Resource > Jurnal Pelita Zaman >  Volume 4 No. 1 Tahun 1989 >  HAKIKAT SEKOLAH MINGGU UNTUK ANAK > 
PENDAHULUAN 

Sekolah Minggu. Yang segera muncul dalam bayangan kita adalah sekelompok anak-anak yang berkumpul pada hari Minggu untuk bersama-sama mendengar cerita Alkitab dan menyanyi memuji Tuhan. Adakah sesuatu yang istimewa mengenai sekolah Minggu sehingga kita perlu memahami hakekatnya dan memikirkannya lebih serius? Jawabnya pasti dan meyakinkan: YA. Bukan hanya istimewa bahkan sangat penting. Sebab sekolah Minggu yang "pada umumnya" ada dalam setiap gereja-gereja, keberadaannya adalah karena "memenuhi persyaratan minimal sebuah gereja". Ia ada seringkali tanpa atau kurang didasari dengan suatu visi dan misi yang jelas. Bukan sesuatu yang mengejutkan kalau selalu lebih banyak anak-anak sekolah Minggu dan "kekurangan" tenaga guru sekolah Minggu. Bahkan sering lahir guru sekolah Minggu yang disebut sukarelawan dan sukarelawati yang "terpaksa" atau "dipaksa" jadi guru sekolah Minggu karena tidak ada orang lagi yang rela menjadi guru sekolah Minggu. Karena sering terjadi pelaksanaan sekolah Minggu tidak dalam teritorial/wilayah gereja, yakni dengan meminjam rumah jemaat atau gedung sekolah terdekat, maka keberadaan sekolah Minggu nyaris dilupakan oleh gereja. Tidak jarang ada pemimpin gereja yang beranggapan bahwa sekolah Minggu adalah tanggung jawab sepenuhnya dari guru sekolah Minggu.

Miskinnya perhatian dan pemikiran gereja terhadap keberadaan sekolah Minggu sesungguhnya sangat memprihatinkan. Kenyataan ini mendorong penulis untuk memunculkan kepermukaan akan pentingnya dan hakekat sekolah Minggu.



TIP #02: Coba gunakan wildcards "*" atau "?" untuk hasil pencarian yang leb?h bai*. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA