Hades

Dalam versi-versi Alkitab:

alam barzach: SBDR
alam maut: BABA ENDE FAYH SBDR TB TL
Alam Maut: BIS
alam-berzach: KL1870
alam-maut: BABA
dunia orang mati: BIS FAYH TB
dunia orang-orang mati: BIS
keradjaan maut: ENDE
kerajaan maut: TB WBTCDR
kuasa maut: WBTCDR
lijang tanah: LDKDR
maut: BIS
Maut: ENDE
petala maut: ENDE
tampat orang mati: KL1863
tempat orang mati: WBTCDR
tempat orang-orang mati: WBTCDR

Gambar

alam maut: selebihnya..
Topik: In Hades; The Descent into Hades
Alam Maut: selebihnya..
Topik: In Hades; The Descent into Hades
dunia orang mati: selebihnya..
Topik: In Hades; The Descent into Hades
kerajaan maut: selebihnya..
Topik: In Hades; The Descent into Hades

Alam Maut [kecil]

BIS- Bangsa Israel berpendapat bahwa jagat raya terdiri dari tiga bagian, yaitu surga, bumi dan alam maut. Semua orang yang sudah meninggal dunia, turun ke dalam alam maut yang konon terletak di bawah bumi.

ALAM MAUT [browning]

Lihat *hades.

HADES [browning]

Alam maut. Kata Yunani hades merupakan terjemahan dari kata Ibrani *syeol, sebagai tempat kediaman orang mati, yang tetap ada dalam keadaan seperti bayangan (Pkh. 9:10). Ada *legenda (Yes. 38:10; Mat. 16:18) bahwa masuk ke alam maut harus melalui pintu-pintu gerbang, dan umat Kristen menduga bahwa kuncinya ada pada Kristus yang telah bangkit (Why. 1:18). Dalam PL alam maut bukanlah tempat siksaan -- kecuali kebosanan yang mengerikan (Mzm. 88:12). Namun, dalam PB dibayangkan bahwa bagi sementara orang kesengsaraan fisik akan menimpa mereka setelah mati (Luk. 16:23), tentu saja bagi orang-orang berdosa yang tidak bertobat (Mrk. 9:48). Kata Yunani *gehenna secara metaforis bukan dalam pengertian geografis sebenarnya (yaitu 'lembah Ben-*Hinom'), dikenakan bagi mereka (mis. Mrk. 9:43, 48). Hades/alam maut (Why. 20:13, 14) dan *maut dianggap sebagai alam demonis yang dikaitkan dengan *laut (bnd. Mrk. 5:13). Mereka yang mati di laut tidak dapat dikuburkan, dan karena itu tidak dapat melewati gerbang hades/alam maut. Namun, ketika maksud Allah telah tercapai secara penuh, dengan tegaknya *Kerajaan Allah yang kekal, maut (musuh terakhir, 1Kor. 15:26, 54) dan hades/alam maut, tempat orang mati beristirahat, akan menyerahkan seluruh 'penduduknya'.

MAUT [browning]

Para penulis Alkitab tidak diperhadapkan dengan masalah-masalah etis dan biologis modern mengenai apakah sesungguhnya yang disebut kematian manusia itu. Apa sajakah syarat-syarat kematian tubuh sebelum dapat dikatakan bahwa seorang manusia telah mati? Apakah ini merupakan keadaan seperti tumbuh-tumbuhan yang diam tak bergerak, namun dengan beberapa aktivitas bawah sadar? Tidak diragukan, bahwa pada abad pertama keadaan tidak sadar telah dianggap mati, yang tidak dapat begitu didefinisikan dewasa ini. Dalam Alkitab, ketika semua tanda-tanda kehidupan tidak ada lagi, maka itu dianggap mati; itu adalah akhir kehidupan alamiah. Namun, kematian bukanlah bagian asli dari *penciptaan Allah (Kej. 3). *Dosa telah masuk dan menyebabkan kematian. Dalam PL terdapat pandangan yang berbeda mengenai keadaan mereka yang telah mati. Mungkin kematian adalah ketiadaan semata (2Sam. 14:14), atau keberadaan yang lemah dan samar-samar dalam *syeol (Yes. 14:10-11; Ayb. 10:21-22), tanpa adanya hubungan dengan Allah (Mzm. 6:5). Namun ada juga kepercayaan bahwa *roh orang-orang yang telah mati dapat dibangkitkan dari syeol, seperti ketika perempuan sihir dari *Endor mendatangkan *Samuel (1Sam. 28). Kemudian, awal kepercayaan terhadap *kebangkitan orang mati muncul dalam Dan. 12:2, dan hal ini diungkapkan dengan lebih jelas dalam 2Mak. 7:9-11, seperti halnya kepercayaan terhadap immortalitas, jiwa dalam Kitab Kebijaksanaan Salomo 1-5, di bawah pengaruh Platonisme *Aleksaridria popular.

Dalam PB maut dianggap sebagai kuasa jahat, yang terhadapnya Yesus sendiri ngeri (Mrk. 14:34), namun iman *kebangkitan meredakan kengeriannya (1Tes. 4:13). Kematian juga sering disamakan dengan tidur (Yoh. 11:11-13). Memang, dalam Alkitab tidur merupakan metafora umum untuk kematian (mis. Dan. 12:2). Yesus memarahi para pekabung di rumah *Yairus, Anak ini tidak mati, tetapi tidur (Mrk. 5:39). Mungkin gadis itu koma, meskipun Lukas (Luk. 8:49) menafsirkan ungkapan Markus sebagai mati. *Mukjizat-mukjizat sebagaimana dicatat Injil-injil, pada tingkat tertentu, mengantisipasi kebangkitan Yesus sendiri, karena kebangkitan-Nya menjadi jaminan bagi kebangkitan orang-orang yang percaya kepada-Nya. Itulah sebabnya dalam arti tertentu. Paulus merindukan kematian (2Kor. 5:8).

'Maut' juga digunakan sebagai gambaran keterasingan yang disebabkan oleh dosa: 'karena keinginan daging adalah maut' (Rm. 8:(3); 'kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian ....Pilihlah kehidupan...' (Ul. 30:19). 'Kematian yang kedua' (Why. 2:11) menunjukkan status terakhir mereka yang dengan sengaja memisahkan diri dari Allah untuk selama-lamanya.

Berdasar bentuk perfect tense kata kerja *Yunani dalam Yoh. 11:11, ada interpretasi yang diajukan mengenai kebangkitan *Lazarus: secara klinis ia telah mati, karena tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan, namun belum mati secara biologis, karena tidak ada petunjuk kerusakan tubuhnya. Lazarus baru dalam keadaan 'sekarat' dan dapat kembali sadar akibat perintah Yesus, 'Marilah ke luar!' (Yoh. 11:43). Namun, lebih benar kemungkinannya, cerita mengenai kebangkitan Lazarus ini merupakan contoh tulisan kreatif penginjil. Cerita itu bukanlah sejarah, melainkan alegori untuk penderitaan, kematian, dan kebangkitan Yesus, yang dihubungkan dengan pengalaman manusiawi. Lazarus mewakili kemanusiaan manusia, kita semua dapat dibangkitkan ke dalam kehidupan baru oleh Yesus. Hal ini merupakan janji, yang akhirnya mendorong para pemimpin Yahudi menuduh Yesus sebagai penghujat yang layak dihukum mati (Yoh. 11:53).

Dunia Orang Mati [MYSABDA]

Dunia Orang Mati

location
Nama Lain : Dunia Maut
Nomor Strong : H7585
Kata Asli : שְׁאוֹל



TIP #18: Centang "Hanya dalam TB" pada Pencarian Universal untuk pencarian teks alkitab hanya dalam versi TB [SEMUA]
dibuat dalam 0.26 detik
dipersembahkan oleh YLSA