TB NETBible YUN-IBR Ref. Silang Nama Gambar Himne

  Boks Temuan

Keluaran 3:1-6

Konteks
3:1 Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba 1  Yitro, l  mertuanya, imam di Midian. m  Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung n  Allah, yakni gunung Horeb. o  3:2 Lalu Malaikat TUHAN 2  p  menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api q  yang keluar dari semak duri. r  Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api. 3:3 Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?" 3:4 Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah s  Allah dari tengah-tengah semak duri t  itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah. u " 3:5 Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: v  tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus 3 . w " 3:6 Lagi Ia berfirman: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. x " Lalu Musa menutupi y  mukanya, sebab ia takut memandang Allah. z 
Seret untuk mengatur ukuranSeret untuk mengatur ukuran

[3:1]  1 Full Life : MUSA, IA BIASA MENGGEMBALAKAN KAMBING DOMBA.

Nas : Kel 3:1

Pendidikan di istana Firaun saja tidak memadai untuk memperlengkapi Musa bagi pekerjaan Tuhan. Menyendiri bersama Allah dan empat puluh tahun pembinaan dan penderitaan ketika menggiring kambing domba di padang gurun juga diperlukan untuk mempersiapkannya bagi tugas mendatang menggembalakan Israel melalui gurun itu (bd. 1Kor 2:14).

[3:2]  2 Full Life : MALAIKAT TUHAN.

Nas : Kel 3:2

"Malaikat Tuhan" adalah Tuhan sendiri (ayat Kel 3:4-6). Allah juga menampakkan diri kepada Abraham sebagai "malaikat Tuhan" (Kej 22:11;

lihat art. PARA MALAIKAT DAN MALAIKAT TUHAN).

[3:5]  3 Full Life : TANAH YANG KUDUS.

Nas : Kel 3:5

Penyataan awal Allah kepada Musa adalah tentang kekudusan-Nya. Kekudusan artinya pemisahan dari dosa dan kejahatan, serta pengabdian kepada kebenaran. Musa, selaku hamba Allah, harus senantiasa ingat bahwa Allah yang dilayaninya itu kudus -- demikian kudus sehingga manusia akan mati apabila ia memandang-Nya (ayat Kel 3:6; 19:21; Yes 6:1-7; 1Tim 6:16;

lihat art. PENGUDUSAN).

Penyataan awal Allah kepada Abraham adalah tentang kuasa-Nya yang besar; kepada Musa di sini tentang kekudusan-Nya. Hal ini menggambarkan prinsip penyataan bertahap (bd. Kel 6:1-6; Ibr 1:1-2).



TIP #29: Klik ikon untuk merubah popup menjadi mode sticky, untuk merubah mode sticky menjadi mode popup kembali. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA