Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  8. Ugarit dan Orang Kanaan > 
I. Kota Ugarit. 
sembunyikan teks

Nama kuno untuk tempat ini adalah Ugarit. Meskipun nama Ugarit disebut dalam sejumlah dokumen seperti Surat-Surat Tell al-Amarna, para ahli Alkitab tidak mengetahui lokasi tepat Ugarit. Penemuan pada tahun 1928 menyelesaikan masalah ini. Nama Arab yang modern untuk daerah di Siria ini adalah Ras Syamra, yang berarti "pucuk adas." (Adas adalah bunga harum yang biji-bijinya dipakai untuk membuat minyak atau salep yang harum; banyak tumbuhan adas ditanam di daerah ini.)

 A. Penjelasan tentang Daerah Itu.
sembunyikan teks

Apa yang masih ada dari Ugarit sekarang ini adalah sebuah gundukan tanah yang besar kira-kira 20 m tinggi, lebih dari 900 m pada titik yang terlebar, dan hampir 640 m pada titiknya yang terpanjang. Letaknya kira-kira 0,8 km dari pantai Laut Tengah, sejalan dengan ujung paling timur dari pulau Siprus. Para ilmuwan mulai menggali daerah itu pada tahun 1929 dan telah melanjutkannya sampai sekarang, kecuali selama tahun-tahun Perang Dunia II.

 B. Naskah-Naskah Ugarit. 
sembunyikan teks

Para ahli segera dapat membaca dan mengartikan naskah-naskah bahasa Kanaan dari Ugarit dan menerjemahkannya ke dalam beberapa bahasa modern. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh usaha Hans Bauer, seorang Jerman, dan Charles Virolleaud dan Edouard Dhorme dari Perancis.

Kita boleh mengatakan bahwa naskah-naskah Ugarit bersifat "kosmopolitan" karena tulisan-tulisan itu terdapat dalam tujuh bahasa yang berbeda: Bahasa Mesir, Siprus-Minoa Linear B, Het, Huria, Sumeri, Akadi, dan Ugarit. Jadi, lempeng-lempeng Ugarit ini berisi bentuk-bentuk tulisan hieroglif (Mesir), cuneiform (Hct), dan linear (lima bahasa yang lain). (Lihat "Bahasa dan Tulisan.")

Para peneliti mendapati bahwa bagian terbesar dari naskah-naskah itu ditulis dalam tulisan silabis dari bahasa Akadi yang sudah mereka kenal dari kota-kota Mesopotamia. Bahasa Akadi dipakai untuk kebanyakan dokumen perdagangan, hukum, administratif, dan internasional di Ugarit. Namun, para arkeolog menemukan bahwa suatu tulisan alfabetis yang unik dalam bahasa Ugarit digunakan untuk mencatat berbagai mitos, cerita kepahlawanan, dan legenda yang terkenal dari kota itu.

Tulisan cuneiform yang tradisional memakai ratusan simbol yang berbeda-beda tetapi pada banyak lempeng Ugarit terdapat hanya 30 simbol yang berbeda, yang menunjukkan bahwa mereka menggunakan sistem seperti suatu alfabet. Kata-kata sering kali dipisahkan oleh sebuah simbol pembagi, yaitu sesuatu yang para arkeolog tidak melihat pada lempeng-lempeng cuneiform lainnya. Kebanyakan kata-kata itu disusun dari tiga konsonan dasar, pola yang sama yang diikuti oleh bahasa-bahasa Semit seperti bahasa Ibrani, Aram, dan Fenisi.

Di samping itu, beberapa lempeng dalam bahasa Ugarit ditulis dari kanan ke kiri, sedangkan cuneiform hampir selalu ditulis dari kiri ke kanan. Berbagai keganjilan ini meyakinkan para peneliti bahwa lempeng-lempeng Ugarit memperkenalkan mereka kepada suatu alfabet yang sampai saat itu tidak dikenal, namun berhubungan dengan sistem tulisan bangsa Fenisi.

Inilah alfabet Kanaan:

a
y
p
b
k
s
g
s
q
h
l
r
d
m
t
h
d
g
w
n
t
z
z
i
h
s
u
t
c
s

Urutan huruf-huruf berikut dari alfabet bahasa Inggris masih bertahan dari alfabet kuno ini: ab-d-h-klmn-pqr-t.

 C. Data Arkeologis Lainnya. 
sembunyikan teks

Para arkeolog melihat adanya lima lapisan yang berbeda dalam gundukan Ugarit, dan pada tiap lapisan mereka menemukan tanda-tanda permukiman manusia. Lapisan Lima (pada tingkat dasar) berisi bukti sebuah kota benteng kecil di Ugarit dari masa kuno waktu terjadi banjir besar. Pada lapisan ini tidak ditemukan barang-barang tembikar. Lapisan Empat dan sebagian Lapisan Tiga berasal dari Periode Kalkolitis. (Lihat "Arkeologi.") Di sini para penggali menemukan barang-barang tembikar. Lapisan Tiga dibuat pada Zaman Perunggu Awal, sekitar 1000 tahun sebelum Abraham. Di sini para penggali menemukan tanda-tanda hasil karya logam yang dikerjakan dengan indah. Lapisan-lapisan atas, Lapisan Satu dan Dua, membawa kita kepada zaman emas Ugarit, tahun 1550-1200 sM. Ini membawa kita dari zaman leluhur Perjanjian Lama ke dalam zaman hakim-hakim. Ugarit dibinasakan pada akhir kurun waktu ini, rupanya menjadi korban dari gempa bumi dan para penyerbu yang disebut "Orang Laut" oleh para katib Ugarit. (Lihat "Arkeologi.") Sesudah tahun 1200 sM hanya kadang-kadang terdapat ; bekas-bekas pemukiman di Ugarit.

Para penggali telah menemukan dua kuil di Ugarit yang dipersembahkan kepada dewa Baal dan Dagon, ayahnya. Bangunan kuil-kuil ini serupa dengan bait suci yang dibangun oleh Salomo. Kedua kuil Ugarit itu mempunyai ruangan-ruangan yang mungkin telah digunakan sebagai tempat kudus dan tempat mahakudus di bait suci Salomo.

Para arkeolog telah menggali beberapa bangunan lain di Ugarit; dalam beberapa bangunan ini terdapat perpustakaan yang telah memberikan kebanyakan karya sastra Ugarit kepada kita. Para penggali telah menemukan sebuah bangunan yang pasti telah menjadi istana raja yang mewah, dengan 67 kamar dan ruang. Ukuran istana ini 119 m kali 82 m. Para peneliti telah menemukan bahwa banyak orang di Ugarit menempatkan ruang pemakaman tepat di bawah rumah mereka. Air disalurkan dari lantai dasar ke dalam makam-makam itu. Beberapa arkeolog berpendapat bahwa saluran-saluran ini digunakan untuk memberi persembahan kepada orang mati.

Para ilmuwan juga menemukan tempayan-tempayan penyimpanan yang tingginya lebih dari satu meter, dan beberapa mangkok emas yang pasti merupakan karya pandai emas yang profesional. Sebuah mangkok memperlihatkan gambar yang diukir dari seorang pemburu atas sebuah kereta; ia sedang membidikkan anak panahnya kepada lembu jantan dan sejenis rusa.

Para peneliti arkeologi menemukan 74 buah senjata dan perkakas di bawah lantai sebuah rumah di Ugarit. Pada lima dari benda-benda ini terdapat inskripsi yang menunjukkan bahwa kumpulan benda ini adalah milik seorang imam besar (rb khn, begitulah huruf-huruf itu akan tertulis dalam bahasa Inggris). Rupanya, para penyembah purba telah memberikan perkakas dan senjata ini kepada. imam tersebut sebagai persembahan atau hadiah untuk doa restu dan upacara agama mereka.

Para arkeolog juga menemukan beberapa patung sakral dan benda-benda pemujaan di Ugarit. Di antaranya terdapat beberapa jimat kecil dari emas dalam bentuk perempuan tak berpakaian, yang pasti berhubungan dengan kultus kesuburan di Ugarit. Pada tutup sebuah kotak gading, para penggali menemukan gambar ukiran dewi yang bertelanjang dada, sedang memegang beberapa bulir gandum dalam kedua tangannya. Seekor kambing sebelah menyebelahnya berdiri atas kaki belakangnya karena mencoba menggigit gandum itu. Sebuah lempeng gading yang lain memperlihatkan gambar seorang dewi yang menyusui dua orang anak. Ini adalah ciri-ciri yang lazim dalam sastra dan seni sakral di Timur Dekat. Manusia dan dewa-dewa yang kurang penting dianggap akan memperoleh kuasa dan martabat dengan menyusu pada seorang dewi.

Para peneliti menemukan beberapa patung perunggu kecil dari dewa Baal, yang menunjukkan tangan kirinya diturunkan dan tangan kanannya terangkat, seakan-akan siap untuk memukul atau meneriakkan sorak perang. Sebuah lempeng batu yang lebih besar memperlihatkan gambar Baal yang mengenakan ketopong dan rok serta mengayun-ayunkan sebuah pentung atau tongkat kebesaran di tangan kanannya. Di tangan kirinya ia memegang sebuah lembing.



TIP #09: Klik ikon untuk merubah tampilan teks alkitab dan catatan hanya seukuran layar atau memanjang. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA