| (0.99605934782609) | (Ayb 31:24) | (jerusalem: Jikalau...) Ayu 31:24-25 berbicara tentang tamak dan kesombongan orang kaya yang menyangka dapat melewatkan Allah. |
| (0.8537652173913) | (2Taw 18:34) | (jerusalem: matahari terbenam) Si Muwarikh melewatkan 1Ra 22:35-38 mengenai nasib raja Ahab, oleh karena hanya memperhatikan raja Yosafat. |
| (0.56917675362319) | (1Taw 20:2) | (jerusalem: kepala raja mereka) Barangkali naskah Ibrani perlu diperbaiki menjadi: kepala (dewa) Milkom. Antara ayat melewatkan" ver="">1 mengenai Daud yang tinggal di Yerusalem dan ayat melewatkan" ver="">2 di mana raja berada di Raba, si Muwarikh melewatkan seluruh kisah mengenai dosa Daud, 2Sa 11:2-12:25. |
| (0.56917675362319) | (Yoh 7:34) | (jerusalem: akan mencari) Sama seperti Allah Yesuspun perlu dicari selama dapat diketemukan. Orang-orang Yahudi sebenarnya melewatkan "saatNya", sedangkan orang-orang bukan Yahudi (orang "Yunani") menerima keselamatan akan ganti orang-orang Yahudi. Bdk Yoh 12:20-21; Yoh 12:35+; Yoh 19:37+. |
| (0.50308594202899) | (2Taw 1:1) | (jerusalem) Mengenai riwayat hidup dan pemerintahan raja Salomo 2Tawarikh tidak menceritakan banyak, selain mengenai karyanya membangun bait Allah, dengan demikian sebetulnya diselesaikan karya Daud. Si Muwarikh melewatkan saja kegagalan dan kesalahan Salomo. Tekanan diletakkan (bab 1 dan 9) pada kekayaan dan kementerengan Salomo, yang seluruhnya hasil berkat Tuhan. |
| (0.49802968115942) | (1Taw 28:1) | (jerusalem: Daud mengumpulkan) Bab 28 ini meneruskan kisah yang terputus dalam 1Ta 23:1 Si Muwarikh melewatkan segala peristiwa yang dalam 2Ra 1-2 diceritakan sehubungan dengan naik takhta Salomo. Sebagai pengganti si Muwarikh mengemukakan pandangannya sendiri mengenai sejarah sbb: Allah telah memilih Daud dari suku Yehuda sebagai raja seluruh Israel, lalu puteranya, yaitu Salomo, dipilihNya sebagai pengganti Daud yang akan membangun bait Allah. |
| (0.49802968115942) | (2Taw 10:1) | (jerusalem) Bab 10 ini hampir secara harafiah menyalin 1Ra 12. Terpaksa si Muwarikh menerima bahwa negara (dan umat) kesatuan Daud terpecah. Tetapi ia melewatkan saja kisah mengenai pemberontakan Yerobeam yang mendahului perpecahan itu, 1Ra 11. Dengan sambil lalu saja, 2Ta 11:14-15, si Muwarikh menyinggung perpecahan di bidang agama yang dengan panjang lebar dikisahkan dalam 1Ra 12:26-13:32. |
| (0.35573546376812) | (1Taw 18:1) | (jerusalem) Kisah panjang yang tercantum dalam 2Sa 9; 1Ra 2 oleh si Muwarikh diringkaskan begitu rupa sehingga hanya berceritera tentang kemenangan-kemenangan raja. Ia melewatkan pertikaian dalam keluarga Daud dan sejarah sial keluarganya yaitu: zinah Daud serta kelahiran Salomo, pembunuhan atas diri Amnon, pemberontakan Absalom, perlawanan dari pihak Seba dan persekongkolan Adonia. Si Muwarikh mencegah diri dari menyebut apa saja yang dapat menodai gambar pahlawannya, yaitu Daud. Begitu ia membuka jalan bagi penegasannya bahwa Daud tidak dapat membangun bait Allah oleh karena terlalu terlibat dalam peperangan, 1Ta 22:8; 28:3. Si Muwarikh juga berpendapat bahwa semua barang rampasan yang diperoleh dalam peperangan itu diperuntukkan bagi pembangunan bait Allah, 1Ta 29:2-5 |
| (0.35573546376812) | (2Taw 18:1) | (jerusalem) Si Muwarikh hampir secara harafiah menyalin kisah 1Ra 22:1-35. Ini mengherankan sedikit mengingat bahwa kisah itu berpusatkan raja Israel, sedangkan si Muwarikh tidak memberi perhatian kepada kerajaan Israel, sehingga melewatkan saja kumpulan ceritera-ceritera mengenai nabi Elia, 1Ra 17-18, dan nabi Elisa, 2Ra 2-8, oleh karena tidak menyangkut kerajaan Yehuda. Si Muwarikh menyalin 1Ra 22:1-35 oleh karena raja Yosafat yang dikagumi si Muwarikh berperan dalam kisah itu dan juga oleh karena seorang nabi Tuhan yang sejati melawan nabi-nabi palsu yang berhamba kepada raja Ahab. |
| (0.21344130434783) | (Mat 22:1) |
(sh: Bukan sekadar perjamuan kawin (Jumat, 2 Maret 2001)) Bukan sekadar perjamuan kawinBukan sekadar perjamuan kawin. Sebagian besar orang akan merasa terhormat dan tidak akan melewatkan kesempatan berharga bila termasuk tamu undangan suatu perjamuan besar yang diadakan tokoh besar, apalagi bila perjamuan tersebut diadakan oleh seorang raja bagi pernikahan anaknya. Tetapi hal ini tidak terjadi dalam perumpamaan yang kita baca hari ini. Apa saja keanehan yang terjadi? Dapat dikatakan bahwa respons para tamu undangan benar-benar mengecewakan raja, walaupun raja mengundangnya beberapa kali dengan suguhan yang menggiurkan (3-4). Tak terpikir oleh kita bagaimana mungkin orang-orang tidak mengindahkan undangan raja yang biasanya dipadati para pengunjung dari segala pelosok, yang ingin menyaksikan betapa meriah, kemilau, dan sesuatu yang lain dari pada pesta biasa. Betapa mengherankan respons tidak mengindahkan mereka hanya karena bisnis dan aktivitas sehari-hari mereka, sampai mereka bertindak kejam dan sadis untuk menggagalkan segala rencana raja (5-6). Hal ini menunjukkan betapa degilnya hati manusia, karena tidak seorang pun mencari Allah, bahkan undangan Allah yang telah berinisiatif mencari manusia pun, ditolak oleh manusia. Namun kita lihat akhirnya betapa fatalnya keadaan orang yang tidak membuka sedikit pun hatinya bagi undangan Allah (7). Undangan-Nya berkali-kali didengungkan tetapi memiliki batas waktu yang tidak mungkin ditawar manusia, hanya Dia yang tahu kapan saat berakhirnya undangan tersebut. Ketidakhadiran para tamu undangan tidak menyebabkan kegagalan pesta tersebut, karena raja mengundang orang- orang yang dianggap tidak layak oleh manusia tetapi dilayakkan hadir oleh raja (9-10). Namun bagi mereka pun tetap ada persiapan untuk menghadiri pesta raja (11- 12), apa artinya? Mereka pun harus mempersiapkan diri untuk menghadiri perjamuan tersebut, dengan pakaian yang layak. Hal ini mencerminkan bagaimana respons kita terhadap undangan-Nya. Ketika kita menyambut undangan- Nya, maka kita pun harus membayar harga, berani meninggalkan gaya hidup lama yang bersifat duniawi dan mengenakan manusia baru. Renungkan: Hal duniawi apakah yang selama ini telah menghalangi respons kita terhadap undangan Allah yang bukan sekadar perjamuan kawin, tetapi perjamuan sukacita surgawi yang bersifat kekal? |
