Pilihan
Pilih, Pilihan [pedoman]
- 1. Hamba-hamba Tuhan. Luk 6:13; Kis 9:15
- 2. Israel. Ul 7:6; Yes 45:4
- 3. Jemaat-jemaat. 1Pet 5:13
- 4. Kristus sebagai Mesias. Yes 42:1; 1Pet 2:6
- 5. Malaikat-malaikat yang baik. 1Tim 5:21
- 6. - orang-orang kudus adalah:
- 6.1 Dari Allah. 1Tes 1:4; Tit 1:1
- 6.2 Oleh Kristus. Yoh 13:18; 15:16
- 6.3 Dalam Kristus. Ef 1:4
- 6.4 Perorangan. Mat 20:16; Yoh 6:44; Kis 22:14; 2Yoh 1:13
- 6.5 Menurut rencana Allah. Rom 8:28; 9:11; Ef 1:11
- 6.6 Menurut rencana Allah yang mula-mula. Rom 8:29,30; 11:2; 1Pet 1:2
- 6.7 Kekal. Ef 1:4
- 6.8 Menurut kedaulatan Allah. Rom 9:15,16; 1Kor 1:27; Ef 1:11
- 6.9 Tidak berdasarkan perbuatan. Rom 9:11
- 6.10 Karena kasih karunia. Rom 11:5
- 6.11 Terdaftar di sorga. Luk 10:20
- 6.12 Bagi kemuliaan Allah. Ef 1:6
- 6.13 Oleh iman. 2Tes 2:13
- 6.14 Dikuduskan oleh Roh. 1Pet 1:2
- 6.15 Menjadi anak angkat. Ef 1:5
- 6.16 Untuk diselamatkan. 2Tes 2:13
- 6.17 Untuk menjadi serupa dengan gambaran Kristus. Rom 8:29
- 6.18 Untuk melakukan pekerjaan baik. Ef 2:10
- 6.19 Untuk peperangan rohani. 2Tim 2:4
- 6.20 Untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Rom 9:23
- 7. Menetapkan kepada orang-orang kudus:
- 7.1 Panggilan yang berguna. Rom 8:30
- 7.2 Pengajaran ilahi. Yoh 17:6
- 7.3 Percaya kepada Kristus. Kis 13:48
- 7.4 Diterima oleh Allah. Rom 11:7
- 7.5 Perlindungan. Mr 13:20
- 7.6 Dibenarkan dari kesalahan-kesalahan yang dituduhkan kepadanya. Luk 18:7
- 7.7 Bahwa segala sesuatu bekerja bersama-sama mendatangkan kebaikan. Rom 8:28
- 7.8 Kebahagiaan. Mazm 33:12; 65:5
- 7.9 Warisan. Yes 65:9; 1Pet 1:4,5
- 8. Harus mengembangkan karunia-karunia Roh Kudus. Kol 3:12
- 9. Orang-orang kudus boleh mendapat keyakinan - . 1Tes 1:4
- 10. Harus dibuktikan melalui kerajinan. 2Pet 1:10
- 11. Contoh-contoh:
- 11.1 Abraham. Neh 9:7
- 11.2 Ishak. Kej 21:12
- 11.3 Para Rasul. Yoh 13:18; 15:19
- 11.4 Paulus. Gal 1:15
- 11.5 Rufus. Rom 16:13
- 11.6 Yakub. Rom 9:12,13
- 11.7 Zerubabel. Hag 2:24
PILIHAN [browning]
Gagasan kunci dalam *Alkitab adalah bahwa Allah telah memilih umat-Nya untuk melayani kehendak-Nya di *dunia ini. Pertama-tama, Ia memilih *Abraham (Kej. 12:2) dan bangsa yang bersemi daripadanya, bukan bangsa-bangsa lain, walaupun mereka lebih kuat dan lebih besar jumlahnya daripada Israel (Ul. 7:7). Hal ini merupakan kebebasan Allah, hampir-hampir seperti keputusan sewenang-wenang -- namun Israel berulang kali gagal, karena *penyembahan berhala atau ketidaktaatan. *Yesaya menubuatkan bahwa hanya sisa-sisa umat ini akan tetap hidup untuk memperoleh ganjaran atas kesetiaannya, ketika hari *penghakiman Allah tiba (Yes. 37:31 dst.). Dengan demikian asumsi semula bahwa seluruh umat itu yang terpilih, secara bertahap menyusut.
PB menyatakan puncak proses ini, bahwa pada akhirnya Allah hanya memilih seorang pribadi untuk memenuhi kehendak-Nya atas manusia -- yakni Yesus. Setelah hal tersebut terpenuhi, maka persekutuan yang terpilih mulai diperluas lagi, dan sebuah 'bangsa yang terpilih, umat kepunyaan Allah sendiri' (1Ptr. 2:9, yaitu jemaat Kristen) menggantikan yang lama sebagai sasaran pilihan Allah dan pewaris *perjanjian-Nya (Rm. 4:9 dst.). Dengan demikian, Gereja adalah Israel baru, meskipun istilah ini tidak digunakan dalam PB.
Sebagaimana halnya Israel lama, hak-hak istimewa Gereja disertai dengan tanggung jawab. Mereka harus memberitakan pekerjaan-pekerjaan Allah yang besar (1Ptr. 2:9) dan mereka yang terpilih akan menanggapi berita ini (1Kor. 1:24). Paulus menandaskan bahwa keselamatan adalah karya Allah sepenuhnya (1Kor. 1:30-31). Hal ini menumbuhkan pengertian pada orang beriman bahwa mereka tidak perlu takut terhadap hari *penghakiman (Rm. 8:33 dst.), dan keyakinan ini merupakan pendorong untuk menuju kehidupan kudus (Kol. 3:12-13). Jawaban (respons) orang-orang *bukan Yahudi terhadap pemilihan Allah itu begitu luas, sehingga Paulus berpendapat bahwa orang-orang Yahudi juga akan dimenangkan ke dalam *iman kepada Kristus (Rm. 11:2, 28).
Meskipun Paulus memuji Allah karena telah memilih dirinya dan sesamanya orang percaya ke dalam tubuh Kristus, ia tidak pernah beranggapan bahwa mereka yang tidak terpilih seperti itu berarti dihukum, atau ditakdirkan untuk neraka.

