
Amsal 21
AlkiPEDIA (Perpustakaan Elektronik Dan Informasi Alkitab)

buka semuaAlkiPEDIA Kitab
Fakta
Fakta: Statistik 31 pasal, 915 ayat, 15.043 ayat Penulis Salomo dan Orang Lain Tema Hikmat untuk Hidup dengan Benar; Kesalehan : harus giat...
Statistik | 31 pasal, 915 ayat, 15.043 ayat |
Penulis | Salomo dan Orang Lain |
Tema | Hikmat untuk Hidup dengan Benar; Kesalehan : harus giat dipraktekkan. |
Waktu | Sekitar 970-700 SM |
Tempat | Yerusalem di Yehuda |
Kata Kunci | Hikmat |
Kristus Di Alkitab | Dia adalah hikmat kita |
Latar Belakang
Latar Belakang: PL Ibrani secara khusus terbagi atas tiga bagian: Hukum, Kitab Para Nabi,
dan Tulisan-Tulisan (bd. Luk 24:44 ). Termasuk dalam bagian ketiga...
PL Ibrani secara khusus terbagi atas tiga bagian: Hukum, Kitab Para Nabi, dan Tulisan-Tulisan (bd. Luk 24:44). Termasuk dalam bagian ketiga ialah kitab-kitab Syair dan Hikmat seperti Ayub, Mazmur, Amsal, dan Pengkhotbah. Demikian pula, Israel kuno mempunyai tiga golongan hamba Tuhan: para imam, para nabi, dan para bijak ("orang berhikmat"). Kelompok orang bijak khususnya dikaruniai hikmat dan nasihat ilahi mengenai masalah-masalah kehidupan yang praktis dan filosofis. Amsal merupakan hikmat para bijak yang terilhamkan.
Istilah Ibrani _mashal_, yang diterjemahkan "amsal", bisa berarti "ucapan" orang bijak, "perumpamaan", atau "peribahasa berhikmat". Karena itu ada beberapa ajaran (ucapan orang bijak) yang agak panjang dalam kitab ini (mis. Ams 1:20-33; Ams 2:1-22; Ams 5:1-14), dan juga aneka pernyataan ringkas yang menggugah berisi hikmat untuk hidup dengan bijaksana dan benar. Sedangkan kitab Amsal menyajikan suatu bentuk pengajaran berupa amsal yang umum dipakai di Timur Dekat zaman dahulu, hikmatnya itu khusus karena disajikan dalam konteks Allah dan semua standar kebenaran-Nya bagi umat perjanjian Allah. Alasan-alasan popularitas pengajaran berupa amsal pada zaman kuno ialah kejelasannya dan sifat mudah dihafalkan dan disampaikan kepada angkatan berikutnya.
Sebagaimana Daud menjadi sumber tradisi bermazmur di Israel, demikian Salomo menjadi sumber tradisi hikmat (lih. Ams 1:1; Ams 10:1; Ams 25:1). Menurut 1Raj 4:32, Salomo menghasilkan 3000 amsal dan 1005 kidung semasa hidupnya. Penulis lain yang disebutkan dalam Amsal adalah Agur (Ams 30:1-33) dan Raja Lemuel (Ams 31:1-9), keduanya tidak kita kenal. Penulis-penulis lain disebut secara tak langsung dalam Ams 22:17 dan Ams 24:23. Sekalipun sebagian besar Amsal ini digubah pada abad ke-10 SM, waktu terdini yang mungkin bagi selesainya penyusunan kitab ini adalah masa pemerintahan Hizkia (yaitu sekitar 700 SM). Keterlibatan para pegawai Hizkia dalam menyusun amsal-amsal Salomo (Ams 25:1--29:27) dapat diberi tanggal tahun 715-686 SM sementara masa kebangunan rohani yang dipimpin raja yang takut akan Allah ini. Sangat mungkin amsal-amsal gubahan Agur, Lemuel, dan "amsal-amsal dari orang bijak" lainnya terkumpul juga pada waktu itu.
Garis Besar
Garis Besar:
I. Prolog: Maksud dan Tema-Tema Amsal
( Ams 1:1-7 )
II. Tiga Belas Ajaran Hikmat bagi Kaum Muda
( Ams...
- I. Prolog: Maksud dan Tema-Tema Amsal
(Ams 1:1-7) - II. Tiga Belas Ajaran Hikmat bagi Kaum Muda
(Ams 1:8-9:18) - A. Hormatilah Orang-Tua dan Perhatikan Nasihat Mereka
(Ams 1:8-9) - B. Katakan "Tidak" kepada Semua Bujukan Orang Berdosa
(Ams 1:10-19) - C. Tunduklah pada Hikmat dan Takut akan Tuhan
(Ams 1:20-33) - D. Carilah Hikmat dengan Pengertian dan Kebajikannya
(Ams 2:1-22) - E. Ciri-Ciri Khas dan Manfaat Hikmat Sejati
(Ams 3:1-35) - F. Hikmat Sebagai Harta Keluarga
(Ams 4:1-13,20-27) - G. Hikmat dan Dua Jalan Hidup Ini
(Ams 4:14-19) - H. Bujukan dan Kebodohan Kebejatan Seksual
(Ams 5:1-14) - I. Nasihat Mengenai Kesetiaan Dalam Pernikahan
(Ams 5:15-23) - J. Hindari Tanggungan Utang Orang Lain, Kemalasan dan Penipuan
(Ams 6:1-19) - K. Kebodohan yang Sangat dari Semua Bentuk Kebejatan Seksual
(Ams 6:20-7:27) - L. Imbauan Hikmat
(Ams 8:1-36) - M. Hikmat dan Kebebalan Diperbandingkan
(Ams 9:1-18) - III.Himpunan Utama Amsal-Amsal Salomo
(Ams 10:1-22:16) - A. Amsal-Amsal yang Membandingkan Orang Benar dengan Orang Fasik
(Ams 10:1-15:33) - B. Amsal-Amsal yang Mendorong Hidup Benar
(Ams 16:1-22:16) - IV. Perkataan Tambahan Orang Bijak
(Ams 22:17-24:34) - V. Amsal-Amsal Salomo yang Dikumpulkan Para Pegawai Hizkia
(Ams 25:1-29:27) - A. Amsal-Amsal Tentang Bermacam-Macam Orang
(Ams 25:1-26:28) - B. Amsal-Amsal Tentang Berbagai Kegiatan
(Ams 27:1-29:27) - VI. Kata-Kata Hikmat Terakhir
(Ams 30:1-31:31) - A. Oleh Agur
(Ams 30:1-33) - B. Oleh Lemuel
(Ams 31:1-9) - C. Mengenai Istri yang Bersifat Mulia
(Ams 31:10-31)
Tujuan
Tujuan: Tujuan kitab ini dinyatakan dengan jelas dalam Ams 1:2-7 : memberi hikmat
dan pengertian mengenai perilaku yang bijak, kebenaran, keadilan, dan...
Tujuan kitab ini dinyatakan dengan jelas dalam Ams 1:2-7: memberi hikmat dan pengertian mengenai perilaku yang bijak, kebenaran, keadilan, dan kejujuran (Ams 1:2-3) sehingga
- (1) orang yang tidak berpengalaman dapat menjadi orang bijak (Ams 1:4),
- (2) kaum muda dapat memperoleh pengetahuan dan kebijaksanaan (Ams 1:4), dan
- (3) orang bijak bisa menjadi lebih bijak lagi (Ams 1:5-6).
Sekalipun Amsal pada hakikatnya adalah buku pedoman hikmat untuk hidup dengan benar dan bijaksana, landasan yang diperlukan oleh hikmat tersebut dinyatakan dengan jelas sebagai "takut akan Tuhan" (Ams 1:7).
Tema-tema Kunci
Tema-tema Kunci: 1. Kerja Teks kunci: Ams 6:6-11 . Si pemalas membesar-besarkan masalahnya dan tidak melakukan apa-apa ( Ams 22:13; 26:13,14; 21:25,26 )....
1. Kerja
Teks kunci: Ams 6:6-11. Si pemalas membesar-besarkan masalahnya dan tidak melakukan apa-apa (Ams 22:13; 26:13,14; 21:25,26). Perhatikan akibat dari kemalasan (Ams 10:4,5; 12:24; 13:4; 19:15).
Orang yang rajin mengumpulkan kekayaan dengan menggunakan kesempatan yang ada (Ams 10:4,5). Ia diberi tanggung jawab (Ams 12:27) dan menjadi makmur. (Bandingkan Mat 25:24-30; Yoh 9:4; Gal 6:9,10; Efe 5:16).
2. Faedah lidah
Teks kunci: Ams 10:11,13,18-21,31,32. Orang bijaksana berhati-hati dalam menggunakan kata-kata, sedangkan orang bodoh kurang dapat menenggang rasa sehingga menimbulkan sakit hati dan kerugian. (Lihat juga Ams 6:16,18,19; 10:11,19; 11:13; 12:18; 14:23; 15:1; 16:28; 17:9,22; 18:6-8; 20:19; 24:2; 25:11,15,23; 26:20,22,29:11; 31:26. Bandingkan dengan Ams Mat 7:1-1; 12:34-36;15:11,17,18; Yak 3:5-8).
3. Persahabatan
Pasal kunci: Ams 18. sedikit teman akrab lebih baik daripada banyak kenalan. Persahabatan harus dimenangkan; menjalin persahabatan memerlukan temperamen yang baik (Ams 3:29; 25:8,9, 21,22; 24:17,19; 11:12;14:21;21:10;12:26). Seorang sahabat yang baik itu setia dan takpernah meninggalkan (Ams 14:20; 19:4,6,7; 17: 17). Dia juga jujur (Ams 27:6; 29:5). Dia meyakinkan dan mendorong semangat (Ams 17:9,17). Persahabatan sejati memerlukan hikmat dan tenggang rasa (Ams 25:17; 27:14; 26:18,19). Namun demikian, hubungan persahabatan antar manusia selalu mengandung risiko (Ams 2:17; 16:28; 17:9).
4. Kekayaan dan kemiskinan
Pasal kunci: Ams 19. Kekayaan memberikan ke-ntungan-keuntungan yang nyata. Kekayaan memberikan perasaan aman (Ams 10:15; 18:11); membuka berbagai jalan (Ams 18:16); menarik banyak teman (Ams 14:20; 19:4,6). Bersama dengan itu, kekayaan cenderung membuat orang menjadi keras (Ams 18:23) dan memberikannya kekuasaan yang sewenang-wenang (Ams 22:7). Kekayaan menimbulkan percaya diri (Ams 30:8-9). Namun demikian, kekayaan dunia tidaklah kekal (Ams 23:4,5; 27:24). Kekayaan sama sekali tidak dapat membantu pada saat Hari Penghakiman datang (Ams 11:4), sedangkan kocek yang kosong membantu seseorang untuk bergantung sepenuhnya kepada Allah dan hidup dalam kebenaran (Ams 15:16; 28:6). Seorang miskin mungkin saja mempunyai kekayaan yang besar (Ams 13:7; bandingkan dengan Mat 6:19-24; 2Ko 6:10).
Survei
Survei: Tema yang mempersatukan kitab ini ialah "hikmat untuk hidup dengan benar",
sebuah hikmat yang berawal dari tunduk dengan rendah hati kepada Allah...
Tema yang mempersatukan kitab ini ialah "hikmat untuk hidup dengan benar", sebuah hikmat yang berawal dari tunduk dengan rendah hati kepada Allah dan kemudian mengalir kepada semua bidang kehidupan. Hikmat dalam Amsal ini
- (1) memberi nasihat mengenai keluarga, kaum muda, kemurnian seksual, kesetiaan hubungan pernikahan, kejujuran, kerja keras, kemurahan, persahabatan, keadilan, kebenaran, dan disiplin;
- (2) memperingatkan mengenai bodohnya dosa, pertengkaran, bahaya lidah, kebebalan, minuman keras, kerakusan, nafsu, kebejatan, kebohongan, kemalasan, teman-teman yang tidak baik;
- (3) membandingkan kebijaksanaan dengan kebodohan, orang benar dengan orang fasik, kesombongan dengan kerendahan hati, kemalasan dengan kerajinan, kemiskinan dan kekayaan, kasih dan hawa nafsu, benar dan salah, serta kematian dan kehidupan.
Walaupun kitab ini, seperti Mazmur, tidak dapat diringkas dengan mudah seperti kitab lainnya dalam Alkitab, terdapat struktur yang jelas (lih. Garis Besar); secara khusus hal ini berlaku dalam pasal 1-9 (Ams 1:1--9:18) yang berisi 13 ajaran sebagaimana akan diberikan oleh seorang ayah kepada putranya bila memasuki usia remaja. Terkecuali tiga ajaran (lih. Ams 1:30; Ams 8:1; Ams 9:1), masing-masing diawali dengan "hai, anakku" atau "hai, anak-anakku." Ke-13 ajaran ini berisi banyak titah hikmat yang penting bagi kaum muda. Mulai dengan pasal 10 (Ams 10:1-32) Amsal berisi pengarahan penting mengenai hubungan keluarga (mis. Ams 10:1; Ams 12:4; Ams 17:21,25; Ams 18:22; Ams 19:14,26; Ams 20:7; Ams 21:9,19; Ams 22:6,28; Ams 23:13-14,22,24-25; Ams 25:24; Ams 27:15-16; Ams 29:15-17; Ams 30:11; Ams 31:10-31). Sekalipun Amsal adalah kitab yang isinya sangat praktis, kitab ini juga berisi pandangan yang dalam tentang Allah. Allah adalah perwujudan hikmat (mis. Ams 8:22-31) dan Pencipta (mis. Ams 3:19-20; Ams 8:22-31; Ams 14:31; Ams 22:2); Allah digambarkan sebagai mahatahu (mis. Ams 5:21; Ams 15:3,11; Ams 21:2), adil (mis. Ams 11:1; Ams 15:25-27,29; Ams 19:17; Ams 21:2-3), dan berdaulat (mis Ams 16:9,33; Ams 19:21; Ams 21:1). Amsal ditutup dengan sebuah pujian mengesankan bagi seorang istri yang berbudi luhur (Ams 31:10-31).
Ciri Khas
Ciri Khas: Delapan ciri utama menandai kitab ini.
(1) Hikmat, bukannya dikaitkan dengan kepandaian atau pengetahuan yang luas,
tetapi...
Delapan ciri utama menandai kitab ini.
- (1) Hikmat, bukannya dikaitkan dengan kepandaian atau pengetahuan yang luas, tetapi dihubungkan langsung dengan "takut akan Tuhan" (Ams 1:7); jadi orang berhikmat adalah mereka yang mengenal Allah dan menaati perintah-perintah-Nya. Takut akan Tuhan ditekankan berulang-ulang dalam kitab ini (Ams 1:7,29; Ams 2:5; Ams 3:7; Ams 8:13; Ams 9:10; Ams 10:27; Ams 14:26-27; Ams 15:16,33; Ams 16:6; Ams 19:23; Ams 22:4; Ams 23:17; Ams 24:21).
- (2) Sebagian besar nasihat bijaksana dalam Amsal ini adalah dalam bentuk nasihat seorang ayah yang saleh kepada anak atau anak-anaknya.
- (3) Inilah kitab yang paling praktis dalam PL karena menyentuh lingkup prinsip-prinsip dasar yang luas untuk hubungan dan perilaku hidup sehari-hari yang benar -- prinsip-prinsip yang dapat diterapkan kepada semua angkatan dan kebudayaan.
- (4) Hikmat praktis, ajaran saleh, dan prinsip-prinsip hidup mendasar disajikan dalam bentuk pernyataan singkat dan mengesankan yang mudah dihafalkan dan diingat oleh kaum muda sebagai garis pedoman bagi hidup mereka.
- (5) Keluarga menduduki tempat penting yang menentukan dalam Amsal, bahkan seperti dalam perjanjian Allah dengan Israel (bd. Kel 20:12,14,17; Ul 6:1-9). Dosa-dosa yang melanggar maksud Allah bagi keluarga disingkapan secara khusus dan diberi peringatan.
- (6) Ciri sastra yang menonjol dalam amsal-amsal ialah banyak menggunakan bahasa kiasan yang hidup (mis. simile dan metafora), perbandingan dan perbedaan, ajaran singkat, dan pengulangan.
- (7) Istri dan ibu bijaksana yang digambarkan pada akhir kitab (pasal 31; Ams 31:1-31) adalah unik dalam sastra kuno karena
pandangannya yang tinggi dan mulia tentang seorang wanita bijak.
- (8) Nasihat berhikmat dalam Amsal merupakan pendahulu PL bagi banyak nasihat praktis yang terdapat dalam surat-surat PB.
Penggenapan Dalam Perjanjian Baru
Hikmat diwujudkan dalam pasal 8 (Ams 8:1-36) dengan cara yang mirip dengan perwujudan _logos_ ("Firman") dalam kitab Yohanes (Yoh 1:1-18). Hikmat itu
- (1) ikut terlibat dalam penciptaan (Ams 3:19-20; Ams 8:22-31),
- (2) terkait dengan asal-usul kehidupan biologis dan rohani (Ams 3:19; Ams 8:35),
- (3) dapat diterapkan pada hidup yang benar dan bermoral (Ams 8:8-9), dan
- (4) tersedia bagi mereka yang mencarinya (Ams 2:1-10; Ams 3:13-18; Ams 4:7-9; Ams 8:35-36). Hikmat Amsal diungkapkan dengan sempurna dalam Yesus Kristus, yang "lebih daripada Salomo" (Luk 11:31), yang "telah menjadi hikmat bagi kita" (1Kor 1:30) dan yang "di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan" (Kol 2:3).

buka semuaAlkiPEDIA Pasal
Penjelasan Singkat
Penjelasan Singkat: Lanjutan ... Kebaikan dan keburukan dipertentangkan
Isi Pasal
Isi Pasal: Peringatan dan pengajaran.
Garis Besar
Garis Besar: 21:1
Judul Perikop
Judul Perikop:
Tokoh
Tokoh: Allah .
Nama dan Tempat
Nama dan Tempat: TUHAN
Kesimpulan
Kesimpulan: Mereka yang mengikuti kebenaran, akan menemukan kebenaran, hormat, dan kehidupan.
Fakta
Fakta: ay. 3 . Korban yang menggambarkan korban besar Kristus, adalah kebiasaan ilahi. Upacara agamawi didasarkan pada pengorbanan Kristus menyenangkan...
Storyboard Amsal 21
Infografis Amsal 21
Infografis Amsal 21

buka semuaAI-PEDIA
Ringkasan
Ringkasan: Pasal 21 dari Kitab Amsal berisi berbagai ajaran hikmat mengenai hati, keadilan, kejahatan, kebijaksanaan, dan perilaku manusia. Dalam pasal ini,...
Pengantar & Latar Belakang
Pengantar & Latar Belakang: Kitab Amsal adalah salah satu kitab dalam Alkitab yang termasuk dalam kategori kitab hikmat. Kitab ini dikaitkan dengan Raja Salomo, meskipun...
Pasal 21 dari Kitab Amsal berbicara tentang beberapa tema yang berbeda, termasuk keadilan, kebijaksanaan, dan kehidupan yang benar di hadapan Allah. Ayat-ayat sebelumnya dalam pasal ini juga membahas tentang kehidupan yang benar dan kebijaksanaan dalam menghadapi berbagai situasi.
Dalam ayat-ayat sebelumnya, terutama dalam ayat :17-20" context="true">17-20, ditekankan pentingnya hidup dengan rendah hati dan menghindari keangkuhan. Ayat-ayat ini juga menekankan bahwa kehidupan yang benar dan kebijaksanaan akan membawa berkat dan kehidupan yang baik.
Secara teologis, pasal ini menekankan pentingnya hidup yang benar di hadapan Allah dan mengikuti ajaran-Nya. Pasal ini juga mengajarkan bahwa kebijaksanaan dan keadilan adalah nilai-nilai yang penting dalam hidup seorang percaya.
Dalam konteks historis dan budaya, pasal ini memberikan pandangan tentang kehidupan masyarakat pada masa itu dan memberikan nasihat praktis untuk menghadapi berbagai situasi dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, pasal 21 dari Kitab Amsal memberikan pengajaran tentang pentingnya hidup yang benar di hadapan Allah, mengikuti ajaran-Nya, dan hidup dengan kebijaksanaan dalam menghadapi berbagai situasi dalam kehidupan sehari-hari.
Topik
Topik: Berikut adalah beberapa topik penting dalam Kitab Amsal Pasal 21 :
1. Hati raja di tangan TUHAN ( Amsal 21:1 ) 2. Kebenaran dan keadilan...
1. Hati raja di tangan TUHAN (Amsal 21:1)
2. Kebenaran dan keadilan lebih disukai TUHAN daripada kurban (Amsal 21:3)
3. Mata yang angkuh dan hati yang sombong adalah dosa (Amsal 21:4)
4. Rancangan orang rajin menuntun ke kelimpahan (Amsal 21:5)
5. Memperoleh harta dengan lidah yang menipu adalah sia-sia (Amsal 21:6)
6. Kekejaman orang fasik akan menyeret mereka ke dalam kemalangan (Amsal 21:7)
7. Jalan orang berdosa bengkok, tetapi perbuatan orang suci jujur (Amsal 21:8)
8. Lebih baik tinggal di sudut atap rumah daripada bersama perempuan yang suka bertengkar (Amsal 21:9)
9. Hati orang fasik menginginkan kejahatan (Amsal 21:10)
10. Pencemooh dihukum, orang naif menjadi berhikmat (Amsal 21:11)
11. Yang Mahaadil memperhatikan rumah orang fasik (Amsal 21:12)
12. Siapa menutup telinga bagi teriakan orang miskin tidak akan dijawab (Amsal 21:13)
13. Pemberian secara sembunyi-sembunyi memadamkan kemarahan (Amsal 21:14)
14. Melakukan keadilan adalah kesukaan bagi orang benar (Amsal 21:15)
15. Orang yang menyimpang dari jalan kebijaksanaan akan tinggal di perkumpulan arwah (Amsal 21:16)
16. Orang yang mencintai kesenangan akan menjadi miskin (Amsal 21:17)
17. Orang fasik adalah tebusan bagi orang benar (Amsal 21:18)
18. Lebih baik tinggal di padang gurun daripada bersama perempuan yang suka bertengkar (Amsal 21:19)
19. Harta benda yang berharga dan minyak ada di tempat tinggal orang berhikmat (Amsal 21:20)
20. Siapa mengejar kebenaran dan kesetiaan akan menemukan kehidupan (Amsal 21:21)
21. Orang berhikmat memanjat kota para pahlawan (Amsal 21:22)
22. Orang yang menjaga mulut dan lidahnya menjaga dirinya dari kesusahan (Amsal 21:23)
23. Tidak ada kebijaksanaan, pengertian, dan pertimbangan yang dapat melawan TUHAN (Amsal 21:30)
24. Kemenangan adalah milik TUHAN (Amsal 21:31)
Nama dan Tempat
Nama dan Tempat: Orang-orang yang tercantum dalam pasal ini :
- Raja : Hati raja seperti aliran air sungai di tangan TUHAN.
- Orang fasik : Mata yang...
- Raja: Hati raja seperti aliran air sungai di tangan TUHAN.
- Orang fasik: Mata yang angkuh dan hati yang sombong, pelita orang fasik.
- Orang rajin: Rancangan orang rajin pasti menuntun ke kelimpahan.
- Orang yang tergesa-gesa: Setiap orang yang tergesa-gesa pasti mendatangkan kekurangan.
- Orang yang mengejar maut: Memperoleh harta dengan lidah yang menipu.
- Orang yang menolak melakukan keadilan: Kekejaman orang fasik akan menyeret mereka karena mereka menolak untuk melakukan keadilan.
- Orang berdosa: Jalan orang berdosa itu bengkok.
- Orang suci: Perbuatan orang suci itu jujur.
- Perempuan yang suka bertengkar: Lebih baik tinggal di sudut atap rumah daripada di dalam rumah yang dibagi dengan perempuan yang suka bertengkar.
- Pencemooh: Ketika pencemooh dihukum, orang naif menjadi berhikmat.
- Orang naif: Ketika pencemooh dihukum, orang naif menjadi berhikmat.
- Orang berhikmat: Orang berhikmat memanjat kota para pahlawan.
- Orang bodoh: Orang bodoh memboroskan harta benda yang berharga dan minyak.
- Orang yang mengejar kebenaran dan kesetiaan: Siapa mengejar kebenaran dan kesetiaan akan menemukan kehidupan, kebenaran, dan kehormatan.
- Orang yang menjaga mulut dan lidahnya: Orang yang menjaga mulut dan lidahnya menjaga dirinya dari kesusahan.
- Pemalas: Keinginan si pemalas akan membunuhnya.
- Orang benar: Orang benar memberi, dan tidak menahan-nahan.
- Saksi dusta: Saksi dusta akan binasa.
- Orang jujur: Orang jujur memikirkan jalannya.
Lokasi yang tercantum dalam pasal ini:- Sudut atap rumah: Lebih baik tinggal di sudut atap rumah daripada di dalam rumah yang dibagi dengan perempuan yang suka bertengkar.
- Padang gurun: Lebih baik tinggal di padang gurun daripada bersama perempuan yang suka bertengkar dan pemarah.
- Kota para pahlawan: Orang berhikmat memanjat kota para pahlawan.
- Benteng: Orang berhikmat meruntuhkan benteng yang mereka percayai.
Kata Kunci
Kata Kunci: Berikut adalah kata kunci dalam Kitab Amsal pasal 21 :
1. Hati raja : Menunjukkan bahwa hati seorang pemimpin dapat dipengaruhi oleh Tuhan. 2....
1. Hati raja: Menunjukkan bahwa hati seorang pemimpin dapat dipengaruhi oleh Tuhan.
2. Kebenaran dan keadilan: Lebih disukai oleh Tuhan daripada kurban.
3. Mata angkuh dan hati sombong: Dosa yang dilakukan oleh orang fasik.
4. Rancangan orang rajin: Akan menuntun ke kelimpahan, sedangkan orang yang tergesa-gesa akan mendatangkan kekurangan.
5. Harta dengan lidah yang menipu: Akan lenyap dengan cepat.
6. Kekejaman orang fasik: Akan menyeret mereka ke dalam kemalangan.
7. Jalan orang berdosa: Bengkok, sedangkan perbuatan orang suci adalah jujur.
8. Tinggal di sudut atap rumah: Lebih baik daripada tinggal di dalam rumah yang dibagi dengan perempuan yang suka bertengkar.
9. Hati orang fasik: Menginginkan kejahatan dan tidak memiliki belas kasihan terhadap sesamanya.
10. Pencemooh dihukum: Orang naif menjadi berhikmat, dan orang berhikmat menerima pengetahuan.
11. Pemberian secara sembunyi-sembunyi: Memadamkan kemarahan, dan suap yang dirahasiakan memadamkan kemurkaan besar.
12. Melakukan keadilan: Kesukaan bagi orang benar, tetapi kengerian bagi orang yang melakukan kejahatan.
13. Orang yang menyimpang dari jalan kebijaksanaan: Akan tinggal di perkumpulan arwah.
14. Orang yang mencintai kesenangan: Akan menjadi miskin, sedangkan orang yang senang dengan anggur dan minyak tidak akan menjadi kaya.
15. Orang fasik: Tebusan bagi orang benar, dan pengkhianat sebagai ganti orang jujur.
16. Tinggal di padang gurun: Lebih baik daripada bersama perempuan yang suka bertengkar dan pemarah.
17. Harta benda yang berharga dan minyak: Ada di tempat tinggal orang berhikmat, tetapi orang bodoh memboroskannya.
18. Mengejar kebenaran dan kesetiaan: Akan menemukan kehidupan, kebenaran, dan kehormatan.
19. Orang berhikmat: Memanjat kota para pahlawan, dan meruntuhkan benteng yang mereka percayai.
20. Menjaga mulut dan lidah: Menjaga diri dari kesusahan.
21. Kurban sembelihan orang fasik: Kekejian, terlebih lagi jika dipersembahkan dengan maksud jahat.
22. Saksi dusta: Akan binasa, tetapi orang yang mendengarkan akan terus berbicara.
23. Orang fasik: Menebalkan mukanya, tetapi orang jujur memikirkan jalannya.
24. Tidak ada kebijaksanaan, pengertian, dan pertimbangan: Yang dapat melawan Tuhan.
25. Kuda dipersiapkan untuk hari peperangan: Tetapi kemenangan adalah milik Tuhan.
Pertanyaan Refleksi dan Diskusi
Pertanyaan Refleksi dan Diskusi: Tentu, berikut adalah beberapa pertanyaan refleksi dan pertanyaan diskusi terkait Kitab Amsal pasal 21 :
1. Apa yang dapat kita pelajari...
1. Apa yang dapat kita pelajari tentang hati raja dalam ayat 1? Bagaimana hal ini mengingatkan kita tentang kedaulatan Tuhan?
2. Ayat 2 mengatakan bahwa segala jalan seseorang lurus dalam pandangannya sendiri, tetapi Tuhan menimbang hati. Apa artinya hal ini bagi kita dalam menjalani hidup kita sehari-hari?
3. Ayat 3 menyatakan bahwa melakukan kebenaran dan keadilan lebih disukai Tuhan daripada kurban. Mengapa penting bagi kita untuk mengutamakan kebenaran dan keadilan dalam hidup kita?
4. Ayat 4 menggambarkan mata yang angkuh dan hati yang sombong sebagai pelita orang fasik. Mengapa sombong dan angkuh dianggap sebagai dosa?
5. Ayat 6 mengatakan bahwa kekejaman orang fasik akan menyeret mereka karena mereka menolak untuk melakukan keadilan. Mengapa penting bagi kita untuk hidup dalam keadilan?
6. Ayat 9 menyatakan bahwa lebih baik tinggal di sudut atap rumah daripada di dalam rumah yang dibagi dengan perempuan yang suka bertengkar. Apa pesan moral yang ingin disampaikan dalam ayat ini?
7. Ayat 13 mengatakan bahwa siapa menutup telinga bagi teriakan orang miskin, dia juga akan berseru-seru, tetapi tidak dijawab. Apa yang dapat kita pelajari tentang pentingnya mendengarkan dan membantu orang yang membutuhkan?
8. Ayat 15 menyatakan bahwa melakukan keadilan adalah kesukaan bagi orang benar, tetapi kengerian bagi orang yang melakukan kejahatan. Mengapa penting bagi kita untuk hidup dalam keadilan dan kebenaran?
9. Ayat 17 mengatakan bahwa orang yang mencintai kesenangan akan menjadi miskin. Apa pesan moral yang ingin disampaikan dalam ayat ini?
10. Ayat 21 menyatakan bahwa orang yang mengejar kebenaran dan kesetiaan akan menemukan kehidupan, kebenaran, dan kehormatan. Bagaimana kita dapat mengejar kebenaran dan kesetiaan dalam hidup kita?
Semoga pertanyaan-pertanyaan ini dapat membantu Anda dalam memahami dan merenungkan pesan yang terkandung dalam Kitab Amsal pasal 21.
Pelajaran dan Doa
Pelajaran dan Doa: Dari pasal 21 Kitab Amsal, ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dan terapkan dalam hidup kita:
1. Hati raja dan segala jalan seseorang...
1. Hati raja dan segala jalan seseorang ditentukan oleh TUHAN. Ini mengajarkan kita untuk mengandalkan dan mempercayakan hidup kita kepada Allah, karena Dia yang memegang kendali atas segala hal.
2. Melakukan kebenaran dan keadilan lebih disukai oleh TUHAN daripada kurban. Ini mengingatkan kita bahwa penting untuk hidup dengan integritas dan melakukan apa yang benar dalam segala hal.
3. Mata yang angkuh dan hati yang sombong adalah dosa. Ini mengajarkan kita untuk menjauhi kesombongan dan tetap rendah hati di hadapan Allah dan sesama.
4. Rancangan orang rajin pasti menuntun ke kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa pasti mendatangkan kekurangan. Ini mengajarkan kita untuk hidup dengan bijaksana, merencanakan dan bekerja keras untuk mencapai tujuan kita.
5. Lebih baik tinggal di sudut atap rumah daripada di dalam rumah yang dibagi dengan perempuan yang suka bertengkar. Ini mengingatkan kita untuk menjauhi pergaulan yang buruk dan menghindari konflik yang tidak perlu.
6. Melakukan keadilan adalah kesukaan bagi orang benar, tetapi kengerian bagi orang yang melakukan kejahatan. Ini mengajarkan kita untuk hidup dengan integritas dan berusaha untuk melakukan apa yang benar di mata Allah.
7. Orang yang mencintai kesenangan akan menjadi miskin; Orang yang senang dengan anggur dan minyak tidak akan menjadi kaya. Ini mengingatkan kita untuk hidup dengan bijaksana dan tidak terjebak dalam kehidupan yang penuh dengan kesenangan dan kenikmatan duniawi.
8. Siapa mengejar kebenaran dan kesetiaan akan menemukan kehidupan, kebenaran, dan kehormatan. Ini mengajarkan kita untuk hidup dengan integritas dan mengejar apa yang benar di mata Allah.
Berikut adalah beberapa doa yang dapat kita doakan berdasarkan pasal ini:
1. Doa untuk mempercayakan hidup kepada Allah: Tuhan, aku percaya bahwa Engkau memegang kendali atas hidupku. Aku menyerahkan segala jalan hidupku kepada-Mu dan memohon agar Engkau mengarahkan langkah-langkahku.
2. Doa untuk hidup dengan integritas: Tuhan, bantulah aku untuk hidup dengan kebenaran dan keadilan di mata-Mu. Jauhkan aku dari kesombongan dan angkuh, dan ajarkan aku untuk hidup dengan rendah hati di hadapan-Mu dan sesama.
3. Doa untuk hidup dengan bijaksana: Tuhan, berikan aku hikmat dan pengertian untuk merencanakan hidupku dengan baik. Bantulah aku untuk hidup dengan bijaksana dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.
4. Doa untuk menjauhi pergaulan yang buruk: Tuhan, bantulah aku untuk menjauhi pergaulan yang buruk dan menghindari konflik yang tidak perlu. Berikan aku kebijaksanaan dalam memilih teman dan lingkungan yang baik.
5. Doa untuk hidup dengan integritas: Tuhan, bantulah aku untuk hidup dengan integritas dan melakukan apa yang benar di mata-Mu. Bantulah aku untuk menghindari godaan dan menjauhi kejahatan.
6. Doa untuk hidup dengan bijaksana: Tuhan, bantulah aku untuk hidup dengan bijaksana dan tidak terjebak dalam kesenangan dan kenikmatan duniawi. Berikan aku kebijaksanaan dalam mengelola keuangan dan sumber daya yang Engkau berikan.
7. Doa untuk mengejar kebenaran dan kesetiaan: Tuhan, bantulah aku untuk mengejar kebenaran dan kesetiaan dalam hidupku. Bantulah aku untuk hidup dengan integritas dan menemukan kehidupan yang sejati di dalam-Mu.
Semoga doa-doa ini membantu kita untuk hidup sesuai dengan ajaran yang terdapat dalam pasal 21 Kitab Amsal.
5W1H
5W1H: Analisis Amsal 21 (5W+1H)
What (Apa): Pasal 21 dari Kitab Amsal berisi kumpulan peribahasa yang membahas berbagai aspek kehidupan,...
Analisis Amsal 21 (5W+1H)
What (Apa): Pasal 21 dari Kitab Amsal berisi kumpulan peribahasa yang membahas berbagai aspek kehidupan, terutama tentang keadilan, kejujuran, kebijaksanaan, dan konsekuensi dari dosa.
Who (Siapa): Penulis Amsal secara tradisional dianggap Raja Salomo, yang dikenal karena kebijaksanaannya. Namun, beberapa bagian mungkin ditulis oleh orang bijak lainnya. Pembaca yang dituju adalah semua orang, terutama mereka yang ingin hidup bijaksana dan benar di mata Tuhan.
When (Kapan): Kitab Amsal ditulis selama periode Kerajaan Israel, kemungkinan besar antara abad ke-10 dan ke-7 SM.
Where (Di mana): Kitab Amsal ditulis di Israel kuno, tetapi ajarannya relevan untuk semua tempat dan waktu.
Why (Mengapa): Tujuan penulisan Amsal adalah untuk memberikan panduan moral dan praktis bagi kehidupan sehari-hari, mendorong orang untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan dan menuai berkat dari hidup yang benar.
How (Bagaimana): Amsal menyampaikan pesannya melalui peribahasa singkat, padat, dan mudah diingat. Peribahasa ini menggunakan bahasa kiasan, perbandingan, dan kontras untuk menekankan poin-poin penting.
Beberapa tema utama yang dibahas dalam Amsal 21:
- Kedaulatan Tuhan: Tuhan memegang kendali atas segala sesuatu, termasuk hati raja (ayat 1).
- Pentingnya hati: Tuhan melihat hati, bukan hanya penampilan luar (ayat 2).
- Keadilan dan kebenaran: Tuhan lebih menyukai keadilan dan kebenaran daripada ritual keagamaan (ayat 3).
- Kesombongan dan keangkuhan: Kesombongan adalah dosa dan membawa kepada kehancuran (ayat 4, 24).
- Ketekunan dan kerja keras: Ketekunan membawa kepada kelimpahan, sementara tergesa-gesa membawa kepada kekurangan (ayat 5).
- Kejujuran dan penipuan: Kejujuran membawa kepada kehidupan, sementara penipuan membawa kepada kehancuran (ayat 6, 28).
- Konsekuensi dari dosa: Jalan orang fasik bengkok dan membawa kepada kehancuran (ayat 8, 15, 29).
- Kebijaksanaan dan kebodohan: Orang bijak hidup dalam kebenaran dan kelimpahan, sementara orang bodoh hidup dalam kebodohan dan kemiskinan (ayat 16, 20, 22, 30).
- Pentingnya pengendalian diri: Orang yang menjaga mulut dan lidahnya terhindar dari masalah (ayat 23).
- Kemenangan Tuhan: Kemenangan sejati datang dari Tuhan, bukan dari kekuatan manusia (ayat 31).
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati
Kontak | Partisipasi | Donasi