(sh: Tuhan sumber pertolongan (Kamis, 28 April 2005)) Tuhan sumber pertolongan
Tuhan sumber pertolongan
Kehancuran tidak menggoda peMazmur untuk memalingkan wajah dari
Allah dan mencari sumber pertolongan yang lain. Belajar dari
sejarah Israel, peMazmur mempergunakan metafora tentang Allah
untuk melukiskan kepastian jaminan penyertaan-Nya.
Mazmur ini bisa dibagi tiga bagian, masing-masing ditutup dengan
permohonan yang sama, "pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu
bersinar, maka kami akan selamat" (ayat 4,8,20). Pada bagian
pertama, peMazmur menyatakan permohonannya karena Allah adalah
Gembala sekaligus Raja yang bertakhta di atas Kerubim. Ia
berdaulat penuh atas hidup mereka. Tidak ada sumber pertolongan
selain Allah. Pada bagian kedua, peMazmur meyakini bahwa oleh
murka Tuhanlah mereka mengalami semua penderitaan ini (ayat
5-7). Oleh karena itu hanya pengampunan Tuhanlah yang dapat
melepaskan mereka dari kesusahan ini.
Pada bagian ketiga, peMazmur menggunakan ilustrasi pohon anggur
untuk menggambarkan bagaimana Tuhan telah melepaskan Israel dari
perbudakan Mesir dan membawa serta menanamkan mereka di tanah
perjanjian supaya mereka subur berkembang (ayat 9-12). Akan
tetapi, Tuhan jualah yang melanda mereka dan menyerahkan mereka
ke tangan musuh sehingga kebun anggur Tuhan dilanda, dirusak,
dan dibakar (ayat 13-17). Oleh karena itu, peMazmur meminta
supaya Tuhan mengindahkan milik-Nya sendiri (ayat 15-16), supaya
mereka dapat menyatakan kesetiaan lagi kepada-Nya (ayat 18-19).
Gereja Tuhan tidak sekalipun boleh meragukan kesetiaan dan kasih
Tuhan. Walaupun nampaknya saat ini Tuhan berdiam diri dan
mengizinkan penderitaan menimpa kita, Dia tetap gembala umat-Nya
masa kini. Dia tetap Raja yang bertakhta di atas kemuliaan dan
Dia tetap pengusaha kebun anggur yang peduli akan milik-Nya.
Renungkan:
Gembala yang baik telah menyerahkan nyawa-Nya bagi
domba-domba-Nya. Tak mungkin kini Ia membiarkan kita binasa.
Berharap dan nantikan pertolongan-Nya!
|