| (0.9959641025641) | (Kel 24:18) |
(ende) Bilangan 40 menundjukkan djangka waktu jang lama. |
| (0.82997012820513) | (Ayb 5:19) |
(ende: enam kali...jang ketudjuh...) berarti: selalu. Sematjam pepatah bilangan. |
| (0.82997012820513) | (Ams 6:16) |
(ende) Pepatah bilangan: Lihat tjatatan pada Ams 30:15. |
| (0.6639761025641) | (Mzm 62:11) |
(ende) Sematjam pepatah bilangan (Amo 1:3; Ams 6:16; 30:15 dst.). |
| (0.6639761025641) | (Ayb 5:19) | (jerusalem: enam macam...) Elifas memakai "pepatah bilangan", bdk Ams 30:15+; Ams 6:16-19+. |
| (0.6639761025641) | (Ams 6:16) | (jerusalem: Enam perkara) Ini, Ams 16-19, sebuah "pepatah Bilangan", bdk Ams 30:15+. |
| (0.6639761025641) | (Bil 35:9) |
(sh: [kosong] (Minggu, 28 November 1999)) [kosong]KOSONG |
| (0.5868775) | (Im 6:1) |
(ende) Dalam terdjemahan junani dan Latin (Vlg.) mulailah disini pasal 6 (Ima 6). Maka itu bilangan ajat dalam terdjemahan-terdjemahan tsb. berbeda dengan bilangan naskah hibrani sampai pasal 8. |
| (0.58097907692308) | (1Taw 6:1) |
(ende) Bilangan ajat2 dalam terdjemahan Latin berbeda dengan naskah Hibrani. Dalam terdjemahan latin fasal 6 mulai disini. |
| (0.49798205128205) | (Kel 1:5) |
(ende) Bilangan 70 terutama berarti kesatuan jang sangat tertentu, inti umat Tuhan jang masih akan terbentuk, dan bukan selalu menundjukkan djumlahnja tepat berapa. |
| (0.469502) | (Kel 15:27) |
(ende) Elim adalah tempat subur ditengah padang pasir. Bilangan 12 dan 70 adalah bilangan global, dan menundjukkan djumlah jang agak besar. Kiranja Elim terletak dekat apa jang sekarang disebut Wadi Garandel. "Wadi" adalah sungai jang membawa air dari pegunungan kesungai jang lebih besar, akan tetapi dimusim kemarau biasanja kering. |
| (0.469502) | (Ayb 40:1) |
(ende) Dalam terdjemahan Latin Ayu 40:1-6 termasuk fasal 39(Ayu 39) (Ayu 40:1-5), sehingga bilangan ajat2 dalam fasal 40 berbeda dengan bilangan naskah Hibrani dan terdjemahan kami, angka dalam fasal 40 harus dikurangi dengan lima. |
| (0.41498507692308) | (1Sam 20:42) |
(ende) Dalam terdjemahan Junani dan latin ajat ini termasuk 1Sa 20 (1Sa 20:42). Karenanja bilangan ajat dalam terdjemahan2 ini dalam fasal 21(1Sa 21) satu kesatuan terbelakang dengan naskah Hibrani. |
| (0.41498507692308) | (Ezr 2:64) |
(ende) Sebenarnja angka ini tidak tjotjok dengan djumlah bilangan angka jang disebut diatas. Dapat diterangkan sebagai salah tulis dalam naskah Hibrani, hal mana boleh djuga dikenakan pada angka2 lain dalam daftar itu. |
| (0.41498507692308) | (Bil 1:1) |
(full:
) Penulis : Musa Tema : Pengembaraan di Padang Gurun Tanggal Penulisan: + 1405 SM Latar Belakang Judul kitab ini muncul pertama kali dalam naskah versi Yunani dan Latin dan diambil dari dua sensus kaum pria Israel yang dicatat dalam kitab ini (pasal 1, 26; Bil 1:1-54 dan Bil 26:1-65). Akan tetapi, sebagian besar kitab ini mengisahkan pengalaman-pengalaman Israel selama mengembara "di padang gurun"; oleh karena itu di dalam Alkitab PL berbahasa Ibrani kitab ini dikenal dengan nama "Di Padang Gurun." Secara kronologis, Bilangan merupakan sambungan sejarah yang dicatat di kitab Keluaran. Setelah tinggal di Gunung Sinai selama sekitar satu tahun -- ketika itu Allah menetapkan perjanjian dengan Israel, memberikan hukum Taurat dan pola Kemah Suci kepada Musa, serta memberikan pengarahan mengenai isi kitab Imamat -- bangsa Israel bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju tanah yang dijanjikan Allah kepada mereka sebagai keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub. Akan tetapi, sejenak sebelum meninggalkan Gunung Sinai, Allah menyuruh Musa membuat sensus menghitung semua laki-laki Israel yang sanggup berperang (Bil 1:2-3). Sembilan belas hari kemudian bangsa itu berangkat mengadakan perjalanan singkat ke Kadesy (Bil 10:11). Bilangan mencatat pemberontakan serius Israel di Kadesy dan hukumannya di padang gurun selama 39 tahun, sehingga Allah membawa suatu angkatan orang Israel yang baru ke dataran Moab, yang terletak di seberang Sungai Yordan dari Yeriko dan tanah perjanjian. Sejarah menganggap bahwa kitab ini ditulis oleh Musa.
Rupanya Musa mencatat dalam buku hariannya sepanjang pengembaraan di padang gurun dan kemudian menyusun isi kitab Bilangan dalam bentuk narasi menjelang kematiannya (sekitar 1405 SM). Kebiasaan Musa untuk menyebut dirinya dengan kata ganti orang ketiga memang biasa dilakukan dalam tulisan-tulisan kuno dan karena itu tidak melemahkan kredibilitasnya sebagai penulisan. Tujuan Bilangan ditulis untuk mengisahkan mengapa Israel tidak langsung masuk tanah perjanjian setelah meninggalkan Gunung Sinai. Bilangan menggambarkan tuntutan Allah akan iman dari umat-Nya, balasan dan hukuman-Nya atas pemberontakan, dan bagaimana maksud-Nya yang berkelanjutan itu akhirnya diwujudkan. Survai Amanat utama Bilangan jelas: umat Allah maju terus hanya dengan mempercayai Dia dan janji-janji-Nya dan dengan menaati sabda-Nya. Sekalipun melewati padang gurun perlu untuk waktu tertentu, bukanlah maksud Allah semula bahwa ujian padang gurun diperpanjang sehingga satu angkatan orang Israel hidup dan mati di situ. Akan tetapi, perjalanan singkat dari Gunung Sinai ke Kadesy menjadi penderitaan dan hukuman selama 39 tahun karena ketidakpercayaan mereka. Sepanjang sebagian besar kitab Bilangan, "angkatan Keluaran" Israel tidak beriman, memberontak, dan tidak berterima kasih atas mukjizat-mukjizat dan pemeliharaan Allah. Umat itu mulai bersungut-sungut segera setelah meninggalkan Gunung Sinai (pasal 11; Bil 11:1-35); Miryam dan Harun menentang Musa (pasal 12; Bil 12:1-16); Israel secara keseluruhan memberontak dengan ketidakpercayaan yang membandel di Kadesy dan menolak masuk ke Kanaan (pasal 14; Bil 14:1-45); Korah dan banyak orang Lewi membangkang terhadap Musa (pasal 16; Bil 16:1-50); karena didesak sampai hilang kesabarannya oleh umat yang membangkang itu, akhirnya Musa berbuat dosa dengan meluapkan kejengkelannya (pasal 20; Bil 20:1-29); dan Israel menyembah Baal (pasal 25; Bil 25:1-18). Semua orang Israel berusia 20 tahun ke atas di Kadesy (kecuali Yoshua dan Kaleb) wafat di padang gurun. Akhirnya suatu angkatan baru orang Israel diantar hingga batas timur tanah perjanjian (pasal 26-36; Bil 26:1--36:13). Ciri-ciri Khas Enam ciri utama menandai Bilangan.
Penggenapan Dalam Perjanjian Baru Keluhan dan ketidakpercayaan Israel disebutkan sebagai peringatan bagi orang percaya di bawah perjanjian yang baru (1Kor 10:5-11; Ibr 3:16--4:6). Hebatnya dosa Bileam (pasal 22-24; Bil 22:1--24:25) dan pemberontakan Korah (pasal 16; Bil 16:1-50) juga disebutkan (2Pet 2:15-16; Yud 1:11; Wahy 2:14). Yesus mengacu kepada ular tembaga (Bil 21:7-9) sebagai ilustrasi dari diri-Nya yang diangkat sehingga mereka yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal (Yoh 3:14-16); juga Kristus dibandingkan dengan batu karang di mana orang Israel minum air di padang gurun (1Kor 10:4) dan dengan manna surgawi yang mereka makan (Yoh 6:31-33). |
| (0.41498507692308) | (Ul 1:1) | (jerusalem) Bagian ini disusun oleh beberapa orang dan menyajikan judul kitab, Ula 1:1 dan menentukan tempat dan waktu terjadinya peristiwa. Bagian ini ditambahkan pada kitab asli dengan maksud menghubungkan Ulangan dengan Bilangan. |
| (0.35212651282051) | (Kej 46:8) |
(ende) Silsilah jang berikut ini berasal dari tradisi P, dan menjebutkan keturunan-keturunan kedua-belas para Bapa bangsa menurut tradisi jang baru kemudian terudjudkan (perhatikan persamaan dengan Bil 26:5) dsl. Bilangan "tudjuhpuluh" adalah bilangan konvensionil, suatu istilah jang berarti: djumlah jang agak besar; seperti misalnja sekarang orang menggunakan istilah "ratusan" (Lihat Kel 1:5) dan Ula 10:22). Untuk mentjapai djumlah "tudjuhpuluh" ini, djuga Jusuf dan putera-puteranja ikut terhitung, meskipun mereka ini tidak termasuk golongan jang berpindah ketanah Mesir. Djuga terhitungnja kesepuluh putera Benjamim (ajat 21) (Kej 46:21) sebetulnja tidak sesuai dengan situasi ini; disini pengarang menggunakan daftar silsilah jang baru tersusun kemudian. |
| (0.35212651282051) | (1Raj 4:27) |
(ende) Mulai dengan ajat ini (1Ra 4:20) sampai dengan 1Ra 6:1 bilangan ajat dan djuga kadang susunan teksnja dalam naskah Hibrani berbeda dengan bilangan dalam terdjemahan Junani dan Latin (Vlg) (jang berbeda satu sama lain djuga). Dalam terdjemahan Latin fasal 4 (1Ra 4) diteruskan sampai dengan 1Ra 5:14 naskah hibrani, hingga 1Ra 5:1 terdjemahan latin sama dengan 1Ra 5:15 naskah Hibrani. Naskah Hibrani memuat 32 ajat dalam fasal 5, padahal terdjemahan Latin hanja 18. Terdjemahan kami dalam susunan ajat 1Ra 4:20-5:9 menuruti susunan terdjemahan junani, jang lebih logis. |
| (0.35212651282051) | (Ams 30:15) |
(ende) Pepatah2 bilangan. Ialah suatu djelas kesusasteraan jang chusus dan jang lama berlangsung pada bangsa Israil dan pada bangsa2 lain disekitarnja. Dalam ajat pertama suatu angka dikemukakan dan dalam ajat kedua angka jang berikut. Selandjutnja hal2, orang2, keadaan2, jang djumlahnja sesuai dengan angka jang terachir, dibitjarakan. Maksud keseluruhannja ialah menarik perhatian pada semua hal itu. Biasanja berdasarkan pengalaman sadja dan pepatah2 ini tak berisi adjaran kesusilaan. Pepatah2 bilangan terdapat: Sir 23:16; 25:7; 26:5; 26:28; 50:25; Ams 6:16-17; Ayu 5:19; 40:5; Pengk 11:2. |
| (0.33198805128205) | (Kel 38:26) |
(ende) Djumlah ini sesuai dengan hasil tjatjah-djiwa menurut Bil 1:46. Ada jang berpendapat: djumlah tersebut disimpulkan dari kata-kata "keseluruhan semua putera-putera Israel" (r'sj kl bny ysr'l), jang huruf-hurufnja djuga mempunjai nilai bilangan. |


untuk merubah popup menjadi mode sticky,
untuk merubah mode sticky menjadi mode popup kembali. [