| (1.005861038961) | (Rm 7:15) |
(ende: Kukehendaki) disini bertjorak "menggemari", "suka kepada", "menginginkan", jaitu berlawanan dengan "bentji". |
| (0.88906396103896) | (Pkh 9:1) |
(ende: entah tjinta entah bentji) jaitu kebahagiaan atau kemalangan dalam hidup ini, jang biasanja dianggap sebagai gandjaran atau hukuman kedjudjuran atau kedjahatan; tanda tjinta atau bentji Tuhan. Si pengchotbah mengadjar bahwasanja semuanja itu sama sekali tiada pasti, akibat satu tjara hidup. |
| (0.88012837662338) | (Luk 23:27) |
(ende: Sedjumlah besar) Lk. hendak mengesankan, bahwa bukan semua orang Jerusalem bentji atau bersikap tak-atjuh terhadap Jesus. |
| (0.75439577922078) | (Ams 11:16) |
(ende) Dalam terdjemahan Junani ajat ini berbunji: \= Wanita djelita beroleh hormat, tetapi singgasana malu ialah isteri jang bentji akan kedjudjuran. Si pemalas tiada harta padanja, Tetapi tukang beroleh kekajaan. \+ |
| (0.75439577922078) | (Mzm 31:7) |
(endetn: Kau(bentji)) Tertulis: "aku membentji". Satu naskah Hibrani dan beberapa terdjemahan kuno: "Kaubentji". |
| (0.62866315584416) | (Kej 33:4) |
(ende) Sesudah perkelahian dengan Tuhan (fasal 32)(Kej 32), bukannja pada Jakub sadja, melainkan pada Esau djuga terdjadi perubahan sikap. Jakub tidak lagi merasa takut, melainkan mendjadi berani. Esau tidak lagi bentji, melainkan telah mendjadi sahabat baik. |
| (0.62866315584416) | (Rm 9:13) |
(ende) Kutipan dalam ajat ini terambil dari Mal 1:2-3. |
| (0.50293051948052) | (Ef 4:26) |
(ende: Biar naik darah) Aslinja: marahilah dan djangan berdosa". Kemarahan timbul sendiri dan kadang-kadang berguna, tetapi djangan sampai merugikan orang. |
| (0.50293051948052) | (Ef 4:31) |
(ende: Kepahitan hati) perasaan bentji dan dendam kesumat, jang mudah melahirkan perkataan dan tindakan-tindakan penghinaan kedji, pun menimbulkan perasaan pahit pada orang jang dihinakan. |
| (0.44006419480519) | (Mat 5:22) |
(ende) Inti perbuatan-perbuatan jang dipersalahkan disini, ialah bentji. Kebentjian adalah pokok pembunuhan, kemarahan dan penghinaan jang sama-sama termasuk kedjahatan terburuk, jaitu perkosaan hukum tjinta. Umpatan "kau djahil" berarti: bodoh dalam hal-hal agama karena tak atjuh atau kelalaian. Umpatan kedua jang diterdjemahkan disini dengan "kau gila" dalam aslinja sangat kabur. Barangkali terdjemahan "kau tak ber-Tuhan", "kafir" atau "kau murtad" lebih tepat. |
| (0.3771978961039) | (Luk 14:26) |
(ende) Ungkapan ini, terdjemahan lurus dari kata asli, sepintas lalu memang terasa terlalu keras. Jesus sengadja memilih ungkapan jang berlebih-lebihan ini, untuk lebih kuat mengesankan dan lebih dalam meresapkan adjaran pokok itu. Tetapi bagai orang Jahudi kata itu tidak begitu keras bunjinja. Pada mereka "bentji" dalam suatu perbandingan sering berarti "kurang suka" kepada suatu apa, "kurang mengasih" seorang, dari pada jang lain. Tjorak arti ungkapan itu disinipun demikian. Maksud disini: barang siapa hendak mengikuti Jesus kedalam keradjaan Allah harus bersedia meninggalkan semuanja, mengurbankan segala kepentingan duniawi, malah memutuskan pertalian-pertalian jang paling akrab dan mesra, kalo perlu untuk kehidupan abadi. |

untuk memisahkan teks alkitab dan catatan secara horisontal atau vertikal. [