Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  1. Sejarah Alkitab >  I. Sejarah Perjanjian Lama. > 
B. Dari Abraham sampai ke Musa. 
 sembunyikan teks

Tuhan memilih keluarga Abraham untuk mendatangkan keselamatan kepada orang-orang lain. Abraham tinggal di kota Ur (ibu kota kerajaan Sumer pada zaman dahulu).- Sekitar 2000 sM, Tuhan memanggil Abraham untuk meninggalkan rumah ayahnya dan pergi ke suatu negeri yang baru. Alkitab merunut langkah-langkah Abraham dari Ur ke Haran (di utara Palestina), melalui negeri Palestina, ke Mesir dan kembali ke Palestina. Allah berjanji akan memberi seorang putra kepada Abraham dan anak-anaknya akan menjadi suatu bangsa yang besar. Allah juga berjanji untuk menjadikan keturunan Abraham suatu berkat untuk segala bangsa (Kej. 12:2-3; 17:1-6). Mula-mula, Abraham percaya apa yang difirmankan Allah; tetapi kemudian ia sangsi apakah Allah akan melakukan apa yang dijanjikan-Nya, lalu ia berusaha untuk memaksa Allah dengan tindakannya. Demikianlah, ketika Tuhan tidak memberi dia seorang anak laki-laki secepat yang diharapkannya, Abraham mengambil hamba perempuan istrinya, Hagar, dan mendapatkan seorang anak laki-laki melalui dia. Meskipun dunia purba menerima cara ini untuk mendapatkan seorang ahli waris, perbuatan ini melanggar hukum Allah untuk pernikahan (Kej. 2:24), dan Abraham sangat menderita karena dosanya. Ismael, anak sulungnya, berbalik melawan Ishak, anak perjanjian yang dilahirkan 13 tahun kemudian. Maka Ismael harus meninggalkan rumah tangga Abraham.

Tetapi ketika tahun berganti tahun, Abraham dengan sepenuhnya percaya kepada Allah. Akhirnya Tuhan menyuruh dia mempersembahkan Ishak sebagai kurban bakaran untuk membuktikan kasihnya kepada Tuhan (Kej. 22). Pada saat itu, Abraham tahu bahwa Tuhan berharap ia akan taat. Demikianlah dengan mempercayai Tuhan, Abraham membaringkan anaknya di atas mezbah (bdg. Ibr. 11:17-19). Pada saat terakhir, Tuhan melarang dia untuk membunuh Ishak dan memberikan seekor domba jantan untuk dipersembahkan.

Lain kali, Abraham memohon kepada Allah untuk tidak membinasakan kota-kota yang berdosa tempat Lot, keponakannya, tinggal. Akan tetapi, Lot tidak berhasil menyelamatkan orang-orang di sekitarnya (bdg. II Ptr. 2:8); Tuhan tidak menemukan sepuluh orang benar di kota-kota itu. Karena itu Tuhan membinasakan kota-kota tersebut sebagaimana telah direncanakan-Nya. Sekali lagi, Tuhan sedang mendidik Abraham dan keluarganya untuk menaati Dia.

Setelah itu, Alkitab mengalihkan pandangan kita kepada kehidupan Yakub, putra kedua Ishak. Yakub hidup sekitar 1850 sM. Tuhan memilih Yakub untuk mewarisi janji-janji yang telah dikaruniakan kepada Ishak. Ia menyebut keluarga Yakub sebagai keluarga yang akan mendatangkan Sang Penebus ke dunia.

Pilihan itu betul-betul tidak masuk akal! Yakub menjadi dewasa sebagai seorang yang memikirkan dirinya sendiri dan pembohong. la mengakali kakaknya dan berbohong kepada ayahnya supaya ia dapat mencuri hak kesulungan Esau. Kemudian ia melarikan diri ke rumah pamannya, Laban, agar lolos dari kemarahan kakaknya. Tuhan menghadapi dia ketika ia melarikan diri, namun Yakub tidak menyerah.

Maka dengan perlahan-lahan dan dengan makan waktu yang lama Tuhan mulai mengajar Yakub untuk mempercayai Dia. Ia memberikan istri yang baik dan banyak harta kepada Yakub. Pamannya mengakali dia untuk mengawini Lea, seorang gadis yang tidak diingininya, maka ia bertahan terus untuk mengawini Rakhel, adiknya juga. Yakub menjadi kaya, tetapi keserakahannya menimbulkan kesukaran dalam keluarga dan ia harus meninggalkan negeri Laban. Ia kembali ke rumah ayahnya di Palestina. Ia mendapati bahwa Tuhan telah menyediakan jalan baginya dan kakaknya tidak marah lagi.

Namun, kesulitan Yakub belum berakhir. Bertahun-tahun kemudian, sepuluh anak laki-lakinya cemburu kepada adik laki-laki mereka, Yusuf, karena ternyata Yakub lebih menyukai dia. Yusuf telah bermimpi bahwa mereka akan tunduk kepadanya kelak bersama orang tua mereka. Kesepuluh saudaranya merasa tersinggung karena hal ini. Mereka menjebak Yusuf, menjual dia sebagai budak, dan memberi tahu ayah mereka bahwa ia sudah meninggal.

Para pedagang budak itu membawa Yusuf ke Mesir di mana ia menjadi salah seorang pelayan Potifar. Tuhan memakai Yusuf untuk mengartikan mimpi-mimpi Firaun dan pemuda ini diangkat menjadi orang kedua dalam pemerintahan di bawah Firaun.

Kemudian suatu bala kelaparan di Palestina mendorong keluarga Yusuf ke Mesir untuk mencari makanan. Mula-mula kakak-kakaknya datang. Ketika mereka menundukkan kepala di depan Yusuf, ia segera mengenali mereka; tetapi ia tidak memberi tahu mereka siapa dia. Pada akhirnya Yusuf memaksa mereka untuk membawa Benyamin, adiknya, ke Mesir juga. Lalu ia menyatakan identitasnya dan mengampuni mereka karena telah menjualnya sebagai budak. Yusuf mengajak mereka untuk membawa seluruh keluarganya. Firaun menyambut mereka dengan hangat dan memperbolehkan mereka menetap di daerah yang subur di Mesir.



TIP #08: Klik ikon untuk memisahkan teks alkitab dan catatan secara horisontal atau vertikal. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA