Daftar Istilah NET: “Euaggelion” (Yun.) yang artinya Kabar Baik, yaitu berita bahwa Allah telah membuat jalan pengampunan bagi orang yang berdosa dan hidup dengan Dia untuk selama-lamanya.
Injil [haag]
Injil.
- (I). PENDAHULUAN KATA.
- (1) Jumlah. Sudah sejak awal-mula Gereja Kristus hanya mengakui secara kanonik empat buah ~I. Keempat ~I itu membentuk satu kesatuan yang mendalam dan rokhani sekali, serta membentuk "Injil yang satu dan berbentuk 4 buah naskah". ~I. apokrif lebih banyak dipengaruhi bentuk sastra helenis dan sering mengungkapkan kecenderungan ajaran salah. Semua ditolak oleh Gereja dalam daftar kanon.
- (2) Corak tulisan.
- (a) ~I itu bukan biografi. Sebaliknya juga tidak pertama-tama disusun menurut pandangan ilmu sejarah. Ia juga tidak melukiskan sketsa sifat pribadi Yesus. ~I itu jauh dari menyeluruh. Lukisan topografi maupun lukisan geografis termasuk jarang diberikan di dalam ~I. Kebanyakan hanya skematis.
- (b) ~I itu bukan semata-mata hasil seorang penulis individuil. Bahan dan ungkapan-ungkapan diambil dari tradisi lisan. Sebagian besar tradisi sudah berbentuk tetap sebelum ~I ditulis. Meskipun demikian setiap ~I mempunyai coraknya yang khas (gaya, rencana, tujuan pokok).
- (c) ~I itu tumbuh dalam kebutuhan pewartaan kristen. ~I merupakan endapan ajaran dan pertolongan bagi pewartaan lisan. ~I dirasakan perlu untuk mencapai kalangan pembaca lebih luas dan untuk memberi sesuatu yang tetap bagi keturunan-keturunan yang akan datang mengenai hal-hal yang diwariskan oleh para saksi mata dan oleh para pewarta sejak awal-mula (bdk.: Luk 1:1-4). Barangkali kesulitan pada jemaat purba -- tak terlupakan ibadat mereka -- ikut-serta mempengaruhi penetapan ungkapan naskah ~I (Misalnya: mengenai berita tentang pendirian Ekaristi: --> Perjamuan malam).
- (II) RENCANA DAN STRUKTUR. Mengenai rencana dan struktur ~I sinoptik pada garis besarnya boleh dinyatakan identik sama. Mereka mulai dengan penampilan Yohanes Pembaptis (: sejarah kanak-kanak Yesus tidak termasuk di dalam bahan katekese awal gereja); pembaptisan dan digodanya Yesus; penampilan Yesus di Galilea; sebuah perjalanan ke Yerusalem dan kejadian-kejadian pada hari-hari terakhir di situ; kisah tentang penderitaan dan wafat Kristus; berita tentang makam yang kosong dan penampakan Yesus kepada para muridNya. Hubungan antara ~I sinoptik satu sama lain, yang menyangkut kecocokan dan perbedaannya, merupakan bahan "Persoalan sinoptik".
- (III) TUMBUHNYA ~I. ~I Yohanes timbul pada sekitar tahun 100 ses. Mas., artinya, 60-70 tahun setelah terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan. ~I Yohanes menunjukkan suatu kebebasan besar sekali terhadap katakese kristen purba. Pencipta ~I ini membentuk Injilnya sebagai sebuah kesatuan yang erat. Orang perlu menerima pandangan, bahwa susunan tertulis ~I sinoptik didahului adanya pewartaan. Adapun pewartaan itu dilakukan secara lisan melulu. Tetapi para "saksi mata sejak waktu semula" (Luk 1:2) sudah menyusun sebuah kerangka katekhese tertentu perihal tutur-kata dan perbuatan Yesus: Logia (: pepatah dan ungkapan) Yesus dan berbagai bahan Injil yang disusun menjadi satu buah bentuk tertentu. Bentuk susunan itu tadi sudah disiapkan secara mudah dan sederhana demi lancarnya penyebaran pewartaan lisan. Bentuk yang sederhana itu juga dicapai lewat gaya bahasa, pengulangan, inclusio, penggambaran, bentuk pepatah dan usaha untuk mengatur bahannya sekitar suatu gagasan inti. Katekhese para Rasul tentu disebar-luaskan lewat bahasa Aram. Tetapi di dalam waktu yang tidak terlalu lama penyebaran pewartaan juga dilakukan dalam bahasa Yunani. Sejarah tradisi pewartaan sangat gelap adanya, meskipun demikian kelihatannya sudah bisa dipastikan, bahwa pewartaan yang sebenarnya tentang Yesus, pewartaan tentang sabdaNya, tentang mukjijatNya, tentang wafat dan kebangkitanNya sudah mempunyai cara mengajar yang tetap. Sudah ada susunannya menurut garis besar maupun menurut perinciannya. Dari pewartaan lisan yang teratur timbul kemungkinan untuk berbicara tentang adanya sebuah "Injil-purba". Kita dapat memperkirakan, bahwa "~I-purba" mengandung bahan umum bagi Mat dan Mark. Barangkali di situ sudah termasuk Logia dari Matius yang pertama. Penulisan tetap mulai berlaku, waktu pewartaan ~I meningkat ke luar lingkup orang Yahudi Palestina, waktu keturunan para saksi-mata mulai menipis.
- (IV) PENILAIAN SEJARAH. Kebenaran sejarah dari ~I dalam artian yang umum boleh dikatakan benar-benar bisa dipercaya. Soal kebenaran sejarah secara tehnis (: kritik sumber, kaitan dengan sejarah profan) bukan menjadi tujuan ~I. Antara peristiwa-peristiwa yang diceritakan dan penulisannya secara tetap ada selang waktu tertentu (: satu keturunan). Dari segi lain perlu diberikan penilaian yang tepat mengenai cara meneruskan bahan-bahan ~I yang terjadi dengan cara yang lain daripada biasa (: lewat suatu tehnik ingatan yang berkembang tinggi dikalangan pihak-pihak yang meneruskannya). ~I di luar jenis tulisan helenisme. ~I itu mengungkapkan kembali Logia Yesus yang cocok sekali untuk tradisi lisan. Penyimpangan-penyimpangan dalam soal perinciannya lebih memudahkan ditemukannya nilai sejarah para sinoptisi daripada mengecilkan nilai sejarahnya.
Injil [kecil]
Injil; (kata Yunani: euaggelion) TB- Berarti: kabar gembira, berita baik. Kedatangan Yesus Kristus dan mulainya pemerintahan Allah di dunia ini merupakan inti Injil yang harus diberitakan ke mana-mana (bandingkan Mat 24:14). Kemudian tulisan-tulisan rasul-rasul yang membukukan kesaksian tentang diri Yesus Kristus disebut juga: kitab-kitab Injil.
Injil [pedoman]
- 1. Suatu kabar kesukaan besar untuk seluruh bangsa. Luk 2:10,11,31,32
- 2. Dinubuatkan. Yes 41:27; 52:7; 61:1-3; Mr 1:15
- 3. Dikabarkan pada masa Perjanjian Lama. Ibr 4:2
- 4. Menyatakan kasih karunia Allah. Kis 14:3; 20:32
- 5. Pengetahuan tentang kemuliaan Allah dengan - . 2Kor 4:4,6
- 6. Hidup yang tidak dapat binasa dinyatakan oleh Yesus melalui - . 2Tim 1:10
- 7. Adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Rom 1:16; 1Kor 1:18; 1Tes 1:5
- 8. Mulia. 2Kor 4:4
- 9. Kekal. 1Pet 1:25; Wahy 14:6
- 10. Diberitakan oleh Kristus. Mat 4:23; Mr 1:14
- 11. Hamba-hamba Tuhan mempunyai tugas untuk memberitakan - . 1Kor 9:17
- 12. Diberitakan terlebih dahulu kepada Abraham. Kej 22:18; Gal 3:8
- 13. Diberitakan kepada:
- 13.1 Orang Yahudi lebih dahulu. Luk 24:47; Kis 13:46
- 13.2 Bangsa-bangsa bukan Yahudi. Mr 13:10; Gal 2:2,9
- 13.3 Orang-orang miskin. Mat 11:5; Luk 4:18
- 13.4 Semua orang. Mr 16:15; Kol 1:23
- 14. Harus dipercayai. Mr 1:15; Ibr 4:2
- 15. Membawa sejahtera. Luk 2:10,14; Ef 6:15
- 16. Memberi pengharapan. Kol 1:23
- 17. Orang-orang kudus bersekutu dalam - . Fili 1:5
- 18. Berisi penuh berkat. Rom 15:29
- 19. Yang menerima - patut:
- 19.1 Memegang teguh kebenaran - . Gal 1:6,7; 2:14; 2Tim 1:13
- 19.2 Sungguh-sungguh berjuang untuk iman yang timbul dari - . Fili 1:27; Yud 1:3
- 19.3 Jangan merasa malu karena - . Rom 1:16; 2Tim 1:8
- 19.4 Hidup berpadanan dengan - . Fili 1:27
- 19.5 Hidup dalam ketaatan terhadap - . 2Kor 9:13
- 19.6 Mengorbankan keluarga dan harta benda untuk - . Mat 10:37
- 19.7 Mengorbankan kehidupan untuk - . Mr 8:35
- 20. Orang yang percaya akan - akan menderita aniaya. 2Tim 3:12
- 21. Janji-janji kepada orang yang menderita sebgsara karena - . Mr 8:35; 10:30
- 22. Menjaga supaya jangan merintangi pemberitaan - . 1Kor 9:12
- 23. Tertutup untuk orang sesat. 2Kor 4:3
- 24. Menyaksikan hukuman yang terakhir. Rom 2:16
- 25. Apabila ada orang yang memberitakan - lain, ia akan terkutuk. Gal 1:8
- 26. Akibat yang dahsyat sekali apabila tidak mau mentaati - . 2Tes 1:8,9
- 27. Dinamai:
- 27.1 Ajaran yang sesuai dengan ibadah. 1Tim 6:3
- 27.2 Berita pendamaian. 2Kor 5:19
- 27.3 Contoh ajaran yang sehat. 2Tim 1:13
- 27.4 Firman Allah. 1Tes 2:13
- 27.5 Firman iman. Rom 10:8
- 27.6 Firman kasih karunia. Kis 14:3; 20:32
- 27.7 Firman kebenaran. Ef 1:13; Yak 1:18
- 27.8 Firman kehidupan. Fili 2:16
- 27.9 Injil Allah. Rom 1:1; 1Tes 2:8; 1Pet 4:17
- 27.10 Injil damai sejahtera. Ef 6:15
- 27.11 Injil kasih karunia Allah. Kis 20:24
- 27.12 Injil kemuliaan Kristus. 2Kor 4:4
- 27.13 Injil Kerajaan. Mat 24:14
- 27.14 Injil keselamatan. Ef 1:13
- 27.15 Injil Kristus. 2Kor 2:12; 1Tes 3:2
- 27.16 Kabar Keselamatan. Kis 13:26
- 27.17 Pelayanan Roh. 2Kor 3:8
- 27.18 Pemberitaan tentang Yesus Kristus. Rom 16:25
- 27.19 Perkataan Kristus. Kol 3:16
- 27.20 Rahasia Injil. Ef 6:19
- 27.21 Tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah. Ef 3:2
- 28. Penolakan orang banyak terhadap - dinubuatkan. Yes 53:1; Rom 10:15,16
- 29. Penolakan orang Yahudi terhadap - menjadi jalan berkat bagi orang kafir.
Rom 11:28
INJIL [browning]
Kata ini berarti 'kabar tentang peristiwa-peristiwa yang menggembirakan atau 'kabar sukacita'. Kata 'Injil' digunakan oleh Yesus ketika Ia memproklamasikan kedatangan *Kerajaan Allah (Mrk. 1:15) dan oleh Paulus untuk karya Allah yang telah dikerjakan melalui Yesus Kristus (Rm. 1:1-2). PB mengangkat tema yang telah diberitakan *nabi PL mengenai kabar baik bahwa akhir *pembuangan akan segera tiba (Yes. 40:9). Dalam menulis Surat Galatia (1:6-7) Paulus memusatkan perhatian kepada para penentangnya yang telah memutarbalikkan Injil-'nya' dan mengajarkan 'Injil lain' yang dianggap tidak lebih dari jalan lama' *Yudaisme dengan sedikit perbaikan atau modifikasi. Itu semua adalah legalisme lama. Injil-'nya' adalah kabar baik bahwa oleh Kristus, melalui iman kepada-Nya, kita dibenarkan oleh Allah. Dengan demikian isinya telah berubah: bagi Yesus, Injil adalah kedatangan Kerajaan Allah; sedangkan bagi Paulus, isi Injil adalah Kristus sendiri, yang adalah 'kekuatan Allah yang menyelamatkan' (Rm. 1:16). Isi Injil memang perlu ubah karena iman jemaat atas *kematian dan *kebangkitan Yesus.
Pada abad kedua 'Injil' digunakan sebagai judul kitab-kitab Kristen tertentu. Hal ini mengikuti kebiasaan bahwa kitab biasanya dikenal dari kata pertamanya. Kitab 'Kejadian', kitab pertama PL, memperoleh nama Genesis dari *LXX, yang berarti 'permulaan' (Kej. 1:1). Kata pertama dalam Injil Markus adalah 'Injil'; namun segera ada tiga kitab lain yang diterima sebagai berita mengenai *pelayanan, kematian dan kebangkitan Yesus. Karena itu, untuk membedakannya, judul kitab-kitab itu menjadi 'Injil menurut Matius', dan seterusnya. Kata 'Injil' telah menunjukkan literatur tentang Yesus, namun apakah Injil benar-benar merupakan *jenis tulisan yang baru sama sekali, masih diperdebatkan oleh sarjana-sarjana PB.
INJIL [ensiklopedia]
(Yunani, euangelion, 'kabar baik'). Dalam kesusastraan klasik kata ini mengacu kepada pahala yg diberikan untuk berita-berita yg baik. Juga menunjuk kepada apa yg dikabarkan, mula-mula kemenangan, kemudian berita kesukaan lain. Bahwa kata ini terdapat lebih 75 kali dalam PB, jelas menekankan adanya suatu pengertian Kristen. Injil adalah kabar baik bahwa Allah di dalam Yesus Kristus telah memenuhi janji-janji-Nya kepada Israel, dan bahwa suatu jalan keselamatan telah dibuka bagi semua orang. Injil janganlah dipertentangkan dengan PL, seolah-olah Allah telah mengubah cara-Nya dalam menghadapi manusia, melainkan adalah pemenuhan dari janji PL (Mat 11:2-5). Yesus sendiri melihat dalam nubuat-nubuat nabi Yesaya gambaran dari pekerjaan-Nya (Luk 4:16-21).
Markus memberi definisi 'Injil Allah' dalam Mrk 1:14 (naskah Bizantin menambahkan 'Injil kerajaan') dengan 'Waktunya telah genap, dan Kerajaan Allah sudah dekat'. Percaya berarti memperoleh keselamatan, tapi menolak atau tidak percaya akan dihukum (Mrk 16:15, 16). Injil yg sama ini diberitakan oleh para komunikator pertama Kristen, tapi berita yg sama itu menjadi lebih jelas oleh kematian dan kebangkitan Yesus, Sang Kristus. Injil datang bersama Kristus (atau, lebih tepat, peristiwa kedatangan Kristus adalah Injil), tapi telah diberitakan terlebih dahulu dalam janji-janji berkat Allah kepada Abraham (Gal 3:8) dan telah dijanjikan dalam kitab para nabi (Rm 1:2).
Injil dihadirkan bukan hanya dengan kekuatan (1 Tes 1:5) tapi Injil itu sendiri adalah kekuatan Allah (Rm 1:16). Injil menyatakan kebenaran Allah dan memimpin kepada keselamatan semua orang yg percaya (Rm 1:16, 17). Rasul Paulus memandang Injil sebagai sesuatu dari Allah yg mulia, yg telah dipercayakan kepadanya (1 Tim 1:11). Dengan demikian terkandung keharusan yg ilahi untuk memberitakannya (1 Kor 9:16), dan ia mohon didoakan supaya dapat melakukan tugasnya memberitakan Injil itu dengan keberanian (Ef 6:19), meskipun ia harus mengalami perlawanan (1 Tes 2:2) dan penderitaan (2 Tim 1:8). Injil adalah 'firman kebenaran' (Ef 1:13), tapi tertutup bagi orang-orang yg tidak percaya (2 Kor 4:3,4) yg menghendaki tanda ajaib atau supernatural atau pembuktian rasional (1 Kor 1:21-23). Sebagaimana dampak teologis dari Injil diterima oleh Paulus melalui penyataan Yesus Kristus (Gal 1:11, 12), demikian juga oleh jawaban iman Injil hadir dengan kuasa yg menyelamatkan (Ibr 4:2).
Pemakaian kata 'Injil-injil' untuk mengacu kepada keempat kitab pertama PB berasal dan zaman sesudah Alkitab disusun (abad 2 sM).
KEPUSTAKAAN. C. H Dodd, The Apostolic Preaching and its Developments, 1936; R. H Mounce, The Essential Nature of New Testament Preaching, 1960; G Friedrich dalam TDNT 2, hlm 705-735; U Becker, NIDNTT 2, hlm 107-115. RHM/JMP


pada popup untuk memperkecil ukuran huruf, ikon
pada popup untuk memperbesar ukuran huruf. [