Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  8. Ugarit dan Orang Kanaan >  I. Kota Ugarit. > 
C. Data Arkeologis Lainnya. 
 sembunyikan teks

Para arkeolog melihat adanya lima lapisan yang berbeda dalam gundukan Ugarit, dan pada tiap lapisan mereka menemukan tanda-tanda permukiman manusia. Lapisan Lima (pada tingkat dasar) berisi bukti sebuah kota benteng kecil di Ugarit dari masa kuno waktu terjadi banjir besar. Pada lapisan ini tidak ditemukan barang-barang tembikar. Lapisan Empat dan sebagian Lapisan Tiga berasal dari Periode Kalkolitis. (Lihat "Arkeologi.") Di sini para penggali menemukan barang-barang tembikar. Lapisan Tiga dibuat pada Zaman Perunggu Awal, sekitar 1000 tahun sebelum Abraham. Di sini para penggali menemukan tanda-tanda hasil karya logam yang dikerjakan dengan indah. Lapisan-lapisan atas, Lapisan Satu dan Dua, membawa kita kepada zaman emas Ugarit, tahun 1550-1200 sM. Ini membawa kita dari zaman leluhur Perjanjian Lama ke dalam zaman hakim-hakim. Ugarit dibinasakan pada akhir kurun waktu ini, rupanya menjadi korban dari gempa bumi dan para penyerbu yang disebut "Orang Laut" oleh para katib Ugarit. (Lihat "Arkeologi.") Sesudah tahun 1200 sM hanya kadang-kadang terdapat ; bekas-bekas pemukiman di Ugarit.

Para penggali telah menemukan dua kuil di Ugarit yang dipersembahkan kepada dewa Baal dan Dagon, ayahnya. Bangunan kuil-kuil ini serupa dengan bait suci yang dibangun oleh Salomo. Kedua kuil Ugarit itu mempunyai ruangan-ruangan yang mungkin telah digunakan sebagai tempat kudus dan tempat mahakudus di bait suci Salomo.

Para arkeolog telah menggali beberapa bangunan lain di Ugarit; dalam beberapa bangunan ini terdapat perpustakaan yang telah memberikan kebanyakan karya sastra Ugarit kepada kita. Para penggali telah menemukan sebuah bangunan yang pasti telah menjadi istana raja yang mewah, dengan 67 kamar dan ruang. Ukuran istana ini 119 m kali 82 m. Para peneliti telah menemukan bahwa banyak orang di Ugarit menempatkan ruang pemakaman tepat di bawah rumah mereka. Air disalurkan dari lantai dasar ke dalam makam-makam itu. Beberapa arkeolog berpendapat bahwa saluran-saluran ini digunakan untuk memberi persembahan kepada orang mati.

Para ilmuwan juga menemukan tempayan-tempayan penyimpanan yang tingginya lebih dari satu meter, dan beberapa mangkok emas yang pasti merupakan karya pandai emas yang profesional. Sebuah mangkok memperlihatkan gambar yang diukir dari seorang pemburu atas sebuah kereta; ia sedang membidikkan anak panahnya kepada lembu jantan dan sejenis rusa.

Para peneliti arkeologi menemukan 74 buah senjata dan perkakas di bawah lantai sebuah rumah di Ugarit. Pada lima dari benda-benda ini terdapat inskripsi yang menunjukkan bahwa kumpulan benda ini adalah milik seorang imam besar (rb khn, begitulah huruf-huruf itu akan tertulis dalam bahasa Inggris). Rupanya, para penyembah purba telah memberikan perkakas dan senjata ini kepada. imam tersebut sebagai persembahan atau hadiah untuk doa restu dan upacara agama mereka.

Para arkeolog juga menemukan beberapa patung sakral dan benda-benda pemujaan di Ugarit. Di antaranya terdapat beberapa jimat kecil dari emas dalam bentuk perempuan tak berpakaian, yang pasti berhubungan dengan kultus kesuburan di Ugarit. Pada tutup sebuah kotak gading, para penggali menemukan gambar ukiran dewi yang bertelanjang dada, sedang memegang beberapa bulir gandum dalam kedua tangannya. Seekor kambing sebelah menyebelahnya berdiri atas kaki belakangnya karena mencoba menggigit gandum itu. Sebuah lempeng gading yang lain memperlihatkan gambar seorang dewi yang menyusui dua orang anak. Ini adalah ciri-ciri yang lazim dalam sastra dan seni sakral di Timur Dekat. Manusia dan dewa-dewa yang kurang penting dianggap akan memperoleh kuasa dan martabat dengan menyusu pada seorang dewi.

Para peneliti menemukan beberapa patung perunggu kecil dari dewa Baal, yang menunjukkan tangan kirinya diturunkan dan tangan kanannya terangkat, seakan-akan siap untuk memukul atau meneriakkan sorak perang. Sebuah lempeng batu yang lebih besar memperlihatkan gambar Baal yang mengenakan ketopong dan rok serta mengayun-ayunkan sebuah pentung atau tongkat kebesaran di tangan kanannya. Di tangan kirinya ia memegang sebuah lembing.



TIP #30: Klik ikon pada popup untuk memperkecil ukuran huruf, ikon pada popup untuk memperbesar ukuran huruf. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA