BaDeNo
Ayub 3
AlkiPEDIA (Perpustakaan Elektronik Dan Informasi Alkitab)

buka semuaAlkiPEDIA Kitab
Fakta
Fakta: Statistik 42 pasal, 1070 ayat, 10.102 kata Penulis Tidak Dikenal Tema Mengapa Orang Benar Menderita?; Ujian dan penderitaan untuk...
| Statistik | 42 pasal, 1070 ayat, 10.102 kata |
| Penulis | Tidak Dikenal |
| Tema | Mengapa Orang Benar Menderita?; Ujian dan penderitaan untuk beroleh berkat, mendidik kita dan tidak selalu merupakan hukuman. |
| Waktu | Tidak Pasti |
| Tempat | us dekat Edom |
| Kata Kunci | Ujian. |
| Kristus Di Alkitab | Dia adalah Penebus kita yang hidup, "Karena aku tahu penebusku hidup" |
Latar Belakang
Latar Belakang: Kitab Ayub tergolong sebagai salah satu kitab hikmat dan syair dalam PL:
"hikmat" karena membahas secara mendalam soal-soal universal yang...
Kitab Ayub tergolong sebagai salah satu kitab hikmat dan syair dalam PL: "hikmat" karena membahas secara mendalam soal-soal universal yang penting dari umat manusia; "syair" karena hampir seluruh kitab ini berbentuk syair. Akan tetapi, semua syair ini berdasarkan seorang tokoh sejarah yang nyata (lih. Yeh 14:14,20) dan suatu peristiwa sejarah yang nyata (lih. Yak 5:11). Tempat terjadinya peristiwa dalam kitab ini ialah "tanah Us" (Ayub 1:1) yang kemudian menjadi wilayah Edom, terletak di bagian tenggara Laut Mati atau di sebelah utara Arabia (bd. Rat 4:21); jadi latar belakang sejarah Ayub bersifat Arab dan bukan Ibrani.
Dua tanggal penting hendaknya dipertimbangkan berhubungan dengan kitab Ayub:
- (1) tanggal kehidupan Ayub sendiri dan peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam kitab ini, dan
- (2) tanggal penulis kitab ini yang diilhamkan.
Beberapa fakta menunjukkan bahwa Ayub sendiri hidup sekitar zaman Abraham (2000 SM) atau sebelumnya. Fakta-fakta yang paling penting ialah:
- (1) Ayub masih hidup selama 140 tahun setelah peristiwa-peristiwa dalam kitab ini (Ayub 42:16), yang menyarankan jangka hidup yang hampir 200 tahun (Abraham hidup 175 tahun);
- (2) kekayaannya dihitung dari jumlah ternak (Ayub 1:3; Ayub 42:12);
- (3) pelayanannya sebagai imam dalam keluarganya, seperti Abraham, Ishak, dan Yakub (Ayub 1:5);
- (4) sistem keluarga pimpinan ayah menjadi kesatuan sosial mendasar seperti pada zaman Abraham (Ayub 1:4-5,13);
- (5) serbuan orang-orang Syeba (Ayub 1:15) dan orang Kasdim (Ayub 1:17) yang cocok dengan zaman Abraham;
- (6) sering kali (31 kali) penulis memakai nama yang dipakai para patriarkh bagi Allah, yaitu Shaddai (Yang Mahakuasa); dan
- (7) tidak ada petunjuk sama sekali kepada sejarah Israel atau hukum Musa sehingga memberi kesan tentang zaman pra-Musa (sebelum 1500 SM).
Ada tiga pandangan utama mengenai tanggal kitab ini ditulis. Kitab ini mungkin disusun
- (1) selama zaman para leluhur (sekitar 2000 SM) tidak lama sesudah semua peristiwa ini terjadi dan mungkin ditulis oleh Ayub sendiri;
- (2) selama zaman Salomo atau tidak lama sesudah itu (sekitar 950-900 SM), karena bentuk sastra dan gaya penulisannya mirip dengan kitab-kitab sastra hikmat masa itu; atau
- (3) selama masa pembuangan (sekitar 586-538 SM), ketika umat Allah sedang bergumul mencari arti teologis dari bencana mereka.
Penulis yang tidak dikenal, jikalau bukan Ayub sendiri, pastilah memiliki sumber-sumber lisan atau tertulis yang terinci dari zaman Ayub, yang dipakainya di bawah dorongan dan ilham ilahi untuk menulis kitab ini sebagaimana adanya sekarang. Beberapa bagian dari kitab ini pasti telah diberikan melalui penyataan langsung dari Allah (mis. Ayub 1:6--2:10).
Garis Besar
Garis Besar:
I. Prolog Prosa: Krisisnya
( Ayub 1:1-2:13 )
A. Ayub, Orang Benar yang Takut Akan Allah
(...
- I. Prolog Prosa: Krisisnya
(Ayub 1:1-2:13) - A. Ayub, Orang Benar yang Takut Akan Allah
(Ayub 1:1-5) - B. Percakapan Antara Tuhan Dengan Iblis, dan Berbagai Musibah
yang Kemudian Menimpa Ayub
(Ayub 1:6-2:10) - C. Kunjungan Ketiga Sahabat Ayub
(Ayub 2:11-13) - II. Dialog Antara Ayub dan Teman-temannya: Usaha Mencari Jawaban
yang Masuk Akal
(Ayub 3:1-31:40) - A. Rangkaian Dialog Pertama: Kebenaran Allah
(Ayub 3:1-14:22) - 1. Ayub Meratapi Hari Kelahirannya
(Ayub 3:1-26) - 2. Tanggapan Elifas
(Ayub 4:1-5:27) - 3. Tanggapan Balik Ayub
(Ayub 6:1-7:21) - 4. Tanggapan Bildad
(Ayub 8:1-22) - 5. Tanggapan Balik Ayub
(Ayub 9:1-10:22) - 6. Tanggapan Zofar
(Ayub 11:1-20) - 7. Tanggapan Balik Ayub
(Ayub 12:1-14:22) - B. Rangkaian Dialog Kedua: Nasib Orang Fasik
(Ayub 15:1-21:34) - 1. Tanggapan Elifas
(Ayub 15:1-35) - 2. Tanggapan Balik Ayub
(Ayub 16:1-17:16) - 3. Tanggapan Bildad
(Ayub 18:1-21) - 4. Tanggapan Balik Ayub
(Ayub 19:1-29) - 5. Tanggapan Zofar
(Ayub 20:1-29) - 6. Tanggapan Balik Ayub
(Ayub 21:1-34) - C. Rangkaian Dialog Ketiga: Sifat Berdosa Ayub
(Ayub 22:1-31:40) - 1. Tanggapan Elifas
(Ayub 22:1-30) - 2. Tanggapan Balik Ayub
(Ayub 23:1-24:25) - 3. Tanggapan Bildad
(Ayub 25:1-6) - 4. Tanggapan Balik Ayub
(Ayub 26:1-14) - 5. Rangkuman Terakhir Ayub Mengenai Pendapat Dasarnya
(Ayub 27:1-31:40) - III.Berbagai Wejangan Elihu: Awal Pengertian
(Ayub 32:1-37:24) - A. Elihu Diperkenalkan
(Ayub 32:1-6a) - B. Wejangan Pertama: Ajaran Allah Kepada Manusia Melalui Penderitaan
(Ayub 32:6-33:33) - C. Wejangan Kedua: Keadilan Allah dan Kepongahan Ayub
(Ayub 34:1-37) - D. Wejangan Ketiga: Kejujuran Tidaklah Tanpa Keuntungan
(Ayub 35:1-16) - E. Wejangan Keempat: Kesemarakan Allah dan Ketidaktahuan Ayub
(Ayub 36:1-37:24) - IV. Tuhan Menjawab Ayub: Penyataan Langsung
(Ayub 38:1-42:6) - A. Allah Menegur Ketidaktahuan Ayub
(Ayub 38:1-40:2) - B. Kerendahan Hati Ayub
(Ayub 40:3-5) - C. Allah Menentang Kecaman Ayub Terhadap Keadilan-Nya Dalam Memerintah
Dunia (Ayub 40:1-41:25) - D. Ayub Mengakui Keterbatasan Pengetahuannya Tentang Jalan-Jalan Allah
(Ayub 42:1-6) - V. Epilog Prosa: Krisis Berakhir
(Ayub 42:7-17) - A. Ayub Berdoa untuk Ketiga Temannya
(Ayub 42:7-9) - B. Berkat Dua Kali Lipat bagi Ayub
(Ayub 42:10-17)