Daftar Isi
GAMBAR: Horeb Sinai
GREEK: 4614 sina Sina
HEBREW: 2722 brx Choreb 5514 ynyo Ciynay
BARCLAY: 4614
HAAG: Horeb Sinai
KECIL: Sinai
BROWNING: HOREB SINAI
ENSIKLOPEDIA: HOREB SINAI, GUNUNG

Sinai

Dalam versi-versi Alkitab:

Horeb: FAYH TB TL
Sina: KL1863
Sinai: BIS ENDE FAYH KL1863 TB TL WBTCDR
thur Sinaj: LDKDR
Tiah: TL
Torsina: KL1870 SBDR TL
Tur Sina: BABA
Tur-Sina: BABA
padang pasir. Kel 3:1.
ditunjuk. Kel 19:1.
kata Gerika untuk Sinai. Kis 7:30.

Gambar

Horeb: selebihnya..
Topik: Elijah on Horeb
Sinai: selebihnya..
Topik: Camping at the Foot of Sinai
NETBible Maps:
Indo1 C4
Indo2 C4
Indo4 A6

Yunani

Strongs #4614: sina Sina

Sinai = "thorny"

1) a mountain or rather a mountainous region in the peninsula of
Arabia Petraea, made famous by the giving of the Mosaic law

4614 Sina see-nah'

of Hebrew origin (5514); Sina (i.e. Sinai), a mountain in Arabia: KJV -- Sina.
see HEBREW for 05514

Ibrani

Strongs #02722: brx Choreb

Horeb = "desert"

1) another name for Mount Sinai from which God gave the law to Moses
and the Israelites

2722 Choreb kho-rabe'

from 2717; desolate; Choreb, a (generic) name for the Sinaitic mountains: KJV -- Horeb.
see HEBREW for 02717

Strongs #05514: ynyo Ciynay

Sinai = "thorny"

1) the mountain where Moses received the Law from Jehovah; located at
the southern end of the Sinai peninsula between the horns of the
Red Sea; exact site unknown

5514 Ciynay see-nah'-ee

of uncertain derivation; Sinai, mountain of Arabia: KJV -- Sinai.

[Barclay]

Strongs #4614:

Sinai

Horeb [haag]

Horeb. (Bhs. Ibr.: Yang kering, terasing).

Nama dari gunung pemberian hukum. Juga disebut --> Sinai. Sekolah aliran Wellhausen melihat di dalam ungkapan ~H adanya ungkapan tempat dari tradisi elohis (E) dan deuteronomis (D), sedangkan ungkapan Sinai mereka hubungkan dengan tradisi Yahwis (Y) dan Imamat (P). Gamb. 13.

Sinai [haag]

Sinai.

~S di dalam sumber tradisi Y dan P adalah nama gunung, tempat Yahwe menampakkan Diri kepada Musa dan membuat --> perjanjian dengan suku-suku bangsa Isr. yang berkumpul di situ (pada sumber tradisi E dan D --> Horeb, atau juga "Gunung" maupun "Gunung Tuhan"). Barangkali nama ~S dihubungkan dengan ibadat terhadap Sin yang dilakukan di situ (---> Bulan). Tradisi kristen (sejak abab 4 sesudah Mas.) mencari tempat gunung ~S pada kedua puncak gundukan gunung pada sebelah barat-daya semenanjung Sinai. Meskipun laporan Alkitab itu tidak seragam, namun orang tidak perlu memandang tradisi Horeb sebagai tidak benar dalam artian sejarahnya, sehingga "kebenaran sejarah" ~S dicari orang di luar semenanjung itu (Misalnya: di Midian, dekat Kadesy atau Petra). Sifat-sifat vulkanis pada saat penampakan Tuhan dalam Kel 19 tidak mengharuskan adanya sebuah gunung berapi. Dari segi lain tempat ~S sukar sekali ditentukan dari Mesir (Kel 3:18; 5:3 = tiga hari perjalanan; Kel 15:22 dst.; Bil 33:5-15: tempat-tempat pemberhentian di dalam perjalanan; bdk.: naskah-naskah kuno Ul 33:2; Hak 5:4-5; Hab 3:3). Secara keseluruhan tidak bisa diambil kesimpulan jelas dari naskah-naskah itu. -- Kekayaan bumi dari semenanjung itu sudah sejak masa kuno membangkitkan s semangat orang Mesir untuk memperluas daerahnya ke situ. Banyak bekas-bekas ditemukan disitu, terutama sejumlah inskripsi, naskah-naskah untuk menepati kepenuhan nazar buruh-buruh tambang semit dari abad 19/18 dan dari abad 15 sebelum Mas., yangdi tulis dalam tulisan hieroglif, maupun dalam tulisan proto alfabet dan tulisan Kanaan sehari-hari yang semuanya mengandung nilai sejarah kebudayaan yang tinggi. Gamb. 13.

Sinai [kecil]

KS.- [PL] Kel 3:1; 17:6; 19:1-38; 24:12-18; 31:18; 34:2-4,29-32; Ul 4:10-15; 5:2-3; 1Raj 8:9; 19:8; Neh 9:13
[PB] Kis 7:30,38; Gal 4:24-25

HOREB [browning]

Nama yang digunakan oleh sumber *E, dan dalam Kitab Ulangan (mis. Ul. 5:2) untuk Gunung *Sinai. Tidak dapat dipastikan, apakah Horeb dan Sinai menunjukkan wilayah yang berbeda pada lokasi yang sama, atau tempat yang berbeda sama sekali, atau nama alternatif untuk tempat yang sama.

SINAI [browning]

Sejak abad ke-4 M, ditentukan sebagai semenanjung yang menghubungkan *Afrika dan *Asia (tetapi ada yang mengusulkan lokasi lain). Di sebelah utara terdapat Laut Tengah dan di sebelah selatan terdapat *Laut Merah; bagian terbesarnya adalah gurun, walau wilayah itu selalu mampu menghidupi kelompok suku pengembara kecil. Orang Israel melakukan perjalanan melalui padang gurun Sinai setelah keluar dari perbudakan di *Mesir. Di *Gunung Sinai, di selatan semenanjung, Musa berhadapan dengan *semak duri yang terbakar (Kel. 3:1-2). Ke gunung inilah orang Ibrani menuju setelah lolos dari Mesir. Inilah gunung suci di mana orang percaya Yahweh berdiam. Dan karena Yahweh dihubungkan dengan pelepasan mereka dari Mesir, maka dapat dimengerti bahwa mereka ke Sinai dulu sebelum pergi ke tanah *Kanaan. Di sini umat Israel menerima hukum *Taurat (Kel. 20-23) dan *perjanjian itu dikukuhkan. Gunung Allah ini juga dikenal oleh sumber-sumber *E dan *D sebagai Gunung *Horeb. Gunung ini begitu erat dihubungkan dengan *penyataan kepada Israel, sehingga pada waktu Paulus membicarakan hubungan dari Perjanjian Baru dengan Perjanjian Lama, ia menjadikan Sinai itu kiasan *alegoris dari Yudaisme (Gal. 4:24-25).

HOREB [ensiklopedia]

Lihat SINAI.

SINAI, GUNUNG [ensiklopedia]

Tempatnya belum dapat dipastikan. Beberapa ahli menganggap gunung-gunung berikut sebagai G Sinai: Jebel Musa, Ras ets-tsaftsafeh, Jebel Serbal dan sebuah gunung dekat al-Hrob. Tradisi yg cenderung menganggap G Sinai adalah Jebel Serbal, dapat dijejaki sampai Eusebius (abad 4); yg menyebut Jebel Musa hanya sampai Yustinianus (abad 6). Karena tidak ada padang gurun di kaki Jebel Serbal, membuatnya tak mungkin sebagai gunung perjanjian. Pandangan A Musil, yg pernah diterima oleh kalangan luas, yg mengatakan bahwa gunung berapi dekat al-Hrob harus disamakan dengan G Sinai, tidak lagi disukai oleh para ahli, karena dengan itu rute perjalanan Keluaran tak dapat disusun kembali, dan pendapat itu tidak menafsirkan Kel 19 secara tepat.

Tinggal hanya dua kemungkinan: Jebel Musa dan Ras ets-tsaftsafeh. Kedua gunung itu terletak pada punggung batu granit, yg memanjang kr 4 km dari barat laut ke tenggara. Ras ets-tsaftsafeh (1.993 m) terletak di bagian utara, dan Jebel Musa (2.244 m) di bagian selatan. Tradisi dan kebanyakan ahli modern menerima Jebel Musa sebagai G Sinai. Namun beberapa ahli lain dengan kuat lebih memilih Ras ets-tsaftsafeh sebagai gunung perjanjian, karena adanya dataran luas pada kakinya, cukup untuk jemaah Israel yg besar itu (bnd Kel 20:18 'dan mereka berdiri jauh jauh'). Tapi tradisi tentang Jebel Musa sudah begitu tua (kr 1500 thn) dan gunung batu granit yg ada di situ begitu mengagumkan sehingga mungkin sekali itulah G Sinai. Tambahan lagi, beberapa tempat perhentian pada jalan yg menuju ke gunung itu, mengarah ke kesimpulan yg sama.

Dalam PL G Sinai disebut juga G Horeb. Sesudah melewati Mara dan Elim orang Israel sampai di Sinai pada bln ke-3 sesudah berangkat dari Mesir (Kel 19:1), dan berkemah di dataran kaki gunung itu, dan dari situ puncak gunung dapat dilihat (Kel 19:16, 18, 20). Yahweh menampakkan diriNya kepada Musa di puncak gunung ini dan memberikan Kesepuluh Hukum dan hukum-hukum lainnya. Perjanjian yg diadakan Allah di situ dengan umat-Nya sangat penting dalam mengikat suku-suku itu menjadi satu, dan menempa mereka menjadi satu umat yg mengabdi kepada satu Allah. Walaupun keaslian berita ini ditolak oleh aliran modern tertentu, terang dari Hak 5:5, bahwa tradisi tentang Sinai termasuk bagian yg tua dari kepercayaan orang Israel. Peranan G Sinai yg menonjol dalam PL dan tradisi yg kuat yg dihubungkan dengan gunung itu, memberikan banyak bukti dalam menopang kebenaran sejarah dari berita ini (*KELUARAN, PERISTIWA).

Di kaki G Jebel Musa terdapat biara St Katarina. Di sinilah ditemukan oleh Tischendorf naskah abad 4 yg termasyhur itu, bagian dari Alkitab Yunani, yg disebut Naskah Sinai, yg ditulis dengan huruf besar. Dalam perpustakaan St. Katarina ada naskah-naskah kuno dalam bh Yunani, Arab, Etiopia dan Siria (banyak dari situ belakangan ini umumnya bisa didapati dlm film mikro).

KEPUSTAKAAN. B Rothenberg, God's Wilderness, 1961; W Beyerlin, Origins and History of the Oldest Sinaitic Traditions, 1965; B Zuber, Vier Studien zu den Ursprungen Israels, 1976, hlm 16-49. FCF/MHS/HAO

[+] Bhs. Inggris



TIP #16: Tampilan Pasal untuk mengeksplorasi pasal; Tampilan Ayat untuk menganalisa ayat; Multi Ayat/Kutipan untuk menampilkan daftar ayat. [SEMUA]
dibuat dalam 0.12 detik
dipersembahkan oleh YLSA