Versi Paralel Tafsiran/Catatan Analisa Kata ITL - draft

Yeremia 17:9

Konteks
TB (1974) ©

SABDAweb Yer 17:9

Betapa liciknya hati 1 , g  lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?

AYT (2018)

Hati itu licik melebihi segala sesuatu, dan benar-benar parah, siapakah yang dapat memahaminya?

TL (1954) ©

SABDAweb Yer 17:9

Adapun hati itu penipulah adanya terlebih dari pada segala sesuatu; sekali-kali tiada ia berketentuan; siapa gerangan boleh mengetahui isinya?

BIS (1985) ©

SABDAweb Yer 17:9

Hati manusia tak dapat diduga, paling licik dari segala-galanya dan terlalu parah penyakitnya.

MILT (2008)

Hati yang penuh dusta melebihi semua yang sulit disembuhkan, siapakah yang dapat mengetahuinya?

Shellabear 2011 (2011)

Hati itu licik melebihi segala sesuatu, bahkan sangat parah -- siapa dapat mengetahuinya?

AVB (2015)

Hati itu licik melebihi segala sesuatu, bahkan sangat parah – siapa dapat mengetahuinya?

[+] Bhs. Inggris
[+] Bhs. Indonesia
[+] Bhs. Suku
[+] Kuno

TB ITL ©

SABDAweb Yer 17:9

Betapa liciknya hati
<03820>
, lebih licik
<06121>
dari pada segala sesuatu
<03605>
, hatinya
<01931>
sudah membatu
<0605>
: siapakah
<04310>
yang dapat mengetahuinya
<03045>
?
TL ITL ©

SABDAweb Yer 17:9

Adapun hati
<03820>
itu penipulah
<06121>
adanya terlebih dari pada segala sesuatu
<03605>
; sekali-kali tiada ia berketentuan
<01931>
; siapa
<04310>
gerangan boleh mengetahui
<03045>
isinya?
HEBREW
wnedy
<03045>
ym
<04310>
awh
<01931>
snaw
<0605>
lkm
<03605>
blh
<03820>
bqe (17:9)
<06121>
[+] Bhs. Inggris

TB (1974) ©

SABDAweb Yer 17:9

Betapa liciknya hati 1 , g  lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?

TB+TSK (1974) ©

SABDAweb Yer 17:9

1 Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?

Catatan Full Life

Yer 17:9 1

Nas : Yer 17:9

Hati adalah kehidupan batin seseorang dan mencakup keinginan, perasaan, dan pikirannya

(lihat art. HATI).

Terutama sekali, hati adalah sangat jahat dan buruk; sebagai akibatnya orang berubah untuk mementingkan diri sendiri dan jahat dan tidak menurut jalan kebenaran Allah. Hati manusia yang rusak itu tidak dapat diperbaiki atau diubah dengan kekuatan sendiri. Satu-satunya cara ialah mengalami kasih karunia Allah, dilahirkan kembali oleh iman kepada Kristus dan menerima hati yang baru -- hati yang membenci kejahatan dan gemar melaksanakan kehendak Allah (bd. Yer 24:7; Yeh 11:19-20; Mat 5:8).

[+] Bhs. Inggris



TIP #14: Gunakan Boks Temuan untuk melakukan penyelidikan lebih jauh terhadap kata dan ayat yang Anda cari. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA