Versi Paralel Tafsiran/Catatan Analisa Kata ITL - draft

Matius 19:9

Konteks
TB (1974) ©

SABDAweb Mat 19:9

Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah 1 , lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah. z "

AYT (2018)

Dan, Aku mengatakan kepadamu bahwa siapa yang menceraikan istrinya, kecuali karena zina, lalu menikah dengan perempuan lain, ia berzina."

TL (1954) ©

SABDAweb Mat 19:9

Aku berkata kepadamu: Barangsiapa yang menceraikan bininya, kecuali sebab hal zinah, lalu berbinikan orang lain, ialah berzinah. Dan barangsiapa yang berbinikan perempuan yang sudah diceraikan demikian, ia pun berzinah juga."

BIS (1985) ©

SABDAweb Mat 19:9

Jadi, dengarlah ini: Siapa menceraikan istrinya--padahal wanita itu tidak menyeleweng--kemudian kawin lagi dengan wanita yang lain, orang itu berzinah."

MILT (2008)

Dan Aku berkata kepadamu, bahwa siapa saja yang menceraikan istrinya, kecuali atas dasar percabulan, dan dia mengawini yang lain, dia berzina, dan siapa yang mengawini wanita yang telah diceraikan, dia berzina."

Shellabear 2011 (2011)

Aku berkata kepadamu, siapa menceraikan istrinya kecuali karena percabulan lalu menikah dengan perempuan lain, ia melakukan perzinaan."

AVB (2015)

Sesungguhnya, jika seseorang lelaki menceraikan isterinya, kecuali kerana zina, lalu berkahwin pula dengan perempuan lain, dia berzina.”

[+] Bhs. Inggris
[+] Bhs. Indonesia
[+] Bhs. Suku
[+] Kuno

TB ITL ©

SABDAweb Mat 19:9

Tetapi
<1161>
Aku berkata
<3004>
kepadamu
<5213>
: Barangsiapa
<3754> <3739> <302>
menceraikan
<630>
isterinya
<1135> <846>
, kecuali
<3361>
karena
<1909>
zinah
<4202>
, lalu
<2532>
kawin
<1060>
dengan perempuan lain
<243>
, ia berbuat zinah
<3429>
."
TL ITL ©

SABDAweb Mat 19:9

Aku berkata
<3004>
kepadamu
<5213>
: Barangsiapa
<302>
yang menceraikan
<630>
bininya, kecuali
<1135> <3361>
sebab
<1909>
hal zinah
<4202>
, lalu
<2532>
berbinikan
<1060>
orang lain
<243>
, ialah berzinah. Dan barangsiapa yang berbinikan perempuan yang sudah diceraikan demikian, ia pun berzinah
<3429>
juga."
AYT ITL
Dan
<1161>
, Aku mengatakan
<3004>
kepadamu
<5213>
bahwa
<3754>
siapa
<3739> <302>
yang menceraikan
<630>
istrinya
<1135> <846>
, kecuali
<3361>
karena
<1909>
zina
<4202>
, lalu
<2532>
menikah
<1060>
dengan perempuan
<0>
lain
<243>
, ia berzina
<3429>
.”

[<3588>]
GREEK
legw
<3004> (5719)
V-PAI-1S
de
<1161>
CONJ
umin
<5213>
P-2DP
oti
<3754>
CONJ
ov
<3739>
R-NSM
an
<302>
PRT
apolush
<630> (5661)
V-AAS-3S
thn
<3588>
T-ASF
gunaika
<1135>
N-ASF
autou
<846>
P-GSM
mh
<3361>
PRT-N
epi
<1909>
PREP
porneia
<4202>
N-DSF
kai
<2532>
CONJ
gamhsh
<1060> (5661)
V-AAS-3S
allhn
<243>
A-ASF
moicatai
<3429> (5736)
V-PNI-3S
[+] Bhs. Inggris

TB (1974) ©

SABDAweb Mat 19:9

Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah 1 , lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah. z "

TB+TSK (1974) ©

SABDAweb Mat 19:9

2 Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa 1  menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah 3 ."

Catatan Full Life

Mat 19:9 1

Nas : Mat 19:9

Kehendak Allah bagi pernikahan adalah satu pasangan, satu pernikahan untuk seumur hidup (ayat Mat 19:5-6;

lihat cat. --> Kej 2:24;

lihat cat. --> Kid 2:7;

lihat cat. --> Kid 4:12;

lihat cat. --> Mal 2:14).

[atau ref. Kej 2:24; Kid 2:7; 4:12; Mal 2:14]

Terhadap peraturan ini Yesus memberikan satu perkecualian yaitu "zinah". Perzinahan (Yun. _porneia_) meliputi segala macam bentuk kebejatan seksual (bd. Mat 5:32). Oleh karena itu, perceraian diizinkan apabila telah terjadi kebejatan seksual. Berikut ini ada beberapa fakta alkitabiah yang penting mengenai perceraian.

  1. 1) Ketika Yesus mengecam perceraian dalam ayat Mat 19:7-8, yang dikecam-Nya bukanlah perpisahan karena zinah, melainkan perceraian yang diizinkan dalam masa PL jikalau suami menemukan bahwa istrinya tidak perawan lagi setelah upacara pernikahan diadakan (Ul 24:1-4). Allah menginginkan agar dalam kasus semacam itu pasangan suami istri tetap bersatu. Akan tetapi, Ia mengizinkan perceraian dalam kasus semacam itu karena orang sudah keras hatinya (ayat Mat 19:7-8).
  2. 2) Dalam kasus perzinahan sesudah pernikahan, hukum PL mengizinkan terputusnya hubungan pernikahan itu dengan menghukum mati kedua pihak yang bersalah (Im 20:10; Ul 22:22). Tentu saja, hal ini akan membebaskan orang yang tidak berdosa untuk menikah kembali (Rom 7:2; 1Kor 7:39).
  3. 3) Di bawah perjanjian yang baru syarat-syarat bagi orang percaya sama saja. Sekalipun perceraian adalah peristiwa yang menyedihkan, ketidaksetiaan dalam hubungan pernikahan merupakan dosa yang begitu kejam terhadap pasangan dalam pernikahan. Kristus menyatakan pihak yang tidak bersalah berhak untuk mengakhiri pernikahan itu dengan menceraikan pasangannya.
  4. 4) Uraian Paulus dalam 1Kor 7:12-16 mengenai pernikahan dan pembelotan menunjukkan bahwa pernikahan dapat dibatalkan juga apabila pasangan yang belum beriman pergi meninggalkannya.

[+] Bhs. Inggris



TIP #21: Untuk mempelajari Sejarah/Latar Belakang kitab/pasal Alkitab, gunakan Boks Temuan pada Tampilan Alkitab. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA