| (1.0031009090909) | (Ibr 9:16) |
(ende: Wasiat) Istilah "Perdjandjian" diganti disini dengan "wasiat". Arti keduanja pada dasarnja sama, tetapi dengan istilah "wasiat" lebih ditindjau dari sudut, bahwa djanji-djanji Allah (kepada Abraham) barulah dapat ditepati, dan harta-harta keselamatan barulah dapat dianugerahkan sesudah terlaksananja Kurban Kristus. |
| (0.72392572727273) | (Luk 19:12) | (jerusalem) Ini barangkali menyinggung perjalanan Arkhelaus ke Roma dalam tahun 4 sebelum Mas. Maksud perjalanan itu ialah: mendapat pengesahan wasiat Herodes Agung yang menunjuk Arkhelaus sebagai pengganti. Sebuah utusan Yahudi menyusul untuk menghalangi usaha Arkhelaus itu bdk Luk 19:14. |
| (0.71664984848485) | (Gal 3:15) |
(ende: Wasiat) Djandji Allah kepada Abraham dinamakan wasiat dalam arti, bahwa ia ditentukan untuk diwarisi turun temurun dan tetap tinggal rahasia sampai pada waktu jang ditentukan Allah. Rahasia itu dibuka oleh Kristus sebagai wakil segala ahli waris, dan Ialah jang membagikannja kepada sekalian ahliwaris masing-masing, jaitu kepada segala orang jang pertjaja akan Kristus. Bdl. Gal 3:29; 4:7 dan Rom 8:17 |
| (0.57914060606061) | (2Sam 23:1) | (jerusalem) Sama seperti Yakub, Kej 49, dan Musa Ula 33, demikianpun Daud dikatakan mengucapkan "Perkataan terakhir". Dalam naskah Ibrani ada beberapa kerusakan yang kerap kali tidak dapat dipulihkan lagi. Sejak ini barangkali berasal dari awal zaman para raja, tetapi "Wasiat Daud" yang tercantum dalam 1Ra 2:5-9 lebih dekat pada kenyataan historis. |
| (0.57914060606061) | (1Raj 2:1) | (jerusalem) "Wasiat" Daud ini menugaskan Salomo untuk melaksanakan balas dendam pribadi ayahnya. Ini sesuai dengan pikiran di zaman itu mengenai "penuntut darah" dan mengenai kutuk yang sendiri berdaya, 1Ra 2:8. 1Ra 2:3-4 berupa sisipan yang berhaluan tradisi Ulangan. |
| (0.57914060606061) | (Yud 1:7) | (jerusalem: kepuasan-kepuasan yang tak wajar) Harafiah: daging lain. Mereka mengejar "daging" yang bukan daging manusiawi, oleh karena mau menyalah-gunakan bukan manusia, tetapi malaikat-malaikat, Kej 19:1-11. Sama seperti dalam Yudas, Yud 1:6-7, demikianpun dalam buku (apokrip) "Wasiat Keduabelas Bapa Bangsa" disebutkan bersama-sama dosa malaikat-malaikat dan dosa penduduk Sodom. |
| (0.51189277272727) | (Gal 3:17) | (jerusalem: janji itu kehilangan kekuatannya) Janji tak bersyarat yang diberikan Allah kepada bapa leluhur dahulu, Kej 12:1; 15:1; Rom 4:13+; Ibr 11:8, di sini dianggap sebagai suatu "wasiat" (kata Yunani yang sama berarti baik perjanjian maupun wasiat), bdk Ibr 9:16-17. Bahkan kalau janji itu mau dianggap sebagai perjanjian yang mewajibkan manusia, namun tidak boleh dianggap perjanjian timbal-balik, Gal 3:20, yang menggantungkan keselamatan pada hukum Taurat yang dilakukan manusia. Allah bertentangan dengan diriNya sendiri, seandainya hukum Taurat tidak membiarkan janji itu tetap janji yang cuma-cuma belaka. Peranan hukum Taurat ialah menyingkapkan dosa (begitulah maksud Gal 3:19) dan menuntun hati nurani manusia kepada kepercayaan Kristus, Gal 3:24-25. |
| (0.51189277272727) | (Ibr 9:15) | (jerusalem) Bagian yang sejalan dengan Ibr 8:6-13 ini menyatakan bahwa kematian Kristus perlu guna pengantaraanNya. Kata Yunani "diatheke" dalam Kitab Suci yang berbahasa Yunani (LXX) menterjemahkan kata Ibrani "berith", artinya: perjanjian, pada hal dalam bahasa yang lazim "diatheke" berarti: "wasiat", bdk Gal 3:17. Seluruh bagian surat ini berdasarkan kedua arti kata Yunani yang sama itu. Perjanjian, Ibr 9:15,18-20, baru diteguhkan oleh "pembuat wasiat", Ibr 9:16-17. Selebihnya pengesahan sebuah perjanjian menuntut bahwa darah korban dicurahkan, Kel 24:6-8. Maka haruslah Kristus mati untuk mengikat perjanjian yang baru. Bdk Ibr 7:22; 8:6-10; 12:24; Mat 26:28+. |
| (0.50674803030303) | (Yoh 13:34) | (jerusalem: perintah baru) Bdk Mat 25:31-46. Dengan gagasan "perginya" Kristus, Yoh 13:33, yang menyiapkan penyangkalan Yesus oleh Petrus, Yoh 13:36-38, penginjil menghubungkan perintah kasih, Yoh 13:34-35. Ini boleh di sebut "wasiat" Yesus. Perintah itu memang sudah tercantum dalam hukum Musa, namun "baru" juga, oleh karena menjadi ciri khas zaman baru yang dimulai dan diwahyukan melalui kematian Yesus. |
| (0.50155045454545) | (Ul 33:1) | (jerusalem) Sajak ini dikatakan karangan Musa. Ia ditambah pada kitab Ulangan dan ditempatkan antara pemberitahuan tentang kematian Musa dan ceritera mengenai wafatnya. Sajak ini merupakan "wasiat Musa", seperti Kej 49 merupakan "wasiat Yakub". Wasiat Musa" itu diberi kerangka sebuah madah pujian, Ula 33:2-5,26-29 dan di dalamnya terkumpul sejumlah "ucapan" yang agaknya mula-mula beredar tersendiri. Dalam ucapan-ucapan itu tersirat keadaan dan hal ihwal sejarah yang sukar dipastikan lebih jauh. Tak mungkin semua ucapan itu berasal dari zaman yang sama. Isi ucapan-ucapan itu mengandaikan bahwa suku-suku Israel sudah menetap di negeri Kanaan, masing-masing di wilayahnya sendiri. Di antaranya ada suku-suku yang sudah menempuh sejarah yang agak lama juga (Ruben, Daniel; Simeon tidak sampai disebut oleh karena barangkali sudah melebur ke dalam suku Yehuda). Sebagai suatu keseluruhan kumpulan itu agaknya terbentuk sesudah Kej 49 terkumpul. Di lain pihak Ula 33:7 rupanya menyarankan bahwa kumpulan itu sudah tersusun sebelum Daud menjadi raja; tetapi Ula 33:7 ini barangkali menyinggung terpecahnya kerajaan Israel. Bagaimanapun juga duduknya perkara, ucapan pendek tentang Yehuda di satu pihak dan ucapan panjang tentang Yusuf di lain pihak menyatakan bahwa penyusun kumpulan itu termasuk suku-suku di bagian tengah negeri Palestina. Ciri berkat dalam Ula 33 jauh lebih menonjol dari pada dalam Kej 49. Musa berperan sebagai nabi bdk Ula 34:10. |
| (0.43435545454545) | (2Tim 4:1) |
(ende: Dihadapan Allah....) Fasal ini merupakan adjaran terachir sebagai suatu kesimpulan seluruh surat dan sebab itu bernada sangat sungguh-sungguh. Paulus mengingatkan Timoteus, bahwa Allah dan Kristus adalah saksi peringatan ini dan ia memberikannja atas nama Allah dan Kristus, pun bahwa Timoteus bertanggung-djawab kepada Allah dan chususnja kepada Kristus sebagai hakim pada achir zaman. Fasal ini dapat pula dikatakan "wasiat" Paulus, sebab nampaknja diberikan dalam kejakinan, bahwa adjalnja hampir sampai. |
| (0.25337401515152) | (Gal 3:15) |
(sh: Kebahagiaan orang Kristen (Jumat, 10 Juni 2005)) Kebahagiaan orang KristenKebahagiaan orang Kristen
Namun dalam nas ini Paulus memisahkan iman sejati dari keharusan melaksanakan hukum Taurat. Untuk itu ia menjelaskan sejarah keselamatan. Janji kepada Abraham bagaikan sebuah surat wasiat yang memiliki keabsahan yang tak dapat dibatalkan, Paulus menjelaskan bahwa janji Allah kepada Abraham tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat (ayat 15). Pertama, janji Allah kepada Abraham itu sah secara hukum maka tidak dapat dibatalkan (ayat wasiat" ver="">17a). Kedua, hukum Taurat baru diberikan empat ratus tiga puluh tahun kemudian sehingga tidak mungkin bisa membatalkan yang telah ada terlebih dahulu (ayat wasiat" ver="">17b). Dengan dua alasan inilah Paulus menghancurkan kesimpulan bahwa janji Allah kepada Abraham harus ditambah dengan hukum Taurat supaya orang-orang Yahudi Kristen di Galatia mengalami janji berkat dari Allah. Konsep Mesias dari Paulus juga sangat jelas, yaitu bahwa keturunan yang Allah janjikan kepada Abraham itu menunjuk kepada Kristus (ayat 16). Jadi, janji berkat Allah melalui Abraham kepada orang percaya bukan didapatkan dengan menjalankan Taurat, tetapi ada di dalam Kristus sebagai penggenapan dari Taurat. Dengan beriman kepada Kristus saja orang percaya mendapatkan dan menikmati penggenapan janji keselamatan itu. Kalau kebahagiaan orang Kristen didasarkan pada ketaatan melakukan hukum Taurat atau ajaran-ajaran kebajikan lainnya, maka dapat dipastikan kita akan frustasi. Sebaliknya dengan bersandar kepada janji Allah di dalam Kristus, kita dimungkinkan untuk hidup berkemenangan melawan kedagingan dan hawa nafsu duniawi. Renungkan: Janji-Nya pasti ditepati. Jangan biarkan ajaran-ajaran lain mengacaukan iman kita kepada-Nya. |
