Teks Tafsiran/Catatan Daftar Ayat
 
Hasil pencarian 1 - 9 dari 9 ayat untuk greek:343 (0.001 detik)
Urutkan berdasar: Relevansi | Kitab
  Boks Temuan
(1.00) (2Taw 34:33) (jerusalem: nenek moyang mereka) Apa yang dikatakan oleh 2Ra 23:4 dst diringkaskan oleh si Muwarikh dan ditempatkan pada awal kisahnya, 2Ta 34:3 dst.
(0.58) (Bil 3:43) (full: ANAK SULUNG LAKI-LAKI. )

Nas : Bil 3:43

Jumlah rendah "anak sulung laki-laki" dibandingkan dengan sekitar 600.000 orang laki-laki dalam Bil 1:46 diterangkan oleh berapa orang sebagai hanya mengacu kepada anak sulung laki-laki yang lahir di antara saat keluaran (bd. Kel 13:1-2) dengan saat sensus 13 bulan kemudian.

(0.58) (Kej 19:22) (jerusalem: Zoar) Nama itu di sini dihubungkan dengan kata mise'ar yang berarti: kecil, tidak seberapa, Kej 19:20. Kota Zoar terletak di sebelah tenggara Laut Asin, Kej 13:10; Ula 34:3; Yes 15:5; Yer 48:34. Di zaman romawi suatu gempa bumi menyebabkan kota itu menghilang di bawah permukaan air Laut Asin. Lalu kota itu kembali dibangun di tempat yang letaknya lebih tinggi dan didiami sampai abad pertengahan.
(0.42) (Yeh 34:1) (full: GEMBALA-GEMBALA ISRAEL. )

Nas : Yeh 34:1-31

Yehezkiel bernubuat menentang para pemimpin Israel, yaitu para raja, imam dan nabi. Karena keserakahan, korupsi, dan mementingkan diri sendiri, mereka telah lalai menuntun umat Allah sebagaimana dikehendaki oleh-Nya. Mereka memeras umat itu (ayat Yeh 34:3) dan menggunakan mereka untuk kepentingan pribadi dan bukan menolong mereka secara rohani (ayat Yeh 34:4); jadi, mereka bertanggung jawab atas penawanan Yehuda, dan Allah akan menghukum mereka. Sebagai kontras dengan para gembala yang tidak setia, Yehezkiel menubuatkan tentang suatu saat ketika Allah akan mengirim seorang Gembala yang berkenan kepada-Nya (yaitu Sang Mesias) yang akan sungguh-sungguh memelihara umat-Nya. Mereka tidak akan diperas dan digunakan, melainkan akan menerima "hujan yang membawa berkat" (ayat Yeh 34:26).

(0.33) (2Raj 22:1) (full: YOSIA. )

Nas : 2Raj 22:1

Yosia adalah yang terakhir dari raja Yehuda yang benar. Pada usia yang muda (16 tahun) ia mulai dengan sungguh-sungguh mencari Tuhan (2Taw 34:3), dan empat tahun kemudian ia mulai membersihkan Yehuda dari penyembahan yang palsu (2Taw 34:3-4). Ketika Bait Suci sedang diperbaiki, Hilkia menemukan Kitab Taurat yang ditulis oleh Musa (2Taw 34:15); penemuan ini mendatangkan komitmen yang baru kepada Firman Allah dan pembaharuan rohani yang tidak menyeluruh terjadi di negeri itu (2Raj 23:1-30). Nabi Yeremia dan Habakuk membantu Yosia dalam usahanya untuk menuntun umat itu kembali kepada Allah; mengenai keadaan rohani umat itu pada zaman Yosia, lih. Yer 1:1-12:17; Hab 1:2-4.

(0.29) (Zef 2:3) (jerusalem: orang yang rendah hati) Ibraninya: anawim, artinya: orang miskin, hina dina, rendah hati
(0.29) (Mzm 109:1) (sh: Masalah kejahatan. (Minggu, 28 April 2002))

Masalah kejahatan.
Penderitaan sering dijadikan alasan untuk tidak beriman dan menolak keberadaan Allah. Untuk kita yang beriman pun, penderitaan menimbulkan masalah sebab kita percaya bahwa Allah ada, baik, berkuasa. Masalah lain adalah pergumulan bagaimana kita meresponi pihak yang darinya datang kejahatan yang membuat kita menderita.

Mazmur ini mengajarkan kita tentang respons orang beriman terhadap masalah kejahatan. Allah disapa sebagai Tuhan Allah perjanjian (Yahwe, 20-28). Keyakinan ini mengakrabkannya dengan Allah dan mengingatkan Allah agar membelanya (ayat 1). Dengan berkata, “tetapi Engkau, ya Yahwe, Tuhanku” (ayat 21) dan rangkaian permintaan, “bertindaklah bagiku”, “lepaskanlah aku”, “tolonglah aku”, “selamatkanlah aku”, pemazmur kini menempatkan dirinya di dalam tanggung jawab Allah yang memelihara dan yang setia pada perjanjian-Nya.

Dengan melandaskan permohonan dan klaimnya atas nama Allah (ayat 21) dan kasih setia Allah (ayat 26), isi permohonan pemazmur ini tidak memikirkan dirinya sendiri, tetapi kemuliaan Allah. Memang kita dikejutkan oleh permohonannya yang penuh dengan penghukuman dan penghakiman (ayat 6-20). Tetapi, semua itu merupakan ungkapan normal manusia yang diperlakukan tidak adil oleh sesamanya, juga ungkapan percaya bahwa Allah tidak akan berdiam diri dengan kejahatan. Di akhir mazmur ini, gema kerinduan mengalami kebenaran dan keadilan Allah itu makin kuat. Ia tidak sekadar ingin melihat punahnya orang-orang jahat, tetapi ia ingin memuji- muji Allah karena kemuliaan-Nya telah dinyatakan.

Renungkan: Jangan menutup mata terhadap kejahatan. Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan. Sebaliknya, berdoalah agar kejahatan yang mengakibatkan penderitaan beroleh pembalasan setimpal.

Bacaan untuk Minggu Paskah 5

Kisah Para Rasul 14:19-28

Wahyu 21:1-5

Yohanes 13:31-35

Mazmur 145:1-13

Lagu:

Kidung Jemaat 343

PA 8 mazmur 108

Mazmur 108 ini merupakan gabungan Mazmur 57:7-11 (bdk. 1-5) dan Mazmur 60:5-12 (bdk. 6-13). Penggabungan kedua mazmur ini rupanya ditujukan untuk meresponi situasi yang muncul dalam kitab III (lihat pengantar Mazmur 93-111). Konteks dekatnya, ps. 107, adalah perayaan atas karya Allah yang telah menyelamatkan umat- Nya dan mengembalikan mereka dari pembuangan (ayat 107:2-3), dan berisi undangan agar umat mensyukuri kasih setia kekal Allah dengan ucapan syukur. Menimbang kedua konteks ini, kita dapat menyimpulkan bahwa mazmur ini adalah respons terhadap ajakan dalam ps. 107, yaitu ucapan syukur umat yang kembali dari pembuangan sambil terus mengarahkan tatapan harapan mereka ke depan kepada tindakan-tindakan Allah selanjutnya.

Pertanyaan-pertanyaan pengarah:

Apa isi tekad pemazmur kepada Allah (ayat 1-3)? Mengapa pemazmur terdorong untuk memuji Allah (ayat 4)? Mengapa ia seolah berbicara kepada dirinya sendiri, sesudah mengungkapkan tekadnya kepada Allah (ayat 1b)? Apa saja yang akan dilakukannya dalam memuji Allah? Apa hubungan tindakan itu dengan jiwanya? Mengapa tidak cukup memuji Tuhan dalam batin saja?

Situasi apa yang membuat pemazmur mengiringi pujiannya dengan permohonan (ayat 5-6,10-13)? Apabila pendapat bahwa mazmur ini ditulis sesudah pembuangan benar, apa maksud permintaan pemazmur ini (bdk. 7-13)? Pelajaran apakah yang dapat kita petik tentang hubungan pujian dan situasi kehidupan? Tepatkah pendapat bahwa kita hanya dapat memuji Tuhan sesudah kita sepenuhnya lepas dari berbagai masalah?

Dalam mazmur ini, alasan pujian bukan saja perbuatan nyata Allah yang telah dialami, tetapi juga firman Allah yang berisi janji-janji- Nya (ayat 7-9). Janji-janji apakah yang diingat oleh pemazmur kini? Bagaimana hal tersebut relevan untuk situasinya saat itu?

Perhatikan bagaimana pemazmur meresponi firman itu dengan permohonan (ayat 10-11). Pikirkan hubungan pujian, mengingat firman, dan keyakinan iman dalam memohon sesuatu kepada Tuhan. Mungkinkah kurang bersyukur menyebabkan orang lemah iman?

(0.29) (Kis 20:1) (sh: Bukan atas mukjizat (Sabtu, 1 September 2007))

Bukan atas mukjizat
Seorang misionaris berbeda dari seorang turis. Turis akan mengunjungi tempat yang menarik, menikmati tempat itu, mengabadikannya dalam foto, lalu pergi untuk mengunjungi tempat berikutnya. Paulus adalah seorang misionaris, yang bepergian bukan untuk bertamasya.

Sebagai misionaris, apa yang Paulus lakukan? Pertama, Paulus menjelajah ke berbagai tempat (2). Ia melakukan pengamatan dengan saksama supaya dapat melayani jemaat yang dia kunjungi, serta menguatkan hati mereka.

Kedua, Paulus bekerja keras. Menyadari waktu yang terbatas, Paulus mengajarkan firman Tuhan hingga larut malam, bahkan sampai fajar menyingsing (7, 11). Ia membuat perencanaan serta manajemen waktu dengan ketat dan efektif (16).

Ketiga, meski Paulus dapat dikategorikan sebagai hamba Tuhan \'senior\', ia bukan seorang yang berjuang sendirian. Dalam pelayanannya, Paulus memerlukan dan menghargai dukungan orang lain. Kita membaca daftar panjang rekan pelayanan Paulus: Sopater, Aristarkhus, Sekundus, Gayus, Timotius, Tikhikus, dan Trofimus (4).

Keempat, ay. 10 mencatat mukjizat melalui pelayanan Paulus: ia membangkitkan orang mati. Paulus bukan hanya pandai mendiskusikan firman Tuhan. Kuasa Tuhan juga bekerja nyata di dalam hidup dan pelayanannya. Meski demikian, sebagai misionaris, Paulus tidak menempatkan mukjizat sebagai prioritas di dalam pelayanannya. Maka setelah peristiwa kematian Eutikhus menginterupsi pengajarannya (10), Paulus segera kembali mengajarkan firman Tuhan sampai fajar menyingsing (11).

Mukjizat memang bukan dasar iman yang teguh. Iman yang didasarkan pada mukjizat akan mudah goyah. Maka tidak seharusnya kita mendasarkan iman hanya pada apa yang dapat kita lihat atau alami! Jangan pula kita mengajak orang lain untuk beriman pada Kristus hanya karena ia melihat atau mengalami mukjizat. Bila mukjizat menjadi awal perjumpaan dengan Kristus, teguhkanlah di atas firman Tuhan, kebenaran yang abadi.

(0.25) (Yer 39:1) (sh: Penggenapan (Jumat, 27 April 2007))

Penggenapan
Tidak diragukan lagi, kejatuhan Yerusalem sebagaimana digambarkan secara dramatis pada pasal 39:1-3 ini merupakan penggenapan nubuatan Yeremia. Ia memberikan gambaran terperinci tentang bagaimana Yerusalem dihancurkan oleh Babel. Yerusalem hancur pada tahun kesembilan pemerintahan Zedekia. Peristiwa ini merupakan peristiwa yang sangat memilukan sehingga dicatat sebanyak tiga kali di dalam Perjanjian Lama bahkan harinya pun dicatat (1-4; lih. 2Raj. 25:1; Yer. 52:4; Yeh. 24:1-2).

Yeremian 39:4-8 menggambarkan bagaimana Zedekia melarikan diri, tertangkap dan dipenjarakan. Zedekia meloloskan diri pada waktu malam. Ia bersama rombongannya mencoba untuk melarikan diri ke Araba-Yordan. Ia tertangkap di dataran Yerikho dan di bawa ke Ribla. Ribla adalah markas komando Nebukadnezar. Kota ini adalah tempat yang strategis dan pernah digunakan sebagai markas besar Firaun Nekho sewaktu berperang melawan Asyur (2Raj. 23:33).

Di Ribla, Nebukadnezar menghukum Zedekia atas pemberontakannya melawan Babel. Di depan matanya Zedekia dipaksa melihat anak-anaknya dan juga semua pembesar Yehuda disembelih oleh prajurit Babel. Siksaan terhadap Zedekia tidak berhenti sampai di situ saja. Nebukadnezar juga membutakan mata Zedekia guna memastikan perasaan takut itu tersimpan di benaknya selama-lamanya. Kemudian Nebukadnezar membelengu Zedekia untuk dibuang ke Babel. Akhir yang sangat mengenaskan.

Bagaimana dengan nasib Yeremia? Nasib Yeremia jauh lebih baik dibandingkan nasib Zedekia. Ia dibebaskan dari tahanan dan diserahkan kepada Gedalya (11-14). Cepat atau lambat nubuat Allah pasti akan digenapi. Siap atau tidak, kita harus menyiapkan diri untuk menghadapinya, tetapi yang lebih utama adalah kita harus taat terhadap apa yang difirmankan-Nya.

Camkan: Nubuat pasti digenapi. Masalahnya Anda berada pada pihak siapa saat penggenapannya terjadi?



TIP #09: Klik ikon untuk merubah tampilan teks alkitab dan catatan hanya seukuran layar atau memanjang. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA