Versi Paralel Tafsiran/Catatan Analisa Kata ITL - draft

Ayub 22:25

Konteks
TB (1974) ©

SABDAweb Ayb 22:25

dan apabila Yang Mahakuasa menjadi timbunan emasmu, j  dan kekayaan perakmu, k 

AYT (2018)

Yang Mahakuasa akan menjadi emasmu dan perakmu yang berharga.

TL (1954) ©

SABDAweb Ayb 22:25

Maka Yang Mahakuasa akan menjadi emasmu, dan jadi bagimu seperti perak bertimbun-timbun.

BIS (1985) ©

SABDAweb Ayb 22:25

Biarlah Yang Mahakuasa menjadi emasmu, dan perakmu yang sangat bermutu.

MILT (2008)

Ya, Yang Mahakuasa akan menjadi emas dan perak bagimu, serta menara bagimu,

Shellabear 2011 (2011)

maka Yang Mahakuasa akan menjadi biji emasmu serta perakmu yang mulia.

AVB (2015)

maka Yang Maha Kuasa akan menjadi khazanah kamu serta perak yang berharga bagimu.

[+] Bhs. Inggris
[+] Bhs. Indonesia
[+] Bhs. Suku
[+] Kuno

TB ITL ©

SABDAweb Ayb 22:25

dan apabila
<01961>
Yang Mahakuasa
<07706>
menjadi timbunan emasmu
<01220>
, dan kekayaan
<08443>
perakmu
<03701>
,
TL ITL ©

SABDAweb Ayb 22:25

Maka Yang Mahakuasa
<07706>
akan menjadi emasmu
<01220>
, dan jadi bagimu seperti perak
<03701>
bertimbun-timbun
<08443>
.
AYT ITL
Yang Mahakuasa
<07706>
akan menjadi
<01961>
emasmu
<01220>
dan perakmu
<03701>
yang berharga
<08443>
.

[<00>]
AVB ITL
maka Yang Maha Kuasa
<07706>
akan menjadi
<01961>
khazanah
<01220>
kamu serta perak
<03701>
yang berharga
<08443>
bagimu.

[<00>]
HEBREW
Kl
<0>
twpewt
<08443>
Pokw
<03701>
Kyrub
<01220>
yds
<07706>
hyhw (22:25)
<01961>
[+] Bhs. Inggris

TB (1974) ©

SABDAweb Ayb 22:25

dan apabila Yang Mahakuasa menjadi timbunan emasmu, j  dan kekayaan perakmu, k 

TB+TSK (1974) ©

SABDAweb Ayb 22:25

dan apabila Yang Mahakuasa 1  menjadi timbunan emasmu 2 , dan kekayaan perakmu 3 ,

Catatan Full Life

Ayb 22:21-30 1

Nas : Ayub 22:21-30

Elifas menghimbau Ayub dengan doktrin pertobatan yang tradisional namun terlalu sederhana: jikalau Ayub bersedia kembali kepada Allah, menerima instruksi dari firman-Nya, merendahkan diri dan menghapus dosa dari hidupnya, dan meninggalkan ketergantungannya pada hal-hal dunia serta bersukacita di dalam Yang Mahakuasa, maka dengan sendirinya Allah akan membebaskannya dari semua kesulitan, doa-doanya akan didengar, dan keberhasilan akan mengikuti semua usahanya. Akan tetapi, Elifas bersalah dalam tiga hal.

  1. 1) Pertobatan dan keselamatan tidak selalu menghasilkan kemakmuran jasmaniah dan materiel. Kadang-kadang orang beriman, justru karena kesetiaannya "menderita kekurangan, kesesakan, dan siksaan" (Ibr 11:37); sekalipun mereka mempercayai janji-janji Allah, namun saat ini mereka "tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu" (Ibr 11:39).
  2. 2) Ketika menasihati Ayub untuk bertobat supaya memperoleh kembali kesehatan dan kemakmurannya, Elifas dengan tidak sengaja berpihak kepada Iblis dan tuduhan-tuduhannya menentang Ayub dan Allah. Iblis sebelumnya sudah menuduh Ayub melayani Allah hanya karena apa yang dapat diperoleh daripada-Nya (Ayub 1:9-11). Perhatikan bahwa jikalau Ayub bertobat karena dosa yang terduga supaya memperoleh berkat Allah, maka dia memang layak dituduh melayani Allah hanya demi keuntungan pribadi.
  3. 3) Walaupun perkataan Elifas dengan fasik mengungkapkan pentingnya pertobatan, perkataan itu diucapkan dengan motivasi yang salah. Sama sekali tidak ada simpati di dalam hatinya terhadap penderitaan Ayub. Kegagalan Elifas menunjukkan bahwa amanat pertobatan yang dialamatkan kepada yang lemah dan menderita harus disertai kata-kata penghiburan dan belas kasihan.

[+] Bhs. Inggris



TIP #03: Coba gunakan operator (AND, OR, NOT, ALL, ANY) untuk menyaring pencarian Anda. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA