal Tit 1:5-6,7. _Tanyakan_:\ - Sebutkanlah syarat-syarat seorang pekerja Gereja - Mengapakah persyaratan itu penting bagi seorang pekerja Gereja? (lihat ayat 7-10; Tit 1:7-10).
    2. Bacalah pasal Tit 1:16. _Tanyakan_:\ - Apakah yang membuktikan seorang tidak mengenal Allah?
  2. Pasal 2-3 (Tit 2:1-3:15).

    Pengajaran tentang kewajiban orang-orang Kristen

    Dalam bagian ini dijelaskan bahwa seorang Kristen baik ia seorang tua, muda, kaya atau miskin hendaklah hidup dengan benar.

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal Tit 2:1-10. _Tanyakan_:\ - Bagaimanakah kehidupan laki-laki yang tua? (lihat ayat 2; Tit 2:2). - Bagaimanakah cara hidup seorang wanita tua? (lihat ayat 3-5; Tit 2:3-5). - Bagaimanakah cara hidup seorang muda? (lihat ayat 7-8; Tit 2:7-8). - Bagaimanakah cara hidup seorang pekerja/pegawai? (lihat ayat 9-10; Tit 2:9-10).
    2. Bacalah pasal Tit 2:11. _Tanyakan_:\ - Dengan apakah semua orang diselamatkan?

II. Kesimpulan

Dalam Kitab Titus jelas diketahui tentang kehidupan sebagai pekerja gereja, hamba Tuhan maupun kehidupan dari setiap orang Kristen.

Pertanyaan-pertanyaan yang Dapat Digunakan untuk Tanya Jawab

  1. Siapakah yang menulis Kitab Titus?
  2. Mengapakah setiap orang percaya harus hidup saling menghormati? (Pasa Tit 2:10).

Intisari: Titus (Pendahuluan Kitab) Panggilan untuk kehidupan Kristen yang praktisSIAPAKAH TITUS?Surat ini mungkin ditulis pada waktu dan tempat yang hampir sama dengan surat I Timotius.

Panggilan untuk kehidupan Kristen yang praktis

SIAPAKAH TITUS?
Surat ini mungkin ditulis pada waktu dan tempat yang hampir sama dengan surat I Timotius. Seperti Timotius, Titus adalah salah satu anak rohani Paulus (Tit 1:4). Tidak dapat diragukan bahwa Titus bertobat pada awal pelayanan Paulus. Ia diajak Paulus dan Barnabas ke Yerusalem, kota yang dikunjungi Paulus tujuh belas tahun setelah pertobatannya. (Gal 2:1). Paulus memberi Titus tugas yang sulit, yaitu mencoba menyelesaikan masalah yang timbul dalam gereja di Korintus, dan dalam suratnya yang kedua kepada gereja itu kita mengetahui bagaimana ia diterima dengan baik di sana (2Kor 7:6, 7). Jelaslah bahwa Paulus menaruh kepercayaan penuh pada kemampuan Titus, sebab kemudian ia ditinggalkan di Kreta untuk memegang peranan penting dalam kepemimpinan gereja di sana (Tit 1:5). Orang-orang Kreta pada umumnya terkenal sebagai orang- orang yang suka bergolak dan sukar dikendalikan. Tidak seperti Timotius, Titus bukan orang Yahudi asli dan ia tidak disunat (Gal 2:3). Ia digambarkan sebagai 'tokoh yang sangat mengundang tanda tanya dalam sejarah kekristenan mula-mula'. Ia juga dijuluki sebagai 'sepotong kain merah lusuh bagi orang-orang Yahudi, tetapi merupakan bendera kebebasan bagi orang bukan Yahudi'. Dalam istilah modern kita dapat menggambarkan Titus sebagai seorang pendobrak' - orang yang mampu menghadapi keadaan yang rawan. Ia sudah pasti merupakan sumber yang membesarkan hati Rasul Paulus.

NASIHAT PRAKTIS.
Ketika Paulus mendengar bahwa Apolos segera akan berangkat ke Kreta, ia memanfaatkan kesempatan ini untuk mengirimkan sepucuk surat pada Titus. Surat ini penuh dengan nasihat praktis dan peringatan terhadap ajaran sesat. Orang menangkap kesan bahwa karakter Titus lebih kuat daripada Timotius, karena itu Paulus tidak terlalu kuatir tentang dia dan bagaimana orang lain memperlakukannya. Surat ini berisi dua pernyataan yang sangat lengkap tentang Injil dalam Perjanjian Baru - Tit 2:11-14 dan Tit 3:4-7. Seringkali ada perdebatan yang mengatakan bahwa pada saat-saat akhir hidupnya, Rasul Paulus kurang mempedulikan kedatangan Kristus, tetapi kita melihat dari surat ini bahwa itu tidak benar (Tit 2:13).

Pesan dan Penerapan

1. Pentingnya kepemimpinan rohanI (Tit 1:5-16 )
Titus ditugaskan untuk mengangkat penatua-penatua di Kreta. Untuk itu ia diberikan petunjuk-petunjuk secara terperinci mengenai syarat-syarat yang harus mereka miliki. Selain itu, Titus tidak diberi gambaran mengenai masalah-masalah yang mungkin dihadapinya di antara orang Kreta. Kepemimpinan rohani sejati merupakan hal penting dan utama dalam kehidupan gereja dan kriteria yang. ditentukan oleh Paulus masih berlaku sampai sekarang.

2. Kehidupan Kristen dalam kenyataan (Tit 2:1-10 )
Mungkin saja apa yang disampaikan dalam bentuk kata-kata atau tulisan secara umum, pesannya tidak diterapkan pada setiap orang. Paulus membagi-bagi kelompok umur dengan masalah mereka masing-masing dan memberikan kepada setiap kelompok nasihat praktis hakiki yang harus diterapkan dalam tingkah laku mereka.

3. Berita Injil secara singkat (Tit 2:11-14 )
Dalam satu kalimat yang panjang Paulus menyampaikan berbagai aspek pesan Kristen. Allah telah mengambil inisiatif. Kita perlu memperhatikan bahwa hanya anugerah Allah yang dapat membawa keselamatan dan semua ini diwujudkan dalam seorang pribadi, yaitu Yesus Kristus Tuhan. Lebih dari itu, pesan ini ditujukan kepada semua orang di mana pun mereka berada. Diselamatkan, bukanlah semata-mata pengalaman mistis, keselamatan mempunyai arti praktis yang penting. Secara negatif berarti berbalik dari cara hidup yang lama; secara positif berarti menghayati hidup yang benar. Kristen mempunyai pengharapan yang mulia, yaitu datangnya kembali Tuhan dan Juruselamat mereka dalam tubuh kemuliaan. Pengharapan ini menjadi pendorong untuk hidup dalam kekudusan. Pula, ini berdampak kuat mempengaruhi sifat dan kelakuan Kristen.

4. Terdapat segala macam...! (Tit 3:8-15 )
Gereja Kristen mempunyai masalah baik dalam jemaatnya maupun pada para pekerja kuncinya. Di Kreta terdapat banyak orang yang suka berdebat dan bertengkar, dan ada pula yang pengajarannya sangat sesat. Di pihak lain, terdapat orang-orang yang setia, berani dan tegas seperti Artemas, Tikhikus, Zenas dan Apolos. Mereka bukan hanya orang yang sangat dikenal dalam gereja mula-mula, tetapi mereka adalah orang-orang yang dapat dipercaya. Orang-orang seperti itulah yang sangat diperlukan dalam gereja untuk memegang posisi penting dan bukan semata-mata pribadi-pribadi yang berkuasa, yang mungkin berhasrat menjadi primadona.

Tema-tema Kunci

1. Pentingnya kehidupan keluarga.
Perlu diperhatikan bahwa dalam daftar syarat-syarat bagi para penatua terdapat kalimat-kalimat yang berhubungan dengan kehidupan keluarga. Seorang penatua haruslah 'seorang suami dari satu istri'. Anak-anaknya harus memberikan dukungan penuh pada jabatan gerejawinya. Ia harus seorang yang 'senang memberi tumpangan'. Kesaksian dari keluarga Kristen pada dunia purba sangat penting, dan para pemimpin Kristen harus memperlihatkan cara hidup itu pada mereka. Ini juga tetap penting untuk masa kini. Perhatikan syarat-syarat bagi istri-istri para penatua gereja (1 Tim. 3:11). Seberapa jauh gereja masa kini memberlakukan syarat-syarat ini dengan serius agar para pemimpin gereja yang dipilih adalah mereka yang memiliki keluarga yang bahagia.

2. Tingkah laku yang sepadan.
Fakta bahwa keyakinan dan sikap, pengakuan iman dan tingkah laku, tidak selalu berjalan selaras, adalah topik yang sering dimunculkan Alkitab. Ini merupakan dasar pertentangan Tuhan kita dengan orang Farisi (lihat Mat. Tit 23:1- 39 ). Yakobus membuat pernyataan yang serupa ketika ia menekankan bahwa iman tanpa perbuatan pada hakikatnya adalah mati (Yak. Tit 2:14-26 ). Dalam suratnya, Paulus sering menunjukkan pendapat yang sama. Dalam Titus 1: 16, Paulus berkata tentang mereka 'yang mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia'. Tuhan kita berkata: 'dari buahnyalah kamu akan mengenali mereka' (Mat. 7:20). Pengakuan iman dan kelakuan harus serasi, jika tidak demikian maka kita layak dicap, digolongkan orang munafik. Dengan cara bagaimana mereka yang mengaku mengenal Allah menyangkal Dia dalam hidup mereka? Coba kumpulkan fakta yang menunjukkan bahwa pengakuan iman Kristen dan tingkah laku Kristen seringkali tampak terpisah jauh satu dengan yang lain. Coba pelajari Matius 23, temukan beberapa kegagalan total orang Farisi.

3. Pentingnya doktrin yang benar.
Dengan membaca Perjanjian Baru jelaslah bahwa dalam gereja mula-mula, mereka tahu apa yang dimaksud dengan 'iman'. Mereka dapat menyimpulkan apa yang bagi mereka merupakan unsur-unsur dasar dari pengakuan iman mereka. Paulus menjelaskannya dengan sangat baik dalam Titus Tit 2:11-14. Di sini kita berjumpa dengan suatu pernyataan terjelas mengenai anugerah Allah dalam Perjanjian Baru. Gereja yang sehat dibangun di atas dasar doktrin yang benar. Iman Kristen kita bukan hanya bersangkutan dengan karya-karya Allah pada masa tertentu dalam sejarah, tetapi juga dengan yang sedang Ia lakukan dalam kehidupan umat-Nya dan yang akan Ia lakukan di masa yang akan datang. Harapan orang percaya ialah kedatangan Kristus kembali secara pribadi dan ia hidup di bawah terang pengharapan kedatangan-Nya itu. Maksud dari kasih karunia Allah di dalam Kristus ialah 'untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik' (Tit 2:14). Seberapa jauh Kristen dewasa ini melihat diri mereka di bawah terang firman ini? Apa makna menjadi 'umat kepunyaan Allah' bagi kita? (Lihat 1Pet 2:9; 1Kor 6:19).

Garis Besar Intisari: Titus (Pendahuluan Kitab) [1] TITUS DALAM TUGAS Tit 1:1-16 Tit 1:1-4Pengantar Tit 1:5-9Kepemimpinan rohani dalam gereja Tit 1:10-16Masalah-masalah dalam gereja [2] K

[1] TITUS DALAM TUGAS Tit 1:1-16

Tit 1:1-4Pengantar
Tit 1:5-9Kepemimpinan rohani dalam gereja
Tit 1:10-16Masalah-masalah dalam gereja

[2] KEKRISTENAN PRAKTIS Tit 2:1-15

Tit 2:2Laki-laki yang lebih tua
Tit 2:3Wanita-wanita yang lebih tua
Tit 2:4, 5Wanita wanita muda
Tit 2:6-8Laki-laki muda
Tit 2:9-10Hamba-hamba
Tit 2:11-14Kebenaran-kebenaran Injil
Tit 2:15Panggilan untuk memberitakan kebenaran

[3] KEWAJIBAN SOSIAL Tit 3:1-15

Tit 3:1Ketaatan kepada penguasa
Tit 3:2-7Keramahtamahan terhadap semua orang
Tit 3:8-11Perbuatan baik daripada perdebatan tidak berguna
Tit 3:12-15Permohonan akhir
Advanced Commentary (Kamus, Lagu-Lagu Himne, Gambar, Ilustrasi Khotbah, Pertanyaan-Pertanyaan, dll)


TIP #04: Coba gunakan range (OT dan NT) pada Pencarian Khusus agar pencarian Anda lebih terfokus. [SEMUA]
dibuat dalam 0.15 detik
dipersembahkan oleh YLSA