Versi Paralel Tafsiran/Catatan Analisa Kata ITL - draft

Ayub 22:30

Konteks
TB (1974) ©

SABDAweb Ayb 22:30

Orang yang tidak bersalah w  diluputkan-Nya: engkau luput karena kebersihan tanganmu. x "

AYT (2018)

Dia meluputkan bahkan orang yang tidak tanpa salah, yang akan diluputkan melalui kesucian tanganmu.”

TL (1954) ©

SABDAweb Ayb 22:30

Jikalau orang yang tiada suci dari pada salah sekalipun disayang oleh-Nya, maka disayang-Nya akan dia oleh karena kesucian tanganmu.

BIS (1985) ©

SABDAweb Ayb 22:30

Allah akan menolongmu jika kau tidak bersalah, dan jika kau melakukan kehendak-Nya."

MILT (2008)

Dia akan melepaskan seseorang yang tidak bersalah dan hal itu akan terlepas oleh kemurnian telapak tanganmu."

Shellabear 2011 (2011)

Ia akan melepaskan orang yang tak bersalah, dan orang itu akan dilepaskan karena tanganmu yang bersih."

AVB (2015)

Dia akan melepaskan orang yang tidak bersalah, dan orang itu akan dilepaskan atas sebab kebersihan tanganmu.”

[+] Bhs. Inggris
[+] Bhs. Indonesia
[+] Bhs. Suku
[+] Kuno

TB ITL ©

SABDAweb Ayb 22:30

Orang yang tidak bersalah
<05355>
diluputkan-Nya
<04422>
: engkau luput
<04422>
karena kebersihan
<01252>
tanganmu
<03709>
."

[<0336>]
TL ITL ©

SABDAweb Ayb 22:30

Jikalau orang yang tiada suci dari pada salah
<05355>
sekalipun disayang
<04422>
oleh-Nya, maka disayang-Nya
<04422>
akan dia oleh karena kesucian
<01252>
tanganmu
<03709>
.
AYT ITL
Dia meluputkan
<04422>
bahkan orang yang tidak tanpa salah
<05355>
, yang akan diluputkan
<04422>
melalui kesucian
<01252>
tanganmu
<03709>
.”

[<0336> <00>]
HEBREW
P
Kypk
<03709>
rbb
<01252>
jlmnw
<04422>
yqn
<05355>
ya
<0336>
jlmy (22:30)
<04422>
[+] Bhs. Inggris

TB (1974) ©

SABDAweb Ayb 22:30

Orang yang tidak bersalah w  diluputkan-Nya: engkau luput karena kebersihan tanganmu. x "

TB+TSK (1974) ©

SABDAweb Ayb 22:30

Orang yang tidak bersalah diluputkan-Nya 1 : engkau luput 1  karena kebersihan 2  tanganmu."

Catatan Full Life

Ayb 22:21-30 1

Nas : Ayub 22:21-30

Elifas menghimbau Ayub dengan doktrin pertobatan yang tradisional namun terlalu sederhana: jikalau Ayub bersedia kembali kepada Allah, menerima instruksi dari firman-Nya, merendahkan diri dan menghapus dosa dari hidupnya, dan meninggalkan ketergantungannya pada hal-hal dunia serta bersukacita di dalam Yang Mahakuasa, maka dengan sendirinya Allah akan membebaskannya dari semua kesulitan, doa-doanya akan didengar, dan keberhasilan akan mengikuti semua usahanya. Akan tetapi, Elifas bersalah dalam tiga hal.

  1. 1) Pertobatan dan keselamatan tidak selalu menghasilkan kemakmuran jasmaniah dan materiel. Kadang-kadang orang beriman, justru karena kesetiaannya "menderita kekurangan, kesesakan, dan siksaan" (Ibr 11:37); sekalipun mereka mempercayai janji-janji Allah, namun saat ini mereka "tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu" (Ibr 11:39).
  2. 2) Ketika menasihati Ayub untuk bertobat supaya memperoleh kembali kesehatan dan kemakmurannya, Elifas dengan tidak sengaja berpihak kepada Iblis dan tuduhan-tuduhannya menentang Ayub dan Allah. Iblis sebelumnya sudah menuduh Ayub melayani Allah hanya karena apa yang dapat diperoleh daripada-Nya (Ayub 1:9-11). Perhatikan bahwa jikalau Ayub bertobat karena dosa yang terduga supaya memperoleh berkat Allah, maka dia memang layak dituduh melayani Allah hanya demi keuntungan pribadi.
  3. 3) Walaupun perkataan Elifas dengan fasik mengungkapkan pentingnya pertobatan, perkataan itu diucapkan dengan motivasi yang salah. Sama sekali tidak ada simpati di dalam hatinya terhadap penderitaan Ayub. Kegagalan Elifas menunjukkan bahwa amanat pertobatan yang dialamatkan kepada yang lemah dan menderita harus disertai kata-kata penghiburan dan belas kasihan.

[+] Bhs. Inggris



TIP #35: Beritahu teman untuk menjadi rekan pelayanan dengan gunakan Alkitab SABDA™ di situs Anda. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA