: A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Ukur | Ukur, Ukuran | Ukuran | Ukuran Dan Timbangan | Ula | Ulah Perang | Ulai | Ulam | Ulangan | Ular | Ular Beludak
Daftar Isi
HAAG: Ulah Perang

Ulah Perang

Ulah Perang [haag]

Ulah Perang.

  1. (I). Di dalam PL.
    1. (1) Paling tidak pada zaman kuno ~UP dipandang seperti pada bangsa Arab kuno sebagai sebuah kejadian agama. Di dalam perang itu orang Isr. memenuhi kemarahan Yahwe (1Sam 28:18), sehingga dipersiapkan dengan pembersihan ibadat (: berpantang 1Sam 21:6). Yahwe sendiri atau ---> TabutNya ada di dalam perkemahan (Bil 14:42), Beliaulah yang memimpin pasukan (Yos 10:14) atau melemahkan musuh (Kel 23:27-28 dbtl.). Perang-perang Isr. adalah perang Yahwe. Oleh sebab itu hasil rampasan dinyatakan ---> haram, sebab dikuduskan bagi Yahwe.
    2. (2) Mengenai besarnya organisasi ~UP tidak ada laporan yang tepat. Sebuah pasukan bayaran tetap, dalam bentuk pengawal pribadi dan prajurit sewaan baru terjadi pada zaman para raja. Undang-undang di waktu kemudian menyatakan bahwa pengecualian akan wajib militer terjadi atas dasar sosial (Ul 20:1-9; 24:5), atau atas dasar kultis (Bil 2:33). Pasukan tentara terdiri dari laskar pejalan kaki (: pelempar ayunan, pasukan panah, pasukan senjata berat) dan (sejak Salomo: 1Raj 10:26-29) laskar kereta. Kereta perang itu mempunyai dua buah roda, yang dibuat dari kayu dengan dilingkari besi, ditarik oleh dua atau tiga ekor kuda. Pada pokoknya kereta itu melayani para pemanah dengan membawa perisai. Mereka itu termasuk pasukan yang paling penting. Pasukan berkuda digunakan untuk pelayanan berita. ---> Senjata. Gamb. 33.
    3. (3) Dengan sebuah pasukan yang terorganisir barulah mungkin melakukan ~UP untuk melakukan serangan. Cara-cara penyerangan pada zaman kuno adalah: Mendirikan tembok perbentengan (2Sam 20:15), membuat kota kelaparan atau memutuskan aliran air. Di dalam masalah tehnik pengepungan itu orang-orang Isr. belajar dari orang-orang Asyur (Yeh 4:2; 21:27 dbtl). Membuat alat pelantak atas roda, atap-atap pelantak, penembak dengan batu besar (2Taw 26:15) dan lubang galian. Orang-orang yang dikepung melindungi diri dengan rantai pengait dan tangkai berapi. Pada zaman Makabe orang menggunakan menara penggempur yang mengapung dengan jembatan penerjun dan tambang (1Mak 11:20; 13:44). ---> Benteng.
    4. (4) Tata susila perang yang kasar mengijinkan perbuatan memotongi anggota tubuh lawan yang tertangkap (Hak 1:6; Yer 52:11), atau membunuhnya (Bil 31:7; Ul 20:13 dbtl.), maupun menjualnya selaku ---> budak (1Mak 3:41; tetapi hal terakhir ini tidak berlaku bagi bangsanya sendiri: Ul 24:7; Im 25:42 dst. dll.). Isteri dan anak adalah barang rampasan pemenang (Hak 5:30). Ul 20:10-11 berusaha memanusiakan perang itu. --> Pembuangan/haram.
  2. (II). Di dalam PB perang hanya dipakai dalam lukisan (Luk 14:31 dst.) atau diungkapkan sebagai kejadian eskatologis (Mark 13:7 dsj.; Wahy passim.).



TIP #22: Untuk membuka tautan pada Boks Temuan di jendela baru, gunakan klik kanan. [SEMUA]
dibuat dalam 0.06 detik
dipersembahkan oleh YLSA