| (0.99544893258427) | (Yes 58:13) |
(ende: omongan) Pada hari Sabat dilarang untuk ber-debat2 dan mengadakan pengadilan. |
| (0.49772447191011) | (Yes 42:5) |
(ende) Para ahli ber-debat2 apakah ajat2 ini termasuk kedalam lagu hamba Jahwe atau tidak. Menurut ahli2 tertentu nubuat ini mengenai Cyrus (aj.6)(Yes 42:6). Djika aj. 5(Yes 42:6) ditinggalkan, maka Yes 42:4 dilandjutkan Yes 42:6. |
| (0.2177544494382) | (Ayb 29:1) |
(sh: Mengingat: Antara Syukur dan Kesesakan (Kamis, 8 Agustus 2002)) Mengingat: Antara Syukur dan KesesakanMengingat: Antara Syukur dan Kesesakan. Debat telah berakhir. Ayub kini berbicara sendirian (ps. 29-31), seakan-akan tak berharap didengar lagi oleh siapa pun (kecuali dalam 30:20-23, Ayub ingin didengar Allah). Dalam ps. 29, Ayub meratapi kehilangan statusnya yang mula-mula ketika ia hidup seperti "seorang raja di antara rakyatnya" (ayat 25). Pertama-tama, Ayub berusaha menarik simpati Allah dengan melontarkan ucapan-ucapan tentang bagaimana Allah telah menjadi sahabatnya yang memelihara dan memberinya berkat Ilahi yang berkelimpahan (disimbolkan dengan "terang" dalam ayat 3). Kebahagiaannya sempurna dengan keluarga dan kekayaan yang melimpah. Lebih dari itu, Ayub adalah orang yang bergaul akrab dengan Allah. Selain kemakmuran, Ayub juga memiliki kehormatan (ayat 7-11). Ayub kaya baik secara materiil maupun secara sosial. Ia memiliki status tinggi bangsawan. Ayub dihormati bukan hanya karena rakyat takut, tetapi karena kebijakan-kebijakannya yang dikagumi (ayat 11-17). Ayub menampilkan ciri penguasa yang benar, yang membela kaum tertindas dan tak berdaya. Ini adalah gambaran pemimpin yang ideal dalam konteks Timur Dekat purba. Kembali Ayub berbicara tentang kemakmuran (ayat 18-20). Ia berharap dengan modal kehidupannya yang begitu bersih, ia akan kembali mendapatkan kemuliaannya. "Bersama dengan sarangku … binasa" mungkin menunjukkan "kematian yang baik", kematian yang dikelilingi oleh keluarga tercinta. Ia juga berharap menjadi seperti burung feniks, yang zaman itu dianggap mampu memperbaharui hidupnya setelah mengalami kematian. Menutup pasal ini, Ayub kembali berbicara tentang kehormatan (ayat 21-25). Ayub memiliki hikmat dan katakatanya bagaikan kesegaran yang menyirami tanah kering-kerontang. Ayub juga menunjukkan kualitasnya sebagai pemimpin kala ia tersenyum kepada orang-orang yang tidak mau mempercayai katakatanya. Mereka hanya mau menerima berkat dari Ayub. Renungkan: Mengingat masa lalu bisa membahagiakan, bisa menyesakkan. Lihatlah kehilangan Anda dalam kacamata Ilahi. |
| (0.2177544494382) | (Luk 20:1) |
(sh: Judul: Baca Gali Alkitab 3 (Kamis, 19 Maret 2015)) Judul: Baca Gali Alkitab 31. Dimanakah Yesus berdebat dengan para imam kepala dan ahli Taurat (1)? Apa yang mereka perdebatkan (2)? 2. Apa jawaban Yesus kepada imam kepala dan ahli Taurat (3-4)? 3. Apa pertanyaan Yesus kepada imam kepala dan ahli Taurat (4-6)? Apa jawaban mereka (7) dan apa jawaban Yesus (8)? 4. Sindiran seperti apa yang dilontarkan Yesus melalui perumpamaan penggarap kebun anggur (9-19)? 5. Tindakan seperti apa yang dilakukan oleh penggarap kebun anggur ketika mereka ditagih oleh orang suruhan pemilik kebun anggur (9-12)? 6. Persekongkolan apa yang direncanakan oleh penggarap kebun anggur terhadap anak pemilik kebun (13-15)? 7. Tindakan apa yang diambil oleh pemilik kebun terhadap para penggarap kebun anggur (16-18)? Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda? 1. Apa yang menjadi tanggungjawab umat Allah dalam dunia ini? 2. Apa yang bakal terjadi bila kita lalai menjalankan kewajiban-Nya? 3. Apa yang membuat Allah marah terhadap kita? Apa respons Anda? 1. Dunia ini adalah ciptaan Allah. Bagaimana kita menyikapi apa yang telah diberikan kepada kita untuk mengelolanya? 2. Apa hukuman setimpal buat orang sombong? 3. Allah telah memberkati hidup kita, apa yang akan kita lakukan? Pokok Doa: Agar setiap orang percaya dapat bertanggungjawab dan mensyukuri anugerah Allah dalam hidup ini. Diskusi renungan ini di Facebook:
|
