Daftar Isi
GAMBAR: Farisi farisi
BROWNING: FARISI

Pharisee

Dalam versi-versi Alkitab:

Faresi: SBDR
Farisi: BABA BIS FAYH SBDR TB WBTCDR
farisi: KL1863
Farisi-kah: BABA
Farisij: LDKDR
parisi: ENDE KL1863
Parisi: KL1870 SBDR TL
Perisi: SBDR

Gambar

Farisi: selebihnya..
Topik: Scribes and Pharisees in Moses's Seat; The Pharisee and the Publican; The Pharisees Informed; Visiting a Pharisee's House
farisi: selebihnya..
Topik: Scribes and Pharisees in Moses's Seat; The Pharisee and the Publican; The Pharisees Informed; Visiting a Pharisee's House

FARISI [browning]

Dari kata dasar bahasa Ibrani yang berarti 'dipisahkan'; maka menurut *Origenes dan lain-lain, orang Farisi adalah orang-orang yang memisahkan diri. Diduga, walaupun masih dipertanyakan, bahwa mereka adalah para Hasidim dari 1Mak. 2:42: 7:12 dyb. (lih. *Hasidim). Oleh *Josephus mereka itu disebut sebagai salah satu sekte Yahudi bersama dengan orang *Eseni dan *Saduki. Orang Farisi sering dijumpai dalam PB. Paulus menyebut dirinya dulu orang Farisi (Flp. 3:5). Sebagai seorang Farisi Paulus memegang Taurat dengan teliti dan menyerang para pengikut Yesus orang *Nazaret itu, yang adalah penantang dari ajaran dan peri kehidupan Farisinya. Tetapi, dalam tulisan-tulisannya Paulus sendiri tidak menyebut orang Farisi sebagai lawannya atau sebagai pemimpin persekutuan Yahudi; mungkin mereka tidak hidup di *Galatia -- wilayah ke mana surat Paulus yang paling anti Yahudi dialamatkan. Banyak yang dituliskan dalam Injil-injil tentang orang Farisi, yang mencerminkan pertentangan antara Gereja dan *sinagoga dan tidak menggambarkan keadaan sesungguhnya di Palestina sebelum 70 M. Dari keempat Injil, Markuslah yang memberi gambaran yang paling dapat dipercaya: Dalam Injil Markus orang Farisi hanya dimunculkan dalam cerita-cerita bila Yesus ada di *Galilea atau 'di seberang Yordan' -- kecuali dalam Mrk. 12:13. Ada perdebatan mengenai berpuasa (Mrk. 2:8), mengenai memegang hukum *Sabat (2:24) dan mengenai perceraian (10:2). Di Yerusalem, orang-orang Farisi dekat dengan para pendukung Herodes *Antipas dan dengan demikian mereka tampil sebagai kelompok yang berhubungan dengan dunia politik dan mereka bertekad membela suatu persekutuan Yahudi yang dicela oleh Yesus dan mungkin lepas dari penguasaan Farisi. Golongan ahli Taurat (mis. Mrk. 12:28) tidak sama dengan kelompok Farisi, tetapi karena mereka itu berpengaruh dalam masyarakat, orang Farisi bergabung dengan mereka. Ahli Taurat adalah orang yang mempelajari dan menerangkan Taurat, sedangkan orang Farisi lebih memperhatikan perilaku orang menurut Taurat itu. Orang Farisi dalam Injil Matius adalah korban dari pertentangan Gereja/Sinagoga setelah 70 M. Mereka adalah pembela setia dari keyahudian yang berlawanan dengan penjelasan hukum Taurat menurut Yesus. Orang Farisi juga berlawanan dengan norma-norma yang diharapkan dari pemimpin-pemimpin Kristen generasi kedua. Mereka itu diserang tanpa ampun sebagai orang-orang yang gagal menjadi pelaku dari agamanya sendiri (Mat. 23:3) dan mereka disamakan dengan ahli Taurat yang tidak sesuai dengan kenyataan sejarah (Mat. 23:13, 23, 25, 27, 29). Lukas lebih hati-hati. Ia membedakan orang Farisi dari para ahli Taurat (Luk. 11:37, dan 45). Dia juga agak mendua dalam menilai orang-orang Farisi. Di satu pihak, ada orang-orang Farisi yang bersahabat, yang mengundang Yesus untuk makan bersama (Luk. 11:37; 14:1) dan dalam Kis. 15:5 disebutkan ada orang Farisi Kristen, sejalan dengan pandangannya bahwa ada kesinambungan antara keyahudian dan Gereja. Lukas juga yang berkali-kali menyebut Yerusalem sebagai tempat *penyataan. Dan sebagai anggota *Mahkamah Agama, orang Farisi bersikap simpatik ketika Paulus diadili (Kis. 23:9). Pada lain pihak, orang-orang Farisi itu kaya, sementara Lukas menekankan bahwa Yesus berpihak kepada yang miskin (Luk. 6:20). Orang-orang Farisi menyelenggarakan pesta-pesta makan, sementara Lukas mencatat rasa sepenanggungan Yesus dengan pengemis yang makan dari sisa-sisa dari meja-meja makan (Luk. 16:21). Injil Yohanes menggambarkan orang-orang Farisi sebagai mencurigai Yesus terus menerus. Dalam persekutuan dengan imam-imam kepala, mereka adalah lawan-lawan Yesus. Mereka tampil sebagai pengajar hukum Taurat. Mereka ditempatkan di Yerusalem (Yoh. 1:19-28), di mana penduduk kota itu datang kepada mereka sebagai pejabat yang bertugas mengurusi ketertiban umum (Yoh. 9:13). Bukti-bukti dari tulisan *Josephus, Injil-injil, dan tulisan rabinik sesudah 70 M dalam penelitian kritis, cenderung memberi gambaran bahwa orang-orang Farisi sebagai kelompok berpendidikan, dalam masyarakat berkedudukan di atas orang pedesaan tetapi di bawah dan bergantung pada lapisan pemerintah; pejabat bawahan, guru-guru, dan penegak hukum. Mereka muncul dalam semua periode sejak masa *Hasmonea sampai masa pemusnahan Yerusalem pada 70 M. Mereka dapat dilihat sebagai sekte yang mempunyai maksud tujuan pembaruan berangsur-angsur, secara hati-hati tidak reaksioner, dan mencari jalan-jalan alternatif sesuai dengan penyataan ilahi. Mereka terbuka untuk kepercayaan-kepercayaan baru, seperti kebangkitan orang mati dan mereka sangat memperlihatkan kemauan membarui hukum-hukum mengenai persepuluhan, kebersihan ritual dan perilaku menaati hukum *Sabat. Mereka kurang tertarik pada aturan-aturan sekitar Bait Allah, yang lebih menjadi bagian orang-orang *Saduki.



TIP #35: Beritahu teman untuk menjadi rekan pelayanan dengan gunakan Alkitab SABDA™ di situs Anda. [SEMUA]
dibuat dalam 0.08 detik
dipersembahkan oleh YLSA