Resource > Jurnal Pelita Zaman >  Volume 10 No. 2 Tahun 1995 >  PEMULIHAN HARAPAN DUNIA: PERMENUNGAN TENTANG PENGHARAPAN KRISTEN > 
NATAL: PEMULIHAN HARAPAN DUNIA 
sembunyikan teks

Di tengah-tengah realitas pengharapan umat manusia yang hampir menuju ketiadaan pengharapan ini, apakah arti Natal bagi kita? Apakah yang dibawa Natal untuk memulihkan harapan dunia ini? Apakah yang sedang ditawarkan Natal untuk manusia yang terancam, ketakutan, kecewa, bimbang dan putus asa?

Ada dua pemulihan yang ditawarkan Natal, yaitu:

1. Natal Adalah Pernyataan Paling Konkret Akan Aktivitas Allah Dalam Sejarah Umat Manusia.

Di dalam diri Yesus Kristus. Allah secara nyata memperlihatkan kepada dunia bahwa Dia tidak meninggalkan dunia. Ia masuk ke dalam dimensi hidup manusia melalui seorang bayi dan berkarya di dalam sejarah. Suatu karya yang kembali memulihkan harapan dunia yang sudah terkikis oleh ancaman zaman.

Natal membuka mata kita kepada lemahnya diri manusia untuk menopang harapannya. Natal membuktikan kepada manusia bahwa tanpa campur tangan Allah manusia tidak akan pernah memiliki pengharapan di dalam hidupnya.

Pekerjaan intervensi pemulihan ini tidak pernah berhenti. Natal hanya merupakan awal yang nyata. Aktivitas pemulihan terus berlangsung sampai hari ini. Walaupun realitas seolah tidak menyediakan ruang bagi harapan itu, namun intervensi yang mendatangkan harapan dan memulihkan harapan tetap terjadi. Karena itu, ketika kita merayakan Natal, kita sebenarnya sedang memberitakan kepada dunia bahwa harapan itu masih ada, yaitu di dalam Tuhan Yesus Kristus, yang lahir dalam rupa bayi yang kecil. Natal datang untuk memulihkan harapan dunia.

2. Natal Mengajak Gereja Menegaskan Eksistensinya Sebagai Tanda Pengharapan Dunia.

Gereja adalah umat pengharapan. Ia memiliki keyakinan yang pasti bahwa hidupnya di masa kini dan akan datang terpelihara oleh Allah sendiri. Namun sayang sekali, pengharapan yang indah ini, seringkali membuat gereja apatis dengan realitas zamannya. Gereja lebih sering memandang pengharapannya secara eskatologis dan lupa pada dimensi ke-kini-annya.

Jaminan eskatologis yang pasti seharusnya mendorong gereja untuk aktif menghadirkan tanda-tanda pengharapan itu di dalam dunia. Artinya, aktivitas intervensi Allah itu bukan hanya terjadi di akhir sejarah saja tetapi juga sedang terjadi saat ini. Dan gereja merupakan saluran intervensi Allah di dalam dunia oleh Roh Kudus yang bekerja di dalam dirinya. Oleh sebab itu, dalam dunia yang sedang bermusuhan gereja seharusnya menaburkan benih perdamaian. Di tengah dunia yang terpecah belah gereja seharusnya membawa persatuan. Di tengah dunia yang bimbang, gereja seharusnya memberi kepastian. Di tengah dunia yang ketakutan, gereja seharusnya membagikan keberanian dan di tengah dunia yang sedang sedih gereja hendaknya membawa sukacita.

Inilah dua pesan pemulihan yang ditawarkan Natal pada dunia. Gereja diajak untuk berpartisipasi aktif di dalamnya. Gereja tidak boleh berpangku tangan memandang dunia yang sedang menuju kepada keputusasaan. Karena, Allah yang telah memberi harapan kepadanya juga masih sedang bekerja. Gereja tidak boleh takut karena yang menjamin harapannya adalah Penguasa langit dan bumi. Kiranya melalui Natal ini kita semua dengan penuh harapan dan iman mengaku bahwa Allah tidak meninggalkan kita. Amin.



TIP #02: Coba gunakan wildcards "*" atau "?" untuk hasil pencarian yang leb?h bai*. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA