| (0.99574924242424) | (Mzm 118:25) |
(full: BERILAH KIRANYA KESELAMATAN.
) Nas : Mazm 118:25 Frasa ini (Ibr. _hosh'iana'_) menjadi "_Hosana_" dalam terjemahan PL berbahasa Yunani; frasa ini menubuatkan keselamatan melalui pengorbanan Kristus (bd. ayat Mazm 118:26-27) dan dinyanyikan oleh orang banyak ketika Yesus memasuki Yerusalem (bd. Mat 21:9). |
| (0.88012636363636) | (Mzm 118:1) |
(full: UNTUK SELAMA-LAMANYA KASIH SETIA-NYA.
) Nas : Mazm 118:1-29 Mazmur ini memuji Tuhan karena kasih setia-Nya yang abadi bagi umat-Nya. Kata-kata ini mungkin yang terakhir dinyanyikan Yesus dan para murid sebelum Ia pergi ke Taman Getsemani di mana Ia ditangkap dan menuju kematian-Nya (bd. Mat 26:30; Mr 14:26). Nyanyian ini juga akan dinyanyikan sebelum kedatangan Kristus kembali pada akhir zaman (bd. ayat Mazm 118:26 dengan Mat 23:39). Ketika membaca Mazmur ini, renungkan apa yang kira-kira dipikirkan Kristus ketika Dia menyanyikan lagu ini untuk terakhir kalinya. |
| (0.88012636363636) | (Mzm 20:1) | (jerusalem: Doa mohon kemenangan bagi raja) Mungkin mazmur ini mengiringi korban yang dipersembahkan sebelum raja serta tentaranya maju berperang, bdk 1Sa 7:9; 1Ra 8:44; 2Ta 20:18 dst. Kidung ini terdiri atas dua bagian. Yang pertama, Maz 20:2-6 dinyanyikan oleh sekelompok penyanyi dan berupa doa permohonan minta kemenangan bagi umat. Bagian kedua, Maz 20:7-9 dinyanyikan oleh seorang penyanyi (imam?) tersendiri sebagai jawaban dan berupa janji bahwa permohonan dikabulkan. Maz 20:9 barangkali berupa aklamasi dari pihak umat. |
| (0.88012636363636) | (Mzm 115:1) | (jerusalem: Kemuliaan hanya bagi Allah) Kidung ini terdiri atas lima bagian. yang pertama, Maz 115:1-3, mengagungkan Tuhan; yang kedua, Maz 115:4-8, melawankan kebesaran Allah Israel dengan kesia-siaan berhala; yang ketiga, Maz 115:9-11, mengajak umat supaya tetap percaya pada Tuhan: bagian keempat, Maz 115:12-15, berkata tentang umat yang diberkati para imam, bagian penutup, Maz 115:16-18, berupa pujian. Barangkali mazmur ini dinyanyikan sebagai salah satu korban (antara Maz 115:11 dan Maz 12?) dan bergiliran dinyanyikan oleh umat, Maz 115:1-8,16-18, seorang solis, Maz 115:9-11, dan kaum Lewi, Maz 115:12-15. Maz 115:4-11 menjadi contoh bagi Maz 115:15 dst. |
| (0.88012636363636) | (Mzm 135:1) | (jerusalem: Hanya TUHAN yang patut dipuji) Kidung puji-pujian ini terdiri atas pelbagai kutipan dari mazmur-mazmur dan nas-nas Kitab Suci lainnya. Maz 135:8-12 sangat berdekatan dengan Maz 136:10,17-22, dan Maz 135:15-20 dengan Maz 115:4-11. Maz 135:1-2 sama dengan Maz 134:1. Barangkali mazmur ini dinyanyikan oleh beberapa kelompok penyanyi bergilir ganti, sedangkan Maz 135:5 dinyanyikan seorang solis. Para imam dan umat diajak memuji Tuhan, Maz 135:1-2, oleh karena Ia baik dan memilih Israel menjadi umatNya, Maz 135:3-4. Ia juga Pencipta, Maz 135:5-7, dan Pelindung Israel Maz 135:8-14. Ia melebihi segala dewa bangsa-bangsa lain, Maz 135:15-18. Maka Tuhan patut dipuji oleh semua golongan masyarakat Israel, Maz 135:19-21. |
| (0.87128054545455) | (Yes 14:4) |
(full: EJEKAN INI TENTANG RAJA BABEL.
) Nas : Yes 14:4-21 Nyanyian nubuat yang mengejek ini harus dinyanyikan oleh orang-orang yang menyaksikan kejatuhan raja Babel. Raja akan direndahkan dan diturunkan "ke dalam dunia orang mati" (ayat Yes 14:15). Ayat-ayat ini akhirnya mengena kepada semua pemimpin dan orang yang menentang Allah dan melawan prinsip-prinsip kerajaan-Nya. |
| (0.74681193939394) | (Neh 9:1) | (jerusalem: Pada hari yang kedua puluh empat) Bab 9 ini memuat kisah mengenai sebuah upacara pendamaian yang diadakan sehubungan dengan perkawinan campuran yang diceraikan, Neh 9:2; bdk Ezr 9:1-2+; Ezr 10:11. Kisah ini menyambung Ezr 10:44. Namun hanya Neh 9:1-2 saja berasal dari laporan Ezra |
| (0.74681193939394) | (Mzm 21:1) | (jerusalem: Nyanyian syukur karena kemenangan raja) Mazmur ini agak berdekatan dengan Maz 20 dan Maz 61:6-8. Ia berupa nyanyian syukur oleh karena salah satu anugerah yang oleh Tuhan, penopang takhta kerajaan, dianugerahkan kepada raja, misalnya kemenangan dalam perang, dan yang menyangkut masa depan juga. Maka Mazmur ada dua bagiannya, Maz 21:2-7 dan Maz 21:9-13. Mungkin Maz 21:2-7 dan Maz 21:9-13 dibawakan oleh seorang solis, padahal Maz 21:8 dan Maz 21:13 dinyanyikan oleh sekelompok penyanyi atau oleh umat. |
| (0.70410103030303) | (Mzm 113:1) |
(full: MAZMUR-MAZMUR PASKAH.
) Nas : Mazm 113:1-118:29 Mazmur-mazmur ini dipakai oleh orang Yahudi pada perayaan Paskah setiap tahun. Dua mazmur pertama dinyanyikan sebelum perjamuan Paskah, sisanya setelah perjamuan. Dengan demikian ini mungkin adalah nyanyian terakhir yang dinyanyikan Yesus Kristus sebelum kematian-Nya. Karena mazmur-mazmur ini dimulai dalam bahasa Ibrani dengan kata "_Halelu Yah_" (Mazm 113:1), maka orang Yahudi menyebutnya "_Hallel_ (Pujian)". |
| (0.70410103030303) | (Mzm 121:1) |
(sh: Keamanan yang sejati (Minggu, 24 November 2002)) Keamanan yang sejati
Keamanan yang sejati. Jadi, iman kepada Allah didasarkan atas 3 hal: [1] Allah adalah pencipta dunia yang mengatur penuh segala sesuatu dengan kendali penuh (ayat 2), [2] Allah adalah "Penjaga Israel" (ayat 3), dan [3] Allah adalah Penjagamu (ayat 5), Allah adalah juga Allah atas pribadi-pribadi. Ia akan memelihara orang yang percaya kepada-Nya dari teriknya sinar mentari Palestina. Ia akan menjadi pelindung yang berkuasa (di sebelah tangan kanan), dan Ia akan memelihara kita dari bulan. "Bulan" waktu itu dikaitkan dengan takhayul mengenai penyakit. Allah akan melindungi dari segala yang jahat.
Renungkan: |
| (0.6223433030303) | (Mzm 15:1) | (jerusalem: Siapa yang boleh datang kepada TUHAN?) Sajak ini meringkaskan kewajiban sosial orang benar. Diajukan pertanyaan, Maz 15:1, yang ditanggapi, Maz 15:2-5, disusul janji, Maz 15:5. Barangkali kidung ini dinyanyikan waktu kaum ziarah datang ke bait Allah. Imam bertanya dahulu, Maz 15:1 lalu seorang (atau sekelompok) penyanyi menjawab, bdk Maz 24:2-5. Kewajiban yang disebut genap berjumlah sepuluh; semacam Dekalog sosial. |
| (0.6223433030303) | (Mzm 24:1) | (jerusalem: Kedatangan Raja Kemudian dalam Bait Allah) Madah pujian ini memuliakan Tuhan sebagai raja. Mungkin sekali kidung ini dipakai dalam ibadat yang berupa arak-arakan yang mengantar tabut perjanjian masuk ke dalam bait Allah, seperti yang terjadi waktu tabut itu oleh Daud dipindahkan ke Yerusalem, 2Sa 6:12 dst, atau oleh Salomo ditempatkan dalam bait Allah yang baru dibangun, 1Ra 8:1 dst. Mazmur ini terdiri atas tiga bagian yang berbeda satu sama lain yaitu Maz 24:1-2,3-6 dan Maz 24:7-10. Maz 24:3-6 agak serupa dengan Maz 15. Boleh jadi madah itu dinyanyikan oleh dua kelompok penyanyi bergiliran, bdk Maz 68:1-35; 132:1-18. Tuhan diluhurkan sebagai pencipta alam semesta yang menjadi sahabat dan Penyelamat orang benar yang berdiam di dekat Tuhan di hadiratNya. |
| (0.6223433030303) | (Mzm 88:1) | (jerusalem: Doa pada waktu sakit payah) Ini ratapan yang suram sekali nadanya. Dengan bahasa kiasan yang lazim (dunia orang mati, liang kubur, kegelapan, ombak dsb) terungkap rasa seseorang yang sangat terdesak, hampir mati, karena sakitnya (kusta?). Pemazmur membentangkan kemalangannya yang menyebabkan ia tertinggalkan semua orang dan bahkan rupanya oleh Tuhan sendiri, Maz 88:4-10. Dalam keadaan itu ia memanjatkan doanya kepada Allah, Maz 88:2-3,10-15. Akhirnya, Maz 88:15-18, ia kembali menggambarkan kemalangannya, sehingga mazmur ini berakhir dengan nada pesimis. Lagu ini mengingatkan ratapan Ayub. |
| (0.6223433030303) | (Mzm 138:1) | (jerusalem: Nyanyian syukur atas pertolongan TUHAN) Nyanyian syukur ini dinyanyikan seseorang dalam bait Allah di depan umat yang hadir, oleh karena telah diselamatkan oleh Tuhan dari salah satu malapetaka, Maz 138:1-3. Pemazmur mengharap bahwa pertolongan yang diterimanya akan mendorong raja-raja asing (barangkali pemazmur sendiri seorang raja) untuk mengakui tuhan Israel sebagai Allah mereka juga, Maz 138:4-6. Pemazmur percaya bahwa Tuhan terus akan menolong, Maz 138:7-8. |
| (0.6223433030303) | (Mzm 149:1) | (jerusalem: Nyanyian kemenangan bagi orang Israel) Ini kidung merupakan nyanyian syukur yang dinyanyikan umat dalam ibadat syukuran atas kemenangan yang diperolehnya. Sesudah pembukaan berupa ajakan, Maz 149:1-3, dikemukakan alasan mengapa umat patut bersyukur, yaitu kemenangan atas musuh, Maz 149:4-5. Tetapi umat Israel perlu berjuang terus untuk melakukan pembalasan Tuhan pada raja-raja dan bangsa-bangsa lain, Maz 149:6-9. Kidung nasional ini agaknya berasal dari zaman Yunani, sebab serupa sedikit dengan Neh 4:11,18; 2Ma 15:27, tetapi ia melayangkan pandangan ke penghakiman terakhir di mana umat Israel berperan sebagai alat keadilan ilahi, bdk Yes 61:2 dst; Zak 9:13 dst. |
| (0.61608842424242) | (Mzm 24:1) |
(sh: Hari ini harinya Tuhan (Minggu, 18 Maret 2001)) Hari ini harinya TuhanHari ini harinya Tuhan. Zaman Israel purba, mazmur 24 merupakan mazmur yang khusus dinyanyikan dalam setiap penyembahan di Bait Allah pada hari pertama. Mazmur ini dinyanyikan secara bergantian antara pemimpin penyembahan dengan umat Israel, sebagai manifestasi dari kesiapan hati dan seluruh keberadaan bangsa Israel untuk menyambut hadirat kemuliaan Allah. Mula-mula seluruh umat Israel menyanyikan ayat 1-2, yang merupakan pengakuan bahwa Allahlah Pemilik seluruh bumi dan segala isinya termasuk manusia, karena Ialah yang menciptakan, menetapkan, dan memelihara. Mereka menyatakan dengan tegas apa pun yang mereka miliki baik itu kekayaan, kepandaian, bahkan kehidupannya adalah milik Tuhan. Karena itu mereka harus mendayagunakan semuanya dengan benar dan penuh rasa tanggung jawab. Pemimpin ibadah segera menyambung pujian itu dengan pertanyaan (3) agar jemaat mengevaluasi sudahkah hidup mereka layak di hadapan-Nya. Segera jemaat menjawab bahwa mereka yang mengakui kepemilikan Allah secara mutlak dalam kehidupan sehari-harilah yang layak datang kepada-Nya (4-6). Orang yang menggunakan tangannya untuk pekerjaan kotor, mendapatkan keuntungan materi dari orang lain, dan menipu untuk keuntungan pribadi sama dengan merampok harta Allah. Akhirnya penyembahan itu ditutup dengan seruan bersama untuk menyambut Raja Kemuliaan (7-10) sebagai pernyataan bahwa mereka telah berusaha hidup dengan mengakui dan menghargai kedaulatan Allah atas seluruh keberadaan mereka dengan segala kekayaannya. Renungkan: Betapa indahnya jika hidup kita setiap hari dievaluasi berdasarkan mazmur ini sehingga kita dapat menutup setiap hari dengan pujian bagi kemuliaan-Nya. Bacaan untuk Minggu Sengsara 4 Lagu: Kidung Jemaat 289 |
| (0.49787460606061) | (Hak 5:1) |
(full: BERNYANYILAH DEBORA DAN BARAK.
) Nas : Hak 5:1 Nyanyian Debora dan Barak adalah nyanyian pujian kepada Allah (ayat Hak 5:3) karena kemurahan-Nya dan tindakan-Nya yang adil demi Israel (ayat Hak 5:11). Sepanjang PL nyanyian yang sepenuh hati kepada Tuhan oleh para orang saleh menjadi bagian penting dalam mengungkapkan syukur kepada Allah karena kuasa penebusan-Nya (bd. pasal Kel 15:1-27; 1Taw 15:1-16:43; 2Taw 20:22; dan Mazm 1:1-150:6; lihat art. PUJIAN). Orang percaya PB juga disuruh untuk memanjatkan pujian kepada Allah atas kasih-Nya terhadap mereka. Pujian, yang oleh Allah dipandang sebagai korban kudus yang disajikan kepada-Nya (Ibr 13:15), sering kali berbentuk suatu nyanyian (Ibr 2:12; Yak 5:13; Wahy 15:3). Nyanyian pujian rohani (bd. Ef 5:19; Kol 3:16) dapat dinyanyikan dengan akal budi (yaitu, memakai bahasa yang dimengerti) atau dengan roh (yaitu, memakai bahasa Roh; lih. 1Kor 14:15). |
| (0.49787460606061) | (Mzm 120:1) |
(full: NYANYIAN ZIARAH.
) Nas : Mazm 120:1-134:3 Lima belas mazmur ini dalam bahasa Inggris disebut "Songs of Ascents" (yaitu "Nyanyian Pendakian" atau anak-anak tangga). Beberapa orang beranggapan bahwa frasa ini mengacu kepada penunjuk waktu dengan bayangan matahari buatan Raja Ahas. Bayangan mundur ke belakang sepuluh derajat pada alat ini sebagai jaminan bahwa Allah menambahkan 15 tahun lagi kepada Raja Hizkia untuk memerintah dengan tenang; mazmur-mazmur ini kemudian dikumpulkan untuk memperingati janji itu (2Raj 20:6-10; Yes 38:5-8). Banyak orang percaya bahwa frasa "Nyanyian Pendakian" mengacu kepada mazmur-mazmur yang dinyanyikan orang Yahudi bersama-sama manakala mereka "naik" ke Yerusalem sebagai peziarah untuk merayakan hari raya kudus mereka. |
| (0.49787460606061) | (Mzm 47:1) | (jerusalem: Allah, Raja seluruh bumi) Ciri eskatologis mazmur ini cukup kentara. Ia memuliakan Allah sebagai Raja dunia semesta di akhir zaman. Mazmur ini adalah yang pertama dari sejumlah mazmur, Maz 93:1-5; 96:1-13; 97:1-12; 98:1-9; 99:1-9, yang meluhurkan Tuhan Israel sebagai Raja. Lagu ini mengembangkan seruan: Tuhanlah Raja, Zef 3:15; Kel 15:18; Yes 52:7 dan agaknya dinyanyikan dalam sebuah arak-arakan kemenangan, 2Sa 6:16; 2Ta 20:28, yang menyambut Tuhan sebagai Raja Israel yang datang ke baitNya di tengah-tengah tempik sorak rakyatNya, Bil 23:21; Maz 89:16; 98:6. Tetapi Raja Israel itu sesungguhnya Raja sekalian bangsa, Yeh 10:7. Semua bangsa beserta pimpinannya akhirnya datang menggabungkan diri dengan umat terpilih, Yes 19:23 dst; Yes 25:6; 60:11; Ezr 6:21. |
| (0.49787460606061) | (Mzm 132:1) | (jerusalem: Daud dan Sion, pilihan TUHAN) Mazmur ini mungkin dipakai dalam sebuah perarakan tabut perjanjian ke Yerusalem dan ke bait Allah. Pemazmur agaknya terpengaruh oleh doa raja Salomo yang tercantum dalam 1Ra 8; bdk 2Ta 5-6. Tetapi pokok utama sajak ini ialah janji Tuhan kepada raja Daud, bdk 2Sa 7:8-16. Janji itu dianggap sebagai tanggapan Allah terhadap janji dan sumpah Daud (tentang sumpah semacam itu tidak ada berita lain). Mazmur jelas terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama, Maz 132:1-10, berkata tentang sumpah Daud, Maz 132:1-5, dan diangkutnya tabut perjanjian, Maz 132:6-10. Bagian kedua, Maz 132:11-18, berkata mengenai sumpah setia Tuhan bahwa keturunan Daud akan memerintah untuk selama-lamanya, Maz 132:11-13, dan tentang di mana, yakni di Sion, bdk Maz 2:6+, dan bagaimana janji itu akan digenapi, Maz 132:14-18. Tema pokok mazmur 132 ini diuraikan lebih lanjut dalam Maz 89:20-38. Mungkin Maz 132 bergiliran dinyanyikan oleh beberapa kelompok penyanyi, lih Maz 132:6. |

