Resource > Jurnal Pelita Zaman >  Volume 16 No. 1 Tahun 2001 >  MISI GEREJA: SUMBER KONFLIK > 
B. MOTIF-MOTIF MISI DALAM ALKITAB 
sembunyikan teks

Para ahli misiologi telah melakukan sejumlah studi tentang pokok ini. Karena itu, yang akan saya uraikan berikut ini adalah komplikasi dari hasil penelitian para ahli misiologi tersebut, yang tersebar dalam sejumlah buku.

1. Misi adalah Memuridkan Semua Bangsa

Hal ini rasanya tidak perlu dijelaskan lagi, karena telah dijelaskan secara cukup panjang lebar dalam bagian di atas.

2. Misi adalah Tindakan Pembebasan dan Penyetaraan (emancipatory)

Beberapa tahun terakhir ini, secara khusus atas pengaruh teologi pembebasan Amerika Latin, misi telah dipahami dalam pengertian Yes 61:1, yang kemudian terdapat dalam Luk 4:18, sebagai program mesianis Yesus: "Roh Tuhan ada padaKu, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik pada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang. "Yesus tampil di depan umum dan bertindak sebagai yang diurapi Allah, yang melakukan pembebasan dalam kerangka perjanjian kekal (Yes 61:8).

Di sini, dalam Lukas, proklamasi Injil dijelaskan dengan dua kualifikasi yang sangat terkenal pada masa kini. Pertama, penjelasan bahwa Injil dialamatkan kepada orang-orang miskin. Baik Konferensi Para Uskup Amerika Latin di Poebla (1979) maupun Konferensi Misionaria Sedunia di Melbourne (1980) menekankan pilihan untuk berpihak kepada orang-orang miskin sebagai pusat misi. Kedua, pemberitaan firman dihubungkan secara konkrit dengan tindakan-tindakan pembebasan, untuk menghancurkan struktur-struktur yang menindas dan tidak adil, yang telah mendesak orang-orang miskin kedalam situasi mereka yang memang miskin dan mengendalikan mereka dengan kekerasan. Karena itu, tujuan misi adalah melakukan restrukturisasi masyarakat dalam skala global yang menyeluruh. Tujuannya menghadirkan kerajaan Allah. Misi yang seperti ini akan menghancurkan pemisahan tradisional antara gereja dan dunia, gereja dan negara, spiritualitas dan kekuatan atau kekuasaan politik.

Ini memang bukan hanya menjadi misi gereja. Karena itu dalam melakukan misi ini gereja harus bekerja sama dengan gerakan-gerakan non religius dan yang non Kristen, yang memiliki tujuan yang sama.

3. Misi adalah Kesaksian

Dalam diskusi ekumenis belakangan ini, istilah kesaksian terdengar semakin keras. Hal ini disebabkan karena di dunia barat dan dalam lingkungan para pendiri lapangan misi, konsep misi secara tidak menguntungkan mendapat konotasi triumfalistik yang buta. Dalam konteks ini "kesaksian" kedengarannya lebih rendah hati. Idenya adalah misi itu bukan untuk membanggakan tindakan-tindakan besar yang dilakukan gereja, tetapi untuk menyadari karya Allah yang besar. Landasan Alkitab yang biasa dipakai untuk pemahaman ini adalah Kis 1:8: "...kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Di sini para rasul dipanggil bukan untuk melakukan, tetapi untuk menjadi. Artinya mereka bukan memberi kesaksian verbal melainkan menjadikan diri mereka sebagai saksi.

4. Misi adalah Tindakan Allah yang Universal

Allah perjanjian lama, yang mengidentifikasi diri sebagai Allah Abraham, Isak, dan Yakub dan yang telah memberitahukan namanya kepada Musa, Yahwe, adalah Allah dari dunia secara menyeluruh.

Kej 10 adalah pasal yang memberi daftar tentang bangsa-bangsa, sangat penting untuk memahami motif universal dari tindakan Allah dalam PL. Gerhard von Rad menggambarkan pasal ini sebagai kesimpulan dari sejarah penciptaan. Semua bangsa berasal dari Allah sebagai pencipta, sekaligus berada di bawah pengawasan mata Allah yang sabar dan menghakimi. Bangsa-bangsa bukan hanya hiasan dalam drama yang sungguh-sungguh antara Allah dan manusia, melainkan, bangsa-bangsa itu (yaitu manusia secara menyeluruh) adalah bagian dari drama itu sendiri. Pekerjaan dan aktifitas Allah ditujukan kepada semua manusia.



TIP #21: Untuk mempelajari Sejarah/Latar Belakang kitab/pasal Alkitab, gunakan Boks Temuan pada Tampilan Alkitab. [SEMUA]
dibuat dalam 0.01 detik
dipersembahkan oleh YLSA