NAMA ALLAH
NAMA ALLAH [browning]
1. Dalam PL. Yahweh: apabila dibacakan keras-keras digantikan dengan gelar Adonai ('Tuhanku yang Mahabesar'), karena rasa hormat yang mendalam. Apabila pada huruf-huruf Ibrani YHWH ditambahkan huruf-huruf hidup, maka huruf-huruf hidup itu diambil dari 'Adonai' untuk menyadarkan si pembaca supaya membaca Adonai (dari situlah muncul ucapan cangkokan yang salah: 'Yehovah'). Beberapa penulis modern Yahudi mematuhi penghormatan tradisional itu dengan menuliskan 'G-d' (untuk bahasa Indonesia barangkali A-h)
El: Allah, dalam perbendaharaan kata Kanaan, tetapi juga dijumpai dalam PL, kadang-kadang dalam gabungan dengan kata lain, mis. Betel = rumah Allah.
Elohim: bentuk yang lebih umum dalam PL. Bentuk jamak menekankan keagungan.
El Shadai: Allah Mahakuasa (aslinya mungkin, Allah gunung-gunung).
Adonai: Tuhanku yang Mahabesar -- digunakan untuk raja-raja, tetapi sesudah masa pembuangan dipakai dalam ibadah menggantikan 'Yahweh'.
Baal: dewa Kanaan, yang kadang-kadang disembah Israel, lalu mereka dicela oleh *Hosea dan nabi-nabi lain.
2. Dalam PB. Theos: kata dasar untuk Allah digunakan dalam *LXX untuk menerjemahkan kata Ibrani Elohim. Kata ini digunakan satu kali untuk Yesus (Yoh. 20:28).
*Kurios: kata Yunani yang digunakan untuk Yahweh dalam LXX, dan dicetak Tuhan dalam bahasa Indonesia TB. Sering digunakan untuk Yesus (mis. Yoh. 20:28), tetapi dapat juga dipakai untuk orang-orang dalam kedudukan tinggi, 'Tuan' (Mat. 27:63; Yoh. 12:21). Kata Yunani lain, despotes, yang berarti Tuhan, kita dapatkan dalam LXX untuk Allah dan diterjemahkan; 'Tuhan' (TB. Luk. 2:29) dan untuk Yesus pada 2Ptr. 2:1, yang oleh TB diterjemahkan dengan penguasa'.
*Alfa dan Omega: huruf pertama dan terakhir dalam abjad Yunani, yang menyatakan Allah sebagai awal dan akhir (Why. 1:8). dan dikenakan kepada Yesus (Why. 22:13).
Yang Kudus: digunakan untuk Allah oleh Yesaya dalam PL dan dalam PB (Why. 16:5), tetapi juga untuk Yesus (Mrk. 1:24; Luk. 4:34; Yoh. 6:69).

