TB NETBible YUN-IBR Ref. Silang Nama Gambar Himne

  Boks Temuan

Wahyu 4:6

Konteks
4:6 Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca x  bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk 1  y  penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang. z 

Wahyu 4:8

Konteks
4:8 Dan keempat makhluk b  itu masing-masing bersayap enam, c  sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, d  dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: e  "Kudus, kudus, kudus 2 lah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, f  yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang. g "

Wahyu 5:6

Konteks
5:6 Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk v  itu dan di tengah-tengah tua-tua w  itu berdiri seekor Anak Domba x  seperti telah disembelih 3 , bertanduk tujuh dan bermata tujuh: y  itulah ketujuh Roh z  Allah yang diutus ke seluruh bumi.

Wahyu 5:8

Konteks
5:8 Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk b  dan kedua puluh empat tua-tua c  itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi d  dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa e  orang-orang kudus 4 .

Wahyu 5:14--6:1

Konteks
5:14 Dan keempat makhluk w  itu berkata: "Amin x ". Dan tua-tua y  itu jatuh tersungkur dan menyembah. z 
Keenam meterai pertama dibuka
6:1 Maka aku melihat Anak Domba a  itu membuka 5  yang pertama dari ketujuh meterai b  itu 6 , dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk c  itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: d  "Mari!"

Wahyu 6:6

Konteks
6:6 Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk m  itu berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. n  Tetapi janganlah rusakkan o  minyak dan anggur itu."

Wahyu 7:11

Konteks
7:11 Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua g  dan keempat makhluk h  itu; mereka tersungkur i  di hadapan takhta itu dan menyembah Allah,

Wahyu 14:3

Konteks
14:3 Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru g  di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk h  dan tua-tua i  itu, dan tidak seorangpun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu j  orang yang telah ditebus dari bumi itu.

Wahyu 15:7

Konteks
15:7 Dan satu dari keempat makhluk b  itu memberikan kepada ketujuh malaikat c  itu tujuh cawan dari emas yang penuh berisi murka Allah 7 , yaitu Allah yang hidup sampai selama-lamanya. d 

Wahyu 19:4

Konteks
19:4 Dan kedua puluh empat tua-tua f  dan keempat makhluk g  itu tersungkur h  dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: "Amin, Haleluya. i "
Seret untuk mengatur ukuranSeret untuk mengatur ukuran

[4:6]  1 Full Life : EMPAT MAKHLUK.

Nas : Wahy 4:6

Empat makhluk ini barangkali melambangkan segenap makhluk hidup (ayat Wahy 4:7). Segala makhluk Allah akan membawa kemuliaan dan hormat kepada-Nya di sorga dan akan dibebaskan dari kutuk dosa (ayat Wahy 4:8-11).

[4:8]  2 Full Life : KUDUS, KUDUS, KUDUS.

Nas : Wahy 4:8

Seluruh ciptaan mengutamakan dan memuji kekudusan Allah

(lihat art. PUJIAN).

Menjadi kudus berarti terpisah dari dosa, ketidakbenaran, dan kejahatan, serta mengabdi kepada kebenaran, kebaikan, keadilan, dan kemurnian. Kekudusan merupakan sifat kekal Allah; kekudusan-Nya tidak akan pernah berubah

(lihat cat. --> Yes 6:1;

lihat cat. --> Yes 6:3;

[atau ref. Yes 6:1,3]

lihat art. SIFAT-SIFAT KHAS ALLAH).

[5:6]  3 Full Life : SEPERTI TELAH DISEMBELIH.

Nas : Wahy 5:6

Kristus, yang menampakkan diri sebagai Anak Domba yang menyandang tanda-tanda bahwa Ia telah disembelih, melambangkan penyerahan diri-Nya di salib bagi dosa umat manusia. Ini menunjukkan bahwa kelayakan, kuasa, wewenang, dan kemenangan Kristus itu datang dari kematian-Nya sebagai korban (ayat Wahy 5:9-14). "Anak Domba" merupakan simbol yang paling menonjol dalam kitab Wahyu untuk Kristus (mis. ayat Wahy 5:6-7; 12:11; Wahy 15:3; 17:14; 21:22; 22:1,3). Hukuman Kristus akan berlaku bagi mereka yang menolak korban-Nya sebagai Anak Domba Allah (Wahy 6:16-17). "Ketujuh tanduk" itu melambangkan kuasa dan kekuatan seorang penguasa (1Raj 22:11; Dan 7:24); tentang "ketujuh roh",

lihat cat. --> Wahy 4:5.

[atau ref. Wahy 4:5]

[5:8]  4 Full Life : DOA ORANG-ORANG KUDUS.

Nas : Wahy 5:8

Hal ini menunjuk kepada syafaat orang kudus bagi kedatangan kerajaan itu ketika mereka akan ikut memerintah di bumi (ayat Wahy 5:9-10). Doa mereka ialah, "Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga" (Mat 6:10;

lihat cat. --> Mat 6:6;

lihat cat. --> 2Pet 3:12;

[atau ref. Mat 6:6; 2Pet 3:12]

bd. Mazm 141:2).

[6:1]  5 Full Life : ANAK DOMBA ITU MEMBUKA.

Nas : Wahy 6:1

Yesus Kristus sendiri (yaitu, Anak Domba itu) membuka semua meterai yang menyingkapkan hukuman yang menghancurkan dunia (ayat Wahy 6:1,3,5,7,9,12). Hukuman-hukuman itu bersifat ilahi, karena telah diserahkan ke dalam tangan Kristus (Wahy 5:1,7; bd. Yoh 5:22). Sepanjang kitab Wahyu, hukuman berupa malapetaka itu disebut murka Allah (ayat Wahy 6:16-17; 11:18; 14:10,19; 15:1,7; 16:1,19; 19:15).

[6:1]  6 Full Life : YANG PERTAMA DARI KETUJUH METERAI ITU.

Nas : Wahy 6:1

Beberapa penafsir mengartikan pembukaan meterai yang pertama itu sebagai permulaan tujuh tahun kesengsaraan, masa depan yang penuh penderitaan dan hukuman yang belum pernah terjadi sebelumnya yang akan mengarah kepada kedatangan Kristus yang kedua kali (lih. Dan 9:27; bd. Yer 30:7; Dan 12:1; Wahy 6:17; 7:14;

lihat art. KESENGSARAAN BESAR).

Orang lain percaya bahwa meterai-meterai ini menggambarkan masa tiga setengah tahun terakhir dari tujuh tahun kesengsaraan, yang sering disebut kesengsaraan besar. Ada lagi orang lain yang melihatnya sebagai awal dari hukuman Allah menjelang akhir masa itu. Hukuman Allah dinyatakan dalam rentetan-rentetan peristiwa yang berurutan. Rentetan yang pertama adalah tujuh meterai itu (pasal Wahy 6:1-17); yang kedua, tujuh sangkakala hukuman (pasal Wahy 8:1-9:21; 11:15-19); dan ketiga, "ketujuh cawan murka Allah" (pasal Wahy 16:1-21;

lihat cat. --> Wahy 8:1).

[atau ref. Wahy 8:1]

[15:7]  7 Full Life : PENUH BERISI MURKA ALLAH.

Nas : Wahy 15:7

Ini akan menjadi yang terakhir di antara hukuman-hukuman ilahi atas dunia yang jahat sebelum pemerintahan Kristus. Kenyataan bahwa tak seorang pun dapat masuk ke dalam Bait Suci sebelum berakhir semua malapetaka itu berarti bahwa tidak seorang pun dapat menaikkan doa syafaat untuk menghentikan hukuman itu (ayat Wahy 15:8). Allah telah menyatakan kesudahannya; hukuman-Nya akan lengkap dan tanpa belas kasihan.



TIP #09: Klik ikon untuk merubah tampilan teks alkitab dan catatan hanya seukuran layar atau memanjang. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA