Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  4. Arkeologi >  III. Metode-Metode Para Arkeolog. > 
D. Mengawasi Pekerjaan Penggalian. 
 sembunyikan teks

Di samping stratigrafi dan tipologi, pencatatan yang teliti dan pengumuman data merupakan prinsip utama ketiga dari arkeologi ilmiah. Berbeda dengan ilmu-ilmu lain, arkeologi tidak dapat mengulang "eksperimen"-nya untuk membuktikannya. Maka catatan-catatan yang teliti menjadi perhatian utama dari "penggalian" yang berhasil.

Pada awalnya, para arkeolog akan merencanakan sebuah situs berdasarkan suatu "sistem kisi," dengan menyejajarkan garis lintang dan garis bujur dari kawasan itu. Biasanya mereka membagi sebuah tel menjadi berbagai "bidang". Di dalam tiap bidang, mereka mengukur "daerah-daerah" tertentu dan mematoknya untuk mengadakan penggalian. Ukuran bidang-bidang itu mungkin berbeda-beda bergantung ada situasi, tetapi biasanya daerah-daerah yang dipatok itu 6 m persegi. Para arkeolog akan membagi tiap daerah itu lebih lanjut menjadi empat bagian persegi, dengan membiarkan sekat-sekat pembagi (tanah kosong) selebar satu meter di antara tiap bagian persegi itu. Sekat-sekat itu menjadi jalan-jalan kecil untuk mengadakan pengamatan dan pemeriksaan sementara pekerjaan itu berlangsung dan merupakan pokok-pokok acuan bila pertanyaan-pertanyaan timbul di kemudian hari. Satu bagian persegi secara keseluruhan tidak digali menurut cara yang sama; para pekerja akan menggali "parit-parit pemeriksaan" pada sudut siku-siku dengan parit-parit lain, dalam upaya untuk mengantisipasi apa yang mungkin akan ditemukan waktu penggalian berlangsung.

Setiap daerah mempunyai seorang penyelia daerah, yang sebaliknya diawasi oleh pemimpin penggalian tersebut. Penyelia daerah itu mempunyai dua tugas: (1) mengawasi dan mengatur penggalian yang sebenarnya di daerahnya, dan (2) dengan saksama mencatat segala sesuatu pada saat pemunculannya.

Para pekerja pada dasarnya terdiri atas tiga golongan (1) pencangkul, yang dengan hati-hati membongkar tanah yang padat (suatu prosedur yang memerlukan keahlian, dan harus dibedakan dari penggalian parit yang biasa); (2) pemacul, yang bekerja dengan tanah yang baru digemburkan, serta memperhatikan apa Baja yang berarti; dan (3) pemikul keranjang, yang mengangkut tanah yang sudah diperiksa. Kadang-kadang para pemikul keranjang ini juga menggunakan ayakan dan kulir serta sikat untuk mengikis dan membersihkan.

Penyelia daerah membuat catatan yang teliti dalam sebuah buku catatan bidang, sebuah buku harian untuk segala sesuatu yang dikerjakan para pekerjanya. Ia menetapkan nomor lokasi yang berubah-ubah kepada setiap subbagian dari wilayahnya, baik secara vertikal maupun secara horizontal. Para pekerja mengumpulkan semua tembikar dalam keranjang-keranjang khusus dan memberi etikat untuk menunjukkan tanggal, daerah, dan lokasinya. Lalu barang tembikar itu dicuci dan "dibaca" oleh para ahli. Yang menyimpan dan mendaftar barang-barang tembikar yang memiliki arti yang khusus. Mereka memotret dan membuat sketsa dari apa Baja yang mempunyai arti khusus sebelum mereka membongkarnya. Pada akhir setiap hari (atau sebelum suatu tahap baru dari penggalian itu dilanjutkan), penyelia daerah harus membuat gambar skala baik dari dinding-dinding yang vertikal maupun dari lantai daerah penggaliannya. Pada akhir musim penggalian, ia harus menulis laporan yang terinci tentang segala sesuatu yang terjadi di daerahnya. Pemimpin seluruh penggalian itu mencantumkan semua laporan ini di dalam laporan pendahuluannya sendiri, dan kemudian dalam satu publikasi yang terinci. Akan tetapi, banyak pemimpin proyek tidak sampai melaksanakan langkah-langkah terakhir ini, sehingga dunia kesarjanaan kehilangan hasil penggalian itu.



TIP #15: Gunakan tautan Nomor Strong untuk mempelajari teks asli Ibrani dan Yunani. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA