UR KASDIM
UR KASDIM [ensiklopedia]
Negeri yg ditinggalkan Terah dan Abram untuk pergi ke Haran (Kej 11:28, 31; 15:7; Neh 9:7). Stefanus menganggap Ur Kasdim di Mesopotamia (Kis 7:2, 4). Penjabaran lama dengan Urfa (Edesa) 30 km sebelah barat laut Haran, tidak diterima lagi karena: 1. tidak mungkin berdasarkan filologi: ada beberapa tempat bernama Ura' yg dikenal di Asia Kecil.
2. Penjabaran ini memaksakan Abraham kembali ke jalan semula ke arah timur, sebelum berangkat ke barat menuju tanah Kanaan.
3. Penjabaran ini menyamakan 'tanah Kasdim' (nama daerah Ur itu) dengan daerah Haldai dalam bh Indo-Aria (yaitu bg dari Armenia kuno). Orang Kasdim termasuk bangsa Sem yg dikenal di Babel paling tidak sejak milenium 2 sM, tapi tak ada singgungan akan kehadiran mereka di Mesopotamia utara. LXX menulis 'tanah (chora) orang Kasdim', barangkali tanpa mengetahui letaknya tempat itu. Tapi Eupolemus (thn 150 sM) menyebut Ur sebagai suatu tempat di Babel, yg disebut Kamarina ('bulan') atau Uria. Penafsiran dalam Talmud akan Ur menjadi Erekh agaknya tidak mungkin, karena Erekh ada disebut dalam Kej 10:10.
Penjabaran yg paling umum diterima ialah tempat lama Uri, Tel el-Mukayar modern, 14 km sebelah barat Nasiriyeh di S Efrat di Irak Selatan. Penggalian di tempat ini thn 1922-1934 di bawah pimpinan Woolley menelusuri sejarah tempat itu mencakup zaman Al Ubaid (milenium 4 sM) hingga tempat itu ditinggalkan thn 300 sM. Banyak temuan, terutama di kuburan-kuburan kerajaan dari zaman Dinasti 3 kuno pada thn 2500 sM. Di bawah lapisan kuburan-kuburan ini ada lapisan endapan, yg disamakan dengan air bah yg diceritakan dalam Syair Pahlawan Gilgames dan Kej (Iraq 26, 1964, hlm 65 dsb). Reruntuhan dari menara (ziggurat) kuil yg didirikan oleh Ur-Nam(m)u, pendiri Dinasti 3 Sumer yg jaya itu, masih tetap mendominasi tempat itu.
Sejarah dan perekonomian kota itu jelas dari ribuan lempeng dengan tulis ukir dan dari gedung-gedung yg banyak terdapat di situ. Dewa utamanya ialah Nannar (Sin atau Suen dlm bh Semit) yg juga disembah di Haran. Di kemudian hari kota itu diperintah oleh raja-raja Babel-Baru (orang Kasdim) dari tanah Babel.
KEPUSTAKAAN. C. L Woolley, Excavations at Ur, 1954; H. W. F Saggs, 'Ur of the Chaldees', Iraq 22, 1960; G. J Gadd, AOTS, 1967, hlm 87-101; CAH, V2, 1971, hlm 595-617; Orientalia 38, 1969, hlm 310-348. DJW/MHS/HAO

