Daftar Isi
BROWNING: PSEUDEPIGRAFA
ENSIKLOPEDIA: PSEUDEPIGRAFA

PSEUDEPIGRAFA

PSEUDEPIGRAFA [browning]

Tulisan-tulisan Yahudi yang tidak termasuk ke dalam PL atau *Apokrifa, diterbitkan dengan nama-nama samaran. Tulisan-tulisan ini memberi informasi yang penting untuk mengerti latar belakang PB. Kenabian sudah berhenti dan penjelasan kehendak Allah diberikan dalam bentuk apokalypsis (wahyu) yang mencoba menyelaraskan harapan dan janji-janji kenabian dengan kenyataan penderitaan dari bangsa Israel. Beberapa dari tulisan ini lahir dari Palestina: Mazmur Salomo, Wasiat Keduabelas Leluhur, dan Buku Perayaan. Tulisan-tulisan ini berisikan legenda-legenda dan wahyu-wahyu yang diakui; Kesyahidan Yesaya menjelaskan bahwa nabi digergaji menjadi dua (bnd. Ibr. 11:37): Kitab Henokh adalah penglihatan penghukuman dan nubuat peristiwa-peristiwa sampai pada zaman Mesias (bnd. Yud. 6) dan *Pengangkatan Musa (yang disebut-sebut dalam Yudas) mempunyai suatu pandangan sejarah dunia.

Apokalypsis Ezra dan Apokalypsis Barukh memberi harapan berkat-berkat mesianik bagi mereka yang sekarang menderita. Tulisan-tulisan dari lingkungan Helenis menyajikan hukum *Taurat bagi bangsa-bangsa *bukan Yahudi. Surat Aristeas (¦ 100 sM) dan Sabda Sibyline, dituliskan di Aleksandria (¦ 140 sM) mengundang bangsa-bangsa bukan Yahudi untuk meninggalkan ibadah kafir mereka; Kitab 4 Makabe tidak berhubungan dengan perang Makabe, tetapi dengan penderitaan orang Yahudi dan dengan masalah penggunaan akal. Tulisan-tulisan ini mempunyai napas universalisme, yang berbeda dari napas nasionalisme sesudah pembuangan, yang menandai beberapa tulisan pada zaman itu.

PSEUDEPIGRAFA [ensiklopedia]

Atau, tulisan samar-samar. Istilah ini dipakai bagi karya tulis Yahudi yg tidak termasuk Kanon PL dan tidak mendapat tempat dalam Apokrifa. Karya-karya tulis ini juga tidak meliputi naskah-naskah bidat Qumran (*GULUNGAN LAUT MATI). Kitab-kitab Apokrifa dimasukkan ke dalam Alkitab Yunani, tapi Pseudepigrafa tidak pernah dianggap kanonik. Kendati demikian Pseudepigrafa penting selama kurun waktu antar perjanjian, dan berharga demi kejelasan latar belakang Yahudi dalam PB. Sebagian besar, walaupun tidak semua tulisan yg termasuk kelompok ini diterbitkan di bawah 'nama alias', dan oleh karena itu nama 'samaran' pada umumnya cocok. Tulisan itu dapat dibagi menjadi kelompok Palestina dan kelompok Yahudi-Helenistis, sebab tempat asalnya sangat mempengaruhi bentuk dan tujuannya. Karena ada suatu tema yg begitu berperan pada jumlah terbesar tulisan itu, maka tepat bila digambarkan sebagai kepustakaan gerakan apokaliptik.

I. Kelompok Palestina

Kelompok Palestina memuat tiga jenis pustaka yg berbeda: puisi, legenda dan apokaliptik. Psalms of Salomon hampir pasti termasuk kepada paroan kedua abad 1 sM dan menjadi contoh polemik anti-Saduki dari Farisi pada kurun waktu itu. Dalam sebagian besar dari 18 mazmur ini, yg meniru Mazmur Daud, tiada hunjukan kepada Mesias (kecuali Ps. Sol. 17) tapi bicara banyak tentang kerajaan mesianis. Penggulingan wangsa Hasmon oleh Pompius dari Roma dipandang sebagai tindakan ilahi, sekalipun Pompius sendiri dikutuk karena mencemarkan Bait Suci. Ada upaya pengumpulan mazmur lainnya selama kurun waktu antar perjanjian, ump Psalms of Joshua, dapat ditemukan di perpustakaan Qumran.

Ada banyak kitab berwujud perluasan legendaris dari sejarah alkitabiah, yg didasarkan terutama pada hukum Taurat, sekalipun memasukkan beberapa legenda tentang nabi-nabi. Yg tertua di antaranya ialah Testaments of the Twelve Patriarchs didasarkan pada Kej 49. Masing-masing putra Yakub memberikan petuah kepada keturunannya, dan banyak dari ajaran ini yg bermoral tinggi. Mereka ditampilkan sebagai meninjau kegagalan mereka sendiri dalam berperan sebagai peringatan bagi orang lain. Tapi dua di antara leluhur itu, yakni Yusuf dan Isakhar, dapat mengukir kebaikan mereka sendiri.

Karya asli berasal dari golongan Farisi menjelang akhir abad kedua sM, diperluas kemudian dengan tambahan. Perpustakaan Qumran berisi bagian tertentu dari Testaments Lewi dan Naftali, dalam bh Aram dan Ibrani edisi lebih tua tapi yg tidak memuat seluruh artikel. Bukti yg baru ini meneguhkan pandangan Charles bahwa Testaments itu berisi tambahan Yahudi dan Kristen dari waktu yg lebih kemudian. Ada yg menganggap, redaktur yg terakhir adalah Kristen, kr 200 M. Dalam tulisan ini ada beberapa kesamaan dengan ajaran Yesus, seperti ump anjuran rendah hati, kasih persaudaraan dan pemberian zakat. Bagian ini merupakan perintah moral terbaik dari Yudaisme pada masa pra Kristen.

Buku lain didasarkan atas Kitab Kej ialah Book of Jubilees, disebut demikian karena sistem penanggalannya. Penulisnya menyokong tahun yg terdiri dari 364 hari, guna membantu orang Yahudi dapat melaksanakan perayaan pada hari yg tepat. Inilah contoh khas dari pendekatannya yg legalistis. Seluruh isi kitab itu cenderung sebagai penyataan tentang Musa di G Sinai, dan jelas bermaksud untuk menegakkan nilai kekal hukum Taurat. Penulisnya, seorang Farisi, bermaksud memberantas pengaruh Helenisme yg merajalela selama bagian terakhir abad kedua sM. Di sepanjang 'penyataan' itu ada banyak tambahan kepada sejarah alkitabiah, seperti ump, pendapat yg mengatakan bahwa yg mendorong Abraham mengorbankan Ishak (17:16; 18:9, 12) bukanlah Allah, melainkan Iblis. Penulis menuntut dengan keras supaya orang-orang melaksanakan upacara-upacara Yahudi, khususnya sunat dan pensucian Sabat (15:33 dab; 2:25-31; 50:6-13). Kitab ini dikenal di Qumran, dan ada kemiripannya dengan Naskah Damsyik.

Dalam nada sama dengan kitab Testaments of the Twelve Patriarchs ialah Testament of Job, di mana Ayub memberikan kata-kata perpisahan kepada anak-anak dari istri keduanya. Ayub digambarkan menilik kembali hidupnya yg lampau. Kitab itu diakhiri dengan uraian tentang kecakapan khusus, yg diberikan kepada tiga putrinya untuk menyanyikan nyanyian sorgawi, dan sementara itu jiwanya diangkat dengan kereta ke sorga. Nampaknya penulis kitab itu adalah anggota salah satu bidat Yahudi yg paling keras (mungkin aliran khasidim) dan dapat diberi penanggalan kr 100 sm.

Beberapa macam tulisan legendaris yg sifatnya sama, yg -- paling sedikit dalam naskah-naskahnya yg masih ada -- sudah dipengaruhi agama Kristen, harus dimasukkan dalam kelompok tulisan ini. Life of Adam and Eve, yg masih ada hanya dalam bh Latin, tapi beberapa bagiannya sejajar dengan Apocalypse of Moses (bh Yunani), adalah sebuah rekonstruksi khayali tentang sejarah setelah kejatuhan ke dalam dosa. Dan sepanjang sejarah itu Adam mendapat penglihatan tentang perkembangan-perkembangan sejarah Yahudi hingga zaman setelah pembuangan. Pada umumnya diberi penanggalan antara thn 20 dan 70 M, karena tulisan itu mengandaikan Bait Suci bangunan Herodes masih ada (29:6 dab).

Martyrdom of Isaiah adalah buku, sebagian Yahudi dan sebagian Kristen, yg masih berada hanya dalam bh Etiopia. Buku ini menceritakan bagaimana Yesaya 'dibunuh' dengan gergaji kayu (bab 1-5, bnd Ibr 11:37). Vision of Isaiah, yg telah disisipkan ke dalam tulisan asli, jelas mencirikan tambahan Kristen, karena menceritakan tentang kemarahan Iblis terhadap nubuat Yesaya mengenai penyelamatan melalui Kristus, dan menyebutkan sejarah kristiani sampai zaman penghambatan Nero (Ibr 3:13; 4:16). Bagian buku yg dikenal sebagai Ascension of Isaiah juga bersifat Yahudi-Kristen, sebab Yesaya tidak hanya diberitahu oleh Allah tentang kedatangan Yesus, tapi juga bersaksi akan kelahiran, kematian dan kebangkitan Mesias yg akan datang. Penanggalannya mungkin abad 2 sM; kitab ini belum ditemukan di Qumran.

Tambahan lagi ada beberapa buku Yeremia palsu dan Daniel palsu dari zaman pra Kristen, yg baru saja muncul dari perpustakaan Qumran dan belum diteliti secara cermat, justru belum dimasukkan dalam penelitian ini. Tapi karya yg telah dikenal sebagai Paralipomena of Jeremiah The Prophet, jelas pengaruh Kristen, menyajikan catatan tentang lingkungan Yeremia yg agak lebih dini. Tujuannya khusus menentang perkawinan campuran.

Kelompok pseudepigrafa Yahudi yg jauh lebih penting ialah apokaliptik-apokaliptik, di antaranya Book of Enoch, yg menempati posisi utama. Kitab ini adalah karya tulis gabungan, beberapa bagiannya ditulis pada kurun waktu yg berbeda-beda selama dua abad terakhir sM. Bagian-bagiannya yg tertua, menurut Rowley dan Torrey, ditulis pada zaman Makabe, sekalipun Charles lebih dahulu telah mempertahankan suatu penanggalan pra-Makabe. Ada 5 bagian pokok dalam kitab itu seperti keadaannya kini. Pertama, penglihatan yg diberikan kepada Henokh tentang penghakiman di masa depan, khususnya penghakiman para malaikat yg telah jatuh ke dalam dosa. Kedua, dikenal sebagai The Similitudes of Enoch, terdiri dari 3 perumpamaan yg pokoknya membicarakan tema tentang penghakiman atas dunia, tapi dengan jaminan kepada orang benar melalui harapan mesianis. Ketiga, sebuah buku astronomi. Keempat, terdiri dari dua penglihatan; satu tentang air bah dan yg satu lagi menceritakan sejarah dunia hingga zaman mesianis. Yg kelima adalah bunga rampai dari peringatan-peringatan dan bahan-bahan lain, di antaranya yg paling penting ialah Apocalypse of Weeks, yg membagi sejarah dunia dalam 10 minggu, dimana 3 minggu terakhir bersifat apokaliptik. Buku ini penting sekali bagi penelitian kurun waktu antar perjanjian, menyajikan data yg berharga bagi teologi Yahudi pra Kristen. Juga penting karena dikutip dalam Surat Yud dalam PB. Buku ini dahulu dihubungkan dengan Qumran, tapi karena Similitudes belum ditemukan di sana, mungkin bagian itu ditulis pada zaman sesudah Kristen (lih J. C Hindley).

Buku lain yg beredar di bawah nama Henokh, umumnya dikenal sebagai Book of the Secrets of Enoch atau 2 Enoch. Kadang-kadang juga digambarkan sebagai Slavonic Enoch (Henokh Slavia), karena hanya diketahui ada dalam beberapa naskah Slavia. Berbeda dengan 1 Enoch, buku ini berasal dari latar belakang Helenisme, dan sebagian karya itu dianggap berasal dari kurun waktu Kristen. Karena buku itu dikutip dalam bagian-bagian yg kemudian dari Testament of the Twelve Patriarchs, maka paling sedikit suatu bagian dari 2 Enoch harus mendahului bagian-bagian itu. Seluruhnya biasanya diberi penanggalan abad pertama M. Buku itu menceritakan perjalanan Henokh melalui ketujuh singkapan langit, penyataan-penyataan tertentu yg diberikan kepada Henokh tentang penciptaan dan sejarah umat manusia, dan nasihat-nasihat Henokh kepada anak-anaknya. Banyak dari ajaran etisnya tinggi sifatnya dan mengingatkan kita kepada jenis ajaran dalam Kitab Bin Sirakh.

Assumption of Moses mungkin terdiri dari dua tulisan yg berbeda, dikenal sebagai Testament of Moses dan Assumption of Moses secara berurutan (menurut Charles, tapi Pfeiffer berhati-hati ttg hal itu). Bagaimanapun juga naskah-naskah yg masih lestari tidak ada yg mengemukakan percekcokan tentang raga Musa, yg menjadi dasar bagi Assumption (ini disinggung dlm Yud), tapi dalam Testament Musa, memberikan kepada Yosua suatu tinjauan ulang secara apokaliptik tentang sejarah Israel sejak penaklukan Kanaan hingga akhir zaman. Jelas tiada harapan mesianis apa pun dalam buku ini. Karena ada kesejajarannya dengan Gulungan Perang dan naskah Damsyik dari Qumran, maka disimpulkan pengarangnya mungkin seorang Esen.

Karya tulis lainnya yg termasuk pada kurun waktu Kristen ialah Apocalypse of Ezra (atau 2 [atau 4] Esdras). Dalam buku ini ada beberapa penglihatan yg ditunjukkan kepada Ezra di Babel, yg berkaitan dengan soal penderitaan Israel, dan ihwal itu diteruskan hingga zaman penulis sendiri (hingga kurun waktu setelah thn 70 M, ketika persoalan itu menjadi hangat). Rasa tidak berpengharapan yg meliputi buku ini akhirnya diringankan hanya oleh kepercayaan yg samar-samar kepada suatu zaman emas yg akan datang. Buku ini adalah hasil jerih payah yg sungguh-sungguh, tapi tak berhasil memecahkan persoalan yg mendesak. Penanggalannya kr pada akhir abad pertama sM.

Pada waktu yg kr sama muncullah Apocalypse of Baruch (atau Barukh Siria), yg memiliki banyak pemikiran yg sama dengan buku yg disebut terakhir. Buku ini oleh beberapa ahli dipandang sebagai tiruan dari buku yg lebih hebat, yakni 2 Esdras. Di tengah pesimisme yg diakibatkan keruntuhan Yerusalem bersemi harapan tipis hingga mulainya pemerintahan damai mesianis. Zaman sekarang adalah zaman keputusasaan tanpa keringanan, ditandai oleh air laut yg amat jorok, tapi kedatangan Mesias, yg ditandai oleh petir, membawa penghiburan.

II. Kelompok Yahudi-Helenisme

Pseudepigrafa Yahudi-Helenisme yg lebih menonjol ialah tulisan-tulisan propaganda (Letter of Aristeas dan bg-bg dari Sibylline Oracles), sejarah legendaris (3 Makabe), filsafat (4 Makabe) dan apokaliptik (sebagian dari Slavonic Enoch, telah disebut, dan sebagian dari Greek Baruch). (*APOKRIFA.)

Letter of Aristeas, gayanya berasal dari zaman penulisan LXX seperti diusulkan Ptolemeus II, Filadelfos, dari Mesir (285-245 sM). Ceritanya sendiri bersifat legendaris dan dalam kenyataannya ditulis oleh seorang Yahudi (kr 100 sM), yg ingin memuji dan mempropagandakan hukum Taurat dan agama Yahudi kepada kaum Helenisme yg sezaman dengan dia. Buku ini adalah sebuah pembelaan agama Yahudi terhadap pencela-pencelanya dari golongan non-Yahudi.

Sekitar thn 140 sM seorang Yahudi dari Alexandria menghasilkan beberapa Sibylline Oracles, meniru firman-firman dewi Yunani kuno yg dianggap berasal dari Sibil, seorang nabiah kafir yg sangat dihormati oleh orang Yunani yg sezaman, juga oleh banyak orang Yahudi bahkan orang Kristen dari kurun waktu yg lebih kemudian. Tak terbilang banyaknya tambahan yg dimasukkan kepada firman dewi ini. Dari 12 buku yg ada sebagian besar nampak berasal dari orang Kristen, tapi buku 3-5 pada umumnya dipandang bersifat Yahudi. Buku-buku ini khususnya adalah propaganda, memuat terutama ihwal penghakiman-penghakiman atas bangsa-bangsa non-Yahudi. Dalam buku 3 muncul tinjauan ulang atas sejarah Israel zaman Salomo hingga Antiokhus Epifanes dan pengganti-penggantinya, tapi masyarakat Yahudi akan diuntungkan oleh kedatangan Mesias. Ada himbauan khusus kepada Yunani supaya menghentikan kebaktian kafirnya. dan tujuan apologetis yg kuat ini selanjutnya nampak dalam anggapan bahwa Sibil sebenarnya adalah keturunan Nuh.

3 Makabe, seperti 2 Makabe adalah hiasan legendaris, dirancang bagi pemuliaan orang Yahudi di Mesir pada masa pemerintahan Ptolemeus Fiskon. 4 Makabe adalah khotbah filsafati, penulisnya seorang Yahudi Helenistis yg jelas bersifat legalistis, membicarakan sebagai tema pokok pengawasan nafsu-nafsu oleh akal, dan dengan ini ia memperlihatkan kecenderungannya kepada Stoa. Namun yg benar-benar dikaguminya ialah hukum Taurat Musa. Kendati tak berhasil ia telah berusaha mencari suatu sintese antara keduanya.

Sebagai keseluruhan, pustaka pseudepigrafa menyinarkan terang yg menarik pada kurun waktu persiapan Injil. Kepustakaan ini ditulis pada zaman nabi tidak lagi berperan menyampaikan pengumuman, dan ketika penghormatan kepada hukum Taurat makin bertambah-tambah. Zaman itu adalah zaman kebingungan, dan sastra apokaliptik muncul guna mendamaikan janji nubuat dengan perjalanan sejarah mutakhir yg membawa malapetaka, dan untuk memproyeksikan pemenuhan janji-janji ini ke dalam suatu zaman yg masih harus datang. Buku-buku itu beredar luas di antara bangsa Yahudi. Beberapa penulis PB mungkin mengenal tulisan ini.

Hal memakai nama orang dari zaman-zaman lampau memang asing bagi gagasan-gagasan modern. Tapi karya tulis yg jumlahnya amat besar memakai nama orang lain membuktikan kemanfaatannya bagi zamannya, mungkin hal itu demikian demi keamanan dan guna menjamin otoritas tulisan itu semaksimal mungkin.

Banyak perbedaan dan perkembangan teologis dalam kepustakaan ini dibandingkan kurun waktu nubuat yg mendahuluinya. Secara hakiki zaman yg akan datang berbeda dari zaman sekarang. Zaman yg akan datang mempunyai asalnya sendiri yg adi kodrati yg akan mengganti zaman ini, yg dipandang berada di bawah kekuasaan pengaruh-pengaruh jahat. Ajaran tentang dua zaman ini menjadi ciri khas dari kurun waktu antar perjanjian dan menggema di sana sini dalam PB. Perlu diperhatikan, bahwa kendati ini adalah pendekatan apokaliptik kepada sejarah masa datang, harapan mesianis selama kurun waktu itu tidak begitu ditonjolkan seperti sebelumnya.

Gambaran yg paling jelas terdapat dalam Book of Enoch. Di situ gagasan mesianis menjadi lebih transendental, sejajar dengan transendentalisme yg makin bertambah-tambah dalam gagasan tentang Allah. Anak Manusia sebagai Tokoh sorgawi yg telah ada sebelum dilahirkan, digambarkan menghakimi bersama Allah. Ciri lain yg mencolok dari kepustakaan ini ialah perhatian yg surut dalam hal kebangsaan yg murni dan dalam perkembangan perseorangan, di satu pihak, dan universalisme di lain pihak. Tapi barangkali sumbangan kepustakaan ini yg paling besar, ialah upayanya menentang legalisme agama Yahudi yg makin bertambah-tambah, khususnya antara Farisi, sekalipun legalisme ini tidak tuntas hapus dari banyak buku itu. (*APOKALIPTIK; *APOKRIFA.)

KEPUSTAKAAN. R. H Charles. (red) The Apocrypha and Pseudepigrapha in English, 1913; A-M Denis, Introduction aux Pseudepigraphes Grecs d'Ancien Testament, 1970; J. C Hindley, 'Towards a date for the Similitudes of Enoch', NTS 14, 1967-1968, hlm 551-656; R. H Pfeiffer, History of NT Times with an Introduction to the Apocrypha, 1949; L Rost, Judaism outside the Hebrew Canon, 1976; H. H Rowley, The Relevance of Apocalyptic, 1944; D. S Russell, The Method and Message of Jewish Apocalyptic, 1964; E. P Sanders, Paul argd Palestinian Judaism, 1977, hlm 346-418; E Schurer, HJP 1, 1973. DG/HH




TIP #14: Gunakan Boks Temuan untuk melakukan penyelidikan lebih jauh terhadap kata dan ayat yang Anda cari. [SEMUA]
dibuat dalam 0.09 detik
dipersembahkan oleh YLSA