Topik : Rumah

11 September 2003

Keamanan Rumah Tangga

Nats : Siapa percaya kepada Tuhan, dilindungi (Amsal 29:25)
Bacaan : Ulangan 6:4-9

Setelah Amerika Serikat diserang oleh para teroris pada tanggal 11 September 2001, Presiden Bush meminta Kongres untuk membentuk Departemen Keamanan Dalam Negeri. Badan ini bertugas melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk menjaga keamanan warga Amerika.

Rumah tangga pribadi kita juga membutuhkan suatu rencana berkaitan dengan "keamanan dalam negeri", karena kita harus menjaga anak-anak kita dari orang-orang yang dapat membahayakan mereka. Akan tetapi, di dalam dunia yang mudah dimasuki oleh kekuatan dari luar yang membahayakan ini, bagaimana cara kita mengamankan rumah tangga kita? Berikut ini beberapa saran untuk menciptakan keamanan rumah tangga Anda:

1. Kontrollah media. Daripada membiarkan para pembuat acara TV,
film, dan CD mendikte apa yang Anda lihat dan dengar, lebih baik
gunakan panduan alkitabiah untuk mengevaluasi bahasa dan moralitas
dari apa yang anak-anak Anda saksikan dan dengarkan.

2. Kenalilah teman-teman mereka. Standar teman-teman anak Anda
mungkin tidak sesuai dengan standar Anda. Buatlah rumah Anda
sebagai pelabuhan, tempat teman-teman anak Anda diterima dengan
tangan terbuka. Ini membantu Anda mengenal mereka.

3. Bangunlah perisai diri. Dengan mengajarkan prinsip-prinsip
alkitabiah kepada anak-anak Anda dan mendorong iman mereka, Anda
akan menolong mereka menjadi arif, sehingga mereka dapat membangun
perisai diri yang akan melindungi mereka dari bahaya yang mereka
hadapi.

Seberapa baikkah keamanan rumah tangga Anda? --Dave Branon

16 Desember 2004

Hadiah Keluarga

Nats : Hormatilah ayahmu dan ibumu (Keluaran 20:12)
Bacaan : Keluaran 20:1-20

Melalui buku dan kuliahnya, Edith Schaeffer menjadi sangat dihormati karena wawasannya mengenai nilai kehidupan sehari-hari. Di awal kehidupan perkawinannya dengan Francis, kedua orangtua mereka tinggal tidak jauh dari tempat tinggal mereka. Pasangan muda ini melewatkan hari Minggu mereka dengan tinggal di rumah keluarga orangtua Francis pada siang hari, kemudian sorenya di rumah keluarga orang tua Edith.

Beberapa tahun kemudian, Edith dan Francis pindah ke Swiss. Di sana mereka hanya dapat berbicara dengan orangtua mereka sekali setahun lewat pembicaraan singkat di telepon.

Menengok kembali setengah abad ke belakang, Edith menulis bahwa ia senang dengan kebiasaan mereka setiap Minggu sore. Ia mengatakan bahwa “kedekatan dengan orang-orang yang dicintai tidak akan berlangsung selamanya”. Ia menyimpulkan bahwa paket yang berlabel “waktu untuk memerhatikan dan mencintai orangtua” tidak akan datang begitu saja suatu hari nanti. Kita harus menunjukkan kasih selama kita bisa.

Perintah kelima dari Sepuluh Perintah Allah mengatakan: “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang di-berikan Tuhan, Allahmu, kepadamu” (Keluaran 20:12). Perintah untuk mencintai dan menghormati orangtua berlaku baik untuk anak-anak di rumah, pasangan muda, maupun suami istri yang anak-anaknya sudah mandiri.

Gunakan setiap saat untuk mencintai dan menghormati ke-luarga Anda. Kesempatan ini tidak akan berlangsung selamanya —David McCasland

6 Juni 2006

Cerita Keluarga

Nats : Allah . . . telah memercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami (2Korintus 5:18)
Bacaan : Lukas 15:11-32

Setiap orang menyukai cerita keluarga. Dan bacaan Alkitab pada hari ini mengisahkan salah satu cerita yang paling terkenal di seluruh Kitab Suci, yaitu perumpamaan tentang anak yang hilang.

Pengarang Henri Nouwen, di dalam bukunya yang berjudul The Return Of The Prodigal Son, mengatakan bahwa semua orang kristiani, pada titik tertentu dalam perjalanan iman mereka, diwakili oleh salah satu dari ketiga karakter utama dalam cerita tersebut. Kadang-kadang kita menjadi si anak yang memberontak, yang membutuhkan pertobatan dan pengampunan. Pada kesempatan lain kita adalah sang kakak yang ingin menyimpan kemarahan dan tidak mau mengampuni. Namun, apabila kita semakin dewasa, kita akan menjadi seperti sang bapa, yang rindu melihat semua anaknya diperdamaikan.

Nouwen mengakhiri bukunya dengan kata-kata berikut: "Pada saat memerhatikan tangan saya yang menua, saya kemudian menyadari bahwa kedua tangan itu diberikan kepada saya untuk menjangkau mereka yang menderita, untuk menepuk bahu-bahu mereka yang datang, dan untuk menawarkan berkat dari kebesaran kasih Allah."

Peran apakah yang Anda mainkan di dalam cerita keluarga Anda? Apakah Anda membutuhkan keberanian untuk bertobat dan memohon pengampunan? Atau apakah Anda membutuhkan belas kasihan untuk memberikan pengampunan?

Allah telah memberikan kepada anak-anak-Nya "pelayanan pendamaian" (1Korintus 5:18,19). Sekarang adalah waktu yang baik untuk memulai --JAL



TIP #29: Klik ikon untuk merubah popup menjadi mode sticky, untuk merubah mode sticky menjadi mode popup kembali. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA