Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  9. Orang Persia > 
VIII. Kebudayaan Persia. 
sembunyikan teks

Orang Persia meninggalkan bekas yang tidak terhapuskan atas kehidupan orang Yahudi. Berbagai aspek kebudayaan Persia mengubah kehidupan orang Yahudi pada masa Perjanjian Baru dan sesudahnya.

 A. Seni dan Arsitektur.
sembunyikan teks

Kesenian Persia mencerminkan kehidupan di istana. Para penguasa Persia mengukir gambar timbul yang bagus di batu karang berkaitan dengan kerajaan mereka untuk merayakan kemenangan mereka dari para musuh. Dalam gambar timbul Behistun, Darius diperlihatkan sedang mengalahkan para pemberontak (521 sM). Berbagai gambar timbul kemenangan ini menunjukkan orang asing Yang telah ditaklukkan sedang mempersembahkan upeti kepada Darius.

Para penguasa Persia juga membanggakan diri karena istana mereka yang indah-indah. Koresy mengikuti gaya istana Media di Ekbatana ketika membangun ibu kotanya, Pasargadae. Raja Darius memilih Persepolis sebagai lingkungan untuk istananya pada tahun 520 sM. Membangun dan memperindah Persepolis dimulai dengan pengganti Darius, dan berlangsung sampai kejatuhan Persepolis di bawah Darius III pada tahun 330 sM.

Bahkan setelah berperang selama delapan tahun, Xerxes masih dapat meluangkan waktu untuk memperbaiki gedung-gedung Persepolis. Kesenian Akhaeminid mencapai puncaknya selama 13 tahun terakhir dari pemerintahan Xerxes.

Makam raja-raja juga memperlihatkan hasrat orang Persia akan kemewahan. Makam Koresy II itu sederhana bila dibandingkan dengan makam-makam Darius I, Artahsasta I, dan Darius II yang dipahat dari batu karang dekat Persepolis.

Seluruh Imperium Persia menyumbangkan bahan dan tukang untuk proyek-proyek kerajaan. Patung-patung tiga dimensi yang alami; kesukaan akan tema-tema hewan; dan kesenian minatur yang halus adalah sumbangan orang Persia. Kita menemukan banyak ciri khas ini di sinagog dan gedung-gedung Yahudi lainnya di Palestina dari periode pasca pembuangan, seperti sinagog di Kapernaum.

 B. Bahasa.
sembunyikan teks

Bahasa Persia adalah cabang dari rumpun bahasa Indo-Iran. Bahasa Persia mempunyai banyak kesamaan dengan Bahasa Latin dan Yunani. (Kata Persia untuk allah adalah daiva, yang bertalian dengan kata deus dalam bahasa Latin dan kata divine dalam bahasa Inggris.) Orang Persia di masa purba mengetahui dan memakai bahasa Elam, Babel, dan Persia kuno. Batu Behistun mencatat wangsa Akhaeminid sampai ke Darius I dalam ketiga bahasa ini.

Bahasa Persia Kuno ditulis dalam cuneiform atau tulisan yang berbentuk baji. Orang memakai bahasa ini hanya untuk dokumen dan prasasti kerajaan yang resmi. Surat-menyurat resmi dibantu oleh penggunaan bahasa Aram, suatu bahasa yang dipakai dari Persia sampai ke Mesir. Tulisan Aram menjadi pola untuk tulisan Ibrani baru yang dipakai untuk menulis Perjanjian Lama. (Lihat "Bahasa dan Tulisan.") Orang Yahudi meminjam banyak kata dari bahasa Aram. Misalnya, dalam bahasa Ibrani kata dat ("dekrit") berasal dari kata data dalam bahasa Persia.

Kata-kata Aram juga ditemukan dalam bahasa-bahasa lain. Kata Inggris paradise berasal dari kata Persia untuk istana taman, pairidaeza.

 C. Agama.
sembunyikan teks

Dewa utama dari sistem agama Persia adalah Ahura Mazda, "Tuhan yang bijaksana." Para imam yang resmi disebut orang Magi atau orang majus. Raja percaya bahwa Ahura-Mazda telah menganugerahkan hak untuk memerintah kepadanya; raja adalah "gambar" dewa itu dalam arti yang sangat nyata.

Orang Persia percaya pada dewa-dewa alam seperti Udara, Air, Langit, Bumi, Matahari, dan Bulan. Mereka tidak memuja dewa-dewa ini di dalam kuil. Sebagai gantinya, mereka mempersembahkan kurban binatang di ladang terbuka, dengan iringan nyanyian yang monoton dari seorang imam Magi. Orang Persia juga membakar kurban kepada dewa mereka.

Di pertengahan abad ke-6 sM, Zarathustra mulai membentuk kembali pemikiran agama orang Persia menjadi ajaran yang kemudian terkenal sebagai Zoroastrianisme.

Pertentangan antara kebaikan dan kejahatan mendasari ajaran-ajaran Zarathustra. Zoroastrianisme mengakui Ahura-Mazda sebagai allahnya yang satu-satunya, tetapi Ahura-Mazda mempunyai pertentangan abadi dengan roh jahat Angra Mainyu. Zarathustra menentang kurban dan persembahan minuman. Ia memulai pemujaan Ahura dengan api abadi. Orang Persia membangun kuil-kuil api untuk tujuan ini.

Agama yang populer ini menantang orang Yahudi untuk merumuskan kepercayaan mereka secara jelas. Para rabi Yahudi mendirikan berbagai akademi untuk memelihara kebenaran Firman Allah dan untuk memberantas ajaran Zoroastrianisme yang menggugah rasa ingin tahu.

Di Perjanjian Baru kita membaca bagaimana "orang-orang majus" datang untuk menyembah bayi Yesus di Betlehem (Mat. 2:2). Mereka mungkin adalah wakil-wakil dari kasta imam agama Zoroastrianisme.

Persia banyak mengubah jalan sejarah Israel. Berbagai idaman apokaliptis dari filsafat Persia sangat menonjol dalam kitab-kitab apokrifa dari kurun waktu intertestamental. Pengaruh Persia begitu meyakinkan sehingga sulit untuk memisahkan kesenian dan arsitektur Israel dari berbagai pengaruh Persia. Bahasa Aram (sebuah dialek Persia yang kemudian di Asyur) menjadi bahasa standar dalam politik dan agama Yahudi setelah kurun waktu intertestamental.



TIP #24: Gunakan Studi Kamus untuk mempelajari dan menyelidiki segala aspek dari 20,000+ istilah/kata. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA