Ayub 11:1 
KonteksTB (1974) © SABDAweb Ayb 11:1 |
|
AYT (2018) | |
TL (1954) © SABDAweb Ayb 11:1 |
Maka disahut Zofar, orang Naamati itu, katanya: |
BIS (1985) © SABDAweb Ayb 11:1 |
Kemudian Zofar berkata, "Tidakkah omong kosong itu diberi jawaban? Haruskah orang yang banyak mulut itu dibenarkan? |
MILT (2008) | Dan Zofar, orang Naama menjawab dan berkata, |
Shellabear 2011 (2011) | |
AVB (2015) | |
![]()
[+] Bhs. Inggris
![]()
[+] Bhs. Indonesia
![]()
[+] Bhs. Suku
![]()
[+] Kuno
|
TB ITL © SABDAweb Ayb 11:1 |
|
TL ITL © SABDAweb Ayb 11:1 |
|
AYT ITL | |
AVB ITL | |
HEBREW | |
![]() [+] Bhs. Inggris |
TB (1974) © SABDAweb Ayb 11:1 |
|
TB+TSK (1974) © SABDAweb Ayb 11:1 |
Maka berbicaralah Zofar 1 , orang Naama: |
Catatan Full Life |
Ayb 11:1 1 Nas : Ayub 11:1 Zofar menuduh Ayub dengan tajam bahwa ia membenarkan diri (ayat Ayub 11:4-6) dan keras kepala (ayat Ayub 11:13-20), dengan mengatakan bahwa Ayub sepantasnya harus lebih menderita lagi daripada sekarang (ayat Ayub 11:6). Ia berpendapat bahwa jikalau Ayub berbalik dari dosa, penderitaannya akan segera berakhir dan keamanan, kemakmuran, dan kebahagiaannya akan kembali (ayat Ayub 11:13-19). Perkataan Zofar mengandung kesalahan teologis yang serius. Alkitab tidak pernah menjamin hidup yang "lebih cemerlang daripada siang hari" (ayat Ayub 11:17) bagi orang percaya yang setia. Sebaliknya, "untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara" (Kis 14:22). |
![]() [+] Bhs. Inggris |