13 Januari 2003

Nasihat yang Bijak

Topik : Pembacaan

Nats : Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia (Lukas 2:52)
Bacaan : Lukas 2:46-52

Saya takkan pernah lupa pada Jake. Kakinya tampak terlalu panjang dan kurus untuk menahan arus sungai. Sepatu botnya yang bertambal-tambal dengan warna yang sudah memudar terlihat lebih tua dari dirinya. Rompi memancingnya yang compang-camping direkatkan dengan peniti. Topi uzurnya telah koyak dan ternoda oleh keringat. Tangkai pancingnya yang kuno tampak carut-marut dan penuh balutan.

Saya mengamatinya saat ia menuju ke hulu air yang tenang dan mulai melemparkan pancingnya. Lihat! Ia memancing di tempat yang sama dengan tempat saya memancing sebelumnya pada hari itu, dan berhasil mendapatkan ikan trout, padahal saya tadi tidak mendapatkannya. Tampaknya ia dapat mengajarkan kepada saya satu atau dua hal. Jadi saya harus bertanya kepadanya.

Kita akan mendapatkan wawasan dengan mendengarkan mereka yang telah berpengalaman dan tahu lebih banyak dari kita, yakni pengetahuan yang tidak kita dapatkan karena terhalang oleh kesombongan kita. Kita dapat belajar dari orang lain bila kita mau merendahkan hati dan mengakui betapa sedikit yang kita ketahui. Kesediaan untuk belajar merupakan tanda orang yang bijaksana.

Renungkan tentang Yesus yang semasa kanak-kanak "duduk di tengah- tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka" (Lukas 2:46). Amsal 1:5 menyatakan bahwa "baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan". Marilah kita bertanya kepada mereka yang hidup dengan mencari hikmat Allah --David Roper



TIP #01: Selamat Datang di Antarmuka dan Sistem Belajar Alkitab SABDA™!! [SEMUA]
dibuat dalam 0.00 detik
dipersembahkan oleh YLSA