: A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Molehet | Molekhet | Molid | Moloch | Molokh | MONOTEISME | Mordecai | Mordekhai | More | Moreh | Moresheth
Daftar Isi
BROWNING: MONOTEISME

MONOTEISME

MONOTEISME [browning]

Kepercayaan kepada Allah yang tunggal, atau agama yang berpegang pada kepercayaan tersebut; sebagai lawan dari politeisme, yaitu kepercayaan pada banyak ilah. Agaknya, sebagaimana tercatat dalam sumber-sumber sejarahnya, kepercayaan Israel tidak pernah lain daripada monoteistik. Tetapi, secara historis mungkin saja kepercayaan Israel itu muncul keluar dari kepercayaan *henoteistik yang khas di wilayah itu. Batu Moab dari abad ke-9 sM menyebut Dewa *Kamos tanpa menyangkal adanya dewa-dewa lain. Orang Ibrani menyembah *Yahweh sebagai Allah nasional mereka dan ada sindiran terhadap ilah-ilah bangsa lain di dalam PL, yang berarti Israel mempercayai adanya ilah-ilah itu di samping Yahweh. Ilah-ilah itu resmi disembah di negeri mereka masing-masing (1Sam. 26:19). Sesekali politeisme terang-terangan menyusup melalui pintu belakang kerajaan, seperti pada waktu Yahweh di beri pasangan perempuan (1Raj. 11:5) dan pada waktu dibangun kuil-kuil untuk Kanaos dan *Milkom berseberangan dengan bait Allah. Para *nabi sangat gencar menentang hal itu dan pada abad ke-7 sM kuil-kuil itu dihancurkan oleh *Yosia. Dalam Kitab Ulangan monoteisme berkaitan erat dengan tuntutan-tuntutan etika (Ul. 6:4). Dan sesudah masa *pembuangan tidak ada pula kemungkinan kembali kepada pendewaan yang menyimpang. *Deutero-Yesaya percaya bahwa Yahweh bertanggung jawab atas *baik dan buruk (Yes. 45:7). Nabi dapat mengolok-olok politeisme tanpa pengertian serius, tetapi juga tanpa menantikan bakal ada bantahan. Namun, sekalipun kepercayaan kepada Allah yang tunggal itu mendasar, tetap ada bekas-bekas pengakuan adanya dewa-dewa bawahan (Ayb. 1-2), para *malaikat, dan juga *setan.

Monoteisme diandaikan dalam PB (Mrk. 12:29; 1Kor. 8:6) dan juga adanya malaikat-malaikat dipercayai (Ibr. 1:4). Sementara politeisme disalahkan sebagai penyebab segala kengerian immoral (Rm. 1:24-31). Tetapi, tentu ada kesulitan pada saat orang Kristen nyata-nyata menyembah Yesus. Lawan-lawan Yahudi menuduh mereka meninggalkan monoteisme. Jawaban Kristen akhirnya dengan merumuskan doktrin *Trinitas, setelah menjalani liku-liku pemikiran dengan banyak kesusahan dan perselisihan.




TIP #13: Klik ikon untuk membuka halaman teks alkitab dalam format PDF. [SEMUA]
dibuat dalam 0.33 detik
dipersembahkan oleh YLSA